You are on page 1of 12

HUBUNGAN ANTARA AKTIFITAS FISIK DAN KEBUGARAN JASMANI

PADA KELOMPOK LANSIA BINAAN


I Gede Ariguna Wijaya1
Maskito A. Soerjoasmoro2
1

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Alamat korespondensi:
1

Jalan Tomang Utara No. 8 Grogol, Jakarta Barat. Telp: 08123835791, Email: ariguna.wijaya@hotmail.com

Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa, Jakarta Barat, Email: drmaskito@trisakti.ac.id
ABSTRAK

LATAR BELAKANG: Indonesia tergolong negara dengan struktur penduduk lanjut usia yang disebabkan
meningkatnya umur harapan hidup dari tahun ketahun. Peningkatan jumlah populasi lansia memerlukan
perhatian agar mereka tidak hanya berumur panjang tetapi dapat menjadi tua dengan tetap sehat. Salah satu
upaya meningkatkan derajat kesehatan yaitu dengan melakukan aktifitas fisik secara rutin. Untuk mengetahui
hubungan antara hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara aktifitas fisik dan kebugaran jasmani pada kelompok lansia binaan. METODE: Penelitian menggunakan
studi observasional analitik dengan desain potong lintang, mengikutsertakan 94 lansia yang tergabung didalam
kelompok lansia binaan Puskesmas Kecamatan Palmerah. Data diperoleh dari wawancara sesuai dengan
kuesioner, pemeriksaan darah, dan pengecekan tekanan darah. Data dianalisis dengan uji Chi Square dan uji
korelasi Pearson. Analisis data menggunakan SPSS 17.0 dengan tingkat kemaknaan 0,05.HASIL: Analisis
bivariat menunjukkan terdapatnya hubungan antara aktifitas fisik dengan tingkat kebugaran jasmani pada lansia
(r = 0,272). Terdapat hubungan positif antara faktor-faktor komorbid meliputi hipertensi (r = 0,235) dan
diabetes mellitus (r = 0,336) dengan aktifitas fisik senam lansia, namun dari hasil analisis diketahui tidak
terdapat hubungan antara aktifitas fisik dengan asam urat (r = 0,036) dan hiperkolesterol (r = -0,010).
1

KESIMPULAN: Penelitian ini menunjukkan terdapatnya hubungan antara aktifitas fisik dan kebugaran
jasmani pada lansia. Aktifitas fisik dapat mengurangi faktor-faktor komorbid seperti hipertensi dan diabetes,
namun tidak terlihat hubungan yang signifikan dengan asam urat dan hiperkolesterol.
Kata kunci: Kebugaran jasmani, senam lansia, komorbid, lansia binaan
ABSTRACT
BACKGROUND: Increasing number of elderly population requires more attention in order to make sure that
theyre not only live longer but also healthy. An effort to the health status is by doing physical activity regularly.
To determine the relationship between those two aspects, its necessary to conduct a research to determine the
relationship between physical activity and physical fitness in elderly. METHODS: This research is using
observational analytic study with cross-sectional design, involving 94 elders who are members of the target
group in Palmerah subdistrict health center. Data obtained by interviews according to the questionnaire, blood
tests, and blood pressure checks. Data were analyzed using Chi-square test, and Pearson correlation test. Data
analysis using SPSS 17.0 with significancy level of 0,05. RESULTS: Bivariate analysis showed the presence of
the relationship between physical activity and physical fitness in elderly (r = 0,272). Therere also a positive
relationship between some comorbid factors including hypertension (r = 0,272) and diabetes melitus (r = 0,336)
with physical activity exercise, but the result of analysis showed that therere no relationship between physical
activity exercise with uric acid (r = 0,036) and hypercholesterolemia (r = -0,010 ). CONCLUSION: This study
shows that there is a positive relationship between physical activity and physical fitness level in elderly.
Physical activity can reduce comorbid factors such as hypertension and diabetes on elderly, but no visible
significant association seen with gout and hypercholesterolemia.
Keywords: physical fitness, comorbid, asisted elderly

