You are on page 1of 37

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Hipertensi merupakan salah satu penyakit system kardiovaskuler yang banyak
dijumpai di masyarakat. Hipertensi bukanlah penyakit menular, namun harus
senantiasa diwaspadai. Tekanan Darah tinggi atau Hipertesi dan arteriosclerosis
( pengerasan arteri ) adalah dua kondisi pokok yang mendasari banyak bentuk
penyakit kardiovaskuler. Lebih jauh, tidak jarang tekanan darah tinggi juga
menyebabkan gangguan ginjal.Sampai saat ini, usaha-usaha baik mencegah maupun
mengobati penyakit hipertensi belum berhasil sepenuhnya, karena adanya factorfaktor penghambat seperti kurang pengetahuan tentang hipertensi (pengertian,
tanda dan gejala, sebab akibat, komplikasi ) dan juga perawatannya. Saat ini, angka
kematian karena hipertensi di Indonesia sangat tinggi. Jumlah penderita hipertensi
di seluruh dunia diperkirakan 972 juta jiwa atau setara dengan 26,4 persen populasi
orang dewasa. Angka prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan riskesdas (riset
kesehatan dasar) 2007 mencapai 30 persen dari populasi. Dari jumlah itu, 60 persen
penderita hipertensi berakhir pada stroke. Sedangkan sisanya pada jantung, gagal
ginjal, dan kebutaan. Sementara di dunia Barat, hipertensi justru banyak
menimbulkan gagal ginjal, oleh karena perlu di galakkan pada masyarakat mengenai
pengobatan dan perawatan Hipertensi. Data survey dari Tim Kesehatan Pada tanggal
24 Januari 2005 jumlah pasien 5 rumah sakit di Kota Banda Aceh Menunjukkan
Tingkat Penderita Hipertensi Mencapai 3%. Sisanya ISPA 30%, Gatal-gatal 25%,
Nyeri lambung 12%, Kejiwaan 10%, Luka-luka 9%, Malaria 5%, Diare 3%, Radang
paru-paru 1%, Sakit kepala 1%, Penyakit lain 1 %.

Diharapkan dengan di buatnya Asuhan Keperawatan keluarga resiko tinggi
hipertensi ini dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian karena hipertensi
dalam masyarakat khususnya dalam keluarga.

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. PENGERTIAN
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.( Smith
Tom, 1995 )
Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik
lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih
besar 95 mmHg ( Kodim Nasrin, 2003 ).
Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 – 104
mmHg, hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg, dan
hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini
berdasarkan peningkatan tekanan diastolic karena dianggap lebih serius dari
peningkatan sistolik ( Smith Tom, 1995 ).
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi atau istilah kedokteran menjelaskan
hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada mekanisme
pengaturan tekanan darah (Mansjoer,2000 : 144)
Hipertensi adalah keadaan menetap tekanan sistolik melebih dari 140 mmHg
atau tekanan diastolic lebih tinggi dari 90 mmHg. Diagnostic ini dapat dipastikan
dengan mengukur rata-rata tekanan darah pada 2 waktu yang terpisah (FKUI, 2001 :
453)
Patologi utama pada hipertensi adalah peningkatan tekanan vesikalis perifer
arterior (Mansjoer, 2000 : 144)
I. ETIOLOGI /PENYEBAB
Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar
yaitu : ( Lany Gunawan, 2001 )

1. Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui
penyebabnya,
2. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain.
Hipertensi primer terdapat pada lebih dari 90 % penderita hipertensi, sedangkan 10
% sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Meskipun hipertensi primer belum
diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan
beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi.
Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi
terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer.
Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:
o Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atautransport Na.
o Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkantekanan darah
meningkat.
o Stress Lingkungan.
o Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua sertapelabaran
pembuluh darah.
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan –
perubahan pada :
a. Elastisitas dinding aorta menurun
b. Katub jantung menebal dan menjadi kaku
c. Kemampuan jantung memompa darah menurun
1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah
menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah
Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi
e. Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya,
data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan
terjadinya hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut :
a. Faktor keturunan
Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar
untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi.

Seperti: faktor kelebihan berat badan. kebiasan hidup yang buruk 9seperti: meroko. batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 135/85 mmHg dan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dianggap sebagai hipertensi. # GEJALA PENYAKIT HIPERTENSI Gejala dari penyakit yang umum kita jumpai dalah sebagai berikut: Merasakan pusing yang hebat Mudah sekali marah atau mudah terpancing marah Sering merasakan telinga berdenging Kadang sampai terjadi mimisan walaupun kasusnya sangat jarang Mengalami sulit tidur Terjadi sesak nafas tengkuk terasa sangat berat Mudah merasakan lelah Mata berkunang . dll). Seperti . Namun penyebab penyakit hipertensi dari sisi genetik serta faktor usia sudah pasti tidak bisa kita hindari. masih ada banyak faktor penyebab penyebab hipertensi yang bisa kita hindari. Klasifikasi hipertensi sendiri dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan eningkatan risiko penyakit janting dan pembuluh darah. Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah: · Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ) · Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) · Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih ) Penyakit hipertensi atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal sehingga bisa meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.b. Menurut WHO. minum alkohol.kunang # MENCEGAH PENYAKIT HIPERTENSI Kita dapat mencegah atau menghindari penyakit hipertensi ini dengan cara menghilangkan atau meminimalkan faktor resiko penyebab dari penyakit hipertensi itu sendiri. Namun. Beberapa penyakit tertentu yang bisa menyebabkan hipertensi juga bisa kita kendalikan.

yaitu pengobatan non obat (non farmakologis) dan pengobatan dengan obat medis. # CARA MENGOBATI PENYAKIT HIPERTENSI Secara garis besar. dll. Intinya kita harus disiplin. * Berikut ini adalah hal . kolesterol. bahkan kemungkinan seumur hidup This Blog Home » Biologi » Makalah Hipertensi Makalah Hipertensi HIPERTENSI . memiliki tujuan hidup yang sehat. pengobatan penyakit hipertensi dibagi menjadi 2.halnya: dabetes.hal yang harus dilakukan dalam pengobatan non farmakologis: Mengatasi obesitas Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh Ciptakan keadaan rileks dengan berbagai cara relaksasi Melakukan olahraga secara rutin Berhenti merokok dan emngurangi konsumsi alkohol secara berlebihan * Pengobatan dengan obat medis: Pengobatan hipertensi sekunder yang lebih mendahulukan pengobatan penyebab hipertensi Pengobatan hipertensi esensial ditujukan untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi timbulnya komplikasi Upaya menurunkan tekanan darah dicapai dengan emnggunakan obat anti hipertensi Pengobatan hipertensi adalah pengobatan jangka panjang. kelainan jantung. serta mengatur pola hidup yang teratur bisa membantu kita untukmencegah dan emngindari penyakit hipertensi.

Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31. banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki hipertensi. dan kebutaan. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif. 1 Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. gagal ginjal. satu kali atau lebih. seperti gagal jantung congestive. Epidemiologi Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat. diketahui hampir seperempat (24.2 Hipertensi perlu diwaspadai karena merupakan bahaya diam-diam.1 Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. 2 Pada orang dewasa. gagal ginjal. terjadi peningkatan rata-rata kematian akibat hipertensi sebesar 21% dari tahun 1989 sampai tahun 1999. Sedangkan sisanya pada jantung. Tidak ada gejala atau tanda khas untuk peringatan dini bagi penderita hipertensi.5%) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahun mengkonsumsi makanan asin setiap hari. peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg menyebabkan peningkatan 60% risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.1. Definisi Tekanan Darah Tekanan darah adalah kekuatan yang ditimbulkan oleh jantung yang berkontraksi seperti pompa. Dari jumlah itu. 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke.8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. dan penyakit vaskuler. 2001).1 Berdasarkan American Heart Association (AHA. jumlahnya mencapai 6. sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis. sehingga darah terus mengalir dalam pembuluh darah. Hipertensi disebut “silent killer” karena sifatnya asimptomatik dan setelah beberapa tahun menimbulkan stroke yang fatal atau penyakit jantung. Kekuatan itu mendorong dinding pembuluh arteri atau . Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Selain itu. Secara keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami peningkatan sebesar 46%.7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas. Meskipun tidak dapat diobati. pencegahan dan penatalaksanaan dapat menurunkan kejadian hipertensi dan penyakit yang menyertainya. 2 2.

Tekanan diastolik adalah saat otot jantung berelaksasi. Tekanan sistolik adalah tekanan yang terjadi bila otot jantung berdenyut memompa darah keluar melalui arteri. 2) Banyaknya darah yang beredar. Faktor – faktor yang mempertahankan Tekanan Darah Menurut Pearce. Hal ini disebabkan dalam latihan atau olahraga diperlukan aliran darah dan oksigen yang lebih banyak untuk otot – otot. Sehingga terjadi peningkatan tekanan darah ketika curah jantung meningkat.nadi. 4 3.6 4. darah segar tidak dapat terbawa ke otak dan jaringan seluruh tubuh. Dinding pembuluh darah membutuhkan darah yang cukup untuk membuat suatu tekanan. 3. yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.4. 3 Tekanan darah yang paling rendah terjadi saat tubuh dalam keadaan istirahat atau tidur dan akan naik sewaktu latihan atau berolahraga. 3 Jika terdapat hambatan misalnya karena penyempitan pembuluh arteri. emosi dan stress dan menurun selama tidur. tekanan darah terbagi menjadi dua bagian. darah kembali masuk ke jantung. Tekanan darah merupakan hasil dari curah jantung dan resistensi vaskuler. Tekanan darah diperlukan agar darah tetap mengalir dan mampu melawan gravitasi serta hambatan dalam dinding arteri. faktor – faktor yang mempertahankan tekanan darah antara lain : 1) Kekuatan jantung memompa darah sehingga darah dapat beredar keseluruh tubuh dan kembali ke jantung. akan meningkat saat aktivitas fisik. resistensi vaskuler perifer bertambah atau karena keduanya. Tekanan Darah Sistolik dan Tekanan Darah Diastolik Di dalam tubuh manusia. Angka ini menunjukkan seberapa kuat jantung memompa untuk mendorong darah melalui pembuluh darah. .5 Tekanan darah sangat bervariasi tergantung pada keadaan. tekanan darah akan meningkat dan tetap pada tingkat yang tinggi. Angka ini menunjukkan berapa besar hambatan dari pembuluh darah terhadap aliran darah balik ke jantung. Tanpa adanya kekuatan secara terus – menerus dalam sistem peredaran.4 semakin besar hambatan tekanan darah akan semakin tinggi.

1 The sixth Report of The joint national Committee on Prevention. disebabkan oleh protein plasma dan jumlah sel darah yang beredar dalam aliran darah. Evaluation and Treatment of High Blood Presure (JNC VI) mengklasifikasikan tekanan darah untuk orang dewasa menjadi enam kelompok yang terlihat seperti pada tabel 1 dibawah. dan tinggi badan yang diukur sekurang-kurangnya tiga kali pada pengukuran yang terpisah. Tabel I.3) Kekuatan (vaskositas) darah. Di dalam arteri tekanan lebih besar daripada vena. Detection. 4) Elastisitas dinding pembuluh darah. yaitu tekanan yang dikeluarkan oleh geseran darah yang mengalir dalam pembuluh. 5) Tekanan tepi (tahanan perifer). sixth report (JNC VI). sebab otot yang membungkus arteri lebih elastis daripada vena. Klasifikasi tekanan darah untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun atau lebih.7 5.8 Pada anak-anak. Medical Nutrition . definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah lebih dari 95 persentil dilihat dari umur. Evaluation and Treatment of High Blood Pressure.1 Kategori Optimal Sistolik (mmHg) < 120 dan Diastolik (mmHg) < 80 Normal <130 dan <85 Normal tinggi 130 – 139 atau 85 – 89 Derajat I 140 – 159 atau 90 – 99 Derajat II 160 – 179 atau 100 – 109 Derajat III ≥ 180 atau ≥ 110 Hipertensi Sumber : The sixth Report of The Joint National Committee on Prevention. Definisi Hipertensi The Joint National Community on Preventation. jenis kelamin. Detection evaluation and treatment of High Blood Preassure dari Amerika Serikat dan badan dunia WHO dengan International Society of Hipertention membuat definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebih atau tekanan diastoliknya 90 mmHg atau lebih atau sedang memakai obat anti hipertensi. Dikutip oleh Debra A. Krummel. detection.

hipertensi vaskular renal. feokromositoma. koarktasio aorta. Dalam L. 9 a) Hipertensi pada penyakit ginjal Penyakit ginjal dapat meningkatkan tekanan darah dan sebaliknya hipertensi dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu ginjal. peningkatan Na dan Ca intraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas. hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan. Nutrition. hiperaktifitas sistem saraf simpatis. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat dikelompokkan dalam : 1. Etiologi Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan. Makin tinggi tekanan darah dalam waktu lama makin berat komplikasi yang mungkin ditimbulkan. dan lain – lain. seperti penggunaan estrogen. Sylvia Escoott. lingkungan. disebut juga hipertensi idiopatik. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik.9 1) Hipertensi esensial Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya. defek dalam ekskresi Na. alkohol. Penyebab spesifik diketahui. USA: Elsevier. yaitu: hipertensi esensial atau hipertensi primer dan hipertensi sekunder atau hipertensi renal. 7 2) Hipertensi sekunder Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar 5 % kasus. Beratnya pengaruh hipertensi terhadap ginjal tergantung dari tingginya tekanan darah dan lamanya menderita hipertensi. serta polisitemia 9. Secara klinis sulit untuk membedakan dua keadaan tersebut. Hipertensi primer biasanya timbul pada usia 30 – 50 tahun. Kathleen M.Therapy in Hypertension. terutama pada penyakit ginjal menahun. & Diet Therapy. Krause’s Food. penyakit ginjal. hiperaldosteronisme primer. baik pada kelainan glumerolus maupun pada kelainan vaskular. Penyakit glumerolus akut . merokok. 2004 6. sistem renin angiotensin. Terdapat sekitar 95% kasus.10 Hipertensi pada penyakit ginjal dapat terjadi pada penyakit ginjal akut maupun penyakit ginjal kronik. dan sindrom cushing.

