You are on page 1of 2

Kasus:

Tn. A dirawat di ruang Mawar RS di Jakarta dg diagnosa medik tumor paru dg keluhan
bantuk-bantuk sudah lebih 3 bulan yg lalu, sesak nafas dan bernafas menggunakan otot bantu
pernafasan. Dari wawancara didapatkan Tn. A merupakan perokok berat dlm sehari bisa
menghabiskan 3 bungkus rokok, klien mengatakan cemas akan keadaan penyakitnya saat ini,
klien mengatakan takut penyakitnya tdk bisa sembuh, klien mengatakan cemas terhdp biaya
yg akan dikeluarkan utk pengobatannya, sedang Tn. A hanya seorang sopir angkot.

Data objektif yg muncul adalah klien tampak gelisah, klien sering melamun & termenung,
klien selalu bertanya ttg penyakitnya, ekspresi wajah tampak tegang.
Tindakan medis rencana operasi.

A. Pengelompokan data
1. Data subjektif
a) Klien mengatakn cemas akan penyakitnya saat ini
b) Klien mengatakan takut penyakitnya tidak bisa sembuh
c) Klien mengatakan emas terhadap biaya yang akan dikeluarkan untuk
pengobatannya sedangkan ia hanya seorang sopir angkot
2. Dta objektif
a) Klien tampak gelisah
b) Klien sering melamun dan termenung
c) Klien selalu bertanya tentang penyakitnya
d) Ekspresi wajah tampak tegang

B. Analisi data
No.
1.

Data
DS:
a) Klien mengatakn cemas akan
penyakitnya saat ini
b) Klien mengatakan takut
penyakitnya tidak bisa sembuh
c) Klien mengatakan emas terhadap
biaya yang akan dikeluarkan
untuk pengobatannya sedangkan
ia hanya seorang sopir angkot
DO:
a) Klien tampak gelisah
b) Klien sering melamun dan

Masalah

termenung
c) Klien selalu bertanya tentang
penyakitnya
d) Ekspresi wajah tampak tegang