You are on page 1of 13

Definisi asma bronkial

Asma Bronchial adalah penyakit saluran nafas yang dapat pulih yang terjadi karena
spasme bronkus disebabkan oleh berbagai sebab misalnya allergen, infeksi dan latihan. (Hudak
& Gallo, 1997; 225)
Asma Bronkial adalah inflamasi dari plasma akut dari otot halus pada bronkus dan
bronkiolus dengan peningkatan produksi dan pelengketan mukus. (Susan Martin Tucker,et.al,
1998; 2215)
Asma Bronkial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respons trakea dan
bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang
luas dan derajatnya dapat berubah-ubah, baik secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan
(Soeparman, Sarwono Waspadji, 1999; 71)
Asma Bronkial adalah suatu penyakit yang dikarakteristikkan oleh konstriksi yang dapat
pulih dari otot halus bronkial, hipersekresi mukosa, dan inflamasi mukosa serta edema.Faktor
pencetus termasuk alergen, masalah emosi, cuaca dingin, latihan, obat, kimia, dan infeksi.
(Marilynn E. Doenges, 1999; 152)
Asma Bronkial adalah penyakit jalan nafas obstruksi intermitten, reversibel dimana
trakea dan bronki berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu yang
dimanifestasikan dengan penyempitan jalan nafas yang mengakibatkan dispnea, batuk, dan
mengi. (Brunner and Suddarth, 2001; 593)
Asma Bronkial adalah penyakit kronik sistem pernafasan dengan ciri serangan berulang
kesulitan dalam bernafas, wheezing, dan batuk.Selama serangan saluran bronkus kejang, menjadi
lebih sempit dan kurang mampu untuk menggerakkan udara ke paru-paru.Bermacam-macam
benda yang dapat mengakibatkan alergi seperti bulu binatang, debu, polusi atau makanan tertentu
dapat memicu serangan.(Health Dictionary, 2007).
Asma Bronkial adalah penyakit kronis dengan serangan nafas pendek, wheezing dan
batuk dari konstriksi dan membran mukosa yang bengkak di dalam bronkus (jalan nafas dalam
paru-paru).Hal ini terutama disebabkan oleh alergi atau infeksi saluran pernafasan. Kedua asap
rokok dapat mengakibatkan asma pada anak. (Britannica Concise Encyclopedia, 2007).
Asma Bronkial adalah gangguan pernafasan ditandai dengan serangan berulang kesulitan
bernafas terutama saat menghembuskan nafas oleh karena peningkatan ketahanan aliran udara
melalui pernafasan bronkeolus. (Sports Science and Medicine, 2007).

asma bronkial dapat diklasifikasikan menjadi 3tipe.Serangan asma ini menjadi lebih berat dan seri n sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang menjadi bronchitis kronik dan emfisiema. 2007). Ekstrinsik (alergik) Ditandai dengan reaksi alergik yang disebabkan oleh faktor-faktor pencetus yang spesifik.4 Etiologi Faktor-faktor penyebab dan pemicu asma antara lain debu rumah dengan tungaunya. Beberapa makanan penyebab alergi makanan seperti susu sapi. buah-buahan. asap rokok.Asma Bronkial adalah penyakit kronis system pernafasan di tandai dengan serangan berkala dari wheezing. emosi atau stres.3 Klasifikasi Berdasarkan penyebabnya. pengawet (metabisulfit). penyakit infeksi. yaitu : 1. asap obat nyamuk. ikan laut. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk alergik dan non alergik 2. Asma gabungan Bentuk asma ynag paling umum. dan lain-lain. dan vetsin (monosodium glutamat-MSG) juga bisa memicu asma. Oleh karena itu jika ada faktor – faktor pencetus spesifik seperti yang disebutkan di atas. Polusi lingkungan berupa peningkatan penetrasi ozone. maka akan terjadi serangan asma ekstrinsik 2. sulfur dioksida (SO2). obat-obatan (antibiotic dan aspirin) dan spora jamur. Beberapa pasien akan mengalami asma gabungan 3. partikel buangan diesel. Asma ekstrinsik sering dihubungkan dengan adanya suatu predisposisi genetic terhadap alergi. nitrogen oksid (NOX). Kondisi lain yang dapat memicu timbulnya asma adalah aktifitas. seperti udara dingin atau bisa juga disebabkan oleh adanya infeksi saluran pernafasan dan emosi. infeksi dan latihan. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Asma Bronchial adalah penyempitan sebagian dari otot halus pada bronkus dan bronkiolus yang bersifat reversibel dan disebabkan oleh berbagai penyebab seperti alergen. kacang juga dianggap berperanan penyebab asma. Instrinsik (non alergik) Ditandai dengan adanya reaksi non alergi yang bereaksi terhadap pencetus yang tidak spesifik atau tidak diketahui. 2. partikel asal polusi (PM10) dihasilkan oleh industri dan kendaraan bermotor. 2. bulu binatang.(Columbia Encyclopedia. nafas pendek dan rasa sesak di dada. bulu binatang. seperti debu.5 Manifestasi Klinis . Makanan produk industri dengan pewarna buatan (misalnya tartazine). serbuk bunga.

