You are on page 1of 20

KELOMPOK 12:

AIDIL

FITRI
DWI MUHARANI
EKA SAPUTRI
FADILATUN KHOIRYAH
MUSDALIFAH

SISTEM ENDOKRIN
HORMON PANKREAS

MENGAPA DISEBUT ENDOKRIN ??


KARENA HASIL SEKRESINYA TIDAK

DIBUANG
KELUAR TUBUH TETAPI MASUK KE DALAM
ALIRAN DARAH
SEDANGKAN EKSOKRIN HASIL SEKRESINYA
DIBUANG KELUAR TUBUH KELENJAR LUDAH,
KERINGAT, URINE
LEBIH KURANG 50 HORMON MERUPAKAN
PRODUK SEL DARI SISTEM ENDOKRIN

FUNGSI HORMON
Mengontrol/ mengkoordinasikan aktivitas
berbagai organ tubuh, dengan cara :
1. Mengubah reaksi kimia dalam sel
2. Mengubah permiabilitas membran
sel terhadap bahan spesifik

PENGGOLONGAN HORMON
SECARA KIMIAWI

HORMON DIBAGI MENJADI

3 KELAS :
HORMON STEROID
TESTOSTERON,ESTROGEN,PROGESTERON
CORTISOL
HORMON PEPTIDA
INSULIN, PROLAKTIN
HORMON DERIVAT ASAM AMINO
NOREPINEPHRIN, EPINEPHRIN &
THYROKSIN

KELENJAR YANG DAPAT


MENGHASILKAN HORMON

HIPOFISIS DAN HIPOTALAMUS


THYROID DAN PARATHYROID
ADRENAL
PANKREAS SEL ALPHA, SEL BETA, SEL DELTA,
SEL F
OVARIUM
TESTIS

PANKREAS

Pankreas adalah kelenjar besar


yang terletak di samping lambung
dan usus kecil.
Organ berbentuk tabung seperti
bunga karang / spons
panjangnya sekitar enam inci
(sekitar 15 cm) dan dibagi menjadi
kepala, tubuh dan ekor.
Strukturnya lunak dan berlobulus.

Bagian pankreas

Caput
Pancreatis,
berbentuk seperti cakram
dan terletak di dalam
bagian cekung duodenum
Collum
Pancreatis
merupakan
bagian
pancreas yang mengecil
dan menghubungkan caput
dan corpus pancreatis.

Corpus
Pancreatis
berjalan ke atas dan kiri,
menyilang garis tengah.
Pada potongan melintang
sedikit
berbentuk
segitiga.
Cauda Pancreatis berjalan
ke
depan
menuju
ligamentum lienorenalis
dan
mengadakan
hubungan dengan hilum
lienale

Pankreas
Pankreas

merupakan suatu
organ yang terdiri dari 2
jaringan dasar:
1. Asini
menghasilkan
enzim-enzim pencernaan
2. Pulau Langerhans pankreas
menghasilkan hormon.

1. Asini
pankreas mengandung enzim-enzim untuk
pencernaan tiga jenis makanan utama :
protein, karbohidrat, dan lemak. Ia juga
mengandung ion bikarbonat dalam jumlah
besar, yang memegang peranan penting
dalam menetralkan kimus asam yang
dikeluarkan oleh lambung ke dalam
duodenum.
Bagian pankreas yang menghasilkan enzim
yaitu Asinus, asinus berbentuk tubular,
dikelilingi lamina basal dan terdiri atas 5-8 sel
berbentuk piramid yang tersusun mengelilingi
lumen sempit. Tidak terdapat sel mioepitel. Di
antara asini, terdapat jaringan ikat halus
mengandung pembuluh darah, pembuluh
limfe, dan saraf

2. Pulau langerhans
Pulau

Langerhans
adalah
kumpulan sel berbentuk ovoid,
berukuran 76175 mm dan
berdiameter 20 sampai 300 mikron
tersebar di seluruh pankreas
lebih banyak ditemukan di ekor
daripada kepala dan badan
pankreas
Terdapat sel Alfa, sel Beta, sel
deta dan sel f

PANKREAS

BGN PULAU2 LANGERHANS :


1. SEL A / ALPHA

MENGHASILKAN
GLUKAGON

MENGHASILKAN
GULA BILA TUBUH
KEKURANGAN GULA
2. SEL B/ BETA

MENGHASILKAN
INSULIN

MENGURAIKAN GULA BILA BERLEBIHAN


MENJADI GLIKOGEN DALAM OTOT
3. SEL D/ DELTA
MENGHASILKAN SOMATOSTATIN
TERGANTUNG DR KEBUTUHAN TUBUH
MEMBANTU SEL A BILA KEKURANGAN
GULA & MEMBANTU SEL B BILA
KELEBIHAN GULA
4. SEL F

MENGHASILKAN
POLIPEPTIDA
PANKREAS

MEMBANTU
DALAM
PROSES PENCERNAAN MAKANAN

1. Sel B Insulin

Struktur insulin
Insulin merupakan polipeptida yang terdiri
dari 2 rantai, yaitu rantai A dan rantai B
Rantai A terdiri dari 21 asam amino, rantai
B terdiri dari 30 asam aminoKedua rantai
trsebut
dihubungkan
oleh
jembatan
disulfida, yaitu pada A7 dengan B7 dan
pada A20 dengan B19. Ada pula jembatan
disulfida intra rantai pada rantai A yaitu
pada A6 dan A11. Posisi ketiga jembatan
tersebut
selalu
tetap.Kadang
terjadi
substitusi asam amino terutama pada rantai
A posisi 8, 9, 10 namun tidak
mempengaruhi
bioaktivitas
rangkaian
tesebut.

