You are on page 1of 63

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1

Mikrokontroler

2.1.1

Sejarah Mikrokontroler
Karena kebutuhan yang tinggi terhadap “chip-chip pintar” dengan

berbagai fasilitasnya, maka berbagai vendor juga berlomba untuk menawarkan
produk-produk mikrokontrolernya. Hal tersebut terjadi semenjak tahun 1970-an.
Mikrokontroler pertama kali dikenalkan oleh Texas Instrument dengan seri
TMS 1000 pada tahun 1974 yang merupakan mikrokontroler 4 bit. Pada tahun
1976 Intel mengeluarkan mikrokontroler yang kelak menjadi populer dengan
nama

8748

yang

merupakan

mikrokontroler

8

bit,

yang

merupakan

mikrokontroler dari keluarga MCS 48. Sekarang dipasaran banyak sekali ditemui
mikrokontroler mulai dari 8 bit sampai dengan 64 bit, sehingga perbedaan antara
mikrokontroler

dan

mikroprosesor

sangat

tipis.

Masing-masing

vendor

mengeluarkan mikrokontroler dengan dilengkapi fasilitas-fasilitas yang cenderung
memudahkan user untuk merancang sebuah sistem dengan komponen luar yang
relatif lebih sedikit. Saat ini mikrokontroler yang banyak beredar dipasaran adalah
mikrokontroler 8 bit varian keluarga MCS51(CISC) yang dikeluarkan oleh Atmel
dengan seri AT89Sxx, dan mikrokontroler AVR yang merupakan mikrokontroler
RISC dengan seri ATMEGA8535 (walaupun varian dari mikrokontroler AVR
sangatlah banyak, dengan masing-masing memiliki fitur yang berbeda). Dengan
mikrokontroler tersebut pengguna (pemula) sudah bisa membuat sebuah sistem
untuk keperluan sehari-hari, seperti pengendali peralatan rumah tangga jarak jauh
yang

menggunakan

remote

control

televisi,

radio

frekuensi,

maupun

menggunakan ponsel, membuat jam digital, termometer digital dan sebagainya.
Motorola

mengeluarkan

seri

mikrokontroler

6800

yang

terus

dikembangkan hingga sekarang menjadi 68HC05, 68HC08, 68HC11, 68HC12,
dan 68HC16. Zilog juga mengeluarkan seri mikroprosesor Z80-nya yang terkenal
dan terus dikembangkan hingga kini menjadi Z180 dan kemudian diadopsi juga

oleh mikroprosesor Rabbit. Intel mengeluarkan mikrokontrolernya yang populer
di dunia yaitu 8051, yang karena begitu populernya maka arsitektur 8051 tersebut
kemudian diadopsi oleh vendor lain seperti Phillips, Siemens, Atmel, dan vendorvendor lain dalam produk mikrokontroler mereka. Selain itu masih ada
mikrokontroler populer lainnya seperti Basic Stamps, PIC dari Microchip, MSP
430 dari Texas Instrument dan masih banyak lagi.
Selain mikroprosesor dan mikrokontroler, sebenarnya telah bemunculan
chip-chip pintar lain seperti DSP prosesor dan Application Spesific Integrated
Circuit (ASIC). Di masa depan, chip-chip mungil berkemampuan sangat tinggi
akan mendominasi semua desain elektronik di dunia sehingga mampu
memberikan kemampuan komputasi yang tinggi serta meminimumkan jumlah
komponen-komponen konvensional.
2.1.2

Mikrokontroler PIC (Peripheral Interface Controller)
Kontroller Antarmuka Peripheral ( PIC ) adalah salah satu mikrokontroler

canggih yang dikembangkan oleh teknologi microchip . Mikrokontroler ini
banyak digunakan dalam aplikasi elektronik modern . Sebuah controller PIC
mengintegrasikan semua jenis port interfacing maju dan modul memori.
Kontroler ini lebih maju dari mikrokontroler normal seperti INTEL 8051. Chip
PIC pertama diumumkan pada tahun 1975 ( PIC1650 ) . Seperti seperti
mikrokontroler normal, chip PIC juga menggabungkan unit mikroprosesor disebut
CPU dan terintegrasi dengan berbagai jenis modul memori ( RAM , ROM ,
EEPROM , dll ) , I / O port , timer / counter , port komunikasi , dll

Gambar 2.1 Peripheral Interface Controller (PIC 16F84)

Semua PIC mikrokontroler keluarga menggunakan arsitektur Harvard .
Arsitektur ini memiliki program dan data yang diakses dari kenangan terpisah
sehingga perangkat memiliki bus memori program dan memori data bus ( lebih
dari 8 jalur di bus normal) . Hal ini meningkatkan bandwidth (data throughput
yang ) lebih arsitektur von Neumann tradisional di mana program dan data yang
diambil dari memori yang sama ( mengakses melalui bus yang sama ) . Program
dan data memori memisahkan lanjut memungkinkan petunjuk untuk menjadi
berukuran berbeda dari 8 - bit lebar kata data.
Struktur dasar dari Peripheral Chip pengontrol antarmuka modern acara pada
gambar di bawah :

