You are on page 1of 31

Teori Himpunan

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering membicarakan objek-objek diskrit, misalnya buku,
komputer, mahasiswa, nilai ujian, dan lain-lain. Ilmu Komputer atau Informatika menjadikan
objek-objek diskrit sebagai titik pokok pembicaraan. Pada prakteknya, data yang diolah oleh
komputer adalah bentuk diskrit, misalnya data angka, data karakter, data suara (digital), data
gambar (digital).
Dalam membicarakan objek diskrit, kita sering berhadapan dengan situasi yang berhubungan
dengan sekumpulan objek didalam suatu kelompok atau kelas, dan kita mengacu objek yang
termasuk di dalam suatu kelompok. Misalnya, ”semua mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika
Undiksha Angkatan 2008” adalah sebuah kelompok yang terdiri atas sejumlah mahasiswa
Undiksha Angkatan 2008 dari jurusan Pendidikan Teknik Informatika.
Terminologi dasar tentang sekumpulan objek diskrit adalah himpunan. Himpunan digunakan
untuk mengelompokkan objek bersama-sama. Teori himpunan merupakan konsep paling dasar
dalam pembahasan objek-objek diskrit. Banyak konsep Ilmu Komputer/Informatika yang diacu
dalam terminologi himpunan. Kuliah Matematika Diskrit ini kita mulai dari konsep himpunan ini.
1.1

Definisi Himpunan
Cukup banyak definisi tentang himpunan. Definisi yang kita pakai di sini diambil dari
[LIU85].
DEFINISI 1.1.
Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.
Seperti yang kita singgung di bagian pengantar, himpunan digunakan untuk
mengelompokkan sejumlah objek. Objek yang terdapat di dalam himpunan disebut
elemen, unsur, atau anggota.

1.2 Penyajian Himpunan

1

Terdapat banyak cara untuk menyajikan himpunan. Di sini kita mengemukakan 4 cara
penyajian, yaitu mengenumerasi elemen-elemennya, menggunakan simbol-simbol baku,
menyatakan syarat keanggotaan, dan menggunakan diagram Venn.
1. Enumerasi
Mengenumerasi artinya menuliskan semua elemen himpunan yang bersangkutan di antara
dua buah tanda kurung kurawal. Biasanya suatu himpunan diberi nama dengan
menggunakan huruf kapital maupun dengan menggunakan simbol-simbol lainnya.

Contoh 1.1.
Himpunan A yang berisi empat buah bilangan asli pertama dapat ditulis sebagai .
A = {1, 2, 3, 4}.

Contoh 1.2.
Himpunan B yang berisi lima buah bilangan genap positif pertama adalah B  {4,6,8,10} .

Contoh 1.3.
Meskipun himpunan biasanya digunakan untuk mengelompokkan objek yang mempunyai
sifat mirip, tetapi dari definisi himpunan kita mengetahui bahwa sah-sah saja elemenelemen di dalam himpunan tidak mempunyai hubungan satu sama lain, asalkan berbeda.
Sebagai contoh, {kucing, a, Amir, 10, paku} adalah himpunan yang terdiri dari lima
elemen, yaitu kucing, a, Amir, 10, paku.

Contoh 1.4.
Contoh-contoh himpunan lainnya:
R  {a, b, {a, b, c}, {a, c}}

C  {a, {a}, {{a}}}

K  {{}}

Perhatikan dari contoh 1.4, C adalah himpunan yang terdiri dari 3 elemen, yaitu

a , {a} ,

dan {{a}} . Contoh 1.4 memperlihatkan bahwa suatu himpunan dapat merupakan anggota
himpunan lain. Perhatikan juga bahwa K hanya berisi satu elemen, yaitu {}. Lebih lanjut,
{} disebut himpunan kosong, sering dilambangkan dengan Ø (lihat upabab 1.4).
Untuk menuliskan himpunan dengan jumlah anggota yang besar dan telah memiliki
urutan tertentu dapat dilakukan dengan menggunakan tanda ’...’(ellipsis).

2

Contoh 1. 5.
Himpunan alfabet ditulis sebagai {a, b, c,..., x, y , z} , dan himpunan 100 buah bilangan
asli pertama ditulis sebagai {1,2,...,100} .
Untuk menuliskan himpunan yang tak berhingga banyak anggotanya, kita dapat juga
menggunakan tanda ’...’(ellipsis).

Contoh 1. 6.
Himpunan bilangan bulat positif ditulis sebagai {1,2,3,...} .
Terhadap suatu himpunan, suatu objek dapat menjadi anggota atau bukan anggota
himpunan tersebut. Untuk menyatakan keanggotaan tersebut digunakan notasi berikut:
x  A untuk menyatakan x merupakan anggota himpunan A; dan
x  A untuk menyatakan x bukan merupakan anggota himpunan A.

Contoh 1.7
Misalkan A  {1,2,3,4}, R  {a, b,{a, b, c}, {a, c}}, dan K  {{}} , maka

2 A

2 R
{a, b, c}  R
{a}  R
{}  K
{}  R

Contoh 1.8
Bila P1  {a, b}, P2  {{a, b}}, P3  {{{a, b}}}, maka
a  P1
a  P2
P1  P2
P 1  P3
P2  P3

