You are on page 1of 11

Makalah

“Ekologi Laut: Faktor-faktor didalamnya”

Diajukan sebagai tugas matakuliah Ekologi Umum.

Nama

: Mohammad Raihan Amin

NPM

: 140410140051

Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Padjadjaran .

3 Tujuan Penulisan makalah tentang faktor lingkungan laut ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang menjadi penyusun komponen ekosistem lingkungan laut dan mengetahui interaksiinteraksi yang terjadi di dalam. Air laut menentukan iklim dan kehidupan di bumi. . yakni kedua sifat perubahan tersebut akan mengubah intensitas faktor-faktor lingkungan. Perubahan apapun yang terjadi ada yang akan berdampak positif baik bagi suatu kehidupan dan negatif bagi kehidupan yang lain. maka organisme yang menempati kemungkinan juga akan berubah dan dapat merusak ekosistem tersebut. Kadang-kadang perubahan ini berlangsung dalam waktu yang relatif cepat maupun lambat. Cepat atau lambatnya perubahan ini sama-sama mempunyai pengaruh. 1. Lebih dari 80% air yang yang berada di alam merupakan air laut. Terdapat berbagai macam interaksi antara faktor-faktor penyusun komponen lingkungan laut yang berlangsung sangat cepat dan terus menerus sehingga sangat menentukan kondisi ekosistem yang ada di lingkungan perairan tersebut. Sifat dari lingkungan kelautan adalah selalu berubah dan dinamik. Karena terus berubahnya lingkungan.BAB I Pendahuluan 1. paling kompleks dan paling dinamis di dunia.1 Latar Belakang Lautan telah lama dikenal sebagai salah satu ekosistem yang paling besar. Oleh sebab itu diperlukan pengkajian mengenai faktor-faktor lingkungan laut sebagai pembentuk ekosistem lautan.

kimia. dan biologi air laut. b. Lapisan termoklin. Sebaran suhu secara menegak (vertikal) diperairan Indonesia terbagi atas tiga lapisan. 2. baik dalam kesatuan struktur fungsional maupun dalam keseimbangannya. Lapisan hangat di bagian teratas (epilimnion). tetapi ada juga organisme yang mampu mentolerir suhu sedikit di atas dan sedikit di bawah batas-batas tersebut.1 Suhu Suhu adalah ukuran energi gerakan molekul.1 Faktor Fisika Lingkungan Laut Faktor-faktor fisika yang terdapat di lingkungan laut meliputi suhu air. Komponen-komponen ini secara fungsional tidak dapat dipisahkan satu sama lain. kecerahan/kekeruhan. gelombang. maka akan menyebabkan perubahan pada komponen lainnya (misalnya perubahan kualitatif dan kuantitatif organismenya). Apabila terjadi perubahan pada salah satu dari komponen-komponen tersebut (misalnya perubahan nilai parameter fisika-kimia perairan). 2. Perubahan ini tentunya dapat mempengaruhi keseluruhan sistem yang ada. yakni: a. Dalam lingkungan laut terdapat faktor-faktor pembentuk suatu ekosistem yang sekaligus sebagai faktor penentu perubahan ekosistem lautan. yaitu lapisan dimana gradien suhu berubah secara cepat sesuai dengan . Kelangsungan suatu fungsi ekosistem dapat menentukan kelestarian dari sumberdaya hayati sebagai komponen yang terlibat dalam sistem tersebut. Secara umum faktor-faktor tersebut dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu faktor fisika. Kebanyakan organisme laut telah mengalami adaptasi untuk hidup dan berkembang biak dalam kisaran suhu yang lebih sempit daripada kisaran total 0 – 40 0C. Suhu merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mengatur proses kehidupan dan penyebaran organisme. dan pasang surut (pasut) air laut.1. misalnya ganggang hijau-biru yang hidup pada suhu 85 0C di sumber air panas.BAB II Tinjauan Pustaka Ekosistem laut merupakan suatu kumpulan integral dari berbagai komponen abiotik dan biotik yang berkaitan satu sama lain dan saling berinteraksi membentuk suatu unit fungsional. biasanya antara 0 – 40 0C. dimana pada lapisan ini gradien suhu berubah secara perlahan. Proses metabolisme hanya berfungsi di dalam kisaran suhu yang relatif sempit. kecepatan arus.

