You are on page 1of 27

PEDOMAN TEKNIS

PERATURAN
DI DESA
oleh :
Bagian Hukum Setda Kab.Sumbawa
Disampaikan pada :
SOSIALISASI PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN YANG
BERKAITAN DENGAN DESA
TAHUN 2015

DASAR HUKUM
(literatur)

UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN


2014 TENTANG DESA (khususnya Pasal
69 dan Pasal 70);
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 43
TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN
PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG
NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA
(khususnya Pasal 83 s.d. Pasal 89)
PERMENDAGRI NO.111 TH.2014 ttg
Pedoman Teknis Peraturan di Desa

ASAS PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN

kejelasan tujuan;
kelembagaan atau pejabat pembentuk
yang tepat;
kesesuaian antara jenis, hirarki dan
materi muatan;
dapat dilaksanakan;
kedayaagunaan dan kehasilgunaan;
kejelasan rumusan; dan
keterbukaan

JENIS DAN HIRARKI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN

UUD 1945
TAP MPR-RI
UNDANG-UNDANG/PERATURAN
PEMERINTAH PENGGANTI UU
PERATURAN PEMERINTAH
PERATURAN PRESIDEN
PERATURAN DAERAH Prov.
PERATURAN DAERAH Kab/Kota

PEMBENTUKAN PERATURAN
PERUNDNG-UNDANGAN

PERENCANAAN PENYUSUNAN
RANCANGAN PERATURAN DESA
PERSIAPAN
RANCANGAN/PENYUSUNAN
PEMBAHASAN dan PENETAPAN
PENGUNDANGAN DAN
PENYEBARLUASAN (LEMBARAN
DESA)

JENIS PERATURAN DI
DESA

PERATURAN DESA
PERATURAN KEPALA DESA
PERATURAN BERSAMA
KEPALA DESA

MUATAN MATERI
PERATURAN DESA :
MATERI PELAKSANAAN
KEWENANGAN DESA DAN
PENJABARAN LEBIH LANJUT
DARI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN YANG LEBIH
TINGGI

PENJABARAN LEBIH LANJUT DARI


PERUNDANG-UNDANGAN YANG LEBIH
TINGGI (amanat PP 43/2014)

Antara lain Perdes tentang:


APB Desa;
Pengelolaan Kekayaan Milik Desa;
Rencana Pembangunan Jangka
Menengah (RPJM) Desa;
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa;
Badan Usaha Milik (BUM) Desa;
Lembaga Kemasyarakatan atau
Lembaga Adat Desa

PERATURAN KEPALA DESA :


MATERI PELAKSANAAN PERATURAN
DESA, PERATURAN BERSAMA KEPALA
DESA DAN TINDAK LANJUT DARO
PER-UU-AN YANG LEBIH TINGGI

PERATURAN BERSAMA KEPALA DESA:


MATERI KERJASAMA ANTAR DESA

PERSIAPAN &
PEMBAHASAN
(RAPERDES)
RAPERDES DIPRAKARSAI KEPALA

DESA
BPD DAPAT MENGUSULKAN
RAPERDES KEPADA PEMERINTAH
DESA
RAPERDES WAJIB DIKONSULTASIKAN
KEPADA MASYARAKAT DESA UNTUK
MENDAPATKAN MASUKAN
RAPERDES DITETAPKAN OLEH
KEPALA DESA SETELAH DIBAHAS
DAN DISEPAKATI BERSAMA BPD

RAPB DESA, PUNGUTAN, TATA RUANG


DAN ORGANISASI PEMDES
DIEVALUASI DULU OLEH BUPATI
EVALUASI DAPAT DIDELEGASIKAN
KEPADA CAMAT (PALING LAMBAT 3
HARI)
SETELAH DIEVALUASI OLEH BUPATI
RAPERDES DAPAT DITETAPKAN OLEH
KADES
APABILA BUPATI BELUM/TIDAK
MEMBERIKAN HASIL EVALUASI
SESUAI WAKTU YG DITENTUKAN (20
HARI) MAKA KADES DAPAT
MENETAPKAN RAPERDES MENJADI
PERDES
KLARIFIKASI 20 HARI

CATATAN :

MASYARAKAT BERHAK
MEMBERIKAN MASUKAN
TERHADAP RAPERDES
MASUKAN DARI MASYARAKAT
DILAKUKAN DALAM PROSES
PENYUSUNAN RAPERDES