2. Simbol-simbol Baku

3

.} Q = himpunan bilangan rasional R = himpunan bilangan riil C = himpunan bilangan kompleks Kadang-kadang kita berhubungan dengan himpunan-himpunan yang semuanya merupakan bagian dari sebuah himpunan yang universal.} Z = himpunan bilangan bulat = {.2.2.. Bagian di kiri tanda ’|’ melambangkan elemen himpunan b. Bagian di kanan tanda ’|’ menunjukkan syarat keanggotaan himpunan d. misalnya U = {1.. Notasi Pembentuk Himpunan Cara lain menyajikan himpunan adalah dengan notasi pembentuk himpunan (set builder).Terdapat sejumlah simbol baku yang biasa digunakan untuk mendefinisikan himpunan yang sering digunakan. Himpunan yang universal ini disebut semesta dan disimbolkan dengan U..2.3.3..0. 3.dinyatakan sebagai A = {x|x adalah himpunan bilangan bulat positif lebih kecil dari 5} Atau dalam notasi lain yang lebih ringkas: 4 . Dengan cara penyajian ini.-2.} N = himpunan bilangan alami (natural) = {1..2. himpunan dinyatakan dengan menulis syarat yang harus dipenuhi oleh anggotanya. Himpunan U harus diberikan secara eksplisit atau diarahkan berdasarkan pembicaraan.4. (i) A adalah himpunan bilangan bulat positif yang kecil dari 5.3. Setiap tanda ’..5}.’ di dalam syarat keanggotaan dibaca sebagai dan Contoh 1..-1. Tanda ’|’ dibaca dimana atau sedemikian sehingga c..9..5} dan A adalah himpunan bagian dari U.. Notasi:{x|syarat yang harus dipenuhi oleh x} Aturan dalam penulisan syarat keanggotaan: a. antara lain: P = himpunan bilangan bulat positif = {1.1.. Sebagai contoh. dengan A = {1.

b  0} (iv) M adalah himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika Diskrit.3.8} ...7.2.8}. M = {x|x adalah mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika Diskrit} 4.4. di dalam diagram Venn. Diagram Venn Diagram Venn menyajikan himpunan secara grafis. x  5 } Yang ekivalen dengan {1. dinyatakan sebagai B = {x|x adalah himpunan bilangan genap positif lebih kecil atau sama dari 8} Atau dalam notasi lain yang lebih ringkas: B  {x | x / 2  P.2.6.5} dan B  {2..8} (iii) Notasi pembentuk himpunan sangat berguna untuk menyajikan himpunan yang anggotaanggotanya tidak mungkin dienumerasikan.5. Contoh 1. Ketiga himpunan tersebut digambarkan dengan diagram Venn Pada Gambar 2. himpunan semesta (U) digambarkan sebagai suatu segi empat sedangkan himpunan lainnya digambarkan sebagai lingkaran di dalam segi empat tersebut.1. B adalah himpunan bilangan genap positif yang lebih kecil atau sama dengan 8.A  { x | x  P.. A  {1. Cara penyajian himpunan ini diperkenalkan oleh matematikawan Inggris yang bernama John Venn pada tahun 1881.2  x  8} Yang ekivalen dengan {2.3. dinyatakan sebagai Q  {a / b | a.2.10 Misalkan U  {1. Misalnya Q adalah himpunan bilangan rasional. b  Z . 5 .4} (ii).6.

Sebagai contoh. 6 . dengan elemen-elemen A (yang berbeda) adalah a. Contoh 1.11. (i) B = {x|x merupakan bilangan prima yang lebih kecil dari 20}.Gambar 1.10 1. Notasi : n(A) atau |A| Catatan Di dalam buku ini. 10. Amir.7. Himpunan yang tidak berhingga banyak anggotanya mempunyai kardinalitas tidak berhingga pula.3 Kardinalitas Misalkan A merupakan himpunan yang elemen-elemennya berhingga banyaknya. Amir. a.3. kita menggunakan notasi |A| untuk menyatakan kardinalitas himpunan. paku} maka |T| = 5. 10. Jumlah elemen A disebut kardinal dari himpunan A.19 T = {kucing. dan {{a}}. dengan elemen-elemen B adalah 2. (ii) A = {a. {a}. 1. dengan elemen-elemen T (yang berbeda) adalah kucing.13. {{a}}.4 Himpunan Kosong DEFINISI 1.5. maka |A| = 3.11. {a}. dan paku. maka |R| = ∞. Maka |B| = 8. himpunan bilangan riil mempunyai jumlah anggota tidak berhingga.17.2.1 Diagram Venn untuk Contoh 1. a.

3. {Ø}}.2 Diagram Venn untuk A  B (iii) {1.3} (v) N Z R C 7 .2.5 Himpunan Bagian (subset) DEFINISI 1.3.2. begitu pula himpunan {{ }.Himpunan yang tidak memiliki satupun elemen atau himpunan dengan kardinal = 0 disebut himpunan kosong (null set). Dalam hal ini.2. Notasi : Ø atau {} Contoh 1.4. maka n(E) = 0 (ii) P = {orang Indonesia yang pernah ke bulan}. A  B digambarkan pada Gambar 1. Gambar 1.5} (iv) {1.2.3}  {1.12. n(A) = 0 perhatikan bahwa himpunan {{ }} dapat juga ditulis sebagai {Ø}. Notasi : A B Dalam diagram Venn. B dikatakan superset dari A. Himpunan A dikatakan himpunan bagian dari himpunan B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen dari B. 1. {{ }}} dapat juga ditulis sebagai {Ø. (i) E = {x|x<x}.3}  {1. maka n(P) = 0 (iii) A = {x|x adalah akar-akar persamaan kuadrat x 2  5 x  10  0 }.2.