jalan sedikit menyebabkan napas tersengal-sengal. sesak dada.Hal tersebut dapat memunculkan gejala berupa sesak napas/sulit bernapas. bersin-bersin. angka performa penggunaan Preak Flow Meter menunjukkan rating yang termasuk “hati-hati” atau “bahaya” (biasanya antara 50% sampai 80% dari penunjuk performa terbaik individu) (Hadibroto & Alam. tanda-tanda peringatan awal bisa sama. batuk. 2007). b) Gejala 1. Beberapa contoh tanda peringatan awal (Hadibroto & Alam. merasa capai. bersama tarikan napas. biasanya akan ditemukan tanda-tanda awal datangnya asma. susah bicara dan berkonsentrasi. 2. bermula dari daerah . yaitu sifatnya unik untuk setiap individu. tersengal-sengal. pundak membungkuk. 2006). daerah leher dan di antara atau di bawah tulang rusuk melesak ke dalam. mengi/napas berbunyi (wheezing) dan batuk (lebih sering terjadi pada anak daripada orang dewasa). lubang hidung mengembang dengan setiap tarikan napas. dan beberapa orang lainya selalu mengalaminya sepanjang hidupnya. 2006) adalah perubahan dalam pola pernapasan. gatal-gatal pada tenggorokan. napas menjadi dangkal dan cepat atau lambat dibanding biasanya. 2006) adalah sebagai berikut yaitu serangan batuk yang hebat. Gejala Asma Berat Gejala asma berat (Hadibroto & Alam.a) Tanda Sebelum muncul suatu episode serangan asma pada penderita. hidung mampat. Beberapa orang dapat mengalaminya dari waktu ke waktu. Gejala Asma Umum Perubahan saluran napas yang terjadi pada asma menyebabkan dibutuhkannya usaha yang jauh lebih keras untuk memasukkan dan mengeluarkan udara dari paru-paru. Tidak semua orang akan mengalami gejala-gelaja tersebut. perubahan suasana hati (moodiness). turunnya toleransi tubuh terhadap kegiatan olahraga dan kecenderungan penurunan prestasi dalam penggunaan Preak Flow Meter. sesak dada. hampir sama. Tanda-tanda awal datangnya asma memiliki sifat-sifat sebagai berikut. atau sama sekali berbeda pada setiap episode serangan dan tanda peringatan awal yang paling bisa diandalkan adalah penurunan dari angka prestasi penggunaan “Preak Flow Meter”.Gelaja asma seringkali memburuk pada malam hari atau setelah mengalami kontak dengan pemicu asma (Bull & Price. lingkaran hitam dibawah mata. bayangan abu-abu atau membiru pada kulit. Selain itu. pada individu yang sama. napas berat “ngik-ngik”. susah tidur.

