You are on page 1of 53

BAB II

PEMBAHASAN
Haid adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus
melalui liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini
terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil.
Peristiwa ini dimulai dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam
rahim atau endometrium.
Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi
secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam
reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia pubertas dan
menopause. Menstruasi pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya
fisiologik (normal) yang datangnya teratur setiap bulan (siklus haid), dan timbulnya
perdarahan tersebut sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron
(Hawari, 1997). Haid adalah darah yang keluar dari uterus perempuan sehat :
1.

Lamanya 3-6 hari

2.

Ganti pembalut 2-5 pembalut perhari

3.

Satu siklus normal 21-35 hari

4.

Terjadi akibat penurunan kadar progesteron, siklus haid yang berovulasi

Fisiologi menstruasi
Usia
perempuan

normal

bagi

mendapatkan

seorang

menstruasi

untuk kali pertama adalah 12 atau 13
tahun. Namun kalau sampai usia 16 tahun
belum juga datang

bulan perlu

di

waspadai, mungkin ada kelainan.
Menstruasi itu sendiri nantinya
akan berhenti saat perempuan memasuki
masa menopause, yakni sekitar usia 50
tahun. Namun sebelum memasuki masa menopause, haid tetap datang hanya jangka
waktunya lebih lama dan prosesnya cepat, paling hanya 2-3 hari. Siklus haid/ menstruasi
3

pada perempuan (reproduksi) normalnya terjadi setiap 23-35 hari sekali dengan lama haid
berkisar 5-7 hari. Namun ada sebagian perempuan yang mengalami haid tidak normal.
Diantaranya mulai dari usia haid yang datang terlambat, darah haid sangat banyak sampai
harus berulang kali mengganti pembalut wanita, nyeri atau sakit saat haid, gejala PMS
(pree menstruasi syndrom), siklus haid yang tidak teratur dan masih banyak lagi.
Gangguan ini jangan didiamkan karena dapat berdampak serius, haid yang tidak
teratur misalnya dapat menjadi pertanda seorang perempuan kurang subur (infertil).
Gangguan yang terjadi saat haid dinilai masih normal jika terjadi selama dua tahun
pertama setelah haid kali pertama. Artinya, bila seorang perempuan telah mendapatakan
haid pertamanya saat berusia 11 tahun, maka hingga usia 13 tahun haidnya masih tidak
teratur. Tapi bila setelah usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur juga, dipastikan ia
mengalami gangguan haid. Haid Dipengaruhi berbagai hormon: GnRH (Gonadotropin
Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu hipofisis anterior
mengeluarkan hormon FSH. FSH (Folikel Stimulating
Hormon) memicu pematangan folikel diovarium, sehingga
terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar. Estrogen akan
mengakibatkan proliferasi sel endometrium (penebalan dari
endometrium). Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada
hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luteinizing
hormon). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu
korpus luteum untuk mensintesis progesterone. Progesteron
sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada endometrium sehingga terjadi Fase
sekresi / fase luteal. Fase sekresi selalu tetap 14 hari, meskipun siklus haid bervariasi,
yang berbeda adalah fase proliferasinya, sehingga harus berhati2 untuk menentukan masa
subur
Siklus Menstruasi
Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid
berikutnya. Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus
menstruasi (hari ke-1), siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Siklus
menstruasi berkisar antara 21-40 hari, hanya 10-15%wanita yang memiliki siklus 28 hari.
Tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita
4

yang sama, bahkan kakak beradik dan saudara kembar jarak antara siklus yang paling
panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.
Lama haid biasanya antara 3 – 5 hari, ada yang 1 – 2 hari diikuti darah sedikitsedikit kemudian ada yang 7 – 8 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata + 16 cc, pada
wanita yang lebih tua darah yang keluar lebih banyak begitu juga dengan wanita yang
anemi.
Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur, jarak antar 2 siklus bisa berlangsung
selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah
beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur. Siklus dan lamanya menstruasi bisa
diketahui dengan membuat catatan pada kalender dengan menggunakan kalender tersebut,
tandailah siklus anda setiap bulannya. Setelah beberapa bulan, anda bisa mengetahui pola
siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan
datang. Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang
berikutnya dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda.
Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh
dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari
ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah
satu tuba falopii dan di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi
pembuahan, sel telur akan masuk kedalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.
Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan
dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus ini berlangsung selama 3 – 5
hari kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian
dimulai lagi pada siklus berikutnya. Siklus ovarium terbagi menjadi 3 fase:
1. Fase Folikuler
Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel
telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel
di dalam ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga
merangsang pertumbuhan sekitar 3 – 30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel
telur, tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur. Pada suatu siklus,
sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon
estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan
5

lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan
menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan.
Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang
hilang sebanyak 28 -283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika
perdarahannya sangat hebat.
2. Fase ovulasi
Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel
telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16 – 32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH.
Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan
melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada
perut bagian bawahnya, nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama
beberapa menit sampai beberapa jam.
3. Fase Luteal
Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. Setelah
melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum
yang menghasilkan sebagian besar progesteron. Progesteron menyebabkan suhu tubuh
sedikit meningkat selama fase lutuel dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai.
Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi. Setelah 14
hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi
pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (hormone
chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan
progesterone sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri. Tes kehamilan
didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG.
Siklus endometrium dapat dibedakan 4 fase dalam siklus haid, yaitu :
1. Fase Menstruasi atau dekuamasi
Dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan hanya
stratum basale yang tinggal utuh. Darah haid mengandung darah vena dan arteri dangan
sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglutinasi, sel-sel epitel dan struma yang
mengalami disintegrasi dan otolisis, dan sekret dari uterus, cervik, dan kelenjar-kelenjar
vulva. Fase ini berlangsung 3 – 4 hari.
2. Fase pasca haid atau fase regenerasi

6

Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsur-angsur
sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang tumbuh dari sel-sel endometrium.
Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung kurang lebih 4 hari.
3. Fase Proliferasi
Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal 3,5 mm. Fase ini berlangsung
dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid. Fase Proliferasi dapat dibagi atas 3
subfase, yaitu:
a. Fase proliferasi dini (early proliferation phase)
Berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenal dari epitel
permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel, terutama dari mulut kelenjar.
b. Fase proliferasi madya (mid proliferation phase)
Berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk
transisi dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torak dan tinggi.
Tampak adanya banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nake nukleus).
c. Fase proliferasi akhir (late proliferation)
Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenal
dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. Inti epitel kelenjar
membentuk pseudostratifikasi. Stoma bertumbuh aktif dan padat.
4. Fase pra haid atau fase sekresi
Fase ini dimulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Pada
fase ini endometrium tebalnya tetap, bentuk kelenjar berubah menjadi panjang, berkelukkeluk, dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Di dalam endimetrium
tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang
dibuahi.

2.1 Amenorea
2.1.1 Definisi
Amenorea ialah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturutturut. Lazim diadakan pembagian antara amenorea primer dan amenorea sekunder.
Kita berbicara tentang amenorea primer apabila seorang wanita berumur 18 tahun ke
7

Akibatnya.atas tidak pernah mendapat haid. Hypergonadotropic amenorrhoea merupakan salah satu penyebab amenore primer. 2008) Amenorea adalah tidak ada atau berhentinya menstruasi secara abnormal yang mengiring penurunan berat badan akibat diet penurunan berat badan dan nafsu makan tidak sehebat pada anoreksia nervosa dan tidak disertai problem psikologik (Kumala. 4. adanya galaktore. 2. ketidakadekuatan hormon ini menyebabkan kegagalan stimulus terhadap ovarium untuk melepaskan estrogen dan progesteron. sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat haid. diabetes melitus. 2. 2005). uterus (endometrium). penyakit hati. Adanya tanda-tanda maskulinisasi. kelainan kongenital 5. ketidastabilan emosi dan kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih. 2. ovarium (folikel). Hal ini menandakan bahwa ovarium atau 8 . Hal ini adalah tipe keterlambatan pubertas karena disfungsi hipotalamus atau hipofosis anterior. Hypergonadotropic amenorrhoea adalah kondisi dimnana terdapat kadar FSH dan LH yang cukup untuk menstimulasi ovarium tetapi ovarium tidak mampu menghasilkan estrogen dan progesteron. stress berat. penyakit TB. Terjadilah amenore.1. 2. seperti adenoma pitiutari.2 Klasifikasi 1.1. Amenorea Sekunder. hipofisis.4 Patofisiologi Amenore primer dapat diakibatkan oleh tidak adanya uterus dan kelainan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. 3. apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan. tetapi kemudian tidak dapat lagi (Wiknjosastro. apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun. Kegagalan pembentukan estrogen dan progesteron akan menyebabkan tidak menebalnya endometrium karena tidak ada yang merasang. infertilitas. uji estrogen dan progesteron negatif. Gangguan di hipotalamus. cacat bawaan. dan vagina 2.1. Amenorea Primer. kanker.3 Etiologi 1. Hypogonadotropic amenorrhoea menunjukkan keadaan dimana terdapat sedikit sekali kadar FSH dan SH dalam serum.

Disgenesis gonad atau prematur menopause adalah penyebab yang mungkin. Amenore sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar fungsi hipotalamushipofosis-ovarium. 2.gonad tidak berespon terhadap rangsangan FSH dan LH dari hipofisis anterior.1. Pada tes kromosom seorang individu yang masih muda dapat menunjukkan adanya hypergonadotropic amenorrhoea. Hal ini berarti bahwa aksis hipotalamus-hipofosis-ovarium dapat bekerja secara fungsional. Amenore yang terjadi mungkin saja disebabkan oleh adanya obstruksi terhadap aliran darah yang akan keluar uterus. atau bisa juga karena adanya abnormalitas regulasi ovarium sperti kelebihan androgen yang menyebabkan polycystic ovary syndrome. Hal ini dikarenakan gonad ( oavarium ) tidak berkembang dan hanya berbentuk kumpulan jaringan pengikat.5 PATHWAY 9 . Disgenesis gonad menyebabkan seorang wanita tidak pernah mengalami menstrausi dan tidak memiliki tanda seks sekunder.

6 Manifestasi klinis Tanda dan gejala yang muncul diantaranya : 10 .1.2.

menyusui ) Gangguan penglihatan ( pada tumor hipofisa ) Penurunan atau penambahan berat badan yang berarti Vagina yang kering Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan. perut buncit. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada amenore : a. yang mengikuti pola pria ). Amenorea primer Amenorea primer adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi pada wanita usia 16 tahun. Galaktore ( pembentukan air susu pada wanita yang tidak hamil dan tidak sedang c. 3. atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. pil KB. f.1. Amenorea primer terjadi pada 0. Badan lemah Tanda dan gejala tergantung dari penyebabnya : a. Amenorea sekunder Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea <jumlah darah menstruasi sedikit>). b. kulit yang hangat dan lembab. c. perubahan suara dan perubahan ukuran payudara 2. d. Angka kejadian berkisar antara 1 – 5% 11 . kecemasan. Nyeri kepala 4. d. olahraga berat. penurunan berat badan yang ekstrem.7 Insidesi Dan Prognosis Insiden a. dan lengan serta tungkai yang lurus. e. akan ditemukan morning sickness dan pembesaran perut. Jika penyebabnya adalah kegagalan mengalami pubertas. maka tidak akan ditemukan tanda – tanda pubertas seperti pembesaran payudara. anoreksia.5% wanita usia reproduksibiasanya disebabkan oleh gangguan hormon atau masalah pertumbuhan dapat juga disebabkan oleh rendahnya hormon pelepas gonadotropin (pengatur siklus haid).1 – 2. Jika penyebanya adalah kehamilan. pertumbuhan rambut kemaluan dan rambut ketiak serta perubahan bentuk tubuh. stres. gangguan tiroid. Produksi hormone estrogen dan progesterone menurun. dan kista ovarium b. Sindroma Cushing menyebabkan wajah bulat ( moon face ). Jika penyebabnya adalah kadar hormon tiroid yang tinggi maka gejalanya adalah denyut jantung yang cepat. Tidak terjadi haid 2.1. Sakit kepala b.

