You are on page 1of 13

Jurnal Pembangunan Manusia Vol.6 No.

1 Tahun 2012

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIOLOGIS SORGUM DAN JEWAWUT
SERTA APLIKASINYA PADA PENCEGAHAN
PENYAKIT DEGENERATIF
Sugito

ABSTRAK
Sorgum dan Jewawut merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang mempunyai
potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi pertumbuhan
yang luas. Sorgum dan jewawut tidak hanya mengandung nilai gizi yang tinggi, tetapi juga
mengandung beberapa senyawa flavonoid yang mempunyai nilai fungsional terhadap kesehatan.
Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa, mengkonsumsi sorgum dan jewawut terbukti
mampu meningkatkan status antioksidan tubuh dan dapat digunakan untuk menurunkan berbagai
penyakit degeneratif yang disebabkan karena kenaikan beban ROS dan meningkatkan aktivitas
antioksidan enzimatis di dalam sel hati tikus percobaan. Dapat menurunkan oksidasi lemak hati,
tercermin pada penurunan jumlah MDA hati tikus percobaan yang diberi ransum sorgum dan
jewawut.Pemberian ransum sorgum dan jewawut dapat meningkatkan aktivitas enzim SOD,
katalase dan glutation peroksidase sel hati tikus percobaan. Dengan demikian, sorgum dan
jewawut dapat digunakan sebagai makanan yang memiliki potensi untuk mencegah berbagai
penyakit degenerative akibat oksidasi lipida, oksidasi VLDL dan kenaikan beban ROS pada tingkat
seluler.Sorgum dan jewawut dapat diolah menjadi berbagai produk pangan fungsional, atau
disubstitusikan pada pengolahan pangan tanpa menghilangkan nilai fungsionalnya.
Kata Kunci ;Sorgum, jewawut, status antioksidan, penyakit degenerative

ABSTRACT
Sorghum andbarleyare typesof cereal
crops that
have great
potential to be
developed in Indonesia because they have a wide are of adaptation. Sorghum and barley not only
contain high nutritional value, but also contain flavonoids that have some funcional values to
health. Results from some researchs showed that consuming sorghum and barley proved to
increase the body's antioxidant status and can be used todecrease degenerative diseases that are
caused due to increase in radical oxygen species (ROS) andit also could increase enzymatic
antioxidant activity in hepar cell of experimental rats, decrease oxidation of liver lipid which showed
on decreasing of liver MDA on experimental rats which were given sorgum and barley ransoom.
Sorgum and barley ransoom could increase activity of SOD, catalase and gluthatione peroxidase
enzymes of hepar cell in experimental rats. Thus, sorghum and barley can be used as a food that
can prevent many degenerative diseases which were caused by lipid oxidation of VLDL and
increasing of ROS burden at the cellular level.Sorgum and barley could be processed into any kind
of functional food products or substituted to food processing without eliminating its functional
values.
Key words: sorghum,barleyantioxidant status, degenerative diseases

Tanggal masuk naskah : 5 Maret 2012
Tanggal disetujui : 26 April 2012

* Jurusan Teknologi Pertanian UNSRI
Jl. Raya Palembang Prabumulih KM 32 Inderalaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Email : sugitoluwiyan@gmail.com

sifat viskositas patinya lebih tinggi dari sorgum(33.dan Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . sorgum dan jewawut memiliki potensi besar sebagai bahan pangan pokok alternatif pengganti beras. berfungsi dimana sebagai antiateroskerosis. Pengaruh beta glukan yang difortifikasi pada dilaporkan secara signifikan dapat kadar kolesterol serum menurunkan dibandingkan difortifikasi (7) tepung dengan sorgum yang tidak . Ada dibudidayakan (Pennisetum beberapa seperti glaucum). Jewawut atau millet termasuk famili rumput-rumputan Poaceae. sorgum merupakan komoditas pengembang untuk diversifikasi industri secara vertikal.) merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi dalam pertumbuhan yang luas. fraksi prolamin millet lebih kecil dari sorgum. Biji sorgum dapat digunakan sebagai bahan pangan serta bahan baku industri pakan dan pangan seperti industri gula. merupakan bahan dan komposisi asam amino esensialnyanya lengkap (setara dengan serealia lain seperti jagung)(34). dan industri minuman. antiradiasi dan antioksidan. monosodium glutamat (MSG). menyatakan bahwa protein millet memiliki faksi albumin 2835%. broom merupakan salah satu komponen yang penting dalam sorgum dan jewawut. senyawa ini imunomodulator.17). Selain itu. yang dapat bahan pangan dikembangkan lainnya adalah jewawut. yaitu komponen fenolik yang golongan terdiri flavonoid atas fenol. Kandungan beta glukan pada sorgum sebesar 1.03 gram/100 g berat kering(28).(31) Sorgum mempunyai potensi cukup besar sebagai alternatif bahan pangan pokok karena kandungan karbohidrat dan proteinnya cukup tinggi dikenal sebagai corn millet. Dari uraian di atas. hog millet or white millet (Panicum miliaceum)(23). Proso millet yang juga (Sorghum bicolor L.6 No. Glukan (karbohidrat sekitar 73 % dan protein sekitar 11%)(3) common millet. Dengan kata lain. Jewawut mengandung komponen fitokimia seperti halnya pada sorgum.6).1 Tahun 2012 PENDAHULUAN Sorgum (Setaria italica).40. sorgum merupakan sumber antiokidan sebagai dan anti menurunkan berbagai khasiatnya kanker dan dalam kolesterol telah banyak diteliti (16. Selain potensial sorgum.15. tetapi kandungan taninnya lebih rendah dari sorgum). jenis yang Pearl millet Foxtail millet Jewawut pangan sumber karbohidrat yang memiliki kelebihan pada kandungan kalsium yang lebih tinggi dari jagung. gluten 28-32%.4. (termasuk dan tannin.Jurnal Pembangunan Manusia Vol. asam amino. menunjukkan bahwa.