2. Pantai laguna yang dangkal atau cekungan air yang tertangkap ketika air surut. dari beberapa panjang gelombang yang ada yang jatuh agak lurus pada permukaan air. Pada lapisan termoklin memiliki ciri gradien suhu yaitu perubahan suhu terhadap kedalaman sebesar 0. walaupun hukum ini tidak selalu berlaku (Nybakken. 2.87°C (titik beku air laut) di daerah kutub sampai maksimum sekitar 42°C di daerah perairan dangkal (Hutabarat dan Evans.2 Kecerahan/Kekeruhan Tingkat kecerahan menyatakan tingkat cahaya yang diteruskan ke dalam kolom air dan dinyatakan dalam persentase (%). misalnya di Laut Banda. Hal ini disebabkan . Jadi arus permukaan ini digerakan oleh angin dan begitupun arus dibawahnya ikut terbawa. Lapisan dingin di bawah lapisan termoklin (hipolimnion).3 Kecepatan Arus Arus di permukaan merupakan pencerminan langsung dari pola angin yang bertiup pada waktu itu. Suhu merupakan faktor fisika yang sangat penting bagi suatu habitat. Perubahan suhu pada daerah tropis relatif stabil karena cahaya matahari lebih banyak mengenai daerah ekuator dibanding daerah kutub.1. suhu air mencapai lebih dari 35oC. 1986). Suhu air didekat pantai biasanya sedikit lebih tinggi dari pada yang di lepas pantai. Hal ini dikarenakan cahaya matahari yang merambat melalui atmosfer banyak kehilangan panas sebelum cahaya tersebut mencapai kutub. dimana suhu air laut konstan sebesar 4ºC. Arus dilapisi oleh permukaan laut berbelok ke kanan dari arah angin dan arus dilapisan bawahnya akan berbelok lebih ke kanan lagi dari arah arus permukaan.1987). Kenaikan suhu akan mempercepat reaksi-reaksi kimiawi.1.1ºC untuk setiap pertambahan kedalaman satu meter (Nontji. Suhu di lautan kemungkinan berkisar antara -1. Kemampuan penetrasi cahaya matahari dipengaruhi kekeruhan air seperti suspensi dalam air (lumpur).pertambahan kedalaman. 1992). Suhu air permukaan diperairan Indonesia umumnya berkisar antara 28-31oC. c. Dilokasi dimana penaikan air (upwelling) terjadi. suhu air permukaan dapat turun sampai sekitar 25oC ini disebabkan karena air yang dingin pada lapisan bawah terangkat ke atas. menurut hukum Van’t Hoff kenaikan suhu 10°C melipat duakan kecepatan reaksi. planktonik (jasad renik) dan warna air. Air dengan densitas yang rendah akan berada dilapisan atas dan air dengan densitas tinggi akan berada pada lapisan bawah.

