You are on page 1of 16

Pembunuhan Anak Sendiri (PAS

)

Richard Meldiawan
102010336
D4

Mahasiswa, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jakarta Barat
Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731
e-mail : r1h4rd@yahoo.co.id

Pendahuluan
Yang dimaksud dengan pembunuhan anak sendiri menurut undang-undang diIndonesia
adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anaknya padaketika dilahirkan atau
tidak berapa lama setelah dilahirkan, karena takut ketahuan bahwa ia melahirkan anak.1
Bila ditemukan mayat bayi di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai, got, atau
seperti pada kasus ini di tempat sampah, maka bayi tersebut mungkin adalah korban
pembunuhan anak sendiri (PAS). Cara yang paling sering digunakan dalam kasus PAS adalah
membuat keadaan asfiksia mekanik yaitu pembekapan, pencekikan, penjeratan dan
penyumbatan. Di Jakarta dilaporkan bahwa 90-95% dari sekitar 30-40 kasus PAS per tahun
dilakukan dengan cara asfiksia mekanik. Bentuk kekerasan lainnya adalah kekerasan tumpul
di kepala (5-10%) dan kekerasan tajam pada leher atau dada (1 kasus dalam 6-7 tahun).

1

Polisi juga mengatakan bahwa sebentar lagi si perempuan yangdicurigai sebagai pelakunya akan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Seorang dari anggota masyarakat sempat mencatat nomor mobil perempuan tersebut.1 Aspek Hukum:3 Pasal 341 KUHP Seorang ibu yang dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya pada ketikadilahirkan atau tidak berapa lama sesudah dilahirkan. karena makar mati terhadap anak.dengan hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun. menghilangkan jiwa anaknya itu pada ketika dilahirkan atau tidak lama kemudian daripada itu. 2 . ASPEK HUKUM DAN MEDIKO LEGAL A. karena takut ketahuan bahwa ia sudah melahirkan anak. dihukum. Pasal 343 KUHP Bagi orang lain yang turut campur dalam kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dianggap kejahatan itu sebagai makat mati atau pembunuhan. Pasal 342 KUHP Seorang ibu yang dengan sengaja akan menjalankan keputusan yang diambilnya sebab takut ketahuan bahwa ia tidak lama lagi akan melahirkan anak. Polisi mengambil mayat bayi tersebut dan menyerahkannya kepada anda sebagai dokter direktur rumah sakit. Masyarakat melaporkannya kepada polisi. dihukum karena pembunuhan anak yang direncanakan dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun.Skenario 2 Sesosok mayat bayi baru lahir ditemukan di suatu tempat sampah. Anda harus mengatur segalanya agar semua pemeriksaan dapat berjalan dengan baik dan akan membriefing para dokter yang akan menjadi pemeriksa. Pembahasan A. Mereka juga melaporkan bahwa semalam melihat seorang perempuan yang menghentikan mobilnya di dekat sampah tersebut dan berada di sana cukup lama.

3 . meninggalkannya. Pasal 304 KUHP Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau membiarkan orang dalam kesengsaraan. atau dengan maksud akan terbebas dari pada pemeliharaan anak itu. sedang ia wajib memberi kehidupan perawatan atau pemeliharaan pada orang itu karena hukum yang berlaku atasnya atau karena menurut perjanjian. Pasal 305 KUHP Barang siapa menaruhkan anak yang dibawah umur 7 tahun di suatu tempat supaya dipungut oleh orang lain. si tersalah itudihukum penjara selama-lamanya 9 tahun.Pasal 181 KUHP Barang siapa mengubur. Pasal 306 KUHP (1) Kalau salah satu perbuatan yang diterangkan dalam pasal 304 dan 305 itumenyebabkan luka berat. mengangkut. menyembunyikan. Pasal 308 KUHP Kalau ibu menaruh anaknya di suatu tempat supaya dipungut oleh orang lain tidak lama sesudah anak itu dilahirkan oleh karena takut akan diketahui orang ia melahirkan anak atau dengan maksud akan terbebas dari pemeliharaan anak itu. maka di tersalah dihukum penjara selama-lamanya7 tahun 6 bulan (2) Kalau salah satu perbuatan ini menyebabkan orang lain mati. atau menghilangkan mayat dengan maksud hendak menyembunyikan kematian atau kelahiran orang itu. maka baginya hukuman yang ditentukan dalam pasal 305 dan 306 dapat ditambah dengan sepertiganya. Pasal 307 KUHP Kalau si tersalah karena kejahatan yang diterangkan dalam pasal 305 adalah bapak atau ibu dari anak itu. dihukum penjara sebanyak-banyaknya 5 tahun 6 bulan. dihukum penjara selama 2 tahun 8 bulan atau denda sebanyak-banyaknya empat ribu lima ratus rupiah. dihukum penjara selama-lamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya 4500 rupiah.