jika A = {1. Jika kita ingin menekankan bahwa A adalah himpunan bagian dari B tetapi A ≠ B maka kita menulis A  B. Sebagai contoh. Notasi: A=B  A  B dan B  A 8 . y  0 } dan B = {(x.4. Oleh karena itu.x  . dan kita katakan bahwa A adalah himpunan bagian sebenarnya (proper subset) dari himpunan A. Kita hanya perlu menyatakan bahwa bagian hipotesis (yaitu x  Ø) selalu bernilai salah karena Ø tidak mempunyai anggota. x  0 dan y  0}.6 Himpunan yang Sama DEFINISI 1. Himpunan A dikatakan sama dengan himpunan B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen B dan sebaliknya setiap elemen B merupakan elemen A. bahwa untuk sembarang himpunan A.(vi) Jika A = {(x. Catatlah bahwa himpunan {Ø } bukan merupakan himpunan bagian dari himpunan {{Ø}}. Untuk membuktikan bahwa Ø  A. 1. maka B  A.2.y)|x + y <4. maka x  A” selalu benar ( sesuai dengan definisi himpunan bagian ). himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari A (Ø  A). Perlu dicatat. 2. maka Ø dan A disebut himpunan bagian tak sebenarnya (improper subset) dari himpunan A.3} merupakan proper subset dari {1. Sebagai contoh. A adalah himpunan bagian dari A itu sendiri (A  A ).2. himpunan {1} dan {2.3}. kalimat tersebut akan selalu bernilai benar tanpa tergantung kepada himpunan A. kita harus memperlihatkan bahwa implikasi ”jika x  Ø. bahwa Ø  A dan A  A. maka {1. y) | 2x  y  4.2. namun ia merupakan anggota himpunan{{Ø }}. A tidak sama dengan B.3} adalah improper subset dari A. 1. Dari (1) dan (2) di atas.3}. Sebaliknya.

1} = {1. B.1}={1.5.2.Contoh 1.5} dan B = {5.1.1} 3. maka A = B (ii) jika A = {3. dan C = C (b) Jika A = B.7 untuk tiga buah himpunan.3.1} dan B = {x|x (x-1) = 0}. maka A~B 1.2. himpunan A dikatakan ekivalen dengan himpunan B jika dan hanya jika kardinal dari kedua himpunan tersebut sama. Jadi {1. maka A ≠ B tiga prinsip yang perlu diingat dalam memeriksa kesamaan dua buah himpunan: 1.1. pengulangan elemen tidak mempengaruhi kesamaan dua buah himpunan.5. urutan elemen dalam himpunan tidak penting. (i) jika A = {0.3.1.15.2.14.3}={1. Dua himpunan A dan B dikatakan saling lepas (disjoint) jika keduanya tidak memiliki elemen yang sama.3} = {3.8}.5} dan B = {3. C berlaku aksioma berikut: (a) A = A.5.2.3.d}. Jika A = {1.8}. 1.2} 2.5.6. Notasi : A ~ B  |A| = | B | Contoh 1.b. Notasi : A // B 9 .1}={1} {1.c. A. maka A = B (iii) jika A = {3. {1.2. maka B = A (c) Jika A = B.8. B = B. Jadi.8 HIMPUNAN SALING LEPAS Definisi 1.7} dan B = {a. dan B = C maka A = C himpunan yang ekivalen definisi 1.8.3.

18. Himpunana kosong dari himpunan kosong adalah P(Ø) = {Ø}. {2}. maka |P(A)| = 2m .20..3.{Ø} }}.9 HIMPUNAN KUASA Definisi 1..Diagram Venn yang menggambarkan dua himpunan yang saling lepas ditunjukan pada gambar 1.3 diagram venn untuk A  B Contoh 1..17. {1}.2}} Contoh 1. Notasi : P(A) atau 2A Contoh 1..x < 8} dan B = {10. Jika A = {1.7 Himpunan kuasa (power set) dari himpunan A adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan semua himpunan bagian dari A. Kardinalitas himpunan kuasa ini dapat dibuktikan sebagai berikut: 10 .16 Jika A = { x | x  P. termasuk himpunan kosong dan himpunan A itu sendiri.}.30. {1.2}. maka P(A) = {Ø. Berapa banyak anggota himpunan kuasa dari sembarang himpunan A? Jika |A| = m. U A B Gambar 1. maka A // B 1. dan himpunan kuasa dari {Ø} adalah P({Ø}) = {Ø.

Bukti: Susun elemen-elemen A sebagai barisan (a1.. Notasi : A  B = { x | x A dan x B Diagram venn untuk A  B ditunjukan pada gambar 1..a2.. Contoh 1.8 Irisan (intersection) dari himpunan A dan B adalah himpunan yang setiap elemennya merupakan elemen dari himpunan A dan himpunan B. (ii).19. irisannya adalah himpunan kosong. Bentuk himpunan bagian Ai dari A dan juga bentuk barisan-barisan biner Ei = (e1i. maka terbukti bahwa jumlah himpunan bagian dari himpunan A sama dengan 2n..4 diagram venn untuk A  B (daerah A  B diarsir) Pada dua himpunan yang saling lepas... dan (iii) di bawah ini. Irisan Definisi 1...10 OPERASI TERHADAP HIMPUNAN a. 1.eni} Dengan e ji = 1 bila aj ada di dalam Ai e ji = 0 jika aj tidak ada di dalam Ai Banyaknya kombinasi Ei yang mungkin adalah 2n-1. e2i. 11 .. Tinjau (i).an).4 U A B Gambar 1.. mengingat himpunan kosong juga merupakan himpunan bagian A...

Jika A = {(x.7. x. maka A  B = {2.9 Gabungan(union) dari himpunan A dan B adalah himpunan yang setiap anggotanya merupakan anggota himpunan A atau himpunan B.(i) (ii) Jika A = {2.8} dan B = {7.22} (ii) A Ø = A c.8.y R} dan B = {(x. maka A  B = Ø.5.5.8.14. Artintya:A//B b.4. (i) Jika A = {2. 12 .5 diagram venn untuk A  B(daerah A  B diarsir) Contoh 1.5.10} dan B = {4.10}. Tinjau (i) dan (ii) di bawah ini.9} dan B = {-2.10. maka A  B = {(5.2)} (iii) Jika A = {3.6.x.10.18}.20.y) |x – y = 3. Komplemen definisi 1.6}. maka A  B = {4.y  R}.22}. Gabungan Definisi 1.5.y) | x + y = 7. Notasi : A  B = {x |x A atau x B} diagram venn untuk A  B ditunjuk pada gambar 1.5 U A B Gambar 1.