Gambar 2.2 Struktur Peripheral Interface Controller

3 Bagian – Bagian PIC (Peripheral Interface Controller) A. dll CPU di PIC biasanya mendukung Instruksi Reduced Set Computer (RISC) arsitektur (Reduced Instruction Set Computer) (RISC). data tetap dalam chip ROM ini. CPU Fungsi CPU di PIC adalah sama dengan mikrokontroler CPU normal. RISC struktur hanya memiliki 35 instruksi sederhana dibandingkan dengan yang lain. unit kontrol. RISC ini struktur memberikan keuntungan sebagai berikut. Seperti seperti mikrokontroler normal.1. Isi dalam perubahan EEPROM selama jangka waktu dan pada saat itu bertindak seperti memori RAM. EEPROM. B. Memori ROM juga disebut sebagai memori program. jenis mikroprosesor yang berfokus pada proses yang cepat dan efisien dari satu set yang relatif kecil instruksi. dll Memori ROM digunakan untuk penyimpanan permanen. Waktu eksekusi yang sama untuk sebagian besar instruksi (kecuali sangat sedikit angka). ROM. akumulator. 2. Ini adalah salah satu keuntungan khusus EEPROM. Memori EEPROM adalah kategori lain memori ROM. Tetapi perbedaannya adalah setelah listrik padam. Sebuah chip PIC memiliki sejumlah memori ROM. ALU. Akibatnya. desain RISC didasarkan pada premis bahwa sebagian besar instruksi komputer menerjemahkan dan mengeksekusi sederhana.2. Eksekusi waktu yang dibutuhkan sangat kurang (5 juta instruksi / detik (sekitar). Dalam chip . memori flash lain. Memori Memori dalam sebuah chip PIC digunakan untuk menyimpan data dan program sementara atau permanen. 1. chip PIC juga memiliki sejumlah RAM.). 3. arsitektur RISC membatasi jumlah instruksi yang dibangun ke dalam mikrokontroler tetapi mengoptimalkan masing-masing sehingga dapat dilakukan dengan sangat cepat (biasanya dalam satu siklus clock tunggal. Sebuah PIC CPU terdiri dari beberapa sub unit seperti instruksi decoder.

Seperti seperti mikrokontroler normal. tujuan mereka adalah yang telah ditentukan selama waktu manufaktur dan tidak dapat diubah oleh pengguna. Memori RAM adalah salah satu modul memori yang kompleks dalam sebuah chip PIC. Sebuah tujuan umum daftar dapat menyimpan baik alamat data secara bersamaan. D. Register dapat dianggap sebagai alas kecil CPU. BANK 1. dll). isi dalam RAM akan dihapus. dan MENGHAPUS operasi dapat dilakukan berkali-kali. memori RAM yang digunakan untuk menyimpan data sementara dan memberikan hasil langsung. 2) Register Fungsi Khusus (SFR) Ini juga merupakan bagian dari lokasi memori RAM. menyimpan instruksi atau data sementara. Memori ini dikaitkan dengan berbagai jenis register (register fungsi khusus dan register tujuan umum) dan modul memori BANK (BANK 0. TULIS. Sebuah Chip PIC biasanya mengandung sejumlah memori flash. Setelah listrik padam. Hal ini hanya untuk fungsi-fungsi khusus khus. 1) General Purpose Register (GPR) Sebuah tujuan umum register (atau register prosesor) adalah tempat penyimpanan kecil yang tersedia pada CPU yang isinya dapat diakses lebih cepat dari penyimpanan lain yang tersedia di PIC. . Register Informasi yang disimpan dalam lokasi memori CPU yang disebut register. Jenis memori diciptakan oleh INTEL korporasi pada tahun 1980. Dibandingkan dengan GPR.PIC fungsi EPROM adalah untuk menyimpan nilai-nilai yang diciptakan selama runtime. C. Register pada dasarnya diklasifikasikan menjadi berikut. Flash Memori Ini adalah jenis khusus dari memori di mana BACA.

F. USART atau UART Port ini digunakan untuk transmisi (TX) dan penerimaan (RX) data.E. Penundaan ini menghentikan eksekusi saat interval tertentu. Bluetooth. Fungsi alamat bus untuk mengirimkan alamat dari CPU ke lokasi memori. RC (Resistor-Capacitor). Sebuah chip PIC biasanya menggunakan berbagai jenis generator jam. Oscillators Unit oscillator pada dasarnya osilasi / jam menghasilkan sirkuit yang digunakan untuk menyediakan jam pulsa yang tepat untuk chip PIC. 1) Data bus Bus data digunakan untuk mengatasi memori. osilator dan frekuensi yang dapat bervariasi. RLC (Resistor-Induktor-kapasitor). Jam ini juga membantu pulsa waktu dan penghitungan aplikasi. Interupsi Interupsi adalah penundaan sementara dalam program berjalan. Dalam sebuah chip mikrokontroler normal. 2) Alamat bus Alamat bus banyak digunakan untuk mengatasi memori. osilator kristal. IR. G. LC (Induktor-Capacitor). Menurut aplikasi dan jenis PIC digunakan. dua jenis bus biasanya tersedia. kemudian berhenti eksekusi reguler. Interupsi dapat dilakukan oleh eksternal (hardware interrupt) atau internal (dengan menggunakan software). . dll ini adalah salah satu cara paling sederhana untuk berkomunikasi chip PIC dengan perangkat lain. Ini Interval / delay biasanya disebut sebagai interupsi. Transmisi ini dimungkinkan dengan bantuan berbagai modul Data transceiver digital seperti RF. dll adalah osilator biasa digunakan dengan Sebuah chip PIC. H. Bis BUS adalah komunikasi atau transmisi data / penerimaan jalan di unit mikrokontroler. Ketika permintaan interupsi tiba menjadi program eksekusi saat. Fungsi data bus interfacing semua komponen sirkuit di dalam chip PIC.