bila diminta bantuannya oleh penyidik. dengan sendirinya bayi atau anak tersebut harus dilahirkan hidup setelah seluruh tubuhnya keluar dari tubuh ibu (separate existence). Apakah bayi tersebut dilahirkan mati atau hidup? Berapakah umur bayi tersebut (intra dan ekstrauterin)? Apakah bayi tersebut sudah dirawat? Apakah sebab kematiannya? B. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegasuntuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaanbedah mayat. diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:1 1. Bila bayi lahir mati maka kasus tersebut bukan 4 . harus dibedakan apakah ia lahir mati atau lahir hidup. (3) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehamikan atau dokter padarumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatanterhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat. maupun viable atau nonviable. dilap dengan diberi cap jabatan yang diletakkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat. B.1 Lahir mati atau lahir hidup Pada pemeriksaan mayat bayi baru lahir.meninggalkannya. maka hukuman maksimum yang tersebut dalam pasal 305dan 306 dikurangi seperduanya. keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwayang merupakan tindak pidana.1. Juga tidak dipersoalkan apakah bayi yang dilahirkan merupakan bayi yang cukup bulan atau belum cukup bulan. 4. Bila bayi lahir mati kemudian dilakukan tindakan membunuh. maka hal ini bukanlah pembunuhan anak sendiri ataupun pembunuhan. 2. (2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis.2 Prosedur medikolegal Kewajiban dokter dalam membantu peradilan tercantum dalam Pasal 133 KUHAP:3 (1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorangkorban baik luka.1 MAYAT BAYI Untuk memenuhi kriteria pembunuhan anak sendiri. Dokter memeriksa mayat bayi. A. ia berwenang mengajukan permintaanketerangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahlilainnya. PEMERIKSAAN MEDIS B. 3.

seperti denyut jantung. Pada pemeriksaan ditemukan dada sudah mengembang dan diafragma sudah turun sampai sela iga 4-5. paru tampak mengembang dan telah mengisi sebagian besar rongga dada. kedua paru masih menguncup dan terletak tinggi dalam rongga dada. 5 . Pada permukaan paru dapat ditemukan gambaran mozaic dan gambaran marmer. b.Bayi yang telah bernafas akan memberikan ciri di bawah ini:4 a. B. Uji apung paru memberikan hasil positif Uji apung paru dilakukan untuk membuktikan telah terdapat udara dalam alveoli paru. Lahir mati adalah kematian hasil konsepsi sebelum keluar ataudikeluarkan dari ibunya tanpa mempersoalkan usia kehamilan (baik sebelum ataupun setelah kehamilan berumur 28 minggu dalamkandungan). Perhatikan apakah kedua paru terapung. Pada bayi yang telah bernafas. lakukanlah pengikatan setinggi trachea. terutama pada bayi yang telah lama hidup.2 Autopsi pada mayat bayi baru lahir Pada pemeriksaan mayat bayi yang baru dilahirkan. Setelah alat leher diangkat. Rongga dada yang telah mengembang Pada pemeriksaan didapati diafragma yang letaknya rendah. Paru telah mengembang Pada bayi yang belum bernafas. Hindari sebanyak mungkin manipulasi terhadap jaringan paru. tanpa mempersoalkan usia gestasi. sudah atau belumnya tali pusat dipotong dan uri dilahirkan. perlu pertama-tama ditentukan apakah bayi lahir hidup atau lahir mati. Alat rongga dada kemudian dikeluarkan seluruhnya untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam air. Seorang bayi dinyatakan lahir hidup apabila pada pemeriksaan mayatnya dapat dibuktikan bahwa bayi telah bernafas.denyut nadi tali pusat atau gerakan otot rangka. c. Lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya hasil konsepsi yang lengkap. Kematian ditandai oleh janin yang tidak bernafas atau tidak menunjukkan tanda kehidupan lain. si ibu hanya dapat dikenakan tuntutan menyembunyikan kelahiran dan kematian orang. denyut nadi. yang setelah pemisahan.1. bernafas atau menunjukkan tanda kehidupan lain. setinggi iga ke 5 atau 6.merupakan kasus pembunuhan atau penelantaran anak hingga menimbulkan kematian.Pada kasus seperti ini.

