You are on page 1of 9

THE NATURAL EXPONENTIAL FUNCTION

Definition
The inverse of ln is called The Natural Exponential Function and is denoted
by exp. Thus,

In follows immediately from this definition that:
1.

2.

Since exp and ln are inverse functions, the graph of

of

reflected across the line

is just the graph

(Figure 1).

But why the name exponential function? You will see.
FUNGSI EKSPONEN ASLI
Definisi
Balikan dari ln disebut Fungsi Eksponen Asli dan dinyatakan dengan exp.
Jadi,

1

Menyusul segera dari definisi ini bahwa: 1. 2. is so important in mathematics that it gets a special symbol . Oleh karena exp dan ln adalah fungsi invers. grafik dari grafik dari dicerminkan terhadap garis adalah tepat ( Gambar 1 ). Tetapi. The letter is appropriate since Leonhard Euler first recognized the significance of this number. We begin by introducing a new number like . Definition The letter denotes the unique positive real number such that 2 . mengapa namanya fungsi eksponen? Kamu akan melihatnya. Properties Of The Exponential Function.

yakni e. Kita mulai dengan memperkenalkan sebuah bilangan baru seperti .Figure 2 Figure 2 illustrates this definition. like . Definisi Huruf e menyatakan bilangan bilangan real positif unik sedemikian rupa sehingga ln e = 1 Luas= 1 3 . 718281828459045 Sifat – sifat Fungsi Eksponen. it is also that exp 1 = e. the area under the graph of y = 1/x between x = 1 and x = e is 1. The number e. bilangan tersebut demikian pentingnya dalam matematika sehingga memperoleh lambang khusus. the first few digits are e ≈ 2. Huruf e sangat tepat karena Leonhard Euler-lah yang pertama kali mengenali keberartian bilangan ini. Since ln e = 1. is irrational. Its decimal expansion is known to thousands of places.

What is mean by ? You will have a hard time pinning that number down. luas di bawah grafik y = 1/x antara x =1 dan x = e adalah 1. Karena len e = 1. Ekspansi desimalnya diketahui sampai beribu-ribu angka di belakang koma . seperti adalah irasional. For rational r. based on elementary algebra. which it self was defined by an integral. Apa yang telah diperkenalkan dengan sangat abstrak sebagai invers dari logaritma asli. Bilangan e. 4 . juga benar bahwa exp 1 = e. has turned out to be a simple power. we remind you of a gap in all elementary algebra books. 718281828459045 Let us emphasize the result. But we must pin it down if we are to talk of such things as . exp r adalah identik dengan e r . yang didefinisikan oleh suatu integral ternyata hanya suatu pangkat sederhana. Untuk r yang rasional.Gambar 2 Gambar 2 mengilustrasikan definisi. But what if r is irrational? Here. beberapa angka pertamanya adalah e ≈ 2. What was introduced in the most abstract way as the inverse of the natural logarithm. Guided by what we learned above. Never are irrational powers defined in anything approaching a rigorous manner. we simply define for all x (rational or irrational) by = exp x Marilah kita menekankan pentingnya hasil di atas itu . exp r is identical with er.

We can now easily prove two of the familiar laws of exponents. Anda akan menggunakan banyak waktu untuk memikirkan bilangan tersebut berdasarkan aljabar dasar. Apakah yang dimaksud oleh ?. Then eaeb = ea+b and ea /eb = ea-b. Berpedoman pada apa yang telah kita pelajari di atas kita dapat mendefinisikan secara sederhana untuk semua nilai x (rasional atau irasional) sebagai = exp x Note also (1) and (2) at the beginning of this section now take the following form: (1)’ (2)’ . Perhatikan bahwa (1) dan (2) pada awal subbab ini berbentuk : 5 . kami mengingatkan Anda tentang kesenjangan dalam sebuah buku aljabar dasar. for all y Note also that (1)’ says that ln x is the exponent you need to put on e to get x. Theorem A Let a and b be any real numbers. Tak pernah ada pangkat irasional yang didefiniskan dalam bentuk yang mendekati suatu cara yang cermat.Tetapi bagaimanakah jika r irasional? Dalam hal ini . This is just the usual definition of the logarithm to the base e. x>0 . as given in most precalculus books. Tetapi kita harus mengemukakannya jika kita ingin membahas bentuk-bentuk seperti .

that exp x = differentiable. Ini hanyalah definisi biasa dari logaritma berbasis e. x>0 .2B. we know from Theorem 7. we could use . 6 . To find a formula for that theorem. Kita dapat dengan mudah membuktikan dua hukum eksponen yang sudah dikenal. Teorema A Andaikan a dan b sebarang bilangan real.(1)’ (2)’ . so that Now differentiate both sides with respect to x. we obtain Thus. Using the Chain Rule. let y = . The Derivative of . Since exp and ln are inverses. seperti yang telah diberikan pada buku prekalkulus. untuk semua y Perhatikan bahwa (1)’ menyatakan bahwa ln x adalah eksponen yang perlu anda letakkan pada e untuk mendapatkan x. Alternatively. Maka eaeb = ea+b dan ea /eb = ea-b.

Cara lain. y = is its own derivative. andaikan y = . that is. Oleh karena exp dan ln adalah fungsi-fungsi yang saling berkebalikan.2B. Untuk menentukan sebuah rumus untuk menggunakan teorema itu. maka Sekarang turunan kedua ruas terhadap x. is a solution of the differential equation y’ = y. If u = f(x) is differentiable. 7 .We have proved the remarkable fact that Thus. then the Chain Rule yields: Turunan . fungsi exp x = terdiferensiasi. kita memperoleh Jadi. Dengan menggunakan aturan rantai. kita dapat . kita ketahui menurut Teorema 7.

8 . maka menurut aturan rantai menghasilkan: Example. Tentukan Penyelesaian. y = adalah penyelesaian persamaan diferensial Jika u = f(x) terdiferensiasi. yakni Jadi. Contoh.Kita telah membuktikan fakta yang menarik perhatian yaitu bahwa adalah turunannya sendiri. Find Solution .

9 .