You are on page 1of 30

Program BK

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
SMA NEGERI 7 KEDIRI
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Alloh SWT karena dengan karunia dan ridhonya saya dapat menyelesaikan program Guru BK SMA
Negeri 7 Kediri Tahun 2014-2015 ini tepat pada waktunya walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana. Program Bimbingan dan konseling
merupakan perangkat yang harus disusun guru BK sebelum melaksanakan pelayanan di sekolah , dengan tujuan agar guru BK dalam
melaksanakan kegiatan layanannya dapat terarah dan berjalan dengan baik sehingga dapat membantu suksesnya kegiatan belajar mengajar di
SMA Negeri 7 Kediri.
Dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada :
1.Bapak Drs.H. Sony Tataq Setya Swasana, M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 7 Kediri atas dukungan,perhatian dan kebijaksanaannya.
2.Bapak /Ibu guru dan wali kelas atas partisipasinya dalam pelaksanaan program kegiatan layanan BK di SMA Negeri 7 Kediri.
3.Teman-teman seprofesi yang telah dapat bekerja sama dan mendukung program kegiatan guru BK ini dengan baik.
Kami menyadari bahwa program kerja Guru BK ini sangat sederhana dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu saya mengharapkan saran
dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak demi sempurnanya program kerja Guru BK SMA Negeri 7 ini untuk tahun yang akan
datang.
Kediri, Januari 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN,
A. Latar belakang

B. Landasan hukum
C. Tujuan
D. Fungsi
E. Bidang Bimbingan dan Konseling
F. Prinsip
G. Sasaran
BAB II PENGORGANISASIAN
A. Organisasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling
B. Personal Pelaksana Pelayanan Bimbingan
C. Mekanisme Kerja
D. Mekanisme Penanganan Siswa Bermasalah di Sekolah
E. Sarana dan Prasarana
F. Biaya.
BAB III MANAJEMEN BIMBINGAN KONSELING
A. Kerangka Kerja
B. Komponen BK
C. Perencanaan Program
D. Strategi Implementasi
E. Bidang Bimbingan
F. Teknik,waktu dan Tempat Pelaksanaan
BAB IV PENUTUP /EVALUASI
A. Tujuan Evaluasi
B. Jenis Evaluasi
C. Aspek Evaluasi
D. Sumber yang di Evaluasi
E. Penilaian
F. Teknik Penilaian .

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Upaya pengembangan manusia tidak lain adalah upaya mengembangkan segenap potensi yang ada pada diri manusia secara individu
dalam seluruh dimensi kemanusiaanya agar dirinya menjadi manusia yang seimbang antara kehidupan individu dan sosialnya.
Bimbingan Konseling sebagai bagian yang terpisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan merupakan upaya yang memungkinkan
peserta didik mengenal dan menerima diri sendiri serta mengenal dan menerima lingkungan secara positif dan dinamis, serta mampu mengambil
keputusan, mengarahkan dan mewujudkan diri sendiri secara efektif dan produktif sesuia dengan peran yang diinginkannya dimasa depan

Dalam pasal 27 Peraturan pemerintah Nomor 29 tahun 1990 menegaskan bahwa Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada
siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi
dimasukkan agar pserta didik mengenal lingkungan secara obyektif, baik lingkungan social maupun lingkungan fisik, dan menerima berbagai
lingkungan itu dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan mengenal lingkungan social dapat menunjang proses penyesuaian peserta didik
dan memanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. Bimbingan dalam rangka merencanakan masa
depan dimaksudkan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya, baik. Sedangkan
layanan bimbingan dan konseling yang diberikan disekolah tiada lain adalah untuk menunjang pengembangan potensi para siswa secara utuh
dan menyeluruh. Oleh karena itu, agar layanan bimbingan dan konseling dapat menunjang secara penuh perkembangan siswa, maka layanan itu
harus diselenggarakan secara professional, dengan berpedoman kepada rambu-rambu tertentu, yang dituangkan dalam program yang lengkap,
sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing
B. LANDASAN HUKUM
Adapun dasar pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 7 Kediri adalah

a.Landasan Yuridis
1.Undang-undang RI Nomor:20 tahun 2003, Bab II tentang dasar, fungsi dan tujuan pendidikan Nasional
2.Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2010 tentang Guru
3.Peraturan Pemerintah Mendiknas Nomor:27/Mendiknas/2010, tentang Standar Kualifikasi Akedemik dan Kompetensi Konselor
4.Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal Tahun 2007 se- Indonesia.
5.SK Kepala SMA Negeri 7 Kediri tantang pembagian tugas guru BK dan jumlah siswa asuh tahun pelajaran 2013/2014.
b.Landasan Filosofis
Guru BK/konselor sekolah diwajibkan menguasai ilmu pendidikan sebagai dasar dari keseluruhan kinerja profesionalnya dalam bidang
pelayanan bimbingan dan konseling, karena guru BK/konselor sekolah digolongkan ke dalam kualifikasi pendidik; dan oleh karenanya pula
kualifikasi akademik seorang guru BK/konselor sekolah pertama-tama adalah Sarjana Pendidikan. Atas dasar keilmuan inilah guru BK/konselor
sekolah akan menguasai dengan baik kaidah-kaidah keilmuan pendidikan sebagai dasar dalam memahami peserta didik (sebagai sasaran
pelayanan bimbingan dan konseling) dan memahami seluk beluk proses pembelajaran yang akan dijalani peserta didik melalui modus pelayanan
bimbingan dan konseling. Dalam hal ini proses pelayanan bimbingan dan konseling tidak lain adalah proses pembelajaran yang dijalani oleh
sasaran layanan bersama guru BK/konselor sekolahnya. Dalam arti yang demikian pulalah, guru BK/konselor sekolah sebagai pendidik diberi
label juga sebagai agen pembelajaran.
c.Landasan Psikologis
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 7 Kediri didasarkan pada ketuntasan dari Tugas Perkembangan untuk jenjang
SMA, yang antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam peranannya sebagai pria atau wanita.
Mencapai kematangan pertumbuhan fisik yang sehat.
Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan
pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.
Mencapai Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta apresiasi seni.
Mencapai kematangan dalam pilihan karir.
Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi.