Prolactin hormone (hormon prolaktin).1.Kemungkinan komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat amenore sekunder tergantung dari penyebabnya. 5.9 Konsep Keperawatan A. maka kemungkinan dapat menyebabkan kanker rahim 2. Terapi amenorea diklasifikasikan berdasarkan penyebab saluran reproduksi atas dan bawah. CT scan B. dan penyebab susunan saraf pusat. 2. meliputi: 1. Follicle stimulating hormone (FSH). Tes lain yang dapat dilakukan. penyebab indung telur. 4.8 Pemeriksaan Dan Terapi A. 2. 4. Anamnesis  Biodata 12 . 3. Tes darah yang dapat dilakukan untuk mengecek kadar hormon. Luteinizing hormone (LH). Terapi Pengobatan yang dilakukan sesuai dengan penyebab dari amenorea yang dialami. apabila penyebabnya adalah obesitas.1.Misalnya: penyebab dari amenore sekunder adalah kelainan pada rahim. Thyroid stimulating hormone (TSH). Belajar untuk mengatasi stress dan menurunkan aktivitas fisik yang berlebih juga dapat membantu. pemeriksaan panggul maupun tes kehamilan harus dilakukan untuk menjauhkan dari diagnosa kehamilan. 3. 2. Pemeriksaan amenora Pemeriksaan fisik. antara lain: 1. maka diet dan olahraga adalah terapinya.Prognosis Prognosis tergantung pada penyebabnya. Biopsi endometrium. Tes genetik. MRI. Serum hormone (seperti kadar hormon testoteron).

kemudian tidak datang haid selama 3 bulan/lebih (Sarwono. wanita yang pernah mendapat haid. - Dapat untuk membantu menentukan amenore primer atau sekunder (Sarwono. menopause (Sulaiman Sastrawinata. adanya tumor. 1998 : 399) Pubertas. 2006 : 212). ibu meneteki.  Riwayat kesehatan Adanya gangguan pankreas (DM). 1981 : 31) Pekerjaan : Beresiko terhadap wanita-wanita yang bekerja sering terpapar radiasi - (radiologi) (Sulaiman Sastrawinata. 1981 : 31) Pergantian lingkungan dapat menimbulkan amnore karena stress (Sulaiman Sastrawinata. radang. Kehamilan dan persalinan - Pernah mengalami histerektomi (sarwono. 1981 : 29)  Keluhan utama Tidak adanya haid selama 3x siklus berturut-turut atau lebih (Pusdiknakes. distruksi. Adanya kelainan gizi. gangguan pada hepar dan ginjal (Sulaiman - Sastrawinata. kretinisme (Sarwono. 1981 : 32)  Riwayat kebidanan 1. 1999 : 208)  Riwayat penyakit yang pernah diderita 13 . 2006 : 208) - Pada wanita yang tidak hamil. - ibu hamil. tapi ingin sekali hamil (Sarwono. 2006 : 202). tapi - kemudian tidak dapat haid selama 3 bulan (Manuaba.Umur : Usia reproduktif 20-35 tahun. 1992 : 2). Haid Pola haid sebelumnya teratur. 2006 : 206-208). 2. - hipotyroidea.

2006 : 213).  Riwayat KB Pada wanita dengan sindrom amenore galakfore dapat pola ditemukan pada wanita-wanita yang telah menghentikan minum pil kontrasepsi (Sarwono. 2006 : 214)  Riwayat ketergantungan Pada sindrom amenore galaktore ditemukan pada kasus-kasus wanita yang memakai alat penenang (Phonothiazine) dalam jangka lama (Sarwono. B. 2006 : 211-218 14 .  Riwayat psikososial Keadaan kejiwaan dengan syock emosional karena trauma atau kejadian yang menyedihkan serta pergantian lingkungan dapat menimbulkan amenore. Penting untuk diagnosis ialah anamnesis dan gambaran klinik yang bersangkutan dengan kelainan-kelainan itu (Sarwono. PEMERIKSAAN FISIK Menurut Sarwono P. trauma dan sebagainya dapat disertai amenore. 2006 : 213) Seksual : Pada amenore karena insufisiensi hipotesis biasanya disertai adanya penurunan libido (Sarwono. tidak ada nafsu makan. tumor. 2006 : 211). tetapi tanpa letargi dan rasa nyeri diepigastrium (Sarwono. Psikosis yang paling sering ditemukan bersama amenore adalah penyakit yang disertai depresi (Sarwono. 2006 : 213). gangguan gizi berat.  Pola kebiasaan sehari-hari - Nutrisi : Amenore bisa terjadi pada anoreksia nervosa. 2006 : 212). tetapi peranan gejala ini kecil. 2006 : 211). 2006 : 211). - Istirahat : Pada wanita dengan stressor yang tinggi dapat mengganggu pola istirahat/tidur (Sarwono. - Aktifitas : Pada amenore yang disebabkan anoreksia nervosa penderita masih tetap aktif (Sarwono.Kelainan organik pada serebrum berupa radang (encephalitis).

- Amenore pada sindrom feminisasi testikuler vagina tidak ada dan pendek atau buntu. Terjadi pula pada sindrom feminisasi. virus. Mammae mengeluarkan cairan seperti air susu pada kasus sindrom amenore galakkore Abdomen : Pada amenore karena cushing sindrom didapatkan adanya striae terutama pada dinding perut. rambut  ketiak sedikit/tidak ada. Diagnosa Keperawatan 1) Cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang amenore 2) Resiko nutrisi in adekuat sehubungan dengan anoreksia nervosa karena gangguan kejiwaan. Cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang amenore 15 . osteoporosis. jika ada kemungkinan tumor hipofisis yang dapat menyebabkan amenore. Genetalia : - Rambut pubis bisa normal/sedikit/tidak ada - Alat-alat genetalia mengalami antrifi pada anoreksia nervosa. Thorax :  Amenore pada sindrom turner disertai adanya dada berbentuk perisai dengan puting susu jauh ke lateral. - Amenore pada tumor ovarium dan sindrom adreno genital didapatkan pembekuan klitoris Ekstremitas : Pada amenore karena sindrom turner disertai tanda ruas tulang tangan dan kaki pendek.Kurang pengetahuan tentang perawatan dan pengobatan D. Perencanaan 1. serviks dan uterus tidak ada.Efek emosional dan fisik dari penyakit.Mata : Mengetahui keadaan retina. yaitu hipoplasia puting susu. 3) Resiko tidak efektifnya pertahanan diri sehubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakit. sindrom amenore galaktore dan insufisiensi hipofisis. C. luas lapang panjang. rambut  ketiak sedikit/tidak ada. payudara tidak berkembang.

Nafsu makan ibu meningkat dan BB meningkat (dalam batas normal) Tidak ada gangguan gizi yang berat dan nyeri epigastrium Ibu menberti tentang akibat resiko nutrisi in adekuat. d.Tujuan : Ibu tidak cemas Kriteria hasil :      Ekspresi wajah ceria Ibu dapat mengungkapkan rasa cemasnya berkurang dan tenang Ibu merasa rileks dan pengetahuannya bertambah tentang kondisinya Menggunakan sistem pendukung dengan efektif dan beradaptasi Tanda-tanda vital dalam batas normal T : 110/70-140/90 mmHg S : 37oC N : 68-94 x/mnt R : 16-24 x/mnt Intervensi a. R/ Membantu klien untuk memecahkan masalah secara tepat. Identifikasi dan benarkan bila ada mis konsepsi tentang amenore. Kaji penyebab anoreksia. Resiko nutrisi in adekuat sehubungan dengan anoreksia nervosa karena gangguan kejiwaan. Beri umpan balik/informasi yang tepat dan aktual untuk memperbaiki mis konsepsi. dan kekurangan gizi betul. c. 16 . Intervensi: a. Tujuan : Ibu tidak jatuh dalam kondisi anoreksia berat. b. R/ Untuk membantu klien mengenal masalahnya dan lingkungannya. Kriteria hasil :     Ibu makan teratur dan tidak menjadi kurus betul. R/ Ibu mengerti dan lebih kooperatif. R/ Suasana yang menyenangkan akan mengurangi rasa kecemasan. R/ Mengetahui sebab anoreksia secara benar sehingga tindakan yang diberikan tepat. 2. dan nutrisi yang baik dan benar. Ciptakan suasana yang menyenangkan. b. Adakan pendekatan dengan klien dan beri kesempatan klien untuk mengungkapkan masalahnya. Beri penyuluhan tentang pentingnya nutrisi. R/ Membantu klien mengklasifikasi masalah.

17 .1. Adakan diskusi dan komunikasi dengan ibu tentang: .2. Hipermenorea merupakan perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).Definisi Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).c. Resiko tidak efektifnya pertahanan diri sehubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakit. itu sudah abnormal. Dalam istilah kedokteran disebut hipermenorea atau menstruasi berlebihan. Intervensi : a.Perasaan yang dirasakan sekarang . Jika darah menstruasi seseorang mencapai 80cc. Umumnya jumlah darah menstruasi yang normal adalah sekitar 30 cc per hari.  Pengetahuan ibu tentang perawatan dan pengobatan. Biasanya melakukan pergantian pembalut sebanyak 5−6 kali per hari yang setiap pembalutnya basah seluruhnya. R/ Untuk menambah asupan gizi dan menambah nafsu makan.Perubahan yang terjadi pada siklus haid/menstruasi .Efek emosional dan fisik dari penyakit.2 Hipermenore (Menorraghia) 2. kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.Perawatan yang dilakukan R/ Ibu mengerti dan koordinasi b. dan lama haid 4-6 hari. Berikan dukungan kopping individu R/ Meningkatkan kopping individu ibu 2.Kurang pengetahuan tentang perawatan dan pengobatan Tujuan: Pertahanan diri ibu baik Kriteria hasil :  Pengetahuan ibu tentang penyakitnya serta emosional dan fisiknya baik. Beri penjelasan tentang alternatif untuk meningkatkan nafsu makan. R/ Membantu meningkatkan nafsu makan. d. Anjurkan untuk minum multi vitamin. 3. kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.

terjadi karena tonus otot kurang. Pada siklus anovulasi. Siklus anovulasi pada umumnya terjadi 2 tahun pertama setelah menstruasi awal yang disebabkan oleh HPO axis yang belum matang. hipotalamus mensekresi Gonadotropin releasing hormon (GnRH). Hipertensi 5. cavum uteri luas. Asthenia. perkembangan folikel terjadi dengan adanya stimulasi dari FSH. 8. Siklus anovulasi juga terjadi pada beberapa kondisi patologis. menoragia. hemofili 2. misalnya Werlhoff. Folikel yang telah kehilangan ovum akan berkembang menjadi korpus luteum. bendungan pembuluh darah balik.2. Retofleksi uteri. 14 hari setelah ovulasi terjadilah menstruasi. 4. Hal ini pada gilirannya menyebabkan folikel di ovarium tumbuh dan matur pada pertengahan siklus. yang menstimulasi pituitary agar melepaskan Folicle-stimulating hormone (FSH).2. salpingitis. hipomenorea. Myoma uteri.3 Patofisiologi Pada siklus ovulasi normal. Terapi : uterotonika. 3. Menstruasi berasal dari dari peluruhan endometrium sebagai akibat dari penurunan kadar esterogen dan progesteron akibat involusi korpus luteum. disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang. pelepasan leteinzing hormon (LH) dan FSH menghasilkan ovulasi. Setelah ovum dilepaskan kadar FSH dan LH rendah. maka ovulasi tidak terjadi. dan korpus luteum akan mensekresi progesteron. dapat mengakibatkan amenorea. 7. Hipoplasia uteri. Akibatnya tidak 18 . roborantia. tetapi dengan berkurangnya LH.2. Dekompensio cordis 6. misalnya : endometritis. Progesteron menyebabkan poliferasi endometrium untuk berdeferemnsiasi dan stabilisasi. Terapi : uterotonika 2. Infeksi. Perkembangan folikel menghasilkan esterogen yang berfungsi menstimulasi endometrium agar berproliferasi. Penyakit darah. dikarenakan bendungan pembuluh darah balik.2 Etiologi 1.

