You are on page 1of 53

PENGUKURAN DAN ALAT UKUR LISTRIK

Referensi :
1. Basic electrical Measurement
2. Electrical Measurement
3. Electric Teknology
4. Instrumentasi Elektronik & Teknik Pengukuran
5. Electrical Measurement & Measuring Instruments
6. William Golding

oleh : M. B. Stout
oleh : V. Popov
oleh : B. L. Theraja
oleh : W. D. Cooper
oleh : H. V. Satyarayana

MATERI :
Pendahuluan
Jenis Jenis Alat Ukur
Cara Cara Pengukuran Besaran Besaran Listrik & Magnet
Perhitungan Perhitungan Besaran Listrik Dan Magnet
Menentukan Lokasi Kesalahan
1. Trafo Arus
2. Trafo Tegangan
Pengukuran Impedansi Dengan System Jembatan Weatstone
Pengukuran Besaran Besaran Non Listrik

PENDAHULUAN
Pengukuran Besaran Listrik : Untuk Memungkinkan Pengukuran Maka Besaran Listrik
Ditransformasikan Melalui Suatu Phenomena Fisis Yang Akan Memungkinkan
Pengangamatan Melalui Panca Indra, Misalanya Besaran Listrik Seperti Arus Yang
Ditransformasikan Melaui Suatu Phenomena Fisis Kedalam Besaran Fisis.

Kebesaran
Listrik

Kebesaran
Mekanis

Besaran Listrik

Alat ukur listrik : Peralatan listrik yang bekerja atas dasar prinsip prinsip {misalnya :
Perubahan yang merupakan suatu rotasi melalui sumbu tertentu besar sudut rotasi
berhubungan dengan kebesaran arus listrik yang akan diamati, sehingga pengukuran
adalah pengukuran terhadap suatu perputaran dan besar sudut adalah menjadi kebesaran
listrik yang ingin diukur.}
Instrumen / peralatan : Sebuah alat untuk menentukan nilai atau kebesaran suatu
kuantitas atau variabel.
1. Macam-macam aalat ukur dibagi berdasarkan :
I.
II.

Prinsip kerja / konstruksi


Ketelitian ( accuracy )
a).

- Primer/standar (dipakai pada pusat-pusat pengukuran)


- Sekunder (dipakai pada laboratorium)
- Komersil
1

b).

Kelas-kelas alat ukur (untuk menunjukkkan kesalahan)


mis: kls 2,5 2.5% dari perhitungan .

III.

Cara pengukuran :

a). Langsung => pengukuran besaran tanpa


melalui perhitungan
Contoh : penggunaan volt meter
b). Tidak langsung => penggukuran besaran
melalui perhitungan
Contoh : menggukur tahanan suatu lanpu jika
diketahui daya dan teganggannya.

Alat ukur penunjuk adalah alat ukur yang menunjukkan besaran sesaat
Ciri-ciri : - mempunyai jarum penunjuk
- mempunyai skala

Alat ukur pencatat adalah alat ukur yang menunjukkan harga pada saat pengukuran
dan sebelumnya.
Ciri-ciri : - mempunyai kertas grafik
- mempunyai pena/alat tulis

Alat ukur integrasi adalah alat ukur yang menunjukkan hasil integrasi antara
besaran yang diukur dengan waktu
Contoh : - kWh meter

PENGERTIAN DAN ISTILAH


1. Ketelitian ( accuracy)

: harga terdekat dimana suatu pembacaan alat ukur


dengan harga sebenarnya dari variabel yang diukur.

2. Ketetapan ( precicion)
: suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil
penggukuran yang serupa.
3. Sensitivitas ( sensitivity) : Perbandingan antara sinyal keluaran atau respons
instrument terhadap perubahan atau varibel yang diukur.
2

4. Kesalahan ( error) : Penyimpangan varibel yang diukur dari harga (nilai)


sebenarnya
5. Resolusi ( resolution )
: Perubahan terkecil dalam nilai yang diukur kepada
mana alat ukur akan memberi respons ( tanggapan).
Catatan

: Ketelitian > menyatakan tingkat kesesuain atau dekatnya suatu hasil


pengukuran terhadap harga sebenarnya.
Ketepatan > Menyatakan tingkat kesamaan didalam sekelompok
pengukuran atau sejumlah Instrument. Ketepatan mempunyai 2 karakteristik
yaitu kesesuaian (conformitif) dan angka penting (significant figures).

JENIS JENIS KESALAHAN :


Secara umum dibagi dalam tiga jenis utama :

a). KESALAHAN umum [ GROSS ERRORS]


Disebabkan oleh kesalah manusia, diataranya adalah kesalahan pembacaan alat ukur,
penyetelan yang tidak tepat dan pemakaian alat ukur yang tidak sesuai dan kesalahan
penaksiran.
b). KESALAHAN SISTEMATIS [ SYSTEMATIC ERRORS]
Disebabkan oleh kesalahan pada alat ukur tersebut seperti kerusakan atau adanya
bagian yang aus dan pengaruh lingkungan terhadap peralatan atau pemakaian.
c). KESALAHAN TAK DISENGAJA [ RANDOM ERRORS]
Diakibatkan oleh penyebab yang tidak dapat secara langsung diketahui sebab
perubahan parameter atau sistem pengukur terjadi secara acak.

Hal- hal yang diperlukan dalam pemakaian untuk mengatasi kesalahan adalah :

Konstruksi
Pergeseran titik nol
Pengaruh medan magnet
Temperatur
Pemanasan sendiri
Umur
Rangkaian
Pemilihan alat ukur yang dipakai
Gesekan-gesekan
3

Letak alat ukur

Contoh :
Sebuah voltmeter dengan resitivitas 1000 ohm/volt menunjukan pengukuran sebesar 100 volt
dengan skala 150 bila dihubungkan antara ujung-ujung sebuah tahanan yang besarnya tidak
diketahui [R] yang seri dengan suatu ammeter dimana ammeter menunjukan pengukuran 5
mA.
a). Berapa besar tahanan yang terbaca.
b). Berapa besar tahanan yang sebenarnya .
c). Berapa besar kesalahan karena efek pembebanan dari voltmeter [ nyatakan dalam
presentase ].
Penyelesaian :

a) Tahanan total (Rt) Rt =


b) Tahanan voltmeter

(tahanan diabaikan)

= sensitivitas x skala
Rv = 1000

Rt =

c) % kesalahan =

% kesalahan =

ALAT UKUR PENUNJUK


Pada alat ukur penunjuk, besaran yang mempengaruhi piston yang bergerak ada 3 macam
torka (momen gaya)
4

i.
ii.
iii.

Deflecting Torque (momen gaya penggerak)


Controlling Torque (momen gaya pengontrol/pengembali)
Dumping Torque

DEFLECTING TORQUE (OPERATING TORQUE)


Declecting torque [TD] adalah torka (momen gaya) yang bekerja disebabkan oleh salah satu
efek yang bekerja pada alat ukur. efek-efek tersebut biasanya disebabkan oleh :
i.
ii.
iii.
iv.
v.
vi.

Efek magnetic ; untuk ammeter, voltmeter.


Efek elektrodinamik ; untuk ammeter, voltmeter, watt meter.
Efek elektromagnetik ; untuk ammeter, voltmeter, watt meter dan watt hour meter.
Efek thermal (suhu) ; untuk ammeterdan ohm meter.
Efek kimia ; untuk ampere hour meter (DC).
Efek elektrostatik ; untuk voltmeter.

