You are on page 1of 8

Tugas Ujian

1. Status generalis yang penting pada psoriasis


Pemeriksaan fisik

Mencari tanda infeksi penyerta


o Vital sign:
Tekanan darah: hipertensi?
Suhu: suhu meningkat?
Nadi: nadi cepat?
Nafas: frekuensi nafas cepat?
o Kepala:
Mata: berair? Sekret? Allergic shiner? (conjungtivitis viral/bakteri/alergi)

o
o

o
o

dennie morgan lines?


Hidung: sekret? Allergic crease? Allergic salute?
Telinga: sekret telinga?
Mulut: faring hiperemis? Pembesaran tonsil? Stomatitis?
Leher: pembesaran KGB?
Thoraks: bentuk/permukaan? Pola pernafasan?
Cor: ictus cordis? Bunyi jantung? Murmur? Thrill?
Pulmo: VBS? Ronchi? Wheezing?
Abdomen: datar/cembung? Bising usus? Nyeri tekan? Perkusi?
Ekstremitas: akral hangat? Sendi sendi normal?

Kondisi medis yang terkait psoriasis


o Penyakit autoimun (Crohns disease, ulcerative colitis, multiple sclerosis)
o Penyakit kardiovaskular
o Sindroma metabolik
o Lymphoma dan keganasan non melanoma
o Depresi
o Lifestyle (merokok, obesitas, alkohol)

Perubahan khas pada Psoriasis


Perubahan kuku pada psoriasis
Segmen kuku yang terlibat
Proksimal matriks
Intermediate matrix
Distal matriks

Gejala klinis
Pitting nail, onychorrhexis
Beaus line
Leukonychia
Focal onycholysis, lempeng

Nail bed

menipis, eritem pada lunula


oil drop sign atau salmon patch
subngual

hyperkeratosis,

kuku

onycholisis,

splinter hemorrhages
Subungual hyperkeratosis, onycholysis
Crumbling nail

Hyponychium
lempeng kuku

o Pitting nail lekukan miliar pada kuku (0.5-2 mm)

o Onychodystrophy perubaan matriks kuku menyebabkan deformitas pada


lempeng kuku (leukonikia, crumbling nail, bintik merah pada lunula)

Leukonikia

Crumbling nail

bintik merah lunula


o Oil drop sign serum yang terjebak diantara lempeng kuku

onycholisis

Geographic tounge
Idiopatik, hasil dari peradangan setempat pada papila
filiformis, kondisinya biasanya asimptomatis.

Psoriatic arthritis
o Peradangan sendi secara asimetris ataupun simetris
Peradangan pada sendi dista interphalangeal
Pada sendi kecil dari tangan dan kaki
Sendi besar penyangga tubuh
2. Diagnosis banding
Dermatitis seboroik
skuama pada scalp psoriasis tampak lebih tebal dan agak kering, dibandingkan
pada dermatitis seboroik. Psoriasis biasanya mempengaruhi lebih dari satu
area tubuh. Sisik pada scalp psoriasis berwarna perak yang menempel pada

batang rambut.
Lichen planus
Lesi umumnya muncul pada daerah ekstremitas, lebih sering pada flexor
pergelangan

tangan

atau

lengan

bawah.

Kelainan

mukosa

sangat

patognomonik yang letaknya pada mukosa bukal, lidah, bibir, dan seluruh

saluran gastrointestinal.
Sifilis stadium II
Riwayat koitus suspektus, berjalan 6-8 minggu setelah lesi I muncul, yang
membedakan dengan psoriasis adalah pada sifilis bisa terdapat lesi berbentuk
roseola dengan distribusi generalisata namun tidak gatal, serta dapat hilang

sempurna dalam beberapa hari / minggu.


Pityriasis rosea
Lesi awalnya muncul berupa Herald patch di badan, kemudian 4-10 hari
kemudian lesi muncul menyebar sejajar dengan kosta, sehingga menyerupai

pohon cemara terbalik. Lesi dapat sembuh spontan 3-8 minggu.