22... x < 9}..6 Diagram venn untuk Ā (daerah Ā diarsir) Contoh 1.5..4.7.3. (i) Jika A = {1...21. 3 . Misalkan: A = himpunan semua mobil buatan dalam negeri B = himpunan semua mobil impor C = himpunan semua mobil yang dibuat sebelum tahun 1990 D = himpunan semua mobil yang nilai jualnya kurang dari Rp 100 juta E = himpunan semua mobil milik mahasiswa universitas tertentu (i) pernyataan ”mobil universitas ini produksi dalam negeri atau diimpor dari luar negeri” dapat dinyatakan dalam notasi himpunan sebagai ( E ∩ A) U (E ∩ B) atau E  ( A  B) (ii) Pernyataan ”semua mobil produksi dalam negeri yang dibuat sebelum tahun 1990 yang nilai jualnya kurang dari 100 juta” dapat dinyatakan dalam notasi himpunan sebagai A  C D 13 .. Notasi : Ā = {x| x  U dan x  A} diagram venn untuk Ā ditunjuk pada gambar 1.7.9}.. maka Ā = {2.Komplemen dari suatu himpunan A terhadap suatu himpunan semesta U adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan elemen U yang bukan elemen A..9}..8} (ii) Jika A = {x|x/2 P..3.9} U A Gambar 1. 2..6 contoh 1. misalkan U = { 1.6. maka Ā = {1.

Notasi : A – B = {x| x  A dan x  B} = A  B Diagram venn untuk A – B ditunjuk pada gambar 1. 5} – {1...11. 4. 5. 8. 5} = {2} (iii) A = himpunan fungsi terus menerus ( kontinu) dan terbatas di dalam selang [0.7 U A B Gambar 1.. (i) Jika A = {1. 3} = {5}.. 7. 3.. 10}. 6. 2. Selisih antara A dan B dapat juga dikatakan sebagai komplemen himpunan B relatif terhadap himpunan A.10} dan B = {2. 3. dan (iv) di bawah ini. 2.1] 14 . Selisih dari dua himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan elemen A dan bukan elemen B.(iii) Pernyataan bahwa ”semua mobil impor buatan setelah tahun 1990 mempunyai nilai jual lebih dari Rp 100 juta dapat dinyatakan dalam notasi himpunan sebagai CDB d.. tetapi{1.9} dan B – A = Ø (ii) {1. 3. (ii). Tinjau (i). 3.7 diagram venn untuk A – B (daerah A – B diarsir) Contoh 1. Selisih Definisi 1. 3} – {1.1] B = himpunan fungsi differentiable di dalam selang [0. maka A – B = {1. 2. (iii).23.

6} (ii) A = himpunan segitiga sama kaki. (i) Jika A = { 2. 3. U A B Gambar 1. B = himpunan segitiga siku-siku. 5}. Notasi: AB=(AB)-(AB)=(A-B)(B-A) Diagram venn untuk A B diarsir ditunjukan pada gambar 1.24.8.1] (iv) Komplemen dari sembarang himpunan A terhadap semesta U dapat juga didefinisikan sebagai Ā = U – A e. 5.7 diagram venn untuk A  B (daerah A  B diarsir) Contoh 1. Tinjau (i) dan (ii) di bawah ini. Beda setangkup dari himpunan A dan B adalah sesuatu himpunan yang elemennya ada pada himpunan A atau B. tetapi tidak pada keduanya. 15 . 4. (iii) A  B = himpunan segitiga sama kaki yang tidak siku-siku dan segitiga siku-siku yang tidak sama kaki.12. Beda setangkup (symmetric difference) Definisi 1. 6 } dan B = {2.B – A = himpunan fungsi diferentiable tidak terbatas di dalam selang [0. 4. maka A  B = {3.

Misalkan: U = Himpunan mahasiswa P = Himpunan mahasiswa yang nilai ujian UTS di atas 80 Q = Himpunan mahasiswa yang nilai ujian UAS di atas 80 Seorang mahasiswa mendapat nilai A jika nilai UTS dan UAS keduanya di atas 80. Tinjau (i) dan (ii) di bawah ini. 2.Contoh 1. (3. (2. b).26. |B| 2. Pasangan berurutan (a. maka perkalian kartesian C dan D adalah C x D = { (1. b) } (ii) misalkan A = himpanan semua bilangan riil. maka: |A x B| = |A| . dan D = {a. (1. 16 . a). (3. Notasi:A x B = {(a.13.b) berbeda dengan (b. a). Perkalian kartesian (Cartesian products) dari himpunan A dan B adalah himpunan yang elemennya semua pasangan berurutan (ordered pairs) yang mungkin terbentuk dengan komponen kedua dari himpunan A dan B. Perkalian kartesian Definisi 1. mendapat nilai B jika salah satu ujian di atas 80. a). b}. 3}.25. b). (i) misalkan C = {1. maka A x B = himpunan semua titik di bidang datar Catatan 1. jika A dan B merupakan himpunan berhingga. dan mendapat nilai C jika keduanya di bawah 80. (2.b) | a  A dan b  B} Contoh 1.a). maka dalam notasi himpunan (i) pernyataan “semua mahasiswa yang mendapat nilai A” adalah P  Q (ii) pernyataan “semua yang mendapat nilai B” adalah P  Q (iii) pernyataan “semua mahasiswa mendapat nilai C” adalah U – (P  Q) f.

