You are on page 1of 15

Manajemen Usaha Tani

Tugas Kesatu

Oleh:

Muchammad Edwin Nugraha

150610100081

Arif Fadillah

150610100083

Ninda Saraswati

150610100090

Arvitta Oktapiani

150610100091

Fadilla Fitriana

150610100094

UNIVERSITAS PADJAJARAN 2011
KATA PENGANTAR

arahan. terima kasih Bandung. karena berkat dan karunia-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak guna penyempurnaan makalah ini. untuk itu kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesain makalah ini. 19 September 2011 Penyusun . Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam tentang dasar uasaha tani yang diperlukan oleh mahasiswa sekaligus sebagai pemenuhan tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Manajemen Usaha Tani” Dalam proses pendalaman materi ini.Puji syukur kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat. koreksi dan saran. tentunya kami mendapatkan bimbingan.

perkebunan besar negara (PBN) sebesar 1. Pada tahun 2003. 2%.14 ton CPO/ha.765 ribu ha (52. pengembangan agribisnis kelapa sawit didukung potensi kesesuaian dan ketersediaan lahan. 11.8%). Secara internal.12%).55% Sumatera. Ditinjau dari bentuk pengusahaannya.45% Kalimantan. perkebunan negara seluas 645 ribu ha (12. perkebunan rakyat (PR) memberi andil produksi CPO sebesar 3.7 %). dan perkebunan besar swasta seluas 2.73 ton CPO/ha.9%). Perkembangan pada berbagai subsistem yang sangat pesat pada agribisnis kelapa sawit sejak menjelang akhir tahun 1970-an menjadi bukti pesatnya perkembangan agribisnis kelapa sawit. Pengembangan agribisnis kelapa sawit ke depan juga didukung secara handal oleh enam produsen benih dengan kapasitas 124 juta per tahun. tetapi juga perkebunan rakyat dan swasta. produktivitas yang masih dapat meningkat dan semakin berkembangnya industri hilir.3%). . Secara umum dapat diindikasikan bahwa pengembangan agribisnis kelapa sawit masih mempunyai prospek. dan perkebunan swasta 2. arah pengembangan agribisnis kelapa sawit adalah pemberdayaan di hulu dan penguatan di hilir. ekspor dan pengembangan produk. dan 1% wilayah lainnya. Impor benih kelapa sawit harus dilakukan secara hati-hati terutama dengan pertimbangan penyebaran penyakit. Sulawesi.645 ribu ton (37. perkebunan negara 3. Perkebunan kelapa sawit saat ini telah berkembang tidak hanya yang diusahakan oleh perusahaan negara.543 ribu ton (15. Dengan prospek dan potensi ini.827 ribu ha (34.58 ton CPO/ha. Produksi tersebut dicapai pada tingkat produktivitas perkebunan rakyat sekitar 2. ditinjau dari prospek harga.MATERI I A.627 ribu ton (47. Pengembangan Usaha Tani Bidang Kelapa Sawit Pengembangan agribisnis kelapa sawit merupakan salah satu langkah yang diperlukan sebagai kegiatan pembangunan subsektor perkebunan dalam rangka revitalisasi sektor pertanian. luas areal perkebunan rakyat mencapai 1. dan perkebunan besar swasta (PBS) sebesar 4.13%). Produksi CPO juga menyebar dengan perbandingan 85.