Parapsoriasis
Pada parapsoriasis umumnya didapatkan makula eritem dengan plak yang tipis
dan skuama yang halus, gejala klinisnya dapat asimptomatik atau gatal ringan.
Tampilan lesi dapat berkerut-kerut menyerupai cigarette paper psoriasis
skuama lebih tebal, kasar, serta berlapis lapis. Terdapat fenomena tetesan lilin

dan Auspitz.
Tinea corporis
Pada tinea corporis didapatkan anamnesis yg meliputi geofilik, antropofilik
dan zoofilik, subjektif rasa gatal yang lebih pada saat berkeringat atau suasana
lembab. Objektif ditemukan lesi central healing, umumnya berupa makula
eritem dengan skuama. Jarang berupa plak, terlebih lagi plak yang tebal.

3. Perubahan histologi pada psoriasis


Parakeratosis
Pola keratinisasi dimana inti sel masih tertahan hingga stratum korneum
Akantosis
Penebalan lapisan epidermis dalam pembentukan plak
Abses Munro
Kumpulan neutrofil pada stratum korneum dan spinosum sebagai akibat dari
inflamasi terus menerus oleh Th1

Abses Kogoj
Exositosis neutrofil pada lapisan epidermis (stratium spinosum) sehingga
terbentuk spongiform pustul
Papilomatosis dan vasodilatasi sub epidermis
Elongasi dari rete ridge karena aktifnya inflamasi dan peradangan

4. Klasifikasi psoriasis
Psoriasis vulgaris:
o Chronic stable
o Guttate psoriasis
o Inverse psoriasis
Psoriatic erythroderma
Pustular psoriasis:
o Palmoplantar pustular psoriasis (Barber Knigsbeck)
o Acrodermatitis continua suppurativa (Hallopeau)
o Generalized pustular psoriasis (von Zumbusch)
o Annular pustular psoriasis
o Impetigo herpetiformis (pustular psoriasis in pregnancy)
Drug induced psoriasis and psoriasiform drug reaction
Psoriatic nail disease
Psoriatic arthritis

5. Regimen penatalaksanaan Psoriasis

dalam penatalaksanaannya, psoriasis dibagi kedalam 3 bentuk utama: erythroderimic /


pustular psoriasis, guttate psoriasis, dan chronic plaque psoriasis. Garis putus putus
menandakan bahwa bentukan dari erythrodermic / pustular psoriasis dan guttate
psoriasis dapat berlanjut menjadi chronic plaque dan tatalaksananya pun mengikuti
dan tergantung dari luas permukaan tubuh yang terkena. Pada terapi sistemik, jika
terapi pada first line tidak memberikan hasil yang baik dapat dikombinasikan dengan
terapi topikal atau sistemik lain.

6. PASI (Psoriasis Area and Severity Index)


PASI merupakan kriteria pengukuran derajat keparahan yang paling sering
digunakan. Berupa suatu rumus kompleks yang diperkenalkan pertama kali dalam
studi penggunaan retinoid pada tahun 1978. PASI menggabungkan elemen pada
presentasi klinis yang tampak pada kulit berupa eritema, indurasi dan skuama. Setiap
elemen tersebut dinilai secara terpisah menggunakan skala 0 - 4 untuk setiap bagian
tubuh: kepala dan leher, batang tubuh, ekstremitas atas dan ekstremitas bawah.
Penilaian dari masing-masing tiga elemen kemudian dijumlahkan, selanjutnya hasil
penjumlahan masing-masing area tubuh dikalikan dengan skor yang didapat dari skala
1 - 6 yang merepresentasikan luasnya area permukaan yang terlibat pada bagian tubuh
tersebut.
Skor ini kemudian dikalikan dengan faktor koreksi yang terdapat pada tiap area
tubuh (0.1 untuk kepala dan leher, 0.2 untuk ekstremitas atas, 0.3 untuk batang tubuh,
dan 0.4 untuk ekstremitas bawah). Akhirnya skor dari keempat area tubuh
ditambahkan sehingga menghasilkan skor PASI. Kemungkinan nilai tertinggi PASI
adalah 72 tetapi nilai ini secara umum dianggap hampir tidak mungkin untuk dicapai.
Berdasarkan nilai skor PASI, psoriasis dapat dibagi menjadi psoriasis ringan (skor
PASI <11), sedang (skor PASI 12-16) dan berat (skor PASI >16).