katalase. Antioksidan enzimatis merupakan sistem pertahanan tubuh intraseluler yang bekerja pada oksidasi enzim . sering digunakan sebagai indikator (sorghum chips). didalam (Reactive Oxygen Species). Biosintesis bubur antioksidan yang menurunkan bermanfaat beban (boiled oksidasi porridge atau gruel). bahwa bahan pangan yang dikonsumsi mempunyai METODE PENELITIAN mampu Makalah ini merupakan hasil studi mengumpulkan data hasil penelitian (data skunder). karotenoid. diabetes militus tipe II. dan mitokondria. aktivitas terluarnya pada orbit . karena senyawa ini terbentuk selama proses pembentukan energi dari oksidasi karbohidrat. seperti cardiovaskuler. Senyawa ini disintesis oleh tubuh. Sorgum dan jewawut dapat diolah tubuh. Beberapa penyakit degeneratif disebabkan karena aktivitas oksidasi. vitamin C. ROS.Antioksidan menjadi 2. glutation peroksidase. sehingga kenaikan enzim-enzim ini pada berondong (popped grain) dan keripik hati. Molekul ini bersifat reaktif untuk mencari pasangan. suplai zat gizinya terpenuhi. membuat pembahasan yang mendalam dan mengambil kesimpulan. E. yang terdiri atas beberapa tahapan.6 No. dengan cara menyerang molekul dan yang mengikat ada elektron disekitarnya. non enzimatis meliputi. flavonoid dan asam lipoat.Radikal bebas adalah suatu senyawa atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan (32) Antioksidan kadar (38) jika berupa komponen radikal bebas dan ROS dapat Degeneratif proses menaikkan terjadinya PEMBAHASAN antioksidan antioksidan di dalam hati pustaka/ studi meta analisis. terbesar pada yang sel hati. lemak dan protein. roti (unleavened breads). Antioksidan dan Penyakit Antioksidan dapat didefinisikan sebagai senyawa yang mampu melawan oksidasi tubuh.1 Tahun 2012 dapat digunakan sebagai sumber pangan sitoplasma fungsional untuk memecah senyawa radikal menjadi O2 didalam dan H2O. Antioksidan enzimatis atau antioksidan biologis meliputi superoksida dismutase (SOD). Terbentuknya senyawa radikal bebas di dalam tubuh tidak dapat dihindari. penuaan dini sampai penyakit kanker. Terutama Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . tubuh Radikal bebas dapat terbentuk di dalam sel maupun di luar sel. apabila kondisi kesehatan baik dan menjadi tepung.Jurnal Pembangunan Manusia Vol. gangguan yang memicu fisiologis dan biokimia. dan glutation. enzimatis Hasil dapat yaitu dan didalam digolongkan antioksidan antioksidan non enzimatis. Antara lain. minuman (malted beverages and beer).