PENGESAHAN DAN
PENETAPAN

RAPERDES YANG TELAH


DIBAHAS DAN DISEPAKATI
BERSAMA OLEH KADES DAN
BPD, DISAMPAIKAN PIMPINAN
BPD KEPADA KADES UNTUK
DITETAPKAN, DAN
DIUNDANGKAN DALAM
LEMBARAN DESA OLEH SEKDES
RAPERDES YANG TELAH
DITETAPKAN, WAJIB
DITANDATANGANI KADES

PERDES WAJIB
MENCANTUMKAN WAKTU
PENETAPAN PELAKSANAAN
PERDES TIDAK BERLAKU
SURUT
PERDES WAJIB
DISEBARLUASKAN KEPADA
MASYARAKAT
DALAM PELAKSANAAN
PERDES, KADES
MENETAPKAN PERKADES
SEBAGAI PERATURAN
PELAKSANAANYA

PENYAMPAIAN DAN
PENYEBARLUASAN
PERDES

DISAMPAIKAN KADES KEPADA


BUPATI (MELALUI CAMAT)
PALING LAMBAT 7 (TUJUH)
HARI SETELAH DIUNDANGKAN,
SEBAGAI BAHAN PEMBINAAN

PERATURAN DESA WAJIB


DESEBARKAN OLEH
PEMERINTAH DESA

KETENTUAN LAIN

PASAL 89 PP 43/2014 : Pedoman


teknis mengenai peraturan di
desa diatur dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri
Permendagri No. 111 Th. 2014

PEMBATALAN
Peraturan

Desa dan peraturan


kepala Desa yang bertentangan
dengan kepentingan umum
dan/atau ketentuan peraturan
perundang-undangan yang lebih
tinggi dibatalkan oleh bupati.

Perdes tidak boleh merugikan kepentingan


umum, yaitu :
a. terganggunya kerukunan antarwarga
masyarakat;
b. terganggunya akses terhadap pelayanan
publik;
c. terganggunya ketenteraman dan
ketertiban umum;
d. terganggunya kegiatan ekonomi untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Desa; dan
e. diskriminasi terhadap suku, agama dan
kepercayaan, ras, antargolongan, serta
gender.

KONSTRUKSI PERDES,
PERKADES, KEP KADES

JUDUL
PEMBUKAAN
BATANG TUBUH
PENUTUP
PENJELASAAN

JUDUL

HARUS MEMPUNYAI JUDUL


MEMPUNYAI KET... JENIS,
NOMOR, TAHUN, NAMA
PERATURAN
JUDUL HURUF KAPITAL

PEMBUKAAN PERDES

FRASA DENGAN RAHMAT TUHAN


YANG MAHA ESA
JABATAN PEMBENTUK
KONSIDERANS
DASAR HUKUM
FRASA DG PERSETUJUAN
BERSAMA BPD DAN KEPALA DESA
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

PEMBUKAAN PERKADES

FRASA DENGAN RAHMAT


TUHAN YANG MAHA ESA
JABATAN PEMBENTUK
KONSIDERANS
DASAR HUKUM
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

PEMBUKAAN KEPKADES

FRASA DENGAN RAHMAT


TUHAN YANG MAHA ESA
JABATAN PEMBENTUK
KONSIDERANS
DASAR HUKUM
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

BATANG TUBUH

KETENTUAN UMUM
MATERI YG DIATUR
KETENTUAN PERALIHAN
(KALAU ADA)
KETENTUAN PENUTUP

PENUTUP
PENETAPAN :

TEMPAT & TANGGAL


PENGESAHAN DISEBELAH KANAN
NAMA JABATAN HURUF KAPITAL &
TANDA KOMA
NAMA PJ YG TANDA-TANGAN
TANPA GELAR & PANGKAT
PENETAPAN PERDES, PERKADES,
KEPKADES DTO KADES

PENUTUP
PENGUNDANGAN :

TEMPAT & TANGGAL PENGESAHAN


DISEBELAH KIRI
NAMA JABATAN HURUF KAPITAL &
TANDA KOMA
NAMA PJ YG TANDA-TANGAN TANPA
GELAR & PANGKAT
PENGUNDANGAN PERDES,
PERKADES, KEPKADES DTO
SEKDES

PENJELASAN (jika
diperlukan)

SBG TAFSIRAN RESMI


TERDIRI DARI PENJELASAN UMUM
& PASAL
PENJ UMUMLATAR BELAKANG
PEMIKIRAN, MAKSUD DAN TUJUAN,
SERTA POKOK-POKOK, AZAS
TIDAK BOLEH MEMBUAT NORMA DI
PENJELASAN
TIDAK BOLEH BERTENTANGAN APA
YANG DIATUR