Contoh menghitung PASI

7. Methotrexate
Methotrexate analog dengan folat yang secara kompetitif dan ireversible
menginhibisi dihydrofolate reductase. Metothrexate juga secara parsial mengihibisi
thymidylate synthetase. Karena aktivitasnya, methotrexate mengurangi ketersediaan
folat dan thymidylate yang penting untuk sintesis RNA dan DNA, sehingga dapat
mensupresi psoriatic epidermal cell.
Absorbsi melalui GIT. Waktu puncak plasma 1-3 jam setelah minum obat dan half
life nya 4-5 jam.

Indikasi: digunakan pada psoriasis berat,


Regimen dosis: oncologic: 100-250 mg/m2/minggu, sedangkan dosis rendah 7,5
25 mg/ minggu berefek imunomodulator. Untuk kasus kulit, diberikan kurang dari

17.5 mg/minggu.
Komplikasi penggunaan methotrexate: nausea, vomitus, induksi dari fibrosis
hepar, oral ulcer, carcinogenic, teratogen, akut penumonitis dan fibrosis

pulmonari, infeksi oportunistik, anafilaksis.


Penggunaan methotrexate pada psoriasis: pada psoriasis dengan pengobatan
topikal yang kurang responsif, pada psoriasis pustulosa / psoriasis erythoderma.

8. LCD / Preparat Ter


Bekerja dengan menginhibisi DNA sintesis dan mitosis pada sel epidermis, karena
pengaruh dari sinar UV.
Dapat pula sebagai anti infeksi, anitpruritus, photosensitif, dan efek vasokonstriksi.
Mekanisme mengatasi inflamasi masih belum dapat dijelaskan.

Preparat ter sangat repot digunakan, memiliki bau yang tidak sedap, dan mengotori
pakaian menjadikannya sulit untuk pasien patuh menggunakannya.

Efek samping lokal: dapat menjadi dermatitis kontak alergi maupun iritan,
erythema, rasa seperti tersengat, kekambuhan pustular psoriasis, folikulitis, atropi,

telangiectasis, pigmentasi, kutil ter, dan keratoacanthomas


Untuk sediaan salep, vehiculum dari preparat ter dapat berupa vaseline album

9. Parapsoriasis
Klasifikasi:

Parapsoriasis gutata
Parapsoriasis variegata
Parapsoriasis en plaques
o Large plaque parapsoriasis (poikilodermatous, retiform)
o Small plaque parapsoriasis (digitate dermatosis)

10. Kortikosteroid sistemik pada psoriasis


Penggunaan kortikosteroid sistemik pada psoriasis diperbolehkan pada kasus-kasus
berat dan akut misalnya pada erythrodermic psoriasis dan pustular psoriasis. Tidak
digunakan pada kronik stabil karena dikhawatirkan terjadi rebound phenomenon pada
penggunaan kronis, selain itu penggunaan kortikosteroid kronis juga dapat
mencetuskan psoriasis.

Sumber:
Adhi, D. Prof.,Dr.,dr.. (2011). Ilmu penyakit Kulit dan Kelamin FKUI edisi keenam.
Jakarta: FK Universitas Indonesia
Habif, P.H., (2010). Habifs Clinical Dermatology 5th edition. United Kingdom:
Mobsy Elsevier
Sterry, W., Paus, R., Burgdorf,. (2006). Thieme Clinical Companions Dermatology.
New York: Thieme
Wolff, K., Goldsmith, L., Katz, S. Gilchrest, B. (2009). Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine 7th edition. United States: McGraw-Hill