Jika terjadi divergensi atau pembuyaran arus permukaan maka akan terjadi upwelling. Pada kedua tanggal tersebut posisi matahari – bulan – bumi membentuk sudut 90°. Pada kedua tanggal tersebut posisi bumi-bulan-matahari berada pada satu garis (konjungsi) sehingga kekuatan gaya tarik bulan dan matahari berkumpul menjadi satu menarik permukaan bumi. 2. Pasang kecil ini terjadi pada tanggal 7 dan 21 kalender bulan. Jarak tempuh angin ialah bentangan air terbuka yang dilalui angin. 2. maka makin besar tenaganya memukul pantai. ialah peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut terendah (kecil). yaitu gaya yang diakibatkan oleh perputaran bumi. maka akan menyebabkan downwelling. lamanya hembusan dan jarak tempuh angin. ialah peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut tertinggi (besar).4 Gelombang Gerakan gelombang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap organisme dan komunitas dibandingkan dengan daerah laut lainnya.2 Faktor Kimia Lingkungan Laut . Makin tingginya gelombang. Pasang Perbani. yakni naiknya massa air dari lapisan bawah laut kelapisan permukaan dan jika terjadi konvergensi atau pemusatan arus permukaan. 2. Pasang besar terjadi pada tanggal 1 (berdasarkan kalender bulan)dan pada tanggal 14 (saat bulan purnama).adanya gaya cariolis (Cariolis Force). Sekali gelombang telah terbentuk oleh angin maka gelombang itu akan terus merambat sampai jauh.1. Gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi berlawanan arah sehingga kekuatannya menjadi berkurang (saling melemahkan). yakni turunnya massa air dari lapisan atas kelapisan bawah. Permukaan bumi yang menghadap ke bulan mengalami pasang naik besar.1. Gelombang yang terhempas ke pantai akan melepaskan energinya di pantai. Ada 2 (dua) macam pasang surut yang terjadi. Pasang Purnama.5 Pasang Surut (Pasut) Air Laut Pasang surut adalah naik dan turunnya air permukaan laut secara periodik selama suatu interval waktu tertentu. Ada tiga faktor yang menentukan besarnya gelombang yang disebabkan oleh angin yakni kuatan hembusan. Pasut merupakan bentuk gerakan air laut yang terjadi karena pengaruh gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. yakni: a. b.

7% dari jumlah zat terlarut dalam air laut. Di perairan pantai karena terjadi pengenceran misalnya karena pengaruh aliran sungai salinitas bisa turun rendah. Ciri paling khas pada air laut yang diketahui oleh semua orang ialah rasanya yang asin. Kehidupan makhluk hidup di dalam air tersebut tergantung dari kemampuan air untuk mempertahankan konsentrasi oksigen minimal yang dibutuhkan untuk kehidupannya (Fardiaz. Menurut teori. yaitu rembesan kulit bumi didasar laut berbentuk gas kepermukaan dasar laut. kalium. 2. 2. dan kalsium. Hasil kikisan kerak bumi terlarut dengan gas dari kulit bumi dasar laut dan air sehingga menghasilkan garam di laut.2. 1992). Selain NaCl. Ini disebabkan karena didalam air laut terlarut garam-garam yang paling utama adalah natrium klorida (NaCl) yang sering disebut garam dapur. Zat kimia terlarut yang membentuk garam yang diukur sebagai salinitas adalah CI.Faktor-faktor kimia yang terdapat di lingkungan laut meliputi salinitas. dan Mg yang merupakan komponen utama sebesar 99. dimana jumlahnya .3% yang walaupun jumlahnya sedikit dapat mempengaruhi kehidupan di laut dan sebaliknya kepekatan zat ini ditentukan oleh aktifitas kehidupan laut. SO4. Zat padat terlarut meliputi garam-garam anorganik. Salinitas adalah jumlah berat semua garam (dalam gram) yang terlarut dalam satu liter air.1 Salinitas Salinitas adalah banyaknya zat terlarut. salinitas bisa meningkat tinggi. di dalam air laut terdapat pula MgCl2. biasanya dinyatakan dengan satuan 0/00 (permil. karena selain merupakan pertemuan antara air tawar yang relatif ringan dan air laut yang lebih berat juga pengadukan air sangat menentukan (Nontji. zat-zat garam berasal dari proses outgassing. dan gas-gas terlarut (Nybakken. Sebaliknya di daerah dengan penguapan yang sangat kuat. Na. derajat keasaman (pH). Air payau adalah istilah umum yang digunakan untuk menyatakan air yang salinitasnya antara air tawar dan air laut. gram per liter) (Nontji. 1986). Perairan estuari atau daerah sekitar kuala dapat mempengaruhi struktur salinitas yang kompleks.2. 1986). 1992). Oksigen terlarut dapat berasal dari proses fotosintesis tanaman air. senyawa-senyawa organik yang berasal dari organisme hidup. sisanya 0. oksigen terlarut (DO). dan unsur hara (nutrien).2 Oksigen Terlarut (DO) Oksigen terlarut merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan tanaman dan hewan di dalam air.