Kebanyakan siklus anovulasi berlangsung dengan pendarahan yang normal.Biodata 19 . Pengkajian a. Toleransi pada terapi pengobatan spesifik Terapi untuk menorrhagia. Hysteroctomy (operasi untuk menghilangkan uterus) 2. kelainan darah yang disebabkan oleh defisiensi sel darah merah atu hemoglobin). Progesteron (terapi hormon) e. Data Subjektif 1. yaitu : a.2.4 Manifestasi Klinis Menorrhagia yang berat dapat menyebabkan anemia. ketika folikel tidak terbentuk produksi esterogen menurun dan mengakibatkan perdarahan.5 Terapi Terapi spesifik untuk menorrhagia diberikan berdasarkan : a. b. Gejala lain yang dapat menyertainya antara lain : 1) Sakit kepala 2) Kelemahan 3) Kelelahan 4) Kesemutan pada kaki dan tangan 5) Meriang 6) Penurunan konsentrasi 2.6 Konsep Keperawatan 1.2. Prostaglandin inhibitor seperti medications (NSAID). namun ketidakstabilan poliferasi endometrium yang berlangsung tidak mengakibatkan pendarahan hebat. Kondisi sebelumnya c.ada korpus luteum yang terbentuk dan tidak ada progesteron yang disekresi. Umur dan riwayat kesehatan b. Endometrium berplroliferasi dengan cepat. c.2. seperti aspirin atau ibuprofen. Kontrasepsi oral (ovulation inhibitor) d. Suplemen zat besi (jika kondisi menorrhagia disertai anemia. 2.

Nama : untuk mengetahui identitas pasien agar tidak keliru dnegan serta untuk menjaga keakraban Umur : Untuk mengetahui apakah pasien termasuk resiko tinggi Agama : Untuk mengetahui kepercayaan klien terhadap agama yang dianutnya dan mengenali hal-hal yang berkaitan dengan masalah asuhan yang diberikan Pendidikan :Untuk mengetahui tingkat pengeatahuan sebagai dasar dalam memberikan asuhan Pekerjaan : Untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan status ekonomi klien dan apakah pekerjaan ibu/ suami dapat memperngaruhi kesehatan klien atau tidak Penghasilan : Untuk mengetahui status ekonomi. penggunaan AKDR. Endometriosis. hiperplasia endometrium. Salpingitis (Helen varney 2007 342-345 Jakarta EGC Buku ajar Asuhan kebidanan) 5. penyakit von willebran. komplikasi kehamilan. Infeksi ( biasanya terkait PRP. (Benson.Riwayat Kesehatan Sekarang Menoragi dapat disebabkan oleh leimioma (seringkali submukosa). keganasan atau koagulopati. Alamat :Untuk mengetahui tempat tinggal klien dan menilai apakah lingkungan cukup aman bagi kesehatannya serta memudahkan dalam melakukan kunjungan rumah 2.Riwayat Kesehatan Keluarga Bidan juga harus mengkaji setiap pola perdarahan yang serupa atau kondisi ginekologis mayor yang dialami oleh ibu atau saudara perempuannya apakah 20 . Penurunan sintesis fibrinogen dan faktor pembukuan idiopathic trombositopenia (ITP) . atau prosedur lanjtan intrauteri yang berbasis instrumen).2008:624) 6.Keluhan Utama Haidnya berlangsung lama dan darah yang keluar banyak 4. adenomiosis.Riwayat Kesehatan yang lalu Gangguan metabolisme estrogen. Ralph C. Alasan Datang Untuk memeriksakan masalah haidnya yang banyaknya berlebihan 3.

2007 :342-345) b.Riwayat KB Menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat Iatrogenik: misal akibat pemakaian IUD. 2007 :342-345)  Menarche : Pertama kali haid  Siklus : Teratur  Lamanya : menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari  Banyaknya : 3-4 pembalut atau tampon sudah penuh selama 4 jam. obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatan antikoagulan penyebab kontrasepsi (AKDR. Mata : Konjungtiva pucat. hormon steroid. KU : Baik/cukup/kurang b. Rambut : Bersih. Nadi : Normal (60-90 x / menit) f. kontrasepsi oral) (Varney.Helen.Riwayat Haid Bidan harus menyelidiki lama.Helen. RR : Normal (16-24 x/ menit) Pemeriuksaan Fisik 1) Inspeksi a.5° C) e. 2.5°-37. dan karakter menstruasi yang muncul. Muka : pucat c. Pemeriksaan Umum a. sklera putih 21 . obat-obatan kemoterapi. tidak rontok b. (Varney. Kesadaran : Composmentis c. Data Objektif 1. Suhu : Normal (36. TD : Normal (100/60 – 140/90) mmHg d.Helen. 2007 :342-345) 7.mengalami riwayat kelainan hematologis terutama yang berhubungan dengan adanya penggumpalan darah.Helen. terutama jika terjadi gumpalan darah. (Varney. 2007 :342-345)  Keluhan : Dismenorhae / tidak 8. Dalam setiap perdarahan yang lebih dari 80 cc dinyatakan perdarahan abnormal(Varney. warna.

atau adanya benda asing yang dapat menyebabkan menstruasi lebih berat. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya berhubungan dengan kurang informasi. Risiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan perdarahan c. b. d. Genetallia : Pengeluaran darah lebih dari 80 cc h. infeksi. Nyeri (akut/kronis) berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase menstruasi. keringat berkurang. 22 . Dada : Bersih. tidak varises 3) Pemeriksaan dalam Vulva vagina :  Terlihat pengeluaran darah  Pemeriksaan panggul teraba massa yang merupakan indikasi mioma atau fibroid 2. Nyeri (akut/kronis) berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase menstruasi. Resiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi.(Varney. 3. Kriteria hasil: klien mengatakan nyeri berkurang. kepala atau daerah lainnya yang sakit. lesi. Leher : Teraba pembesaran kelenjar tiroid b.d. Ekstremitas : Tidak oedem. tidak varises 2) Palpasi a. Ekstremitas : Simetris. Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x 24 jam nyeri klien akan berkurang. Diagnosa Keperawatan a. payudara simetris f. klien tidak memegang punggung. Abdomen : Bersih g.Helen. Abdomen : Ada nyeri tekan pada hepar dan atau ginjal c. tidak odem. Intervensi Keperawatan 1. 2007 :342-345) i. Vagina dan serviks harus dikaji terhadap adanya massa. Leher : Tidak tampak pembesaran vena jugularis dan tampak pembesaran kelenjar tiroid e.

Mukosa bibir tidak kering. Lakukan kompres/mandi air panas. Klien tidak haus. R/ : Dengan mengetahui penyebab nyeri klien dapat bertoleransi terhadap nyeri. R/ : untuk mendapatkan indicator nyeri. d. Kaji intensitas nyeri dengan menggunakan skala 0-10. R / : menggantikan cairan yang hilang. Jelaskan penyebab nyeri klien. naproksen. risiko kurangnya volume cairan tidak terjadi. Anjurkan klien untuk minum air putih secara adekuat (2. distraksi R/ : Relaksasi nafas dalam membantu mengurangi nyeri dan distraksi mengalihkan perhatian 5. dan responhemodinamik) klien. R/ : Mengetahui tingkat hidrasi pada klien 2. 3. c. ponstan) R/ : membantu mengurangi nyeri 2. R / : Agar klien mengetahui tentang kondisinya dan tindakan yang diberikan selanjutnya. Pantau/ catat karakteristik nyeri ( respon verbal. Risiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan perdarahan. R/ : Nyeri merupakan pengalaman subyektif klien dan metode skala merupakan metode yang mudah serta terpercaya untuk menentukan intensitas nyeri. 4. Kelopak mata tidak cekung.5L/hari) R/ : Menggantikan cairan yang hilang 4. 23 . b. Kolaborasi pemberian cairan parenteral( jika diperlukan). Kriteria hasil : a. non verbal. Catat intake output cairan dan banyaknya perdarahan R/ : Mengetahui masukan dan pengeluaran cairan 3. 2. Kolaborasi pemberian analgetik ( ibuprofen. Intervensi : 1. Bantu untuk melakukan tindakan relaksasi. Jelaskan pada klien penyebabnya pendarahan dan rencana tindakan keperawatan selanjutnya. Turgor kulit baik baik. 5. 6.Intervensi : 1. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan 3x24 jam. R/ : meningkatkan sirkulasi dan menurunkan kontraksi uterus sehingga iskemia tidak terjadi. Kaji status hidrasi pada klien.

pikiran. dan pandangan tentang dirinya. Hipomenorea tidak mengganggu fertilitas. pada uterus ( misal : sesudah operasi mioma). Libatkan klien pada setiap kegiatan di kelompok. 2. penampilan klien rapi. R/ : Jujur dan terbuka dapat mengontrol perasaan klien dan informasi yang diberikan dapatmembuat klien mencari penanganan terhadap masalah yang dihadapinya.1 Definisi Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang biasa. Resiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi. 2. 2.3 Hypomenorhoe (Kriptomenorrhea) 2. menerima apa yang sedang terjadi. melakukan pergantian pembalut sebanyak 1-2 kali per hari. merasa berguna. Dorong klien untuk mengekspresikan perasaan. Informasikan dan diskusikan dengan jujur dan terbuka tentang pilihan penanganan gangguan menstruasi seperti ke klinik kewanitaan. R/ : Meningkatkan kewaspadaan diri klien dan membantu perawat dalam membuat penyelesaian. sebab kelainan ini terletak pada konstitusi penderita. dokter ahli kebidanan. 3. R/ : Penyampaian arti dan nilai klien dari system pendukung membuat klien merasaditerima. Bina hubungan saling percaya dengan klien. Hipomenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit. R/ : Klien dengan mudah mengungkapkan masalahnya hanya kepada orang yang dipercayainya. Perdarahan haid yg 24 . Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan 2 x 24 jam citra diri klien akan meningkat.3.3. Intervensi: 1. R/ : Memungkinkan menerima stimulus social dan intelektual yang dapat meningkatkan konsep diri klien. Diskusikan dengan system pendukung klien tentang perlunya menyampaikan nilai dan arti klien bagi mereka. Kriteria hasil : klien mengatakan tidak malu. 3. dan berlangsung selama 1-2 hari saja.