9. kematangan dalam sistem etika dan nilai.
d. Landasan Sosial Budaya
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 7 Kediri juga mengacu pada kultur yang berlaku di sekolah. Kultur tersebut
tertuang dalam visi dan misi sekolah. Untuk itu, semua program BK tidak lepas dari visi dan misi sekolah yang sudah disusun dan disepakati
oleh seluruh komponen sekolah. Program utama dari pelayanan bimbingan dan konseling SMA Negeri 7 Kediri lebih kearah membangun
kemandirian dalam memecahkan masalah yang dihadapi serta memantapkan pilihannya dalam melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
e. Landasan Religius

Berdasar pada salah satu tujuan sekolah yaitu ingin membangun insan yang berakhlak mulia, maka seluruh kegiatan pelayanan
bimbingan dan konseling juga mengacu pada tujuan tersebut. Untuk itu dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling selalu didasarkan
pada nilai-nilai agama yang dianut oleh para siswa.
C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Tujuan umum program pelaksanaan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut :
 Sebagai pedoman pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dalam rangka mewujudkan fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional, yaitu :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
Demokratis serta bertanggungjawab. (Bab II, Pasal 3, UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas).
 Agar konseli dapat :
(1) Merencanakan kegiatan penyeleseian studi, perkembangan karir serta kehidupannya dimasa yang akan dating
(2) Mengembangkan seluruh potensi dan kekauatan yang dimilikinya seoptimal mungkin;

(3) Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya;
(4) Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian ddengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun
lingkungan kerja.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus program pelaksanaan bimbingan dan konseling adalah untuk membentu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas
perkembangannya yang meliputi aspek pribadi social, belajar akademik, dan karier.
a). Tugas perkembangan pribadi sosial, yang membantu siswa dalam rangka :
 Memiliki kesadaran diri, yaitu menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada diri siswa.
 Dapat mengembangkan sifat positif, seperti menggambarkan orang-orang yang mereka senangi.
 Membentuk pilihan yang sehat .
 Mampu menghargai orang lain .
 Memiliki rasa tanggung jawab .
 Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi.
 Dapat menyelesaikan konflik .
 Dapat membuat keputusan secara efektif.
b)Tugas perkembangan belajar, yang membantu siswa dalam rangka:
 Dapat melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif.
 Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan .
 Mampu belajar secara efektif.
 Memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menghadapi evaluasi/tujuan.
c)Tugas perkembangan karir, yang membantu siswa dalam rangka :
 Membentuk identitas karir dengan cara mengenal ciri-ciri pekerjaan di dalam lingkunga kerja .
 Merencanakan masa depan .
 Membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah karir.
 Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat .
D. FUNGSI

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, program layanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi sebagai pedoman bagi pelaksanaan layanan
BK:
1 . Fungsi Pemahaman
Adalah fungsi layanan bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu sesuai dengan
keperluan pengembangan siswa yang meliputi:
a. Pemahaman tentang diri sendiri, terutama oleh siswa sendiri, orang tua, guru, dan pembimbing.
b. Pemahaman tentang lingkungan siswa (keluarga, sekolah) terutama oleh siswa sendiri, orang tua, guru dan pembimbing.
c. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas( informasi pendidikan, jabatan/ pekerjaan, budaya/ nilai-nilai )terutama oleh siswa
sendiri .
2. Fungsi Fasilitasi
Memberikan kemudahan terhadap konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang.
Seluruh aspek dalam diri konseli.
3. Fungsi Penyesuaian
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara
dinamisdan konstruktif.
4. Fungsi Penyaluran
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan
memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan cirri-ciri kepribadian lainnya.
5. Fungsi Adaptasi
Yaitu membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah dan staf, konselor dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan
terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli.
6. Fungsi Pencegahan(Preventif)
Yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang terjadi dan berupaya untuk
mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli.
7. Fungsi Perbaikan
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berpikir, berperasaan dan
bertindak (berkehendak ).
8. Fungsi Penyembuhan
Fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang
telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar maupun karir.
9.Fungsi Pemeliharaan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang
telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktifitas
diri.
10. Fungsi Pengembangan
Fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiaasa berupaya untuk
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli.
Fungsi-fungsi tersebut dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai jenis layanan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling
sesuai dengan fungsinya . Setiap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu kepada satu
atau lebih fungsi-fungsi layanan , agar hasil yang dicapai dapat diidentifikasi dan dievaluasi dengan baik.
E.Bidang Bimbingan Konseling
Layanan bimbingan dan konseling adalah merupakan aspek penting dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan di sekolah. Oleh
karena itu upaya bimbingan dan konseling hendaknya memungkinkan peserta didik mengenal dan menerima lingkungannya secara positif
dabndinamis, serta mampu menganbil keputusan, mengarahkan dan mewujudkan diri sendiri secara efektif dan produktif sesuai dengan peranan
yang diinginkannya dimasa depan. Secara lebih khusus bidang bimbingan dan konseling meliputi:



Bimbingan Pribadi
Bimbingan Sosial
Bimbingan Belajar
Bimbingan Karier

F.Prinsip-Prinsip Bimbingan
Prinsip-prinsip bimbingan meliputi:
1.Bimbingan harus berpusat pada diri sendiri
2.Bimbingan harus dilakukan secara continue dan terencana
3.Bimbingan harus mencangkup semua siswa
4.Bimbigan harus berfungsi membantu siswa agar siswa akhirnya mampu menolong dirinya sendiri
5.Bimbingan yang diberikan harus berdasarkan data dan informasi yang terpercaya