Peningkatan ini dimungkankan abibat adanya retensi relatif terhadap Hormon Natriuretik Peptida dan peningkatan aktivitas pompa Na – K – ATPase di duktus koligentes. Penyakit glumerolus kronik Sistem Renin-Angiotensinogen-Aldoteron (RAA) merupakan satu sistem hormonal enzimatik yang bersifat multikompleks dan berperan dalm naiknya tekanan darah. kelainan ini akan menetap walaupun tekanan darahnya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang meliputi medikamentosa antihipertensi. Sedangkan hipertensi renovaskular adalah hipertensi yang terjadi akibat fisiologis adanya stenosis arteri renalis. hiperparatiroidis sekunder. 11 Istilah nefropati iskemik menggambarkan suatu keadaan terjadinya penurunan fungsi ginjal akibat adanya stenosis arteri renalis.Hipertensi terjadi karena adanya retensi natrium yang menyebabkan hipervolemik. peningkatan sistem Renin Angiotensinogen Aldosteron akibat iskemi relatif karena kerusakan regional. Jika terjadi gangguan fungsi ginjal. aktifitas saraf simpatik yang meningkat akibat kerusakan ginjal. Stenosis arteri renalis adalah suatu keadaan terdapatnya lesi obstruktif secara anatomik pada arteri renalis. Gagal ginjal kronik Hipertensi yang terjadi karena adanya retensi natrium. revaskularisasi dengan tindakan bedah ataupun angioplasti.11 c) Hipertensi pada kelainan endokrin .10 2.10 3.10 b) Hipertensi pada penyakit renovaskular.10 4. dan pemberian eritropoetin. pangaturan keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit. Penyakit vaskuler Pada keadaan ini terjadi iskemi yang kemudian merangsang sistem renin angiotensin aldosteron. Retensi natrium terjadi karena adanya peningkatan reabsorbsi natrium di duktus koligentes. Hipertensi renovaskular merupakan penyebab tersering dari hipertensi sekunder. Diagnosa hipertensi renovaskular penting karena kelainan ini potensial untuk disembuhkan dengan menghilangkan penyebabnya yaitu stenosis arteri renalis.

Tanda – tanda yang mencurigai adanya feokromositoma yaitu hipertensi.13 e) Hipertensi adrenal kongenital Hipertensi adrenal kongenital merupakan penyabab terjadinya hipertensi pada anak (jarang terjadi). sakit kepala. 14 Feokromositomia disebabkan oleh tumor sel kromatin asal neural yang mensekresikan katekolamin. Hipertensi ini dapat menetap bahkan setelah reseksi bedah yang berhasil. hipermetabolisme. dengan denyut nadi arteri femoralis lemah atau tidak ada. Sindrom ini disebabkan oleh hiperplasi kelenjar korteks adrenal. disertai takikardi. Hiperaldosteronisme primer secara klinis dikenal dengan triad terdiri dari hipertensi.Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan endokrin adalah aldosteronisme primer (Sindrom Conn). 13 g) Koartasio aorta Koarktasi aorta paling sering mempengaruhi aorta pada distal dari arteri subklavia kiri dan menimbulkan hipertensi pada lengan dan menurunkan tekanan pada kaki. Feokromositomia dicurigai jika tekanan darah berfluktuasi tinggi.13 f) Feokromositoma Feokromositoma adalah salah satu hipertensi endokrin yang patut dicurigai apabila terdapat riwayat dalam keluarga. hipokalemi.12 d) Sindrom Cushing Sindrom cushing disebabkan oleh hiperplasi adrenal bilateral yang disebabkan oleh adenoma hipofisis yang menghasilkan Adenocorticotropin Hormone (ACTH).13 h) Hipertensi pada kehamilan . adenoma atau karsinoma adrenal. 10 % dari tumor ini ganas dan 10 % adenoma adrenal adalah bilateral. berkeringat atau edema paru karena gagal jantung. Hiperaldosteronisme primer adalah sindrom yang disebabkan oleh hipersekresi aldesteron yang tidak terkendali yang umumnya berasal dari kelenjar korteks adrenal. terutama jika hipertensi terjadi lama sebelum operasi. dan hiperglikemia. Sebagian besar berasal dari kelenjar adrenal. hiperhidrosis. dan hanya 10 % terjadi di tempat lain dalam rantai simpatis. dan alkalosis metabolik.

prematuritas dan kematian intrauterin. 16 Perempuan hamil dengan hipertensi mempunyai risiko yang tinggi untuk terjadinya komplikasi yang berat seperti abruptio plasenta. retinopati. Penggunaan estrogen pascamenopause bersifat kardioproteksi dan tidak meningkatkan tekanan darah. dan gagal ginjal akut dapat terjadi. Perempuan usia lebih tua (> 35 tahun)lebih mudah terkena. 5% perempuan mengalami hipertensi sejak mulai penggunaan.7 – 1. Terhadap janin.16 i) Hipertensi akibat dari penggunaan obat – obatan. 15 Kedaruratan hipertensi dapat menjadi komplikasi dari preeklampsia sebagaimana yang terjadi pada hipertensi kronik. kehamilan prematur kurang dari 37 minggu 12 – 34 %. janin dan neonatus. gagal organ. Selain itu risiko hipertensi seperti gagal jantung. dan kokain.13 7. Penggunaan obat yang paling banyak berkaitan dengan hipertensi adalah pil kontrasepsi oral (OCP).Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal. Kadang-kadang hipertensi esensial berjalan tanpa gejala. Penelitian observasi pasien hipertensi kronik yang ringan didapatkan risiko kehamilan preaklampsia 10 – 25 %. eritopoietin. koagulasi intravaskular.5 %. begitupula dengan perempuan yang pernah mengalami hipertensi selama kehamilan. abruptio 0. dan hambatan pertumbuhan janin 8 – 16 %. penyakit serebrovaskuler. mengakibatkan risiko retardasi perkembangan intrauterin. ensepalopati. Pada 50 % tekanan darah akan kembali normal dalam 3 – 6 sesudah penghentian pil. Gejala Klinis Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial dan tergantung dari tinggi rendahnya tekanan darah. Risiko bertambah pada hipertensi kronik yang berat pada trimester pertama dengan didapatnya preaklampsia sampai 50 %. gejala yang timbul dapat berbeda-beda. dan baru timbul gejala setelah . Obat lain yang terkait dengan hipertensi termasuk siklosporin. perdarahan serebral.15 Sampai sekarang yang belum jelas apakah tekanan darah yang terkontrol secara agresif dapat menurunkan terjadinya eklampsia.