yang merupakan (29) nitrogennya) . dan akan menyebabkan terjadinya reaksi berantai mengaktifkan mekanisme system imun yang kemudian menghasilkan senyawa non-spesifik. setelah siklus TCA. Gangguan umum yang sehingga akan berjalan lebih lambat ditimbulkan adalah gangguan fungsi sel.1 Tahun 2012 terjadi akibat adanya kebocoran pada glukosa. bahwa serangan radikal bebasterhadap Perubahan ini akan dikenali oleh sel molekul akan imun. penyempitan Selain . bebas karbohidrat. molekul modifikasi akan menyebabkan LDL dan VLDL akan yang tidak dapat dikenali oleh sistem mudah imun bahkan mutasi sel. karena terjadinya oksidasi pada sel β radikal bebas ini dalam bentuk anion pada superoksida. terbentuk yang non dari radikal juga dapat pankreas. sehingga produksi dan kinerja insulin peroksida. LDL ditimbulkan sangat bervariasi. dibanding dengan molekul lain.Jurnal Pembangunan Manusia Vol. adanya molekul darah. hidrogen . Peran utama senyawa melalui pembuluh darah antioksidan adalah menangkap radikal Mardia bebas. dan akan disekelilingnya memutus sehingga reaksi efek negatif berantai. insulin. Efek negatif yang tahap awal terjadinya aterosklerosis. tergantung atau VLDL mempunyai ukuran molekul jenis molekul yang diserang dan jenis yang lebih besar dari molekul lain. Density Lipoprotein) dan VLDL (Very Low Density Lipoprotein) disaluran darah asam lemak tak jenuh dan lipoprotein dapat menyebabkan terbentuknya plaque serta unsur DNA(terutama pada basa (plak) pembuluh darah. pembuluh terjadi (18) ini (10) akan darah. yang teroksidasi akan Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . sebagai molekul asing. menjadi tidak optimal (4) menjadisenyawa radikal seperti. ozon dan lain-lain. (37) teroksidasi oleh ROS dan mengatakan mengalami perubahan bentuk molekul. organ tubuh. insulin menjadi tidak sensitife terhadap sehingga akan menyebabkan pembuluh pembentuk insulin. lainnya dapat dicegah. hal ini kerusakan struktur sel. Molekul yang ditangkap oleh baru.DM transfer elektron. sebagai itu. Sedangkan oksidasi pada LDL (Low Target adalah utama merusak radikal protein. dibawah pembuluh darah. II)dapat menekan akan Diabetes mellitus tipe II (DM tipe disebabkan karena. disimpan akibatnya pembuluh lokasi keluar masuknya sel imun yang mengangkut oksidasi yang disebabkan ROS pada LDL/VLDL protein sehingga menyebabkan luka pada pembuluh darah. dan dampak yang ditimbulkan akan sel imun akan dibuang dari saluran darah semakin besar. Menurut itu.6 No.Selain Radikal oksidasi hidroksil bebas dan dapat senyawa lain-lain. menyebabkan disebabkan penghasil ROS gangguan dapat komunikasi seluler.

Ini Antioxidan Capacity) dan TEAC (Trolox merupakan Antioxidant awal terjadinya asam hati kapasitas tahap proses aktivitas Acid Capacity). apabila ROS berikatan dengan DNA.1-diphenyl-2-picryl-hidrazyl). dapat juga dibandingkan dengan nitrogen pada molekullain. dan 26. pemberian sorgum 50% Jewawut Secara In-vivo akan meningkatkan ativitas sebasar 20. Apabila antioksidan 0.Jurnal Pembangunan Manusia Vol.8 mg vitamin C tahap awal terjadinya tumor. maka akan terjadi gangguan menaikkan pada DNA. violet (DPPH) setelah bereaksi dengan 39 Zakaria (2001) mengatakan.228 mg/g bahan (vitamin C) perubahan onkogen dan 0. berikatan antioksidan oksidan sehingga terekspresi basa antioksidan antioksidan transkripsi. askorbat Equivalen Berdasarkan perubahan susunan asam amino pada penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein tertentu dan dapat menimbulkan sorgum gangguan reaksi biokimia tubuh. jika dibandingkan dengan Kemampuan Antioksidan Sorgum dan tikus kontrol. sedangkan tikus yang dapat diperbaharui melalui mekanisme diberi pakan jewawut sebanyak 50% DNA repair.39 Pengujian aktivitas antioksidan di pada AEAC dan TEAC. Hal ini supresi pertumbuhan.68 mg AEAC/g. Berdasarkan hasil penelitian pada dengan tikus yang diberi pakan sorgum sebanyak mengalami 50% menaikkan aktivitas antioksidan hati perubahan struktur). konsumsi 100 gr pembelahan sel yang tidak terkontol oleh sorgum perhari aktivitas antioksidanya system saraf pusat. dibanding tikus yang diberi berikatan dengan senyawa radikal dan pakan standar. Apabila DNA ini tidak sebesar 38%.(22) Aktivitas antioksidan mengalami perubahan susunan hati. Warna menjadi rapuh dan mudah pecah. maka akan terjadi perubahan (AEAC/ Ascorbik susunan asam amino pada protein. Prinsip kerjanya adalah. aktivitas antioksidan 6. seatu elektron dan jewawut yang disosoh 100 detik antioksidan yang memberikan elektron Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . Kondisi (hidrogen) melalui reaksi transfer elektron ini akan memicu terjadinya kenaikan kepada tekanan darah bahkan pembuluh darah mengakibatkan perubahan warna.6 No.3 mg vitamin E. Dengan metode ini terjadi pada 50% memiliki aktivitas yang sama.263 mg/g bahan (vitamin E).1 Tahun 2012 darah kehilangan elastisitasnya. yang merupakan akan equivalen dengan 22. maka akan menyebabkan terjadinya DNA adduct(DNA yang (DPPH) akan yang memudar dan menghasilkan warna kuning (14). maka akan terjadi dapat diartikan bahwa. Apabila DNA yang sudah sebesar 27%. Sorgum varietas hati dapat dilakukan dengan metode kawali yang disosoh 20 detik memiliki DPPH (1.