3. tujuan utama pengembangan agribisnis kelapa sawit adalah 1) menumbuhkembangkan usaha kelapa sawit di pedesaan yang akan memacu aktivitas ekonomi pedesaan. Kebutuhan investasi di Indonesia Timur adalah Rp. 3. serta penyediaan dukungan dana pengembangan. Arah kebijakan jangka panjang adalah pengembangan sistem dan usaha agribisnis kelapa sawit yang berdaya saing. 2) pendapatan petani antara US$ 1. dan 3) produksi mencapai 15.000 ha per tahun untuk lima tahun ke depan adalah Rp. menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.3 trilyun dan pemerintah sebesar Rp.4 trilyun perusahaan inti sebesar Rp. 12.500 – 2.8 trilyun.Sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian.7 trilyun. 2.000/KK/tahun.9 trilyun.3 juta ton CPO dengan alokasi domestik 6 juta ton. Sedangkan sasaran utamanya adalah 1) peningkatan produktivitas menjadi 15 ton TBS/ha/tahun. Kebutuhan investasi untuk perluasan kebun kelapa sawit 60. Dalam jangka menengah kebijakan pengembangan agribisnis kelapa sawit meliputi peningkatan produktivitas dan mutu. Kebutuhan investasi di Indonesia Barat adalah Rp. investasi petani plasma sebesar Rp.9 trilyun pemerintah sebesar Rp. 6. perusahaan inti sebesar Rp. . 587milyar. berkelanjutan dan terdesentralisasi. 5. pengembangan industri hilir dan peningkatan nilai tambah. 649 milyar.8 trilyun (investasi petani plasma sebesar Rp. berkerakyatan. obata-obatan dan alsin) dalam meningkatkan daya saing dan nilai tambah CPO dan produk turunannya. dan 2) menumbuhkan industri pengolahan CPO dan produk turunannya serta industri penunjang (pupuk. 1.

obat-obatan. tenaga dan lain-lain) dalam suatu usaha pertanian secara efisien sehingga dapat diperoleh hasil berupa produksi maupun keuntungan finansial secara optimal. uang. Tanah 1). Berdasarkan sumber kepemilikan dan pengusahaannya maka tanah yang dimiliki atau dikelola petani dapat digolongkan atas beberapa jenis proses penguasaan dan status tanah. pupuk.B. 2). Pemberian oleh negara e). air. Disewa c). Adapun status tanah dapat dibedakan menjadi : a). tanah gadai e). Sumber pemilikan tanah. Dibeli b). yaitu : a). tanah sakap d). yaitu : a. tanah pinjaman. Disakap d). Unsur-Unsur Pokok Usaha Tani Usahatani merupakan upaya petani untuk menggunakan atau memanfaatkan seluruh sumberdaya (tanah. Unsur-unsur pokok yang selalu ada pada suatu usahatani meliputi 4 (empat) macam yang biasa disebut sebagai faktor-faktor produksi. tanah milik atau tanah hak milik b). tanah sewa c). Warisan . Status tanah. adalah pernyataan hubungan antara tanah usahatani dengan kepemilikan atau pengusahaannya.

dapat berupa tenaga kerja laki-laki. c). obat pemberantas hama dan penyakit sebelum tanam. adanya rencana pengembangan dan lain-lain. pupuk. perempuan maupun anak-anak. Nilai tanah. Tenaga kerja ternak c). Tenaga kerja ini dapat pula berasal dari dalam keluarga atau berasal dari luar keluarga. Tanah sebagai faktor produksi mempunyai nilai yang tergantung pada tingkat kesuburannya atau kelas tanahnya. Tenaga kerja dari luar keluarga dapat diperoleh melalui cara mengupah. Pengadaan sarana produksi pertanian yang meliputi bibit.f). Jenis tenaga kerja Jenis tenaga kerja dalam kegiatan usahatani meliputi : a). Tenaga kerja mekanik 2). Pencurahan tenaga kerja usahatani Agar proses produksi dapat berjalan maka pada tiap tahapan kegiatan usahatani diperlukan masukan tenaga kerja yang sepadan Tahapan kegiatan usahatani secara garis besar terdiri atas : a). b. Tenaga kerja 1). Membuka lahan sendiri 3). saat tanam dan masa pertumbuhan tanaman. Persiapan lahan b). Wakaf g). Tenaga kerja manusia. fasilitas irigasi. sambatan atau arisan tenaga kerja. Penanaman / persemaian . b). posisi lokasi terhadap jalan dan sarana perhubungan.

d). modal dapat dibedakan menjadi : a). bahan-bahan pertanian (pupuk. e). pemangkasan. Modal bergerak. Modal Dalam usahatani modal dapat dibedakan menjadi dua. Jenis modal ini memerlukan pemeliharaan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. dan penyakit tanaman. Ukuran . pemupukan. Jenis modal ini mengalami penyusutan. Berdasarkan sumbernya. Kontrak sewa d. yaitu : 1). meliputi penyiangan. Pengelolaan (manajemen) Pengelolaan usahatani merupakan suatu tindakan petani dalam menentukan. Modal tetap dapat diartikan sebagai modal yang tidak habis pada satu periode produksi. tanaman dan ternak. Pinjaman atau kredit c). meliputi : tanah dan bangunan. Dari usaha lain e). Modal tetap. piutang di bank. irigasi dan pemeliharaan sarana irigasi. bibit. uang tunai. Penanganan pasca panen g). Pemeliharaan. mengorganisir dan mengkoordinasikan faktor-faktor produksi yang dimiliki dengan sebaikbaiknya dan mampu memberikan produksi pertanian sebagaimana yang diharapkan. Hadiah warisan d). obat-obatan). pemberantasan hama. Milik sendiri b). Panen dan pengangkutan hasil f). 2). Penjualan c. meliputi: alat-alat pertanian.