Registrasi beralih perbankan diperlukan untuk mengakses RAM dari perangkat lain. 2. fitur ini dapat berubah.I. jumlah port dapat berubah. PKC modul. dalam rangkaian debugger. Menurut jenis PIC. Operasi dan register tidak ortogonal. tegangan pembanding. 3. osilator start up timer. Peripheral Interface Controller hanya memiliki satu akumulator. power on reset.4 Kelebihan dan Kekurangan PIC Kekurangan PIC Arsitektur : 1. dapat dengan mudah diakses. pemrograman tegangan rendah. Daerah ini atau unit yang disebut Stack digunakan di beberapa kontroler antarmuka Peripheral. cokelat keluar reset. STACK Seluruh chip PIC memiliki luas untuk menyimpan alamat kembali. Set instruksi Kecil. Memori Program ini tidak dapat diakses. j. Menurut jenis PIC. . Hardware stack tidak dapat diakses oleh perangkat lunak. Berbagai fitur canggih dalam antarmuka pengendali perifer power up timer.1. K. Tapi bagi sebagian besar pengendali. menonton waktu anjing. 2. 4. Input / output port Port ini digunakan untuk berbagai input / output device interfacing dan kenangan. 5. Blok fungsi canggih Bagian ini mencakup berbagai fitur canggih dari chip PIC.

1. 32 x 8 register umum b Data dan program memori 1. 2.System EEPROM . Keandalan Sistem dikontrol PIC sering berada mesin yang diharapkan untuk terus berjalan selama bertahun-tahun tanpa kesalahan apapun dan dalam beberapa kasus sembuh sendiri jika terjadi kesalahan (dengan bantuan dari pendukung firmware). 2. Memori Sebagian besar sistem berbasis PIC adalah memori yang dapat diupgrade dan akan membantu dalam mudah menambahkan lebih banyak memori sesuai dengan penggunaan dan jenis aplikasi. Kinerja Banyak sistem embedded berbasis PIC menggunakan prosesor RISC pipelined sederhana untuk perhitungan dan sebagian besar dari mereka memberikan on-chip SRAM untuk penyimpanan data untuk meningkatkan kinerja. a Menggunakan arsitektur AVR RISC 1.Kelebihan dari PIC Controlled Sistem 1. 1 Kb In. Konsumsi daya Sebuah sistem PIC dikendalikan beroperasi dengan konsumsi daya minimal tanpa mengorbankan kinerja. 32 Kb In-System Programmable Flash 2.5 Mikrokontroler ATMEGA32 Merupakan sebuah mikrokontroler low power CMOS 8 bit berdasarkan arsitektur AVR RISC. 4. Dalam aplikasi kecil memori inbuilt dapat digunakan. 131 perintah dengan satu clock cycle 2. 3. 2 Kb SRAM 3. Konsumsi daya dapat dikurangi dengan mandiri dan dinamis mengontrol beberapa platform kekuasaan. Mikrokontroler ini memiliki karakteristik sebagai berikut.

7 – 5.5 V Arsitektur AVR ini menggabungkan perintah secara efektif dengan 32 register umum.3 Diagram Blok ATMEGA32 . Berikut adalah blok diagram Mikrokontroler AVR ATMega32 : Gambar 2. Watch-dog Timer h 32 Bi-directional I/O  Tegangan operasi 2. Two Wire Interface d. USART Serial Communication e. On-Chip Oscillator g. Master/Slave SPI Serial Interface f. Semua register tersebut langsung terhubung dengan Arithmetic Logic Unit (ALU) yang memungkinkan 2 register terpisah diproses dengan satu perintah tunggal dalam satu clock cycle. Hal ini menghasilkan kode yang efektif dan kecepatan prosesnya 10 kali lebih cepat dari pada mikrokontroler CISC biasa.c.

Fungsi-fungsi khusus pin-pin port A dapat ditabelkan seperti yang tertera pada tabel.4 Pin – Pin ATMEGA32 Secara fungsional konfigurasi pin ATMega32 adalah sebagai berikut : 1. Ketika port A digunakan sebagai input dan di pull-up secara langsung.Gambar 2. Output buffer port A dapat mengalirkan arus sebesar 20 mA. . Pin-pin dari port A memiliki fungsi khusus yaitu dapat berfungsi sebagai channel ADC (Analog to Digital Converter) sebesar 10 bit. GND (Ground) 3. maka port A akan mengeluarkan arus jika internal pull-up resistor diaktifkan. VCC 2. Port A (PA7 – PA0) Port A adalah 8-bit port I/O yang bersifat bi-directional dan setiap pin memilki internal pull-up resistor.

Output buffer port C dapat mengalirkan arus sebesar 20 mA.1 Fungsi khusus port A Port PA7 PA6 PA5 PA4 PA3 PA2 PA1 PA0 Alternate Function ADC7 (ADC input channel 7) ADC6 (ADC input channel 6) ADC5 (ADC input channel 5) ADC4 (ADC input channel 4) ADC3 (ADC input channel 3) ADC2 (ADC input channel 2) ADC1 (ADC input channel 1) ADC0 (ADC input channel 0) d. Port B (PB7 – PB0) Port B adalah 8-bit port I/O yang bersifat bi-directional dan setiap pin mengandung internal pull-up resistor. port B akan mengalirkan arus jika internal pull-up resistor diaktifkan. Output buffer port B dapat mengalirkan arus sebesar 20 mA. Ketika port C digunakan sebagai input dan di pull-down secara langsung. Ketika port B digunakan sebagai input dan di pull-down secara external.Tabel 2.2 Fungsi khusus port B Port PB7 PB6 PB6 PB5 PB3 PB2 PB1 PB0 e. maka port C akan mengeluarkan arus jika internal pull-up resistor . Tabel 2. Alternate Function SCK (SPI Bus Serial Clock) MISO (SPI Bus Master Input/Slave Output) MOSI (SPI Bus Master Output/Slave Input) SS (SPI Slave Select Input) AIN1 (Analog Comparator Negative Input) OCO (Timer/Counter0 Output Compare Match Output) AIN0 (Analog Comparator Positive Input) INT2 (External Interrupt 2 Input) T1 (Timer/Counter1 External Counter Input) T0 (Timer/Counter External Counter Input) XCK (USART External Clock Input/Output) Port C (PC7 – PC0) Port C adalah 8-bit port I/O yang berfungsi bi-directional dan setiap pin memiliki internal pull-up resistor.