dimana hati marupakan jewawut 50% kadar MDA-nya sebesar Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . dan polifenol. golongan atas asam fenolik Gangguan flavonoid (termasuk karena bagi tubuh. Komponen fenolik ini (TBA) membentuk warna pink yang dapat memiliki sifat antioksidan yang dapat terbaca dengan spektrofotometer. endokarp. memperlambat reaksi radikal bebas atau transkobalamin. Senyawa polifenol tersebut terdapat pada menyebabkan lapisan epikarp. (2009)(22) bahwa tikus yang diberi Sorgum.(13) disebabkan kandungan Prinsip kerja dari penentuan MDA adalah glikosilviterin. Jewawut mengandung komponen fitokimia seperti halnya sorgum yaitu komponen fenolik. peroksidasi lipida. Senyawa polifenol terdiri obat. aktivitas biologisnya. Selain itu. kaumarat.01 mol/g atau dapat hati.(36) metabolisme Sorgum dan jewawut memiliki tubuh. salah satunya MDA. leukoantosianin. proses terdapat dua jenis pigmen yaitu karoten detoksifikasi Fase I dan II terhadap racun. (2) tanin vitamin dan mineral sebagian besar Pada biji sorgum diproduksi didalam hati. komponen bioaktif seperti asam fenolik. beberapa flavonoid yang dikendalikan oleh organ hati. Jewawut dan Oksidasi Lemak makan sorgum 50% kadar MDA-nya Hati sebesar Oksidasi lemak pada 18. yang terdiri yang organ gangguan merupakan hati akan metabolisme tahap awal dan infeksi akibat menurunya sistem imun(10). Protein memiliki fungsi sebagai penangkal atau pengangkut seperti albumin. dan kondensat bersifat antioksidan. transferin. karbohidrat. dan hormon pasca melakukan dari empat senyawa yaitu flavonoid.Jurnal Pembangunan Manusia Vol.6 No. tidak jenuh rantai panjang (PUFA) yang sianamat. dan tanin. Tikus yang diberi makan bebas pada hati..1 Tahun 2012 memiliki aktivitas antioksidan 4. menurunkan kadar MDA sebesar 23% merupakan tahap awal terjadinya radikal dari tikus kontrol. Hal ini disebabkan Komponen asam fenolik yang tinggi adanya kandungan senyawa asam lemak adalah jenis asam ferulat. glikosiloritin alkali-labil dan adanya reaksi MDA dengan tiobarbiturat asam firulat. dan gensitin. dimana semua senyawa tersebut memiliki terjadinya beberapa penyakit degeneratif (25) aktivitas antioksidan . Kadar malondialdehid (MDA) dan dapat digunakan untuk mengestimasi laju tanin). dan testa tubuh.76 mg pusat metabolisme dan pegatur laju AEAC/g biji. Warna jewawut sudah teroksidasi. protein. Kecepatan metabolisme lemak. Berdasarkan penelitian Puspawati et al. pada menekan reaksi oksidasi yang merugikan panjang gelombang 532 nm. dilakukan di organ antosianin. hati.

Berdasarkan hasil penelitian jewawut. Puspawati et al.79% dari Aktivitas Enzim SOD Hati SOD merupakan salah satu enzim antioksidan seluler yang termasuk dalam tikus kontrol. MDA dengan sampai 25%. Analisa kadar kontrol.Jurnal Pembangunan Manusia Vol. dengan mengkonsumsi 15 g/Kg DNA BBdibanding tikus control tanpa diberi antioksidan.Menurut SOD dapat dilakukan dengan xantin dan Singh et al. Kandungan (berwarna kuning). Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . menjadi formazan senyawa dan yang berwarna biru. (2009)(22) tikus yang menginduksi untuk antioxidant memproduksi enzim diberi makan sorgum 50% menaikkan aktivitas SOD hati sebesar 39. dapat menurunkan oksidasi pada sel hati kemudian dan menurunkan kadar MDA hati sampai reseptor elemen (ARE) dan menginduksi 30%. Sedangkan tikus yang diberi makan jewawut sebanyak 50% antioksidan intraseluler(9). (2002)30kadar MDA yang tinggi pada xantin penderita kerusakan superoksida. mengkatalis dismutasi radikal Menurut anion Rooney (2005)(25) superoksida menjadi hidrogen peroksida Komponen fenolik pada sorgum dan dan oksigen. tapi seperti diduga Mn-SOD. (2002)(34) dengan kenaikan kadar SOD didalam hati oleh (25) jewawut dan sorgum disebabkan karena hati) bahwa dinetralisir reperfusion mengkonsumsinya seberat 20 g/Kg menyatakan semakin yang jewawut memiliki adanya komponen gen fenolik enzim yang kemampuan antioksidan yang tinggi dan menginduksi antioksidan.6 No. Perubahan warna dapat dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 560 nm (21). Berdasarkan hasil penelitian Dykes dan (6) Rooney (2004) menurunkan penderita (kerusakan bahwa sorgum dapat kadar MDA ischeamina hati bagi rendahnya jumlah atau formazan yang terbentuk.27% dari tikus kontrol. Enzim ini menangkal radikal jewawut bebas superoksida (O2) menjadi H2O2 terekspresinya gen enzim antioksidan yang masih bersifat radikal bebas..08 mol/g atau dapat menurunkan sifat radikalnya lebih rendah dari radikal kadar MDA sebesar 13% dari tikus bebas superoksida (O2). Aktivitas SOD yang jewawut dapat menurunkan kerusakan tinggi ditandai dengan banyaknya radikal oksidatif superoksida fenolik pada menurunkan pada sorgum sel hati. Menurut Takara et al. dapat mengkonsumsi oksidase bereaksi sebagai dengan penghasil garam tetrazolium komponen fenolik quercetin.1 Tahun 2012 20. mampu memicu Cu/Zn-SOD hati.. SOD menaikkan aktivitas SOD hati sebesar merupakan metaloenzim yang 37. Radikal superoksida akan diturunkan setelah hati..