Metode yang sebenarnya untuk menghasilkan torka bergantung pada jenis alat ukur.
Deflecting Torque menyebabakan jarum penunjuk bergerak dari titik nol ketike alat ukur
tersebut dipakai.

CONTROLING TORQUE
Controling torque (Tc) adalah suatu momen gaya yang berfungsi menahan jarum penunjuk
tadi, sedangkan besar torka ini sama dengan torka defleksi hanya arahnya berlawanan. Untuk
mendapatkan torka ini dapat dipergunakan : Spring Control
-

Gravity Control

a) Spring Control
Spring Control biasanya dibuat dari bahan campuran : phosphor + bronze dengan
pergerakan jarum penunjuk maka pegas tersebut (spring) akan tergulung (terpintal)
kearah yang berlawanan. Jadi pintalan pada spring control akan berbanding langsung
dengan sudut defleksi.
Td I
Tc

karena Td = Tc maka I [ = radian ]

Momen pengontrol sebanding dengan sudut defleksi, pegas akan memilki nilai putaran yang
agak besar sehingga perubahan kekakuan persatuan panjang dalam defleksi penuh adalah
kecil. Lagi pula tegangan pada pegas akan dibatasi oleh suatu nilai tertentu.
Pegas (spring) biasanya terbuat dari :
5

1. Bahan non magnetic.


2. Mempunyai tahanan jenis yang rendah (khususnya jika untuk mengukur arus didalam
atau diluar alat ukur).
3. Mempunyai koefisien tahanan suhu yang rendah.
4. Bahan yang tidak mudah melar (elastisitas kecil).
Momen pengontrol :

Tc = C

C = konstanta alat ukur

C=

b) Gravity control
Gravity control diperoleh dari hasil pengaturan pembebanan pada jarum penunjuk.
Dari gambar : Tc
-

sin

Derajat pengontrol dapat diatur


dengan memutar keatas atau
kebawah sistem pembawa
Jika : Td

Maka posisi akhir : Td = Tc


I

sin

Skala merupakan fungsi sinus [ () - 900], jarak bertambah relatif kecil untuk perubahan
yang diberikan oleh sudut. Pada saat bertambah dari titik nolnya. Akibatnya alat
6

gravity control mempunyai skala yang tidak seragam tetapi akan sesuai ( banyak ) pada
akhir yang lebih rendah.
Sebagai perbandingan terhadap spring control , kerugian pada gravitasi control :
-

Mempunyai skala yang kejang ( cramp )


Alat ukur harus dipasang vertikal

Tetapi mempunyai keuntungan :


-

Murah
Tidak dipengaruhi temperatur
Bahayanya tidak melar atau menjadi rusak
karena perubahan waktu

Contoh :
Pada suatu Ammeter, torka difleksi yang dihasilkan berbanding lurus dengan kuadrat arus
yang lewat. Jika arus 5 A menghasilkan defleksi 900 . berapa defleksi yang terjadi jika arus 3
A
Melalui Ammeter dan jika alat ukur yang dipakai : 1) Spring Control ; 2) Gravity Contol
Penyelesaian :
Td = I 2 maka :
( i ).

Spring control : Tc

1 = 900 (

( ii ).

I2

) = 32,40

Gravity control : Tc
Sin

sin
I 2 ,1 = arc sin

1 = arc sin ( 0,36 ) = 21,10

DAMPING TORQUE

Damping torque berfungsi untuk menjaga agar jarum penunjuk tidak banyak
berosilasi. Dapat dihasilkan dengan :
-

Gesekan udara
Adanya arus Eddy
Gesekan fluida ( jarang digunakan )

o --- Dua metode gesekan udara seperti pada gambar . 10 (a) dan 10 (b)

Pada gambar 10 (a), piston yang terbuat dari aluminium ringan menarik jarum
penunjuk alt ukur diatur agar berjalan / bergerak sekecil mungkin dalam kamar
udara yang tertutup salah satu ujungnnya. Luas penampang kamar udara berbentuk
lingkaran atau persegi. Ossilasi damping dipengaruhi oleh penekanan dan gaya
isap piston dalam kamar udara tertutup.
Pada gambar 10 (b), satu atau dua aluminium ringan dipasang pada pemutar
( poros) jarum penunjuk yang digerak dalam daerah tertutup berbentuk kotak
o --- Gesekan fluida sama dengan gesekan udara. Selayaknya lebih besar visikositas
kekentalan minyak, damping akan lebih efektif. Tetapi damping akibat minyak
tidak banyak di gunakan karena beberapa kerugian seperti penambalan minyak ke
objek, penggunanan alt ukur selalu dalam keadaan vertikal dan tidak dapat dipakai
pada alat ukur yang dapat dibawa bawa.

o --- Damping yang terbentuk arus Eddy dalah yang paling efisien dari ketiga cara
diatas. Arus Eddy adalah pengaruh audik bahan yang bersifat magnet dimana
piringannya menghasilkan arus Eddy.

Pada gambar ( 1 ) ditunjukkan sebuah piringan tipis penghantar tetapi tebuat dari bahan
non magnetik seperti tembaga atau aluminium dipasang pada poros yang membawa sitem
penggerak dan penunjuk alat ukur. Piringan diletakkan sedemikian sehingga pada saat
berotasi, tepinya akan memotong flux magnet antara kutub dan magnet tetap. Akibatnya
arus Eddy akan dihasilkan pada piringan dan akan menghasilkan gaya damping pada arah
yang berlawanan yang menyebabkannya [ Hukum Lenz].
Pada gambar disamping ditunjukkan jenis
kedua damping arus Eddy . biasanya dipakai
kumparan magnet tetap. Kumparan diputar
pada aluminium tipis yang ringan yang
menghasilkan arus Eddy ketika kumparan
bergerak pada daerah medan magnet tetap. Arah arus induksi gaya damping yang dihasilkan seperti pada gambar.
Jenis jenis alat ukur lainnya yang banyak dipakai untuk :
AMMETER dan VOLTMETER
(1) Jenis Besi Putar ( untuk AC / DC ) => Tipe tarik
> Tipe tolak
(2) Jenis Kumparan Putar :
a. Tipe magnet tetap : ( hanya untuk AC )
b. Electradynamik atau Tipe Dinamometer ( DC / AC )
(3) Jenis Hot Wire [ Kawat Panas] => untuk AC / DC
(4) Jenis Induksi ( hanya untuk AC ) :
a. Split Phasa type
b. Shaded Pole type
(5) Jenis Elektrostatik ( untuk voltmeter AC / DC )
WATTMETER
(6) Jenis Dinamometer
(7) Jenis Induksi
(8) Jenis Elektrostatik

(untuk AC / DC )
(untuk AC )
(untuk AC / DC )

ENERGI METER
(9) Jenis Elektrolistik ( untuk DC )
(10) MOTOR METER
a. Mercury Motor meter ( DC ). Dapat digunakan Ampere Hour meter /
Wh. Meter

b. Komutator Motor meter ( AC / DC ). Dapat digunakan A.h atau Wh.

