You are on page 1of 6

EVALUASI HASIL

Perkembangan Evaluasi Hasil di Sekolah
Evaluasi hasil menurut beberapa tokoh (Dimmit, 2010;Gybers & Henderson, 2006;
Gybers & Lapan, 2009; Johnson et al., 2006; Stone & Dahir, 2007; Whitson & Quinby,
2009). Konselor sekolah melaksanakan kegiatan menggunakan kerangka kerja yang
terdapat dalam program BK comprehensive, dengan peningkatan yang menunjukan
adanya kontribusi dalam kesuksesan siswa, terutama dalam pencapaian prestasi
akademik siswa. Tidak hanya konselor sekolah diminta untuk menceritakan apa yang
mereka lakukan, tetapi mereka juga diminta untuk menunjukkan apa yang mereka
lakukan dalam upaya membuat perbedaan dalam kehidupan siswa.
Menurut Dimmit (2010), mengapa evaluasi hasil penting dapat dikaitkan bahwa
Konseling menambahkan nilai dan legitimasi ketika kita mengevaluasi program dan
intervensi, menemukan bagaimana pekerjaan kita membantu siswa, mencari efektivitas
dan efisiensi yang lebih besar, dan berbagi hasil dengan sesama konselor.
Dalam fokus pada evaluasi hasil terdapat fenomena baru, profesi ini apakah selalu
menimbulkan keprihatinan tentang efek dari pekerjaan konselor sekolah? Jawabannya
adalah tidak, itu bukan fenomena baru. Keprihatinan telah diungkapkan tentang perlunya
evaluasi hasil hampir dari awal bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah pada awal
1900. 1920 pekerjaan profesional berfokus pada membangun bimbingan dan konseling
di sekolah.
Selama dekade berikutnya, berbagai pernyataan yang dibuat dalam literatur
tentang perlunya untuk fokus pada evaluasi hasil.
Sebagai contoh, Christy, Stewart, dan Rosecrane (1930), Hinderman (1930), dan
Rosecrane (1930) mengidentifikasi hasil siswa berikut:
a. Lebih sedikit murid putus sekolah
b. Peningkatan standar beasiswa
c. Semangat yang lebih baik diri siswa

g. apa yang kamu pikirkan? Metode d. Perubahan diantara kelompok. apa yang kamu lakukan untuk ini? Metode b. perhatian diskusi yang perlu digunakan sebagai model untuk hasil evaluasi (Froehlich. e. Froehlich (1949) meninjau dan mengklasifikasikan ada 173 siswa yang setuju untuk mengikuti model evaluasi : a. f. “Pemberi informasi” Metode e. Ahli opini. j. Di dokumen petunjuk pada evaluasi yang terbit ditahun 1940 an. 1965. Kehidupan yang lebih baik dalam lingkup sekolah Sedikit siswa yang mengalami kegagalan Siswa lebih memperoleh informasi tentang masa depan Lulusan yang memuaskan dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau h. Kriteria luar. sedikit demi sedikit metode f. Tindak lanjut. i.d. apakah yang membedakannya? Metode Demikian. kemudian kejadian apa? Metode c. Tehnik spesifik. Perubahan dalam kelompok. 1949. Tidak hanya beberapa diskusi yang terjadi. mendiskusikan disuatu tempat tentang model kasus. 1949) yang diterbitkan disebuah literatur dari beberapa tahun. Neidt. universitas Kasus pelanggaran kedisiplinan semakin sedikit Lebih sedikit siswa yang absen Subjek memiliki pemilihan yang cerdas Kebiasaan belajar yang lebih baik Di waktu yang sama siswa lulusan melakukan identifikasi. Opini konseli. tetapi beberapa dari siswa juga secara langsung melakukan program BK pada perkembangan siswa menggunakan percobaan dan menggunakan cara control . k. sebelum dan sesudah metode g. Travers.

program dukungan keluarga. Sexton. b. dan Walz (1997. Bimbingan konseling komprehensif telah mendorong perkembangan siswa dalam memilih mata pelajaran dan meningkatkan siswa yang meraih level lebih tinggi dalam mata pelajaran seperti Bahasa Inggris. Fox. dan Wellman dan Moore (1975). . Whiston. hal 125) membuat hal-hal berikut : a. c. Rothney and Roens (1950). Haslam. Ulasan hasil riset dalam konseling sekolah umumnya positif tentang efek konseling sekolah. Bleuer. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa intervensi perencanaan individu dapat memiliki dampak positif pada pengembangan rencana karir siswa. Kefauver and Hand (1941). yaitu : a. Matematika dan kursus teknologi lebih dari yang ditargetkan. dan konseling sebaya. Kegiatan Konsultasi juga ditemukan untuk menjadi suatu kegiatan konseling sekolah yang efektif.kelompok. Ada beberapa dukungan untuk kegiatan pelayanan responsif seperti pelatihan keterampilan sosial. dan Gardner menemukan 4 keutamaan program bimbingan konseling komprehensif di Utah. Nelson.  Hasil apa yang kita miliki sejauh ini? Hasil penelitian dalam konseling sekolah. Rothney (1958). Ilmu Pengetahuan.