6.Bimbingan harus dilaksanakaan dengan menjamin kerahasiaan
7.Bimbingan harus diberikan sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan cita-cita siswa
G.Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai melalui program bimbingan dan konseling di SMA Negeri 7 Kediri ini adalah terlaksananya layanan
bimbingan yang menyeluruh terhadap para peserta didik dalam rangka mewujudkan diri melalui pengembangan segenap potensi yang
dimilikinya secara optimal.
BAB II
PENGORGANISASIAN
Pengelolaan layanan Bimbingan dan Konseling didukung oleh adanya organisasi personil pelaksana, sarana dan prasarana, serta
pengawasan pelaksanaan bimbingan. Struktur organisasi Bimbigan dan Konseling SMAN 7 Kediri sebagai berikut.
A. Organisasi Pelayanan Bimbingan
Organisasi pelayanan bimbingan dan konseling SMA Negeri 7 Kediri meliputi segenap unsur-unsur sbb :
1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Kediri adalah penanggung jawab pelaksana teknis bimbingan dan konseling di sekolah .
2. Wakil Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah adalah pembantu kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan konseling sehari-hari.
3. Koordinator BK dan Guru Pembimbing/Konselor sekolah
Koordinator BK dan Guru Pembimbing/ Konselor sekolah adalah pelaksana utama yang mengkoordinir semua kegiatan yang terkait
dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling .
4. Guru Mata Pelajaran
Adalah pelaksana pengarah dan pelatih serta bertanggung jawab memberikan informasi tentang siswa untuk keperluan bimbingan dan
konseling.
 Membantu memasyarakatkan layanan BK.
 Membantu petugas BK dlm rangka mengidentifikasi siswa yg memerlukan layanan khusus .





Mereferal siswa kpd petugas BK.
Menerima referal dari petugas BK bagi siswa yg memerlukan layanan khusus.
Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan BK.
Berpatisipasi didalam penanganan siswa yang bermasalah.
Membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan bagi layanan BK

5.Wali Kelas
Adalah guru yang diberikan tugas sebagai berikut:
 Membantu petugas BK dalam melaksanakan tugas di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.
 Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa dalam mengikuti dan menjalani layanan bimbingan khususnya di kelas yang
menjadi tanggung jawabnya.
6.Siswa
Adalah seluruh peserta didik SMA Negeri 7 Kediri yang berhak menerima pengajaran, pelatihan dan pelayanan bimbingan dan konseling
dari guru pembimbing/Konselor.
7.Tata Usaha
Adalah pembantu kepala sekolah
administrasibimbingan dan konseling .

dalam

menyelenggarakan

administrasi

ketata

usahaan

sekolah,

dan

melaksanakan

B. Personil Pelaksana layanan Bimbingan dan Konseling
Personil pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pelayanan bimbingan,
dengan. Koordinator Guru Pembimbing / Konselor sebagai pelaksana utama. Adapun rincian tugasnya sebagai berikut :

No
Nama
1 Drs. Sony Tataq Setya

Jabatan
Kepala Sekolah

Uraian Tugas
Mengkoordinir segenap kegiatan sekolah .Menyediakan sarana dan

S. M.Pd.

prasarana kegiatan bimbingan dan konseling .
Melaksanakan pengawasan dan pembinaan pelaksanaan bimbingan
konseling.
Mempertanggung jawabkan pelaksanaan bimbingan konseling.

2

Drs.Mat Samsuri
Dra.Hj.Kasiati
Miftakhodin S.Pd.
Kamim Tohari S.Pd.

Wakil Kepala Sekolah

Membantu kepala sekolah dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.

3

Dra. Sufaeroh
Dra.Hj. Bibit Alam
Dra. Hj. Setaningsih PH
Dra. Siti Pawartiningsih
Dra. Kasiati
Nanik Hidayati S.Pd.

Koordinator
Guru BK
Guru BK
Guru BK
Guru BK
Admin. BK








Memasyarakatkan layanan Bimbingan konseling.
Merencanakan program BK.
Melaksanakan layanan program BK.
Melaksanakan kegiatan pendukung .
Menilai proses dan dan hasil pelayanan BK.
Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian BK.
Pengadministrasian layanan dan kegiatan pendukung BK.
Mempertanggung jawabkan tugas dan kegiatan kepada kepala sekolah atau
koordinator BK.

C. Mekanisme Kerja Kepala Sekolah, Guru Pembimbing, Wali Kelas, dan Guru Mata Pelajaran
Dalam pembinaan kesiswaan di sekolah diperlukan adanya kerjasama diantara semua personil sekolah yang meliputi : Kepala Sekolah,
Guru Pembimbing, Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran .

1. Kepala Sekolah
Kepala SMAN 7 Kediri merupakan penanggung jawab bagi terselenggaranya pelaksana Bimbingan dan Konseling di sekolah. Kepala
Sekolah memiliki kewajiban memeriksa semua kegiatan yang dilakukan oleh guru pembimbing ,Wali kelas dan guru mata pelajaran Guru
Pembimbing adalah pelaksana layanan bimbingan perlu memberikan laporan dari hasil kegiatan bimbingan dan konseling yang
dilakukannya, sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya .

2. Guru Pembimbing/Konselor Sekolah
Disamping bertugas memberikan layanan informasi kepada siswa, juga sebagai sumber data yang meliputi: kartu akademis, catatan
konseling, catatan konferensi kasus, dan ke lengkapan lain yang diperlukan .Oleh karena itu guru pembimbing perlu melengkapi data yang
diperoleh dari guru mata pelajaran , wali kelas dan sumber lainnya yang memungkinkan dimasukkannya ke dalam buku catatan pribadi (Kartu
Pribadi)

3. Wali Kelas
Disamping sebagai orang tua kedua di sekolah, juga wali kelas dituntut mengkoordinir informasi dan kelengkapan data yang meliputi
:daftar nilai, angket siswa, angket orang tua, catatan anekdot, laporan observasi, catatan home visit, dan catatan wawancara.