(11)

Meter
c. Tipe Induksi ( AC )
Clock Meter ( sebagai Wh. Meter )

*Ammeter dan Voltmeter Besi Putar *


Ada dua bentuk dasar alat ukur ini yaitu jenis tarik dan tolak . cara kerja jenis tarik
tergantung pada tarikan sepotong besi lunak dalam medan magnet. Sedangkan jenis tolak
tergantung pada tolakan dua potong besi magnet pada daerah medan magnet.
Untuk kedua jenis alat ukur ini medan magnet harus dihasilkan oleh Ampere Turns (arus yang lewat kumparan x lilitan ).
o --- Jika alat ukur ini digunakan sebagai ammeter, maka jumlah lilitannya sedikit untuk
mendapatkan hasil tahanan sekecil mungkin sebab ammeter dihubungkan seri dengan
rangkaian.
o --- Sedangkan jika dipakai sebagai volmeter, kumparan harus mempunyai tahanan atau
impendansi yang besar ( lilitan jauh lebih banyak ) agar arus yang lewat sekecil
mungkin sebab dihubungkan paralel dengan rangkaiaan.
Jika arus yang lewat pada kumparan kecil, maka jumlah lilitan harus besar agar
menghasilkan Ampere - Turns yang cukup.

JENIS TARIK [ ATTRACTION TYPE]


Prinsip kerjanya berdasarkan hubungan interaksi antara besaran magnet besaran listrik.
Bilah sepotong besi lunak non magnetik
diletakkan di daerah salah satu ujung
kumparan yang di aliri arus, maka besi lunak
tertarik ke arah kumparan dengan cara yang
sama maka akan ditarik oleh kutub sepotong
magnet. Akibatnya, jika poros sebuah piringan
berbentuk oval yang terbuat dari besi lunak
diantara hubungan tersebut dekat.kumparan.
piringan besi akan bepusing ke arah kumparan
ketika arus listrik melaluinya. Sebagaimana
halnya kekuatan.
medan adalah lebih kuat pada pusat kumparan, piringan besi berbentuk oval dibekali
( oleh medan ) sedemikian rupa sehinggga bagian terbesar piringan akan menuju pusat
10

kumparan. Jika sebuah titik tertentu pada piringan kemudian kumparan dilalui arus akan
menyebabkan titik itu terdefleksi. Jumlah defleksi yang dihasilkan akan labih besar jika
arus yang dihasilkan medan magnet besar. Kesimpulannya adalah bagaimanapun arah
arus pada kumparan piringan besi akan selalu dimagnetisasi sedemikian rupa sehingga
tertarik ke dalam. Akibatnya, alat-alat ukur dapat digunakan pada AC / DC.
Perhatikan gambar penampang alat ukur. Ketika arus yang diukur melalui
kumparan atau solenoida e , medan magnet yang dihasilkan akan menarik desentricitet
piring ke arah dalam yang menyebabkan penunjuk berdefleksi pada skala kalibrasi.

Deflecting Torque

Terhadap garis yang tegak lurus arah H yang dihasilkan kumparan. Jadi deflaksi yang
dihasilkan sebesar akan sama atau serupa dengan arus yang melalui kumparan.
Maghnetiisasi piringan besi ialah perbandingan komponen H sepanjang sb. Piringan yaitu
sebanding dengan hoes[90-( -) ] atau H sin (+ ). Gaya tarik pada piring ke arah dalam
adalah sebanding dengan mH atau H2 sin (+ ). Jika permiabilitas basi diangap konstan
kemudian H I. akibatnya H I2 sin (+ ). Gaya tersebut dikerjakan pada jarak 1 dari poros
dan momen gaya defleksi;
Td = f x L cos(+ ) subsitusi nilai F kita peroleh:
Td

I2 sin( + ) x L cos(+ )
11

Td

I2 sin 2 (+ ) = K.I2 sin 2 (+ )...karena L=konstan .

jika spring control digunakan, kemudian controlling Torque. Tc = K i pada kedaan


K I2 sin 2 ( + ) = ki

tetap dari defleksi tersebut, Td = Tc

= I2
Jika AC digunakan ,kemudian I2rms
Tetapi jika grafity control digunakan kemudian TC=K1sin
K.I2

sin 2 ( + ) = K1sin
Sin

sin 2 ( + )

Dalam dua kasus diatas ,skal akan ganjil.


Damping = seperti ditunjukan ,damping akibat gesekan udara akan tersedia perubahan

yang lazim adalah piston ringan bergerak dalam ruangan udara tertutup.

Jenis Tolak (Repulsion Type)

Seperti terlihat pada gambar sepasang besi lnak ditempatkan dalam kumparan tetap salah
satunya

tidak dapat bergerak sedangkan B ditempatkan agar bebs bergerak melalui suattu

sumbu. Bila arus I yang akan diukur , dialirkan melalui kumparan tetep ini maka kumparan
tersebut menghasilkan medan magnet yang berbanding lurus dengan besar arus dan
mempunyai arah sejajar dengan sumbu pergerakkan. Kedua besi yaitu yang tetep maupun
yang bergerak di magnetisiar dan besarnya adalah berbanding lurus dengan arus I dengan
arah magnitisasi yang sama. Dengan demikian maka akan terdapat bahwa kutub-kutub yang
12

sama yaitu kutub2 utara dan utara ; kutub2 selatan dan selatan akan lebih berdekatan bila
dibandingkan dengan antara kutub2 utara dan selatan. Akibatnya adalah bahwa mereka saling
tolak-menolak ,dengan daya yang berbanding lurus dengan kuadrat arus, dan memberikan
kepada umbu pergerakan suatu rotasi, dengan demikian menghasilkan uatu momen gerak.
o Deflecting Torque
Deflecting Torque adalah sesuai dengan gaya tolak antara kedua besi (lempeng) yang
dimmagnitisasi.
Torka sesaat

Gaya tolak

m1 . m2

Karena tegangan kutub sebanding dengan kuat nedan magnet (H) kumparan maka;
H2 ( karena H sendiri adalah sebanding dengan arus anggap

Torka sesaat

permeabilitas konstan, yang melalui kumparan ).


Torka sesaat

I2

Akibatnya ,deflecting torque yang sebanding dengan torka rata-rata menyebabkan sebnding
dengan nilai rata2 I2 . Jika kita gesekan pada rangkaian AC, alay ukur akan menunjukkan nilai
efektif.
sumber kesalahan
Ada 2 jenis kesalahan yang mungkin pada alat ukur, pertama yang timbul pada dan dc dan
kedua hanya pada AC.
(1). Kesalahan Hysteresis : karena hyteresis pada bagian besi akan labih tinggi dari
system pergerakan pembacaan akan lebih tnggi untuk ilai
turun dan lebih rendah untuk nilai naik.
Hyteresis selalau dieliminasi dengan mengunakan mumetal atau permalloy yamg
dapat mengabaikkan kehilangan hyeteresis.
(2). Kesalahan stray field.
I. Perubahan frekuensi menghasilkan :
a. Perubahan impedansi kumparan, dan
b. Perubahan arus eddy.
Pertambahan impedansi kumparan sebagai akibat pertambahan frekuensi aruss bolakbalik adalah hal penting pada voltmeter. Untuk frekuensi yang lebih tinggi dari lainya
untuk kalibrasi, alat ukur akan memberikan nilai yang lebih rendah. Tetapi kesalahan ini
dapat diperbaiki dengan menghubungkan sebuah kapasitor yang [aralele dengan hambatan
dalamR alat ukur. Hal ini ditunjukkan bahwa impedansi seluruh rangkaian alat ukur
menjadi bebas frekuensi jika C = L / R2 , dimana C = kapasitas kapasitor.
Kebaikkan dan Keburukan
Alat ukur jenis besi putr adalah sederhana dan kuat dalam kontruksi, murah dan
dengan demikian mendapatkan pengunaan yang sangat besar, sebagai alat pengukur arus dan
tegangan pada frekuensi- frekuensi yang difaksi pada jarring- jarring distribusi kota-kota.
13

Suatu keuntunggan lain bahwa alat pengukur ini dapat vpula dibuat sebagai alat pengukur,
yang mempunyai sudut yang sangat besar.
DAERAH HASIL PENGUKURAN oleh SHUNT dan MULTIPLIER
(i)Ammeter
Arus skala
penuh (Ifs = i)
adalah
arus
yang melalui
alat ukur.