tingkat kehadiran. sub-urban atau pedesaan. Presentase siswa yang menganggap program studi mereka “biasa” telah turun drastis dalam rentang sembilan tahun evaluasi. Siswa di sekolah yang benar-benar mengimplementasikan bimbingan konseling komprehensif telah mencapai tingkat prestasi akademik yang tinggi dan membuat keputusan yang lebih baik tentang kelanjutan pendidikan dan karir daripada siswa di sekolah yang tidak benar-benar mengimplementasikan bimbingan konseling komprehensif. “Ketika sekolah program bimbingan dan konseling komprehensif dibandingkan dengan yang tidak menerapkan program bimbingan dan konseling komprehensif. 2010b). (Carey & Harrington. Mengorganisir program kkonseling sekolah sesuai dengan ASCA Model Nasional memiliki efek positif pada hasil siswa. Akos. dan Mvududu (2008) membandingkan prestasi akademik siswa sekolah menengah. Konseling sekolah memberikan kontribusi untuk hasil akademik. Turnbull. d. Studi ini menunjukkan bahwa program bimbingan konseling komprehensif lebih efektif dilaksanakan jika rasio konselor untuk siswa di sekolah Utah memadai. c. Pembelajaran di Washington. dan tingkat kelulusan yang lebih tinggi. menyoroti hal berikut : a. . b. Sink.b. Penelitian yang dipublikasikan oleh pusat penelitian dan evaluasi hasil konseling sekolah mengenai dampak konseling sekolah pada hasil belajar siswa. meningkat tingkat disiplin. ada perbedaan yang sangat besar”. baik di perkotaan. selama kurang lebih 5 tahun pengimplementasikan program bimbingan dan konseling komprehensif versus siswa non program bimbingan dan konseling komprehensif.

Carey dan Hurington ( 2010a . Di Utah. Secara umum. dan fokus pada pelaksanaan intervensi yang lebih efektif dan intervensi yang tidak efektif. Baik Nebraska dan hasil Utah menunjukkan bahwa pembangunan yang berfokus hasil karir yang khususnya penting dalam memproduksi hasil akademik yang positif. sebagai cara untuk mengembangkan intervensi secara empiris didukung . dan tingkat SMA berpengaruh pada peningkatan kemampuan konselor sekolah untuk memecahkan masalah dan mengurangi masalah disiplin. Whiston et al. Namun. Pada saat yang sama. Rahardja. Selain itu. kami tidak dapat mengidentifikasi program tertentu atau pendekatan yang menghasilkan hasil-hasil yang positif. dan Eder (2011) melakukan penelitian terhadap hasil konseling sekolah menggunakan pemeriksaan meta-analitik dari berbagai intervensi.c. Oleh karena itu. 2010b ) menyimpulkan bahwa jika sebuah sekolah tinggi ingin meningkatkan hasil pendidikannya. Tai. d. rasio yang lebih menguntungkan yang terkait dengan tingkat kahadiran meningkat dan penurunan ketidak disiplinan siswa. lebih menguntungkan rasio konselor pada siswa yang terkait dengan peningkatan tingkat kehadiran. Mereka menyimpulkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan. mendukung konselor membuat program yang terorganisir dengan baik yang melayani semua siswa. intervensi konseling sekolah memiliki efek positif pada siswa. menyatakan bahwa ada beberapa dukungan empiris untuk konseling sekolah. Whiston. SMP. ditemukan efek ukuran yang signifikan untuk intervensi di SD. kepala sekolah harus mempunyai cukup konselor untuk memenuhi kebutuhan siswa dan orang tua. Di Nebraska.

Sejauh ini menunjukkan hasil bahwa bimbingan komprehensif dilaksanakan sepenuhnya dan program konseling membuat kontribusi yang kuat untuk prestasi akademik siswa serta pembangunan sosial dan karir pribadi mereka. dengan keadaan siswa . dan dalam situasi tersebut. Hasil apa yang kita dapatkan sejauh ini mengenai efektivitas program bimbingan dan konseling yang komprehensif dan pekerjaan konselor sekolah? Seperti yang anda lihat terbukti bahwa program substansial ini efektif dan terus meningkat. .untuk konseling sekolah. perlu ada penelitian tambahan yang membahas apa yang berhasil.