Dengan menarik bagian otak besar ke arah lateral. yang dengan penekanan antara 2 karton tidak akan terdesak keluar. Potongan kecil paru yang telah bernafas. d. Otak bayi kemudian dikeluarkan dengan cara seperti pada mayat dewasa atau dikeluarkan terpisah. Untuk meneliti hal ini. Tulang tengkorak bayi baru lahir masih lunak sehingga pembukaan tengkorak dapat dilakukan dengan gunting. mengingat kepala bayi yang dapat mengalami moulage pada saat kelahiran. Dengan menarik baga occipitalis ke arah kranio lateral. falx serebri. perlu pula dilakukan pemeriksaan teliti terhadap kepala. terapung karena adanya udara dalam alveoli. Pada paru yang telah mengalami pembusukan. Untuk dapat melakukan pengirisan dengan baik. Kulit kepala dibuka dan dikupas seperti pada mayat dewasa. yang dengan menekan potongan paruyang bersangkutan antara 2 karton. resapan darah. gas pembusukan tersebut dapat didesak keluar. kepala bayi harus dibuka dengan tehnik khusus yang menghindari terpotongnya sinus tersebut sehingga dapat dinilai dengan sebaik-baiknya. Pada pemeriksaan bayi baru lahir. Uji apung paru dinyatakan positif bila setelah dilakukan pemeriksaan pengapungan. Jaringan otak bayi baru lahir biasanya lebih lunak dari jaringan otak dewasa. sinus occipitalis dapat diperiksa. sinus sagitalis superior. dan sinus sagitalis inferior dapat diperiksa akan adanya robekan. kadang 6 . baga kanan dan kiri. potongan paru yang telah ditekan antara dua karton sebagian terbesar masih tetap mengapung. Mengapungnya potongan kecil paru yang telah mengalami pembusukan ini disebabkan oleh pengumpulan gas pembusukan pada jaringan interstitial paru. Selanjutnya buatlah 5 potongan kecil (5mm x 10mm x 10mm) dari masing-masing lobus dan apungkan kembali. potongan kecil dari paru dapat mengapung sekalipun paru tersebut belum pernah bernafas. Pemeriksaan mikroskopik memberikan gambaran paru yang telah bernafas Pada pemeriksaan mikroskopis akan tampak jaringan paru dengan alveoli yang telah terbuka dengan dinding alveoli yang tipis.Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan mengapungkan paru kanan dan kiri secara tersendiri. apungkan kembali dalam air. tentorium cerebelli serta sinuslateralis. maupun perdarahan. Lakukanlah pemisahan lobus paru. mungkin dapat menimbulkan cedera pada sinus di kepala.