I I=
V

Vrs
i.x = Is . R s

Rs =

Rs =

(ii) Voltmeter

= i. r
(V-

i. Rm

V-ir = i. Rm

Rm =

Rm = Rl - r

Untuk rangkaian arus bolak-balik, untuk menggatasi gangguan frekuensi akibat adanya
induktansi pada alat ukur maka dipasang kapasitor yangdirangkai parallel.

C=

= 0,41

Contoh:

14

Suatu kumparan dari alat ukur voltmeter jenis besi putar dan daerah pengukuran V = 150 V, L
= 0,75 H. arus yang lewat pada alat ukur sebesar 0,05A pada pemakaian tegangan 150 V DC.
Beberapa penunjukkan pad alat ukur bila dipakai arus bolak-balik pada frekunsi 50Hz?
Penyelesaian;

(1) Untuk DC ; R =

= 2000 ohm

(2) Untuk AC : Z =

: X=2

=2(3,14)(500)(0,75)

X = 2355 ohm
Z=

Z=
Z = 3813,93 ohm
Iac = V/Z= (1500)/(3813,93)=0,039 A

Penunjukkan AC = 150 x

= 150 x

Example 10-2 [electrical technology]

= 118 volt

VAC = 0,039(3813,93)=

Sebuah voltameter jenis besi pada putar dengan daerah pengukuran250 volt dilalui arus 0,05
A jika dihubungkan dengan tegangan 250 volt DC. Kumparan dengan induktansi 1 henry.
Tentukan penunjukkan pada voltameter jika dihubungkan dengan 250 volt 100 Hz arus bolakbalik!
Penyelesaian ;

(i) untuk DC

R=

= 5000 ohm

(ii) jika digunakan pada sumber AC, impedansi sebagai penganti tahanan;
F = 100 Hz

Z=

(5000)2 + (2 . 100 . 1)2 = 5039,3

15

Penunjukan alat ukur pada AC = 250 x

=24.8 Volt

Vac = Iac .R

ALAT UKUR KUMPARAN PUTAR


Ada dua jenis alat ukur kumparan putar, yaitu;
(1) Jenis magnet tetap
: digunakan hanya untuk DC,
(2) Jenis Dinamometer : dapat digunakan untuk AC/DC.
1, Jenis Magnet Tetap
Prinip kerjanya adalah ; adanya suatu kumparan listrik yang ditempatkan pada medan
magnet yang berasal dari suatu magnet permanen atau tetap. Arus yang dialirkan melalui kan
menyebabkan berputar.

Konstruksi

Sesuai dengan namanya alat ini terdiri dari magnet tetap dan kumparan yang
berbentuk empat persegi panjang yang di lilitkan pada alumunium ringan / tembaga ebelah
dalamnya sebagai inti besi (seperti gambar 10-6). Magnet batang U terbuat dari Alnico(Al
8%, Ni 14% Co 24%, Cu 3% dan sisanya Fe) dan mempunyai sebuah kutub besi lunak yang
ditempatkan melingkar. Diantara kutub magnet ditempatkan sepotong besi lunak berbentuk
silinder yang fungsinya ;
(i). Membuat medan magnet radial dan homogeny,
(ii). Menurunkan keenganan udara pada celah diantara kutub2 dan menaikkan fluks
magnetic.
Sekeliling inti adalah berbentuk persegi pnjang yang dililitkan pada kerangk alumunium
ringan hanya merupakan sokongan bagi kumparan bagi kumparan tetapi juga menyediakan
damping akibat induksi arus eddy (berfungsi sebagai peredam), sisi kumparan bekas
bergerak pada kedua celah udara diantara kutub dan inti seperti gbr10. Untuk mengontrol
pergerakkan kumparan dipengaruhi oleh pegas spiral campuran : phosphor dan leronze yang
satu ditempatkan diatas dan satu lagi dibawah yang ditambahkan untuk jalan arus yng masuk
16

kedalam dan keluar kumparan. Kedu pegas spiral ditempatkan dalam arah berlawanan untuk
menetalisir akibat perubahan temperature.

* DEFLECTING TORQUE*
Jika arus dilewatkan melalui kumparan, gaya elektomagnetik F akan dihasilkan pada kedua
sisi, seperti gbr 10-18.

B = Kerapatan fluks (wb/m2).


L = panjang kumparan (m).
b = diameter kumparan (m).
N = jumlah lilitan kumparan.
Jika ada arus sebesar I melalui kumparan, maka besarnya gaya pada kedua sisi
adalah ; F = B.I.L (Newton)
Untuk jumlah lilitan N, maka; F = N. B.I.L ;Newton
Deflecting Torque Td = gaya x jauh tegak lurus
Td = N.B.I.L x b = N.B.I (Ixb)
A = luas permukaan kumparan

Td = N.B.I.L ,Newton_meter.

Jika B konstan, Td sebanding dengan aru yang melalui kumparan yaitu ; Td

Tc

I dan

defleksi.

Maka pada posisi defleksi akhir : Td =Tc

Akibatnya alat ukur ini maempunyai skala yang sama rata (uniform). Disarming adalah gaya
elektromagnetik akibat arus induksi oleh eddy eurrent pada kerangka logam yng dililiti
kumparan. Karena kerangkanya bergerak bebas dalam mdan magnet, induki arus eddy
menjadi besar dan dampingnya sangat efektif.
Kebaikan dan Keburukan
Alat ukur jenis kumparan putar memiliki beberapa kebaikan2 :
a). Pemakaian daya yang rendah.
b). Memiliki daya yang sama rata dan dapat dirancang melebihi 270o.
c). Memiliki perbandingan yang tinggi (torque/berat).
d). Dapat dirubh dengan bantuan shunt untuk pemakain dengan daerah pengukuran yang
luas pada ammeter dan voltmeter.
e). Tidak terdapat kesalahan/kehilangan hysteresis.
17

f). Damping akibat arus eddy sgt efektif dan efisien.


g). Karena medan pengoperasiannya sangat kuat, maka tidak dipengaruhi oleh stray
magnetic fields.

Adapun keburukan- keburukan alat ukur jenis kumparan putar :


(i). Kontruksi yang baik dan mesin yang akurat dan perakitan bagian- bagiannya sehinga alat
ukur ini agak mahal.