PENDAHULUAN
Indonesia tergolong negara dengan struktur penduduk lansia karena jumlah penduduk kelompok usia
lanjut di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. 1 Perubahan struktur usia di Indonesia berkaitan erat
2

dengan peningkatan usia harapan hidup manusia Indonesia yang makin meningkat dari tahun ke tahun. 2 Adanya
peningkatan jumlah populasi lansia menyebabkan perlunya perhatian pada lansia, agar mereka tidak hanya
berumur panjang, tetapi dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia dan tetap sehat (healthy aging).3,4
Kesehatan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan pada kehidupan lansia, karena menua atau
menjadi tua merupakan suatu proses yang akan dialami oleh semua orang dan tidak seorangpun dapat
menghindari.4 Salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan ialah dengan melakukan aktifitas fisik secara
rutin. Selain berfungsi untuk meningkatkan kebugaran jasmani, aktifitas fisik juga memberti penguatan
terhadap keselarasan antara mental, emosional dan sosial pada lansia guna meningkatkan derajat kebermaknaan
hidup dalam kehidupan hari tua.5,6 Beberapa penelitian meta-analysis telah membuktikan adanya efek positif
dilakukannya aktifitas fisik secara teratur terhadap perbaikan kondisi hipertensi pada usia lanjut. 7 Suatu studi
terhadap kelompok wanita usia lanjut berusia 65 tahun keatas mendapatkan hasil bahwa terjadi penurunan
risiko osteoporosis dan instabilitas yang cukup signifikan pada kelompok lansia yang melakukan program
aktifitas fisik secara rutin.5 Penelitian ini dirasa perlu dilakukan untuk melihat sisi positif dan negarif serta
efektifitas program senam yang dilakukan bersama-sama dalam kelompok lansia binaan di Puskesmas
Kecamatan Palmerah terhadap kebugaran jasmani pada lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara aktifitas fisik dengan kebugaran jasmani pada kelompok lansia binaan, dalam upaya
meningkatkan kebugaran jasmani lansia melali program senam lansia yang dilakukan bersama-sama didalam
kelompok lansia binaan di Puskesmas Kecamatan Palmerah dan sekitarnya.

METODE PENELITIAN
Penelitian menggunakan studi observasional analitik dengan menggunakan pendekatan potong silang.
Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Kecamatan Palmerah, Jl. Palmerah Barat No. 120 Jakarta dan
dilakukan pada bulan September 2013 Januari 2014. Populasi terjangkau penelitian ini adalah lansia yang
tergabung didalam kelompok lansia binaan di Puskesmas Kecamatan Palmerah, sedangkan sampel dari
penelitian adalah sebagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi yang antara lainnya: 1) merupakan pria
atau wanita berusia 60 tahun dan tergabung didalam kelompok lansia binaan; 2) dapat beraktifitas secara
3

mandiri atau ketergantungan minimal; 3) Mampu berkomunikasi, bisa membaca dan menulis; 4) Bersedia ikut
serta dalam penelitian. Kriteria eksklusi penelitian meliputi: 1) lansia yang memilii gangguan jiwa; 2) memiliki
gangguan dalam berkomunikasi; 3) memiliki ketergantungan berat dan atau dalam suatu keadaan terminal.
Tekhnik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive non-random sampling. Berdasarkan hasil
perhitungan, sample yang dibutuhkan penelitian ini adalah 110 orang. Data diperoleh langsung dari responden
dengan menggunakan kuesioner yang memuat identitas responden, intensitas senam, dan kuesioner WHO
QOL-BREF domain 1: Physical Health. Selain itu dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan
darah meliputi kadar gula darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol darah untuk melengkapi data penelitian.
Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 17.0 dengan tingkat kemaknaan yang digunakan
sebesar 0,05. Untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian digunakan uji statistik Chi-square dan uji
korelasi Pearson untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antar variabel bebas dan tergantung, dan untuk
melihat significancy dari hubungan tersebut.