Dengan pisau. Untuk memenuhi syarat waktu dilakukannya pembunuhan yaitu pada saat dilahiran atau tidak berapa lama setelah itu. faktor psikologis ibu yang baru melahirkan diperhitungkan sebagai faktor yang meringankan. Pada pemeriksaan korban pembunuhan anak. pada saat dilahirkan atau beberapa saat setelah dilahirkan. keadaan tersebut menyebabkan si ibu melakukan pembunuhan tidak dalam keadaan kesadaran yang penuh. Untuk mencapai tallus dan calcaneus. dapat dilakukan pemeriksaan terhadap pusat penulangan. si bayi belum mendapat 7 . telapak kaki bayi dipotong mulai tumit ke arah depan sampai sela jari ke 3 dan 4. lakukan pengirisan distal femur atau proksimal tibia mulai dari ujung.1. Pemeriksaa pusat penulangan pada tallus dan calcaneus. Dengan guntung ligamentum patellae dipotong dan patella disingkirkan. lapis demi lapis ke arah metafisis.4 B. yang terjadi sebagai akibat tindakan kekerasan. Untuk ini pemeriksaan ditujukan terhadap telah bernafasnya paru korban. Pusat penulangan pada distal femur dan proksimal tibia Buat irisan melintang pada kulit daerah lutut sampai tempurung lutut. pertama-tama harus dibuktikan bahwa korban lahir hidup. Pemeriksaan berikutnya dititikberatkan pada penyebab kematian. Pemeriksaan ditujukan terhadap sudah atau belum ditemukannya perawatan pada bayi.3. Jadi pada kasus pembunuhan anak. dan dalam keadaan demikian. dengan melebarkan potongan pada kulit. Pada tindak pidana pembunuhan anak. pada si ibu belum sempat timbul rasa kasih sayang serta keinginan untuk merawat bayinya. yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anak kandungnya.perlu dilakukan fiksasi dengan formalin 10% baik dengan merendam otak tersebut atau melakukan penyuntikan imbibisi. Pusat penulangan akan tampak sebagai bercak berwarna merah homogen dengan diameter lebih dari 5mm di daerah epifisis tulang. Autopsi pada kasus pembunuhan anak Pembunuhan anak merupakan tindak pidana khusus. karena takut diketahui orang bahwa ia telah melahirkan. tallus dan calcaneus dapat dipotong longitudinal untuk memeriksa adanya pusat penulangan. Untuk menentukan usia dalam kandungan (gestational age) mayat bayi.

kemungkinan lahir hidup tentunya lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang lahir matur dan viable. Pemeriksaan terhadap maturitas. masih tidak dapat dipastikan lahir hidup atau lahir mati.1.perawatan.4 Umur bayi Intra dan Ekstra Uterin Penentuan umur janin/ embrio dalam kandungan rumus De Haas adalah untuk 5 bulan pertama. viabilitas bayi diperlukan bila pada pemriksaan didapati keraguan akan hal lahir hidup atau lahir mati. pada bayi-bayi yang lahir imatur atau non-viable.4 B. panjang kepala-tumit (cm) = kuadrat umur gestasi (bulan) dan selanjutnya = umur gestasi (bulan) x 5. Namun bila dari hasil pemeriksaan keseluruhan.1 Umur 1 bulan Panjang Badan (kepala-tumit) 1 x 1 = 1 (cm) 2 bulan 2 x 2 = 4 (cm) 3 bulan 3 x 3 = 9 (cm) 4 bulan 4 x 4 = 16(cm) 5 bulan 5 x 5 = 25 (cm) 6 bulan 6 x 5 = 30 (cm) 7 bulan 7 x 5 = 35 (cm) 8 bulan 8 x 5 = 40 (cm) 9 bulan 9 x 5 = 45 (cm) Tabel 1. Penentuan umur janin dengan rumus De Haas Perkiraan umur janin dapat pula dilakukan dengan melihat pusat penulangan (ossification centers) sebagai berikut:1 Pusat penulangan pada Umur (bulan) 8 . hendaknya hal ini dikemukakan dengan sejujurjujurnya dalam visum et repertum.

serta tanda-tanda yang menunjukkan bahwa si ibu masih dalam masa nifas. dan laki-laki tersebut. Perkiraan umur janin dengan melihat proses penulangan B. ini dapat diketahui dari keadaan buah dada. kain yang berlumuran darah sewaktu persalinan. alat penyeret serta barang-barang bukti lainnya yang beraal dari si ibu/ tempat terjadinya persalinan. anak. dengan demikian pemeriksaan golongan darahnya dilakukan pada si ibu.Klavikula 1. demikian puladengan pindak pidana yang dimaksudkan dalam pasar 308 dan pasal 306 ayat 2. 9 . keluarnya cairan kemerahan dari vagina. rahim yang masih membesar.5 Tulang panjang 2 Iskium 3 Pubis 4 Kalkaneum 5-6 Manubrium sterni 6 Talus Akhir 7 Sternum bawah Akhir 8 Distal femur Akhir 9/ setelah lahir Proksimal tibia Akhir 9/ setelah lahir Kuboid Akhir 9/ setelah lahir (bayi wanita lebih cepat) Tabel 2.2 IBU Berdasarkan KUHP maka yang dapat dikenakan hukuman karena melakukan pembunuhan anak adalah ibu dari anak itu sendiri. seperti: pembungkus mayat. Pemeriksaan pada ibu tersebut ditujukan agar penyidik mendapat kejelasan dalam hal:2  Memang benar si ibu tersebut baru melahirkan anak. Pemeriksaan golongan darah hanya akan bermakna jika laki-laki yang menyebabkan terjadinya kehamilan pada si ibu tersebut diketahui.  Adanya barang bukti yang bisa dikaitkan atau ada hubungannnya dengan barang bukti yang didapatkan pada tubuh korban.