Pada stadium awal sebagian besar pasien hipertensi menunjukkan curah jantung yang meningkat dan kemudian diikuti dengan kenaikan tahanan perifer yang mengakibatkan kenaikan tekanan darah yang menetap. sukar tidur. mata. mudah marah. Pada tahap awal hipertensi primer curah jantung meninggi sedangkan tahanan perifer normal. infark miokardium. Masa laten ini menyelubungi perkembangan penyakit sampai terjadi kerusakan organ yang bermakna. 1 Mekanisme yang berhubungan dengan penyebab hipertensi melibatkan perubahan – perubahan pada curah jantung dan resistensi vaskular perifer.terjadi komplikasi pada organ target seperti pada ginjal. Namun deteksi dini dan parawatan hipertensi dapat menurunkan jumlah morbiditas dan mortalitas.9 Apabila hipertensi tidak diketahui dan dirawat dapat mengakibatkan kematian karena payah jantung. Patogenesis Tekanan darah terutama dikontrol oleh sistem saraf simpatik (kontrol jangka pendek) dan ginjal (kontrol jangka panjang). otak dan jantung. 13 Saraf simpatik mengeluarkan norepinefrin.9. stroke atau gagal ginjal. misalnya sakit kepala atau pusing.18 Gejala lain yang sering ditemukan adalah epistaksis.17 Perjalanan penyakit hipertensi sangat berlahan. rasa berat di tungkuk. Keadaan ini disebabkan peningkatan aktivitas simpatik. telinga berdengung.18 8.1 Pada tahap selanjutnya curah jantung kembali ke normal sedangkan tahanan perifer meningkat yang disebabkan oleh refleks autoregulasi.13 Mekanisme patofisiologi yang berhubungan dengan peningkatan hipertensi esensial antara lain : . Penderita hipertensi mungkin tidak menunjukkan gejala selama bertahun – tahun. Yang dimaksud dengan refleks autoregulasi adalah mekanisme tubuh untuk mempertahankan keadaan hemodinamik yang normal. dan mata berkunang-kunang. Oleh karena curah jantung yang meningkat terjadi konstriksi sfingter pre-kapiler yang mengakibatkan penurunan curah jantung dan peninggian tahanan perifer. sebuah vasokonstriktor yang mempengaruhi pembuluh arteri dan arteriol sehingga resistensi perifer meningkat. Bila terdapat gejala biasanya hanya bersifat spesifik.

19 Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. ataupun respon dari sistem saraf simpatetik. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi hati. Renin disekresi oleh juxtaglomerulus aparantus ginjal sebagai respon glomerulus underperfusion atau penurunan asupan garam. yang oleh hormon renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I (dekapeptida yang tidak aktif). sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis) sehingga urin menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. angiotensin I diubah menjadi angiotensin II (oktapeptida yang sangat aktif). Untuk mengencerkan. ACE memegang peranan fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan . yaitu: a. Peningkatan konsentrasi sel otot halus akan berpengaruh pada peningkatan konsentrasi kalsium intraseluler. Tekanan darah ditentukan oleh konsentrasi sel otot halus yang terdapat pada arteriol kecil. Meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus.20 Angiotensin II berpotensi besar meningkatkan tekanan darah karena bersifat sebagai vasoconstrictor19 melalui dua jalur.19 2) Sistem Renin-Angiotensin Ginjal mengontrol tekanan darah melalui pengaturan volume cairan ekstraseluler dan sekresi renin.1) Curah jantung dan tahanan perifer Keseimbangan curah jantung dan tahanan perifer sangat berpengaruh terhadap kenormalan tekanan darah. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru. Dengan meningkatnya ADH. Pada sebagian besar kasus hipertensi esensial curah jantung biasanya normal tetapi tahanan perifernya meningkat.1 Sistem Renin-Angiotensin merupakan sistem endokrin yang penting dalam pengontrolan tekanan darah. Peningkatan konsentrasi otot halus ini semakin lama akan mengakibatkan penebalan pembuluh darah arteriol yang mungkin dimediasi oleh angiotensin yang menjadi awal meningkatnya tahanan perifer yang irreversible.

dan beberapa hormon. Menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.20 3) Sisten Saraf Otonom Sirkulasi sistem saraf simpatetik dapat menyebabkan vasokonstriksi dan dilatasi arteriol.19 4) Disfungsi Endotelium Pembuluh darah sel endotel mempunyai peran yang penting dalam pengontrolan pembuluh darah jantung dengan memproduksi sejumlah vasoaktif lokal yaitu molekul oksida nitrit dan peptida endotelium. begitu juga endothelin. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler. Secara klinis pengobatan dengan antihipertensi menunjukkan perbaikan gangguan produksi dari oksida nitrit.19 5) Substansi vasoaktif Banyak sistem vasoaktif yang mempengaruhi transpor natrium dalam mempertahankan tekanan darah dalam keadaan normal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang berperan penting pada ginjal. aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. volume sirkulasi. Disfungsi endotelium banyak terjadi pada kasus hipertensi primer. Arterial natriuretic peptide merupakan hormon yang diproduksi di atrium jantung dalam merespon peningkatan volum darah. Endothelin dapat meningkatkan sensitifitas garam pada tekanan darah serta mengaktifkan sistem renin-angiotensin lokal.19 .20 b. Bradikinin merupakan vasodilator yang potensial. Hipertensi dapat terjadi karena interaksi antara sistem saraf otonom dan sistem renin-angiotensin bersama – sama dengan faktor lain termasuk natrium. Sistem saraf otonom ini mempunyai peran yang penting dalam pempertahankan tekanan darah.cara menarik cairan dari bagian instraseluler. Akibatnya volume darah meningkat sehingga meningkatkan tekanan darah. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Hal ini dapat meningkatkan ekskresi garam dan air dari ginjal yang akhirnya dapat meningkatkan retensi cairan dan hipertensi.

Hal ini untuk memenuhi peningkatan kebutuhan input ventrikel. Adanya riwayat keluarga terhadap hipertensi dan penyakit jantung secara signifikan akan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada perempuan dibawah 65 tahun dan laki – laki dibawah 55 tahun. Diduga hipertensi dapat menyebabkan protombotik dan hiperkoagulasi yang semakin lama akan semakin parah dan merusak organ target. Usia Beberapa penelitian yang dilakukan. Faktor Risiko Hipertensi Sampai saat ini penyebab hipertensi secara pasti belum dapat diketahui dengan jelas. Keturunan Dari hasil penelitian diungkapkan bahwa jika seseorang mempunyai orang tua atau salah satunya menderita hipertensi maka orang tersebut mempunyai risiko lebih besar untuk terkena hipertensi daripada orang yang kedua orang tuanya normal (tidak menderita hipertensi). ketidaknormalan faktor homeostasis. platelet. Hal ini disebabkan elastisitas dinding pembuluh darah semakin menurun .19 7) Disfungsi diastolik Hipertropi ventrikel kiri menyebabkan ventrikel tidak dapat beristirahat ketika terjadi tekanan diastolik. Secara umum. Beberapa keadaan dapat dicegah dengan pemberian obat antihipertensi. faktor risiko terjadinya hipertensi yang teridentifikasi antara lain : a. dan penurunan tekanan ventrikel. dan fibrinolisis. 21 b.19 9.6) Hiperkoagulasi Pasien dengan hipertensi memperlihatkan ketidaknormalan dari dinding pembuluh darah (disfungsi endotelium atau kerusakan sel endotelium).. terutama pada saat olahraga terjadi peningkatan tekanan atrium kiri melebihi normal. ternyata terbukti bahwa semakin tinggi usia seseorang maka semakin tinggi tekanan darahnya.

