You are on page 1of 7

Resisten

Susinta Febiastuti
D621 11 001

Prinsip Dasar Aliran Udara

Aliran Udara
Laminar

Udara mengalir dalam


kecepatan rendah
Streamlines aliran
udara terjadi secara
paralel

Aliran Udara
Turbulen

Udara yang mengalir


mengalami
peningkatan
Streamlines parelel
berubah menjadi tidak
beraturan dan acak

Friction Loss
Persamaan Atkinson
KPLQ2
Hf =
A3
Dimana:
Hf adalah besarnya shock loss
K adalah faktor friksi
P adalah keliling penamp[ang saluran udara
L adalah panjang saluran udara
Q adalah jumlah udara yang mengalir
A adalah luas penampang saluran udara

Kecepatan aliran udara

Kekasaran permukaan saluran udara


Konfigurasi bukaan saluran udara
Karakteristik bukaan saluran udara
Dimensi saluran udara
70% - 90% dari total Head Loss

Shock Loss
Fungsi dari Mine
Velocity
Hx = X Hv

Adanya
perubahan
arah aliran
udara

Adanya
persilangan
antar saluran
udara

10% - 30% dari total Head Loss

Equivalent length
method
wRhX
Le =
2gK

Dimana:
Hx adalah besarnya shock loss
X adalah faktor shock loss
Hv adalah mine velocity head
Le adalah panjang ekuivalen
w adalah densitas udara standar
Rh adalah besarnya radius hidrolik
g adalah gravitasi
K adalah faktor friksi

Mine Head
Julang
Statik
Tambang

Perbedaan tekanan yang


diperlukan agar
menyediakan sejumlah
tertentu udara di dalam
tambang

Mine
Head

Energi yang
digunakan untuk
mengatasi head loss

Head Loss
Hl = Hf + Hx

Julang
Kecepatan
Tambang

Fungsi dari bobot


isi udara dan
kecepatan aliran
udara

Mine Resistance
Persamaan Chzy-Darcy

Hambatan
pada jalur
udara

Friksi
per v2
p = fL A 2
internal
udara
Dimana:
Mine
p adalah besarnya perubahan tekanan yang
Resistance
harus diberikan untuk mengatasi resisten
dipengaruhi
f adalah faktor friksi
oleh viskositas
L adalah panjang saluran udara
per adalah keliling penampang saluran
udara
A adalah luas penampang saluran udara
Arah
aliran
adalah densitas udara
udara
v adalah kecepatan udara mengalir

Friksi
antara
udara dan
sluran
udara

Perubahan
luas
penampang

Terima Kasih