You are on page 1of 7

JANGKA SORONG (VERNIER CALIPER

)
Jangka sorong atau yang disebut juga vernier caliper merupakan salah satu alat ukur mekanik,
yang sering sekali digunakan dalam pekerjaan pengukuran otomotif, ataupun pekerjaan
pengukuran yang lainnya.
Pengertian jangka sorong adalah salah satu alat ukur mekanik bukan alat ukur pneumatic
yang memiliki fungsi fungsi seperti dibawah ini.
Fungsi jangka sorong adalah :
a) Untuk mengukur diameter luar suatu benda
b) Untuk mengukur diameter dalam suatu benda
c) Untuk mengukur kedalaman suatu benda
d) Untuk mengukur ketebalan suatu benda

9 cm + 0. pada dasarnya fungsinya sama dengan jangka sorong yang sering kita gunakan (jangka sorong manual).02 mm b) Jangka sorong dengan ketelitian 0.9 cm dan skala nonius 00. diameter piston. terdapat salah satu macam jangka sorong yang bernama jangka sorong analog. ketebalan suatu benda dll.8 cm. Contoh pembacaan jangka sorong (vernier caliper) 1.1 mm Pada skala utama 1.4 mm + 0. Tetapi terkadang juga kita tidak membutuhkan hasil pengukuran yang memiliki tingkat ketelitian tinggi. Hanya saja jangka sorong analog ini kita tidak perlu susah susah dalam membacanya.05 mm . Maka dari itu jangka sorong dibuat dengan tingkat ketelitian yang bermacam macam.05 mm c) Jangka sorong dengan ketelitian 0.98 cm 3. Jangka sorong ketelitian 0.1 mm Pada skala utama 17 mm dan skala nonius 0.Dalam mengukur suatu benda terkadang. Dan berikut ini berberapa ketelitian yang biasanya digunakan dalam jangka sorong : a) Jangka sorong dengan ketelitian 0.4 mm= 17. kita memerlukan hasil dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. misal saja diameter silinder. maka hasil pengukuran jangka sorong 17.4 mm. Jangka sorong ketelitian 0.4 mm 2. kita tinggal mengukur dan hasil pengukuran akan langsung muncul di layar pada jangka sorong.08 = 1. maka hasil pengukuran jangka sorong 1. Jangka sorong ketelitian 0. diameter bantalan.1 mm Untuk memudahkan kita dalam menggunakan jangka sorong.

08 mm.85 mm 5.08 mm MICROMETER LUAR (OUT SIDE) Pengertian Mikrometer Sekrup .15 mm = 9.85 mm. maka hasil pengukuran jangka sorong 31 mm + 0.05 Pada skala utama 29 mm dan skala nonius 0.08 mm = 31.02 Pada skala utama 31 mm dan skala nonius 0. Jangka sorong ketelitian 0.85 mm = 29. Jangka sorong ketelitian 0.15 mm 4. maka hasil pengukuran jangka sorong 29 mm + 0.15 mm.Pada skala utama 9 mm dan skala nonius 0. maka hasil pengukuran jangka sorong 9 mm + 0.

Pengunci 7. Dengan ketelitiannya yang sangat tinggi. Poros Geser. menggerakkan poros geser 6. Pemutar. Skala utama (salam satuan mm) 4.001 cm. Secara umum. luar dan garis tengah dari kerendahan dan batang-batang slot. mikrometer sekrup digunakan sebagai alat ukur dalam teknik mesin elektro untuk mengukur ketebalan secara tepat dari blok-blok. poros yang bisa dierakkann ke depang dan kebelakang 3. pisau silet. Frame berbentuk U Skala Mikrometer Sekrup . maupun kawat. sama seperti poros geser tapi lebih kecil 8. Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian tertinggi. Skala Nonius atau Skala Putar 5. Bagian – bagian mikrometer 1. mikrometersekrup dapat digunakan untuk mengukur dimensi luar dari benda yang sangat kecil maupun tipis seperti kertas.Alat ini biasanya difungsikan untuk mengukur diameter benda-benda berukuran milimeter atau beberapa centimeter saja.Mikrometer sekrup merupakan salah satu alat ukur panjang.01 mm atau 0. Poros Tetap yaitu poros di ujung yang tidak bergerak 2. Rachet. Tingkat ketelitian mikrometersekrup mencapai 0.

5/50 =0. 2.5.09 mm.01 mm = 0.5.01 mm Pada skala utama 6.5 mm.09 mm = 6. Mikrometer dengan ketelitian 0. Mikrometer dengan ketelitian 0.4. angka skala atas 1.2.5 mm dan skala nonius 9 mm x 0. maka hasil pengukuran mikrometer 6.01 mm Contoh pembacaan mikrometer luar (out side) 1.Skala utama skala mikrometer sekrup ini tiap satuannya sama dengan 1 mm.5 mm + 0. ditengah-tengah angka skala tersebut ada angka tengahnya.59 mm 2. dst Skala Nonius/ Skala Putar di skala putar terdapat angka 1 sampai 5 (kelipatan 5). Tiap skala ini berputar mundur 1 kali maka skala utama bertambah 0.01 .3. dst angka skala bawah 0.5. Sehingga 1 skala putar = 0. 1.

Mikrometer dengan ketelitian 0. maka hasil pengukuran mikrometer 8 mm + 0. maka hasil pengukuran mikrometer 24.01 Pada skala utama 24.01 = 0.01 Pada skala utama 19 mm dan skala nonius 33 mm x 0.16 mm 4. maka hasil pengukuran mikrometer 19 mm + 0.33 mm.96 mm 3. maka hasil pengukuran mikrometer 4.46 mm.01 = 0.5 mm + 0. Mikrometer dengan ketelitian 0.5 mm dan skala nonius 46 mm x 0.Pada skala utama 4.33 mm = 19.5 mm dan skala nonius 32 mm x 0.82 mm 5.32 mm = 24.33 mm .01 mm = 0.5 mm + 0.16 mm = 8.46 mm = 4.01 mm = 0.01 Pada skala utama 8 mm dan skala nonius 16 mm x 0.16 mm. Mikrometer dengan ketelitian 0.32 mm.