(m.2). 4. m = mie rebus} B = himpunan minimum = { c = coca-cola. g = gado-gado. (m. n = nasi goreng.27. d).1). Jika A =  atau B =  maka A x B = B x A =  Contoh 1. (g. c). yaitu {(s. misalkan: A = himpunan makanan = { s = soto. (b. (m. d).Sifat Operasi Himpunan 17 . (s.3 = 12 kombinasi makanan dan minuman. | B | = 4. c). t).24 (i) di atas. c).11 Sifat. (s.2). (n. 1. (g. d). c). (b. t).3) }  C x D. (a.3). t). d = es dawet} Berapa banyak kombinasi makanan dan minuman yang dapat disusun dari kedua himpunan di atas? Jawab | Ax B | = | A| .1). (a. yaitu A x B  B x A dengan syarat A dan B 3. tidak kosong. t). t = teh. Pada contoh 1. (n.Perkalian kartesian tidak komutatif. d)}. (n. D x C = {(a. (b. (g.

. A2.AA=  4.. Hukum 0/1: - = U - U =  Perapatan Operasi Himpunan Perapatan (generalization) operasi dapat dilakukan dengan menggunakan dasar perapatan yang ada pada operasi aritmatika biasa. Hukum distributif : .A B  A B ..A(AB) = A .  An   Ai i 1 n A1  A2    An   Ai i 1 n A1  A2    An   Ai i 1 18 ..AU=U .A  (B  C)=(A  B)  C 10. Hukum Komplemen 5.A(AB) = A 8. Hukum Komutatif: -A B = B A .12 -A Ā = U -A A=A -A Ā =  Hukum Involusi: -A  A = A 6..( A) = A ..A(B  C) = (AB) (AC) .An merupakan himpunan. Hukum Asosiatif: 7.. Hukum DeMorgan : . Misalkan A1.A = A 3. Hukum identitas: 2...  An  n A i i 1 n A1 A2  .A= .A=A . hukum idempotent: 1.AU =A . Hukum null: . Hukum Penyerapan: .A3..A  (B  C)=(A  B)  C -A B = B A .1..A  (B  C)=(A  B)  C -A B = B A 9.A B  A B 11. maka: A1  A2  .A  (BC) = (AB)  (AC) ..

(1.0..B = {a.(A Bn) Menjadi: n n i 1 i 1 A (Bi )  ( A  Bi ) 1. (1..2..Contoh 1. Misal A = {1. Himpunan A dan himpunan B mungkin saja memiliki elemen-elemen yang sama. Maka A X B X C = {(1.).)} Notasi perapatan diatas dapat mempermudah penulisan ekspresi yang panjang.. Misalkan: A1={0. ). Setiap unsur yang sama itu telah dihitung dua 19 .b. (2.).}.3.6. Bn) = (A  B1)  (A B2) .b} dan C = {. a.9} i 1 Contoh 1. b.1. (1.28.3.a. ).a. b.3.3} A2={1.).). (2. misalnya: A  (B1  B2 .2.a.).13 Prinsip Inklusi-Ekslusi Berapa banyak anggota didalam gabungan dua buah himpunan A dan B? Penggabungan dua buah menghasilkan dua buah himpunan baru yang elemen-elemenya berasal dari himpunan A dan himpunan B.6} A3={-1.(2. 3  Ai  {3} i 1 3  A j = {-1.2... (2.2}.b. Banyaknya elemen bersama antara A dan B adalah  A  B ..29.0.9} Maka.

A = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 3 B = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 5 A  B = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 3*5 yang ditanyakan adalah  AB ? Terlebih dahulu harus dihitung  A =  100/3 = 33. untuk tiga buah himpunan A.30 Kita ingin menghitung banyaknya bilangan bulat antara 1 dan 100 yang habis dibagi 3 atau 5. dan 114 mengambil kuliah Bahasa Jerman. AB . berlaku  A  B  C  =  A +  B +  C .  B =  100/5 = 20. dan 14 orang mengambil kuliah Bahasa Perancis dan Bahasa Jerman. Misalkan.2 A  B Contoh1.B dan C. Sebanyak 103 orang mengambil kuliah Bahasa Inggris dan Perancis.  A  B =  100/ (3 * 5)  = 6 Untuk mendapatkan  A  B =  A +  B - A  B = 33 + 20-6 = 47 Jadi. jumlah elemen hasil penghubungan seharusnya adalah jumlah elemen dimasing-masing himpunan dikurangi dengan jumlah elemen didalam irisannya. AB Prinsip ini dikenal dengan nama prinsip inklusi-eksklusi. ada 47 buah bilangan yang habis dibagi 3 atau 5. 23 orang mengambil kuliah Bahasa Inggris dan Jerman. kita dapat menghitung jumlah elemen hasil operasi beda setangkup:  A  B =  A +  B . 879 orang mengambil kuliah Bahasa Perancis. karena itu. A  C . sekali pada  A dan sekali pada  B . Prinsip inklusi dapat dirapatkan lebih dari dua buah himpunan.kali. atau  AB =  A +  B . Jika 2092 orang 20 . Dengan cara yang sama. meskipun ia seharusnya dianggap sebagai satu buah elemen didalam  AB . B  C +  A  B  C Kerjakan 1 : Sebanyak 1232 orang mahasiswa mengambil mata kuliah Bahasa Inggris.