memiliki reaktivitas senyawa hidrogen reaksi pemecahan peroksida menjadi yang tinggi untuk memicu terekspresinya oksigen dan air. 31 (2003) 25 g/Kg BB bahwa asam ferulat mampunyai yang diberi Menurut makan Rooney jewawut (2005)(25) kemampuan antioksidan secara invitro. enzim CAT ini.6 No.13 % dari tikus kontrol. memicu (2002)(30) cafeat.44 U/mL yang tinggi untuk memicu terekspresinya atau lebih besar 14% dari tikus kontrol... dengan senyawa kalium jewawut 20 g/Kg BB membentuk warna kuning yang dapat dibaca dengan spektrofotomer (27). Sedangkan tikus yang diberi caumarin. 25% dari tikus kontrol. memiliki reaktivitas aktivitas CAT hati sebesar 22. sinapat dan flavonoid pada mengkatalis sorgum dan jewawut. cafeat. selama sehingga aktivitasnya meningkat sampai proses pengangkutan. Pada penentuan aktivitas enzim CAT. Menurut penelitian Sirappa sebesar 37. Berdasarkan hasil memiliki aktivitas CAT hati sebesar 23.1 Tahun 2012 sehingga aktivitasnya meningkat sampai tikus yang diberi makan sorgum 100% 30% dari tikus kontrol.21 U/mL mengandung atau lebih tinggi 28% dari tikus kontrol. komponen asam ferulat. aktivitas CAT hati sebesar 25. sumber radikal berasal pemberian dari H2O2 yang meningkatkan aktivitas CAT sebanyak ditambahkan dalam sorgum 20 g/Kg BB kondisi pertumbuhan enzim CAT yaitu 23. enzim SOD. komponen asam ferulat. ρ- Enzim katalase. Glutation merupakan salah satu sistem Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif .Jurnal Pembangunan Manusia Vol. ρ- kontrol.. sinapat dan flavonoid pada makan jewawut sebanyak 50% memiliki sorgum dan jewawut. Menurut Sirappa (2003)(31). Komponen fenolik pada sorgum dan dengan menangkal radikal superoksida. jewawut sehingga mampu menurunkan beban terekspresinya gen enzim CAT hati. sehingga dengan pemberian tikus konsumsi sudah sebanyak 100% memiliki aktivitas CAT meningkatkan kadar SOD hati secara hati sebesar 22.79 (2002)(30) U/ml atau lebih tinggi 20% dari tikus penelitian Singh et al.82 % dan buffer kalium fosfat pH 7. (2009) diberi makan sorgum penelitian Aktivitas Enzim Glutation Peroksidase (GPx) hati tikus yang 50% memiliki Glutation glisin) (L-γ-glutamil-cisteinyl- merupakan gugus tripeptida yang sulfhidril (-SH). Berdasarkan hasil Aktivitas Enzim Katalase (CAT) Hati yang diduga mampu penelitian Singh et al. oksidasi pada saluran darah. H2O2 akan meningkatkan aktivitas CAT sebanyak bereaksi 30.96 U/mL atau naik signifikan.81% dari tikus kontrol. Berdasarkan hasil (22) Puspawati et al. merupakan enzim caumarin.