4. Guru Mata Pelajaran
Dalam melaksanakan bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran dituntut untuk memberikan informasi tentang data siswa yang
meliputi: data siswa, observasi, nilai ulangan harian, dan catatan anekdot.
D. Pola Penanganan Siswa Bermasalah

Pembinaan siswa dilaksanakan oleh unsure pendidikan di sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah . Sedangkan pola tindakan
terhadap siswa bermasalah di sekolah adalah merupakan upaya tindakan secara berkesinambungan mulai dari guru piket , wali kelas serta
petugas lainnya. Tindakan tersebut diinformasikan kepada wali kelas yang bersangkutan sebagai catatan bagi tindak lanjut layanan bimbingan .
Sementara itu guru pembimbing berperan dalam mengetahui sebab-sebab yang melatar belakangi sikap dan tindakan tersebut . Dalam hal
ini guru pembimbing bertugas membantu menangani permasalahan yang dialami siswa tersebut, melalui serangkaian wawancara atas sejumlah
informasi dari sumber data setelah wali kelas merekomendasikannya.

E. Beban Tugas Guru Pembimbing /Konselor
Sesuai dengan ketentuan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Admistrasi Kepegawaian
Negara Nomor:0433/P/1993 dan nomor:25 tahun 1993, diharapkan pada setiap sekolah ada petugas yang melaksanakan layanan bimbingan dan
konseling yaitu guru pembimbing /konselor dengan ratio satu orang guru pembimbing /konselor untuk 150 orang siswa . Oleh karena itu
kekhususan bentuk tugas dan tanggung jawab guru pembimbing /konselor sebagai suatu profesi, maka pelaksanaannya berbeda dengan tugas
sebagai tugas guru mata pelajaran, maka beban tugas atau penghargaan jam kerja guru pembimbing/ konselor ditetapkan 36 jam/minggu.

Adapun beban tugas guru pembimbing /konselor tersebut meliputi sebagai berikut :
 Kegiatan dalam menyusun program pelayanan bidang bimbingan pribadi, social, belajar dan bimbingan karier, serta semua jenis layanan
termasuk semua kegiatan pendukung dihargai sebanyak 12 jam .
 Kegiatan melaksanakan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadisocial, bimbingan belajar, bimbingan karier, serta semua jenis
layanan termasuk semua kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 6 jam.
 Kegiatan evaluasi pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi social, bimbingan belajar, bimbingan karier, serta semua jenis
layanan termasuk semua kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 18 jam.
 Sebagaimana guru mata pelajaran, guru pembimbing / konselor yang membimbing 150 orang siswa dihargai 24 jam, selebihnya dihargai
sebagai bonus, dengan ketentuan:
10 – 15 orang siswa = 2 jam
16 – 30 orang siswa = 4 jam
31 – 45 orang siswa = 6 jam
46 – 60 orang siswa = 8 jam

61 – 75 orang siswa = 10 jam
76 – 90 orang siswa = 12 jam
91 – 105 orang siswa = 14 jam
106 – lebih = 18 jam
Pembagian Tugas Guru BK Dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
No Nama Gol Jabatan Sasaran
Kelas SiswaJML
1.Dra. Sufaeroh IV. a Koord.BK X – 2
XI IA 1
XI IA 5
XI IS 2
XII IA 5
XII IS 2
2.Dra. Hj. Bibit Alam IV.b GURU BK X-5
X-7
XI IA 2
XI IS 1
XII IA 2
XII IS 1
3.Dra. Hj. Setaningsih Puji IV.b GURU BK X-3
X4
X8
XI IA 3
XI IA 4
XI IS 3
4.Dra. Siti Pawartiningsih IV.b GURU BK X-6
X9
XI AKSEL
XI IS 4
XII IA 1
XII IA 3

XII IS 3 238
5.Dra. Hj. Kasiati IV.b GURU BK X-1
X AKSEL
XI IA 6
XII IA 4
6.Nanik Hidayati S.Pd. ADMINS. BK
F.Sarana Prasarana
1.Sarana
Sarana dan prasarana pelaksanaan bimbingan dan konseling merupakan tanggung jawab sekolah, dan di konsultasikan sebelum tahun
pelajaran baru dimulai, oleh konselor, guru mata pelajaran, serta wali kelas dan Kepala Sekolah serta Komite Sekolah. Sarana dan prasarana
yang diperlukan antara lain:
a)Alat Pengumpul Data
Seperti : Format- format, pedoman observasi, pedoman wawancara, angket siswa, angket orang tua,catatan harian, daftar nilai prestasi belajar
kartu konsultasi, instrumen pengumpulan data dan minat
b)Alat Penyimpan Data
Seperti : Buku / kartu Pribadi siswa , Map dll.
c)Perlengkapan Teknis
Seperti: Buku Pedoman/ Petunjuk, buku informasi, ( pribadi- sosial, belajar dan karier) , paket bimbingan, ( pribadi- sosial, belajar dan karier)
d)Perlengkapan Teknis Lainnya
Seperti: Blanko surat, agenda surat, alat-alat tulis dan lainnya.