(ii). Beberapa kesalahan adalah akibat umur spring central dan magnet permanen.
Alat ukur ini bianya digunakan untuk DC saja, tetapi kadang-kadang digunakan untuk
pengukuran arus bolak-balik dengan menghubungkan dengan penyearah atau dengan
fermocouple untuk pemakaian frekuensi yang lebih luas.
Alat ukur jenis kumparan putar magnet tetap dapat digunakan sebagai ammeter
(dengan bantuan tahanan shunt yang rendah) atau sebagai voltmeter(dengan bantuan
tahanan yang tinggi yng dihubungkn seri).
Prinsip Dari alat ukur jenis kumparan putar magnet tetap dapa diatur dengan kontruksi
berikut ini:
(i). Galvanometer DC yang dapat digunakan untuk mendeteksi arus DC yang sangat kecil.
(ii). Dengan eliminasi spring control alat ukur ini dapat digunakan untuk mengukur jumlah
kelistrikan yang melalui kumparan.metode ini digunakan untuk fluks meter.
(iii). Jika spring control dibuat dengan momen inersia yang besar maka dapat digunakan
sebagai. Galvanor salistik.
Daerah hasil pengukuran : Ammeter dan Voltameter
AMMETER
- Hubungan dengan tahanan bantu (shunt) : parallel,
- Hubungan dengan beban : seri,
- Penampang kumparan putarnya sangat kecil agar arus yang lewat kecil (baisanya
dalam miliamper = 30mA)
Beda potensialnya sama :

Vp = Vm
I p . R p = I m . Rm
...(1)
Atau

Ip =

I = Ip + Im.
(2)
18

I=

Dari pers. (1) dan (2) ;

+ Im = Im (

I = n Im

+1)

n=

+1

n = factor pengali untuk memperbesar batas ukur


n=

+1

n1=

Rp =

Contoh ;

Im = 30 mA
n=100 Rm = 100 ohm

Rp =

n=

= 100

I=3A

Rp =

= 1 ohm

AMMETER MULTIRANGE
I.

Dengan ammeter multirange


sederhana:
Posisi : 1. Rsh = R1
2.
Rsh = R2
3.
Rsh = R3

yang

Posisi : 3.
Rm . Rsc = Ifc .R
IsR (Ra + Rb + Rc) = Ifc .r
2. Ish . RsR = Ifs . (Ra + r)
Ish . (Rb + Ra) = Ifs (Rc + r)
1. Ish . Rsh = Ifs (Rb + Ra + r)
Ish (Ra) = Ifs (Rb + Rc +r)
19

Contoh : pada gambar diatas jika Rm=100 , Im=0,5A. Daerah hasil pengukuran (range).
berturut-turut = 100mA, 10mA dan 1mA?

Saklar pada posisi 1mA

Ra + Rb + Rc = Rsh

Rsh =

n1 =

= 100

=2

Ra + Rb + Rc =

100
-

Saklar pada posisi 10 mA

n2 =

Ra + R b = R s

= 20

Ra + R b =

Ra + R b =

= 19 Ra + 19 Rn Ra = 100

Saklar pada posisi 100 mA : Rh = R<h

Ra =

; n3=

= 200

Ra =
199Ra - Rb Rc = 100 ..(3)

Dari ke-3 pers. Maka ;


(1).
Ra + Rb + Rc = 100
(2). 100Ra Rb Rc = 100 +
200Ra = 200

(1).
Ra + Rb + Rc = 100
(2). 100Ra + 19Rb Rc = 100 +
Ra = 1

Subsitusi : Ra -1 ; Rb = 9
Ra + Rb + Rc = 100
Rc = 90

20Ra + 20Rb = 200


20Rb = 180
Rb = 9

VOLMETER
-

Hubungan dengan tahanan bantu : seri,


20

Hubungan dengan beban : parallel.


Batas ukur yang baru : V = Vm + Vs
V = Im.Rm + Im.Rs
V = Vm (1 +

n=1+

V = n . Vm

besar Rs yang harus dipasang :


n1=

Rs = Rm (n 1)

Contoh : batas ukur Im = 300 mA , Rm= 100 ohm akan dijadikan sebagai voltmeter dengan
batas
ukur 30 V. berapa Rs yang hrus dipasang ?
Vm = Im.Rm

Vm = (30 . 10-3)(100) = 3V (batas ukur sebagai voltmeter)


n=

= 10 x

Rs = Rm (n-1)

Rs = 100 (100-1)
Rs = 100

VOLMETER MULTIRANGE
I.
-

Diagram
sederhana ;
Posisi

voltmeter

multirange

(1) : (V- ) = Ifs . R1

(2) : (V- ) = Ifs . R2


(3) : (V- ) = Ifs . R3

II.

Posisi (1) : Rs1 = Ra + Rb + Rc


(2) : Rs2 = Rb + Rc
(3) : Rs3 = Rc

21

Contoh : Pada suatu voltmeter dengan daerah pengukuran : 0 10V, 0 100 V dan 0 - 100
V. arus skala penuh sebesar 1mA berapa besar tahanan bantu yang digunakan jika
tahanan dalam alat 100 0hm.
Penyelesian ;
= 10-3 (100) = 0,1 volt

= Ifs . Rm
v = 10 volt

(V ) = 10 0,1 = 9,9 volt

posisi (1) : untuk range yang besar : V1 = Ifs (Ra + Rb + Rc +Rm)


(2)
: V2 = Ifs (Rb + Rc +Rm)
(3)
: V3 = Ifs (Rc +Rm)

Saklar: 10V

n1 =

= 200

Rs1 = (n-1) Rm = n1 . Rm
Rs1 = (200) . (100) = 20 K

Saklar:100V
Rs2 = (n2 1) Rm

n2 =

= 2000

n2 Rm

Rs2 = 200 k

Saklar 1000 V

n3 =

= 20000

Rs3 = (n3 1) R3

I3 R m

Rs3 = 2 m

SENSIVITAS VOLTMETER
Sensivitas voltmeter diyatakan dengan nilai :

Atau dapat dinyatakan dengan :

S=

Kegunaan untuk menentukan tahanan bantu : RT =

S=

,
(s.v)-Rm
22

LOADING EFFECT (EFEK PEMBEBANAN)


Sensivitas dari suatu voltmeter adalah suatu faktor yang harus diperhatikan bila
memilih voltmeter untuk mengukur tegangan. Sensivitas voltmeter ygang kecil akan
memberikan hasil pengukuran yang betul bila voltmeter tersebut dipakai mengukur tegangan
pada tahanan yang kecil, tetapi pembacaannya (hasil pengukuran) menjadi tidak benar bila
dipakai untuk mengukur tegangan pada tahanan yang besar. Suatu voltmeter bila
dihubungkan pada suatu tahanan yang akan diukur tegangannya maka tahanan dalam
voltmeter terhubung paralel dengan tahanan tersebut sehingga tahanan ekivalennya menjadi
kecil. Jika sensitivitas voltmeter kecil voltmeter akan menunjukkan tegangan yang lebih kecil
dari harga sebenarnya. Pengaruh ini disebut Efek Pembebanan dari voltmeter.
Gunakan dua buah voltmeter dengan range 50 volt dengan sensivitas : S1 = 1000
S2 = 20.000 ohm/volt
(i)

ohm/volt

Voltmeter I , -Tegangan pada tahanan 50 k adalah :

x 50k = 50k
-Tahanan voltmeter , Rv = s1.v => Rv

= 1000 . 50 = 50 k

-Tahanan ekivalen , Rek =

= 25k

-Hasil pengukuran , v =

. 25k = 30 volt

- % kesalahan =

(ii)

. 100 % = 40 %

Voltmeter II , -Tegangan pada tahanan 50 k adalah


-Tahanan voltmeter , Rv = s2.v => Rv

= 50 volt
= 1000000 = 1M

-Tahanan ekivalen , Rek =

= 47,62 k

-Hasil pengukuran , v =

- % kesalahan =

. 47,62k

= 48,39 volt

. 100 % = 3,22 %

23

*ALAT UKUR KUMPARAN PUTAR SEBAGAI OHM-METER*


- OHM-METER SERI :

- Sumber

tegangan (baterai)

- Potensiometer
- Tahanan
- Meter (moving coil)

Mengubah skala arus menjadi skala tahanan :


1. Mula-mula terminal a-b dihubungsingkat : Rx = 0 ; Atur potensiometer R 2 sehingga meter
menunjukkan harga maksimum Im, diperoleh persamaan :

Im =

.......(1)

RT = Rm+R1+R2

= tahanan hubung singkat


2. Hubungan Rx pada terminal a-b (R2 jangan diubah harganya)
Jika arus yang meter saat ini , misalkan I maka :

I=

.......(2)

3. Dari persamaan (1) dan (2) :

=>
Atau :

.RT =

= .

