You are on page 1of 10

REVIEW

PENGARUH KONSUMSI KEFIR TERHADAP KADAR GULA DARAH PUASA DAN
GULA DARAH SESAAT
Cynthia Mudhita1), Jennica Fidelia1), Abdi Christia2)
1) Students of Department of Nutrition and Food Technology, Surya University
2) Lecturer of Department of Nutrition and Food Technology, Surya University
Abstrak
Pemberian sejumlah kefir secara berkala pada penderita diabetes menunjukkan hasil yang
cukup signifikan pada penurunan kadar gula darah. Kefir dapat menurunkan kadar gula
darah tubuh, baik gula darah sesaat (PPG) dan gula darah puasa (FBG) berdasarkan hasil
penelitian pada mencit KKAy. Kefir juga memiliki Indeks Glikemik (GI), Indeks Insulin (II)
dan Indeks Kekenyangan (SI) yang baik, sehingga berguna dalam mengontrol jumlah
konsumsi glukosa bagi penderita diabetes.
Kata kunci

: diabetes, kefir, gula darah puasa, gula darah sesaat

Abstract
Giving an adequate amount kefir regularly to diabetes patients indicate significant result in
lowering blood glucose level. Kefir can decrease the body’s blood glucose level, either the
postprandial blood glucose (PPG) or the fasting blood glucose (FBG) according to the
research on KKAy mice. Kefir also good in Glycemic Index (GI), Insulinemic Index (II) and
Satiety Index (SI), and can be used for controlling the total glucose consumption for
diabetics.
Keywords

: diabetes, kefir, fasting blood glucose, postprandial blood glucose

Pendahuluan

sedikitnya insulin atau terjadi kelainan

Diabetes Mellitus atau yang lebih sering

dimana tubuh tidak dapat menggunakan

disebut dengan diabetes adalah sebuah

insulin dengan sewajarnya. Penggolongan

penyakit

yang

tipe diabetes telah digolongkan menjadi 2

disebabkan oleh hiperglikemia kronis (Holt

oleh WHO, yaitu diabetes tipe 1, yang

and Kumar 2013). Hiperglikemia adalah

sebelumnya

sebuah kondisi dimana tubuh memiliki gula

diabetes mellitus ketergantungan pada

darah yang tinggi, akibat dari terlalu

insulin, atau insulin-dependent diabetes

kelainan

metabolik

dikategorikan

sebagai

Penggunaan kefir murni sebagai salah satu bentuk terapi untuk mengobati diabetes mellitus masih belum banyak diketahui masyarakat Indonesia. dapat diasosiasikan dengan kecacatan Pembahasan dikategorikan insulin secara bervariasi yang dikenal sebagai resistan insulin. vitamin B2 dan B12. Kefir murni yang tidak diberikan bahan tambahan apapun. peptida. penghasil insulin 2011). 2012). Kefir grains merupakan simbiosis kompleks dari lebih dari 30 jenis mikroflora yang memiliki struktur seperti kembang kol saat ditambahkan ke dalam susu. Dimana kefir grains adalah campuran bakteri menguntungkan dan ragi dengan matriks polisakarida. serta kemampuannya untuk . fosfor. Mekanisme yang terjadi adalah sebagai berikut. terdapat kandungan komponen bioaktif seperti eksopolisakarida. diabetes tipe sedangkan 2 dapat dikategorikan menjadi beberapa tahap dan mungkin membutuhkan insulin dikemudian hari. maupun (4) meminum obat penurun gula darah dan insulin (Judiono et al. Kefiran terbentuk dari diabetes mellitus non-ketergantungan pada bakteri Lactobacillus kefiranofaciens dan insulin atau non-insulin-dependent diabetes Lactobacillus debrueckii subsp. Kefir sangat merupakan pembentuk sensasi Para penderita diabetes melakukan terapi untuk mengontrol kadar gula darah. (3) berolahraga.mellitus (IDDM) yang disebabkan oleh kaya akan vitamin. baik kefir susu sebelumnya sebagai maupun kefir bening. merupakan salah satu terapi diabetes yang baik. Penderita diabetes tipe 1 biasanya membutuhkan suntikan insulin secara kontinu penderita selama hidupnya. (Otles and Cagindi 2003). mineral. yang merupakan bagian dari kefir. (2) diet. dengan berbagai cara. Kefiran adalah sejenis cairan gel Terkadang penyebabnya didalam pankreas. misalnya (1) melakukan perubahan pola tingkah laku. bulgaricus mellitus (NIDDM) yang merupakan akibat dan dari kekurangan insulin secara relatif yang mouthfeel pada kefir (Maeda et al. dapat berwarna bening atau kuning pucat yang diketahui. didalam kefir. Sedangkan diabetes tipe 2. seperti kalsium. antioksidan. 2004c). (Holt and Kumar 2013). vitamin K. Kefir adalah susu fermentasi terbuat dari butir kefir atau kefir grains. yang menyebabkan penghancuran sel vitamin A serta vitamin D (Gaware et al. asam amino kekurangan insulin secara absolut yang dan biasanya merupakan penyakit autoimun magnesium. tidak enzim.