4. kasus pembunuhan anak sendiri. kasus yang mencari pembuktian siapa ibu kandung dari seorang anak. Kasus ragu orangtua. Kasus ragu ibu. Sifar polimorfik ini di samping menunjukkan variasi individu. kasus terpisahnya keluarga pada masa perang atau bencanadan kasus identifikasi korban tidak dikenal. Secara umum teknologi DNA dimanfaatkan untuk identifikasi personal. yaitu:2 1. dan kasus aborsi. kasus klaim keayahan oleh seorang wanita. Kasus ragu ayah. Sengketa asal usul berdasarkan objek sengketanya dapat digolongkan menjadi beberapa jenis kasus. PEMERIKSAAN HUBUNGAN ANTARA WANITA DAN MAYAT BAYI Sejak ditemukannya penerapan teknologi DNA dalam bidang kedokteran forensik. Dikenal polimorfisme protein dan polimorfisme DNA. 3. kasus perselingkuhan dan kasus incest. pemakaian analisis DNA untuk penyelesaian kasus-kasus forensik juga semakin meningkat. pelacakan hubungan genetik (disputed parentage atau kasus ragu orang tua) dan pelacakan sumber bahan biologis.C. Yang termasuk dalam kategori ini adalah kasus bayi tertukar. Yang termasuk dalam kategori ini adalah kasus imigrasi. Yang termasuk dalam kategori ini adalah pelacakan silsilah keluarga. bayi tertukar. 2. kasus pencarian keluarga setelah bencana alam. Polimorfisme adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya suatu bentuk yang berbeda dari suatu struktur dasar yang sama. juga memberikan keuntungan karena dapat digunakan untuk membedakan satu orang dari yang lain. Penerimaan bukti DNA dalam persidangan di berbagai belahan dunia semakin memperkokoh peranan analisis DNA dalam sistem peradilan. Kasus ragu kerabat. Yang termasuk dalam kategori ini adalah kasus imigrasi. kasus pencarian orang tua pada kasus penculikan. yaitu kasus yang mencari pembuktian siapa ayah kandung dari seorang anak. maka lokus tersebut dikatakan bersifat polimorfik. yaitu kasus yang mencari pembuktian siapa orangtua (ayah dan ibu) dari seorang anak. golongan darah 10 . Polimorfisme protein antara lain ialah sistem golongan darah. Kasus paternitas sesungguhnya merupakan sebagian saja dari kasus sengketasal-usul. Jika terdapat variasi/modifikasi pada suatu lokus yang spesifik (pada DNA) dalam suatu populasi. yaitu kasus yang mencari pembuktian apakah dua orang atau lebih punya hubungan darah (kekerabatan) tertentu.