pemakaian O2 bertambah. Sebelum usia 55 tahun tekanan darah pada laki – laki lebih tinggi daripada perempuan. aliran darah pada koroner meningkat dan vasokontriksi pada pembuluh darah perifer.dengan bertambahnya usia21. 21 c. Nikotin yang terdapat dalam rokok sangat membahayakan kesehatan. Nikotin bersifat toksik terhadap jaringan saraf yang menyebabkan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik.23 . Jenis kelamin Jenis kelamin mempunyai pengaruh penting dalam regulasi tekanan darah.13 d. Peningkatan tekanan darah di atas nilai optimal yaitu > 120 / 80 mmHg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Pada perempuan risiko hipertensi akan meningkat setelah masa menopause yang mununjukkan adanya pengaruh hormon. risiko hipertensi bertambah dengan semakin bertambahnya usia. khususnya lemak abdominal erat kaitannya dengan hipertensi. Tergantung pada masing – masing individu. 24 Penurunan berat badan efektif untuk menurunkan hipertensi. Peningkatan risiko semakin bertambah parahnya hipertensi terjadi pada penambahan berat badan tingkat sedang. karena nikotin dapat meningkatkan penggumpalan darah dalam pembuluh darah dan dapat menyebabkan pengapuran pada dinding pembuluh darah. Secara umum tekanan darah pada laki – laki lebih tinggi daripada perempuan. Setelah usia 65 tekanan darah pada perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. denyut jantung bertambah.23 Tingginya peningkatan tekanan darah tergantung pada besarnya penambahan berat badan. Sejumlah fakta menyatakan hormon sex mempengaruhi sistem renin angiotensin. Penurunan berat badan sekitar 5 kg dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Tetapi tidak semua obesitas dapat terkena hipertensi. kontraksi otot jantung seperti dipaksa. Obesitas Kelebihan lemak tubuh.7 Menurut penelitian. diungkapkan bahwa merokok dapat meningkatkan tekanan darah. Sebagian besar hipertensi terjadi pada usia lebih dari 65 tahun. Merokok Merokok dapat meningkatkan beban kerja jantung dan menaikkan tekanan darah. 22 e. 1 Dengan demikian.

Apabila stres berlangsung lama dapat mengakibatkan peninggian tekanan darah yang menetap. Aktifitas fisik membantu dengan mengontrol berat badan. Aerobik yang cukup seperti 30 – 45 menit berjalan cepat setiap hari membantu menurunkan tekanan darah secara langsung. Asupan 1) Asupan Natrium Natrium adalah kation utama dalam cairan extraseluler konsentrasi serum normal adalah 136 sampai 145 mEg / L.f.23 Olahraga secara teratur dapat menurunkan tekanan darah pada semua kelompok.1 Perpindahan air diantara cairan ekstraseluler dan intraseluler ditentukan oleh kekuatan osmotik. Pada binatang percobaan dibuktikan bahwa pajanan terhadap stres menyebabkan binatang tersebut menjadi hipertensi. Natrium klorida pada cairan ekstraseluler dan kalium dengan zat – zat organik pada cairan intraseluler. Natrium berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam kompartemen tersebut dan keseimbangan asam basa tubuh serta berperan dalam transfusi saraf dan kontraksi otot. adalah zat – zat terlarut yang tidak dapat menembus dan sangat berperan dalam menentukan konsentrasi air pada kedua sisi membran.19 g. baik hipertensi maupun normotensi. Aktifitas Fisik Orang dengan tekanan darah yang tinggi dan kurang aktifitas. Stress Hubungan antara stres dengan hipertensi diduga melalaui saraf simpatis yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermiten. Osmosis adalah perpindahan air menembus membran semipermiabel ke arah yang mempunyai konsentrasi partikel tak berdifusinya lebih tinggi. Hampir seluruh natrium yang dikonsumsi (3-7 gram sehari) diabsorpsi terutama di usus halus. besar kemungkinan aktifitas fisik efektif menurunkan tekanan darah.1 Mekanisme penngaturan keseimbangan volume .25 h.

Volume sirkulasi efektif adalah bagian dari volume cairan ekstraseluler pada ruang vaskular yang melakukan perfusi aktif pada jaringan. lansia. Pada orang sehat volume cairan ekstraseluler umumnya berubah – ubah sesuai dengan sirkulasi efektifnya dan berbanding secara proporsional dengan natrium tubuh total. Namun berdasarkan studi epidemiologi diketahui terjadi kenaikan tekanan darah ketika asupan garam ditambah. tekanan darahnya meningkat lebih cepat dengan meningkatnya usia. disini natrium disaring dan dikembalikan ke aliran darah dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan taraf natrium dalam darah.23 Pada populasi dengan asupan natrium lebih dari 6 gram per hari.23 2) Asupan Kalium Kalium merupakan ion utama dalam cairan intraseluler. Aldosteron merangsang ginjal untuk mengasorpsi Na kembali. Asosiasi jantung Amerika menganjurkan setiap orang untuk membatasi asupan garam tidak lebih dari 6 gram per hari. dikeluarkan melalui urin. misalnya seperti: orang Afrika-Amerika. 26 Hubungan antara retriksi garam dan pencegahan hipertensi masih belum jelas. Peningkatan sekresi aldosteron menyebabkan reabsorbsi natrium dan air juga ekskresi kalium. Sebaliknya penurunan sekresi aldosteron menyebabkan ekskresi natrium dan air juga penyimpanan kalium. cara kerja kalium adalah kebalikan dari Na. sehingga cenderung menarik cairan dari bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah.27 Sekresi kalium pada nefron ginjal dikendalikan oleh aldosteron. . konsumsi kalium yang banyak akan meningkatkan konsentrasinya di dalam cairan intraseluler.pertama – tama tergantung pada perubahan volume sirkulasi efektif. Jumlah Na dalam urin tinggi bila konsumsi tinggi dan rendah bila konsumsi rendah. serta kejadian hipertensi lebih sering ditemukan. Kelebihan Na yang jumlahnya mencapai 90-99 % dari yang dikonsumsi. Pengeluaran urin ini diatur oleh hormon aldosteron yng dikeluarkan kelenjar adrenal bila kadar Na darah menurun. 1 Garam dapat memperburuk hipertensi pada orang secara genetik sensitif terhadap natrium. Natrium diabsorpsi secara aktif setelah itu dibawa oleh aliran darah ke ginjal. dan orang hipertensi atau diabetes.

Dengan demikian.1 4) Kalsium Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara diet kalsium dengan prevalensi hipertensi. Hal ini dimungkinkan karena adanya efek pengganggu dari obat anti hipertensi. Meskipun demikian.Rangsangan utama bagi sekresi aldosteron adalah penurunan volume sirkulasi efektif atau penurunan kalium serum. Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa asupan rendah kalium akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan renal vascular remodeling yang mengindikasikan terjadinya resistansi pembuluh darah pada ginjal. The joint national Committee on Prevention. Peningkatan konsumsi per hari (untuk total asupan kalsium 1500 mg per hari) tidak memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada laki-laki. Ekskresi kalium juga dipengaruhi oleh keadaan asam basa dan kecepatan aliran di tubulus distal. Evaluation and Treatment of High Blood Presure (JNC) melaporkan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara magnesium dan tekanan darah.1 . detection. Namun. Asupan kalsium yang direkomendasikan sebesar 1000 sampai 2000mg par hari. Hubungan diet kalsiun dengan hipertensi tampak pada perempuan ras Afrika Amerika. Sebagian besar penelitian klinis menyebutkan.28 3) Asupan Magnesium Magnesium merupakan inhibitor yang kuat terhadap kontraksi vaskuler otot halus dan diduga berperan sebagai vasodilator dalam regulasi tekanan darah. suplementasi magnesium tidak efektif untuk mengubah tekanan darah. JNC VI merekomendasikan peningkatan asupan kalium. suplementasi magnesium direkomendasikan untuk mencegah kejadian hipertensi. Pada populasi dengan asupan tinggi kalium tekanan darah dan prevalensi hipertensi lebih rendah dibanding dengan populasi yang mengkonsumsi rendah kalium. magnesium dan kalsium untuk pencegahan dan pengelolaan hipertensi. peran suplementasi kalsium untuk mencegah hipertensi tidak terbukti.