dapat digunakan oleh sel dan jaringan semakin rendah angka indeks glikemiks. 2006). kinase Phosphatidylinositol-4. Pada dasarnya. motilitas. (Knight et al. sehingga insulin dilepaskan dari sel pankreas  . dapat tidak. poliferasi sel. Sehingga glukosa darah sel. dan Indeks Kekenyangannya masing-masing. ada meningkatkan kadar penyerapan glukosa yang disebut sebagai Beban Glikemik atau pada sel-sel yang responsif terhadap Glycemic Load (GL) adalah suatu ukuran insulin. kadar glukosa darah dan kadar insulin. Selain dari Indeks Glikemiks. (Teruya et al. 2008). Kadar glukosa yang menggambarkan seberapa banyak meningkat sebanyak dengan kadar glukosa darah yang naik setelah menambahkan larutan kefram-kefir pada seseorang memakan suatu jenis makanan. Setiap bahan pangan memilki Indeks Glikemik. myotubes L6 yang telah di stimulasi Besarnya 1 unit Beban Glikemik sama dengan insulin. 2012).mendorong sistem imun agar bekerja pertumbuhan dengan lebih baik. pengaruh ekstrak kefram-kefir terhadap Pengaruh yang dimaksud adalah apakah kadar penyerapan glukosa. tubuh (Judiono et al. 2002) dengan efek dari mengonsumsi 1 gram Ekstrak kefir dapat mengaktifkan PI 3- glukosa (Atkinson et al. dan Teruya pada tahun 2002 telah meneliti berlaku sebaliknya (Atkinson et al. bisphospate 3-kinase yang merupakan Indeks Insulin adalah suatu indeks yag suatu digunakan untuk mengukur bagaimana telah atau enzim terbukti penyerapan yang 6 kali berperan dalam . diferensiasi. Indeks Glikemik atau Glycemic Index (GI) adalah suatu indeks yang merupakan kisaran bagaimana makanan dapat mempengaruhi besarnya kadar glukosa darah. Ekstrak dari menyebabkan kadar glukosa naik atau kefram-kefir. Gastric Inhibitory Peptide atau yang biasa disebut sebagi GIP dan enzim adenil siklase melalui Adenosina Monophospat Siklik (AMP). hidup sel.5- Indeks Insulin atau Insulinemic Index (II). serta membuat ion-ion Ca2 menjadi lebih sensitif dan mengaktivasi protein kinase A. dan keangsungan Eksopolisakarida atau yang biasa disebut sebagai EPS didalam kefir mengaktifkan hormon glukagon seperti peptida 1. Indeks Insuliin. 2008). 1981). Indeks Glikemik pertama kali di cetuskan oleh Jenkins dan rekannya pada tahun 1981 (Jenkins et al. 2012)(Hadisaputro et maka semakin kecil pengaruhnya terhadap al.