Output buffer port D dapat mengalirkan arus sebesar 20 mA. maka port D akan mengeluarkan arus jika internal pull-up resistor diaktifkan. Fungsi-fungsi khusus pin-pin port D dapat ditabelkan seperti yang tertera pada tabel dibawah ini. Ketika port D digunakan sebagai input dan di pull-down secara langsung. Alternate Function TOSC2 (Timer Oscillator Pin 2) TOSC1 (Timer Oscillator Pin 1) TD1 (JTAG Test Data In) TD0 (JTAG Test Data Out) TMS (JTAG Test Mode Select) TCK (JTAG Test Clock) SDA (Two-wire Serial Bus Data Input/Output Line) SCL (Two-wire Serial Bus Clock Line) Port D (PD7 – PD0) Port D adalah 8-bit port I/O yang berfungsi bi-directional dan setiap pin memiliki internal pull-up resistor. Tabel 2.3 Fungsi khusus port C Port PC7 PC6 PC6 PC5 PC3 PC2 PC1 PC0 f. Fungsi-fungsi khusus pin-pin port C dapat ditabelkan seperti yang tertera pada tabel dibawah ini.diaktifkan.4 Fungsi khusus port D Port PD7 PD6 PD6 PD5 PD3 PD2 PD1 PD0 Alternate Function OC2 (Timer / Counter2 Output Compare Match Output) ICP1 (Timer/Counter1 Input Capture Pin) OCIB (Timer/Counter1 Output Compare B Match Output) TD0 (JTAG Test Data Out) INT1 (External Interrupt 1 Input) INT0 (External Interrupt 0 Input) TXD (USART Output Pin) RXD (USART Input Pin) . Tabel 2.

sistem alarm. AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing). Pada mikrokontroler sudah terdapat komponen-komponen mikroprosesor dengan bus-bus internal yang saling berhubungan. Secara . Tentu saja itu terjadi karena kedua jenis mikrokontroler tersebut memiliki arsitektur yang berbeda. dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock. Mikrokontroler AVR memiliki arsitektur RISC 8 bit.6 Mikrokontroler ATMEGA8535 Mikrokontroler merupakan suatu komponen elektronika yang didalamnya terdapat rangkaian mikroprosesor. Dengan harga yang terjangkau memungkinkan mikrokontroler digunakan pada berbagai sistem elektronis.1. a. sedangkan seri MCS51 berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computing). dan sebagainya untuk sistem mikrokontroler. Timer. komponen I/O paralel dan serial. seperti pada robot. Timer. Hal ini disebabkan semua komponen penting tersebut telah ditanam bersama dengan sistem prosesor ke dalam IC tunggal mikrokontroler bersangkutan. ROM. sedangkan sistem mikroprosesor dikenal dengan istilah yang lebih terbatas yaitu Computer On a Chip (komputer dalam keping tunggal). dan interrupt controller. berbeda dengan instruksi MCS51 yang membutuhkan 12 siklus clock.2. hingga sistem automasi industri. peralatan telekomunikasi. memori (RAM/ROM) dan I/O. rangkaian tersebut terdapat dalam level chip atau biasa disebut single chip microcomputer. Komponen–komponen tersebut adalah RAM. Dengan alasan itu sistem mikrokontroler dikenal juga dengan istilah populer the real Computer On a Chip (komputer utuh dalam keping tunggal). tambahan komponen diatas secara praktis hampir tidak dibutuhkan lagi. Chip Mikrokontroler ATmega8535 Mikrokontroler sebagai sebuah “one chip solution” pada dasarnya adalah rangkaian terintregrasi (Integrated Circuit-IC) yang telah mengandung secara lengkap berbagai komponen pembentuk sebuah komputer. Berbeda dengan penggunaan mikroprosesor yang masih memerlukan komponen luar tambahan seperti RAM. ROM.

Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan. AVR dapat dikelompokkan menjadi empat kelas. peripheral dan fungsinya. mereka bisa dikatakan hampir sama. keluarga ATMega dan AT86RFxx. yaitu keluarga ATtiny. keluarga AT90Sxx.umum.5 Diagram Blok ATMEGA8535 . Gambar 2.

c. port A (PA0. ldi : (load immediate) : menulis konstanta ke register sebelum konstanta tersebut dikeluarkan ke I/O port Contoh : ldi r16. Dari gambar tersebut dapat dijelaskan secara fungsional konfigurasi pin ATmega8535 sebagai berikut : 1. 8.PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal.. yaitu komparator analog. yaitu Timer/Counter.. in : membaca data I/O port ke dalam register Contoh : in r16. out : menulis data register ke I/O port Contoh : out PortA.7 . GND merupakan pin ground. Port D (PD0.r16 3. 7. Konfigurasi Pin ATmega8535 Konfigurasi pin ATmega8535 bisa dilihat pada gambar 2. 2. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC. 10.PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus.PinA 2. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC. 3.6. interupsi eksternal dan komunikasi serial.0xff 4. Bahasa Program AVR ATMEGA Operasi Port Input / Output 1. sbi : (set bit in I/O) : membuat logika high pada sebuah bit I/O port Contoh : sbi PortB.. Port B (PB0..PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. 5.b. 9. komparator analog dan SPI.PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan 4. yaitu TWI. Port C (PC0. komparator analog dan Timer Oscilator. 6.