HASIL
Seluruh responden pada penelitian ini adalah lansia, yaitu seseorang yang berusia diatas 60 tahun (100%). Usia
rata rata responden penelitian adalah 62,25 tahun. Seluruh responden lansia pada penelitian ini berjenis
kelamin wanita dan tergabung didalam kelompok lansia binaan Puskesmas Kecamatan Palmerah.
Tabel 5.1. Status pendidikan lansia yang tergabung dalam kelompok lansia binaan.
Frekuensi
Pendidikan
Tidak sekolah
SD
SMP
SMA
Diploma dan S1
Total

Jumlah (n)
28
27
13
16
10
94

Persentase (%)
29.8
28.7
13.8
17.0
10.6
100.0

Dari hasil perhitungan data didapatkan status pendidikan lansia yang paling banyak ialah tidak sekolah
sebanyak 28 orang (29.8%), berikutnya lulusan SD sejumlah 27 orang (28.7%), lulusan SMA sebanyak 16
4

orang (17.0%), lulusan SMP sebanyak 13 orang (13.8%), dan lulusan Diploma dan S1 sebanyak 10 orang
(10.6%).
Tabel 5.2. Distribusi lansia yang mengikuti senam lansia
Frekuensi
Senam Lansia
Tidak senam
Tidak teratur
2x seminggu
Total

Jumlah (n)
19
20
55
94

Persentase (%)
20.2
21.3
58.5
100.0

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan 55 orang (58.5%) dari 94 lansia mengikuti senam lansia secara
teratur 2x dalam seminggu, 20 orang (21.3%) tidak teratur, dan 19 orang (20.2%) tidak mengikuti kegiatan
senam. Faktor komorbid yang diperiksa meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan kadar asam urat.
Dilaporkan sebagai berikut:
Tabel 5.3. Distribusi faktor komorbid pada responden penelitian
Frekuensi
Faktor Komorbid

Jumlah (n)

Persentase (%)

Tekanan darah
Hipertensi derajat 2
Hipertensi derajat 1
Normotensi
Total

15
23
56
94

16.0
24.5
59.6
100.0

Gula darah sewaktu


Diabetes
Normal
Total

8
86
94

8.5
91.5
100.0

Kolesterol total
Hiperkolesterol
Normal
Total

33
61
94

35.1
64.9
100.0

Asam urat
Meningkat
Normal
Total

24
70
94

25.5
74.5
100.0

Didapatkan dari hasil pemeriksaan tekanan darah, 56 lansia (59.6%) memiliki tekanan darah dalam batas
normal, 23 orang (24.5%) memiliki hipertensi derajat 1, dan 15 orang (16%) lansia memiliki Hipertensi derajat
5

2. Pemeriksaan gula darah sewaktu didapatkan 8 orang (8.5%) menderita penyakit gula darah, dan 86 orang
(91.5%) lainnya didapatkan gula darah sewaktu dalam batas normal. Dari hasil pemeriksaan kolesterol total
didapatkan 33 orang (35.1%) memiliki kadar kolesterol total darah diatas batas normal, dan 61 orang (64.9%)
sisanya dalam batas normal. Pemeriksaan asam urat dalam darah mendapatkan hasil 24 orang (25.5%) lansia
terdapat peningkatan kadar asam urat diatas batas normal (6,5 untuk wanita), dan 70 orang (74.5%) sisanya
didapatkan kadar asam urat darah di dalam batas normal.
Kebugaran Jasmani responden penelitian didapatkan dengan kuesioner WHO-QOL BREF domain Physical
Health (domain 1). Skala penilaian menggunakan skala likert. Skala yang digunakan terdiri dari 7 item dengan
penyekoran tiap item adalah 1 sampai 5. Maka didapatkan statistik hipotetik berikut:
-