2.Prasarana
Prasarana penunjang layanan bimbingan diantaranya adalah : ruang bimbingan (ruang tamu, ruang konsultasi, ruang bimbingan
kelompok, lemari, papan tulis, locker/ rak untuk menyimpan file, dan papan data)

G.Biaya

Untuk dapat menyelenggarakan kegiatan yang telah diprogramkan, tersedianya dana merupakan faktor penting dalam menunjang
keberhasilan layanan bimbingan dan konseling
Adapun rincian biaya untuk penyelenggaraan kegiatan BK di SMA Negeri 7 Kediri adalah .
RANCANGAN ANGGARAN
KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SMA NEGERI 7 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2014-2015
NO.URAIAN KEGIATAN VOL. SATUAN JUMLAH SUMBER KET.
1.PENYEDIAAN INSTRUMEN BK KOMITE, APBN, APBD
A. AUM 320 200 RP 64.000 JULI
B. DATA SISWA27 2,000 RP 54.000 JULI
2.TRANSPORT KEGIATAN
A. HOME VISIT 40 15,000 RP 600.000 INSIDENTAL
B. SEMINAR/WORKSHOP DALAM KOTA 10 25,000 RP 250.000 INSIDENTAL
C. SEMINAR/WORKSHOP LUAR KOTA 6 100,000 RP 600000 INSIDENTAL
3 KEGIATAN MGBK
A. RUTIN/PER BULAN 10 60,000 RP .600.000 TIAP BULAN
B. PENYELENGGARA MGBK 2 150,000 RP 300.000 INSIDENTAL
4 MENDATANGKAN NARA SUMBER:
A. DINAS KESEHATAN 1 200,000 RP 200.000 SEPTEMBER
B. BAN NARKOBA 1 200,000 RP 200.000 MARET
5 KEGIATAN KONSELING/BIMBINGAN KELOMPOK 6 50,000 RP 300.000 INSIDENTAL
6 KEGIATAN INFO. PERGURUAN TINGGI (ALUMNI) 2 125,000 RP 250.000 NOVEMBER
7 CAREER DAYS 1 400,000 RP 400.000 OKTOBER
8 PEMBUATAN BANNER PROGRAM DAN BEBAN KERJA BK 1 85,000 RP 85.000 JULI
9 PENGISISAN PAPAN BIMBINGAN 12 15,000 RP 180.000 TIAP BULAN
10 PEMBELIAN BUKU PENUNJANG 5 80,000 RP 400.000 JULI
11 ATK 1 350,000 RP 350.000 JULI
12 PEMELIHARAAN SARANA BK 1 167,000 RP 167.000 INSIDENTAL
RP 5.000.000

BAB III
MANAJEMEN
BIMBINGAN DAN KONSELING
A.Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling
Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan sebagai berikut :
B. Komponen Program Bimbingan dan Konseling
Perencanaan Program
Penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah/ Madrasah dimulai dari kegiatan asesmen, atau kegiatan mengidentifikasi
aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyusunan program tersebut. Kegiatan asesmen ini meliputi
 Asesmen lingkungan, yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi kegiatan Sekolah dan masyarakat (orang tua peserta didik), sarana
dan prasarana pendukung program bimbingan,kondisi dan kualifikasi konselor, dan kebijakan pimpinan Sekolah; dan

Asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik, yang menyangkut karateristik peserta didik, seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan
keberfungsiannya), kecerdasan, motif belajar, sikap dan kebiasaan belajar, minat-minatnya (pekerjaan,jurusan,olahraga,seni,dan keagamaan),
masalah-masalah yang di alami, dan kepribadian; atau tugas-tugas perkembangannya, sebagai landasan untuk memberikan layanan bimbingan
dan konseling.
Struktur pengembangan program bimbingan konseling selalu berbasis pada tugas-tugas perkembangan sebagai kompetesi yang harus di kuasai
peserta didik. Adapun struktur pengembangan program sebagai berikut :
1.Rasional
Rumusan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program sekolah. Rumusan ini menyangkut konsep
dasar yang digunakan, kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran / implementasi kurikulum, dampak perkembangan iptek dan sosial
budaya terhadap gaya hidup masyarakat ( termasuk para peserta didik), dan hal-hal lain yang di anggap relevan.
2.Visi dan Misi BK SMA Negeri 7 Kediri
Visi : Membentuk kehidupan siswa yang disiplin, mandiri, berkembang, berprestasi dan memiliki akhlak mulia.
Misi :
1.Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam pemahaman diri
sebagai pribadi yang beriman.

2.Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam pemahaman potensi bakat dan minat siswa.
3.Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam kehidupan sehari-hari yang efektif dan mandiri sesuai dengan potensi diri.
4.Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam pemahaman lingkungan sosial.
5.Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa di dalam proses pembelajaran.
6.Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam pengambilan keputusan dan merencanakan masa depan dan karir yang berprestasi.
3.Deskripsi
Rumusan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungan ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang di harapkan
dikuasai peserta didik.
Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan, yakni Standart Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama.
4.Tujuan
a)Rumuskan tutjuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan
konseling. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan.
b)Penyadaran, untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari
dan dikuasai.
c)Akomodasi, untuk membangun pemaknaan, internalisasi dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan
dirinya, dan
d)Tindakan, yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari.
5.Komponen Program
Komponen program meliputi:
(a) Komponen Pelayanan Dasar,
(b) Komponen Pelayanan Rensponsis,
(c) Komponen Perencanaan Individual,
(d) Komponen Dukungan Sistem (manajement).
6.Rencana Operasional (Action Plan)
Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif
dan efisien. Rencana kegiatan adalah uraian detil dan program yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan di sekolah maupun luar
sekolah, untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan kompetensi tertentu.
Atas dasar komponen-komponen program di atas lakukan:
a.Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas
perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.
b.Pertimbangan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu
atau terus menerus.. Berikut di kemukakan tabel alokasi waktu, sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk

konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling sekolah.
PERKIRAAN ALOKASI WAKTU PELAYANAN
KOMPONEN PELAYANAN Prosentase
1. Pelayanan Dasar 25 – 35 %
2. Pelayanan Responsif 15 – 25 %
3. Pelayanan Perencanaan Individual 25- 35 %
4. Dukungan Sistem 10 -15 %
c.Invertarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Rencana
kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik; Program
Tahunan dan Program Semester.
d.Program bimbingan dan konseling Sekolah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender
kegiatan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan, semesteran, bulanan, dan mingguan.
e.Program bimbingan dan konseling perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung, dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik .
untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 1 jam pelajaran
per-kelas per-minggu. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti email, buku-buku, brosur, atau majalah dinding), kunjungan rumah (home visit), konferensi kasus (case conference), dan alih tangan (referral).
7.Pengembangan Tema/Topik(bisa dalam bentuk dokumen tersendiri)
Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. Tema secara
spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program.
8.Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri)
Dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik.
9.Evaluasi
Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tinjauan yang ingin dicapai. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula
evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program, sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling.
10. Anggaran
Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat, rasional, dan realistik.