DNA jauh lebih stabil dibandingkan protein.protein serum. mengalami mumifikasi atau bahkan pada jenazah yang tinggal kerangka saja. Cara kematian memang tidak selalu mudah diperkirakan. sehingga tidak diperlukan pemeriksaan terhadap banyak sistem. Pertama. termasuk penjelasan mengenai letak dan posisi korban. benda bukti dan interaksi lingkungan. Keempat. membuat pemeriksaan DNA masih dimungkinkan pada bahan yang sudah membusuk. polimorfisme DNAmenunjukkan tingka polimorfisme yang jauh lebih tinggi. Ketiga. sehingga dalam hal ini penyidik menganut azas bahwa segala yang diragukan harus dianggap mengarah ke adanya tindak pidana lebih dahulu sebelum nanti dapat dibuktikan ketidakbenarannya Pemeriksaan dimulai dengan memuat foto dan sketsa TKP. Meskipun kelak terbukti bahwa di tempat tersebut tidak pernah terjadi suatu tindak pidana. TEMPAT KEJADIAN PERKARA (TKP) Adalah tempat ditemukannya benda bukti dan/atau tempat terjadinya peristiwa kejahatan atau yang diduga kejahatan menurut suatu kesaksian. sistem golongan enzim eritrosit dan sistem HLA. dengan ditemukannya metode PCR. di mana dan kapan terjadi. D. bagaimana dan dengan apa terjadinya. meliputi seluruh sel tubuh sehingga berbagai bahan mungkin untuk digunakan sebagai bahan pemeriksaan. siapa yang tersangkut. pemeriksaan polimorfisme DNA menunjukkan beberapa kelebihan. Kedua. bahan DNA yang kurang segar dan sedikit jumlahnya masih mungkin untuk dianalisis. Dibandingkan dengan pemeriksaan polimorfisme protein. Peranan dokter pada TKP adalah membantu penyidik dalam mengungkapkan kasusnya dari sudut kedokteran forensik. 11 . serta mengapa peristiwa dapat terjadi. tempat tersebut tetap disebut TKP. Dasar pemeriksaan adalah hexameter yaitu menjawab 6 pertanyaan: apa yang terjadi. distribusi DNA sangat luas.

Fraktur tulang tengkorak Patah tulang tengkorak jarang terjadi pada trauma lahir. b. lokasi penemuan saat penemuan dan keterangan lain yang ditemukan.1 Trauma lahir dapat menyebabkan timbulnya tanda-tanda kekerasan seperti: a. kapan saat perlukaannya. Kaput suksedaneum dapat melewati perbatasan antar sutura tulang tengkorak dan tidak terdapat perdarahan di bawah periosteum tulang tengkorak. Kaput suksedaneum Kaput suksedaneum dapat memberikan gambaran mengenailamanya persalinan. Kematian dapat pula diakibatkan oleh proses persalinan (trauma lahir). Mikroskopis terlihat jaringan yang mengalami edema dengan perdarahanperdarahan di sekitar pembuluh darah. robekan sinus sagitalis superior dan 12 . Penggunaan forceps dapat menyebabkan fraktur tengkorak dengan robekan otak. Umumnya terdapat pada tulang parietal dan skuama tulang oksipital. timbul kaput suksedaneum yang makin hebat. Perdarahan intrakranial Perdarahan intrakranial yang sering terjadi adalah perdarahan subdural akibat laserasi tentorium serebeli dan falx serebri. jatuh dengan kecepatan atau jatuh bebas. Makin lama persalinan berlangsung. robekan vena galeni di dekat pertemuannya dengan sinus rektus. atau alamiah. c. Semua benda yang ditemukan harus diberi label dengan keterangan jenis benda. 3 E. biasanya hanya berupa cekungan tulang saja pada tulang ubun-ubun (celluloid ball fracture). pembunuhan. INTERPRETASI TEMUAN Penyebab kematian tersering pada pembunuhan anak sendiri adalah mati lemas (asfiksia). dan dihubungkan dengan perkiraan bagaimana terjadinya peristiwa. Makroskopis terlihat sebagai perdarahan di bawah periosteum yangterbatas pada satu tulang dan tidak melewati sutura. Sefalhematom Perdarahan setempat diantara periosteum dan permukaan luar tulangatap tengkorak dan tidak melampaui sutura tulang tengkorak akibatmolase yang hebat.Bercak darah yang ditemukan di lantai atau dinding dapat diperkirakan dari vana atau arteri. Secara makroskopis akan terlihat sebagai edema pada kulit kepala bagian dalam di daerah presentasi terendah yang berwarna kemerahan. kecelakaan. d.