Skor minimal
Skor maksimal
Rerata
Range

:
:
:
:

7x1=7
7 x 5 = 35
(35 + 7)/2 = 21
35 7 = 28

Tabel 5.4. Skala penilaian kebugaran jasmani dengan skala penilaian likert
Kategori (Kebugaran Jasmani)
Rendah
Sedang
Tinggi

Acuan
X < - 1.
- 1. X < - 1.
- 1. X

Kategorisasi
X < 14
14 X <28
28 X

Berdasarkan hasil perhitungan data didapatkan hasil sebagai berikut:


Tabel 5.5. Distribusi kebugaran jasmani responden penelitian
Frekuensi
Kebugaran Jasmani
Rendah
Sedang
Tinggi
Total

Jumlah (n)
3
52
39
94

Persentase (%)
3.2
55.3
41.5
100.0

Dari hasil perhitungan data didapatkan 52 orang (55.3%) dari 94 orang responden memiliki tingkat kebugaran
jasmani sedang, 39 orang (41.5%) memiliki tingkat kebugaran jasmani tinggi, dan 3 orang (3.2%) responden
memiliki tingkat kebugaran jasmani yang rendah.
Hubungan antara aktifitas fisik senam lansia dengan kebugaran jasmani lansia
6

Tabel 5.6. Demografi hubungan aktivitas senam dengan kebugaran jasmani lansia
Senam
Tidak
teratur

Tidak
senam

Kebugara
n
Jasmani

n
3

Renda
h
Sedang

12

Tinggi

%
100.
0
23.0
10.3
4

2x
seminggu

Total

n
0

%
0.0

n
0

%
0.0

n
3

%
3.2

11

21.2
4
23.0

29

55.7
6
66.6
6

52

55.3
2
41.4
8

26

39

P value
ChiPearso
squar
n
e
.006

.004

Dari hasil analisis data didapatkan 3 dari 94 total responden tidak mengikuti kegiatan senam sama sekali, dan
ketiga orang tersebut memiliki tingkat kebugaran jasmani rendah. Berdasarkan hasil perhitungan dengan
menggunakan rumus Chi-Square didapatkan nilai probabilitas (sig.) 0.006 < 0.05 yang berarti terdapat
hubungan antara aktivitas senam dengan tingkat kebugaran jasmani pada lansia. Didapatkan nilai Sig dari r =
0.004 < 0.05 yang artinya Ho ditolak (Ha diterima) sehingga disimpulkan terbuki ada korelasi yang positif
signifikan antara aktifitas fisik senam lansia dengan kebugaran jasmani lansia.
Hubungan antara aktifitas fisik senam lansia dengan faktor-faktor komorbid meliputi hipertensi,
diabetes melitus, asam urat, dan hiperkolesterol
Tabel 5.7. Demografi hubungan aktivitas senam dengan tekanan darah responden

Senam
Lansia

Tidak
senam
Tidak
teratur
Teratur

Hipertensi
derajat II
n
%
6
31.5
7
1
5.0
8

14.5

Tekanan darah
Hipertensi Normotensi
derajat I
n
%
n
%
7
36.8
6
31.5
7
6
30.0
13
65.0
10

18.1
8

37

67.2
7

Total
n
19
20
55

%
20.2
1
21.2
7
58.5
1

P value
ChiPearso
square
n
.041

.011

Hasil analisis menunjukkan 37 responden (67.27%) dari 55 responden yang teratur mengikuti senam lansia dua
kali seminggu memiliki tekanan darah dalam batas normal. Berdasarkan hasil perhitungan dengan
menggunakan rumus Chi-Square didapatkan nilai probabilitas (sig.) 0.041 < 0.05 yang berarti terdapat
7

hubungan positif antara aktivitas senam dengan tekanan darah pada lansia. Didapatkan nilai Sig dari r = 0.011 <
0.05 yang artinya Ho ditolak (Ha diterima) sehingga disimpulkan terbuki ada korelasi yang positif signifikan
antara aktifitas fisik senam lansia dengan tekanan darah.
Tabel 5.8. Demografi hubungan aktivitas senam dengan kadar gula darah responden