Misalkan S adalah suatu kesamaan yang melibatkan himpunan dan operasi-operasi seperti komplemen.  →  dan  . 21 .10 kita dapat melihat bahwa beberapa sifat operasi himpunan merupakan analog  satu sama lain.14 Prinsip Dualitas Pada upabab 1. U dengan Ø. dengan mengganti  → . Sebagai contoh. Prinsip dualitas pada himpunan. dan membiarkan komplemen tetap C) = (A   A=  C analog dengan A  (B  A B) seperti dinyatakan sebelumnya. Prinsip dualitas merupakan Prinsip yang penting dalam aljabar himpunan. Jika S* diperoleh dari S  . Hukum yang satu diperoleh dari hukum yang lain dengan cara mengganti  dengan  .14. Prinsip ini dikenal sebagai Prinsip Dualitas.  dengan  . Ø dengan U. Ø → U. A tanda (B  C) = (A  B) = U analog dengan A  C. U → Ø. dan Bahasa Jerman. Definisi 1. Bahasa Perancis. maka kesamaan S* juga benar dan disebut dual dari kesamaan S. pada hukum komplemen. begitu juga pada hukum asosiatif. karena kita dapat menggunakan prinsip ini untuk menurunkan hukum yang lain atau membuktikan suatu kalimat himpunan. Berapa banyak mahasiswa yang mengambil kuliah ketiga buah Bahasa tersebut??? 1. A Ø.mengambil paling sedikit satu buah kuliah Bahasa Inggris.

dan seterusnya. Hukum komplemen: A U = U Dualnya: A  A =S 4. Gabungan dari seluruh himpunan bagian itu adalah seluruh mahasiswa dalam kelas. Hukum penyerapan: A  A=A Dualnya: A  (A  B) = A 6. Hukum 0/1   C) Hukum komutatif: A B  B) = A ) = A adalah (A  =Ø  B) (A A ) = A.   B)  A  (B Dualnya: C  B)  (A  C) A  (B C) = (A  B)  = A  B   B A B B (A Dualnya:  B  B)  C) = (A  B)   = Contoh 1. Hukum identitas: Dualnya: A  Ø=A 2. Hukum De Morgan: = A 11. Hukum idempoten: A  A =Ø Dualnya: A  A=A 5. Tidak ada mahasiswa yang sama berada dalam dua atau lebih himpunan bagian yang berbeda. Hukum asosiatif: A  B=B Dualnya: A  (B  C) = (A 8. 2 orang mahasiswa. yang dalam hal ini setiap himpunan bagian mungkin berisi 1 orang mahasiswa. Hukum null: A  U=A Dualnya : A  Ø=Ø 3. 22 . Bagaimana caranya agar dosen membagi (partisi) himpunan ini? Dosen dapat membagi menjadi beberapa buah himpunan bagian. 1.32.  C) = (A A  B=B Dualnya:  Dual dari (A A  C (A  Dualnya: A B = B  A 10. bahkan kosong.15 Partisi Tinjau sekumpulan mahasiswa di sebuah kelas. Hukum distributif: A  (B 9. Hukum komutatif: A  (A Dualnya: A B = B  A 7.1.

Catatlah bahwa partisi membagi himpunan A menjadi beberapa buah “blok”.A2 …. 3}. 6}. himpunan A dibagi menjadi 4 buah blok. yaitu {1}.Definisi 1. Himpunan yang elemennya boleh berulang (tidak harus berbeda) disebut himpunan-ganda atau multiset.{7. 1}. 3. 00001. 2}. adakalanya elemen himpunan tidak seluruhnya berbeda. himpunan adalah kumpulan elemen yang berbeda. 0. yaitu Ai ∩ Aj = Ø untuk i ≠ j Contoh 1. 8}. 001. 8}. Contohnya. 8}. Misalkan P dan Q adalah multiset: 23 .{2. 4}. Kardinalitas dari suatu multiset didefinisikan sebagai kardinalitas himpunan padanannya. Sebagai contoh: Jika M = { 0. maka { {1}. 6. {2. 4}. 2. 3. 01. {2.15. karena itu ada perulangan elemen yang sama di dalam himpunan tersebut.16 Multiset Dari definisi himpunan. maka jumlah blok yang dapat dibentuk tidak lebih besar dari │A│. 1. 2. Namun pada beberapa situasi. 2.{7. 1. 2. Jika himpunan A terbatas jumlah elemennya.16. Partisi dari sebuah himpunan A adalah sekumpulan himpunan bagian tidak kosong A 1. Nama-nama mahasiswa di dalam sebuah kelas mungkin ada yang sama. 0001. dan (b) Himpunan bagian Ai saling lepas. 1. Pada contoh diatas.{5. 5. Misalkan A = { 1. 1. {} adalah himpunan ganda. 3.33. 4.. 4}.dari A sedemikian sehingga : (a) A1  A2  …. 1. 3. Multiplisitas dari suatu elemen pada multiset adalah jumlah kemunculan elemen tersebut pada multiset. maka multiplisitas elemen 0 adalah 4. = A. 0. 0. {1. 7. dan {5. 6}} adalah partisi A. misalnya himpunan nama-nama mahasiswa di sebuah kelas. Himpunan merupakan contoh khusus dari suatu multiset. Operasi Antara Dua Buah Multiset: DEFINISI 1. yang dalam hal ini multiplisitas dari setiap elemennya adalah 0 atau 1.{2. dengan mengasumsikan elemen-elemen di dalam multiset semua berbeda.