2.Antibodi yang dihasilkan (IgE) menyerang sel-sel mast dalam paru. bradikinin.infeksi. 2. b. Peningkatan permeabilitas kapiler yang berperan dalam terjadinya edema mukosa yang menambah sempitnya saluran nafas lebih lanjut.6 Patofisiologi Pada penyakit asma mengalami respon imun yang buruk terhadap lingkungan misalnya stres. Pelepasan mediator ini dalam jaringan paru mempengaruhi otot polos dan kelenjar jalan nafas yang menyebabkan tiga reaksi utama yaitu: a. serta angka performa penggunaan Preak Flow Meter dalam wilayah berbahaya (biasanya di bawah 50% dari performa terbaik individu).Pemajanan ulang terhadap antigen mengakibatkan ikatan antigen dengan antibodi yang menyebabkan pelepasan produk sel-sel mast (mediator) seperti histamin. udara dingin.fisik. Peningkatan sekresi kelenjar mukosa dan peningkatan produksi mukus. dan prostaglandin serta anafilaksis dan substansi yang bereaksi lambat (SRS-A).sekitar mulut (sianosis). latihan dan faktor-faktor lain.mekanis) (antigen) Sel mast Sel epitel Sel makrofag Sel eosinophil Sel limfosit Sel saraf otonom - Reflex akson Neuropeptide mediator keradangan otot poloskontraksi kemotaksis Respon granulostik Netrofil Eosinophil . c.7 PATHWAY Rangsangan non imunologi Rangsangan imunologi (virus. Serangan asma merupakan akibat adanya reaksi antigen antibodi yang menyebabkan dilepaskannya mediator-mediator kimia. Konstriksi otot-otot polos baik saluran nafas yang besar maupun saluran nafas yang kecil yang menimbulkan bronkospasme.

Pengobatan non farmakologik: - Memberikan penyuluhan. Memberikan penerangan kepada penderita ataupun keluarganya mengenai penyakit asma. yaitu: a. Mengenal dan menghindari faktor-faktor yang dapat mencetuskan serangan asma c. - Beri O2 bila perlu.Basophil Activated mononuculer cells Makrofag Limfosit Mediator keradangan Sembah saluran nafas Keradanngan sel Sekresi mukosa Permealibilitas mukosa Dan pembuluh darah Airway hypereponsiveness ASMA 2. - Fisiotherapy.8 Penatalaksanaan Prinsip umum pengobatan asma bronchial adalah : a. Terbagi dalam 2 golongan : a) Simpatomimetik/ adrenergik (Adrenalin dan efedrin) Nama obat : . Menghilangkan obstruksi jalan nafas dengan segera. - Pemberian cairan. - Menghindari faktor pencetus. baik pengobatannya maupun tentang perjalanan penyakitnya sehingga penderita mengerti tujuan pengobatan yang diberikan dan bekerjasama dengan dokter atau perawat yang merawatnya. b. Pengobatan farmakologik : 1) Bronkodilator : obat yang melebarkan saluran nafas. Pengobatan pada asma bronkial terbagi 2. b.

Aminofilin (Euphilin Retard) . dan disuntikan perlahan-lahan langsung ke pembuluh darah. dan efeknya baru terlihat setelah pemakaian satu bulan.. Ada juga yang berbentuk bubuk halus yang dihirup (Ventolin Diskhaler dan Bricasma Turbuhaler) atau cairan broncodilator (Alupent.Teofilin (Amilex) Efek dari teofilin sama dengan obat golongan simpatomimetik.. Skp.Keuntungan obat ini adalah dapat diberikan secara oral. 2007) ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ASMA BRONKIAL . Yang berupa semprotan: MDI (Metered dose inhaler). Kromalin biasanya diberikan bersamasama obat anti asma yang lain.Aminofilin (Amicam supp) . suntikan dan semprotan. brivasma serta Ventolin) yang oleh alat khusus diubah menjadi aerosol (partikel-partikel yang sangat halus) untuk selanjutnya dihirup.Fenoterol (berotec) . 4) Ketolifen Mempunyai efek pencegahan terhadap asma seperti kromalin. 3) Kromalin Kromalin bukan bronkodilator tetapi merupakan obat pencegah serangan asma. tetapi cara kerjanya berbeda.Terbutalin (bricasma) Obat-obat golongan simpatomimetik tersedia dalam bentuk tablet. Berotec. Itulah sebabnya penderita yang mempunyai sakit lambung sebaiknya berhati-hati bila minum obat ini. Supositoria ini digunakan jika penderita karena sesuatu hal tidak dapat minum teofilin (misalnya muntah atau lambungnya kering).Manfaatnya adalah untuk penderita asma alergi terutama anak-anak. Cara pemakaian : Bentuk suntikan teofillin / aminofilin dipakai pada serangan asma akut. Karena sering merangsang lambung bentuk tablet atau sirupnya sebaiknya diminum sesudah makan.Biasanya diberikan dengan dosis dua kali 1mg / hari.Orsiprenalin (Alupent) . Teofilin ada juga dalam bentuk suppositoria yang cara pemakaiannya dimasukkan ke dalam anus. (Dudut Tanjung. 2) Santin (teofilin) Nama obat : . sirup. Sehingga bila kedua obat ini dikombinasikan efeknya saling memperkuat.