2 Etiologi Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat darikurang gizi. dan lain-lain.mungkin akan menemukan bahwa wanita ibu dan / atau saudara perempuan juga memiliki aliran darah menurun selama periode mereka. Insiden infertilitas adalah sama seperti pada wanita dengan aliran darah normal. Salah satu penyebab hypomenorrhea adalah sindrom Asherman (adhesi intrauterine). Sebabsebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita. Uterine Jarang kerugian kadang-kadang berarti bahwa permukaan pendarahan lebih kecil dari normal. dan ini memanifestasikan dirinya dengan jarang daripada langka menstruasi. Hipomenorea adalah terjadinya perdarahan menstruasi yang lebih sedikit dari biasanya dan lamanya kurang dari 3 hari. 2. dan kadang-kadang terlihat ketika rongga endomaterial telah berkurang ukurannya selama myomectomy atau operasi plastik lainnya di rahim. Tingkat kekurangan menstruasi berkorelasi eratdengan sejauh mana adhes. sinekia uteri (sindrom asherman). kecuali bila ditemukan sebab yang nyata. Sering disebabkan karenagangguan endokrin. Kehamilan dapat biasanya terjadi dengan jenis aliran menurun selama periode tersebut. 25 . atau relatif ketidakpekaan. Namun. yang hypomenorrhea (atau amenore) mungkin satu-satunya tanda yang jelas.. dari aparat vaskular endometrium. Konstitusi yang berbau mungkin menstruasi paling baik dijelaskan dengan mengasumsikan adanya pengaturan yang tidak biasa. hal itu jarang menunjukkan rahim hypoplasia karena adanya kondisi ini dalam sebuah rahim yang responsif terhadap hormon ovarium betokens aktivitas di bawah. terapi terdiri atas menenangkan penderita. jika pertanyaan yang dibuat.3 Patofisiologi Konstitusi Pada beberapa wanita mungkin normal kurang pendarahan selama menstruasi. pada uterus (misalnya sesudah meomektomi). Aliran darah kurang mungkin genetik dan.3.jumlahnya sdkt kurang lebih 40 ml siklus regular. stenosis serviks uteri. 2003) 2. Setelah dilakukan miomektomi/ gangguan endokrin. penyakit menahun maupun gangguan hormonal.3. padagangguan endoktrin. stenosis hymen. (Manuaba. Kekurangan estrogen maupun progesterone.

tingkat insulin tinggi.3. (R. Kadang-kadang hanya berupa spotting 2. Menenangkan dan mengurangi kecemasan pasien 2. yang hypomenorrhoea mungkin satu-satunya tanda yang jelas. tingkat prolaktin tinggi. Hal ini karena ovulasi tidak teratur saat ini.atau kegembiraan yang berlebihan tentang peristiwa yang akan datang dapat menyebabkan hypomenorrhoea. Tingkat kekurangan menstruasi berkorelasi erat dengan tingkat adhesi.Hormonal Jarang menstruasi atau menstruasi dapat terjadi secara normal pada ekstrem kehidupan reproduksi yakni. Jarangmens juga dapat terjadi setelah penggunaan jangka panjang dari kontrasepsi oralsebagai akibat dari endomaterial atrofi progresif. dan dapat berakibat padaproduksi yang rendah hormon ini.6 Terapi 1.5 Manifestasi Klinis 1. Jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc) 3. tingkat androgen tinggidan masalah dengan hormon lain juga dapat menyebabkan periode langka. Salah satu penyebab hypomenorrhoea adalah sindrom Ashermn (intra uterineadhesi). Ballus.4 Oligomenorrhe 26 .3. Anovulasi terjadi karena rendahnya tingkat hormon tiroid. 1978) 2. hanya setelah pubertas dan sesaat sebelum menopause. Namun masalah normal pada waktu yang lain jugadapat menyebabkan aliran darah langka. dan lapisan endomaterial gagal untuk berkembang secara normal. Toaff dan S. Nervous dan emosional Pyschogenic faktor seperti stres karena ujian. Faktorfaktor seperti menekan aktivitas orang-orang pusat di otak yang merangsang indung telur selama siklus ovarium (untuk mengeluarkan hormon seperti estrogen dan progesteron). Penyebab lain Latihan berlebihan dan dapat menyebabkan crash diet periodelangka. Waktu haid singkat 2. Merujuk ke fasilitas yang lebih lengkap 2.

2.4. tumor yang mensekresikan estrogen dan nutrisi buruk. Olahraga berlebihan. Oligomenore dapat juga terjadi pada stress fisik dan emosional. sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. jika berhentinya siklus menstruasi ini berlangsung selama lebih dari 3 bulan. Namun. ataupun perpanjang kedua stadium tersebut. Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa. Bila siklus tiba-tiba memanjang maka dapat disebabkan oleh pengaruh psikis atau pengaruh penyakit. Wanita yang mengalami oligomenorea akan mengalami menstruasi yang lebih jarang daripada biasanya. maka kondisi tersebut dikenal sebagai amenorea sekunder. Oligomenorrhe dapat juga disebabkan ketidakseimbangan hormonal seperti pada awal pubertas. Oligomenore yang menetap dapat terjadi akibat perpanjangan stadium folikular. Oligomenore dapat juga terjadi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik dimana pada keadaan ini dihasilkan androgen yang lebih tinggi dari kadara pada wanita normal. Sakit kronik 3. oligomenorea dapat juga terjadi pada : 1.1 Definisi Suatu keadaan dimana siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari. bulimia) 4. Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi 27 .2. Penurunan berat badan berlebihan 5. perpanjangan stadium luteal. misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)Ø Stress dan depresi 2. Disamping itu. penyakit kronis. misal atlit 6. Adanya tumor yang melepaskan estrogen 7.4. gangguan hipofise-hipotalamus. dan menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih.2 Etiologi Oligomenore biasanya berhubungan dengan anovulasi atau dapat juga disebabkan kelainan endokrin seperti kehamilan. Gangguan indung telur.

Pada PCOS (polycystic ovary syndrome). Hipotalamus mengatur pengeluaran hormon yang mengatur kelenjar pituari. Kemudian kelenjar pituari akan merangsang produksi hormon yang mempengaruhi pertumbuhan & reproduksi.8. Hipotalamus merupakan bagian otak yang mengatur suhu tubuh. Pada atlet wanita. kelenjar pituari & indung telur. Pada kebanyakan kasus oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu. oligomenore dapat disebabkan oleh kadar hormon wanita & hormon pria yang tidak sesuai. metabolisme sel & fungsi dasar seperti makan. beberapa hormon tersebut dapat menjadi kurang tersinkronisasi. Pada awal & akhir masa reproduksi wanita. tetapi pada wanita yang mengalami PCOS. perbedaannya terletak dalam tingkat. dsb. dan fertilitas cukup baik.4 Manifestasi Klinis 28 . seringkali disebabkan karena kurangnya sinkronisasi antara hipotalamus. kadar hormon pria tersebut (androgen) lebih tinggi dibandingkan pada wanita lain. Oligomenorea yang terjadi pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi antara hipotalamus. Oligomenorea sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Hormon pria diproduksi dalam jumlah yang kecil oleh setiap wanita. sehingga menstruasi menjadi lebih jarang terjadi. sehingga akan menyebabkan terjadinya haid yang tidak teratur.4. hipofisis dan ovarium pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause. penari ataupun yang mengalami anorexia nervosa. sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. tidur & reproduksi. oligomenore terjadi karena rasio antara lemak tubuh dengan berat badan turun sangat jauh. 2.3 Patofisiologi Oligomenorea biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. model. 2. Oligomenorea dan amenorea sering kali mempunyai dasar yang sama. Penggunaan obat-obatan tertentu. Siklus haid biasanya juga ovulatoar dengan masa proliferasi lebih panjang dari biasanya Oligomenore yang terjadi pada remaja.4. aktris. Gangguan hormon tersebut menyebabkan lamanya siklus menstruasi normal menjadi memanjang.

seperti : postinor. Pada beberapa wanita yang mengalami oligomenore terkadang juga mengalami kesulitan untuk hamil. Bila gejala terjadi akibat adanya tumor. Norgiol. Adanya tumor yang mempengaruhi pengeluaran hormon estrogen. Neogynon.4. 3. Premarin. Progynova. Pada oligomenore dengan anovulatoir serta pada remaja dan wanita yang mendekati menopouse tidak memerlukan terapi.1. Microgynon 30. Eugynon. Mikrodiol. dimana hanya didapatkan 4-9 periode dalam 1 tahun. Nordette. Pada oligomenore yang disebabkan progesteron yang terlalu rendah maka terapi yang dapat diberikan adalah KB Hormonal yang mengandung estrogen. Bila kadar estrogen yang menjadi penyebab. dll. 2. dll 2.4. maka tumor ini perlu di tindak lanjuti seperti dengan operasi. wanita tersebut mungkin mengalami osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Contoh : Pada oligomenore yang disebabkan estrogen yang terlalu rendah maka terapi yang dapat diberikan adalah KB Hormonal yang mengandung estrogen. dll. berikut uraiannya : 1.6 Asuhan Keperawatan A. 4. operasi mungkin diperlukan. Pada oligomenore yang disebabkan keduanya memiliki ketidakseimbangan hormonal yang sama untuk jumlah estrogen dna progesteron yang kurang. Oligomenore sering diobati dengan pil KB untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormonal. Pengkajian 29 .5 Penatalaksanaan Pengobatan oligomenore tergantung dengan penyebab. kemoterapi. Haid yang tidak teratur dengan jumlah yang tidak tentu. 2. Wanita tersebut juga memiliki resiko besar untuk mengalami kanker uterus. Periode siklus menstruasi yang lebih dari 35 hari sekali. seperti : Lynoral. Terapi ini disesuaikan dengan hormon apa yang lebih dibutuhkan. Perbaikan status gizi pada penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki keadaan oligomenore. 2. 3. maka dapat dilakukakn terapi dengan pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron dengan jumlah seimbang seperti : Mycrogynon 50. Ovral.

Riwayat Menstruasi  Awitan menarche  Frekuensi dan keteraturan siklus  Lama dan jumlah aliran menstruasi d. Data pasien : Nama : untuk mengetahui identitas pasien agar tidak keliru dnegan serta untuk menjaga keakraban Umur : Untuk mengetahui apakah pasien termasuk resiko tinggi Agama : Untuk mengetahui kepercayaan klien terhadap agama yang dianutnya dan mengenali hal-hal yang berkaitan dengan masalah asuhan yang diberikan Pendidikan :Untuk mengetahui tingkat pengeatahuan sebagai dasar dalam memberikan asuhan Pekerjaan : Untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan status ekonomi klien dan apakah pekerjaan ibu/ suami dapat mempengaruhi kesehatan klien atau tidak Penghasilan : Untuk mengetahui status ekonomi. Riwayat Penyakit  Gangguan indung telur  Tumor  Kelainan pada struktur rahim  Depresi 30 . Data Subjektif a. Keluhan utama : pasien biasanya datang dengan keluhan periode siklus menstruasi yang lebih dari 35 hari sekali. Alamat :Untuk mengetahui tempat tinggal klien dan menilai apakah lingkungan cukup aman bagi kesehatannya serta memudahkan dalam melakukan kunjungan rumah b. c. haid yang tidak teratur dengan jumlah yang tidak tentu.