sedangkan yang pH-nya lebih dari 7 bersifat basa. 1992). . 1995). Dalam jaringan hidup terutama dalam bentuk senyawa organik dan dilepaskan kembali ke air sebagai kotoran maupun bangkai dalam bentuk butiran atau larutan.2. samudera mendapatkan dari udara bukan saja N tetapi juga NO3. tapi ini terjadi sangat jarang sekali dibanding dengan di darat.2.tidak tetap tergantung dari jumlah tanamannya dan dari atmosfer (udara) yang masuk ke dalam air dengan kecepatan terbatas (Fardiaz. Kepekatan oksigen terlarut bergantung pada suhu. tingkat kederasan aliran air. 2. tingkat penetrasi cahaya yang bergantung kepada kedalaman dan kekeruhan air. kehadiran tanaman fotosintesis. N : 1 at P. PO4 : P bisa berada dalam bentuk senyawa organik maupun anorganik. Konsentrasi oksigen terlarut dalam keadaan jenuh bervariasi tergantung dari suhu dan tekanan atmosfer (Fardiaz.4 Unsur Hara (Nutrien) Sebagian besar unsur-unsur kimiawi yang diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan dan binatang terdapat dalam air laut dalam jumlah lebih dari cukup. Dan untuk senyawa NO3. Perubahan pH yang sangat asam maupun basa akan mengganggu kelangsungan hidup organisme akuatik karena menyebabkan terganggunya metabolisme dan respirasi. sehingga kekurangannya tak perlu dipertimbangkan sebagai faktor ekologi. Rasio ini cenderung tetap dalam fito dan zooplankton. 15 at. Fosfat dan nitrat dalam kepekatan bagaimanapun selalu dalam rasio yang tetap. Oksigen merupakan faktor pembatas dalam penentuan kehadiran makhluk hidup di dalam air. Hanya dalam keadaan tertentu rasio dalam air berubah. 2. 2001). Tanah yang bersifat asam akan mengakibatkan pelarutan dan ketersediaan logam berat yang berlebihan dalam tanah (Darmono. dan jumlah bahan organik yang diuraikan dalam air seperti sampah. Seperti halnya PO4. Air yang pH-nya kurang dari 7 bersifat asam. Keduanya dalam bentuk butiran dan larutan. 1992). Dalam beberapa hal kepekatan unsur “trace” menjadi penting. Oksigen terlarut dalam laut dimanfaatkan oleh organisme perairan untuk respirasi dan penguraian zat-zat organik oleh mikroorganisme. ganggang mati atau limbah industri (Sastrawijaya.3 Derajat Keasaman (pH) Nilai pH air yang normal atau netral yaitu antara pH 6 sampai pH 8 (Fardiaz. 1992).