pucat. masa dan gangguan tulang belakang kifosis. Catat jumlah jumlah irama.2 PEMERIKSAAN FISIK Dada Inspeksi 1. 1. Usia 3.1. Tanggal masuk RS 8. 2. Tanggal pengkajian b) Keluhan utama Batuk. Alamat 6. keringat dingin d) Riwayat penyakit dahulu Apakah klien pernah mengalami penyakit seperti yang dialaminya sekarang e) Riwayat penyakit keluarga Apakah anggota keluarga sebelumnya ada yang pernah mengalami sakit seperti penyakit klien. 5. Dullness 3. Membandingkan dada kanan dan kiri dari atas ke bawah 3. dan kesimetrisan pergerakan dada 5.scoliosis 4. 6.lordosis. Hiperresonan 2. Reasonon 2. 4. Dada posterior dengan posisi duduk 2. Jenis kelamin 4. Kelainan bentuk dada Palpasi 1. Flatness . Penanggung jawab 7. Tympany  Abnormal 1. Temperature kulit Premitus : pibrasi dada Pengembangan dada Krepitasi Masa Edema Perkusi  Normal 1. Nama 2. 3. Kulit Thorax : Hangat. Tipe pernafasan 6. kedalaman. Agama 5. dan kondisi lesi.1 PENGKAJIAN a) Identitas klien 1. nafas pendek c) Riwayat penyakit sekarang Keluhan sesak nafas.

pada waktu serangan menunjukan gambaran hiperinflasi pada paru yakni radiolusen yang bertambah dan pelrburan rongga intercostalis.000/mm3 dimana menandakan  terdapatnya suatu infeksi Pada pemeriksaan faktor-faktor alergi terjadi peningkatan dari Ig E pada waktu serangan dan menurun pada waktu bebas dari serangan 1. Bila terdapat komplikasi empisema (COPD). Hyper ventilasi 4.maka bercak-bercak dihilus akan bertambah. Vaskuler 2. umumnya bersifat mukoid dengan viskositas yang tinggi dan terkadang terdapat mucus plug 2. Bila terdapat komplikasi.3 PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1. Broncho vesikuler 3.pneumotoraks.maka gambaran radiolusen akan semakin    bertambah.3 PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.maka dapat dilihat bemtuk gambaran radiolusen pada paru. hiperkapnia   atau asidosis Kadang pada darah terdapat peningkatan dari SGOT dan LDH Hiponatremia dan kadar leukosit kadang – kadang di atas 15. Bila terjadi pneumonia mediastinum. Pemeriksaan tes kulit Dilakukan untuk mencari faktor alergi dengan berbagai allergen yang dapat menimbulkan reaksi yan positif pada asma.maka kelainan   yang didapat adalahsebagai berikut: Bila disertai denga bronchitis. Whizzing 6. Lokasi dan perubahan suara napas serta kapan saat terjadinya 1.maka terdapat gambaran infiltrate pada paru. Pemeriksaan sputum Pemeriksaan sputum dilakukan untuk melihat adanya :  Kristal-kristal charcot leyden yang merupakan degranulasi dari Kristal eosinophil  Spiral curshman yakni yang merupakan cast cell (sel cetakan) dari cabang bronkus  Creole yang merupakan fragmen dari epitel bronkus  Netrofil dan eosinophil yang terdapat pada sputum. Ronchi 5.dan pneumoperikardium.serta diafragma yang menurun. . Dapat pula menimbulkan gambaran atelectasis lokal. Pemeriksaan radiolgi Gambaran radiologi pada asma pada umumnya normal.akan tetapi bila terdapat komplikasi.Auskultasi 1. Pemeriksaan darah  Analisa gas darah pada umumnya normal akan tetapi dapat pula terjadi hipoksemia. 2.

