You are on page 1of 1

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Kesehatan

Reproduksi dengan terjadinya Pernikahan Usia Remaja di Dusun Manis Desa


Mertapada Kulon Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat Tahun 2013
Khusnul Khotimah*, Muhammad Fachri*, Anwar Siregar**
*
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Jakarta, Jakarta
**
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Jakarta, Jakarta

ABSTRAK
Latar Belakang :Di Indonesia pernikahan usia dini masih ada terutama di daerah pedesaan.
BKKBN 2010 angka pernikahan dini tertinggi di Jawa Barat terdapat di daerah pantai utara
(pantura) seperti Cirebon, Indramayu, Brebes, dan kabupaten atau kota lainnya.Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2012persentase pernikahan usia muda
(<15 tahun) diJawa Barat (7,5%) dan persentase pernikahan usia muda (15-19 tahun) di
Jawa Barat (50,2 %). Berdasarkan latarbelakag tingginya angka kejadian pernikahan dini di
Jawa Barat maka peneliti merasa tertarik untukmelakukan penelitian ini.
Tujuan : Diketahuinya hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang kesehatan
reproduksi dengan terjadinya pernikahan usia remaja di Dusun Manis Desa Mertapada
Kulon Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.
Metode penelitian : jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross
sectional , lokasi penelitian diambil di Dusun Manis Desa Mertapada Kulon Kabupaten
Cirebon Provinsi Jawa Barat. Jumlah responden sebanyak 88 remaja putri, teknik
pengambilan sampel dengan menggunakan sampel minimal.Pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan instrumen kuesioner, sedangkan untuk analisa data dilakukan dengan
program komputerisasi.
Hasil :gambaran angka kejadian pernikahan usia remaja di Dusun Manis Desa Mertapada
kulon Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat 2013 63,6%.Gambaran angka tingkat
pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi sebagian besar kurang (51,1
%).Proporsi remaja putri yang melakukan pernikahan dini dengan tingkat pendidikan SD
sebesar 69.4%(pv= 0,234) . Proporsi remaja putri yang melakukan pernikahan dini dengan
tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kurang sebesar 77.8%(pv=0,030).
Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang
kesehatan reproduksi dengan kejadian pernikahan dini.
Kata kunci : Pengetahuan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Pernikahan Dini.