d } dan Q = { a. b. b. a.36. c. a. misalnya “A  24 (B  C) = (A  B)  (A  C)” adalah . a. Jika P = { a.35. Contoh 1. a. c } dan Q = { a. Jika P = { a. b. a. a. d } maka P + Q = { a. jika selisihnya nol atau negative Contoh 1. e } 4. b. a. b.  Q = { a. Jika P = { a. d.1. c. c. adalah suatu multiset yang multiplisitas elemennya sama dengan penjumlahan dari multiplisitas elemen tersebut pada P dan Q. a. a. b. f } maka P – Q = { a. c. a. c } maka P 3. P ∩ Q adalah suatu multiset yang multiplisitas elemennya sama dengan multiplisitas minimum elemen tersebut pada himpunan P dan Q. d. b. d. d } 1. e} dan Q = { a. d. b. a.34.c. a. d. d }. b. P  Q adalah suatu multiset yang multiplisitas elemennya sama dengan multiplisitas maksimum elemen tersebut pada himpunan P dan Q. jika selisihnya positif – 0. Catatan: Beda setangkup tidak didefinisikan pada multiset. b. a. Contoh 1. a. P + Q yang didefinisikan sebagai jumlah (sum) dua buah himpunan ganda. b. c. d. Jika P = { a. b.17 Pembuktian Kalimat Himpunan Kalimat himpunan adalah pernyataan yang menggunakan notasi himpunan. c } P – Q adalah suatu multiset yang multiplisitas elemennya sama dengan: – multiplisitas elemen tersebut pada P dikurangi multiplisistasnya pada Q. c. c.37. c. c. 2. c. d. b. d} dan Q = { a. c. b. Kalimat dapat berupa kesamaan himpunan. maka P  Q = { a. a. Contoh 1. c }. c.

Buktikan A  (B  C) = (A  B)  (A  C) dengan diagram Venn. kekurangannya. Misalkan A.sebuah kesamaan himpunan. dan C adalah himpunan. Jadi. Terdapat beberapa metode untuk membuktikan kebenaran suatu atau kalimat himpunan. Gambar 1. Jika diagram Venn keduanya sama. diagram Venn hanya dapat digunakan jika 25 .8 Diagram Venn untuk pembuktian A  (B  C) = (A  B)  (A  C). Untuk suatu kalimat himpunan. Bukti: Diagram Venn untuk ruas kiri dan kanan masing-masing ditunjukan pada Gambar 1. Penggunaan metode bergantung pada kalimat akan dibuktikan.38. 1. berarti kesamaan tersebut benar. Contoh 1. Dari diagram Venn untuk masing-masing ruas diatas. Namun. Pembuktian dengan Diagram Venn Buatlah diagram venn untuk ruas kiri kesamaan dan diagram Venn untuk ruas kanan kesamaan. pembuktian dapat dilakukan dengan cepat. Dengan diagram Venn. Ini adalah kelebihan metode ini. keduanya memberikan area arsiran yang sama. kita dapat membuktikannya dengan beberapa cara yang menghasilkan kesimpulan benar. terbukti bahwa A  (B  C) = (A  B)  (A  C). Dibawah ini dikemukakan beberapa cara pembuktian kalimat himpunan. atau berupa kalimat implikasi seperti “jika A  (B   B = Ø dan A C) maka selalu berlaku bahwa A  C”. B.8.

Selain itu. Pembuktian dengan Sifat Operasi Himpunan Sebagai contoh.himpunan yang digambarkan tidak banyak jumlahnya. Banyak matematikawan yang tidak menganggapnya sebagai metode valid untuk pembuktian secara formal. Karena kolom A A 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1  (B C 0 1 0 1 0 1 0 1  B  C) dan kolom (A C A 0 1 1 1 0 1 1 1  (B 0 0 0 0 0 1 1 1   C) B)  (A  C) sama. Contoh 1. Buktikan bahwa (A  B)  (A  B )=A  (A  B )=A    Bukti: (A  B) =A (B  B ) (hukum distributif) (hukum komplemen) =A (hukum identitas) 26 . Kita menggunakan angka 1 untuk menyatakan bahwa suatu elemen adalah anggota himpunan. 2.39. Misalkan A. metode ini mengilustrasikan ketimbang membuktikan fakta. dan C adalah himpunan. B. dan 0 untuk menyatakan bukan himpunan (nilai ini dapat dianalogikan true dan false pada logika Boolean). misalkan A dan B himpunan. maka kesamaan tersebut benar. Pembuktian dengan Menggunakan Tabel Keanggotaan Kesamaan himpunan juga dapat dibuktikan dengan menggunakan tabel keanggotaan (membership tables). Buktikan bahwa A  (B  C) =(A  B)  (A  C) Tabel keanggotaan untuk kesamaan tersebut adalah seperti di bawah ini. A  B A  0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 C (A  B)  (A  C) 0 0 0 0 0 1 1 1 3.

Tunjukan bahwa (A – B) – C = (A – C) – B Bukti:  = (A  = (A  (A – B) – C = (A B )–C (definisi operasi selisih) C C)  B = (A – C)  B (definisi operasi selisih) = (A – C) – B (definisi operasi selisih) ) B (hukum asosiatif) (definisi operasi selisih) Kerjakan 2 : Tunjukkan bahwa A  ( A B) = A  B Kerjakan 3 : Buktikan bahwa untuk sembarang himpunan A dan B.40.Contoh 1. Misalkan A dan B himpunan. bahwa (i) (ii) A  ( A  B)  A  B A  ( A  B)  A  B 4. Misalkan A dan B himpunan.41. Buktikan bahwa A  (B – A) = A  B Bukti: A   (B  A ) = (A  B)  (A  = (A  B)   =A  B (B – A) = A (definisi operasi selisih) A) (hukum distributif) (hukum komplemen) (hukum identitas) Contoh 1. Pembuktian dengan Menggunakan Definisi 27 .