D.Strategi Implementasi Program

Berbagai jenis layanan dan kegiatan perlu dilakukan sebagai strategi dari pelaksanaan program untuk masing-masing komponen
pelayanan dan dapat di jelaskan sebagai berikut :
1.Pelayanan Dasar
a.Bimbingan Klasikal
Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dg para peserta didik di kelas, secara terjadwal konselor
memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik.
b. Layanan Orientasi
Adalah layanan bimbingan yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman-pengalaman baru yang akan menjadi dasar bagi pengembangan
siswa dengan interaksi dengan lingkungan di sekitarnya, seperti:
1.1.Orientasi tentang sekolah
1.2.Orientasi tentang cara belajar efektif
1.3.Orientasi tentang pemahaman akan bakat, minat dan kemampuan
1.Orientasi tentang pemahaman nilai-nilai
Nilai Pribadi
Nilai Lingkungan Sekitar
Nilai Secara Nasional/regional
1.5.Orientasi tentang pemahaman lingkungan
Jenjang pendidikan setelah tamat SMP
Jenis Pekerjaan dan persyaratannya
1.6.Orientasi tentang hambatan dan pemecahan masalah
1.7.Orientasi tentang merencanakan masa depan
c.Layanan Informasi
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa dan pihak-pihak lain yang akan memberikan pengaruh besar terhadap siswa (terutama
orang tua), menerima dan memahami informasi seperti:
Informasi tentang program studi
Informasi tentang pendidikan lanjutan
Informasi tentang ciri-ciri kepribadian
Informasi tentang cara mengembangkan sikap dan bakat
Informasi tentang cara bergaul dan menyesuaikan diri
d.Bimbingan Kelompok

Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu
(terutama pembimbing)yang berguna untuk menunjang kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, serta mampu
mempertimbangkan dengan baik dalam setiap pengambilbn keputusan,. Materi ini meliputi:
a.Pemahaman dan pemantapan kehidupan keberagaman, dan sikap hidup sehat.
b.Pemahaman dan penerimaan diri dan orang lain sebagaimana adanya.
c.Pemahaman tentang emosi, prasangka, konflik dan peristiwa yang terjadi di masyarakat, serta pengendaliannya / pemecahannya.
d.Pengaturan dan penggunaan waktu secara efektif .
e.Pemahaman tentang adanya berbagai alternative dalam pengambilan keputusan dan berbagai konsekuensinya.
f.Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar, pemahaman hasil belajar.
g.Pengembangan hubungan social yang efektif dan produktif.
h.Pengembangan tentang dunia kerja, pilihan dan pengembangan karier, serta perencanaan masa depan .
i.Pemahaman tentang pilihan dan persiapan memasuki jurusan atau program studi dan pendidikan lanjutan .
e.Pelayanan Pengumpulan Data ( Aplikasi Instrumentasi)
Dimaksudkan untuk menghimpun data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan siswa dalam berbagai aspek. Himpunan
data diselenggarakan secara sistematik, komprehensif, terpadu dan sifatnya tertutup. Sedangkan Aplikasi instrumantasi dimaksudkan untuk
mengumpulkan data dan keterangan dari peserta didik secara individual maupun kelompok, melalui tes dan non tes tertentu .
f.Layanan Penempatan dan Penyaluran
Yaitu layanan bimbingan yang memugkinkan siswa memperoleh penempatan dan penyaluran secara tepat, seperti:
a.Pembentukan kelompok belajar yang efektif
b. Menyelenggarakan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat, minat siswa
c.Penempatan siswa dalam kelas
d.Membantu pemilihan program yang sesuai dengan bakat, minat dan kondisi social ekonomi siswa
e.Pembentukan kelompok penelitian ilmiash, PMR, Pramuka, Pecinta alam, Cerdas carmat
f.Pembentukan kelompok 6 K
g.Layanan Bimbingan Penguasaan Konten
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa untuk menguasai konten tertentu yang nentinya berkenaan dengan :
a.Tujuan belajar dan latihan
b.Sikap dan kebiasaan belajar
c.Kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif dan dan efisien serta produktif.
d.Penguasaan materi pelajaran dan latihan ketrampilan
e.Pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik, social, budaya di sekolah dan lingkungan sekitar .
f.Pengenalan belajar di sekolah.