2. Yang bertindak sebagai produsen adalah fitoplankton dan ganggang laut lainnya. dan Navicula. Dari berbagai jenis organisme tersebut ada yang berlaku sebagai produsen. nekton. ia melayang-layang di air dan merupakan organisme laut yang menjadi makanan utama bagi ikan-ikan laut berukuran sedang dan kecil. Dinophysis.1 Produsen Produsen dalam lingkungan laut merupakan faktor utama yang menentukan produktuvitas lautan. seperti halnya daratan. dan virus. diatom juga mengambil sejumlah besar Si dari laut dan kekurangan kandungan Si dapat menjadi faktor pembatas di perairan tertentu. 2001). Parameter biologi dapat berupa phytoplankton. bakteri.pertumbuhan dan fotosintesa dari tumbuh-tumbuhan laut (fitoplankton dan alga bentik) dibatasi oleh kepekatan NO3 dalam air. konsumen.3. tetapi di beberapa wilayah perairan yang lain hanya terdapat beberapa jenis biota laut yang hidup dan berinteraksi karena kendala makanan dan kondisi lingkungan (Romimohtarto & Juwana. benthos.2 Konsumen . Contoh plankton ini yaitu Alga merah banyak terdapat di Laut Merah.3. Fitoplankton adalah tumbuh-tumbuhan air yang berukuran kecil.3 Faktor Biologi Lingkungan Laut Laut. zooplankton. Ia mampu memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis (autotrof). Biota laut hampir menghuni semua bagian laut. 2. mulai dari pantai. Sebagian besar wilayah perairan terdapat banyak jenis biota laut yang saling berinteraksi. Selain unsur-unsur hara tersebut. Di laut terdapat berbagai macam organisme mulai dari yang berupa jasad-jasad hidup bersel satu yang sangat kecil sampai yang berupa jasad-jasad hidup yang berukuran sangat besar seperti ikan paus. hewan dan mikroorganisme hidup. permukaan laut sampai dasar laut yang terjeluk sekalipun (Romimohtarto dan Juwana. 2. 2001). Jumlah dan keanekaragaman jenis biota yang hidup di laut sangat berlimpah. Faktor biologi lingkungan laut merupakan parameter dari mahluk hidup yang menjadi faktor penting dalam komponen penyusun ekosistem laut. dihuni oleh biota yakni tumbuh-tumbuhan. Alga biru banyak terdapat di Laut Tropik. dan pengurai (detritus).

Bentos adalah organisme yang hidup di dasar laut baik yang menempel pada pasir maupun lumpur. Jelly Fish (ubur-ubur) dan beberapa jenis Crustacea. dan nekton (ikan). Peranan mikroorganisme ini sangat vital dalam lingkungan laut karena dengan kehadiran dekomposer yang sangat menentukan perubahan lingkungan lautan.3.Terdiri atas berbagai hewan air yang hidup di laut seperti zooplankton. dan terumbu karang. Semua organisme yang berlaku sebagai konsumen tersebut merupakan organisme heterotrof di lingkungan laut. cambuk laut. Tomopteris. Zooplankton adalah sebuah koloni (kelompok) yang terdiri dari berbagai-jenis hewan kecil yang sangat banyak jumlahnya. reptil laut. Sedangkan nekton adalah hewan-hewan laut yang dapat bergerak aktif di perairan seperti ikanikan laut. beberapa contoh bentos antara lain kerang. bintang laut. mamalia laut. benthos. Arrow Wori. .3 Dekomposer Organisme laut yang bertindak sebagai pengurai atau pembusuk bahan-bahan organik dan anorganik seperti jenis bakteri pengurai (Nitrobacter sp.) dan jamur. Contoh zooplankton misalnya Copepoda. 2. bulu babi. dan cumi-cumi.

wordpress.html http://masantos.mhs.html http://wartawarga.Daftar Pustaka http://tonny.com/2008/06/24/sifat-%E2%80%93-sifat-kimia-air/ http://lets-belajar.com/category/biologi-laut/ .gunadarma.wordpress.upnyk.blogspot.ac.ac.com/2007/08/faktor-fisika-kimia-air.id/2010/04/pengaruh-faktor-faktor-lingkungan-terhadapbudidaya-laut/ http://acehpedia.com/category/biologi-laut/ http://smk3ae.id/2011/10/05/karakteristik-fisika-kimia-air-laut/ http://ojanmaul.com/2011/05/pengaruh-berbagai-faktor-lingkungan_28.wordpress.blogspot.org/Lingkungan_Laut http://zonabawah.