obstruksi pertukaran gas dada. kebersihan jalan dan anoreksia menurunnya energy nafas disertai wheezing DS : pasien mengaluh Kurangnya suplai O2. DO : Klien nampak Sesak destruksi alveoli nafas (+)  Klien Memegang dadanya.  Terdapatnya tanda-tanda hipertropi otot jantung.nyeri bronchospasme. Scanning paru Dengan scanning paru melalui inhalasi dapat dipelajari bahwa redistribusi udara selama serangan asma tidak menyeluruh pada paru. 5. Tanda-tanda hipoksemia. Spirometri Untuk menunjukan adanya obstruksi jalan nafas reversible.dan VES atau terjadinya depresi segmen ST negative. Elektrokardiografi gambaran elektrokardiografi yang terjadi selama serangan dapat dibagi menjadi 3 bagian. bronchospasme. Gangguan sesak nafas.yakni pada ummnya Terjadi right axis deviasi dan clock wise rotation.yakni terdapat sinus tachycardia. Penggunaan otot Bantu pernapasan  klien batuk – batuk .cara yang cepat dan sederhana diagnosis asma adalah melihat respon pengobatan dengan bronkodilator. 4.4 ANALISA DATA NO 1.SVES. Data penunjang DS : pasien mengeluh Etiologi Peningkatan produksi Masalah Tidak efektifnya sukar bernafas.yakni terdapat RBB (right bundle branch  block). 1. sesak secret.batuk.3.gelisah jalan nafas oleh secret DO : Dispnea parah dg ekspirasi memanjang 2.dan disesuaikan dengan gambaran yang terjadi pada empisema paru yaitu:  Perubahan aksis jantung.

bronchospasme 3. Tidak efektifnya kebersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan produksi secret bronchospasme. Ekspresi wajah gelisah 3. Intervensi Rasional 1. 2. fatique. Auskultasi bunyi nafas 1. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kurangnya suplai O2 bronchospasme. menurunnya 4. anoreksia. Kaji frekuensi pernafasan catat rasio bronkus terjadi dengan obstruksi jalan nafas. anoreksia. batuk keluar dari jalan infeksi akut. fatique. nausea/vomiting 1. tidak Tidak ada cemas dan dapat ditemukan RR : normal duduk pada sandaran pada penerimaan setelah Irama nafas normal4. bunyi nafas redup dengan ekspirasi mengitak ada inspirasi dan ekspirasi hari fungsi nafas (asma berat) 3. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Dispnea. energy 6. Berikan air hangat . efek Nutrisi kurang nafsu makan menurun samping pengobatan dari kebutuhan DO :pasien Nampak produksi sputum. efek samping pengobatan produksi sputum. Beberapa derajat spasme catat adanya wheezing. DS :pasien mengeluh Dispnea.6 FORMAT RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN N Diagnosa Kep. . misalnya pada beberapa derajat Demam menurun peninggian kepala. Kaji pasien untuk posisi 2. Takipnea biasanya ada KH : yang aman. Peninggian kepala 5. 5. obstruksi jalan nafas oleh secret destruksi alveoli 3.5 DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. basah. kesultan waktu nausea/vomiting menelan 1. Pernafasan pendek. menurunnya energy 2. Tujuan O 1. Bantu nafas dapat 5melambat dan tindakan untuk Bebas dari suara frekuensi ekspirasi keafektifan nafas tambahan memanjang di banding memperbaiki upaya inspirasi batuk 3. ronchi 2. Tidak Tujuan : efektifnya Jalan nafas kembali kebersihan efektif setelah jalan nafas diberikan berhubungan perawatan selama 2 dengan peningkatan produksi secret1. Observasi karakteristik Pergerakan sputum stress/ adanya proses batuk menetap.