RT + RX

; Rx -

) RT

) (R1+R2+Rm)

Rx =

Bila : I = Im
I = Im/2
I =0

maka
maka
maka

Rx = 0
Rx = RT = Rm+R1+R2 >> (Skala tengah)
Rx =

24

kurva

(Kurva kalibrasi
Ohm-meter seri)

-VOLT AMPERE-METER [V-A Meter]

Hitung : R1 s/d R6 ?

Hitung : R1 s/d R6 ?

-MULTIMETER VOM [Volt-Ohm-Multiampere]

25

Hitung : R1 s/d R7 ?

Buatlah skala tahanan dari Ohmmeter !

E1= 1,5 v
E2 = 15 v

Hitung R1 s/d R9 ?

(i)

Saklar pada posisi 8(100 mA)


R1

(ii)

>> R1 =

Saklar pada posisi 7 (10mA)


R2

>> R2 =

: n=

= 2000

= 200

: n=
10

26

(iii)

Saklar pada posisi 6 (1mA)


R3

(iv)

>> R3 =

(vi)

= 10

R4 = 19 (2. 103) = 18 k
: n=

= 100

R5 = 199 (2. 103) = 198 k

Saklar pada posisi 3 (100 volt)


R6 = Rm (n-1) >>

(vii)

: n=

Saklar pada posisi 2 (10 volt)


R5 Rm (Rn-1) >>

= 20

100

Saklar pada posisi 1 (1 volt)


R4 Rm (Rn-1) >>

(v)

: n=

: n=

= 1000

R6 = 999 (2. 103) = 1998 M 2 M

Saklar pada posisi 4 :


-Rangkaian ekivalennya :

(Rm+R7+Rz) =

>> R7 = 3 . 104 (2 . 103 + 6 . 103)


R7 = 3 . 104 (8 . 103) = 22 k

( viii ).

Saklar pada posisi 5 :


-Rangkaian ekivalennya :

(Rm+R9+R7+Rz) =

>> R9 = 3 . 105 (2 + 22+6) . 103


R9 = 3 . 105 (30 . 103) = 270 k

27

(2) JENIS DINAMOMETER [Elektrodinamis]

Konstruksi dan prinsip kerja :

Pada jenis magnet permanen => medan magnet dihasilkan magnet permanen (Gaya
Elektromagnet)
Pada jenis dinamometer
=> medan magnet dihasilkan kumparan tetap (Gaya
Elektrodinamis).
Arus I menimbulkan medan magnet B. B memotong arus I2 [B k. I1]
Interaksi I2 dan Bmenimbulkan gaya F => F B . I2
F k . I 1 . I2
md F => md . I1 . I2

Akibat adanya gaya F akan menimbulkan momen gaya pada pegas yang
menyebabkan jarum bergerak kekanan.

MOMEN DEFLEKSI
(i)

Untuk Pemakaian Arus Searah (DC)


Arus I1 dialirkan pada kumparan A1 dan A2.
Arus I2 dialirkan pada kumparan m
Misalkan : L1
= induktansi kumparan A1 dan A2 (L=H).
L2
= induktansi kumparan m (momen)
m1,2 = mutual induktansi antara kumparan A1 dan A2 dengan m
energi magnetik yang tersimpan dalam kedua kumparan
28

Wm = L1 I12 + L2 I22 + m1,2 L1 L2

Menurut hukum mekanika mengenai gerak putar bahwa energi yang menyebabkan gerak
putar ditentukan oleh perkalian momen putar dengan sudut putarnya.
Jadi;

dm1,2 =
d

kecepatan perubahan mutual induktansi, jika terjadi defleksi sebesar d


yang besarnya ditentukan oleh posisi dua kumparan dan bentuknya.
Perubahannya sangat kecil dan dianggap sebagai suatu konstanta (k).

Jadi momen defleksi

: md = k I1.I2

Momen lawan dari pegas

: mc = Kf.

dalam keadaan setimbang


md = mc
k I1.I2= Kf.
sudut defleksi : = k/kf. I1.I2
= k1 I1.I2

UNTUK PEMAKAIAN ARUS BOLAK-BALIK


Momen defleksi yang timbul adalah momen bolak-balik (momen sesaat). Besarnya momen
defleksi sesaat :

Alat ukur biasanya didesign untuk


bekerja dengan momen rata-ratanya
untuk ini kita ambil harga rata-rata dari
momen sesaatnya sbb :
29

= harga efektif I1

= harga efektif I2

Dalam keadaan setimbang :

Penggunaan Alat Ukur Elektrodinamis :

- Ammeter
- Voltmeter
- Wattmeter
- Ratiometer

AMMETER

30

VOLTMETER

WATTMETER

# Untuk DC

: I2 =

karena Z R maka I2 =

I1 . I2
# Untuk AC

: I2 =

vI1

; I1 = arus beban

I1 . I2 cos vI1

cos

*KESALAHAN WATT-METER :
31

(1) Kesalahan Hubungan Kumparan Tegangan


(i) Kumparan Tegangan Dihubungkan Pada sisi Suplay :

Phasor diagram Rangkaian :


V = |v| 0O
I = |I| -o
V2 = I . r
= | I | -o . r 0O
V2 = |v2| -o

Berarti daya yang dibaca oleh wattmeter :

% kesalahan =

100%

32

(ii)

Kesalahan Tegangan dihubungkan pada sisi beban

Berarti penunjukan daya oleh wattmeter : Pw

= v. I cos

= v (I cos + Iv)
Pw

% Kesalahan =

= P+

>> daya pada kumparan tegangan

x 100 %

(2) Kesalahan yang Disebabkan Induktansi Kumparan Tegangan

33

(i). Jika induktansi kumparan tegangan diabaikan I2 =

(ii). Jika induktansi kumparan tegangan di perhitungkan I2 =

Maka I2 akan tertinggal terhadap tegangan dengan sudut

tg

tg

pw

cos

Cos

= arc tg

(cos (

Zp

Pw

cos (

) = Pw

cos

cos (

Faktor koreksi : perbandingan antara daya sebenarnya terhadap daya yang dibaca oleh
wattmeter.

