You are on page 1of 1

Pengaruh anemia pada kehamilan dan janin

1. Pengaruh pada kehamilan


a. Bahaya selama kehamilan
- Dapa terjadi abortus
- Persalinan prematuritas hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
- Mudah terjadi infeksi
- Ancaman dekompensai kordis
- Mola hidatidosa
- Hiperemesis gravidarum
- Perdarahan antepartum
- Ketuban pecah dini (KPD)
b. Bahaya saat pesalinan
- Gangguan his kekuatan mengejan
- Kala pertama berlangsung lama dan terjadi partus terlantar
- Kala dua berlangsung lama sehingga dapat melelahkan dan sering memerkujan
tindakan operasi kebidanan
- Kala uri daoat diikuti retensio plasenta, dan perdarahan post partum karena atonia
uteri
- Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri
c. Pada kala nipas
- Terjadi subinvolusi uteri menimbulkan perdarahan post partu
- Memudahkan infeksi puerperium
- Pengeluaran ASI berkurang
- Terjadi dekompensasi kordis mendadak setelah persalinan
- Anemia kala nifas
- Mudah terjadi infeksi mamae
2. Bahaya terhadap janin
Sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya, tetapi
dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolism tubuh sehingga mengganggu
pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Akibat anemia dapat terjadi ganguan
dalam bentuk :
- Abortus
- Terjadi kematian intrauterine
- Persalinan prematuritas tinggi
- Berat badan lahir rendah
- Kelahiran dengan anemia
- Dapat terjadi cacat bawaan
- Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal
- Inteligensia rendah
Manuaba, Ida bagus Gde. 1998. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana
untuk pendidikan bidan. Jakarta : EGC.