r15=r15+r14 2. Perkalian 8 bit dengan 8 bit menghasilkan bilangan 16 bit yang disimpan di r0 untuk byte rendah dan di r1 untuk byte tinggi. r1:r0=r21*r20 Operasi Logika 1.r14 . ori : Untuk meng-or-kan register dengan konstanta immediate Contoh : ori r15. sbic : (skip if bit in I/O is clear) : lompati satu instruksi jika bit I/O port dalam kondisi clear/low Contoh : sbic PortA.r20 . r19=r19-r14 4.0xfe .5 6.r14 .5. r15=r15+r14+C 3. andi : Untuk meng-and-kan register dengan konstanta immediate Contoh : andi r25. Contoh : mul r21. sub : Mengurangi isi dua register. r23=r23 and r27 2. adc : Menambahkan isi dua register dan isi carry flag Contoh : adc r15. sbis : (skip if bit in I/O is set) : lompati satu instruksi jika bit I/O port dalam kondisi set/high Contoh : sbis PortB. add : Menambahkan isi dua register. or : Untuk meng-or-kan dua register Contoh : or r18. cbi : (clear bit in I/O) : membuat logika low pada sebuah bit I/O port Contoh : cbi PortB.r17 . mul : Mengalikan dua register.r14 .3 7.0b11110000 3. Contoh : sub r19. and : Untuk meng-and-kan dua register Contoh : and r23.r27 . Contoh : add r15. r18=r18 or r17 4. Untuk memindahkan bilangan 16 bit antar register digunakan instruksi movw (copy register word).3 Operasi Aritmatika 1.

9. rcall (relative call) : Memanggil subroutin. Membuat jadi satu isi register Contoh : ser r16 . mov (move) : Meng-copy isi dua register 6. sbrc (skip if bit in register is clear) : Skip jika bit dalam register yang diuji clear 4.2. brne (branch if not equal) : Lompat ke label tertentu jika suatu hasil perbandingan adalah tidak sama.1 Sejarah PLC PLC pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an. 2. ser : Set all bit in register. 11. cp (compare) : Membandingkan isi dua register 5. ret (return) : Keluar dari subrutin. 8. sbis (skip if bit in I/O is set) : Skip jika bit I/O yang diuji set 3. 7. breq (branch if equal) : Lompat ke label tertentu jika suatu hasil perbandingan adalah sama. r16=0xff Instruksi Percabangan 1. 10.2 Programmable Logic Controller (PLC) 2. rjmp (relative jump) : Lompat ke label tertentu. r15=0x00 8. inc : Untuk menaikkan satu isi sebuah register Contoh : inc r14 6. Bedford Associates (Bedford.Alasan utama perancangan PLC adalah untuk menghilangkan beban ongkos perawatan dan penggantian sistem control mesin berbasis relay. cpi (compare with immediate) : Membandingakan isi register dengan konstanta tertentu. clr : Untuk mengosongkan (membuat jadi nol) isi register Contoh : clr r15 . .5. sbic (skip if bit in I/O is cleared) : Skip jika bit I/O yang diuji clear 2. dec : Untuk menurunkan satu isi sebuah register Contoh : dec r15 7.

Pada pertengahan tahun 1970-an. Dengan demikian PLC bias melakukan komunikasi dengan PLC lain dan bias ditempatkan lebih . Dengan demikian pengontrolan baru (the new controller) ini harus memudahkan para teknisi perawatan dan teknisi lapangan melakukan pmrograman. Sedangkan perusahaan lain mengajukan sistem berbasis computer (PDP-8). Hal ini menjadi sangat mahal jika perubahannya terlalu sering. Umur alat harus menjadi lebih panjang dan program proses dapat dimodipikasi atau dirubah dengan lebih mudah.yang akhirnya membutuhkan jadwal perawatan yang ketat.Jawabannya penggunaan teknik pemrograman yang telah banyak digunakan. Setelah mikroprosesor konvensional mengalami perbaikan dan pengembangan. Proses AMD 1901 dan 1903 cukup popular digunakan dalam MODICON dan PLC A-B. hingga saat ini masih ada yang berbasis pada AMD 2903. kecuali PLC kecil.MA) mengajukan usulan yang di beri nama MODICON (kepanjangan dari Modular Digital Controller) untuk perusahaan-perusahaan mobil di Amerika. MODICON 084 merupakan PLC pertama di dunia yang di gunakan pada produk komersial. Serta harus mampu bertahan dalam lingkungan industri yang keras. Karena relai merupakan alat mekanik. Bayangkan saja sebuah panel yang dilengkapi monitor ratusah hingga ribuan relai yang terkandung dalam sistem tersebut. PLC yang besar-besar mulai banyak menggunakan-nya.maka tentu saja memiliki umur hidup atau mesa penggunaanya terbatas. Bagai manapun juga. Mikroprosesor konvensional kekurangan daya dalam menyelesaikan secara cepat logika PLC untuk semua PLC. Sistem yang pertama adalah Modbus-nya MODICON.teknologi PLC yang dominan adalah sekuenser mesin kondisi dan CPU berbasis bit-slice. Saat kebutuhan produksi berubah maka demikian juga dengan sistem control-nya. Pelacakan kerusakan atau kesalahan menjadi cukup membosankan jika banyak relai yang digunakan. Kemampuan komunikasi pada PLC mulai muncul pada awal-awal tahun 1973. (Masalah kebiasaan dan pada dasarnya bahwa People do not like to change) dan mengganti bagian-bagian mekanik dengan teknologi solid-state (IC atau mikro elektronika atau sejenisnya).