Karena , sangat kecil

cos

=1

Faktor koreksi =

Kesalahan pada watt meter = daya yang terbaca daya yang sebenarnya.
=1

x daya wattmeter

34

=1

x daya wattmeter

% kesalahan =

x daya wattmeter

x daya wattmeter

x 100

3. Kesalahan karena kapasitansi pada komponen tegangan


4. Kesalahan stray field
5. Kesalahan karena arus Eddy.

3. Kesalahan yang disebabkan oleh sudut phasa


Pt= cos

(lagging 1

P= V I cos
Drop tegangan pada koponen arus diabaikan : Xv = 2nf.Lv
Zv = Rv + j Xv
| Zv | =

v = are tg

; Zv = |Zv|
Iv = |V|
|Zv|

= | Lv|

Phasa Diagram
IV
35

Berarti penunjukan daya oleh wattmeter : Pw = V I cos


Jika

= 0 ----- Pw = P I cos
Pw = P

Kesalahan sudut phase (phase angle error) =

] x 100 %

=[

]x 100 % = [

=[

p = [ cos
p = (

- 1 ] x 100 %

+ tg

sin

x 100 %

karena
kesimpulan :

ALAT UKUR INDUKSI


Tanda =
Konstruksi & prinsip kerja

P1& p2 = kumpulan yang tetap bagian yang


tergerak piring aluminium
36

DRIVING TORQUE
=

sin

2= 2m sin (

F1
F2

m 0 F1 - F2

2 1

(
Atau = m0 = Kr

1=

e1=

1m cos

2-

2 1

2 1

dengan cara yang sama 2=

MD =

2-

[sin
uraikan

MD =

[sin

; K2 =

37

MD = K2 .

m.

(i)

= 900

Momen MDatau maximum

(ii)

= 00

Momen MD= nol

(iii) Piringnya berputar ke arah dari kutub yang


fluksinya leading ke kutub yang fluksinya legging.

WATT- HOUR METER (KWH Meter)

pada wattmeter telah diperoleh bahwa = MD VI cos

Braking Tangue
e

; n = putaran piring

i= =

MB
MB

= MB

Bila putaran piring mencapai putaran konstan (N) kedua momen akan sama besar
MB = MD
N=f

N = e.p.t

;e

Contoh soal :
1. Suatu KWH-meter mempunyai konstanta 600 put/KWH. Digunakan untuk mengukur energi
pada suatu beban. Untuk beban tersebut, piring dari KWH meter berputar 5 putaran
dalam 20 detik. Berapa besarnya daya pada bahan tersebut.
Penyelesaian :
38

Piring KWH :

. 3600 put/Jam = 900 putaran/Jam

e = 600 putaran/Jam
p=

2. Konstan KWH-Meter : 600 putaran/KWH. Bila beban 1000

KW

det, piring membuat putaran

10,2 rpm. Hitung kesalahan meter jika beban dipakai selama 12 jam = Fs = 1000 x 12
F = 12 KWH
Jumlah putaran untuk beban 1000

selama 12 jam = N = 10,2 x

x 12 jam

N = 7344 Putaran
Energi yang dibaca (diukuroleh KWH-Meter)
Kesalahan (%) =

E=

= 12, 24 KWH

x 100 % =

ALAT UKUR ELEKTROSTATIS


Tanda

Momen Defleksi

Energi yang tersimpan dalam plat kapasitor We = cv2 .............(1)

Hukum Mekanika tentang gerak putar = dWe = Md. d

Substitusikan pers (1) ke pers (2) diperoleh :


Md =

Md=

.......(2)

( cv2) = v2

39

Dimana

= kecepatan perubahan kapasitansi bila terjadi defleksi dimana perubahan ini

sangat kecil dapat dianggap konstan sehingga


Maka, momen defleksi : MD = kv2

Md =k1 v2

Jika momen lawan dari pegas Mc = Kf , maka dalam keadaan setimbang


Mc = MD
Kf. = K1-V2

. v2 = k2.v2untuk arus skala

Untuk arus bolak-balik


Momen defleksinya adalah momen bolak-balik yang harga sesaatnya .
kv2= k1. v2

Md =

Momen rata-rata MDat =

; v =vm sin

sin2

.at =

Diperoleh : MD.av = k1 v2 ; v =

, harga df dari v

v2

RATIO METER ELEKTRODINAMIS


Tanda
Alat ukur ratio terdiri dari komponen yang tetap
A1 dan A2 dan komponen yang bergerak M1 dan
M2 yang disebut : bersilang (eross kecil). Saling
tegak lurus pada kedua komponen M1 dan
M2akan bekerja dua gaya yang saling
berlawanan, bila telah tercapai keadaan seimbang
maka akan terjadi defleksi (

Jadi disini tidak

digunakan pegas sebagai momen lawan.


F1

B.i1

F2

B.i2

Md1

f1 cos
cos

K1

40

Md2

f2 cos
,

cos

K2

Bila kedua momen setimbang


Md1 =Md2

K1

cos

tg

i = 1msin

K2

= k. Tg

dimana k =

i 1m1 sin (

) ; i1 = 1m2 sin (

................ 1 -

pemakainnya bisa sebagai :

cos

frekuensi meter
MEGG [Mega Ohm Meter]

Cos

meter
Kumparantetap dihanti dengan magnet permanen

meter
I1 =

I1 =

= 90

2 1

I1

tg

dan

; tg

= |I1| =

= |I2| =

Sehingga :
tg

tg

41

Frekuensi-Meter
- Type lidah getar
- Resonansi (elektradinamis)

Resonansi (Elektrodinamis)
Harga harga L1 dan C1 dipilih sedemikian rupa
sehingga arus i1 beresonansi pada frekuensi 52
HZ demikian juga harga L2 dan C2 dipilih
sehingga I2 geresonansi frekuensi 68 HZ
XL1 XL2

=(2

fr1=
52 Hz
Fr2 68 Hz

42

Dari kurva; jika frekuensi berubah, maka perbandingan I1 dan I2 akan berubah serta defleksi
(2) juga akan berubah.

MEGGER ( Mega Ohm Meter)

F1

BI1

M1

I1cos

F2

BI2

M2

I2 cos(90

M1 = M2
I1cos

= I1cos (90

I1cos

= I2 sin

tg

tg

; I1 =

I2 =

tg

E = Tegangan rendah

Jika Megger menunjukkan 0


Jika Megger menunjukkan 50

tg

Rx

= Rx

(short circuit)
(tidak terjadi short cirkuit)
43

GOLVANOMETER

Alat ukur penunjuk nol (Center Zero Moving)

Untuk mengukur (mendeteksi) arus yang sangat kecil yaitu dalam

Peredam CDRX (Critical Damping Resistance External)


momen peredam.
Sensitivitas Galvanometer
1. Current Sensitivity ( Sensitivitas Arus )

SI =

ket :

semakin<<<<semakinbesar

= defleksi (mm)

= arus (

2. Voltage Sensitivity ( Sensitivitas Tegangan )

Sv =

ket :

= defleksi ( mm )

= tegangan galvanometer (

3. Mega-Ohm Sesitivity ( Sensitivitas tahanan )


Jumlah/lebar tahanan yang dibutuhkan, yang dihubungkan seri dengan Galvanometer
termasuk RX yang menghasilkan defleksi bila tegangan yang digunakan pada
Galvanometer 1 volt.

I=

SR =

= S I(

Contoh :

44

Jawab :

. IT

IG =

IG = IG .2

= 2

=>

=2
Rg = 49 ohm
Tahanan total :

x 2500 ohm

RT = R 2

IT =

= 0,6 mA

Untuk : R3 = 450 ohm

=>

IG.1 =

. IT =

. 0,6

IG.1 = 1,2

SI =

125mm/

Jembatan Weatstone

45

Pada saat galvanometer ( nol ), maka : I1 = I2


I3 = I4

VA = VA

Jika Rx=2005, maka Ig 0 dan diketahuin sensitivitasnya SI=10

, Rg=100 ; R1=

100, R2= 200, R3= 1000.

PENGUKURAN TAHANAN

1. Metode Volt-Ampermeter
Potensial drop dari yang mengalir melalui tahanan diukur dengan menggunakan alat
ukur volt dan ampere.