Senam
Lansia

Tidak
senam
Tidak
teratur
Teratur

Gula darah sewaktu


Diabetes
Tidak
Total
diabetes
n
%
n
%
n
%
5
26.3 14 73.6 19 20.2
1
8
1
2
10.0 18 90.0 20 21.2
7
1
1.81 54 98.1 55 58.5
8
1

P value
ChiPearso
square
n
.004

.011

Hasil analisis menunjukkan 54 responden (98.18%) dari total 55 responden yang teratur mengikuti senam lansia
dua kali seminggu memiliki kadar gula darah dalam batas normal. Berdasarkan hasil perhitungan dengan
menggunakan rumus Chi-Square didapatkan nilai probabilitas (sig.) 0.004 < 0.05 yang berarti terdapat
hubungan positif antara aktivitas senam dengan kadar gula darah pada lansia. Didapatkan Sig dari r = 0.000 <
0.05 yang artinya Ho diterima (Ha ditolak) sehingga disimpulkan terbuki ada korelasi yang positif signifikan
antara aktifitas fisik senam lansia dengan kadar gula darah sewaktu lansia.
Tabel 5.9. Demografi hubungan aktivitas senam dengan kadar asam urat responden
Asam urat

Senam
Lansia

Tidak
senam
Tidak
teratur
Teratur

n
6
4
14

Asam urat darah


Normal

%
31.5
8
20.0

n
13

25.4
5

41

16

Total

%
68.4
2
80.0

n
19

74.5
5

55

20

%
20.2
1
21.2
7
58.5
1

P value
ChiPearso
square
n
.709

.364

Hasil analisis menunjukkan 16 responden (80%) yang tidak teratur mengikuti kegiatan senam lansia yang
diadakan oleh Puskesmas Kecamatan Palmerah memiliki kadar asam urat darah dalam batas normal.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Chi-Square didapatkan nilai probabilitas (sig.)
8

0.709 > 0.05 yang berarti tidak terdapat hubungan / terdapat hubungan negatif antara aktivitas senam dengan
kadar asam urat pada lansia. Didapatkan nilai Sig dari r = 0.364 > 0.05 yang artinya Ho diterima (Ha ditolak)
sehingga disimpulkan terbuki ada korelasi yang negatif signifikan antara aktifitas senam lansia dengan kadar
asam urat darah pada lansia.
Tabel 5.10. Demografi hubungan aktivitas senam dengan kolesterol total responden
Kolesterol total darah
Hiperkolester
Normal
Total
ol

Senam
Lansia

Tidak
senam
Tidak
teratur
Teratur

n
8

%
42.10

n
11

20.0

16

21

31.18

34

%
57.9
0
80.0

n
19

68.8
2

55

20

%
20.2
1
21.2
7
58.5
1

P value
Chi- Pearso
squar
n
e
.267

.462

Hasil analisis menunjukkan 11 responden memiliki kadar kolesterol total darah normal, dan 8 responden
memengalami hiperkolesterolemia dari total 19 responden yang sama sekali tidak mengikuti senam lansia.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Chi-Square didapatkan nilai probabilitas (sig.)
0.267 > 0.05 yang berarti tidak terdapat hubungan / terdapat hubungan negatif antara aktivitas senam dengan
kadar kolesterol total darah pada lansia. Didapatkan nilai Sig dari r = 0.462 > 0.05 yang artinya Ho diterima
(Ha ditolak) sehingga disimpulkan terbuki ada korelasi yang negatif signifikan antara aktifitas senam lansia
dengan kadar kolesterol total darah lansia.

PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui bahwa total responden penelitian ini berjumlah 94 orang
yang seluruhnya merupakan lansia, didapatkan usia rata-rata responden adalah 62,25 tahun. Berdasarkan pada
UU No. 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia yang menyebutkan bahwa lansia ialah seseorang yang
mencapai usia 60 tahun keatas.8 Seluruh lansia yang menjadi responden penelitian ini berjenis kelamin
perempuan, dan tergabung didalam kelompok lansia binaan Puskesmas Kecamatan Palmerah. Pendidikan lansia
9

yang menjadi responden penelitian ini paling banyak tidak sekolah (28 orang), para lansia yang tidak
bersekolah tersebut mengaku bahwa pada saat mereka masih usia sekolah, hanya orang-orang tertentu saja yang
bisa bersekolah. Selain itu, didapatkan lansia lulusan SD terbanyak kedua sejumlah 27 orang, lulusan SMA
sebanyak 16 orang, lulusan SMP sebanyak 13 orang, dan lulusan diploma/S1 sebanyak 10 orang. Pada
penelitian kami di Puskesmas Kecamatan Palmerah, sebagian besar lansia (55 orang) yang tergabung didalam
kelompok lansia binaan secara teratur mengikuti senam lansia yang diadakan dua kali seminggu oleh
Puskesmas tersebut. Namun dengan berbagai alasan, 20 orang lansia tidak teratur dalam mengikuti kegiatan
senam tersebut, dan 19 orang tidak mengikuti kegiatan senam.
Kebugaran Jasmani Lansia yang tergabung dalam kelompok lansia binaan di Puskesmas Kecamatan
Palmerah
Tingkat kebugaran jasmani 94 responden pada penelitian ini didapatkan dengan pengisian kuesioner WHOQOL BREF domain Physical Health (domain 1) oleh para lansia dibantu para bidan yang bekerja di Puskesmas
Kecamatan Palmerah pada saat itu. Skala penilaian tingkat kebugaran jasmani lansia menggunakan skala likert,
yang mendapatkan statistik hipotetik penilaian berdasarkan dari 7 poin pertanyaan mengenai kebugaran jasmani
dengan penyekoran tiap poin adalah 1 sampai 5. Dari hasil perhitungan data didapatkan 52 orang (55.3%) dari
94 orang responden memiliki tingkat kebugaran jasmani sedang, 39 orang (41.5%) memiliki tingkat kebugaran
jasmani tinggi, dan 3 orang (3.2%) responden memiliki tingkat kebugaran jasmani yang rendah.
Hubungan antara aktifitas fisik dan kebugaran jasmani pada kelompok lansia binaan
Dari hasil perhitungan data didapatkan 52 orang (55.3%) dari 94 orang responden memiliki tingkat kebugaran
jasmani sedang, 39 orang (41.5%) memiliki tingkat kebugaran jasmani tinggi, dan 3 orang (3.2%) responden
memiliki tingkat kebugaran jasmani yang rendah. Dari hasil uji korelasi pearson didapatkan nilai (r) = 0,272
yang artinya terdapat korelasi positif kuat antara kebugaran jasmani dan aktifitas senam. Didapatkan nilai Sig
dari r = 0.004 < 0.05 yang artinya Ho ditolak (Ha diterima). Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, terbukti
adanya hubungan positif yang signifikan antara aktifitas fisik senam lansia dengan kebugaran jasmani lansia.
KESIMPULAN
10