Abdomen : Ada nyeri tekan pada hepar dan atau ginjal f. RR : Normal (16-24 x/ menit) Pemeriksaan Fisik 1) Inspeksi j.Helen. Nadi : Normal (60-90 x / menit) l. Kesadaran : Composmentis i. Ekstremitas : Simetris.(Varney. atau adanya benda asing yang dapat menyebabkan menstruasi lebih berat. Dada : Bersih. Genetallia : Pengeluaran darah lebih dari 80 cc q. tidak varises 2) Palpasi d. payudara simetris o. Vagina dan serviks harus dikaji terhadap adanya massa. TD : Normal (100/60 – 140/90) mmHg j. tidak varises 3) Pemeriksaan dalam Vulva vagina :  Terlihat pengeluaran darah 31 . lesi. Rambut : Bersih. Mata : Konjungtiva pucat. 2007 :342-345) r.5° C) k. tidak rontok k. Suhu : Normal (36. Muka : pucat l. Data Objektif Pemeriksaan Umum 2. sklera putih m. tidak odem. Leher : Teraba pembesaran kelenjar tiroid e. g. Leher : Tidak tampak pembesaran vena jugularis dan tampak pembesaran kelenjar tiroid n. Ekstremitas : Tidak oedem.5°-37. infeksi. Abdomen : Bersih p. KU : Baik/cukup/kurang h.

R/mengidentifikasi luasnya masalah klien dan perlunya intervensi. Kaji tingkat pengetahuan klien mengenai menstruasi yang normal. c. menjelaskan menstruasi yang normal. serta penanganannya. jenis gangguan menstruasi. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya berhubungan dengan kurang informasi. Intervensi: a. 2. R/dengan memiliki pengetahuan tentang menstruasi klien dapat meningkatkan toleransi terhadap nyeri dan dapat mencari jalan keluar untuk masalah gangguan menstruasinya.. Resiko/actual gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi. Jelaskan mengenai siklus menstruasi yang normal.x 24 citra diri klien akan meningkat. gejala dan penanganannya.  Tujuan : setelah diberikan penyuluhan klien akan mengetahui tentang gangguan menstruasi  Kriteria evaluasi: klien menyebutkan jenis gangguan menstruasi. Beri kesempatan klien untuk bertanya. gejalanya. dan penanganannya.penyebab. Pemeriksaan panggul teraba massa yang merupakan indikasi mioma atau fibroid B. Resiko/actual gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi. 2.  Tujuan: setelah diberikan asuhan keperawatan …. b. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya berhubungan dengan kurang informasi. 32 . penyebab. Intervensi Keperawatan 1. Diagnosa Keperawatan 1. C. jenis gangguan menstruasi. gejala. penyebab.

R/ mengidentifikasi kekuatan klien dapat membantu klien berfokus pada karakteristik positif yang mendukung keseluruhan konsep diri. Libatkan klien pada setiap kegiatan di kelompok R/ Memungkinkan menerima stimulus social dan intelektual yang dapat meningkatkan konsep diri klien. penampilan klien rapi. 2004) Metroragia adalah perdarahan dari vagina yang tidak berhubungan dengan siklus haid. dan pandangan tentang dirinya.5 METRORAGIA 2.5. Gali kekuatan dan sumber-sumber yang ada pada klien dan dukung kekuatan tersebut sebagai aspek positif. b. Kriteria evaluasi: klien mengatakan tidak malu. Dorong klien untuk mengekspresikan perasaan. menerima apa yang sedang terjadi. Bina hubungan saling percaya dengan klien R/klien dengan mudah mengungkapkan masalahnya hanya kepada orang yang dipercayainya. 2. merasa berguna.1 Definisi Metrorrhagia pendarahan yang terjadi di antara siklus mentruasi. pikiran. R/ penyampaian arti dan nilai klien dari system pendukung membuat klien merasa diterima. Intervensi: a. e. c. Diskusikan dengan system pendukung klien tentang perlunya menyampaikan nilai dan arti klien bagi mereka. atau dengan kata lain timbul lebih sering dari biasa (yatim faisal. Perdarahan ovulatoir terjadi pada pertengahan siklus sebagai suatu spotting dan 33 . d.2001) Metroragia adalah pendarahan uterus biasanya tidak banyak timbul pada interfan partun mestruasi yang tidak biasanya (chandranita. R/meningkatkan kewaspadaan diri klien dan membantu perawat dalam membuat penyelesaian. ingkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang menstruasi.

carcinoma corpus uteri. karsinoma serviks). hipertensi.5. Perdarahan fungsional : a) Perdarahan Anovulatoar.2 Etiologi Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh. 2. tanpa ovulasi maupun keadaan lain.5. perdarahan tidak terjadi bersamaan. Di lain pihak. endometritis haemorrhagia). disebabkan oleh psikis. peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia. penyakit akut maupun kronis. Jadilah perdarahan rahim berkepanjangan. metabolik.Sekitar 90% perdarahan uterus difungsional (perdarahan rahim) terjadi tanpa ovulasi (anovulation) dan 10% terjadi dalam siklus ovulasi. ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi. b) Perdarahan Ovulatoar. kelainan pelepasan endometrium. kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis. kondisi inilah penyebab terjadinya perdarahan rahim karena dinding rahim yang rapuh. misalnya pada wanita premenopause (folikel persisten). kondisi di atas dapat terjadi pada siklus ovulasi (pengeluaran sel telur/ovum dari indung telur).5. Permukaan dinding rahim di satu bagian baru sembuh lantas diikuti perdarahan di permukaan lainnya. Nah. Akibatnya dinding rahim (endometrium) mengalami penebalan berlebihan (hiperplasi) tanpa diikuti penyangga (kaya pembuluh darah dan kelenjar) yang memadai. kelainan fungsional dan penggunaan estrogen eksogen. 1. 2. akibat korpus luteum persisten. tidak haid dalam jangka waktu lama (amenore) 34 .3 Patofisologi Secara garis besar. sehingga kadar hormon estrogen berlebihan sedangkan hormon progesteron rendah. Siklus menstruasi tak teratur. Penyebabnya adalah kelainan organik (polip endometrium. hypofiser. Hal ini karena tidak terjadi ovulasi. 2. neurogen. Pada siklus ovulasi Perdarahan rahim yang bisa terjadi pada pertengahan menstruasi maupun bersamaan dengan waktu menstruasi. Perdarahan ini terjadi karena rendahnya kadar hormon estrogen.dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran suhu basal tubuh. Pada siklus tanpa ovulasi (anovulation) Perdarahan rahim yang sering terjadi pada masa pre-menopause dan masa reproduksi. 2. 2. carcinoma cervicitis. hormonal. karsinoma endometrium. sementara hormon progesteron tetap terbentuk.4 Manifestasi Klinis 1.

LH. Progesteron Pemberian progesteron mengimbangi pengaruh estrogen terhadap endometrium. Uji kehamilan: untuk melihat ada tanda-tanda kehamilan 5. 35 . Maka penting untuk melakukan kuretase ulang dan investigasi lain yang sesuai pada seluruh kasus perdarahan uterus abnormal berulang atau berat.3. yang dapat diulangi berguna dalam masa pubertas. Bila pemeriksaan gynecologik menunjukan perdarahan berasal dari uterus dan tidak ada abortus inkompletus. 2. Tetapi apabila suntikan dihentikan perdarahan dapat terjadi lagi. Deteksi patologi endometrium melalui (a) dilatasi dan kuretase dan (b) histeroskopi.5. Wanita tua dengan gangguan menstruasi. Penyakit organik traktus genitalia mungkin terlewatkan bahkan saat kuretase. akan sering mengalami f lek 4. perdarahan untuk sementara waktu dapat dipengaruhi dengan hormon steroid.6 Penatalaksanaan Bila perdarahan sangat banyak. atau valeras estradiol 20 mg.5 mg. 3. dapat diberikan kaproas hidroksi progesteron 125 mg.5 mg. uji fungsi thiroid . histeroskopi lebih sensitif dibandingkan dilatasi dan kuretase dalam mendeteksi abnormalitas endometrium. FSH. 2. secara IM. Pemeriksaan darah : Hemoglobin. Istirahat baring dan transfusi darah. Dapat diberikan : 1. Laparoskopi : Laparoskopi bermanfaat pada wanita yang tidak berhasil dalam uji coba terapeutik. Prolaktin dan androgen serum jika ada indikasi atau skrining gangguan perdarahan jika ada tampilan yang mengarah kesana. wanita muda dengan perdarahan tidak teratur atau wanita muda ( < 40 tahun ) yang gagal berespon terhadap pengobatan harus menjalani sejumlah pemeriksaan endometrium. Tegang pada payudara 6.5 Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan koagulasi : untuk memantau faktor pembekuan darah 2. dan kadar HCG. Estrogen dalam dosis tinggi Supaya kadarnya dalam darah meningkat dan perdarahan berhenti. atau benzoas estradiol 1. Pada wanita yang memerlukan investigasi. Selain itu. Dapat diberikan secar IM dipropionasestradiol 2. Cepat emosi 2. Nyeri 5.5. atau dapat diberikan per os sehari nirethindrone 15 mg atau asetas medroksi progesteron (provera) 10 mg. 4.

transfusi darah sampai dengan Hb ≥ 10 gr/dL. Awitan menarkhe b. 4. Lokasi menyeluruh atau spesifik d. Nyeri berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus. Suhu kadang naik disertai badan lemah  Riwayat menstruasi a. Intoleran aktifitas berhubungan dengan anemia. c. Frekuensi dan keteraturan siklus c. dan Kuretase Dx/Tx.5 mg per oral setiap hari selama 25 hari 6. Tekanan darah sistol menurun. kesulitan ekonomi. Awitan yang terkait dengan masa menstruasi b. Pernafasan Frekuensi pernapasan meningkat b. Viliron Tablet 1 x 1. nafas berbau aseton.3.5. mata cekung dan lidah kering. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 24 jam rasa nyeri berkurang/hilang. Ansietas b. Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi perbaikan keadaan umum.d Kurangnya pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya.  Hb dan Ht rendah. perubahan persepsi tentang kondisinya. Perencanaan 1. Tunggu perdarahan lucut 5 – 7 hari pasca penghentian terapi 2. Pengkajian  Deskripsi nyeri a. 36 . Memburuk saat palpasi atau bergerak  Tanda-tanda vital tidak stabil a. Rasa kram spasmodis atau menetap c. Conjugated oestrogen 2. kehamilan tak direncanakan. 3. Diagnosa Keperawatan 1. Terapi Hormonal Setelah perdarahan teratasi berikan : 5. terapi medikamentosa dengan pemberian Kalnex Tablet 3 x 500 mg. denyut nadi meningkat (> 100 kali per menit). Unilateral atau seluruh bagian bawah e. Nyeri berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus 2. Integritas ego Konflik interpersonal keluarga.7 Asuhan Keperawatan A. B. turgor kulit berkurang. Lama dan jumlah aliran menstruasi d. Tambahkan 10 mg medroxyprogesteron acetate untuk 10 hari terakhir 7. Asam Mefenamat Tablet 3 x 500 mg. C.

