You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan
dan keserasian antara perkembangan fisik dan perkembanga mental. Tingkat keadaan
gizi normal tercapai bila kebutuhan zat gizi optimal terpenuhi. Tingkat gizi seseorang dalam
suatu masa bukan saja ditentukan oleh konsumsi zat gizi pada masa lampau, bahkan jauh
sebelum masa itu (Budiyanto, 2002 dalam Arni, 2009).
Menurut Almatsier (2001) dalam Arni (2009), status gizi adalah keadaan kesehatan
individu-individu atau kelompok-kelompok yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik
akan energi dan zat gizi yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya
diukur secara antropometri.
Pengaruh makanan terhadap perkembangan otak, apabila makanan tidak cukup
mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan
menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak, berakibat terjadi ketidakmampuan
berfungsi normal. Jumlah sel dalam otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan dan
ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini berpengaruh terhadap
perkembangan kecerdasan anak. (Anwar, 2008 dalam Arni, 2009).
Prevalensi overweight dan obesitas meningkat sangat tajam di kawasan Asia- Pasifik.
Sebagai contoh, 20,5% dari penduduk Korea Selatan tergolong overweight dan 1,5%
tergolong obes. Di Thailand, 16% penduduknya mengalami overweight dan 4% mengalami
obesitas. Di daerah perkotaan Cina, prevalensi overweight adalah 12,% pada laki-laki dan
14,4% pada perempuan, sedang di daerah pedesaan prevalensi overweight pada laki-laki dan
perempuan masing- masing adalah 5,3% dan 9,8% (Inoue, 2000 dalam Taufik, 2010). Di
Malaysia menunjukkan angka prevalensi obesitas 13,8% pada usia 10 tahun keatas.
Sedangkan di Indonesia sendiri, angka kejadian obesitas sering dialami di kota-kota besar,
seperti Yogyakarta yaitu 9,7% anak sekolah dan Denpasar 15,8% anak sekolah (Himmah et al

1% memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dibawah normal. Mengetahui pengaruh status gizi dengan tingkat pencapaian akademik pada siswa-siswi sekolah dasar di SD Dharmawanita Medan 2.3. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut.4.dalam Hidayah et al.1. .2. 2005) Dari latar belakang yang telah diuraikan. Tujuan Penelitian 1. 2007). Bagi pemerintah Kota Medan Dapat digunakan sebagai bahan masukan.5%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Thomas tahun 2005 menunjukkan angka prevalensi gizi kurang pada anak usia sekolah adalah 42. 1. masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan status gizi terhadap indeks prestasi siswa Sekolah Dasar Dharmawanita Medan 1.3.3. Sedangkan hasil penelitian di provinsi riau menunjukkan prevalensi 12% untuk keadaan status gizi kurang.2. penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa-siswi sekolah dasar di SD Dharmawanita Medan? 1. Keadaan gizi berlebih juga sering dialami oleh anak-anak usia sekolah terutama pada anak-anak di kota-kota besar. 2007) Prevalensi nasional Anak Usia Sekolah Gemuk (Laki-laki) adalah 9.4% (Riskesdas. Mengetahui prestasi belajar anak-anak kelas siswa-siswi sekolah dasar di SD Dharmawanita Medan 1. Tujuan Khusus 1. Manfaat Penelitian 1. sedangkan prevalensi nasional Anak Usia Sekolah Gemuk (Perempuan) adalah 6. Tujuan Umum Mengetahui apakah ada hubungan status gizi terhadap indeks prestasi siswa Sekolah Dasar Dharmawanita Medan. untuk mengadakan kebijakan sebagai solusi bagi meningkatkan status gizi pada siswa-siswi terutama pada sekolah dasar. (Thomas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Bagi pihak sekolah Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan masukan maklumat bagi mengetahui status gizi anak-anak sekolah dasar tersebut dan seterusnya mencari resolusi pada peringkat sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar anak-anak SD sekolah tersebut.2. Tingkat keadaan gizi normal tercapai bila kebutuhan zat gizi optimal terpenuhi.1. Tingkat gizi seseorang dalam suatu masa bukan saja ditentukan oleh konsumsi zat gizi pada masa . 3.1 Defenisi Gizi Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan keserasian antara perkembangan fisik dan perkembangan mental.1 Gizi 2. 4. Bagi pihak masyarakat Hasil penelitian dapat dijadikan referensi untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas terutamanya dalam segi pendidikan. Bagi Dinas Pendidikan Kota Medan Dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan prestasi belajar anak-anak sekolah terutama sekolah dasar di Kota Medan.

