You are on page 1of 5

Manfaat Imunisasi Dasar pada Bayi

Raydel BrianKwee Amalo
102013203
Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Terusan Arjuna No.06 Kebon Jeruk-Jakarta Barat 11510
Telp:(021)56942061. Fax (021)5631731
Email :Ray_amalo@hotmail.com

Pendahuluan
Selama dalam proses tumbuh kembang, anak memerlukan asupan gizi yang kuat, penilaian nilai
agama dan budaya, pembiasaan disiplin yang konsisten dan upaya pencegahan. Salah satu upaya
pencegahan penyakit, yaitu pemberian imunisasi. Pemahaman tentang imunisasi diperlukan
sebagai dasar dalam memberikan asuhan kebidanan terutama pada anak sehat dan implikasi
konsep imunisasi pada saat merawat anak sakit, khususnya pada kasus tuberculosis , difteri,
pertussis, tetanus, polio, campak, dan hepatitis.Tujuan jangka pendek dari pelayanan imunisasi
adalah pencegahan penyakit secara perorangan atau kelompok, sedangkan tujuan jangka panjang
adalah eradikasi atau eliminasi suatu penyakit.Dari penyakit menular yang telah ditemukan,
sampai saat ini di Indonesia baru tujuh macam yang diupayakan pencegahannya melalui program
imunisasi yang selanjutnya kita sebut “Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)”
Sejak dimulainya program imunisasi di Indonesia pada tahun 1956, saat ini telah dikembangkan
tujuh jenis vaksinasi yaitu BCG, Campak, Polio, DPT, DT, TT, Hep.B.

1

Waktu antara pemberian imunisasi. Imunitas pasif.yang terkadang disebut imunitas pasif alami. dan imunitas pasif. calon jemaah haji.3 2 . Imunitas pasif juga dapat diperoleh dengan memasukkan antibody yang sudah terbentuk ke dalam penderita rentan. Pada imunisasi aktif.1 Yang perlu diimunisasi adalah orang-orang yang rentan terkena penyakit tertentu pada suatu saat karena profesinya. bayi dan anak balita. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Jenis – Jenis Imunisasi Ada 2 jenis imunitas yang dimiliki manusia. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja. remaja. anak sekolah. misalnya: ibu hamil. profesional (dokter. 2. Kekebalan tubuh dapat dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya : . Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian vaksin atau karena harus merespons pathogen penyakit tertentu yang menginvasi tubuh. Pemberian imunisasi dimaksudkan untuk membentuk kekebalan tubuh.tubuh membentuk antibodinya sendiri. sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya. dan orang-orang yang akan berpergiaan ke luar negeri.2 Mengingat efektif dan tidaknya imunisasi tersebut akan bergantung dari factor yang mempengaruhinya sehingga kekebalan tubuh dapat diharapkan pada diri anak. orang tua.yaitu imunitas aktif.Tingginya kadar anti body pada saat dilakukan imunisasi . para medis). manula. 1.Potensi antigen yang disuntikkan .didapat melalui transfer transplasental imunitas ibu terhadap penyakit kepada janinnya.IMUNISASI Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang.

Sebagian besar merasa nyeri. selaput otak. Hepatitis b adalah penyakit yang menyerang hati. Luka akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka parut kecil. kelenjar getah bening.4 3. TBC (tuberkulosis). dapat juga menyebabkan sirosis (hari mengkerut) dan kanker hati. tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu 2 hari. Imunisasi berikutnya berjarak waktu 4 minggu. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi berusia 2 (dua) bulan. merah atau 3 .Tujuan imunisasi a. Mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Setelah 2–3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah 10 mm. Diberikan segera setelah bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan atau mulai 1 (satu) bulan di Posyandu.cara pemberian vaksin melalui disuntik(biasanya dilengan atas). tulang. Pertusis (batuk rejan).pemberian vaksin biasanya dengan disuntik. Pada saat ini pemberian imunisasi DPT dan Hepatitis B dilakukan nbersamaan dengan vaksin DPT-HB.5 Efek samping : Kebanyakan bayi menderita panas pada sore hari setelah imunisasi DPT. Menghilangkan penyakit tertentu pada populasi.Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) sekali untuk mencegah penyakit Tuberkulosis.pemberian vaksin biasanya dengan suntikkan di daerah paha. Mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang c.2 Imunisasi Dasar pada Bayi 1. dan usus.5 2. sakit.4 Efek samping : Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Imunisasi DPT-HB 3 (tiga) kali untuk mencegah penyakit Difteri. yaitu penyakit yang menyerang paru-paru. Imunisasi Hepatitis B diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan. Tetanus dan Hepatitis B. b.

pemberian vaksin biasanya diteteskan di mulut. Campak adalah penyakit menyebabkan kulit kemerahan dan demam.5 4. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus. Polio adalah penyakit yang menakibatkan kelumpuhan.pemberian vaksin biasanya dengan disuntik. 4 . Efek samping : Jarang timbuk efek samping. Efek samping : Anak mungkin panas.5 5. Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Bila gejala tersebut tidak timbul. kadang disertai kemerahan 4–10 hari sesudah penyuntikan. dan akan sembuh sendiri.bengkak di tempat suntikan. Imunisasi polio untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.baik lumpu satu kaki saja atau dua kaki.4 Imunisasi Polio diberikan 4 (empat) kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu. dan imunisasi tidak perlu diulang. tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan.5 Kesimpulan Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja. Imunisasi campak diberikan saat bayi berumur 9 bulan.

h.46 4. 2010. Eveline. Edisi ke-1. Lima imunisasi dasar lengkap.h.jakarta: salemba medika.Daftar Pustaka 1. Timmreck TC. 5.edisi ke-2. Pengantar ilmu kesehatan anak untuk pendidikan kebidanan.98-101 3. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita.jakarta: EGC.2008. Panduan pintar merawat bayi dan balita. Djamaludin N. Jakarta: KAWAH media.h.54 2. 2009 5 .h.2001.2009. hidayat AA. Departemen Kesehatan.72-5.indonesia:departemen kesehatan. Hidayat AA.epidemologi suatu pengantar. Jakarta :Buku Kedokteran EGC.