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24jam klien dapat beraktivitas secara mandiri Kriteria hasil : klien mampu melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya secara bertahap sesuai dengan kemampuannya mandiri ataupun dengan bantuan. 2. 3) Ajarkan strategi relaksasi (misalnya nafas dalam. 5) Kompres hangat dekat dalam R/ meringankan efek penurunan kontraksi. keringat berkurang. 4) Bantu pasien belajar mekanisme koping baru. R/ Dapat mengurangi simultan lingkungan yang berlebihan. Tujuan: setelah diberikan penyuluhan klien akan mengetahui tentang gangguan menstruasi dan terapinya. 37 . 3. 2) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian analgesik R/ Analgesik sangat dianjurkan untuk mengatasi rasa nyeri. Intervensi : 1) Pantau respon oksigen pasien. 3) Bantu pasien untuk mengidentifikasi/ memerlukan perilaku koping yang digunakan pada masa lalu. R/ mengurangi rangsangan dari lingkungan luar yang berlebihan dapat memicu stres. kepala atau daerah lainnya yang sakit. menjelaskan menstruasi yang normal. bimbingan imajinasi) R/ Memberikan sedikit strategi untuk beradaptasi dengan rasa nyerinya. klien tidak memegang punggung. Intervensi : 1) Beri lingkungan yang tenang dan kurangi rangsang penuh stres. gejalanya . 2) Berikan lingkungan tenang dan istirahat. R/ Membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pasien. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya. R/ melatih pasien mengatasi atau menghadapi perasaan stres yang dialami.serta penanganannya. R/ dukungan dan motivasi sangat diperlukan.Kriteria Hasil : klien mengatakan nyeri berkurang. penyebab. Intervensi: 1) Libatkan pasien / orang terdekat dalam rencana perawatan. misalnya teknik mengatasi stres. Kriteria hasil: klien menyebutkan jenis gangguan menstruasi. R/ tindakan kooperatif dapat mengurangi ansietas. 4) Evaluasi dan dukung mekanisme koping pasien.

Sekresi estrogen yang abnormal b. 2005). atau prolaktin d. pada tegangan prahaid terdapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi progesteron. Faktor kejiwaan. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun. masalah sosial. Disebabkan oleh : a. Kelebihan atau defisiensi kortisol. 3) Kolaborasikan dengan dokter pengobatan penambah darah. Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. 2.6 PRE MENSTRUASI SYNDROM 2.R/ Penurunan suplai oksigen sebagai indikator terjadinya anemia. R/ terapi penambahan darah sangat membantu meningkatkan kebutuhan cairan (darah).4 Definisi Premenstrual syndrome (PMS) merupakan keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid. tetapi mungkin faktor penting ialah ketidakseimbangan esterogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium. R/ asupan nutrisi yang adekuat menghasilkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas.6.6. penambahan berat badan. Yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap faktorfaktor psikologis. Kelebihan hormon anti diuresis e.6. dan kadang-kadang edema. Dalam hubungan dengan kelainan hormonal. All juga memegang peranan penting. 2) Pantau asupan nutrisi untuk memastikan keadekuatan sumber-sumber energi. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi. walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti (Wiknjosastro. androgen. masalah dalam keluarga.2 Etiologi Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas. 2.3 Patofisiologi 38 . Kelebihan atau defisiensi progesteron c. PMS merupakan sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari ke-2 sampai hari ke-4 sebelum menstruasi dan segera mereda setelah menstruasi dimulai. dan menghilang sesudah haid datang. Kelebihan atau defisiensi prostaglandin 2.

2. Minum lebih dari lima hingga enam gelas teh perharinya meningkatkan keparahan gejala pada beberapa wanita. dan perasaan negatif lainnya. b. Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon esterogen.6. progesterone).6 Penatalaksanaan Penanganan premenstruasi sindrom dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut : 1. Nafsu makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam. sensitif. sistem saraf. jagung dan sebagainya adalah sumber makanan yang kaya karbohidrat. Sereal seperti nasi. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal. 2.6. Olahraga juga meningkatkan sekresi hormone dan pemanfaatannya. Riset menunjukan bahwa wanita yang berolahraga teratur lebih kecil kemungkinannya untuk marah atau depresi. Olahraga Berolahraga setidaknya 3 hingga 4 kali seminggu. Beberapa wanita mengalami pengurangan gejala setelah makan karbohidrat dan garam lebih banyak. Kadar esterogen akan mengganggu proses kimia tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin) yang dikenal sebagai vitamin anti depresi. Mengurangi Stres 39 . Therapy non hormone a. Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin. Biasanya perempuan mudah uring-uringan. Diet Harus mengkonsumsi makanan yang tinggi protein dengan banyak sayuran dan buah segar. Emosi menjadi labil. Karena itu harus menghindari minum teh terlalu banyak pada paruh kedua siklus menstruasi.5 Manifestasi klinis Perasaan malas bergerak. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. Prolaktin dihasilkan sebagai oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah esterogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. dan sebagai anti peradangan. gandum. yang akan menyebabkan gejala depresi. khususnya selama paruh kedua siklus menstruasi.Meningkatnya kadar esterogen dan menurunnya kadar progesteron di dalam darah. Gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA). serta mudah merasa lelah. khususnya esterogen. badan menjadi lemas. c.

Obat-obatan ini diberikan dalam dosis kecil bila gejala utamanya rasa kembung dan tubuh terasa berat. Apabila diberikan peroral tampaknya estrogen tidak memperlihatkan mnfaat dibandingkan dengan placebo. Diuretic bisa menyebabkan pusing. Progesteron Obat pemancing atau perangsang jarang menyebabkan infeksi dan ruam di vagina. litium. Inhibitor prostaglandin Asam mafenamat dan natrium naproksen telah dikaji dalam lima uji control acak. penghambat monoamine oksidasi. dan anti depresan trisiklik pernah dicoba dan dinilai dalam sejumlah kecil uji. terutama diantara para psikolog klinis. Semua melaporkan perbaikan gejala yang bermakna. b. g. Diuretik Diuretik adalah obat-obatan yang berfungsi mengeluarkan lebih banyak air dari tubuh. d. Danazol Obat ini efektif untuk depresi. malas dan mulut terasa kering.Stress meningkatkan beratnya gejala sindrom premenstruasi. kembung. Terapi Hormon a. sempoyong. tetapi sebagian studi tidak dapat membuktikannya. nyeri payudara dan gangguan emosional. karena itu harus menghindari stress dengan latihan teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi secara teratur. Psikotherapi Terapi perilaku kognitif telah semakin luas diterima. Iritasi setempat atau tingginya gas di perut bila dimasukkan dalam anus. Estrogen Supresi ovulasi dengan koyo dan implant estradiol telah meunjukkan bermanfaat. Banyak pengidap premenstruasi sindro juga mengeluh disfungsi menstruasi sehingga terapi untuk yang terakhir mungkin memperbaiki keadaan umum secara keseluruhan. e. c. Danazol tidak mengubah siklus menstruasi dalam dosis-sosis yang 40 . kram pada abdomen. Obat psikotropika Golongan benzodiazepine. f. 2. Terdapat beberapa studi terkontrol yang membuktikan efektivitas psikotherapi. Obat-obatan ini tidak memiliki efek samping yang serius pada dosis kecil.

C. alamat. silklusnya teratur atau tidak. punggung. Riwayat obstetri: pernah hamil. Riwayat menstruasi: menarche umur berapa tahun. Identitas klien . Riwayat Penyakit seperti DM. perut bagian bawah. lemah otot. gejala penyerta.7 Asuhan Keperawatan A. Riwayat penggunaan kontrasepsi: kontrasepsi dapat menganggu siklus menstruasi e. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase menstruasi.6. tangan gemetari. j. paha.dianjurkan untuk perawatan sindrom premenstruasi. upaya yang dilakukan selama menderita penyakit. sejak kapan. 2. Lithium Karbonat Obat ini kadang diresepkan untuk mengontrol perilaku abnormal berulang terkait dengan sindrom premenstruasi. kualitas. merasa tidak berguna. B. jenis kelamin. tumor Persepsi wanita tentang budaya dan etnik Gaya hidup: aktivitas yang berlebihan menyebabkan gangguan menstruasi Koping : apa yang dilakukan bila setiap kali ada masalah waktu menstruasi Nyeri : lokasi (di punggung. pola dan aktivitas seksual f. merasa tidak ada kekuatan. mual muntah dan diare. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya berhubungan dengan kurang informasi. Bormokriptin Obat ini dianjurkan untuk pembengkakan dan nyeri di payudara. Keluhan utama . tiroid. nyeri pada kepala. status b. haus. simpisis. Biasanya diberikan selama paruh kedua siklus menstruasi. Perencanaan 41 . putus asa. i. Diagnosa Keperawatan 1. Pengkajian a.. l. banyak atau sedikit. c. k. Riwayat seksual: tanda pubertas sekunder. Efek sampingnya adalah penambahan berat badan. intensitas. semakin memburuknya kondisi. payudara. kram otot dan ruam kulit. d. pola. h. 2. melahirkan g. Ini bisa menimbulkan efek samping ringan seperti letih. Riwayat keperawatan . kencing berlebihan. abdomen. umur. Lithium karbonat diberikan dalam dosis kecil selama hari yang bersangkutan untuk meminimalkan efek samping ini. Status emosi: malu dengan keadaan. meliputi nama.dll). serta koping terhadap nyeri m. menyalahkan diri. pusing. d. e.

dan respon hemodinamik) klien. R/ dengan mengetahui penyebab nyeri klien dapat bertoleransi terhadap nyeri. R/ meningkatkan motivasi klien dalam mengatasi nyeri 9) Kolaborasi pemberian analgetik ( ibuprofen. Tujuan: setelah diberikan asuhan keperawatan selama …. 2. 5) Jelaskan penyebab nyeri klien. Intervensi : 1) Pantau/ catat karakteristik nyeri ( respon verbal. 3) Kaji intensitas nyeri dengan menggunakan skala 0-10. ponstan) dan Midol. 42 . 6) Bantu untuk melakukan tindakan relaksasi. klien tidak memegang punggung. gejalanya . kepala atau daerah lainnya yang sakit. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase menstruasi. Kriteria hasil: klien mengatakan nyeri berkurang. R/ ketidakpercayaan orang lain membuat klien tidak toleransi terhadap nyeri sehingga klien merasakan nyeri semakin meningkat. Tujuan: setelah diberikan penyuluhan klien akan mengetahui tentang gangguan menstruasi. naproksen. R/ meningkatkan sirkulasi dan menurunkan kontraksi uterus sehingga iskemia tidak terjadi. R/ untuk mendapatkan indikator nyeri. R/untuk mendapatkan sumber nyeri. 8) Berikan pujian untuk kesabaran klien.1.. keringat berkurang. Kriteria hasil: klien menyebutkan jenis gangguan menstruasi.serta penanganannya. non verbal. R/ analgetik tersebut bekerja menghambat sintesa prostaglandin dan midol sebagai relaksan uterus. R/ nyeri merupakan pengalaman subyektif klien dan metode skala merupakan metode yang mudah serta terpercaya untuk menentukan intensitas nyeri. distraksi.x 24 jam nyeri klien akan berkurang. menjelaskan menstruasi yang normal. R/ memodifikasi reaksi fisik dan psikis terhadap nyeri 7) Lakukan kompres/mandi air panas. 2) Kaji lokasi nyeri dengan memantau lokasi yang ditunjuk oleh klien. massage. 4) Tunjukan sikap penerimaan respon nyeri klien dan akui nyeri yang klien rasakan. penyebab. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan penanganannya berhubungan dengan kurang informasi.