serta mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh.lampau. Kata “gizi” berasal dari bahasa arab ghidza. Hal ini didasarkan pada pola hidup anak jaman modern sekarang ini. yaitu untuk menyediakan energy. penyimpanan. pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ. bahkan jauh sebelum masa itu (Budiyanto. yang berarti “makanan”. Istilah-istilah tersebut diantaranya gizi (nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti. 2002). Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan makanan dan disisi lain berkaitan dengan tubuh manusia. 2. serta pada koordinasi fisik dan ketangkasan saat mereka kemajuan melalui prasekolah dan usia sekolah. serta menghasilkan energi. menjelaskan beberapa istilah terhadap status gizi. (Sunita. transportasi. 2009 Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses pencernaan. meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan.2 Gizi Pada Usia Sekolah Anak-anak mengembangkan dan meningkatan kefasihan dalam bahasa.1. transportasi. yaitu keadaan akibat dari keseimbangan antar konsumsi dan penyerapan zat gizi dan pengunaan zat gizi tersebut. pada anak usia sekolah mengungkapkan bahwa pada 40% dari . Salah satu survei yang dilakukan di America Serikat. 2010) Menurut Deswani dkk (1990) dalam Supriasa (2002). Yaitu dengan berbasis makanan cepat saji dengan tinggi lemak dan tidak didukung dengan aktivitas diluar rumah. Secara klasik gizi dihubungkan dengan kesehatan tubuh. Dan istilah lainnya yaitu keadaan gizi. penyimpanan. 2002 dalam Arni. (Supariasa. atau keadaan fisiologik akibat tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan tidak seluruhnya kebutuhan gizi pada anak terutama anak usia sekolah tercukupi. pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ. metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan. dkk. absorpsi. membangun dan memelihara jaringan tubuh. serta menghasilkan energi. dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan. absobsi.

kecuali kentang atau saus tomat. yaitu makronutrien dan mikronutrien. dan hingga pertumbuhannya berhenti. (J. Thompson et al. untuk beberapa anak. Lemak Lemak merupakan makanan tetap yang menjadi makronutrien kunci dalam tahun-tahun prasekolah. Thompson et al. tingkat yang lebih tinggi aktivitas fisik. berat badan. total lemak secara bertahap harus dikurangi ke tingkat lebih dekat dengan orang dewasa (Wardlaw. b. Peran keduanya sangatlah penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. (Wardlaw. Kebutuhan total energi terus meningkat sepanjang masa karena meningkatkannya ukuran tubuh dan. 2009). berkembang. dan 20% tidak makan buah-buahan. 2011). yaitu sekitar . Kebutuhan pada anak terutama pada usia sekolah terdiri dari atas dua komponen.anak-anak tidak makan sayuran. 1. dan makanan rendah lemak lainnya sambil meminimalkan asupan makanan yang digoreng. Angka kebutuhan energi bervariasi berdasarkan beberapa faktor yaitu usia anak. Karbohidrat Kebutuhan karbohidrat untuk anak-anak adalah 130 g / hari. 2009). Orang tua harus memberikan diet yang mendukung pertumbuhan normal dan aktivitas fisik yang tepat dan meminimalkan risiko kelebihan berat badan. Makronutrisi a. Salah satu cara mudah untuk mulai mengurangi lemak dari makanan adalah untuk perlahan-lahan memperkenalkan produk susu rendah lemak seperti susu 2% atau 1%. 2009). karena anak-anak masih akan terus tumbuh. Sekitar 25% sampai 35% dari total energy. Diet dengan mengurangi 25% kalori dari lemak tidak dianjurkan untuk anak-anak. yogurt rendah lemak. Berikut adalah kebutuhan anak berdasarkan kebutuhan nutrisinya: (J. dan tingkat aktivitas. 2011). Namun memasuki usia sekolah. (Wardlaw.