Sekarang komampuan komunikasi ini dapat digunakan untuk mengirimkan dan menerima berbagai macam tegangan untuk membolehkan dunia analog ikut terlibat. saat itu merupakan tahun sangat hebat untuk PLC. Standar terakhir (ICE 1131-3) berusaha untuk menggabungkan bahasa pemrograman PLC dibawah satu standar internasional sekarang bisa dijumpai PLC-PLC yang dapat diprogram dalam diagram fungsi blok. artinya seperangkat perangkat lunak dan keras yang di adaptasi untuk keperluan aplikasi dalam dunia industri. 2. Tahun 1990-an dilakukan reduksi protokol baru dan moderinisasi lapisan fisik dari protocol-reotokol popular yang bertahan pada tahun 1980-an.Elemen-elemen dasar sebuah PLC .2. Pada tahun 1980-an dilakukan usaha untuk menstandarisasi komunikasi dengan protokol otomasi pabrik milik General Motor (General Motor’s Manufacturing Automation Protocol) (MAP). C dan teks terstruktur pada saat bersamaan. Tetapi bagaimanapun juga. PLC terkecil seukuran dengan sebuah control relai tunggal (seperti produk ZEN Programmabel Relay dari Omron). Juga merupakan waktu untuk memperkecil ukuran PLC dan pembuatan prangkat lunak pemrograman melalui pemrograman simbolik dengan komputer PC dari pada pemrograman terminal pemrograman atau menggunakan pemrograman genggam (Handheld Perogrammer).jauh dari lokasi mesin sesungguhnya yang dikontrol. Sekarang.2 Komponen – Komponen PLC PLC seseungguhnya merupakan sistem mikrokontroler khusus untuk industry. daftar intruksi.

Selain berfungsi untuk menyimpan sistem operasi juga digunakan untuk menyimpan program yang harus dijalankan dalam bentuk biner. mengawasi atau masukan dan memberikan sinyal ke keluaran (sesuai dengan proses atau program yang dijalankan).Gambar 2. Biasanya. Kontroler suatu PLC memiliki memiliki suatu rutin kompleks yang digunakan untuk memeriksa memori agar dapat dipastikan memori PLC tidak rusak. B. namun saat ini bias merupakan mikrokontroler 16-atau 32-bit. untuk produk-produk PLC buatan Jepang. hasil terjemahan diagram . manajemen memori. hal ini dilakukan karna alasan keamanan. Unit Pengolahan Pusat (CPU .Central Prosesing Unit) Untuk pengolah pusat atau CPU merupakan otak dari sebuah kontroler PLC.6 Elemen – Elemen Dasar PLC A. interkonrktivitas antara bagian-bagian internal PLC. Pada awalnya merupakan mikrokontroler 8-bit seperti 8051. CPU itu sendiri biasanya merupakan sebuah mikrokontroler (persi mini mikro komputer lengkap). Memori Memori sistem (saat ini banyak yang mengimplementasikan prnggunaan teknologi Flash) digunakan oleh PLC untuk sistem kontrol proses. eksekusi program. sedangkan untuk produk Eropa banyak menggunakan Siemens dan Motorola untuk produk-produk Amerika. CPU ini juga menangani komunikasi dengan piranti eksternal. Hal ini bias dijumpai dengan adanya indikator lampu pada badan PLC sebagai indikator terjadinya kesalahan atau kerusakan. mikrokontrolernya adalah Hitachi dan Fujitsu.

memori dan lain-lain). sedangkan yang medium atau kecil. Kebanyakan PLC bekerja dengan catu daya 24 VCD atau 220 VAC. Yang demikian biasanya merupakan PLC besar. Isi dar memori Flesh tersebut dapat berubah (bahkan dapat juga dikosongkan atau dihapus) jika memang dikehendaki seperti itu tetapi yang jelas dengan penggunaan teknologi flash. Masing-masing masukan atau keluaran berkaitan dengan sebuah bit dalam memori. C. Tipe modul yang berbeda menyediakan sejumlah besar arus listrik yang berbeda. Beberapa PLC catu daya-nya tepisah (sebagai modul tersendiri). maka lingkungan industry dimana PLC digunakan tidak akan merusak PLC-nya itu sendiri karena memiliki catu daya terpisah antara PLC dengan jalurjalur masukan dan keluaran. Catu daya listrik ini biasanya tidak digunakan untuk memberikan catu daya langsung ke masukan maupun keluaran. catu daya sudah menyatu penggunaan harus menentukan berapa besar arus yang diambil dari modul keluaran/masukan untuk memastikan catu daya yang bersangkutan menyediakan sejumlah arus yang memeng dibutuhkan. Pengguna harus menyediakan catu daya terpisah untuk masukan dan keluaran PLC.tangga yang dibuat oleh pengguna atau pemrogram. Memori pengguna dibagi menjadi beberapa blok yang memiliki fungsi khusus. Beberapa bagian memori digunakan untuk menyimpan setatus masukan dan keluaran. Dengan cara demikian. Sedangkan bagian dari memori digunakan untuk menyimpan isi variable-variabel yang digunakan dalam program yang dituliskan. Pemrograman PLC biasanya dilakukan melalui kanal serial komputer yang bersangkutan. Catu Daya PLC Catu daya listrik digunakan untuk memberikan pasokan catu daya keseluruh bagian PLC (termasuk CPU. Status yang sesungguhnya dari masukan maupun keluaran disimpan dalam logika atau bilangan ‘0’ dan ‘1’ (dalam lokasi bit memori tertentu). Misalnya. nilai pewaktu atau nilai pencacah bias dicampur dalam bagian memori ini. proses penghapusan dan penginstalan kembali memori dapat dilakukan dengan mudah (dan cepat). . artinya masukan dan keluaran murni merupakan saklar (baik relai maupun optoisolator).