31 % dan jewawut 20 g/Kg BB meningkatkan aktivitas GPx sebanyak 30. terutama pembentukan sebagai antioksidan sumber intraseluler didalam tubuh dan mencegah berbagai penyakit degeneratif. Quinon Semakin yang mengoksidasi gugus tiol (-SH) pada Kaep terbentuk absorbansinya akan semakin 1 menjadi SH.1 U/mL) untuk jewawut. aktivitas GPx hati sebesar 24.(31) Menurut Zieliski dan Kozlowska (2000)(40). Maskaug et al. Glutation banyak ditemukan dan 29.Jurnal Pembangunan Manusia Vol.6 No. dan mengakibatkan translokasi Nrf-1/2 ke tinggi warna Berdasarkan ungu hasil (22) Puspawati et al. Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . tikus yang diberi makan jewawut sebanyak 100% memiliki aktivitas GPx hati sebesar 22. yaitu tereduksi dan komponen fenolik sorgum dan jewawut mampu mengekspresikan gen enzim GPx... Kaep 1 akan teroksidasi besar pula. (2009)(22) sorgum dan jewawut dapat diolah menjadi bubur instan.3 U/mL) untuk sorgum teroksidasi. meningkat. Prinsip dibanding tikus melalui control. menjadi berbagi makanan yang menarik dan mengandung nilai funsional yang tinggi.23% (22. (2009) diberi makan tikus yang active kemudian ARE/EpREs dan dalam oksidasi metabolic berikatan dengan menginduksi gen presentesis antioksidan.59 U/mL atau lebih besar 29% dari tikus kontrol. ke memiliki Tikus sorgum penelitian dan masuk makan jewawut sebanyak 50% memiliki aktivitas GPx hati Aplikasi pada Makanan Sorgum dan jewawut dapat diolah sebesar 21. menginduksi ARE pada reaksi ezim fase II (12) . pengukuran aktivitas enzim ini. di dalam sitosol hati. sehingga meningkatkan aktifitas glutation GPx 27. baik dengan penambahan BTP maupun tidak dengan menggunakan drum dryer.26 U/mL atau naik sebesar 33% dari tikus kontrol.58 U/mL oleh karena itu GPx dan GSH akan atau lebih tinggi 47% dari tikus kontrol. terutama berpartisipasi dalam penghancuran H2O2 dan peroksida (8) organik glutation . Menurut Puspawati et al. Menurut Langseth subtrat glutation peroksidase dan sebagai (2000)(16). melalui Quarcetin/flavonoid mekanisme transfer elektron sehingga sitoplasma akan terjadi perubahan warna kekuningan menjadi quinon atau active metabolic lain. Ada dua glutation. yang diberi 50% mengalami atau nukleus.2% (24. seperti glutation.1 Tahun 2012 antioksidan. Pemberian sorgum 20 g/Kg BB meningkatkan aktivitas GPx sebanyak 20. Keberadaan GSH di jika dalam sel hati sangat diperlukan sebagai pemberian 25 g/Kg BB.13 % dari tikus kontrol. menjadi warna ungu setelah 30 menit. reaksi dengan cascade. (2005) quarcetin senyawa konjugat detoksifikasi xenobiotik pada jewawut/sorgum.

pengembang. 3. jewawut disosohan 100 detik. atm. kecepatan 5-6 rpm bersuhu 140 OC. katalase dan glutation peroksidase sel hati tikus percobaan. 5. Pemberian ransum sorgum dan jewawut dapat meningkatkan aktivitas enzim SOD. Sorgum dan jewawut dapat diolah menjadi berbagai produk pangan fungsional.6 No. Mengkonsumsi sorgum dan jewawut terbukti mampu meningkatkan status antioksidan tubuh dan dapat digunakan untuk menurunkan resiko terjangkitnya berbagai penyakit degeneratif yang disebabkan karena kenaikan beban ROS.Menurut Herawati jewawut disubstitusikan dapat pada pembuatan cake. susu. dan perendaman pada Na-sitrat 1% selama 2 bubur jam pada suhu O 50 C. pisang. wafel merupakan produk rerotian yang terbuat dari tepung. Berdasarkan menunjukkan analisis bahwa fisik penambahan alginate dan CMC dapat memperbaiki sifat fisik wafel sorgum. thawing. Menurut Misnawi (2000)(19) sorgum dapat disubstitusikan pada wafel sampai 30%. tercermin pada penurunan jumlah MDA hati tikus percobaan yang diberi ransum sorgum dan jewawut. menyatakan bahwa jewawut dapat diolah menjadi minuman instan dengen rasa coklat dan rasa pisang. dan waffle iron (5) . KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan ini adalah: 1. atau disubstitusikan pada didinginkan dan digiling dengan grinder Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif .Jurnal Pembangunan Manusia Vol. sampai batas 40%. Lempengan bubur kering dihancurkan pemasakan. 2. (2010) sorgum soya. dengan penambahan alginat 0. kemudian direbus selama 20 menit. dan dicampur dengan bahan-bahan dapat diolah menjadi nasi instan dengan tambahan lainnya seperti coklat.4%. CMC 0. Konsumsi sorgum dan jewawut dapat menurunkan oksidasi lemak hati. telur. Adonan dikeringkan Tahapan dengan drum drayer pada tekanan 3-5 pembuatan nasi sorgum instan adalah. Wafel sorgum merupakan salah satu produk baru yang memiliki nilai fungsional. rehidrasi. 4.. tepung. penerimaan sorgum konsumen adalah dan batas untuk wafel dari total 40% (2005)(11). Konsumsi sorgum dan jewawut dapat meningkatkan aktivitas antioksidan enzimatis di dalam sel hati tikus percobaan. dan proses dan diayak 60 mesh. pencucian. Adapun tahapan pembuatan minuman instan jewawut adalah.1 Tahun 2012 Menurut Amrinola et al.5%. pengeringan pembekuan. Pada substitusi 40% dihasilkan cake yang masih disukai konsumen dan memiliki nilai fungsional yang siknifikan (20) .