sayuran. Kebutuhan akan serat untuk anak-anak adalah 14 g / 1. (J. dan kacang-kacangan adalah sumber nutrisi protein yang dapat diberikan kepada anak-anak dari semua usia.000 kcal. ikan. buah-buahan. Kenaikan tajam terjadi selama tahun-tahun transisi mendekati masa remaja. Gula sederhana harus berasal dari buah-buahan dan jus buah. Kebutuhan akan protein adalah 0. Protein Jumlah kebutuhan protein meningkat untuk anak-anak karena anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Seperti kasus dengan balita. Daging. 2011). 2011). Mineral juga menjadi perhatian . dan kacang-kacangan harus lebih diprioritaskan. Kebutuhan akan terus meningkat meskipun laju pertumbuhan mereka telah melambat.45% sampai 65% dari total energi harian. yang dapat harus dipenuhi oleh konsumsi buah-buahan segar. c. sayuran. C. 2. Anak-anak yang tidak mengkonsumsi jumlah yang disarankan seperti buah-buahan dan sayuran setiap hari dapat mengalami kekurangan vitamin A. produk susu rendah lemak. terlalu banyak serat dapat merugikan karena bisa membuat anak merasa penuhi dan mengganggu asupan makanan yang cukup dan menurunkan penyerapan nutrisi tertentu seperti besi dan seng. kedelai berbasis makanan. dan seluruh grains. Mikronutrisi Kebutuhan mikronutrien meningkat sedikit untuk anak-anak sampai usia 8 tahun karena mereka pertambahan ukuran tubuh akibat pertumbuhan anak. (J. unggas. Karbohidrat kompleks dari biji-bijian. pertumbuhan remaja Kenaikan ini disebabkan oleh percepatan yang akan datang dan fase awal kematangan seksual.95 g / kg berat badan per hari. Thompson et al. Thompson et al. kacang-kacangan. dan E.

Kebutuhan untuk kalsium adalah 800 mg / hari untuk anak usia 4 sampai 8 tahun dan 1. 2.diantaranya adalah kebutuhan kalsium. seperti makan terlewatkan atau sumber daya yang tidak memadai keluarga. 2009). gizi baik. yang terutama berasal dari makanan hewani.300 mg / hari untuk anak usia 9 sampai 13 tahun.1 Defenisi Status Gizi Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. 2001 dalam Arni .2. suplemen vitamin dan mineral dapat membantu memperbaiki defisit apapun. bebas lemak alternatif yang juga akan menambah zat besi dan seng. dan gizi lebih (Almatsier. respectively. zat besi. gizi kurang. Jika ada kekhawatiran bahwa kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi dengan alasan apapun. Dibedakan atas status gizi buruk. 2011). dan kacangkacangan menawarkan kaya serat.2 Status Gizi 2. Kurangnya asupan kalsium selama masa kanak-kanak dan remaja mengarah pada kesehatan tulang yang buruk dan potensi osteoporosis di kemudian hari. Daging lembut dan unggas adalah sumber besi yang mudah diterima oleh sebagian besar anak-anak. 2011). Kebutuhan besi untuk anak usia 4 sampai 8 tahun untuk besi dan seng sedikit meningkat sampai 10 mg / hari dan 5 mg / hari. (J. Thompson et al. dan seng. dan masa kanak-kanak dan remaja adalah saat-saat kritis untuk memastikan deposisi memadai jaringan tulang. Puncak pertumbuhan massa tulang dicapai pada remaja akhir atau awal 20-an. suplemen harus usia tertentu dan direkomendasikan dosis agar tidak terlewati dari kebutuhan awal.5 RDA untuk besi turun menjadi 8 mg / hari untuk laki-laki dan perempuan berusia 9 sampai 13 tahun. . Jika digunakan. tubuh manusia dan lingkungan hidup manusia. Menurut Soekirman (2000) status gizi adalah merupakan keadaan kesehatan akibat interaksi antara makanan. (J. Thompson et al.

