You are on page 1of 38

Kegawatan dalam

Dermatologi

dr. Uun Khusnul K, SpKK

Urtikaria dan Angioedema

.

.

.

.

.

.

dapat diulang  Urtikaria dingin: 15-30 menit kemudian siproheptadin  Kortikosteroid setara dengan prednison 60. dapat digunakan hidroksizin minggu  Urtikaria kolinergik dan atau difenhidramin 4 x 25-50 mg  Angioedema: disertai obstruksi sal. dosis diturunkan 510 mg/hr .3 – 0. Napas: fisik: hidroksizin  Epinefrin 0. diturunkan  AH non sedatif perlahan setiap 2-3  Bila tidak berhasil.5 ml/kali . AH non sedatif  Kortikosteroid setara dengan prednison 10 mg/hr . Desensitisasi 80 mg/hr selama 3 hr.

Sindroma Stevens-Johnson .

.

.

.

.

THT. betadin gargle – Kompres terbuka NaCl 0. Gigi dan mulut.Penatalaksanaan • • • • • • • • • • Rawat inap Identifikasi dan hentikan obat penyebab Perbaikan keseimbangan cairan. elektrolit dan protein Kortikosteroid sistemik Antibiotik sistemik Antipiretik Antihistamin sedatif (prn/bila gatal) Diet: Tinggi kalori tinggi protein (TKTP) Konsul: bagian mata. Gizi Topikal: – Antibiotik topikal: erosi.9% : krusta . eksoriasi – Lesi mulut: kenalog in ora base.

elektrolit Konsul Gizi: diet cair/ lunak dan TKTP Konsul: Interna. eksoriasi  Kenalog in ora base 2x/hr: bibir  Betadin gargle 3x/hr: kumur2  Kompres terbuka NaCl 0. Gigi dan mulut Tatalaksana: Infus RL 20 tpm atau D5 20 tpm R/ inj deksametason 2-0-1 amp/IV (3 hari. THT. kreatinin. Ureum. albumin.9%: 2x/hari (daerah berkrusta) Saran: Tidur dengan alas daun pisang Kompres bila menggigil atau demam . SGOT. SGPT. lesi membaik turunkan setengah ampul) R/ inj Ranitidin 2 x 1 amp/IV R/ inj Gentamisin 2 x 80 mg/IV (skin test terlebih dahulu) Paracetamol 3 x 500 mg (prn.Dx: Sindroma Stevens-Johnson Awasi KU dan TTV Lab: Darah dan urin rutin. Mata. bila alergi paracetamol dapat diganti ibuprofen CTM 3 x 4 mg (prn/gatal) Topikal :  Gentamisin krim 2x/hari: erosi. GDS. bila t > 38°C).

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET) .

.

.

.

THT. eksoriasi – Lesi mulut: kenalog in ora base. Gigi dan mulut.Penatalaksanaan • • • • • • • • Rawat inap Identifikasi dan hentikan obat penyebab Perbaikan keseimbangan cairan. elektrolit dan protein Kortikosteroid sistemik dosis tinggi Antibiotik sistemik Diet: Tinggi kalori tinggi protein (TKTP) Konsul: bagian mata. betadin gargle – Kompres terbuka NaCl 0.9% : krusta . Gizi Topikal: – Antiseptik topikal: erosi.

SGPT.Dx: Nekrolisis epidermal toksik Awasi KU dan TTV Lab: Darah dan urin rutin. albumin. lesi membaik turunkan setengah ampul) R/ inj Ranitidin 2 x 1 amp/IV R/ inj Gentamisin 2 x 80 mg/IV (skin test terlebih dahulu) Topikal :  Sulfadiazin perak krim 2x/hari: erosi. elektrolit Konsul Gizi: diet cair/ lunak dan TKTP Konsul: Interna. Gigi dan mulut Tatalaksana: Infus RL 20 tpm atau D5 20 tpm R/ inj deksametason 2-0-2 amp/IV atau 3-0-2 amp/IV (3 hari. SGOT. Mata. GDS. Ureum. eksoriasi  Kenalog in ora base 2x/hr: bibir  Betadin gargle 3x/hr: kumur2  Kompres terbuka NaCl 0. kreatinin.9%: 2x/hari (daerah berkrusta) Saran: Tidur dengan alas daun pisang Kompres bila menggigil atau demam . THT.

ERITRODERMA .

.

.

.

.

.

.

.

STAPHYLOCOCCAL SCALDED-SKIN SYNDROME (SSSS) .

.

.

.

.

.

Terima Kasih .