You are on page 1of 36

LIST OF RISK BREAKDOWN STRUCTURE

TAHAP PERENCANAAN
A. PROSES PERIJINAN
FAKTOR RISIKO

PENYEBAB

RF 1

Tidak melakukan sosialisasi

RF 2

Kerjasama yang tidak baik

RF 3

Persyaratan kurang lengkap

B. PROSES PENGUKURAN, TOPOGRAFI, MEKANIKA TANAH
FAKTOR RISIKO

PENYEBAB

RF 1

Persyaratan ijin pengukur kurang
lengkap

RF 2

Tidak ada rutinitas perawatan alat ukur

C. PROSES DESAIN, DESAIN STRUKTUR, DESAIN ARSITEKTUR, GAMBAR KERJA,
HPS (HARGA PERKIRAAN SENDIRI), SCHEDULING OWNER, DLL
FAKTOR RISIKO

PENYEBAB

RF 1

Stakeholder kurang terlibat

RF 2

Tidak ada ahli yang terlibat

RF 3

Teknologi tidak update

RF 4

Data lingkungan proyek tidak tepat

RF 5

Data produk dan teknologi tidak
lengkap

RF 6

Lokasi proyek jauh dari kantor

RF 7

Antar stakeholder memiliki tujuan
berbeda

RF 8

Komunikasi owner dengan sub
perencana tidak baik

RF 9

Existing lingkungan proyek tidak
sesuai dengan rencana

RF 10

Tipe Topografi dan mekanika tanah
non typical

.

DLL RESIKO DAMPAK Salah dalam pemilihan tipe proyek Penanggulangan risiko tidak sesuai Kompleksitas pekerjaan tidak mendetail Banyak rencana pekerjaan yang belum tercatat Teknologi yang digunakan tergolong lama Proses perencanaan berjalan lamban Salah perencanaan Rencana tidak sesuai dengan lingkungan proyek Produk maupun teknologi yang dipakai Produk dan barang yang digunakan tidak memiliki lisensi memilik kualitas buruk Pemantauan lingkungan proyek tidak intens Pelaporan terhadap perubahan lingkungan proyek terlambat Sering dilakukan revisi rencana Tahap lelang dan kontrak terlambat dilaksanakan Terjadi miskomunikasi dengan sub perencana Desain rencana tidak selesai sesuai jadwal Redesain perencanaan Desain rencana tidak selesai sesuai jadwal Perencanan tidak dilakukan detail pada Desain rencana tidak selesai sesuai setiap titik jadwal PERINGKAT 1 .OF RISK BREAKDOWN STRUCTURE RESIKO DAMPAK Warga tidak setuju dibangun stadion Warga melakukan demo Terjadi perubahan rencana Penyelesaian rencana terlambat Ijin ditolak Pembangunan tidak dapat dilakukan KA TANAH RESIKO DAMPAK Ijin pengukuran ditolak Tidak dapat melaksanakan pengukuran Kerusakan pada alat ukur Pelaksanaan opresional lapangan terganggu ARSITEKTUR. GAMBAR KERJA. ING OWNER.

2 3 4 5 .

.

.

WAKTU BIAYA Kecil atau tidak ada Kecil atau tidak ada RUANG LINGKUP Menurunnya lingkup pekerjaan nyaris tidak terlihat .

Menambah sumber daya yang diperlukan. mampu memenuhi 5% jadwal Melewatkan pekerjaan kecil. gagal . 5-7% tidak mampu memenuhi jadwal Mengabaikan pekerjaan utama yang berdampak pada jalur >7-10% kritis Tidak dapat memenuhi tujuan >10% Daerah kecil dari lingkup pekerjaan terkena dampak Sebagian besar lingkup pekerjaan terkena dampak Pengurangan lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan tidak tercapai.

.

.

KUALITAS Penurunan mutu nyaris tidak terlihat .

tidak menyisahkan marjin Menolak PERINGKAT FREKUENSI (INTENSITAS) 1 Tidak pernah 2 Jarang 3 Kadang-kadang 4 Sering 5 Selalu .Menerima dengan menurunkan marjin Menerima dengan menurunkan marjin secara signifikan Menerima.

.

.

.

KEMUNGKINAN 5 R S T T T 4 R S S T T 3 R S S S T 2 R R R S S 1 R R R S S 1 2 3 AKIBAT 4 5 .

.

.

.

RANGKING RISIKO TINGGI SEDANG RENDAH RESIKO Warga tidak setuju dibangun stadion Terjadi perubahan rencana Ijin ditolak .

Ijin pengukuran ditolak Kerusakan pada alat ukur Salah dalam pemilihan tipe proyek Kompleksitas pekerjaan tidak mendetail Teknologi yang digunakan tergolong lama Salah perencanaan Produk maupun teknologi yang dipakai tidak memiliki lisensi Pemantauan lingkungan proyek tidak intens Sering dilakukan revisi rencana Terjadi miskomunikasi dengan sub perencana Redesain perencanaan Perencanan tidak dilakukan detail pada setiap titik .

.

.

PERINGKAT KEMUNGKINAN TERJADI PERINGKAT AKIBAT 2 1 3 2 1 5 .

1 5 2 2 1 4 3 3 3 1 2 5 4 1 1 1 5 1 4 1 3 1 5 1 .

.

.

KLASIFIKASI RISIKO RENDAH SEDANG SEDANG .

SEDANG RENDAH SEDANG SEDANG RENDAH RENDAH RENDAH RENDAH RENDAH RENDAH RENDAH RENDAH RESIKO Warga tidak setuju dibangun stadion Terjadi perubahan rencana Ijin ditolak Ijin pengukuran ditolak Kerusakan pada alat ukur Salah dalam pemilihan tipe proyek Kompleksitas pekerjaan tidak mendetail Teknologi yang digunakan tergolong lama Salah perencanaan .

Produk maupun teknologi yang dipakai tidak memiliki lisensi Pemantauan lingkungan proyek tidak intens Sering dilakukan revisi rencana Terjadi miskomunikasi dengan sub perencana Redesain perencanaan Perencanan tidak dilakukan detail pada setiap titik .

.

.

KLASIFIKASI RISIKO TINDAKAN RENCANA PENANGGULANGAN PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB RENDAH Mengabaikan - Pemilik SEDANG Mengurangi Mengumpulkan data keseluruan dengan benar Konsultan perencana SEDANG Mengurangi Mengumpulkan persyaratan dengan benar dan lengkap Pemilik SEDANG Mengurangi Mengumpulkan persyaratan dengan benar dan lengkap Konsultan pengukur RENDAH Mengabaikan - Konsultan pengukur SEDANG Mengurangi Diskusi dengan para ahli dengan rutin Pemilik dan Konsultan perencana SEDANG Mengurangi Mengumpulkan data keseluruan dengan benar Konsultan perencana RENDAH Mengabaikan - Konsultan perencana RENDAH Mengabaikan - Konsultan perencana .

RENDAH Mengabaikan - Konsultan perencana RENDAH Mengabaikan - Konsultan perencana RENDAH Mengabaikan - Konsultan perencana RENDAH Mengabaikan - Pemilik dan Konsultan perencana RENDAH Mengabaikan - Konsultan perencana RENDAH Mengabaikan - Konsultan perencana .