Keseimbangan tersebut dapat dilihat dari variabel pertumbuhan. 2. (3) pemeriksaan klinis. serta sumber lain yang dapat diukur oleh anggota tim penilai (Arisman. 2010) Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan.2. serta hasil pengukurannya lebih akurat. murah. Data objektif dapat diperoleh dari data pemeriksaan laboratorium perorangan. tinggi badan/panjang badan. Komponen penilaian status gizi meliputi (1) survei asupan makanan. serta (4) pemeriksaan antropometris (Arisman. untuk kemudian dibandingkan dengan baku yang telah tersedia. lingkar lengan. 2. Sedangkan menurut Beck (1993) status gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan dan keseimbangan antara masukan nutrien. baik yang bersifat objektif maupun subjektif. cepat. 2010).2 Pemeriksaan Antropometri Pengukuran status gizi anak berdasarkan antropometri adalah jenis pengukuran paling sederhana dan praktis karena lebih mudah dilakukan. 2010). Secara umum antropometri adalah ukuran tubuh manusia. lingkar kepala. Antropometri merupakan pengukuran dimensi tubuh dan komposisi . 2001). 1990) Status gizi adalah keadaan kesehatan individu-individu atau kelompokkelompok yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik akan energi dan zat gizi yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara antropometri (Almatsier. dan panjang tungkai (Gibson. dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel yang besar. atau keadaan fisiologik akibat tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh. (Taufik.2. yaitu berat badan.2 Penilaian Status Gizi Penilaian status gizi pada dasarnya merupakan proses pemeriksaan keadaan gizi seseorang dengan cara mengumpulkan data penting. (2) pemeriksaan biokimia.Keadaan gizi adalah keadaan akibat dari keseimbangan antar konsumsi dan penyerapan zat gizi dan pengunaan zat gizi tersebut.

Pertambahan berat badan merupakan parameter yang paling sesuai karena cukup sensitif. Tujuan ini dapat dikelompokkan menjadi 3. yaitu indeks (1) berat terhadap tinggi badan (BB/TB) yang diperuntukkan sebagai petunjuk dalam penentuan status gizi sekarang. yaitu untuk: (1) penapisan status gizi. (2) survei status gizi. Survei ditujukan untuk memperoleh gambaran status gizi masyarakat pada saat tertentu. Parameter ini juga cukup sensitif terhadap perubahan-perubahan akut mengenai konsumsi bahan makanan pokok dan mudah pelaksanaannya. dan (3) berat terhadap usia (BB/U) yang menunjukkan secara sensitif gambaran status gizi saat ini (saat diukur). dan lingkaran-lingkaran bagian tubuh serta tebal lemak di bawah kulit (Supariasa. serta usia. tinggi badan. 2000). Pemantauan bermanfaat sebagai pemberi gambaran perubahan status gizi dari waktu ke waktu (Arisman. 2010). Data ini dipakai dalam menghitung 3 macam indeks. 2002). Penapisan diarahkan pada orang per orang untuk keperluan khusus. dan (3) pemantauan status gizi. dkk. Kekurangan tinggi terhadap usia meriwayatkan satu masa ketika pertumbuhan tidak terjadi (gagal) pada usia dini selama periode yang cukup lama (Soekirman. serta faktor-faktor yang berkaitan dengan itu. (2) tinggi terhadap usia (TB/U) yang digunakan sebagai petunjuk tentang keadaan gizi di masa lampau. Tujuan yang hendak dicapai dalam pemeriksaan antropometris adalah besaran komposisi tubuh yang dapat dijadikan isyarat dini perubahan status gizi. Penilaian antropometris status gizi dan KKP didasarkan pada pengukuran berat dan tinggi badan.tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi yang dapat dilakukan terhadap berat badan. Pemantauannya dapat dilakukan berkesinambungan oleh masyarakat itu sendiri dengan biaya murah tanpa memerlukan peralatan rumit dan keahlian khusus (Sediaoetoma. erat hubungannya dengan konsumsi energi dan protein yang merupakan dua jenis zat gizi yang paling sering menimbulkan masalah kesehatan gizi pada skala nasional atau daerah luas regional di Indonesia. 2006) .