Greenwal. Primarilly as Food Sources.M. Sorgum. 2004.V. Tidak dipublikasikan.W. The Chemistry Behind Antioxidant Capacity Assay. Ed 3 hlm 105-220. Eolss Publishers Oxford. DAFTAR PUSTAKA 1. Joseph M..A. Sorghum and millet phenols and antioxidants. 2005. Balai Penelitian Tanaman Pangan. Lloyd W. PE. 2006. 3. and Rooney. 9: 135-141. N.6 No. J Sci Direct: Phytochemistry 65:11991221. Leder. 7.C. Ispandi A. Texas A&M University. 2002. MS Thesis.. Dendy. antiinflammatory and acute toxicity effects of Zhumeria majdae extracts in mice and rats. 11.. Patencheru. Hossinzadeh H. dan Gutteridge J.W. Maryland. Singapore. Ramezani M. 2003. Dykes. P. Composite Flour-Past. In-vitro starch digestibility and estimated glycemic index of sorghum products. Sudaryono. Rome. Sorghum Phytochemical and Their Potential Impact on Human Health. Tesis. Oxford University Press. Bogor. Kajian Pembuatan Nasi Sorgum (Shorgum bicolor L) Instan rendah Tanin. Antioxidants and their effect on health. 2010. dan Rooney L.Jurnal Pembangunan Manusia Vol. USA: Aspen Publisher Inc.A. J. Gregoriadis. Antinociceptive. 2000. 1997. Amrinola.. and Luis Cisneros-Zevallos. 9. Prior. 17. Chemoprevention of cancer. Sorgum and Millet in Cultivated Plants.M. Awika. L. Rooney. Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . B. 12. E. Monografi No 5. Beti. Haliwell. Screening Methods To Measure Antioxidant Activity of Sorghum (Sorghum bicolor) and Sorghum Products.1 Tahun 2012 pengolahan pangan tanpa menghilangkan nilai fungsionalnya. A. 5.. Hodgson. India. 1990. M. Essentials of Functional Foods. Sci American (9):96-99. Sorghum and Millets in Human Nutrition.. Hlm 303 – 317. W. 1996. 2004. Food Chem. 13. Qu B. 4. G. 44:236251. 2005. Malang. Ronald L. The Carrier Potential Of Liposomes In Biology And Medicine (Second of two parts). TX. 1992. 10.. College Station. De Castro. Langseth. Agric. 8. Awika. Huang. FAO. The New England Journal of Medicine295: 765 –770. 6.D. Phytomedicine. Herawati. Y. dan Prior L. 2. 1995. Di dalam : Schmidl MK. Present and Future: A Review with Special Emphasis on the Place of Composite Flour in the SemiArid Zone. D. Editor. Free Radical in Biology and Medezine. J. Mc Grow Hill. 1999. L. 15. of Cereal Sci.. Xianli Wu. Labuza TP. J Litbang Per 23 (4): 151-156. 6657 -6662 16. J.D. J. UK. dan Levi. Agric Food Chem 53:1841-1856. I. Fadishei M dan Mahmoudi M. 113 pp. Perbedaan Substitusi Tepung Jewawut terhadap Kandungan Gizi dan Tingkat Kesukaan Cake. 51 (23). 14. J. L 2000. Andarwulan dan Widowati. Sekolah Pascasarjana IPB. Food and Agriculture Organization of the United Nations. D. Modern Toxycology. 2006.