Indeks insulin mirip plain. glukosa darah dengan tidak . namun hasilnya tidak dapat sebesar 122±16% dengn perbandingan roti dipastikan. Setiap bahan pangan. karena memiliki kekenyangan (Kong 2009). Indeks Insulin dapat glikemik kefir berperisa stroberi adalah digunakan untuk mengukur jenis makanan sebesar 87±24% . dan kefir dengan Indeks Glikemik dan Beban berperisa jeruk. tawar sebesar 100%. kefir berperisa stroberi. kefir menggambarkan tingkat rasa kepuasan berperisa jeruk sebesar 124±36%. dan kefir plain kekenyangan. Namun untuk membandingkan 3 jenis kefir produksi indeks insulin. perbandingan roti tawar sebesar 100%. kefir berperisa indeks indeks jeruk sebesar 121±27%. dan kekenyangan yang paling tinggi sehingga indeks kekenyangan dari kefir. angka indeks glikemik yang paling rendah. yang paling baik adalah kefir masal dan menggunakan roti tawar sebagai berperisa stroberi. dan kefir plain sebesar tetap berpengaruh terhadap insulin (Holt et 41±12%. dengan menggunakan roti tawar al. yaitu sebesar 142±48%. Kefir plain juga memiliki indeks meneliti indeks glikemik. namun lebih mengarah kepada pada tabel 1. mereka baik bagi penderita diabetes. termasuk kefir sehingga tidak menyebabkan naiknya memiliki keempat indeks tersebut.respon insulin terhadap makanan yang digunakan pun berbeda-beda. 1997). dan terhadap suatu makanan setelah makanan kefir plain sebesar 112±36% dengan tersebut dikonsumsi (Weight 1995). Jenis kefir yang (Kong and Hendrich 2012). kefir berperisa jeruk yang tidak memiliki kadar glukosa namun sebesar 44±9% . Sudah banyak penelitian yang dilakukan Indeks kekenyangan kefir berperisa stroberi untuk mengetahui apakah hubungan antara adalah sebesar 85±19%. Indeks Kekenyangan atau Satiety Index Indeks insulin dari dari kefir berperisa (SI) yang stroberi adalah sebesar 142±48%. yaitu kefir masuk ke dalam tubuh. Oleh Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan karena itu. Dari hasil penelitiannya Glikemik. Kong kadar dan Hendrich pada tahun 2012 telah terkendali. indeks insulin. adalah suatu glikemik indeks dengan dikarenakan hasil yang berbeda-beda dari setiap penelitian. diketahui bahwa indeks kadar insulin darah. patokan pembanding. sebagai pembanding yang berniai 100%. belum dapat dipastikan adanya bahwa kefir yang paling baik bagi penderita kaitan antara indeks glikemik dan indeks diabetes adalah kefir plain.

masing-masing. baik gula darah glucose test (PC) atau gula darah sesaat sesaat (PPG) maupun gula darah puasa adalah metode yang dilakukan sekitar 2 (FBG) (Maeda et al. 1995). telah dilakukan penelitian . 2003)(de metode pengecekan gula darah yang Veciana et al. sebagai model bahan percobaan studi hal ini diakibatkan oleh mulai diserapnya diabetes. Sedangkan postprandial kadar gula darah mencit. jam 2004a) . Hasil dari gula darah puasa maupun gula keadaan mencit masih sehat. bertambahnya usia. pada usia 12 hari. Tes gula darah sesaat namun yang paling umum dilakukan adalah (PPG) lebih efektif bagi penderita diabetes fasting blood sugar (FBS) dan postprandial moderat. sekresi glukagon. Mencit KKAy adalah suatu jenis tikus Kadar glukosa dalam darah mulai naik berwarna kuning yang sering digunakan sekitar 10 menit setelah makanan dicerna. Fasting blood sugar lebih efektif bagi penderita diabetes yang (FBS) atau gula darah puasa adalah lebih parah (Monnier et al. dan selama jeda tersebut pasien pengaruh pemberian ekstrak kefiran yang diharapkan tidak makan apapun. Pada usia 90 hari. mencit mulai mengalami acuan untuk mengukur kesehatan gula hiperinsulinemia karena kerusakan jaringan darah seseorang. diantaranya penyerapan sehingga karbohidrat.Dalam pengecekan kadar gula darah. mencit sudah dilakukan oleh Monier dan rekannya.dapat tes memiliki kelebihan dan kekurangannya dilakukan metode. kemudian darah sesaat dapat digunaakan sebagai pada usia 29 hari. setiap mengalami menghasilkan mencit hiperinsulinemia akut yang dan . Mencit ini merupakan hasil karbohidrat. 2004b)(Maeda et al. FBS biasa dilarutkan kedalam air pada mencit KKAy disebut juga sebagai preprandial glucose menunjukkan bahwa terjadi penurunan test (Mutie 2014). sedangkan test gula darah puasa glucose test (PC). Gula darah sesaat atau persilangan gen obesitas kuning (Ay) Postprandial Glucose (PPG) dipengaruhi dengan gen moderat hiperglikemia (KK) oleh beberapa hal. dengan setelah beberapa pasien mengkonsumsi makanan (Association 2001). efek dari metabolisme glukosa didalam liver 1970). insulin. Menurut studi yang ginjal. Penyakit diabetes pada mencit dan jaringan disekitarnya (Association KKAy semakin parah seiring dengan 2001). dan memiliki diabetes bawaan (Iwatsuka et al. dilalakukan sekitar 8-12 jam setelah makan Pada tahun 2002.