2.Pelayanan Responsif
a.Layanan Konseling Perorangan
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa memperoleh layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mendapat layanan langsung
melalui tatap muka dengan pembimbing dalam rangka pembahasan dan pemecahan masalah yang dihadapinya dalam hal.
a.Pemahaman sikap, kebiasaan, bakat, minat dan cita-cita.
b.Pengetasan kelemahan diri, pengembangan kemampuan .
c.Pengembangan kemampuan berkomunikasi, menerima dam menyampaikan pendapat, cara bertingkah laku social di sekolah, keluarga dan
masyarakat.
d.Pengembangan sikap dan kebiasaan yang baik.
e.Pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi pribadi, keluarga, dan social.
b.Layanan Konseling Kelompok
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa memperoleh pembahasan dan pemecahan masalahnya melalui dinamika
kelompok.Materinya meliputi:
a.Pemahaman dan pengembangan sikap, kepribadian, serta potensi dasar siswa.
b.Pemahaman tentang kelemahan diri siswa serta penanggulangannya.
c.Pengembangan dan penyaluran kelebihan yang dimiliki .
d.Cara berkomunikasi di rumah dan di masyarakat.
e.Mengembangkan kebiasaan belajar yang baik .
f.Pengembangan kondisi pribadi dan linkungan .
g.Mengembangkan kecenderungan karier .
h.Pemantapan pengambilan keputusan .
i.Pengentasan masalah pribadi.
c.Referal ( Rujukan atau Alih Tangan Kasus )
Di sekolah alih tangan khasus dapat diartikan bahwa guru atau staff sekolah lainnya mengalih tangankan siswa yang bermasalah kepada guru
pembimbing dalanm masalah pribadi-sosial, masalah belajar, dan masalah karier . Sebaliknya bila guru pembimbing atau konselor menemukan
siswa bermasalah dalam pemahaman dan penguasaan materi pelajaran atau latihan perbaikan atau program pengayaan. Guru pembimbing juga
dapat mengalih tangankan permasalahan siswa kepada ahli lainnya yang relevan, seperti dokter, psikolog, dan ahli agama.
d.Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas
Konselor berkolaborasidengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik ( seperti prestasi belajar,
kehadiran, dan pribadi ) membantu memecahkan masalah peserta didik, dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh
guru mata pelajaran. Aspek-aspek itu di antaranya :
1.Menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi pelajar

peserta didik
2.Memahami karateristik peserta didik yang unik dan beragam
3.Menandai peserta didik yang diduga bermasalah
4.Membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching
5.Mereferal ( mengalihtangankan )peserta didik yang memerlukan pelayanan
bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing
6.Memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran
dengan bidang kerja yang diminati peserta didik
7.memahami perkembangan dunia kerja , agar dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan
keahlian kerja,suasana kerja,persyaratan dan prospek kerja
8.Menampilkan pribadi yang matang, baik dalam aspek emosional,sosial, maupun moral-spiritual (hal ini penting, karena guru merupakan “figur
central” bagi peserta didik )
9.Memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajara yang diberikannya secara efektif.
e.Kolaborasi dengan Orang Tua
Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik
tidak hanya berlangsung di sekolah/madrasah, tetapi juga orang tua di rumah. Melalui kerjasama ini memungkinkan tewrjadinya saling
memberikan informasi, pengertian , dan tukar fikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau
memecahkan masalah yang mungkin di hadapi peserta didik. Ada beberapa upaya yang dapat di lakukan untuk menjalin kerjasama dengan orang
tua, yaitu :
1.Kepala sekolah atau komite sekolah/madrasah (minimal satu semester satu atau dua kali), pelaksanaan dapat dilakukan bersamaan dengan
pembagian raport.
2.Sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik
3.Orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke sekolah terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya.
f.Kolaborasi dengan Pihak-Pihak Terkait di Luar Sekolah
Merupakan upaya sekolah/madrasah untuk melakukan kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan
mutu pelayanan bimbingan. Hubungan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak
1.Instansi pemerintah
2.Instansi swasta
3.Organisasi profesi, seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia
4.Para ahli dalam bidang tertentu yang terkait, seperti psikolog,psikiater, dan dokter
5.MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) Kota Kediri
6.Depnaker ( dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan).

g.Konsultasi
Konselor / Guru Bk menerima pelayanan konsultasi bagi guru, orang tua atau pihak pimpinan sekolah yang terkait dengan upaya membangun
kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan
peserta didik, melakukan referal dan meningkatkan kualitas program BK
h.Mediasi
Dimaksudkan agar siswa dapat berkolaborasi dengan pihak lain dalam
menyelesaikan masalahnya dan guru BK sebagai medianya/ penghubung.
i.Bimbingan Teman Sebaya ( Peer Guidance )
bimbingan teman sebaya adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik lainnya. Peserta didik yang menjadi
pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor
atau tutor yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, baik akademik maupun nun-akademik. Di samping
itu juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi, perkembangan, atau masalah
peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling.
j.Konferensi Kasus
Dalam konferensi khasus secara spesifik, dibahas permasalahan yang dialami oleh siswa tertentu dalam suatu forum diskusi yang dihadiri oleh
pihak-pihak terkait, seperti guru pembimbing /konselor, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah, orang tua dll, yang diharapkan dapat
memberikan data dan keterangan lebih lanjut, serta kemudahan-kemudahan bagi terpecahnya permasalahan tersebut. Konferensi khasus ini
memiliki sifat terbatas dab tertutup.
k.Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah dalam pelaksanaan bimbingan mempunyai dua tujuan pokok:
a.Untuk memperoleh berbegai keterangan atau data yang diperlukan dalam pemahaman lingkungan dan permasalahan siswa.
b. Untuk pembahasan dan pemecahan masalah siswa melalui pengamatan dan wawancara, terutama tentang kondisi rumah, fasilitas belajar
siswa dan hubungan antar keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan siswa.
3.Perencanaan Individual
Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang di peroleh yaitu yang
menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan, atau aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir.Pelayanan perencanaan individual ini
dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan ( Penjurusan dan Penyaluran, untuk membentuk peserta didik menempati posisi yang sesuai
dengan bakat dan minatnya.
4.Dukungan Sistem
a.Pengembangan Profesi
Konselor secara terus menerus berusaha untuk meng-update pengetahuan dan ketrampilannya melalui (1) in service training, (2) aktif dalam

Organisasi Profesi, (3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, dan workshop (lokakarya), atau (4) melanjutkan studi ke program
yang lebih tinggi ( Pasca Sarjana.
b.Manajemen Program
Program Pelayanan BK tidak mungkin akan tercipata, terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang
bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis dan terarah. Oleh karena itu bimbingan konseling harus ditempatkan sebagai bagian
terpadu dari seluruh program sekolah dengan dukungan wajar dalam aspek kersediaan sumber daya manusia (konselor), maupun sarana dan
pembiayaan.
c.Riset dan Pengembangan
Strategimelakukan penelitian, mengikuti kegiatan profesi dan mengikuti aktifitas peningkatan profesi serta kegiatan pada organisasi profesi.