1 Defenisi Prestasi Belajar Prestasi belajar atau pencapaian belajar adalah tingkat keberhasilan peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar dan mengajar disekolah (Alam Bakti. 2004 2.Tabel 1 Klasifikasi Status Gizi dengan Indeks BB/U Indeks BB/U >2 SD -2 SD s/d +2 SD < -2 SD s/d -3 SD <-3 SD Klasifikasi Lebih Baik Kurang Buruk Sumber: Khomsan. 2004 Tabel 3 Klasifikasi Status Gizi dengan Indeks BB/TB Indeks BB/U >2 SD -2 SD s/d +2 SD -2 SD s/d +2 SD <-3 SD Klasifikasi Gemuk Normal Kurus/wasted Sangat kurus Sumber: Khomsan.3 Prestasi Belajar 2. 2000). 2004 Tabel 2 Klasifikasi Status Gizi dengan Indeks TB/U Indeks TB/U ≥ -2 SD <-2 SD Klasifikasi Normal Pendek/stunded Sumber: Khomsan.3. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2012) prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan .

dan lain-lain. a) Faktor lntelegensi Dalarn arti sempit yaitu kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah yang didalamnya berpikir perasaan. Intelegensi ini memegang peranan yang sangat penting bagi prestasi belajar siswa. 2. Defenisi lain yaitu. 2005 dalam Ridha 2011).dalam mata pelajaran. Menurut Slameto (2003) dan Suryabrata (2002) secara garis besarnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat dikelompokkan atas : faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah sebagai berikut : 1) Faktor Internal Adalah yang menyangkut seluruh pribadi termasuk kondisi fisik maupun mental atau psikis. kecerdasan. (Yarni. 2008. Karena tingginya peranan intelegensi dalam mencapai prestasi belajar maka guru harus memberikan perhatian yang sangat besar terhadap bidang studi yang banyak membutuhkan berpikir rasiologi untuk mata pelajaran matematika. Prestasi belajar adalah hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan kegiatan belajar yang diberikan berdasarkan atas pengukuran tertentu (Ilyas. 2009). baik yang cenderung mendorong maupun yang menghambat. Faktor internal ini sering disebut faktor instrinsik yang meliputi kondisi fisiologi dan kondisi psikologis yang mencakup minat. lazimnya ditunjukkan dengan tes yang diberikan oleh guru. dalam Tarmidi dan Ita.faktor yang mempengaruhinya. Prestasi belajar merupakan penilaian aktivitas belajar siswa yang dinyatakan dalam bentuk simbol. motivasi.3. angka. bakat. huruf. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai peserta didik dalam periode tertentu (Tarmidi. 2011) .2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar Setiap aktifitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor . Demikian juga dialami belajar (Arni 2009).