Penatalaksanaan farmakologis b. Penatalaksanaan non farmakologis ( diet) Penatalaksanaan non farmakologis (diet) sering sebagai pelengkap penatalaksanaan farmakologis. Prinsip diet penatalaksanaan hipertensi 29 :  Makanan beraneka ragam dan gizi seimbang  Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi penderita  Jumlah garam dibatasi sesuai dengan kesehatan penderita dan jenis makanan dalam daftar diet Konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ . Penanggulangan hipertensi 29 : a. tingginya kadar asam lemak.  Mendukung pengobatan penyakit penyerta seperti penyakit ginjal. selain pemberian obat-obatan antihipertensi perlu terapi dietetik dan merubah gaya hidup. kolesterol dalam darah.½ sendok teh/hr atau dapat menggunakan garam lain diluar natrium.  Mampu menurunkan tekanan darah secara multifaktoral  Menurunkan faktor resiko lain seperti BB berlebih.30 : Membantu menurunkan tekanan darah secara bertahap dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. 10. Pencegahan hipertensi . Tujuan dari penatalaksanaan diet  29. dan DM.10.

Memeriksa tekanan darah secara teratur . Hipertensi ini tidak diketahui penyebabnya dan mencakup + 90% dari kasus hipertensi (Wibowo. . hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg (Sheps.Mengurangi stress dan emosi .Mengurangi makanan berlemak BAB I PENDAHULUAN 1.2005).Hidup secara teratur . . (Sheps.Resiko seseorang untuk mendapatkan hipertensi dapat dikurangi dengan cara : . antara lain dengan mengkonsumsi makanan berserat. rendah lemak dan mengurangi garam. Pada populasi lanjut usia. 1999).Menjaga berat badan dalam rentang normal . 2005). yaitu :  Hipertensi primer (esensial) Adalah suatu peningkatan persisten tekanan arteri yang dihasilkan oleh ketidakteraturan mekanisme kontrol homeostatik normal.Mengatur pola makan. Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah secara terus menerus sehingga melebihi batas normal.Hentikan kebiasaan merokok dan minuman beralkohol .1 LATAR BELAKANG Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Hipertensi ini penyebabnya diketahui dan ini menyangkut + 10% dari kasus-kasus hipertensi. Tekanan darah normal adalah 120/90 mmHg Berdasarkan penyebab dikenal dua jenis hipertensi.Berolahraga secara teratur .Jangan terburu-buru .  Hipertensi sekunder Adalah hipertensi persisten akibat kelainan dasar kedua selain hipertensi esensial.

perdarahan dari hidung.Anda harus mulai berhati-hati apabila tekanan darah sudah mulai melebihi angka-angka dalam batasan-batasan tersebut diatas. 90 – 99 mmHg : Hipertensi derajat 1d. Gejala Penyakit Hipertensi Gejala-gejala penyakit hipertensi yaitu sakit kepala. > 100 mmHg : Hipertensi derajat 2 Stadium 1 (Hipertensi ringan) 140-159 mmHg 90-99 mmHg Stadium 2 (Hipertensi sedang) 160-179 mmHg 100-109 mmHg Stadium 3 (Hipertensi berat) 180-209 mmHg 110-119 mmHg Stadium 4 (Hipertensi maligna) 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih. 80 – 89 mmHg : Pra Hipertensic. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk menurunkannya. pusing. yang bisa saja terjadi baik pada . > 160 mmHg : Hipertensi derajat 22.Klasifikasi Penyakit Hipertensi Klasifikasi penyakit hipertensi terdiri dari : 1. 120 – 139 mmHg: Pra Hipertensic. Tekanan sistolika. < 79 mmHg : Normalb. 140 – 159 mmHg: Hipertensi derajat 1d. Tekanan diastolik :a. < 119 mmHg : Normalb. wajah kemerahan dan kelelahan.

batas kanannya terdapat pada sternum kanan dan apeksnya pada ruang intercostalis kelima kiri pada linea midclavicular. Mual 4.1. maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati.2 ANATOMI DAN FISIOLOGI 1. Sesak nafas 1. Kelelahan 3. Sakit kepala 2. Hubungan jantung adalah: Atas : pembuluh darah besar . bisa timbul gejala sebagai berikut: 1. Jantung Berukuran sekitar satu kepalan tangan dan terletak didalam dada. Anatomi a.penderita hipertensi.2. Muntah 5.

Kapiler adalah jaringan pembuluh darah kecil yang membuka pembuluh darah utama. arteri yang lebih kecil memiliki lapisan tengah otot (mengatur jumlah darah yang disampaikan pada suatu organ). d. Otot dinding arteriol dapat berkontraksi. hepar. Sinusoid Terdapat limpa. suplai darah pada jaringan/organ berkurang. Vena memiliki tiga dinding yang tidak berbatasan secara sempurna satu sama lain.(Gibson.2.\ e. Arteri Adalah tabung yang dilalui darah yang dialirkan pada jaringan dan organ. darah mengalami kontak langsung dengan sel-sel dan pertukaran tidak terjadi melalui ruang jaringan.Bawah : diafragma Setiap sisi : paruparu Belakang : aorta desendens. lapisan tengah jaringan elastin/otot: aorta dan cabang-cabangnya besar memiliki laposan tengah yang terdiri dari jaringan elastin (untuk menghantarkan darah untuk organ). Pembuluh darah utama dan kapiler Pembuluh darah utama adalah pembuluh berdinding tipis yang berjalan langsung dari arteriol ke venul. Vena dibentuk oleh gabungan venul. Kontraksi menyebabkan kontriksi diameter pembuluh darah. Arteri terdiri dari lapisan dalam: lapisan yang licin.2 Fisiologi . sumsum tulang dan kelenjar endokrin. Arteriol Adalah pembuluh darah dengan dinding otot polos yang relatif tebal. c. Pada tempat adanya sinusoid. Sinusoid tiga sampai empat kali lebih besar dari pada kapiler dan sebagian dilapisi dengan sel sistem retikulo-endotelial. Edisi 2 tahun 2002. Bila terdapat kontriksi umum. f. Bila kontriksi bersifat lokal. columna vertebralis b. tekanan darah akan meningkat. John. oesophagus. hal 110) 1. Vena dan venul Venul adalah vena kecil yang dibentuk gabungan kapiler.

Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal. meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi. Korteks adrenal mengsekresi kortisol dan steroid lainnya. Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respon rangsang emosi. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokontriktor. menyebabkan pelepasan renin. Pada titik ini. suatu vasokonstriktor kuat. yang dibawa ke sel dan seluruh tubuh untuk mengumpulkan darah deoksigenasi (darah yang kadar oksigennya kurang) dari sistem vena yang dikirim ke dalam paru-paru untuk reoksigenasi (Black. Individu dengan hipertensi sangat sensitif terhadap norepinefrin. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis. 1997) 1. . yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medula spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Medula adrenal mengsekresi epinefrin yang menyebabkan vasokontriksi.Jantung mempunyai fungsi sebagai pemompa darah yang mengandung oksigen dalam sistem arteri. Semua faktor tersebut cenderung mencetus keadaan hipertensi. pada medula di otak. dimana dengan dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah.3 Patofisiologi hipertensi Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di pusat vasomotor. Vasokontriksi yang mengakibatkan penurunan aliran darah ke ginjal. yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II. menyebabkan peningkatan volume intravaskuler. kelenjar adrenal juga terangsang mengakibatkan tambahan aktivitas vasokontriksi. yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis. neuron preganglion melepaskan asetilkolin. yang dapt memperkuat respon vasokontriktor pembuluh darah.

mengakibatkan penurunan curah jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer. Konsekuensinya. Bare. aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup). BAB II . dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah.Perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh darah perifer bertanggung jawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada lanjut usia. 2002). hilangnya elastisitas jaringan ikat. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis. yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah.

Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya. asites.½ sendok teh/hari atau dapat menggunakan garam lain diluar natrium. Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan ½ sdt garam dapur (2 g). dan/atau hipertensi tidak terlalu berat. dianjurkan konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ . Oleh karena itu. · Diet Garam Rendah III (1000-1200 mg Na) .1 Kandungan garam (Sodium atau Natrium) Seseorang yang mengidap penyakit hipertensi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi garam. Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam Rendah I. Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. · Diet Garam Rendah II (600-800 mg Na) Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema. dan vitamin. · Diet Garam Rendah I (200-400 mg Na) Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya. Pada pengolahan makanannya tidak ditambahkan garam dapur. Salah satu sumber utama garam natrium adalah garam dapur. · Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan/atau hipertensi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai tingkat Diet Garam Rendah. · Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit. protein.PEMBAHASAN 2. mineral. asites dan/atau hipertensi berat. Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Adapun syarat-syarat diet garam rendah adalah : · Cukup energi. Yang dimaksud dengan garam disini adalah garam natrium yang terdapat dalam hampir semua bahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan.

paru. Selain itu. labu siam. diet juga ditujukan untuk menurunkan faktor risiko lain seperti berat badan yang berlebih. mentimun. MENGATUR MENU MAKANAN Mengatur menu makanan sangat dianjurkan bagi penderita hipertensi untuk menghindari dan membatasi makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah serta meningkatkan tekanan darah. Pada penderita hipertensi dimana tekanan darah tinggi > 160 /gram mmHg. gajih). ginjal. bligo. buah pare. minyak kelapa. Makanan yang harus dihindari atau dibatasi adalah: 1. A. Tujuan dari penatalaksanaan diet adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. Disamping itu.Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema dan/atau hipertensi ringan.2 Kandungan Potasium atau Kalium Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah. lidah buaya. Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam Rendah I. 2. Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buahbuahan dan sayuran. . Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk dikonsumsi penderita hipertensi antara lain semangka. alpukat. selain pemberian obat-obatan anti hipertensi perlu terapi dietetik dan merubah gaya hidup. makanan yang mengandung unsur omega 3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi). sehingga penderita tidak mengalami stroke atau infark jantung. labu parang/labu. bawang dan bawang putih. Harus diperhatikan pula penyakit degeneratif lain yang menyertai darah tinggi seperti jantung. tingginya kadar lemak kolesterol dan asam urat dalam darah. Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan 1 sdt garam dapur (4 g). ginjal dan diabetes mellitus. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak. seledri. melon.

soft drink). 5. korned. Kecukupan kalsium penting untuk mencegah dan mengobati hipertensi: 2-3 gelas susu skim atau 40 mg/hari. selai kacang). abon. Cara mengatur diet untuk penderita hipertensi adalah dengan memperbaiki rasa tawar dengan menambah gula merah/putih.2. kencur dan bumbu lain yang tidak asin atau mengandung sedikit garam natrium. kulit ayam). tomat (366 mg kalium). Meningkatkan pemasukan kalium (4. 4. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian. keju mayonnaise. 7. udang kering. Selain itu. jeruk (250 mg kalium). Makanan yang diawetkan (dendeng. sosis. asinan sayur atau buah. Pada umumnya dapat dipakai ukuran sedang (50 gram) dari apel (159 mg kalium). terasi. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biskuit. 115 gram keju rendah natrium dapat memenuhi . margarin. maggi. crakers. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden. 6. Dianjurkan untuk selalu menggunakan garam beryodium dan penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh per hari. ikan asin. pisang (451 mg kalium) kentang panggang (503 mg kalium) dan susu skim 1 gelas (406 mg kalium). kuning telur. Membubuhkan garam saat diatas meja makan dapat dilakukan untuk menghindari penggunaan garam yang berlebih. pemberian kalium juga membantu untuk mengganti kehilangan kalium akibat dan rendah natrium. tape. Makanan dapat ditumis untuk memperbaiki rasa. Susu full cream. saus tomat. sayuran serta buah-buahan dalam kaleng. serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing). jahe. bawang (merah/putih). tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium. Bumbu-bumbu seperti kecap. telur asin. keripik dan makanan kering yang asin). mentega. saus sambal. 3.5 gram atau 120 – 175 mEq/hari) dapat memberikan efek penurunan tekanan darah yang ringan. pindang.

B. vitamin B6. Vitamin dan Penurunan Homosistein Asam folat. Pada ibu hamil makanan cukup akan protein. Sebagai tenaga medis harus berhati-hati memberikan anjuran minuman suplemen agar tidak terjadi overdosis. kolesterol LDL dan trigliserida. Kacang Kedelai dan Isoflavon Kedelai banyak mengandung fito estrogen yaitu isoflavon. Sedangkan vitamin B12 tidak berhubungan dengan penyakit vaskuler. walaupun risiko aterosklerosis yang berhubungan dengan rendahnya kadar vitamin B6 tidak berhubungan dengan konsentrasi homositein yang tinggi. namun saat ini banyak sekali suplemen yang dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat. yang memiliki aktivitas estrogen lemah. selain obat-obatan dianjurkan untuk mengurangi konsumsi garam dapur serta meningkatkan makanan sumber Mg (sayur dan buah-buahan). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar homosistein dalam darah akan meningkatkan risiko penyakit arteri koroner. Sedangkan kebutuhan kalsium perhari rata-rata 808 mg. Penelitian meta analisis pada tahun 1995 menyimpulkan bahwa isoflavon dari protein kedelai lebih bermakna menurunkan kadar kolesterol total. kalori. SUPLEMENTASI ANTI OKSIDAN Walaupun suplementasi anti oksidan masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Sehingga dianjurkan mengkonsumsi protein kedelai (20 – 50 gram/hari) dengan modifikasi diet pada penderita . tanpa mempengaruhi kadar kolesterol HDL. kalsium dan natrium yang dihubungkan dengan rendahnya kejadian hipertensi karena kehamilan. Kadar asam folat yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit koroner dan kadar vitamin yang rendah juga berkaitan dengan peningkatan risiko aterosklerosis. 1.kebutuhan kalsium 250 mg/hari. 2. vitamin B 12 dan riboflavin merupakan kofaktor enzim yang essential untuk metabolisme homosistein. Namun pada ibu hamil yang hipertensi apalagi yang disertai dengan bengkak dan protein urin (pre eklampsia).