Karena x  A juga berlaku x  C . maka x  B Dari (i) dan (ii). SOAL LATIHAN 1. Jika A  B = Ø dan A  (B  C) maka A  C. Buktikan! Bukti: (i) Dari definisi himpunan bagian. x  ( B  C ) berarti x  B atau x  C (ii) Karena x  A dan A  B = Ø. B. Contoh 1. maka dari definisi himpunan bagian x  ( A  C ) juga adalah  ( B  C ) (ii) Karena A  C . dan C adalah tiga buah himpunan.Contoh 1. jika x  ( A  C ) maka x  A dan x  C . Buktikan jika A  B maka A  C  B  C. Bukti: (i) Karena A  C  B  C . maka dari definisi operasi irisan. Karena A  ( B  C ) . Dari (ii) dan (iii) dapat disimpulkan bahwa A  C  B  C. Dari definisi operasi gabungan (  ). b}}}  B.42. b}  {a. x juga  ( B  C ) . A dan B himpunan. . b{{a.45. maka dari definisi himpunan bagian. maka x  A juga  B. Misalkan A. maka dari definisi himpunan bagian.Tentukan apakah pernyataan dibawah ini benar atau salah: (a) Ø}  {Ø} (c) {Ø}  { (b) Ø} Ø  {Ø} (d) 28 {a. Misalkan x  A . y  A juga Jika symbol y diganti dengan x. P  Q jika setiap xP juga  Q . x  C harus benar. (iii) Karena A  B. maka dapat disimpulkan A  C .

b. tentukan himpunan (a) A.b.{{a. Jika diketahui A  B  A  C . maka A  C (p) jika A  B dan B  C . D himpunan mahasiswa jurusan Teknik Informatika. C himpunan mahasiswa Jurusan Mtematika. maka Ø 2 (h) jika A  { Ø. A  2A Ø} dan B  {a.{Ø}}.b. Jika (e) jika A  B dan B  C . b. b}}} (o) jika A  B dan B  C . maka {{Ø}} (i) Ø Ø (j) Ø Ø (k) {Ø}  Ø (l) {a.{ Ø} (c) (e) {a} – {A} B2 (i) berikut: {{a.{Ø}}. maka A  C (g) jika A  { Ø.b}{a.{{a.b}  {a. e} . maka A  C (f) jika A  B dan B  C .c.b.b.2.c. d .c}} – A (f) P(A – B) A  ( B  A) 3. {{a. b}  {a.c}} (m) {a. apakah berarti bahwa B = C? 5. c}. maka A  C A {a. 4. E himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah 29 . {a}.{a. Misalkan A himpunan mahasiswa tahun pertama.Ø (d) A B (g) Ø–A (j) A  P ( A) (b) (h) A . Jika diketahui ( A  C )  ( B  C ) dan ( A  C )  ( B  C ) tunjukan bahwa A  B.c}} (n) {a. B himpunan mahasiswa tahun kedua.

berapa banyak yang habis dibagi 3 tetapi tidak habis dibagi 5 atupun 7? 8. (a) Hitunglah banyaknya mahasiswa yang mempelajari ketiga bidang tersebut. Diantara bilangan bulat 1-300. 10 mempelajari fisika dan biologi. 32 orang mempelajari matematika. (b) Hitunglah banyaknya mahasiswa yang mempelajari hanya satu di antara ketiga bidang tersebut. (d) Pertunjukan pantomime itu hanya untuk mahasiswa tahun pertama dan mahasiswa tahun kedua. (c) Mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika Diskrit tidak ada yang pergi nonton pertunjukan pantomime pada Senin malam. Nyatakan pernyataan berikut dalam notasi teori himpunan: (a) Semua mahasiswa tahun kedua jurusan Teknik Informatika mengambil kuliah Matematika Diskrit. Misalkan A. 6. Di antara bilangan bulat 1-300. F himpunan mahasiswa yang menonton pertunjukan pantomime pasa Senin malam. berapa banyak yang tidak habis dibagi 3 atau 5? 7. 9. Buktikan bahwa jika A  B  A  B maka A = B. G himpunan mahasiswa yang begadang sampai lewat tengah malam pada hari Senin malam. 20 orang mempelajari fisika. 15 mempelajari matematika dean biologi. (e) Semua mahasiswa tahun kedua yang bukan dari Jurusan Matematika atau pun Jurusan Teknik Informatika pergi nonton pertunjukan pantomim. B. 10. 7 mempelajari matematika dan fisika. dan 30 tidak mempelajari satu pun di antara ketiga bidang tersebut. (Penyebabnya adalah tugas pekerjaan rumah yang sangat banyak dalam kuliahMatematika Diskrit). dan C himpunan. Di antara 100 mahasiswa. 45 orang mempelajari biologi. Tunjukan bahwa ( A  B)  C  A  ( B  C ) .Matematika Diskrit. (b) hanya mereka yang mengambil kuliah Matematika Diskrit atau yang pergi nonton pertunjukan pantomime yang begadang sampai lewat tengah malam pada hari Senin malam. 30 .

Tentukan (a) P  Q (b) P  Q (c) P  Q (d) P  Q 31 . 2}. Didefinisikan A. 2.11. 2.3} dan Q = {0. 2. . dan E sebagai berikut: A = {1. 4.1. Z yang didefinisikan di bawah ini. 3}}}. 2. 4}. B.2. Diketahui multiset P  {0. 1. {2}. 01. nyatakan apakah ia adalah elemen atau himpunan bagian dari tiap-tiap himpunan A. bahwa (a) A  ( B  C )  ( A  B)  ( A  C ) (b) A  ( B  C )  ( A  B)  ( A  C ) (c) jika A  B  C .0. {2}. 3.1. 3.2. 3. 2. 1. 4}. 2. B = {1. D. {{1. maka BC  A 12. {{4}}}. 1}. W = {1. C = {1. {1.}. Diketahui A = { +. Buktikan untuk himpunan A. Untuk tiap W.C. X. 15. B. 2. 3. tentukan semua partisi dari himpunan B = { Ø . D = {1. 11}. {{4}}}. 2.1. 10. B = {00. C. 3} X = {1. D. 2. (a) Daftar A x B (b) Berapa banyak elemen A 4 dan ( A  B ) 3 ? 14. B. 3. 3} Y = {4} Z = {2} 13.1. Y. dan C.