obstruksi jalan mudah 2. Observasi pola batuk menyertai obstruksi jalan nafas/ kegagalan pernafasan 3. Expansi dada suplai O2 KH : otot bantu pernafasan/ terbatas yang bronchospasme1. Batuk dapat menetap tetapi tidak efektif. Auskultasi bunyi nafas . Ronki dan mengi ronchi Tinggikan kepala dan bantu mengubah posisi 4. Membebaskan spasme jalan nafas. Kongesti alveolar 6. Kolaborasi obat sesuai mempermudah fungsi indikasi bronkodilator pernafasan dengan Spiriva 1x1 (inhalasi) menggunakan gravitasi 4. dan catat adanya bunyi nafas seperti mengi. Bernafas dengan 1. Kaji frekuensi produksi mucus 1. berhubungan dengan atelectasis dan atau nyeri dada 2. Kolaborasi Berikan tambahan O2 mengakibatkan batuk Berikan terapi nebulizer . khususnya pada klien lansia. Tujuan : pertukaran gas Pertukaran gas kedalaman pernafasan berhubungan adekuat setelah dan ekspansi dada. Duduk tinggi dan karakter secret 5.6. nafas oleh saturasi O2 dalam secret destruksi batas normal alveoli 3. Catat pernafasan bervariasi dengan diberikan perwatan upaya pernafasan tergantung derajat gagal kurangnya selama 3 hari termasuk penggunaan nafas.mengi dan 2. Tidak ada sianosis. Penggunaan cairan hangat dapat menurunkan spasme bronkus 6. Kecepatan biasanya Gangguan mencapai kedalaman pelebaran nasal 2. sakit akut/kelemahan 5. Dorong/bantu pasien dalam nafas dan latihan memungkinkan ekspansi paru dan memudahkan pernafasan batuk 4.

Anjurkan klien makan sedikit –sedikit tapi sering baik. rambut. Menentukan dan (tekstur. B squrb 2x1 makan yang Antiemetic rantis 2x1 signifikan merupakan indicator kurangnya nutrisi Air hangat dapat mengurangi mual Memenuhi kebutuhan nutrisi klien Menentukan kalori individu dan kebutuhan disediakan. makan baik. bising nutrisi dalam pembatasan Defisiensi vitamin dapat usus 6-12 terjadi bila protein . 1. memberikan kelembapan pada membrane mukosa dan membantu pengurangan 3 Nutrisi kurang Tujuan : dari kebutuhan Kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi berhubungan secara dengan adekuatsetelah dyspnea. Memaksimalkan bernafas dan menurunkan kerja nafas. tekstur tim pendukung gizi Berikan obat sesuai kulit baik. kulit. Timbang BB dan TB perawatan selama 24. pengobatan KH: produksi Keadaan umum sputum.sering/iritasi 5. anorexsia. Kolaborasi lembab. 6. Jelaskan pada klien intervensi lanjutnya 2. nafsu Konsul dengan tim gizi/ 5. efek nutrisi bagi tubuh 3. indikasi menghabiskan porsi Vit. Penurunan BB yang air hangat saat makan 5. klien 6. Kaji status nutrisi klien1. membantu dalam partisi bagi klien dalam asuhan keperawatan 3. Anjurkan klien minum samping hari. konjunktiva) 2. nausea/ vomiting. diberikan secret. mukosa bibir 4. Dapat meningkatkan/ banyaknya sputum dimana gangguan ventilasi dan ditambah ketidaknyamanan upaya bernafas 6. Pastikan pengetahuan tentang pentingnya klien dapat menaikkan fatigue.

S & Wilson. Surabaya:Airlangga University Press Price. c. (1995) “Patofisiologi : Konsep Klinik proses-proses penyakit”. Jakarta: EGC . e. L. b.bedah”. d.7 EVALUASI a. dibatasi Untuk menghilangkan muntah/ mual 1. Jalan nafas kembali efektif Pola nafas kembali efektif Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi Klien dapat melakukan aktivitas sehari – hari secara mandiri Pengetahuan klien tentang proses penyakit menjadi bertambah DAFTAR PUSTAKA Brunner & suddart (2002) “buku ajar keperawatan medical.kali/menit. BB dalam batas normal. Jakarta :AGC Alsagaff & Mukty Abdul (2006) “Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru”. M.