2011) d) Kondisi Psikologis Belajar pada hakikatnya adalah proses psikologi. sekolah. dan minat subyek itu sendiri. Oleh karena itu semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja mempengaruhi belajar seseorang. Anak-anak yang kurang gizi mudah lelah. 2011). Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu yang sesuai dengan bakatnya. Faktor psikologis sebagai faktor dari dalam tentu saja merupakan hal yang utama dalam menentukan intensitas belajar seorang anak. 2011). (Yarni. Orang yang ada dalam keadaan segar jasmaninya akan berlainan belajarnya dari orang yang ada dalam keadaan lelah. c) Kondisi Fisiologis Kondisi fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang. mudah mengantuk. sejumlah lahan dan merupakan perpaduan taraf intelegensi. (Nurkholis. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda. karena fisik dan psikis yang sehat sangat berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar dan sebaliknya. dan tidak mudah menerima pelajaran. (Ridha.b) Minat dan Bakat Minat adalah kecenderungan yang mantap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu. Siswa yang kurang beminat dalam pelajaran tertentu akan rnenghambat dalam belajar. 2011) . Bakat adalah potensi atau kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Anak-anak yang kekurangan gizi ternyata kemampuannya berada dibawah anak-anak yang tidak kekurangan gizi. 2006 dalam Sudarsono. (Yarni. Keadaan psikis menunjuk pada keadaan stabilitas / labilitas mental siswa. Pada umumnya komponen intelegensi tertentu dipengaruhi oleh pendidikan dalam kelas. Dan bakat adalah suatu yang dibentuk dalam kurun waktu. terlepas dari faktor lain seperti faktor dari luar dan faktor dari dalam. Itu berarti belajar bukanlah berdiri sendiri.

Lingkungan sosial. Belajar pada keadaan udara yang segar akan lebih baik hasilnya daripada belajar pada suhu udara yang lebih panas dan pengap. Faktor ini sering disebut dengan faktor ekstrinsik yang meliputi segala sesuatu yang berasal dari luar diri individu yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya baik itu di lingkungan sosial maupun lingkungan lain (Djamara. tulisan. 2011) . Dan perangkat lunak /soft ware seperti kurikulum. baik yang berwujud manusia dan representasinya (wakilnya). 2011). Representasi manusia misalnya memotret.1) Faktor Eksternal Faktor yang bersumber dari luar diri individu yang bersangkutan. dan pedoman belajar lainnya. walaupun yang berwujud hal yang lain langsung berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. a) Faktor Lingkungan Faktor lingkungan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. kelembaban udara berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Faktor-faktor ini dapat berupa perangkat keras /hard ware misalnya gedung. alat-alat praktikum. (Yarni. (Yarni. dan rekaman suara juga berpengaruh terhadap hasil belajar. Seseorang yang sedang belajar memecahkan soal akan terganggu bila ada orang lain yang mondar-mandir di dekatnya atau keluar masuk kamar. 2008 dalam Yarni. yaitu lingkungan Alami seperti keadaan suhu. dan sebagainya. 2011) b) Faktor Instrumental Faktor-faktor instrumental adalah yang penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. perlengkapan belajar. program. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan yang telah dirancang.

2. otak seorang anak akan terus berproliferasi dengan pematangan dari sel-sel saraf mencapai usia 10 sampai . 2011) 2) Tes sub sumatif Adalah tes yang diberikan kepada siswa pada tahap-tahap tertentu misalnya dua minggu sekali atau satu bulan sekali selama catur wulan atau semester yang bersangkutan. Tujuannya selain untuk mengetahui gambaran daya serap materi yang telah diberikan.3 Penilaian Prestasi Belajar Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa maka dilakukan melalui tes prestasi belajar berdasarkan tujuan dan ruang lingkupnya. karena sampai dengan usia 3 tahun. Status gizi dan prestasi seorang anak dalam belajar tidak dapat dipisahkan.//// 2. 2011). Fungsi tes tersebut untuk menilai penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran yang telah diajarkan selama jangka waktu tertentu (Purwanto. Tes prestasi belajar digolongkan dalam penilaian sebagai berikut: 1) Tes formatif Tes yang diberikan kepada siswa pada akhir program satuan pembelajaran.4 Hubungan Status Gizi Terhadap Prestasi Belajar Status gizi seseorang terutama pada anak sangat penting dan harus terus diperhatikan. (Yarni 2011) 3) Tes sumatif Tes ini biasa diadakan tiap catur wulan sekali atau setiap semester. hasilnya akan digabungkan dengan nilai tes sumatif yang akan menjadi nilai rapor. (Yarni. 2002 dalam Yarni. Fungsinya untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa dalam penguasaan bahan atau materi yang bertujuan untuk memperoleh gambaran daya serap siswa terhadap bahasan tersebut. Gizi berperan pada anak terutama dalam hal pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.3.

