You are on page 1of 2

Penilaian produksi bersih merupakan suatu metode untuk mengidentifikasi bagian

yang tidak efisiennya penggunaan sumebrdaya an management yang buruk dari
pengolahan limbah, dengan cara memfokuskan pada aspek lingkungan dan
dampaknya pada proses industri. Konsep dasarnya yaitu dengan meriview sebuah
perusahaan dan proses produksina dalam rangka untuk mengidentifikasi area-area
di mana konsumsi sumber daya, bahan berbahaya dan limbah dapat dikurangi.
Dalam outline dokumen UNEP tahun 1996, terdapat beberapa metodologi untuk
melakukan penilaian Produksi Bersih yg didalamnya terapat beberapa step
diantaranya: 1) perencanaan dan organisasi, 2) re-penilaian, 3) penilaian, 4)
evaluasi dan studi kelayakan, 5) implementasi dan kontinyuitas
1) Perencanaan dan organisasi
Tujuan dari tahapan ini adalah untuk memperoleh komitmen untuk proyek,
mengawali sistem, mengalokasikan sumberdaya dan perencanaan detail
untuk pekerjaan mendatang. Dimana dalam tahapan ini terdiri atas:
- Memperoleh komitmen manajemen
Komitmen manajemen perusahaan sangat berperan penting dalam
keberlangsungan produksi bersih, tanpa komit dari pihak manajemen,
sistem produksi bersih hanya akan menjadi sarana pengelolaan
lingkungan jangka pendek.
- Membangun tim proyek
Tim proyek bertanggung jawab atas kemajuan penilaian, dengan
melakukan beberapa tugas diantaranya yaitu, analisis dan review praktek
saat ini, pengembangan dan evaluasi dari inisiatif produksi bersih yang
diajukan, serta pelaksanaan dan pemeliharaan perubahan yang
disepakati.
- Pengembangan kebijakan lingkungan, tujuan, dan target
Kebijakan lingkungan bertindak untuk memusatkan upaya-upaya dengan
cara yang dianggap paling penting oleh manajemen. Kebijakan tersebut
mengandung visi dan misi industri untuk melanjutkan perbaikan
lingkungan dan ketaatan pada peraturan, sedangkan tujuannya adalah
mendeskripsikan bagaimana industri tersebut mengimplementasikan
kebijkan yg dibuat.
- Rencana penilaian produksi bersih
Tim proyek harus menggambarkan rencana kerja detail dan jadwal untuk
aktifitas dalam penilaian produksi bersih.
2) Pre penilaian
Tujuannya untuk mendapatkan ringkasan dari aspek produksi dan lingkungan
perusahaan. Proses produksi umumnya digambarkan dalam bentuk diagram
alir yg memperlihatkan input, output dan area yg memiliki masalah
lingkungan.
- Deskripsi perusahaan dan diagram alir
Diagram alir proses merupakan kunci dari tahapan penilaian dan
membentuk dasar untuk keseimbangan material dan energi yg nantinya
akan muncul dalam penilaian. Diagram alir proses menyediakan
gambaran dan harus disertai dengan lembar input/output individu setiap
unit operasi atau departemen.
- Inspeksi berjalan

.- Inspeksi ini harus difokuskan pada pada daerah di mana produk. dimana hasil inspeksi dapat berguna dalam identifikasi sumber limbah dan peluang prouksi bersih. Namun waktu dan sumber daya kendala dapat membuatnya diperlukan untuk memilih yang paling penting aspek atau proses daerah. semua proses dan unit operasi harus dinilai. Membangun fokus Langkah terakhir dari tahap pra-penilaian adalah untuk menetapkan fokus untuk pekerjaan lebih lanjut. limbah dan Emisi yang dihasilkan. Inspeksi ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan inspeksi pada operator tiap area proses produksi. Dalam dunia yang ideal.