J. Biochem. Oral cereal beta glucan compositions. D. Mark J. Sadikin.D. 23. Silva-Pereira. Misnawi. Epicatechin in human plasma : in vivo determination and effect of chocolate consumption on plasma antioxidant capacity. 21. 2006. Sorgum dan Jewawut.. et al. L. Sekolah Pascasarjana IPB.Z..O. Sirappa. Fraga G. Cytotoxicity and genotoxicity of low doses of mercury chloride and methylmercury chloride on human lymphocytes in vitro.. 2005. 2001. 2009.. Bahia M.R. 2006. Singh.6 No. Zakaria dan E. 34. Maros. Johnson T. R. 20. 22. L..S. Murthy K.K. J. Nazamid S.H. New Antioxidative Phenolic Glycosides Isolated from Kokuto Noncentrifugated Cane Sugar.. 27. Papas. PT Kawan Pustaka 26. Essentials of Functional Foods. Bogor. J. Pholyfenol: Antioxidant and Beyond.C.A. Diet. Selamat J. ..P. Jayaprakasha G. 31. W dan F.N.. S.Clinical Nutrition 81(1):215-229... Pembuatan Minuman Instan Jewawut. 2003. 2000. Determinant of antioxidant in humans. Penebar Swadaya.K. Peranan Senyawa Bioaktif Flavonoid sebagai Antioksidan dalam Sistem Biologi.. Smith M. 66 (1) : 29-35. 25. Schmidl. USA: Aspen Publisher Inc. Lia A.. G.C. 32. Editor. M.K.TPG 3(1):12-17. 2010. 2002. 1999.. Sorghum and Millet Food Research Failures and Successes: Overview. Prangdimurti.R. Suherman. Rooney. Hal 21 – 33. Tidak dipublikasikan.. Redmond. A. Takara. Biotechnol. 2002. 2005. F. Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . Lotito S. Laporan TahunanPPS BPTS. 30. 19.L. Labuza T. Mardia. College Station.. Jamilah B. 2005. D. Burbano R.W. Biosci. Tesis. Keberadaan dan Pemanfaatan Plasma Nutfah Jewawut di Kawasan Lahan Kering Pulau Lombok. Rein.1 Tahun 2012 18.. L.R. Nutrition and Healt. USA : CRC Press.G. Fransiska R. A.P. dengan penambahan Bubuk Coklat dan Bubur Pisang. 1998.. Braz Jurnal of Med and Biol Research 38: 901-907. Tidak dipublikasikan. Puspawati. Effects of incubation and polyphenol oxidase enrichment of unfermented and partly fermented dried cocoa beans on color.R.A. Skripsi.M. Fateta IPB. Am Jurnal of Clinical Nutrition 72 (1) : 30 – 35. Am J Clin Nutr 81 (Suppl): 215S – 229S. 33. K. Di dalam : Papas AM. Cardoso P. Zairin M. Antioxidant Status. Keen C. Leite D. Studies on Antioxidant Activity of Ponegranate (Punica granatum) Peel and Seed Extract Using in vitro Model. Salah Satu Hasil Pertanian Potensial. Soeatmaji. Scalbert.. Maryland. O. fermentation index and (–)epicatechin content. 29. Schmitz H.I.C. 28.A. 2000. Kajian Aktivitas Proliferasi Limfosit dan Kapasitas Antioksidan Sorgum dan jewawut pada Tikus Sparague dawley. Texas: Food Science Faculty.Jurnal Pembangunan Manusia Vol. Bastos W.. 2002.Agri Food Chem 50:81-86. Jakarta.V. and Fielder.. Texas A and M Univ. J of Food Scie and Technol 38: 1–11. 2003. A. and Saltmarsh M. Bogor.. dan Awaludin. Makanan Antikanker.. Polyphenol : antioxidant and beyond. United States Patent 20060251590. Holt R. Okta.Zakaria.R. 24.

Antioxidant Activity and Total Phenolics in Selected Cereal Phenolics and Their Different Morphological. 38. Eurasian J. Dampak Terhadap Kesehatan dan Penangkalan.. Zakaria-R.W. 36. F. Aktivitas Antioksidan dan Immonomodulator Serealia Non Beras. 40. Pangan dan Pencegahan Kangker. Analytical Chem 1 (1): 19-29. Tesis. Winarsi. Zakaria-R.Jurnal Pembangunan Manusia Vol. dan Industri Pangan. Jurnal Teknol. F. 2000. Peranan Zat Gizi dalam Sistem Kekebalan Tubuh. Pusat Studi Pangan dan Gizi IPB dan Kedutaan Besar Perancis. 37. H. Sugito : Aktivitas Antioksidan Biologis Sorgum Dan Jewawut Serta Aplikasinya Pada Pencegahan Penyakit Degeneratif . Sintesis Senyawa Radikal dan Elektrofil dalam dan Oleh Komponen Pangan: Reaksi Biomolekuler. Zieliski.. 2001.Koswara. dan Kozlowska H.6 No. 2009.No2: 171-175. Prosiding Seminar. Sekolah Pascasarjana IPB. Bul Teknol dan Industri Pangan 7 (3): 75 – 81. F. Vol XII. 1996b. Tidak dipublikasikan. 1996a.. Antioksidan Alami dan Radikal bebas: Potensi dan Aplikasi dalam kesehatan. 39. Kanisius.1 Tahun 2012 35. 2002. Yogyakarta. Fransiska R. Bogor. Zakaria-R. Jakarta..H. Yanuar . dan S.Z.