Desmenorea sekunder adalah rasa nyeri yang diakibatkan oleh penyebab ganguan klinik. Dismenorea primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan alat genital yang nyata. diare. Nyeri ini timbul lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan haid dan berlangsung beberapa hari sebelum dan selama menstruasi. Bersamaan dengan rasa nyeri dijumpai rasa mual muntah. 2007) B. Karena kenyataannya prostaglandin banyak dihasilkan rahim bila ada benda asing di salam rahim seperti alat KB. dan paha. yaitu nyeri di perut bawah. jenis gangguan menstruasi. Klasifikasi a. Sifat rasa nyeri ialah seperti kejang yang biasanya terbatas pada perut bawah tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. 2. 43 .Intervensi: 1) Kaji tingkat pengetahuan klien mengenai menstruasi yang normal. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya bersama-sama dengan permulaan haid dan berlangsung beberapa hari. atau tumor. sakit kepala. R/ dengan memiliki pengetahuan tentang menstruasi klien dapat meningkatkan toleransi terhadap nyeri dan dapat mencari jalan keluar untuk masalah gangguan menstruasinya.penyebab. 2) Jelaskan mengenai siklus menstruasi yang normal. dan penanganannya. jenis gangguan menstruasi. gejala dan penanganannya. dan sebagainya. Definisi Dismenore (nyeri menstruasi). R/ meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang menstruasi. menyebar ke daerah pinggang. atau tidak ada hubungan dengan kelainan genekologik dan merupakan cirri-ciri siklus ovulasi dan biasanya timbul stelah 12 bulan atau lebih setelah menarche. penyebab. gejala. (Winkjosastro. iritabilitas. 4) Beri kesempatan klien untuk bertanya. R/ meningkatkan pengetahuan klien tentang penanganan nyeri secara non farmakologis. Rasa sakit yang muncul pada desminora ini berkaitan dengan hormon prostaglandin. 3) Jelaskan metode-metode untuk mengurangi nyeri. R/ mengidentifikasi luasnya masalah klien dan perlunya intervensi.7 DISMINORE A. b.

terutama tumor fibroid. TBC. D. e) Penyakit-penyakit tubuh seperti . Adapun factor penyebab nyeri menstruasi ini antara lain : a) Faktor psikis Remaja dan ibu-ibu emosinya tidak stabil sehingga mudah mengalami nyeri menstruasi b) Faktor endokrin Timbulnya nyeri menstruasi diduga karena kontraksi rahim uters yang berlebihan. Etiologi a. c) Faktor prostaglandin Teori ini menyatakan nyeri menstruasi timbul karena peningkatan produksi prostaglandin (oleh dinding rahin) saat menstruasi. sehingga dianggap berhubungan dengan ganggua keseimbangan hormone. bisa ditemukan di dalam selaput usus. di jaringan payudara atau di tempat lain. anemia. dan rendakontraksi pada masa lutheal. Peningkatan 44 . g) Penyakit rongga panggul h) Polip uterus. adanya selaput lendir rahim. Uterine fibroids. Postur tubuh terlalu kurus.Prostaglandin berpengaruh dalam meningkatkan kontraksi otot rahim yang bertujuan mendorong benda asing itu keluar. adanya selaput lendir rahim di tempat lain(endometriosis). servical stenosis. sel-sel endometrium yang terkelupas (sloughing endometrial cells) melepaskan prostaglandin. Desminore Primer: Penyebabnya tidak jelas. tetapi yang pasti selalu berkaitan dengan pelepasan sel-sel telur (ovulasi) dari kelenjar indung telur (ovarium). Desminore Sekunder a) Rahim kurang sempurna karena ukurannya terlalu kecil b) Posisi rahim yang tidak normal c) Adanya tumor dalam rongga rahim. Dismenorea Primer (primary dysmenorrhea) Biasanya terjadi dalam 6-12 bulan pertama setelah menarche (haid pertama) segera setelah siklus ovulasi teratur (regular ovulatory cycle) ditetapkan/ditentukan. misalnya myoma uteri d) Adanya tumor dalam rongga panggul. b. yang menyebabkan iskemia uterus melalui kontraksi miometrium dan vasokonstriksi.Konstipasi.Selama menstruasi. Patofisiologi a. f) Udara terlalu dingin. yang letaknya dekat permukaan selaput lender rahim. C. Kelihatannya kontraksi otot rahim meningkat selama haid.

1992). mereduksi (mengurangi) aliran darah uterus. suatu stimulan miometrium yang kuat (a potent myometrial stimulant) dan vasoconstrictor. 1984. Peningkatan prostaglandin dapat berperan pada 45 . Hormon pituitari posterior. Sundell. 1990). Eden. 1997. Rees.kadar prostaglandin telah terbukti ditemukan pada cairan haid (menstrual fluid) pada wanita dengan dismenorea berat (severe dysmenorrhea). Riset terbaru menunjukkan bahwa patogenesis dismenorea primer adalah karena prostaglandin F2alpha (PGF2alpha). 1976). Jumlah leukotriene yang bermakna (significant) telah dipertunjukkan di endometrium wanita dengan dismenorea primer yang tidak berespon terhadap pengobatan dengan antagonis prostaglandin (Demers. 1990. dan nyeri (pain) pada penderita dismenorea primer (Akerlund. Banyak bukti kuat menghubungkan dismenorea dengan kontraksi uterus yang memanjang (prolonged uterine contractions) dan penurunan aliran darah ke miometrium. 1987. 1992. Peranan vasopressin di endometrium dapat berhubungan dengan sintesis dan pelepasan prostaglandin. Peningkatan endometrial prostaglandin sebanyak 3 kali lipat terjadi dari fase folikuler menuju fase luteal. Vasopressin juga memiliki peran yang sama. Leukotriene juga telah diterima (postulated) untuk mempertinggi sensitivitas nyeri serabut (pain fibers) di uterus (Helsa. setelah tahun-tahun normal. b. 1998). Kadar prostaglandin yang meningkat ditemukan di cairan endometrium (endometrial fluid) wanita dengan dismenorea dan berhubungan baik dengan derajat nyeri (Helsa. Nigam. Dismenorea Sekunder Dismenorea sekunder (secondary dysmenorrhea) Dapat terjadi kapan saja setelah menarche (haid pertama). namun paling sering muncul di usia 20-an atau 30-an. 1988. 1979). dengan peningkatan lebih lanjut yang terjadi selama menstruasi (Speroff. siklus tanpa nyeri (relatively painless cycles). Respon terhadap inhibitor prostaglandin pada pasien dengan dismenorea mendukung pernyataan bahwa dismenorea diperantarai oleh prostaglandin (prostaglandin mediated). 1998). yang ada di endometrium sekretori (Willman. Kadar ini memang meningkat terutama selama dua hari pertama menstruasi. 1991). terlibat pada hipersensitivitas miometrium. Dambro. Chegini. Peningkatan prostaglandin di endometrium yang mengikuti penurunan progesterone pada akhir fase luteal menimbulkan peningkatan tonus miometrium dan kontraksi uterus yang berlebihan (Dawood. vasopressin.

Congenital malformations (misalnya: bicornate uterus. Pelvic inflammatory disease c. namun. Tumor dan kista ovarium d. Transverse vaginal septum l. chronic pelvic inflammatory disease. dan penggunaan peralatan kontrasepsi atau IUD (intrauterine device). adenomyosis. penyakit pelvis yang menyertai (concomitant pelvic pathology) haruslah ada. subseptate uterus) j. Uterine polyps h. Penyebab yang umum termasuk: endometriosis. Oklusi atau stenosis servikal e. Intrauterine contraceptive device k. Adenomyosis f.dismenorea sekunder. secara pengertian (by definition). Kondisi patologis pelvis berikut ini dapat memicu atau mencetuskan dismenorea sekunder : a. Allen-Masters syndrome 46 . Karim Anton Calis (2006) mengemukakan sejumlah faktor yang terlibat dalam patogenesis dismenorea sekunder. leiomyomata (fibroid). Fibroids g. Pelvic congestion syndrome m. Endometriosis b. polip endometrium. Intrauterine adhesions i.

kista ovarium. kelainan otak Regresi korpus luteum Progesterone menurun Dismenore sekunder Labilisasi membrane lisosom (mudah pecah) Nyeri haid Enzim fosfolipase A2 meningkat MK:nyeri MK:Intoleran aktivitas Hidrolisis senyawa fosfolipid Terbentuk asam arakidonat prostaglandin PGE 2 Meningkatkan sensitisasi & menurunkan ambang rasa sakit pada ujng saraf aferen nervus pelvicus PGF 2α PGE 2 & PGF 2α dalam darah meningkat MK: intoleransi aktivitas Miometrium terangsang Meningkatkan kontraksi & disritmia uterus iskemia MK: nyeri Dismenore primer Nyeri haid 47 MK: ansietas . adenomiosis. Pathway Bila tidak terjadi kehamilan Penyakit :endometriosis. inflamasi pelvis.E.

Hesteroscopy. Bila perlu 48 . Histerosalphingographi. untuk mencari tahu apakah terdapat kelainan dalam anatomi rahim. myoma submukosa. Penatalaksanaan a. dan inflamasi) nyeri kepala G. b. misalnya dengan kebiasaan makan berserat. missal posisi. Manifestasi Klinis NO DISMENORE PRIMER DISMENORE SEKUNDER 1 Usia muda (sebelum berusia Usia lebih tua (setelah berusia 25 tahun) 2 25 tahun) Timbul setelah 3 4 siklus haid yang teratur haid teratur Sering pada nulipara Tidak berhubungan dengan paritas Nyeri sering terasa sebagai Nyeri sering terasa terus-menerus dan terjadinya Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus kejang uterus dan spastik tumpul. agar aliran darah di rongga panggul lancar. untuk melihat kemungkinan adanya endometriosis. Secara umum . untuk mencari tahu apakah terdapat kelainan dalam rongga rahim. Pemeriksaan Penunjang a. Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya dijumpai darah keadaan Berhubungan dengan kelainan pelvik 5 Tidak 6 patologik pelvik Hanya terjadi pada siklus haid Tidak 7 anovulatorik. dan penyakitpenyakit lain dalam rongga panggul H. Selain itu .F. ovulasi Sering disertai mual.olahraga dan latihan peregangan otot-otot dan ligament sekitar rongga panggul . ukuran dan luas ruangan rahim. Laparoscopy. untuk membuat gambar dalam rongga rahim. seperti polypendometrium. c. seperti polyp atau tumor lain. Ultrasonography. d. atau adenomyosis. muntah. low back pain. Sering disertai demam (adanya proses berhubungan dengan adanya kelelahan. dengan berolahraga perlu diatasi.

f) Memburuk saat palpasi atau bergerak c. punggung atau paha.sekali-kali boleh diberi obat pencahar. seperti jeni I. Pemberian obat-obat antisakit. posisi rahim yang tidak normal dibenarkan menggiunakan alat yang disebut pessarium. Setelah posisi rahim benar dan kelihatannya disminore menjadi berkurang /hilang kemudian dilanjutkan dengan penegangan ligament rahim. e) Operasi seperti curet . Pengkajian a. d) Obat-obat penghambat pengeluaran hormon prostaglandin. c. Penderita dianjurkan tetap melakukan aktivitasnya sehari-hari. 49 . dan memperlancar aliran darah ke dalam rongga panggul. Deskripsi nyeri a) Awitan yang terkait dangan masa menstruasi b) Rasa kram spasmodic atau menetap c) Lokasi menyeluruh atau spesifik d) Unilateral atau seluruh abdomen bagian bawah e) Lokasi pada abdomen bagian bawah. I. Riwayat menstruasi a) Awitan menarke b) Awitan dismenore yang berkaitan dengan minarke c) Frekuensi dan keteraturan siklus d) Lama dan jumlah aliran menstruasi e) Hubungan antara dismenore dengan siklus dan aliran menstruasi. misalnya lobang saluran leher rahim yang terlalu sempit bisa dilebarkan. yaitu obat-obatan untuk mengurangi kontraksi otot rahim. dan operasi pemotongan syaraf daerah pinggul. aspirin. Asuhan Keperawatan 1. asam mefenamat. Secara khusus kelainan-kelainan di dalam rongga panggul perlu dibenahi. Gejala yang berkaitan a) Gejala ekstragenetalia b) Dispareunia.konstan atau bersiklus yang berhubungna dengan silus menstruasi. indo metchine. a) Obat-obatan analgesic sebaiknya bukan dari golongan narkotik seperti morphin dan codein. b) Obat-obatan tecolitic. Pengobatan secara umum yaitu. c) Pengobatan hormonal berupa obat-obatan KB yang kombinasi untuk menghambat terjadinya pelepasan telur dari kelenjar ovarium. khususnya rahim. b. b.Penyakit radang di daerah rongga panggul memerlukan obat-obatan antibiotic atau penyinaran /pemanasan daerah panggul.

