You are on page 1of 21

BLOOD & LYMPHATYC

SYSTEM

BY: Henny Cahyaningsih, SKp., M.Kes.

ERYTHROCYT / SEL DARAH MERAH


Anatomy:
- Biconcaf/Cakram
- Diameter 8 mikron, ukuran 0.007 mm
- Tidak berinti/tdk dpt bergerak/aktif
- male: 5.200.000/mm
- female: 4.700.000/mm
- Warna kuning kemerahan zat
hemoglobin

Physiology:
- Tranportasi O2 dari paru & jantung menuju jaringan
- Tranportasi CO2 dari jaringan menuju jantung & paru
Berikatan dengan hemoglobin
-

Menjaga keseimbangan asam basa


Katalisator CO2 + H2O shg CO2 ke luar

Hemoglobin
-

Zat yang terdapat di dalam eritrosit yang berfungsi


transportasi O2 dan CO2
Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan
terurai menjadi 2 zat yaitu hematin yang mengandung
Fe yang berfungsi untuk pembuatan eritrosit baru dan
Hb berfungsi transportasi O2 dan CO2

male: 13.0 mg%


female: 11.5 mg%

PEMBENTUKAN ERYTHROCYT
-

Tempat pembuatan:
Janin embrio: Yolk salk
trimester II : di hepar, lien
trimester III selanjutnya : sumsum tulang
Balita tibia proximal, lien dan hati
Dewasa Tulang iga, sternum, vertebrae
Beredar ke seluruh tubuh selama 14-15 hari setelah itu mati
Pembentukan eritrosit berasal dari hemositoblas yang baru secara
kontinyu dibentuk dari sel dari sel induk primordial sumsum tulang
eritroblast basofil eritroblast polikromatofil normoblast
retikulosit eritrosit
Usia eritrosit 100 115 hari

Pada waktu terbentuk retikulosit kemudian masuk ke


dalam kapiler dengan cara diapedesis (menyelip melalui
membran) masuk ke RES ( retikulum endoplasmic
system) eritrosit matur.

Gangguan yang berhubungan dengan eritrosit:


- Anemia Jumlah sel darah merah dalam tubuh
berkurang ( penyebab: perdarahan, produksi berkurang
destruksi sumsum tulang oleh sinar-X)
- Hipoksia karena tinggal di dataran tinggi ( transportasi
O2 ke jaringan & otak berkurang perlu produksi
eritrosit lebih banyak diperlukan hormon eritropoetin
(glikoprotein) berfungsi untuk merangsang sumsum
tulang thd pengaturan pembentukan eritrosit proses
eritropoesis

LEUCOCYT / SEL DARAH PUTIH


Anatomy:
- Bentuk berubah-ubah
- Dpt bergerak ( dgn pseudopodia)
- Memiliki inti
- Tidak berwarna/bening
- Jumlah: 6000 9000/mm
Physiology:
- Mencegah infeksi
1. Menghancurkan agent penyerang dg proses
fagositosis
2. Membentuk antibodi & limfosit yg disensitifkan

Tipe/jenis Leucocyt
1.
2.
3.

Granulosit Neutrofil, eosinofil, basofil


Limfosit
Monosit

Granulosit = leukosit granular


Dibentuk dlm sumsum tulang, granulosit tdd:
1.
Neutrofil atau polimorfonuklear leukosit memiliki inti yg
terangkai atau terpisah-pisah, protoplasmanya banyak granula
(bintik-bintik halus), jml 60-70%, dpt menyerang & merusak
bakteri/virus, dpat ditekan melaui pori-pori pembuluh darah dg
proses diapedesis ukuran dpt mengecil sementara shg dpt
menerobos pori-pori yg ukurannya lebih kecil, bergerak melalui
jaringan (amoeboid), bergerak mendekati sumber zat kimia:
kemotaksis pd peradangan.
Fungsi: Fagositosis bakteri, jaringan yg mati, partikel-partikel
asing lain.

2. Eosinofil
Ukuran & bentuk hampir sama dg neutrofil tetapi granula dlam
sitoplasmanyalebih besar, jml 2-4%, fagosit lemah, menunjukkan
kemotaksis, jml meningkat selama reaksi alergi.
3. Basofil
Ukuran < eosinofil, bentuk inti teratur, dlm protoplasmya terdpt
granula besar, jml 0.5%
Fungsi belum diketahui:
- mengeluarkan heparin mencegah koagulasi darah
- mengeluarkan histamin & sedikit bradikinin & serotinin
4. Limfosit
Jenis leukosit yg dihasilkan dari jari RES & kelenjar limfe, ukuran
variatif: besar-kecil 7-15 mm, dlm sitoplasmanya tdk terdpt
granular & inti besar, jml 20-25%
Fungsi: membunuh & memakan bakteri yg masuk dlm jaringan
tubuh, terlibat dlm proses kekebalan.
5. Monosit
Terbanyak dibuat di sumsum tulang merah, ukuran > limfosit,
diameter 20 mm, inti berbentuk oval atau spt ginjal, banyaknya
38%. Fungsi: fagosit

Istilah-istilah:
- Leukositosis
- Leukopenia
- Limfositosis
- Agranulositosis

TROMBOCYT
Anatomy:
- Bentuk oval atau bulat, bikonvek
- Tdk berinti
- Hidup 10 hari
- 30-40% disimpan dlam limpa, sisanya bersirkulasi
- Jml 150.000-400.000/mm

Physiology:
1.
Berperan dalam pembekuan darah/mengaatasi
perdarahan.
2.
Untuk mempertahankan integritas endotelium.
Gambaran klinik:
1. Trombositopenia: jml trombosit < disebabkan hilangnya
fungsi sumsum tulang karena leukemia, obat-obatan
salisilat, sulfonamid. Destruksi yg berlebihan pd
penyakit autoimun.
2. Ptekhie : perdarahan kutan kecil
3. Ekhimosis: perdarahan besar
4. Purpura: keadaan dmn terjadi multiple hemoragi pd
kulit/subkutan