Pengaturan atau Antarmuka Masukan Antarmuka masukan berada di antara jalur masukan yang sesungguhnya dengan unit CPU. seperti citra pada kamera. ketinggian permukaan air. berapa cacah barang yang sudah diproduksi. robot (misalnya. Masukan – Masukan PLC Kecerdasan sebuah sistem terotomasi sengat tergantung pada kemampuan sebuah PLC untuk membaca sinyal dari berbagai macam jenis sensor dan piranti-piranti masukan lainnya. Untuk menditeksi atau kondisi atau setatus suatu keadaan atau proses yang sedang terjadi. Hal ini dengan mudah bisa dilakukan menggunakan rangkaian opto-isolator . Salah satu nilai analog yang sering dijumpai adalah sinyal arus 4 hingga 20 mA (atau mV) yang diperoleh dari berbagai macam sensor. . robot bisa mengirim sinyal ke PLC sebagai suatu informasi bahwa robot tersebut selesai memindahkan suatu objek dan lain sebagainya) dan lain-lain. Lebih canggih lagi. misalnya. Dengan kata lain. masukan dari sensor dengan tegangan kerja 24 VCD harus dikonversikan menjadi tegangan 5 VCD agar sesuai demngan tegangan kerja CPU). maka dibutuhkan sensor-sensor yang tepat untuk masing-masing kondisi atau keadaan yang akan dideteksi tersebut.D. Tujuannya adalah melindungi CPU dan sinyal-sinyal yang tidak dikehendaki yang biasanya merusak CPU itu sendiri. peralatan ini dapat dijadikan masukan untuk PLC. tekanan udara dan lainnya. sedangkan yang besar mampu menerima masukan analog melalui unit khusus yang terpadu dengan PLC-nya. PLC kecil biasanya hanya memiliki jalur masukan digital saja. sinyal-sinyal masukan tersebut dapat berupa logika (ON atau OFF) maupun analog. E. Modul antarmka masukan ini berfungsi untuk mengonversi atau mengubah sinyal-sinyal yang sesuai dengan tegangan kerja CPU yang bersngkutan (misalnya.

Pengaturan Atau Antarmuka Keluaran Sebagai mana pada antarmuka masukan. Beberapa alat atu piranti yang banyak digunakan adalah motor. sedangkan yang membaca status photo transistor. adalah peralatan atau piranti aksternal. Keluaran digital berlaku seperti sebuah saklar. menghubungkan dan memutuskan jalur. cara kerjanya juga sama yang menyalakan dan mematikan LED didalam optosiolator sekarang adalah CPU. Keluaran – Keluaran PLC Sistem terotomasi tidaklah akan kengkap jika tidak ada fasilitas keluaran atau fasilitas untuk menghubungkan dengan alat-alat eksternal (yang dikendalikan). perubahan tegangan untuk pengendalian motor secara regulasi linear sehingga diperoleh kecepatan putar tertentu). G. lampu indikator. .Gambar 2. Kekurangan analog digunakan untuk menghasilkan sinyal analog (misalnya.7 Rangkaian antarmuka masukan PLC F. relai. apakah menghantarkan arus atau tidak. selnoida. Keluaran ini dapat berupa analog maupun digital. speaker dan lain sebagainya. keluaran juga membutuhkan antarmuka yang sama yang digunakan untuk memberikan perlindungan antara CPU dengan peralatan eksternal.

Jalur Eksekusi atau Tambahan Setiap PLC biasanya memiliki jumlah masukan dan keluaran yang terbatas. Jumlah I/O (Input / Output) Pertimbangan lain untuk memilih unit PLC adalah jumlah terminal I/O nya. yaitu 3:2. 40 atau 60. Jenis Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan elektronik.Gambar 2. Jumlah terminal I/O yang tersedia bergantung kepada merk PLC. Jika diinginkan. 30.8 Rangkaian antarmuka keluaran PLC H. Pada umumnya. Jadi.2. 20. Jumlah terminal I/O ini dapat dikembangkan dengan memasang Unit I/O Ekspansi sehingga dimungkinkan memiliki 100 I/O. lumlah ini dapat ditambah menggunakan sebuah modul keluaran dan masukan tambahan (I/0 wxpansion atau I/0 extansion module).3 Tipe PLC Unit PLC dibuat dalam banyak model/tipe. jumlah terminal input dan output megikuti perbandingan tertentu. PLC dengan terminal I/O sebanyak 10 memiliki terminal input 6 . Dan setiap peralatan elektronik untuk dapat beroperasi membutuhkan catu daya. 2. Misalnya PLC merk OMRON pada satu unit tersedia terminal I/O sebanyak 10. Ada dua jenis catu daya untuk disambungkan ke PLC yaitu AC dan DC. 2. Pemilihan suatu tipe harus mempertimbangkan: 1.

4 Spesifikasi PLC CPM1A Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya. jumlah I/O.b dan tipe rangkaian output.dan terminal output 4. 3. Di bawah ini diberikan tabel yang menunjukkan jenis catu daya. dan spesifikasi output. yang terdiri atas . Gambar 2. output transistor singking dan output transistor soucing. Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi). Berikut ini diberikan spesifikasi unit PLC spesifikasi umum. Tipe Rangkaian Output PLC dibuat untuk digunakan dalam berbagai rangkaian kendali.9 Beberapa Jenis PLC dan terminal in dan out 2. spesifikasi input.2. Bergantung kepada peralatan output yang dikendalikan. tersedia tiga tipe rangkaian output yaitu: output relay.

24 VDC Kapasitas Switching 10 mA. 250 VAC (cos φ = 1) maksimum 2 A.6 Spesifikasi Output Butir Spesifikasi Kapasitas Switching 2 A. 1 mA 10 ms Tunda off Konfigurasi rangkaian input 10 ms -15% Tabel 2.5 Spesifikasi Input Butir Tegangan input Spesifikasi 24 VDC +10%/ Impedansi input Arus input Tegangan/arus on Tegangan/arus off Tunda on 2.000 operasi (beban resistif 24 VDC) 100. 5 mA 5 VDC maks. 5 VDC minimum Usia kerja relay Listrik : 150.7 kΩ 8 mA 17 VDC input.000 operasi (beban induktif) .Gambar 2.10 Spesifikasi Digital Point Input Tabel 2.