berfungsi dalam hal sel-sel pada mata yaitu pada sel batang dan kerucut untuk melihat dan beradaptasi dalam gelap dan terang. Vitamin E dengan zat aktif tocopherol berfungsi dalam hal melindungi membrane saraf. (Judith. (Bourre. 2006) . 2005) Setiap gizi yang diperoleh oleh seorang anak memiliki peran dan fungsinya masing-masing dalam pertumbuhan dan perkembangan terutama pada otak. Peran makronutrisi yaitu polysaturated omega-3 asam lemak esensial merupakan penyusun terbesar pada struktur dari membran fosfolipid dari otak dan sangat penting pada penglihatan dan kapabilitas dalam intelektual bayi dan usia pre-sekolah. dan mineral. Vitamin D berguna untuk mencegah terjadinya gangguan pada neurodegenerasi. Hal ini juga akan mempengaruhi sistem hormonal seorang anak yaitu estrogen dan testosterone. Vitamin B9 berguna dalam berkembangan otak dan membantu dalam hal memory otak. peran lain dari asam amino essensial adalah penyusun terpenting dari formasi neurotransmitter. Vitamin C berguna dalam hal neurotransmitter terutama pada nerve ending tempat terjadinya suatu potensial aksi. Vitamin B6 berguna dalam hal mensintesis neurotransmitter otak. Mikro nutrisi yang terdiri dari vitamin. vitamin B1 membantu untuk memproduksi dan membantu dalam pemanfaatan glukosa oleh jaringan saraf peran ini penting dalam memodulasi fungsi kognitif. membantu meningkatkan fungsi kognitif. 2006) Mikro nutrisi tidak kalah pentingnya dari makro nutrisi.dengan 12 tahun. Dalam hal ini dapat dibagi menjadi 3 bagian gizi yang dapat kita peroleh dari makanan. Vitamin B12 memiliki peran yang cukup besar yaitu dalam hal sintesis neurotransmitter otak sejak dalam kandungan. penentuan pola piker serta penalaran yang akan matang pada usia 11 sampai 14 tahun. yaitu makro dan mikro nutrisi. (Bourre. kemampuan bicara dan terutama dalam hal perkembangan lobus frontal anak. Dan terakhir adalah vitamin A. Makronutrisi lain adalah protein dengan asam amino pada otak merupakan penyusun terpenting dan memiliki kontribusi pada fungsi serebral dimana trytophanlah yang memiliki peran terpenting.

Cuprum yang mengalami defisiensi dapat menyebabkan deposit pada basal ganglia dan terjadinya neurodegenerasi. 2006) . Menurut penelitian pada anak yang menalami gangguan perhatian seperti hiperaktifitas ditemukan adanya deficit besi sehingga dapat dijadikan suatu faktor resiko dan deficit besi juga dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif anak. Besi melalui sitokrom oksidase berfungsi untuk memproduksi energy dalam parenkim otak. zinc dan cuprum.Peran mineral dalam tubuh juga cukup vital terutama pada otak. magnesium. sedangkan magnesium berguna dalam hal reduksi-oksidasi pada otak. (Bourre. beberapa mineral yang menurut penelitian berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak diantaranya adalah besi. zinc berguna dalam hal persepsi pengecapan dan sebagai pertahanan terhadap radikal bebas. Peran mineral lain adalah zinc dan magnesium. besi juga berguna dalam sintesis neurotransmitter dan myelin. Mineral lain adalah iodine. idonine berguna dalam semua metabolism dalam tubuh terutama pada otak.

1 Kerangka Konsep Pada penelitian ini.BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL 3. kerangka konsep tentang hubungan status gizi dengan prestasi belajar pada siswa siswi SD Dharma Wanita adalah.2 Defenisi Operasional B nv Belajar .1 : Kerangka Konsep Prestasi 3. Status Gizi Gambar 3.