penyumbatan jalan nafas. kopor. Pembunuhan dengan melakukan kekerasan tumpul pada kepala jarang dijumpai. e. pembunuhan. terdapat kecurigaan akan kemungkinan adanya tindak pidana. biasanya hanya dijumpai kelainan yang terbatas. Sebaliknya pada trauma lahir. Kadang-kadang bayi dimasukan ke dalam lemari. Visum et Repertum Pemeriksaan medik untuk tujuan membantu penegakan hukum antara lain adalah pembuatan Visum et Repertum terhadap seseorang yang dikirim polisi (penyidik) karena diduga sebagai korban suatu tindak pidana. sedangkan pada wilayah kepolisan tertentu yang 13 . baik dalam peristiwa kecelakaan lalu-lintas. Perdarahan ini timbul pada molase kepala yang hebat atau kompresi kepala yang cepat dan mendadak oleh jalan lahir yang belum melemas (pada partus presipitatus). f. Perdarah epidural. Pada kasus pembunuhan. Mengenai kepangkatan pembuat surat permintaan Visum et Repertum telah diatur dalam Peraturan Pemerintah no 27 tahun 1983 yang menyatakan penyidik Polri berpangka serendah-rendahnya Pembantu Letnan Dua. penjeratan. kondisi ini sangat jarang terjadi karena duramater melekat denganerat pada tulang tengkorak bayi. dan sebagainya. kecelakaan kerja. Perdarahan subaraknoid atau interventrikuler Kondisi ini jarang terjadi. perkosaan. maupun korban meninggal yang pada pemeriksaan pertama polisi. Umumnya terjadi pada bayi-bayi prematur akibat belum sempurna berkembangnya jaringan-jaringan otak. jarang sekali ditemukan fraktur tengkorak dan memar jaringan otak. penganiayaan. pencekikan.sinus tranversus dan robekan bridging veins dekat sinus sagitalisuperior. meliputi daerah yang luas hingga menyebabkan patah atau retak tulang tengkorak dan memar jaringan otak. Cara yang tersering dilakukan adalah yang menimbulkan asfiksia dengan jalan pembekapan. biasanya dilakukan dengan berulang-ulang. F. Bila digunakan cara ini. dan penenggelaman. Pembunuhan dengan senjata tajam jarang ditemukan. harus diingat bahwa ibu berada dalam keadaan panik sehingga ia akan melakukan tindakan kekerasan yang berlebihan walupun sebenarnya bayi tersebut berada dalam keadaan tidak berdaya dan lemah sekali.

Bila terdapat ketidaksesuaian identitas korban antara surat permintaan dengan catatan 14 . yaitu:1 1.komandannya adalah seorang bintara (Sersan). Visum et Repertum adalah salah satu alat bukti yang sah sebagaimana tertulis dalam pasal 184 KUHAP. yang karenanya dapat dianggap sebagai pengganti benda bukti. Kata Pro justitia. baik hidup atau mati ataupun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia. berdasarkan kelilmuannya dan dibawah sumpah. Visum et Repertum tidak membutuhkan materai untuk dijadikan sebagai alat bukti didepan sidang peradilan yang mempunyai kekuatan hukum. Dokter tidak dibebani pemastian identitas korban. maka yang penting adalah bahwa si penandatangan menandatangani surat tersebut selaku penyidik. Untuk mengetahui apakah suatu surat permintaan pemeriksaan telah ditandatangani oleh yang berwenang. tempat dan waktu pemeriksaan serta identitas korban yang diperiksa. Kata ini menjelaskan bahwa Visum et Repertum khusus dibuat untuk tujuan peradilan.1 Visum et Repertum adalah keterangan yang dibuat oleh dokter atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia. Visum et Repertum turut berperan dalam proses pembuktian suatu perkara pidana terhadap kesehatan dan jiwa manusia. Bagian ini menerangkan nama dokter pembuat Visum et Repertum dan institusi kesehatannya. 2. melainkan langsung dituliskan berupa kalimat-kalimat di bawah judul.2 Penulisan Visum Et Repertum Visum et Repertum terdiri dari 5 bagian yang tetap. Visum et Repertum menguraikan segala sesuatu tentang hasil pemeriksaan medik yang tertuang di dalam bagian Pemberitaan. maka uraian identitas korban adalah sesuai dengan uraian identitas yang ditulis dalam surat permintaan Visum et Repertum. maka ia adalah penyidik karena jabatannya tersebut. Visum et Repertum juga memuat keterangan atau pendapat dokter mengenai hasil pemeriksaan medik tersebut yang tertuang di dalam bagian kesimpulan. untuk kepentingan peradilan. yang diletakkan di bagian atas. Kepangkatan bagi penyidik pembantu adalah bintara serendahrendahnya sersan dua. Bagian Pendahuluan Kata “pendahuluan” sendiri tidak ditulis di dalamVisum et Repertum. instansi penyidik pemintanya berikut nomor dan tanggal surat permintaannya.