6 Sedangkan pada kelompok yang diberikan mg/dl. Oleh karena terjadinya baik sesaat maupun puasa.5 kelompok kefiran dengan dosis 100mg/kg .0 mg/dl pada hari ke-30.4±22.4 mg/dl diabetes.9 mg/dl.8±5. pada hari pertama kadar gula penurunan.5 Mencit dibagi menjadi kelompok kontrol. Kadar gula darah sesaat (PPG) darah 292. pada hari penelitian ini. didapatkan mg/dl pertama.7±4. dimana mencit Pada kelompok yang diberikan ekstrak hanya diberikan minum air biasa tanpa kefiran sebesar 300 mg/kg pada air tambahan ekstrak kefiran.9 mg/dl pada hari ke-15 dan ke-30.1 mg/dl. kemudian naik didapatkan sebesar 296. darah sesaat (PPG) mencit pada hari maka pertama mencit dan KKAy dijadikan model sebesar 289. puasanya juga cenderung mengalami Kadar gula darah puasa pada mencit juga kenaikan. percobaan pada banyak studi mengenai kemudian turun menjadi 269. terjadi penurunan hiperglikemia akut pada usia 165 hari kadar gula darah yang cukup signifikan (Diani et al.9 mg/dl pada ke-15 namun mengalami kenaikan pada hari ke-15 dan menjadi 133.2 Pengaruh ekstrak kefiran terhadap kadar mg/dl pada hari ke-30.8±14. 1987). 3 ekor mencit dibagi menjadi pertama 3 kelompok besar.1±21. hasil yang kemudian sebesar kemudian menjadi .8±3. Kadar gula diabetes pada mencit tergolong cepat. mengalami kenaikan menjadi 130.5 mg/dl.hiperglikemia.5±12.1±18.8 mg/dl pada hari 163.0 mg/dl hari ke-30. Kadar gula darah dan keloompok kefiran dengan dosis kembali turun menjadi 114. Kadar gula darah puasa (FBG) pada hari ke-30.9±9.4±6. Pada kadar gula darah puasa (FBG).6±11. pada hari ke-30. masing-masing 10 ekor.9±4. pada hari ke-15 dan menjadi 257.5±14.3±57 mg/dl 300mg/kg.5 mg/dl pada menjadi 306. menjadi 123.3±7. 123. mg/dl pada hari ke-15.2 mg/dl pada hari mengalami penurunan signifikan pada hari pertama. Sedangkan untuk gua darah dapat dilihat pada tabel 2. mengalami pada air minumnya. Sedangkan untuk kadar gula darah menjadi 240. dari 123. Pada kelompok kontrol.7 mg/dl pada hari ke-15 hari dan menjadi 318.7±19. pada hari pertama sebesar 130. kemudian turun secara signifikan ekstrak kefiran dengan dosis 100 mg/kg pada hari ke-15 menjadi 120. didapatkan bahwa kadar gula sesaatnya (PPG) cenderung mengalami darah sesat dan puasanya mengalami kenaikan.4±4. kadar gula darah minumnya.

salah satunya untuk menjaga kestabilan kadar gula darah. disebabkan oleh hiperglikemia kronis. Pada tahun 2014. Brand-Miller JC (2008) International tables of glycemic index and glycemic load values: 2008. Diabetes care 31:2281– 2283. Pada yang merupakan campuran antara susu penelitian tersebut penderita dibagi menjadi dan kefir grains. walaupun penelitiannya baru dilakukan sebatas kepada mencit KKAy.2 mg/dl pada hari ke-30 (Maeda et penyakit akibat kelainan metabolik yang al. penderita sehingga dapat diabetes untuk mengontrol jumlah konsumsi glukosa.4±5. memiliki HbA1c <7 sebanyak 200 ml kefir/ hari dan diet standar. yang pada proses 3 kelompok . Setelah 30 hari. Namun yang paling menunjukkan penurunan yang paling signifikan adalah kelompok 2. baik gula darah sesaat atau postprandial blood glucose (PPG) maupun gula darah puasa atau fasting blood glucose (FBG). Kefir telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah. Atkinson FS. baik PPG maupun FBG. sudah dilakukan ujicoba akibat terlalu sedikitnya insulin didalam pengaruh kefir terhadap para penderita tubuh. 2014) Kesimpulan Kefir memiliki banyak sekali khasiat. indeks insulin (II) dan indeks kekenyangan (SI) yang cukup membantu baik. Referensi Association AD (2001) Postprandial blood glucose. Kefir adalah sejenis susu fermentasi diabetes di Bandung dan Cimahi.namun mengalami kenaikan menjadi Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu 127. 2004a). penelitian menunjukkan hasil yang cukup signifikan. yaitu sebesar 34.12 mg/dl.64 mg/dl. HbA 1c atau Glycated Hemoglobin adalah hemoglobin yang digunakan untuk mengukur nilai ratarata konsentrasi glukosa pada plasma darah (Selvin et al. (Judiono et al. kelompok 2 yang memiiki HbA1c > 7 sebanyak 200 ml kefir / hari dan diaet standar sertaa kelompok 3. Kefir memiliki indeks glikemik (GI). Foster-Powell K. yaitu kelompok kontrol yang tidak diberikan kefir tapi menjalani diet standar. Diabetes Care 24:775–778. sedangkan kelompok 1 sebesar 19.4286 mg/dl dengan deviasi sebesar 18. 2010). yaitu kelompok 1 yang ferentasinya menghasilkan kefiran. .06 mg/dl dengan deviasi sebesar ± 55. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah puasa (FBG) mengalami penurunan pada semua kelopok.

