You are on page 1of 5

STRUKTUR CANGKANG (SHELL STRUCTURE)

PENGERTIAN
1. Cangkang (Shell) adalah salah satu bentuk dari jenis konstruksi yang luar biasa
2. Kata cangkang (shell) diambil dari bentuk-bentuk yang ada di alam yaitu bentuk
cangkang telur, kepiting, keong dsb. Sifat dari bentuk tersebut tipis, kaku,
melengkung tapi kokoh, ditiru manusia dalam pembuatan struktur untuk
bangunan yang membutuhkan ruang besar.
3. Cangkang (Shell) adalah bentuk struktural berdimensi tiga yang kaku dan tipis
sertamempunyai permukaan lengkung.
4. Gaya-gaya yang harus didukung dalam struktur cangkang disalurkan secara
merata melalui permukaan bidang sebagai gaya-gaya membran yang diserap
oleh elemen strukturnya.
5. Gaya-gaya disalurkan melalui permukaan bidang sebagai gaya-gaya normal,
dengan demikian tidak terdapat gaya lintang dan momen lentur.
6. Struktur shell diperhitungkan untuk memikul tegangan-tegangan langsung
berupa tekan, tarik dan geser.
7. Termasuk dalam klasifikasi Surface Active System dimana gaya bekerja dan
disalurkan melalui seluruh bidang permukaan.

Konsep dari struktur cangkang (shell) dapat dipahami seperti ilustrasi


disamping ini:
1. Sehelai kertas dapat melendut karena beban
sendiri.
2. Kertas yang digulung dapat meningkatkan
kekuatan dan kekakuan.
3. Bentuk silinder juga dapat meningkatkan kekuatan
dan kekakuan.
4. Kertas dapat tertekuk (roboh) karena beban yang
berat.
5. Penguatan ujung silinder dapat menahan tekukan.

Persyaratan Struktur Cangkang Shell Suatu struktur shell harus mempunyai


tiga syarat, yaitu sebagai berikut :
1. Harus memiliki bentuk lengkung, tunggal, maupun ganda (single or double
curved).
2. Harus tipis terhadap permukaan atau bentangannya.
3. Harus dibuat dari bahan yang keras, kuat, ulet dan tahan terhadap tarikan dan
tekanan.
Prinsip pembebanan dalam sebuah shell dapat dibagi:
1. Lokal, yang menentukan geometri dari permukaan
segera di sekitar suatu titik.
2. Umum atau Keseluruhan, yang menerangkan bentuk
dari permukaan sebagai suatu keseluruhan.

Bentuk-bentuk ShellShell mempunyai variasi bentuk yang tak


terhingga. Secara umum bentuk-bentuk shell dapat digolongkan
dari berbagai cara (metoda) penggolongan:
A. Berdasarkan bentuk terjadinya, shell dibagi atas:
1.Rotational Surface (bidang putaran)
Adalah bidang yang diperoleh bilamana suatu garis
lengkung yang datar diputar terhadap suatu sumbu.
Shell dengan permukaan rotational dapat dibagi tiga
yaitu Spherical Surface, Elliptical Surface, Parabolic
Surface.
2. Transitional Surface (bidang geseran)
Adalah bidang yang diperoleh bila mana ujung
ujung suatu garis lurus digeser pada dua bidang
sejajar. Shell dengan permukaan transitional dibagi
dua yaitu Cylindrical SurfacedanElliptical Surface

3. Translational Surface
Adalah

bidang

yang

diperoleh

dengan

garis

lengkung yang datar digeser sejajar diri sendiri


terhadap garis lengkung yang datar lainnya. Shell
dengan translational dibagi menjadi Hyperbolic
Paraboloid dan Conoid.

B. Berdasarkan bentuk geometris, shell dibagi atas:


1. Shell silindrical (silinder)
2. Shell conical (kerucut)
3. Shell domical (dome)
4. Shell Torus
5. Shell Hyperbolic (hiperbola)
6. Shell Hyperbolic paraboloid /
Hypar (hyperbolis parabola)
7. Shell Elliptical paraboloid
8. Shell Conoid (Konoid)
9. Shell dengan bentuk bebas (Free form shell)
C. Berdasarkan penggolongan kedudukan kurva, shell dibagi atas:
1. Kurva-kurva membuka kearah yang sama
(synclastic)

2. Kurva-kurva kearah yang saling berlawanan


(antisynclastic)

D. Berdasarkan kelengkungan permukaan, shell dibagi atas:


1. Singly curved shell, terbentuk dari perpindahan bidang lengkung.
2. Doubly curved shell with principle curves in the same direction (domical shell)
dibentuk dengan memutar bidang lengkung terhadap sumbu pada bidang
tersebut dan membentuk lengkungan kearah sumbunya. Doubly curved shell
with principle curves in opposite direction (hiperbolikparaboloid).
3. Doubly curved shell with principle curve in the same and opposite direction
yang memberikan contoh prinsip-prinsip alternative arah lengkungan.

TEORI DAN ANALISA


Cangkang atau shell yang tipis dapat memikul suatu beban dengan tegangantegangan membran, dan bahwa tegangan-tegangan membran yang dikerahkan
didalam suatu kulit kerang terutama tergantung kepada kondisi-kondisi tumpuan
perbatasannya. Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menimbulkan tegangan
membran murni didalam sebuah kulit kerang, antara lain:
Gaya-gaya reaktif pada perbatasan kulit kerang harus sama dan berlawanan
dengan gaya-gaya membran pada perbatasan yang ditimbulkan oleh beban
Tumpuan harus mengijinkan perbatasan kulit kerang untuk mengalami
perindahan yang ditimbulkan oleh regangan membran. Kalau salah satu atau
keduanya tidak terpenuhi, maka akan timbul tegangan lentur didalam kulit
kerang yang disebabkan oleh:
1.

Gaya meridional, merupakan gaya internal pada cangkang aksimetris yang


terbagi rata dan dinyatakan dalam gaya per satuan luas.

2.

Gaya-gaya melingkar, dinyatakan sebagai gaya persatuan panjang yang dapat


diperoleh dengan meninjau keseimbangan dalam arah transversal.

3. Distribusi gaya, distribusi gaya melingkar dan meredional dapat diperoleh


dengan memplot persamaan kedua gaya tersebut. Gaya meredional selalu
bersifat tekan, sementara gaya melingkar mengalami transisi pada sudut
tertentu.
4. Gaya terpusat, beban ini harus dihindari dari struktur cangkang.
5. Kondisi tumpuan, kondisi ini sangat mempengaruhi perilaku dan desain
struktur. Secara ideal tumpuannya tidak boleh menimbulkan momen lentur pada
permukaan cangkang.

6. Tegangan membran didalam kulit kerang tipis, merupakan suatu membran


melengkung yang cukup tipis untuk mengerahkan tegangan-tegangan lentur
yang dapat diabaikan pada sebagian besar permukaannya, akan tetapi cukup
tebal sehingga tidak akan menekuk di bawah tegangan-tegangan tekan kecil,
seperti yang akan terjadi pada suatu membran.