.dari keberhasilan pengelolaan adalah usahatani yang dilakukan mendapatkan keuntungan yang seimbang.

Klasifikasi Usaha Tani - Pola Menurut strukturnya usahatani ditentukan menurut banyaknya cabang usaha tani yang diusahakan. Hal ini dapat dilakukan kalau petani memliki dan mengusahakan berbagai macam tanah seperti : tanah sawah. usahatani padi . Seperti ternak atau ikan. Karena dalam Usaha tani sawit biasanya tidak memiliki usaha tani lain untuk dikembangkan dan hanya focus kepada usaha tani sawit itu sendiri.tanah darat. 2) Usaha tani tidak khusus Petani yang juga mengusahakan bermacam-macam usahatani. misalnya tumpang sari antara jagung dengan kacang tanah.Berdasarakan jumlah cabang usahatani yang diusahakan usahatani dapat dibedakan sbb : 1) Usaha tani Khusus Apabila usahatani hanya mempunyai satu cabang saja maka disebut dengan usahatani khusus. tanaman dengan ternak. 3) Usaha tani Campuran Merupakan bentuk usahatani yang diusahakan secara bercampur antara tanaman dengan tanaman. - Menurut bentuknya . Usaha tani sawit sendiri termasuk ke dalam usaha tani khusus. usahatani sapi perah. tumpang sari antara padi dan ikan.MATERI II A. tanaman dengan ikan dsb.Contohnya : usahatani tembakau. Usahatani ini juga dikenal dengan tumpang sari. padang rumput dan kolam.

Tujuannya sendiri dalah untuk meniadakan unsure-unsur produksi milik perseorangan. Dalam usahatani ini. Kolektivitas dikenal pada abad ke 10. 1) Usaha tani perseorangan (individual farm).Usaha tani ini terbentuk karena kemauan beberapa orang yang mempunyai ikatan keluarga. Tanah yang diusahakan dapat berupa miliknya atau orang lain.unsure produksi dan pengelolaannya dikuasai .Pada usaha tani ini tidak semua unsure. 3) Usahatani Kooperatif (cooperative farm) Merupakan bentuk peralihan antar usaha tani perseorangan dan usahatan kolektif.menyewa. Dengan penyautuan alat-alat produksi pertanian tang tidak dikenal atau sukar dilaksanakan pada usaha tani perseorangan. • Usahatani yang merupakan bentuk peralihan dari usahatani perseorangan ke usahatani kolektif.Ada yang berasal dari petani sendiri beserta anggota keluarganya dan ada yang berasal dari luar keluarga berdasarkan gotong royong atau upah.penggolongan yang lebih halus. karena sistem pemerintahan suatu Negara atau factor lingkunggan dimana mereka berada. Jadi pda usahatani ini masih terdapat variasi-variasi yang menghendaki penggolongan. unsure. Unsur- unsur produksi diperoleh organisasi dari membeli.unsure produksi ditentukan oleh seseorang dn pengelolaannya dilakukan oleh seseorang.menyatukan milik perorangan atau berasal dari pemerintah. Pengunaan tanah dan tenaga kerja diharapkan lebih efisien. Tenaga kerja yang diperlukan didapatkan dari berbagai sumber.Berdasarkan cara penguasaan unsur.unsure produksi dan pengelolaannya usahatani digolongkan dalam 3 macam yaitu : • Usahatani yang penguasaan unsure produksi dan pengelolaannya dilakukan oleh seseorang • Usahatani yang penguasaan unsure produksi dan pengelolaannya dilakukan oleh banyak orang secara kolektif. 2) Usahatani Kolektif (collective farm) Adalah usaha tani yang unsur-unsur produksinya dimiliki organisasi kolektif.