et al. Zhu X. Maeda H. et al. Feldman ME. Hadisaputro S (2012) Biomolecular Aspects of Plain Kefir Antidiabetic Potentials. insulinemic and satiety responses. (2002) Fermented milk. (2006) A pharmacological map of the PI3-K family defines a role for p110alpha in insulin signaling. Cagindi O (2003) Kefir: a probiotic dairy-composition. Tominaga R. Zhu X. nutritional and therapeutic aspects. et al.1016/j. Suzuki S. Kong KL (2009) Effects of kefirs on glycemic. blood glucose. Monnier L. Teruya K. (2004c) Structural characterization and biological activities of an exopolysaccharide kefiran produced by Lactobacillus kefiranofaciens WT-2BT. Journal of the American College of Nutrition 31:280–287. Nutrition & Public Health 5: Kong KL. Kumar S (2013) ABC of Diabetes. et al. Gonzalez B. Biofactors 22:197– 200. Kotade K. Holt S. Wolever T.cell. . Endocrinologia japonica 17:23–35. (2011) THE MAGIC OF KEFIR: A REVIEW.2006. Cytotechnology 40:107–116. Mitsuoka T (2004a) Effects of an exopolysaccharide (kefiran) from Lactobacillus kefiranofaciens on blood glucose in KKAy mice and constipation in SD rats induced by a lowfiber diet. et al. Zhu X. Insulinemic Index. Sawada G. Pakistan Journal of Nutrition 2:54–59. Diabetes care 26:881– 885. Mutie M (2014) Blood glucose monitoring. SUZUOKI Z (1970) General survey of diabetic features of yellow KK mice. Bioscience and microflora 23:149–153. doi: 10. blood pressure. International Journal of Food. Knight ZA. SHINO A. Pharmacology online 1–376. Dolas R. Gaware V. Maeda H.03. and Satiety Index of Kefir. Judiono.Diani A. Omura K. Kefram-Kefir enhances glucose uptake into insulinresponsive muscle cells. (2004b) Effects of an exopolysaccharide (kefiran) on lipids. Colette C (2003) Contributions of fasting and postprandial plasma glucose increments to the overall diurnal hyperglycemia of type 2 diabetic patients. Holt T. Miller J. Djokomoeljanto. Maeda H. Jenkins D. Taylor RH. Hendrich S (2012) Glycemic Index. (1987) The KKAy mouse: a model for the rapid development of glomerular capillary basement membrane thickening. Blood vessels 297–303. Zhang N. Petocz P (1997) An insulin index of foods: the insulin demand generated by 1000-kJ portions of common foods. John Wiley \& Sons Iwatsuka H. et al. The American journal of clinical nutrition 66:1264–1276. and constipation. Lapinski H.035 Otles S. The American journal of clinical nutrition 34:362–366. Yamashita M. Cell 125:733–47. (1981) Glycemic index of foods: a physiological basis for carbohydrate exchange. et al. Journal of agricultural and food chemistry 52:5533– 5538.

Major CA. et al. New England Journal of Medicine 333:1237–1241.De Veciana M. Morgan MA. (1995) Postprandial versus preprandial blood glucose monitoring in women with gestational diabetes mellitus requiring insulin therapy. . European journal of clinical nutrition 49:675–690. Weight L (1995) A satiety index of common foods.

2004a) .Tabel Tabel 1 (Kong 2009) Tabel 2 (Maeda et al.