PLASMA
-

Merupakan bag.cair dari darah


Jumlah: 5% dari BB

Fungsi:
- Media sirkulasi elemen darah
- Media transportasi bahan-bahan organik & an organik dlm tubuh.
Komposisi:
- Air: 91-92%
- Protein plasma: albumin, globulin , , , fibrinogen, protrombin.
- Fungsi portein plasma:
a). Mempertahankan tek osmotik plasma utk pembentukan &
penyerapan cairan jaringan.
b). Sbg penyangga dlm mempertahankan pH normal
c). Fibrinogen & protrombin penting untuk pembekuan darah
d). Immunoglobulin penting dlm pertahanan thd infeksi

GOLONGAN DARAH
Golongan darah O A B
- Dalam eritrosit terdapat zat yg disebut
aglutinogen A & B atau disebut antigen A
& B.
- Dalam serum tedapat suatu zat yg disebut
aglutinin /A dan aglutinin /B.
- Aglutinin merupakan antibodi yg terbentuk
dlm plasma.
- LANDSTEINER membagi darah menjadi
4 golongan:

GENOTIP

GOLONGAN

AGLUTINOGEN

AGLUTININ

OO

Anti A & Anti B

OA atau AA

Anti B/

OB atau BB

Anti A/

AB

AB

A dan B

PROSES AGLUTINASI PADA REAKSI


TRANSFUSI:

Bila darah tidak cocok sehingga aglutinin Anti A atau B


bercampur dg eritrosit yg masing-masing mengandung
aglutinogen A atau B.
Aglutinogen A dari gol. darah A akan
dihemolisa/disglutinasi oleh aglutinin (anti A) dari gol.
darah B.
Aglutinogen B dari gol. darah B akan
dihemolisa/diaglutinasi oleh aglutinin (anti B) dari gol.
darah A.

Golongan darah O tdk dpt menjadi donor universal


karena: Anti bodi anti-A dan B terkadang sangat paten
dpt menggumpalkan sel-sel dari resifien non-O. Gol
darah O jarang mengandung antigen yg dpt
menyebabkan masalah bila diberikan kpd orang dg gol
darah non-O.
Golongan darah AB tdk dpt menjadi redifien universal
karena: alasan yg sama spt di atas.

Proporsi manusia dlm gol. Darah yang berbeda:


- AB: 5%
- A: 40%
- B: 10%
- O: 45%

GOLONGAN DARAH RHESUS:


Rh (+) : 85%
Rh (-) : 15%
Jika wanita Rh (-) x laki-laki Rh (+) anak dpt
mempunyai gol. darah Rh (+). Jika terjadi akan
terbentuk faktor Rhesus O antara ibu Rh (-) dan janin
Rh (+) hemolitik bayi baru lahir.
Pencegahan:
1.
Wanita Rh (-) harus tidak mendapat transfusi darah dg
Rh (+).
2.
Bila terbukti ada kebocoran feto-maternal pd
kehamilan I, ibu harus mendapat globulin anti-O dlm
waktu 36 jam saat melahirkan mencegah
pembentukan antibodi-anti O
-

SISTEM PEMBULUH DARAH LIMFE &


PERTAHANAN TUBUH
SISTEM LIMFATIK, tdd:
1. Kapiler limfe
2. Pembuluh limfe
3. Nodus limfe
4. Area limfatik lain
5. Cairan Limfe

Kapiler Limfe:
Serangkaian tube dg ujung buntu & berdinding tipis pada
spasium jaringan pd berbagai organ & jaringan.
Pembuluh Limfe:
Merupakan tube yg lebih besar yg dibentuk oleh
bersatunya kapiler-kapiler limfatik, melewati & memasuki
nodus limfe.
Nodus Limfe:
Massa sel-sel limfe berbentuk bulat atau oval yg dikelilingi
oleh kapsula, lunak, kelabu kemerahan

Struktur yang lain:


Struktur lain yang sebagian besar terdiri dari jaringan limfe
yang sama dengan yang terdapat pada nodus limfe
( tonsil, kelenjar timus).
Cairan Limfe:
Cairan dalam pembuluh limfe yang komposisinya sama
dengan plasma darah & mengandung sejumlah besar
limfosit yang mengalir sepanjang pembuluh darah nodus
limfe dengan tujuan untuk memasuki aliran darah

Saluran Limfe:
1.
Duktus Torasikus atau duktus limfatikus sinistra:
merupakan kumpulan dari pembuluh limfe yang
berasal dari kepala kiri, leher kiri, dada kiri, bagian
perut, anggota gerak bawah & alat-alat dalam perut,
muara duktus torasikus yaitu vena brachiosepalika
kemudian ke vena cava superior.
2.
Duktus Limfatikus Dextra: Menerima limfe dari
pembuluh limfe yang berasal dari kepala kanan, leher
kanan, dada kanan & lengan kanan & bermuara pada
vena subklavia dextra.

Fungsi Pembuluh Limfe


1.
Mengembalikan cairan & protein jaringan ke sirkulasi
darah.
2.
Mengangkut limfosit dari kel. Limfe ke sirkulasi darah.
3.
Membawa lemak dari usus ke sirkulasi darah.
4.
Menyaring & menghancurkan mikroorganisme
5.
Menghasilkan zat antibodi
Fungsi kelenjar Limfe
1.
Menyaring cairan limfe dari benda-benda asing
2.
Pembentukan limfosit
3.
Membentuk anti bodi
4.
Pembuangan bakteri-bakter