Usaha bersama dituangkan dalam bentuk kerja sama di beberapa segi seperti : o Kerjasama dalam penjualan hasil o Kerjasama dalam pembelian sarana produksi o Kerjasama dalam tenaga kerja. Macam tipe usahatani : • Usahatani monokultur • Usahatani tumpang sari Dalam hal ini usaha tani sawit masuk ke dalam usahatani monokultur. Dimana usaha tai ini dalam lahannya tidak melakkan penanaman tanaman lain. Ada petani yang kegiatannya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang disebut dengan usaha tani pencukup kebutuhan keluarga (selfsufficient farm / subsistences farms). seperti halnya pada usahatani kelapa sawit.Usaha tani . beberapa ahli memberikan nama lain kepada kedua usahatani ini. biasanya uasaha tani sawit ini sudah memiliki kerjasama dengan perusahaan lain dalam penjualan hasil serta sarana produksi yang diperlukan. - Tipe usahatani Tipe usahatani menunjukkan klasifikasi tanaman yang didasarkan pada macam dan cara penyusunan tanaman yang diusahakan. Usaha tani sawit sendiri menurut bentuk usaha tani masuk ke dalam usaha tani kooperatif karena dalam usaha tani ini biasnya terdapat pembagiaan kepemilikan (saham). Karena ciri dan sifat yang dimilki oleh usahatani komersial & pencukup kebutuhan keluaraga. - Menurut Coraknya Tujuan kegiatan usaha tani berbeda-beda karena pengaruh lingkungan alam dan kemampuan pengusahanya. Dan biasanya pada usahatani monokultur petani memiliki lahan khusus atau lahan yang cukup besar. Selain itu.bersama. a. dan adapula kegiatannya yang bertujuan untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya yang disebut dengan usahaani komersial (commercial farm).tanahnya masih milik perorangan.

daging biji sangat tipis. Pasifera : Temprung sangat tipis bahkan nyaris tidak ada. tidak dapat diperbanyak tanpa persilangan. yaitu lahan basah atau sawah . kernel (daging biji) besar dengan mengadung minyak rendah. Dura : Tempurung tebal 2-8 mmtidak terdapat lingkaran serabut pada bagian tempurung.lahan kering.komersial disebut juga dengan nama usahatani dinamis & usahatani tidak komersial disebut usahatani statis. dalam persialangan dijadikan sebagai pohon induk betina. - Pola usahatani Terdapat dua macam pola usahatani. karena setiap usahatani statis dapat berubah melalui masa peralihan menjadi usaha tani dinamis. Karena sudah pasti setiap usahatani khusus seperti usahatani kelapa sawit ini memiliki tujuan untuk mengambil keuntukngan sebesar-besarnya. Pembibitan Pembibitan merupakan suatu titik awal yang dapat menentukan pertumbuhan dan pengembangan kelapa sawit. dan dijadikan sebagai pohon induk jantan. Usaha tani kelapa sawit termasuk ke dalam usaha tani lahan kering karena penanaman serta pemeliharaanya dilakukan didaerah lahan kering yang tidak harus selalu dialiri air. b. Varietas kelapa sawit berdasarkan ketebalan tempurung dan daging buah. daging buah tipis sekitar 35 – 50 %. bibit yang unggul merupakan modal dasar untuk mencapai produktivitas yang tinggi. usaha tani sawit tentu saja termasuk ke dalam usaha tani komersial atau usahatani dinamis. Dibawah ini merupakan cara pengembangan kelapa sawit : 1. Perawatan tanaman kelapa sawit merupakan kunci keberhasilan dalam upaya penigkatan prospek pengembangan kelapa sawit karena mutu dandan kualitas akan sangat mempengaruhi produktivitasnya. dan dengan cara langsung tanpa melalui dederan terlebih dahulu. Penggolongan tsb dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan saat tertentu. yaitu : a. . daging buah tebal namun lebih tebal daging buah dura. Pembibitan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui dederan (pernusery) kemudian pembibitan (nusery).