Fermentasi kapang menghasilkan perubahan pada tekstur kedelai. dengan kandungan gizi lebih baik dari kedelai.4% dan meningkatkan kadar asam lemak bebas dari 0. hasil fermentasi kapang Rhizopus ohgosporis atau rhizopusoryzal pada biji kedelai yang telah direbus. Tempe Tempe adalah salah satu makanan tradisional Indonesia. menghasilkan asam amino bebas. Tempe adalah hasil pengolahan kedelai yang melalui proses fermentasi. Dengan fermentasi. dan bila diiris kelihatan keping biji kedelai berwarna kuning pucat. · Karbohidrat Kedelai mengandung karbohidrat berupa sakrosa dan stakhiosa dan rifinosa (dua terakhir menyebabkan pembentukan gas dalam perut). Sehingga tempe dianjurkan untuk di konsumsi oleh penderita hipertensi sebagai sumber protein nabati. Ada berbagai macam tempe. · Lemak Enzim dalam kapang dapat menurunkan kadar lemak total dari 22. diantara miselium. Fermentasi kedelai menjadi tempe menghasilkan karbohidrat. yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh. sehingga kadarnya meningkat sampai 85 kali kadar protein kedelai. Nilai Gizi Tempe : · Protein Enzim-enzim yang dihasilkan kapang. 3. menjadi empuk dan nilai zat gizi tempe lebih baik dari kacang kedelai. terbungkus rata oleh miselium kapang sehingga nampak berwarna putih.5% menjadi 21%.dengan kadar kolesterol (total dan LDL) yang tinggi. · Mineral Didalam kedelai terdapat asam fitat yang merupakan senyawa forfose.2% menjadi 14. kapang . yang merupakan produk kompak. yang dibicarakan disini adalah tempe yang terbuat dari kedelai.

karena tempe mengandung asam lemak tidak jenuh ganda. Oleh karena itu. 5. dan asam nikotinat. dan dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyakit jantung koroner. asam folat. sehingga forfosenya dapat dimanfaatkan tubuh. Vitamin B6 (Piridoksin). Dari berbagai penelitian ternyata tempe dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah serta mencegah timbulnya penyempitan pembuluh darah. Serat Walaupun berbagi studi menunjukkan adanya hubungan antara beberapa jenis serat dengan penurunan kolesterol LDL dan atau kolesterol .menghasilkan enzim fitase yang menguraikan asam fitat. tempe juga dianjurkan untuk dikonsumsi balita yang menderita diare. Asam Lemak Omega 3 Mengkonsumsi satu porsi ikan yang tinggi lemak (atau minyak ikan ) tiap hari dapat menjadi asupan asam lemak omega 3 (EPA dan DHA) sekitar 900 mg/dl. Manfaat Tempe : Tempe merupakan sumber zat gizi yang baik. Sehingga penderita hipertensi dianjurkan untuk mengkonsumsi tempe setiap hari. · Vitamin Proses fermentasi dapat meningkatkan kadar vitamin B2 (Riboferum). Tempe juga mengandung zat anti bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri gram positif serta penyebab diare (Salmonella sp dan Shigella sp). 4. Sedangkan kadar vitamin B1 menurun karena untuk pertumbuhan kapang dan terbentuk pula vitamin B12 oleh bakteri yang tidak ada dalam produk nabati lainnya. terutama bagi penderita hiper kolesterolemia. disamping diet rendah lemak jenuh. asam panthotenat.

metode pengolahan. namun belum ada bukti langsung yang menunjukkan hubungan antara suplemen serat dengan penurunan penyakit kardiovaskular. L : 6.5 g. P : 30 g Selingan 1 dan 2 • Pudding Mangga • Susu low fat ( E: 330 Kal. bahan utama.total. P: 7 g) .  Nama hidangan. KH: 59 g.Perebusan + pengukusan Piring porselen Ayam tanpa kulit garam tumis Piring porselen Wortel Wortel pala rebus Mangkuk Kopi susu Susu Air + gula Gelas Pudding buah Gula Agar-agar rebus Piring kecil Mangga Mangga Susu Susu low fat Gelas Nasi Beras Rebus + kukus Plato Pepes ikan Ikan kunyit kukus Plato Ayam kecap Ayam Gula merah tumis Plato Susu Susu skim bubuk Gelas Gula Oseng Kangkung + wortel + buncis Wortel garam tumis Plato Kangkung Buncis Pola makan Menu Makan Pagi • Nasi lunak • Tumis ayam + wortel • Kopi susu kedelai ( E : 225 Kal. L: 7 g. dan alat saji diet hipertensi dan dislipidemia Menu Bahan Makanan Bahan Tambahan Metoda Pengolahan Alat saji Nasi lunak Tumis Ayam + Beras . KH : 30 g.

pemberian kopi susu kedelai sebaiknya ditanyakan dulu kepada pasien mengenai keluhan gastritis. Kombinasi jumlah gula yang lebih besar dipadukan dengan mengurangi jumlah mangga juga dapat diaplikasikan pada selingan ini sehingga kandungan energi tidak melebihi kecukupan. P: 12g) EVALUASI HIDANGAN Evaluasi untuk menu makan pagi yaitu nasi lunak sudah cukup baik. Evaluasi untuk puding mangga adalah rasanya yang kurang manis. KH: 44 g.5 g) Makan Malam • Nasi Putih • Tumis bayam • Pepes ikan • Buah pepaya ( E: 360Kal.Makan Siang • Nasi putih • Pepes tahu • Sup buncis + wortel • Buah pepaya ( E: 325 Kal.5 g. . Ayam suwir-wortel sudah cukup baik tingkat kematangannya. KH: 57 g. L: 3 g. jenis mangga yang dipakai haruslah lebih manis untuk menambah rasa manis pada puding tanpa perlu penambahan gula pasir. Konsumsi kopi pada pasien dengan keluhan gastritis sebaiknya dibatasi karena dapat merangsang kerja lambung. L: 7. Oleh karena itu. P: 18. tetapi rasa terlalu pedas.

Nasi yang dimasak sudah baik. Aroma sup ayam sudah baik karena ditambahkan sedikit bubuk pala ke dalam sup. Sebaiknya sayuran yang dimasukkan ke dalam sup hanya 0. Evaluasi untuk tumis bayam dan wortel pada menu makan malam yaitu ukuran saji yang terlalu banyak dan potongan wortel yang terlalu tipis. Tekstur ikan sudah cukup baik. Pepaya yang disajikan pada menu makan siang terlalu matang sehingga warna kurang menarik. tetapi kualitas ikan kurang segar. Pepes tahu sudah baik teksturnya.Evaluasi untuk makan siang. BAB III PENUTUP . namun sebaiknya tidak digunakan cabai sebagai isi pepes. ayam disangrai terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam sup sehingga rasa sup ayam tidak terlalu amis. ukuran saji sup ayam terlalu banyak.75 SP. Selain itu. Bumbu pada pepes ikan terlalu banyak dan seharusnya tidak menggunakan cabai rawit.

. jahe. bawang (merah/putih). KESIMPULAN Penyakit Hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang mana dapat dihadapi baik itu dibeberapa negara yang ada didunia maupun di Indonesia. Makanan dapat ditumis untuk memperbaiki rasa. Cara mengatur diet untuk penderita hipertensi adalah dengan memperbaiki rasa tawar dengan menambah gula merah/putih. Dianjurkan untuk selalu menggunakan garam beryodium dan penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh per hari.A. kencur dan bumbu lain yang tidak asin atau mengandung sedikit garam natrium. Membubuhkan garam saat diatas meja makan dapat dilakukan untuk menghindari penggunaan garam yang berlebih.