tindakan medik yang dilakukan serta keadaannya selesai pengobatan/ perawatan. yang diuraikan dalam bagian ini merupakan pengganti barang bukti. Temuan hasil pemeriksaan medik yang bersifat rahasia dan tidak berhubungan dengan perkaranya tidak dituangkan ke dalam bagian pemberitaan dan dianggap tetap sebagai rahasia kedokteran. Kadang-kadang bayi dimasukan ke dalam lemari. diterangkan juga apakah telah terjadi persetubuhan dan kapan perkiraannya. 5. kopor. penjeratan. mengenai jenis perlukaan/cedera yang ditemukan dan jenis kekerasan atau zat penyebabnya. 4. serta derajat perlukaan atau sebab kematiannya. pencekikan. maka diuraikan keadaan seluruh alat dalam yang berkaitan dengan perkara dan matinya orang tersebut. Bagian Kesimpulan Bagian ini berjudul ‘Kesimpulan” dan berisi pendapat dokter berdasarkan keilmuannya. Bagian Penutup Bagian ini tidak berjudul dan berisikan kalimat baku “Demikianlah visum et repertum ini saya buat dengan sesungguhnya berdasarkan keilmuan saya dan dengan mengingat sumpah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. dan penenggelaman.medik atau pasien yang diperiksa. dan sebagainya. 3. Pada kejahatan susila. Bila korban meninggal dan dilakukan autopsi. berupa perlukaan/keadaan kesehatan/ sebab kematian yang berkaitan dengan perkaranya. Cara yang tersering dilakukan adalah yang menimbulkan asfiksia dengan jalan pembekapan. harus diingat bahwa ibu berada dalam keadaan panik sehingga ia akan melakukan tindakan kekerasan yang berlebihan walupun sebenarnya bayi tersebut berada dalam keadaan tidak berdaya dan lemah sekali. dokter dapat meminta kejelasan dari penyidik. serta usia korban atau kepantasan korban untuk dikawin. penyumbatan jalan nafas. Kesimpulan Pada kasus pembunuhan. Untuk memenuhi kriteria pembunuhan 15 . Bagian pemberitaan Bagian ini berjudul “Hasil Pemeriksaan” dan berisi hasil pemeriksaan medik tentang keadaan kesehatan atau sakit atau luka korban yang berkaitan dengan perkaranya.

Jakarta: FKUI. 2008. Penerapan ilmu kedokteran forensik dalam proses penyidikan. DAFTAR PUSTAKA 1. Idries AM. 1994. Wibisana Widiatmaka. dengan sendirinya bayi atau anak tersebut harus dilahirkan hidup setelah seluruh tubuhnya keluar dari tubuh ibu (separate existence). Jakarta: bagian kedokteran ferensik FKUI. maka hal ini bukanlah pembunuhan anak sendiri ataupun pembunuhan. 3. Tehnik autopsi forensik. Staf pengajar bagian kedokteran forensik FKUI. “Peraturan perundang-undangan bidang kedokteran”. 1997. Staf pengajar ilmu kedokteran forensik FKUI. Jakarta: Sangung Seto. Cetakan kedua. Siswandi Sudiono. et al. Bila bayi lahir mati kemudian dilakukan tindakan membunuh. Jakarta: FKUI. Winardi. Arif Budianto. 2. Tjiptomartono AL. maupun viable atau nonviable. AbdulMun’im. Sidhi. Juga tidak dipersoalkan apakah bayi yang dilahirkan merupakan bayi yang cukup bulan atau belum cukup bulan. Ilmu kedokteran forensik.anak sendiri. 2000. 4. 16 .