daging buah sangat tebal (60-96% dari buah) d. terdapat lingkaran serabut disekeliling tempurung. dll. susunan penanaman dapat berbentuk segi empat. 6. Di Indonesia penanaman biasanya disesuaikan dengan pola musim hujan. 2.c. sehingga pertumbuhan gulma dapat ditekan. disamping dapat mengikat unsure nitrogen diudara 5. Biasanya penanaman dilakukan dalam beberapa bulan. Pembukaan Lahan Pembukaan lahan baru atau tanaman baru tidak diperlukanpengolahan tanah yang intensif. Pemeliharaan tanaman yang belum menghasilkan Tujuan dilakukan pemeliharaan yang tetap dan teratur sejak penanaman sawit sampai umur 3 tahun adalah untuk mencapai tingkat pertumbuhan tanaman yang sehat. Namun yang paling ekonomis dengan menggunakan bentuk segitiga sama sisi karena tiap hektar dapat memuat 143 pohon. Kegiatan tersebut meliputi garuk pinggiran. Macro Carya : tempurung tebal (5mm) dan daging buah sangat tipis. Kacang tanah diperlukan oleh kelapa sawit karena mampu menghasilkan bahan organic. . Penanaman penutup Kacang-kacangan Tanah Penanaman ini dimaksudkan untuk menutupi permukaan tanah.5 – 4 mm). Tenera : campuran dura dengan pasifera. pemeliharaan penutup tanaman kacang. Peremajaan Peremajaan atau tanam ulang merupakan aktivitas utama yang dapat menentukan keberhasilan atau perkembangan usaha kelapa sawit. tetap dan homogeny. Peremajaan dilakukan pada tanaman tua (umur lebih dari 25 tahun) kerapatan dan produktivitas sudahrendah sehingga tidak menguntungkan lagi secara ekonomis. 3. tempurung tipis (0. Sedangkan jarak tanam optimal kelapa sawit adalah 9m. Umur bibit paling optimal untuk penanaman dilapangan adalah 12 bulan. Penanaman Waktu penanaman kelapa sawit antaralokasi biasanya berbeda-beda tergantung pada situasi iklim setempat regional. 4. Umur bibit 10 – 14 bulan cukup baik untuk ditanamn dilapangan karena sudah cukup memenuhi syarat utama penanaman. jajar genjang atau segitiga sama sisi. Lubang tanam biasanya dibuat 2-3 sebelumtanam yang biasa dipakai adalah 60x60x50 cm dan 60x60x60 cm tergantung umur bibit. dimana kelembaban tanah yang tinggi mampu merangsang sehingga bibit cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan.

pengaruh pemupukan terhadap produksi bersifat jangka panjang dan baru akan terasa setelah 2 atau 3 tahun kemudian. tepat tabur. Panen Panen harus dilakukan saat kematangan buah optimum. Penyakit pada tanaman sawit sulit dibrantas bahkan sulit diatasi dengan fungisida. 10. Hama dan peyakit yang menyerang saat pembibitan dengan yang ada pada tanaman belum menghasilkan dan saat tanaman menghasilkan. . Diwilayah pengembangan khususnya tanaman belum menghasilkan biasanya terserang hama tikus. 8. dan hal itu harus dilaksanakan secara continue. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman akan tumbuh dengan baik dan bereproduksi secara optimal apabila terlindung dari hama dan penyakit. Pengankutan dan pengolahan Pengangkutan buah kelapa sawit harus dilaksanakan hari itu juga saat sedang panen. Pemupukan sangat erat hubungannya dengan lingkungan sumber daya alam seperti ikim. agar diperoleh tingkat minyak dalam buah yang maksimum dan dengan mutu yang baik. dan tepat waktu/ frekuensi. Efisiensi dan efektivitas pemupuka harus tepat. Pemupukan Pemupukan merupakan salah satu tindakan kultur teknis yang paling penting. landak. 9. Tujuan pengolahan adalah untuk mengambil minyak dan inti sawit seoptimal mingkin seusai dengan permintaan pasar.7. tanah dan topografi. babi hutan. yaitu tepat dosis.

go.com/2010/05/analisis-usaha-tani.com/2010/06/klasifikasi-usahatani.ac.html .Daftar Pustaka http://www.id/special/komoditas/b4sawit http://blogs.html http://agrimaniax.id/pratiwililik/2010/06/14/dasar-dasar-pembelajaran-usaha-tani http://kamaluddin86.deptan.blogspot.unpad.litbang.blogspot.