E.Bidang Bimbingan
Pelayanan bimbingan konseling hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan sasaran pelayanan, serta karakteristik dan perkembangan
siswa dalam aspek pribadi, sosial, pendidikan serta karir.
Dalam layanan bimbingan perlu memperhatikan kebutuhan siswa untuk masing-masing kelas sesuai dengan skala prioritas. Adapun isi
dari layanan bimbingan adalah sebagai berikut:
a.Bimbingan Pribadi Sosial meliputi:
a)Melatih cara pengendalian dan mengarahkan emosi
b)Membuat keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat
c)Memahami perkembangan psiko-seksual yang sehat
d)Memahami terbentuknya prasangka dan mengkaji akibat-akibatnya
e)Mengetahui bagaimana mengatur dan menggunakan waktu secara efektif
f)Menggambarkan situasi di sekolah dan di rumah, serta keterkaitannya
g)Memahami situasi dan cara-cara mengendalikan kondlik
h)Membedakan bermacam-macam resiko yang mungkin dihadapi
b.Bimbingan Belajar meliputi:
a)Mengembangkan kebiasaan-kebiasaan belajar yang efektif untuk bekerja dimasa yang akan dating
b)Memahami kekuatan diri dalam nelajar
c)Dapat mengatur dan menggunakan waktu secara efektif

d)Mengetahui sebab kegagalan dalam mengikuti test
c.Bimbingan Karier meliputi:
a.Menilai pola karir dan menjelaskan kemungkinan terjadi perubahan sewaktu-waktu
b.Menilai perlunya keluesan dalam peranan dan pilihan karier
c.Merencanakan studi lanjutan dan menata tujuan sekolah berdasarkan penilaian diri dan penjajagan karier
d.Mengembangkan kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengalaman dimasa lalu dan menggunakannya dimasa datang

F.Teknik, Waktu, dan Tempat Pelaksanaan
1.Teknik Pelaksanaan
Layanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan adalah:
a.Dengan cara klasikal, yaitu untuk melayani siswa yang sama kebutuhannya, tanpa perlu pemisahan .
b.Dengan cara kelompok, yaitu untuk melayani siswa yang sama kebutuhannya, namun dengan latar belekeng yang berbeda, termasuk
perbedaan jenis kelamin, agama, usia.
c.Dengan cara individual, yaitu pelayanan secara individual sesuai dengan keadaan masalah serta karakteristiknya.
d.Dengan alih tangan kasus(referral), yaitu dengan cara meminta bantuan kepada pihak lain yang dipandang lebih berwenang, misalnya dokter,
psikolog, guru mata pelajaran, ulama, dll.
2.Waktu Pelaksanaan
Agar layanan bimbingan dapat terlaksana secara efektif, maka kegiatannya memerlukan waktu tertentu. Pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling mempunyai arti dan keperluan yang sama dengan kegiatan pelajaran .
3.Tempat Pelaksanaan.
Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling memerlukan pengaturan tempat secara khusus, yaitu di Ruang BK SMA Negeri 7 Kediri. Hal ini
mengingat bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling merupakan layanan khusus yang menyangkut pribadi siswa dengan segala
karakteristiknya.

BAB IV
PENUTUP/EVALUASI
A.Tujuan Evaluasi

Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling, penilaian atau evaluasi diperlukan untuk memperoleh umpan balik
terhadap keefektifan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. Dari informasi hasil penilaian tersebut dapat diketahui sampai sejauh derajat
keberhasilan kegiatan layanan bimbinga dan konseling tersebut.
B.Jenis Evaluasi

Ada dua macam kegiatan penilaian program bimbingan dan konseling, yaitu:
1.Penilaian Proses
Penilan proses yang dimaksud adalah untuk mengetahui sampai sejauhmana keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari
prosesnya.
2.Penilaian Hasil

Dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya .

C.Aspek Yang Dinilai.
Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil adalah sebagai berikut:
a)Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan
b)Keterkasanaan program
c)Hambatan-hambatan yang dijumpai
d)Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar
e)Respon siswa, personal sekolah, orang tua, dan masyarakat terhadap layanan bimbingan
f) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujutnlayanan bimbingan, pencapaian tugas- tugas perkembangan dan hasil- hasil belajar.
g)Keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan maupun pada kehidupannya dimasyarakat.

D.Sumber Informasi
Sumber informasi untuk evaluasi dapat kita peroleh dari siswa, orang tua, kepala sekolah, para wali kelas, guru mata pelajaran, para
pejabat Depdiknas, organisasi profesi bimbingan (IPBI, ABKIN dll) , sekolah lanjutan dan sebagainya.

E.Penilaian
Di tingkat sekolah Kepala Sekolah dibantu pembimbinga khusus, sedangkan di tingkat wilayah kab/kodya adalah pejabat yang
berwenang mengadakan evaluasi terhadap keberhasilan layanan bimbingan dan konseling.

F.Teknik Penilaian
Penilaian yang dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, studi documenter, angket, test analisis hasil kerja siswa.
Penilaian perlu diprogramkan secara sistamatis dan terpadu. Kegiatan penilaian baik mengenai proses maupunhasil perlu dianalisis untuk
kemudian dijadikan dasar dalan tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan dan konseling selanjutnya.