Insulin
sintesis insulin
Sintesis insulin dimulai dalam bentuk preproinsulin
(precursor hormon insulin) pada retikulum
endoplasma sel beta. Dengan bantuan enzim
peptidase, preproinsulin mengalami pemecahan
sehingga terbentuk proinsulin, yang kemudian
dihimpun dalam gelembung - gelembung (secretory
vesicles) dalam sel tersebut.
Di sini, sekali lagi dengan bantuan enzim
peptidase, proinsulin diurai menjadi insulin dan
peptida-C (C-peptide) yang keduanya sudah siap
untuk disekresikan secara bersamaan melalui
membran sel.
Peningkatan
rasio
ATP/ADP
dalam
metabolisme
glukosa membuat
K+keluar,
keadaan ini menyebabkan saluran Ca2+ aktif.
Masuknya Ca2+menyebabkan sekresi insulin.

Insulin
Efek

insulin :

Metabolisme Karbohidrat
meningkatkan kecepatan metabolisme glukosa,
menurunkan konsentrasi gula darah (hormon hipoglikemik),
meningkatkan cadangan glikogen dalam jaringan
Metabolisme Lemak
Meningkatkan pemakaian glukosa, mengurangi pemakaian
lemak (penghemat lemak)
Meningkatkan pembentukan gliserol. Gliserol bersama asam
lemak membentuk trigliserida untuk disimpan.
Metabolisme Protein:
meningkatkan sintesa dan mencegah katabolisme protein

Siklus glukosa darah


Glikogen glukosa
Glukosa
menurun
Hati,otot, dan
jaringan adiposa

Glukosa glikogen

Glukosa
berlebih

2. Sel Aglukagon
Fungsi glukagon untuk merubah
glikogen yang ada pada hati, otot dan
jaringan adiposa menjadi glukosa
Sekresi
dari
glukagon
secara
langsung dikontrol oleh kadar gula
darah melalui sistem feed-back
negative.
Ketika kadar gula darah menurun
sampai di bawah normal, sensorsensor kimia dalam sel-sel alfa dari
pulau Langerhans merangsang sel-sel
untuk mensekresikan glukagon.
Ketika gula darah meningkat, tidak
lama lagi sel-sel akan dirangsang dan
produksinya diperlambat.

glukagon
Efek glukagon
Efek pada metabolisme karbohidrat peningkatan
pembentukan dan pengeluaran glukosa oleh hati kadar
glukosa darah tinggi. Menimbulkan efek hiperglikemik
dengan menurunkan sintesis glikogen, meningkatkan
glikogenolisis, dan merangsang glukoneogenesis.
Efek pada metabolisme Lemak mendorong penguraian
lemak dan menghambat sintesis trigliderida. Glukagon
meningkatkan pembentukan keton (ketogenesis) di hati
dengan mendorong perubahan asam lemak menjadi badan
keton. Dengan demikian, di bawah pengaruh glukagon
kadar asam lemak dan badan keton dalam darah
meningkat.
Glukagon menghambat sintesis protein dan memperkuat
efek katabolik glukagon pada metrabolisme protein di hati.

3.Sel DSomastostatin

Somatostatin dijumpai di sel D pulau


langerhans
pankreas.
Somatostatin
menghambat sekresi insulin, glukagon, dan
polipeptida pankreas dan mungkin bekerja
lokal di dalam pulau-pulau pankreas
Sekresi somatostatin pankreas meningkat
oleh beberapa rangsangan yang juga
merangsang sekresi insulin, yakni glukosa
dan asam amino, terutama arginin dan
leusin. Sekresi juga ditingkatkan oleh CCK.
Somatostatin dikeluarkan dari pankreas
dan saluran cerna ke dalam darah perifer.

4. Sel FPolipeptida pankreas


Polipeptida pankreas merupakan suatu polipeptida linear yang
dibentuk oleh sel F pulau langerhans. Hormon ini berkaitan
erat dengan polipeptida YY (PYY), yang ditemukan di usus dan
mungkin hormon saluran cerna; dan neuropeptida Y, yang
ditemukan di otak dan sistem saraf otonom.
Sekresi polipeptida ini meningkat oleh makanan yang
mengandung protein, puasa, olahraga, dan hipoglikemia akut.
Sekresinya menurun oleh somatostatin dan glukosa intravena.
Pemberian infus leusin, arginin, namun alanin tidak
mempengaruhinya, sehingga efek stimulasi makanan
berprotein mungkin diperantarai secara tidak langsung.

Pada manusia, polipeptida pankreas memperlambat


penyerapan makanan, dan hormon ini mungkin memperkecil
fluktuasi dalam penyerapan.