g. Diagnosa Keperawatan a. yang dan otot relaksasi. skala nyeri ringan.d. kultur IMS. d) Catat bila terdapat sistokel atau prolaps uterus.muntah. periksa adanya fibroid. Pemeriksaan fisik a.saat menurnnya iskemic dapat menurunkan intensitas nyeri dan juga 50 . b) Catat warna atau bau yang tidak biasa dari rabas vagina . Panas bekerja Ajarkan Relaksasi : Tehnik-tehnik untuk dengan pedoman meningkatkan vasodilatasi menurunkan ketegangan otot rangka. f. c. c) Catat setiap masa atau nodul pada adneksa. c) Persiapkan uji kultur serviks. Intervensi Keperawatan a. terutama nyeri unilateral. dan uji darah bila perlu. Intoleransi aktifitas b/d nyeri dismenore d. Dapat mengindentifikasi aktivitas yang meningkatkan/menurunkan nyeri. lakukan pemeriksaan sediaan basah. Nyeri akut b/d gangguan menstruasi b. Nyeri akut b/d gangguan menstruasi Tujuan : Setelah diberikan askep selama 1×24 jam diharapkan nyeri pasien berkurang kriteria hasil : Nyeri berkurang/dapat diadaptasi.diare sekunder c. Perencanan Rasional Jelaskan dan bantu klien dengan tindakan Pendekatan dengan menggunakan relaksasi pereda nyeri nonfarmakologi dan non invasif. Riwayat obstetri-paritas Pemasangan AKDR Riwayat kondisi yang mungkin mengakibatkan dismenore sekunder. 2. e. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual. Pemeriksaan bimanual a) Catat nyeri tekan akibat gerakan serviks b) Catat ukuran bentuk dan konsestensi uterus. Pemeriksaan speculum a) Observasi ostiumm uteri untuk mendeteksi polip. Pencatatan usia dan berat badan b. dan nonfarmakologi lainnya telah menunjukkan keefektifan dalam mengurangi Ajarkan penggunaan kompres hangat nyeri. berdasarkan riwayat pasien. Ansietas b/d ineffektif koping individu 3. Meringankan kram abdomen.

sehingga sodium nyeri akan berkurang.diare sekunder 51 . 30 menit setelah pemberian mengembangkan kepatuhan klien terhadap obat analgetik untuk mengkaji efektivitasnya.OC’s sebelum terjadi menstruasi. misal waktu tidur. ibuprofen ( Motrin). menurunkan jumlah darah haid. engkajian yang optimal akan memberikan Serta setiap 1 – 2 jam setelah tindakan perawat data yang obyektif untuk mencegah perawatan selama 1 – 2 hari. Akan melancarkan peredaran darah. Kolaborasi pemberian obat seperti penghambat sintesa prostaglandin ( PGSI). analgetik. sehingga akan mengurangi nyerinya. Dan dapat membantu motorik klien. Analgetik memblok lintasan nyeri. kebutuhan O2 oleh jaringan akan terpenuhi. kemungkinan komplikasi dan melakukan Kolaborasi dengan dokter. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual.tingkatkan relaksasi masase. b. Kontrasepsi oral dapat jika klien menginginkan ( Anaprox) dan ibuprofen setidaknya 48 jam diberikan kontrasepsi sebagai pembebas nyeri. biofeedback. uterus. meditasi. Mengurangi nyeri dengan relaksasi otot vertebra dsn menigkatkanü suplai darah. Anjurkan menurunkan masukan sodium selama seminggu sebelum mens Tingkatkan pengetahuan tentang : sebab-sebab nyeri. Mengalihkan perhatian nyerinya ke hal-hal Berikan kesempatan waktu istirahat bila terasa nyeri dan berikan posisi yang nyaman . Ajarkan metode distraksi selama nyeri akut. Istirahat akan merelaksasi semua jaringan sehingga akan meningkatkan kenyamanan Mengurangi resiko retensi cairan. rencana teraupetik. yang mengurangi jumlah prostaglandin dan dysmenorrhea. dan relaksasi therapy. naproxen mencegah ovulasi. belakangnya dipasang bantal kecil. sehingga Lakukan pijatan punggung bawah. dan menghubungkan berapa lama nyeri akan berlangsung. pemberian intervensi yang tepat.muntah. dan respon mengurangi nyerinya. yang menyenangkan. Pengetahuan yang akan dirasakan membantu Observasi ulang tingkat nyeri. Banyak perempuan yang mengdapatkan hal positif dengan yoga.

Intoleransi aktifitas b/d nyeri dismenore Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1×24 jam diharapkan pasien menunjukan perbaikan intoleransi aktifitas dengan kriteria hasil pasien dapat melakukan aktivitas Perencanaan Rasional Hindari seringnya melakukan intervensi yang Istirahat yang cukup dapat menurunkan stress tidak penting yang dapat dan meningkatkan kenyamanan membuat lelah. 30 menit setelah pemberian Pengkajian yang optimal akan memberikan obat analgetik untuk mengkaji perawat data yang obyektif untuk mencegah efektivitasnya. dan responresistensi terhadap infeksi motorik klien. Ansietas b/d ineffektif koping individu Tujuan : Setelah diberikan askep selama 1×24 jam diharapkan kecemasan menurun dengan kriteria hasil Ps tenang dan dapat mengekspresikan perasaannya 52 . d. intervensi yang tepat. berikan istirahat yang cukup Berikan istirahat cukup dan tidur 8 – 10 jamistirahat cukup dan tidur cukup menurunkan tiap malam kelelahan dan meningkatkan Observasi ulang tingkat nyeri. Perencanaan Timbang BB setiap hari Rasional agar dapat mengetahui perubahan berat badan Pantau hasil lab Jelaskan pentingnya nutrisi adekuat setiap harinya memntau perubahan nilai hasil lab nutrisi yang adekuat dapat meningkatkan Beri suasana menyenangkan saat makan berat badan Beri makanan dengan protein dan kalori yang dapat meningkatkan nafsu makan meningkatkan asupan energi tinggi c. Serta setiap 1 – 2 jam setelah kemungkinan komplikasi dan melakukan tindakan perawatan selama 1 – 2 hari.Tujuan : Setelah diberikan askep selama 1×24 jam diharakan pasien menunjukkan perbaikan nutrisi dengan kriteria hasil mual muntah teratasi.

Jelaskan pada klien tentang etiologi/faktor dismenore. yang dapat dimanifestasikan sebagai ketakutan/ansietas. Membantu klien mengalami efek fisiologi hipoksia. Definisi Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid. mengurangi ansietas dan mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik. latihan napas dalam. Mastalgia siklik : berhubungan dengan menstruasi 53 . 2. Pertahankan perilaku tenang. bantu pasien untuk kontrol diri dengan menggunakan pernapasan lebih lambat dan dalam. imajinasi terbimbing pengalihan perhatian selama episode asma dapat menurunkan ketakutan dan kecemasan Informasikan tentang perawatan. dan pengobatan menurunkan rasa takut dan kehilangan control akan dirinya Pengetahuan apa yang diharapkan dapat Jelaskan pada klien bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan.Perencanaan Jelaskan prosedur yang diberikan dan ulangi dengan sering Anjurkan orang terdekat berpartisipasi dalam asuhan Rasional Informasi memperkecil rasa takut dan ketidaktauan Meningkatkan perasaan berbagi Anjurkan dan berikan kesempatan pada pasien untuk mengajukan pertanyaan dan menyatakan masalah membuat perasaan terbuka dan bekerja sama Singkirkan stimulus yang berlebihan memberi lingkungan yang lebih tenang Ajarkan teknik relaksasi. Nyeri payudara dibagi ke dalam 2 kelompok: a. Pengetahuan apa yang diharapkan dapat mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik.8 Mastodinia atau Mastalgia A.

Nyeri bisa hanya dirasakan di salah satu payudara atau bisa juga menjalar ke ketiak. Diuretik (obat untuk mengeluarkan air seni) b. Nyeri pada mastalgia non-siklik biasanya terus menerus ada dan hanya pada lokasi tertentu di payudara. Zat tertentu di dalam makanan atau minuman (misalnya metilsantin yang terkandung di dalam kopi) l. Infeksi payudara h. aldakton. B. kandungan asam lemak pada penderita mastalgia siklik. EPO (evening primrose oil. EPO mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan bisa menormalkan d. e. anadrol dan klorpromazin) j. Obat-obatan (misalnya digitalis. Cedera atau benturan pada payudara b. 54 . f. Nyeri bisa dirasakan pada salah satu ataupun kedua payudara.b. Terapi estrogen g. h. Alkoholik disertai kerusakan hati k. Viteks (Vitex agnus-castus. Viteks dapat menyeimbangkan kadar hormon pada penderita mastalgia siklik dan sindroma premenstruasi. D. g. Manifestasi Klinis Payudara terasa nyeri atau nyeri timbul bila payudara ditekan. Beberapa wanita merasakan nyeri payudara di sekitar masa ovulasi (pelepasan sel telur) yang terus berlanjut sampai masa menstruasi tiba. Pil KB Progesteron Tamoxifen Tamoxifen adalah suatu anti estrogen yang digunakan untuk mengobati atau mencegah kanker payudara. aldomet. dosis 3 gram/hari) c. Nyeri artritik di dalam rongga dada dan leher yang menjalar ke payudara c. Kehamilan d. dosis 40 mg/hari) i. nyerinya bisa menyebar atau terlokalisir. Kanker payudara (tetapi tidak setiap nyeri pada payudara merupakan pertanda dari kanker payudara). Menjelang menopause f. Mastalgia non-siklik : tidak berhubungan dengan menstruasi dan bisa berasal dari payudara maupun struktur di sekitar payudara (misalnya otot atau persendian). Obat ini efektif dalam mengurangi mastalgia. C. Penyebabnya bisa berupa: a. Penatalaksanaan a) Pengobatan a. Etiologi Jenis mastalgia yang paling sering ditemukan adalah mastalgia siklik yang terjadi akibat perubahan hormonal. Menjelang pubertas i. Menyusui e.

d. Kurangi asupan kopi. b) Penatalaksanaan a. BH yang pas bisa mengurangi nyeri secara drastis.j. Kebanyakan nyeri bersifat ringan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan atau tahun. b. 55 . Untuk kedua jenis mastalgia payudara ada tips yang dapat anda lakukan: c. Vitamin E (400-800 unit/hari) f. teh dan coklat g. Cedera pada permukaan payudara yang menunjukkan adanya infeksi diobati dengan antibiotik. Gunakan BH yang nyaman dan pas. Pengobatan untuk mastalgia non-siklik tergantung kepada penyebabnya. Obat lainnya yang juga digunakan adalah danazol dan bromocriptine. Obat pereda nyeri yang dijual bebas. Kurangi asupan lemak jenuh dan garam e. Hal ini sangat penting jika penderita melakukan olah raga berat.