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Lansia yang menjadi responden penelitian
seluruhnya berjenis kelamin perempuan dengan usia rata-rata responden 62,25 tahun; 2) Didapatkan hubungan
antara aktifitas senam lansia yang dilakukan secara rutin dilakukan lansia dua kali seminggu dengan tingkat
kebugaran jasmani; 3) Terdapat hubungan antara faktor komorbid Hipertensi dengan aktifitas fisik senam
lansia; 4) Terdapat hubungan antara faktor komorbid DM dengan aktifitas fisik senam lansia; 5) Tidak terdapat
hubungan antara faktor komorbid Asam urat dengan aktifitas fisik senam lansia; 6) Tidak terdapat hubungan
antara faktor komorbid Hiperkolesterol dengan aktifitas fisik senam lansia. Berdasarkan keterbatasan peneliti
yang dimiliki dalam penelitian ini, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: 1) Bagi institusi kesehatan
diharapkan dapat mempertahankan dan terus meningkatkan kebugaran jasmani lansia dengan melakukan senam
lansia secara rutin dua kali seminggu. Berupaya meningkatkan pengetahuan lansia-lansia yang berada dibawah
ruang lingkup Puskesmas Kecamatan Palmerah mengenai pentingnya mempertahankan kebugaran jasmani di
usia tua dengan mengadakan kegiatan penyuluhan maupun promosi kesehatan. Menambah jumlah personil
petugas kesehatan yang khusus mengatur maupun mengurus para lansia agar dapat meningkatkan kualitas
pelayanan bagi para lansia itu sendiri dan diharapkan hal tersebut dapat mempermudah pelaksanaan kegiatankegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia; 2) Bagi masyarakat khususnya para
lansia diharapkan lebih memperhatikan kondisi kesehatannya dengan pola hidup sehat dan tetap berpartisipasi
aktif pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dengan upaya meningkatkan kesehatan lansia. Diharapkan
dukungan keluarga dari para lansia dalam upaya peningkatan kebugaran jasmani lansia di usia tua; 3) Kami
berharap bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan ruang lingkup yang lebih luas, sehingga
lebih bermakna bagi lansia itu sendiri maupun bagi ilmu pengetahuan.

UCAPAN TERIMA KASIH


Terutama ditujukan kepada pihak-pihak yang memberikan bantuan dana dan dukungan antara lain dukungan
dari bagian dan lembaga, para professional yang memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah, dan untuk
penguji I maupun penguji II sidang proporsal yang lalu. Karya tulis ini disusun dengan segenap usaha dan
tenaga, namun karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan
11

dalam penulisan karya tulis ini, oleh karena itu kami sangat berterima kasih apabila ada kritik dan saran. Akhir
kata semoga penelitian ini berguna baik bagi penyusun sendiri, rekan-rekan kami di tingkat klinik, bagi para
pembaca, bagi Puskesmas Kecamatan Palmerah, maupun semua pihak yang membutuhkan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Depkes. Data Penduduk Sasaran Program Pembangunan Kesehatan 2007 2011. Available at
http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/Data%20Penduduk%20Sasaran%20Program.pdf Accessed at
27 June 2013.
2. Menkokesra. Jumlah Lansia Indonesia. Available at http://www.menkokesra.go.id/content/jumlah-lansiaindonesia-lima-besar-terbanyak-di-dunia Accessed at 28 June 2013.
3. Depsos. Penduduk lanjut usia di Indonesia dan Masalah Kesejahteraannya. Available at
http://www.depsos.go.id Accessed at 28 Juni 2013.
4. Munandar AS. Menuju kehidupan lansia yang sejahtera. Farmacia 2003; 3:2-4
5. Kemmler W, Stengel S,Engelke K. Exercise effects on Bone Mineral Density, Falls, Coronary Risk Factors,
and Health Care Costs in Older Women. Arch Intern Med. 2010;170(2):179-185.
6. Junaidi S. Pembinaan fisik lansia melalui aktifitas olahraga jalan kaki. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan
Indonesia. 2011;1(1).
7. Cornelissen VA, Fagard RH. Effects of endurance training on blood pressure: a meta analysis of
randomized controlled trials. Hypertension. 2005;46(4):667-675.
8. Watson, Roger. Perawatan Lansia. Edisi ke-3. Jakarta: ECG 2003

12