= tahanan yang tidak


diketahui dapat diukur
melalui titik cb

Bila dihubungkan ke titik a-b tegangan sebenarnya dari x dapat diukur, tetapi
pembacaan arus pada x maupun arus dalam Voltmeter pada saat alat ukur Ampermeter.

46

Bila pada titik c-b, pembacaan ampermeter hanya arus yang mengalir melalui x tetapi
voltmeter menunjukkan pembacaan voltage drop pada Ampermeter dan x. Jadi, harga tahanan
dari voltmeter dan amperemeter dapat diketahui dan ini tergantung dari harga tahanan yang
diukur.

2. Metode Substitusi

G
Rsh
Rc

= galvanometer
= tahanan shunt
dengan galvanometer
= tahanan kontrol untuk
mengatur arus

Tahanan yang lainnya adalah kecil dibandingkan depan dengan R dan x.

a) Arus yang melalui galvanometer ( Ig ) menghasilkan defleksi sebesar & pada meter, maka
arus I :

I =

dimana Rb = tahanan baterai

I = Ish + Ig : Ish . Rsh = Ig . Rg

Rg= tahanan Galvanometer

Jika Ish = I Ig
(I - Ig) Rsh = Ig . Rg

=>

I . Rsh Ig . Rsh = Ig . Rg
I Rsh = Ig . Rg + Ig Rsh

I =

47

Maka :

Ig =

Ig

(b). Bila k pada posisi b, tahanan R diatur sedemikian rupa untuk menghasilkan arus Ig
yang sama atau defleksi sebesar maka pada akhirnya akan didapatkan x=R

3. Carey Foster Slide Wire Bridge


Kawat dipasang antara tahanan x dan tahanan variabel R.
L= panjang kawat antara x dan R.
Jembatan ini khusus untuk perbandingan dua buah tahanan yang hampir sama. Tahanan
P dan Q diatur sedemikian rupa sehingga P/Q hampir mendekati sama x/R. Keadaan
seimbang diperoleh dengan menggerakkan shiding contact pada slide wire.
Jika r tahanan dari slide wire per satuan panjang,

Dalam keadaan seimbang :


i1.P= i2 ( x+l1r ) ...............(1)
i1.Q= i2 ( R+(L-l1)r )........(2)

.........(3)

48

Posisi keseimbangan yang sama. Sliding contact pada l1 :

Bila Sliding contact pada l2, maka :

Dari persamaan (3) dan (4) :

.......................................(4)

diperoleh : R x = (l1-l2)r ...................................................(5)


Jadi perbedaan R dan x adalah suatu perkalian dari perbedaan panjang l1 dan l2 dengan R.
Kalibrasi dari slide wire dengan memasang sebuah tahanan shunt pada R dan x dengan
sebuah tahanan yang diketahui. Keadaan seimbang diperoleh dengan mengulang proses di
atas. Bila dipasang tahanan shunt pada R, maka akan didapatkan :
R x = (l1 l2) r .(6)
Dari pers (5) dan (6) :

..(7)

Maka harga x :

x=

Pengukuran Tahanan Tinggi


Tahanan di atas 10k, biasanya disebut dengan : Tahanan tinggi
o Tahanan > 10k
o Tahanan isolasi
4. Metode Pelepasan Muatan
Cara ini yaitu dengan kapasitor yang dimuati suatu potensial dengan bantuan baterai
dan pelepasan melalui tahanan isolasi pada periode waktu tertentu.
Jika v adalah tegangan kapasitor pada saat discharge dengan besarnya C Farad
pada waktu t dan Q adalah muatan coulomb pada arus i maka :

49

i=

i= -e

; dQ = e dV

..(1)

Menurut hukum Ohm I = v/r


v/r = - e

v = - Re

; R = tahanan isolasi
atau

v + Re

Penyelesaian umum dari persamaan diff diatas v = Vo e Dimana Vs = potensio pada t= 0


R=

Penggabungan banyaknya kesalahan-kesalahan dan kesulitan yang diantaranya adalah :


1. Efek Kebocoran dan Penyerapan
Arusyang mengalir melalui tahanan adalah karena tahanan dan penyerapan yang
dilakukannya. Untuk menghilangkan penyerapan ini pengamatan dilakukan untuk selang
waktu yang cukup lama (beberapa jam). Kapasitor dan voltmeter harus mempunyai
tahanan isolasi yang tinggi mencegah kebocoran.
2. Efek Waktu
Semua material berisolasi mempunyai penyerapan. Arus penyerapan akan jatuh step
by step pada awalnya kemudian akan jatuh secara perlahan-lahan. Secara eksperimen
didapatkan bahwa arus penyerapan akan 5-6 kaliarus vocor selama pelepasan pada menitmenit pertama dan akan sama dengan arus bocor 7menit. Setelah 6-7 jam, arus
penyerapan masih akan membentuk 5-10% dari arus total.
Jadi pembatasan R dengan perbandingan tegangan yang digunakan dengan arus
mengalir melalui modifikasi isolasi yang dibutuhkan dan kembali pada waktu dari
tegangan yang dipakai.
3. Efek Temperatur pada Tahanan Isolasi
Umumnnya tahanan dari material-material isolasi jatuh dengan sangat cepat dengan
naiknya temperatur juga perubahan temperatur dan temperatur kerja memegang peranan
yang penting dalam menentukan tahanan. Harga dari R akan selalu disertai temperatur
dimana pengukuran dilakukan. Perubahan harga tahanaeroleh den terhadap temperatur
dapat diperoleh dengan rumus dan KONINGS-BERGER :

50

Berdasarkan bentuk umum di atas ad beberapa metode jembatan yang banyak


dipergunakan yakni :
a. Jembatan dengan membandingkan CAPASITANCE

R1,R2 dan R3= tahanan yang diketahui


R2dan R3 = tahanan variabel yang
standard
C3 = kapasitor yang diketahui
besarnya

Dalam keadaan setimbang :

dimana Zx = Rx +

= Rx -

Z 3 = R3 +

= R3 -

R1 (Rx -

) = R2 (R3 -

R1 Rx -

= R 2 R3 -

atau R1 . Zx = R2 . Z3

: R1Rx = R2R3

Rx =

Cx =

b. ANDERSON BRIDGE
51

Fungsi : untuk mengetahui besarnya induktansi.


Jembatan ini juga merupakan modifikasi dari Jembatan Maxwell dimana sebuah
kapasitor standard dan induktansi dinyatakan dalam besaran kapasitor. Metode ini
adalah metode terbaik dan lebih teliti untuk mengukur induktansi. Hubungan metode
ini seperti gambar berikut :

R1L1 = tahanan standard yang tidak diketahui


T,R2,R3,R4 = tahanan variabel standard

Keseimbangan akan diperoleh mengatur R2,R3 dan R4, sedangkan r diatur untuk
menyempurnakan arus yang melewati detektor sama dengan nol sesudah Rl .R3
Jika dalam keadaan setimbang arus yang melewati D = 0 dan arus yang melewati r = Ic
Maka didapatkan :
I1 (R1 Jw L1) = I1 R2 + Ie . Y .(1)

I2R1 =

Ic (Y +

Dari pers (3) : Ic (

.. ...(2)

) = (I2-Ic)R4 ..(3)

) = B2R4

Atau : I2 = (

Diperoleh : I1 (R1+jw L1) = Ic R2

) Ic .Subtitusi ke pers (1)

) +Ic . r ...(4)

Bandingkan pers (4) dengan (2) :

R1 +

} . jwc

52

R1 +

(R1 +

R3{

} . jwc

53