Mekanik Tunda ON 15 ms maks Tunda OFF 15 ms maks : 20.5 Keunggulan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnetik sebagai berikut: 1.2.2. Sistem kendali PLC lebih andal. Pengawatan sistem kendali PLC lebih sedikit.000. 6. Biaya pembangunan sistem kendali PLC lebih murah dalam kasus fungsi kendalinya sangat rumit dan jumlah peralatan input/outputnya sangat banyak.6 Penerapan Sistem Kendali PLC . Program kendali PLC dapat dicetak dengan cepat. 3. 4. Kecepatan operasi sistem kendali PLC sangat cepat sehingga produktivitas meningkat. 2. Modifikasi sistem kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan cara mengganti program kendali tanpa merubah pengawatan sejauh tidak ada tambahan peralatan input/output. 5. 2. Tidak diperlukan komponen kendali seperti timer dan hanya diperlukan sedikit kontaktor sebagai penghubung peralatan output ke sumber tenaga listrik. 7.000 operasi Konfigurasi rangkaian output 2.

8. Memilih PLC dengan spesifikasi yang sesuai dengan sistem kendali. intruksi. Oleh karena itu. 4. Instruksi harus disusun secara berurutan dan menempatkanya dalam alamat yang tepat sehingga seluruh instruksi dilaksanakan mulai dari alamat terendah hingga alamat tertinggi dalam program. 3. Konveyor. 8. dan operand. Sistem pengamanan gedung. Lift. Menyambung pengawatan I/O. 7. pembuat program harus . Intruksi adalah perintah yang harus dilaksanakan PLC. 3. Menguji coba program. 5. instruksi. Teknik Pemograman PLC Unsur-unsur Program Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu : alamat. 2. Memasang Sistem Komunikasi.2.7 Langkah – Langkah Desain Sistem Kendali PLC Pengendalian sistem kendali PLC harus dilakukan melalui langkahlangkah sistematik sebagai berikut: 1. Sistem pengemasan barang. Traffic light.Sistem kendali PLC digunakan secara luas dalam berbagai bidang antara lain untuk mengendalikan: 1. Mentransfer program ke dalam PLC. 6. atau data dalam daerah memori. 7. Menjalankan program. 2.8 1. 2. Pemrosesan makanan dan lain – lain. 6.2. Robot. Membuat program kendali. PLC hanya dapat melaksanakan instruksi yang ditulis menggunakan ejaan yang sesuai. Alamat adalah nomor yang menunjukan lokasi. Memasang unit. 5. 4. Sistem perakitan peralatan elektronik. 2.

2. kode mneumonik.memperhatikan tata cara penulisan instruksi. Kode Mneumonik Kode Mneumonik memberikan informasi yang sama persis seperti halnya diagram ladder. Diagram Ladder Diagram ladder terdiri atas sebuah garis vertikal di sebelah kiri yang disebut bus bar. program yang disimpan di . Operand dapat dimasukkan sebagai konstanta yang menyatakan nilai angaka nyata atau merupakan alamat data dalam memori. a. Sepanjang garis instruksi. Bahasa pemograman tersebut antara lain : diagram ladder.11 Contoh Diagram Ladder b. dengan garis bercabang ke kanan yang disebut rung. Kombinasi logika kontak-kontak ini menentukan kapan dan bagaimana instruksi di sebelah kanan dieksekusi. Bahasa Pemograman Program PLC dapat dibuat dengan menggunakan beberapa cara yang disebut bahasa pemograman. Sesungguhnya. Contoh diagram ladder ditunjukan pada gambar di bawah ini : Gambar 2. Bentuk program berbeda-beda sesuai dengan bahasa pemograman yang digunakan. teks terstruktur. Beberapa merk PLC hanya mengembangkan program diagram ladder dan kode mneumonik. ditempatkan kontak-kontak yang mengendalikan/mengkondisikan instruksi lain di sebelah kanan. Operand adalah nilai berupa angka yang ditetapkan sebagai data yang digunakan untuk suatu instruksi. diagram blok fungsi.

Instruksi diagram ladder terdiri atas enam instruksi ladder dan dua instruksi blok logika. Instruksi LOD dimulai dengan dengan barisan logic yang dapat diterapkan menjadi ladder diagram rung. Instruksi Diagram Ladder Instruksi diagram ladder adalah instruksi sisi kiri yang mengkondisikan instruksi lain di sisi kanan. Instruksi LOD digunakan setiap kali rung baru dimulai. Tabel 2.7 Gerbang Logika .dalam memori PLC dalam bentuk mneumonik memori PLC dalam bentuk iagardam ladder. Pada program diagram ladder instruksi ini disimbolkan dengan kontak-kontak seperti pada rangkaian kendali elektromagnet.12 Contoh Kode Mneumonik 3. Instruksi blok logika adalah instruksi yang digunakan untuk menghubungkan bagisn yang lebih kompleks. Gambar 2.

CPU PLC dapat diset ke 3 mode/posisi PROGRAM. Console Pemrograman Gambar 2. 2.4. atau RUN yang dapat dilihat dari tampilan Programming Console (PC).2. adapun bentuk dari console dapat dilihat pada gambar di atas yang kanan. MONITOR.13 Contoh Program console Console pemrograman merupakan bagian penting. dengan kata lain console merupakan alat yang dipergunakan untuk memasukkan program ke dalam memori PLC. console merupakan alat yang dipergunakan untuk menginput program yang telah ditulis ke dalam PLC.9 Contoh Pemograman .

maka timer akan mulai bekerja. adalah instruksi yang jika instruksi ini diberikan input ON kepadanya.14 Contoh Pemograman Menggunakan Intruksi Timer Gambar di atas adalah diagram ladder sederhana untuk menghidupkan suatu lampu menggunakan timer. Untuk lebih jelasnya. lihat gambar di bawah ini: . lihat gambar dibawah ini: Gambar 2. Lampu akan langsung mati jika saklar dimatikan.a. Dari ladder di atas.00 HIDUP. maka setelah selang waktu yang ditentukan. maka jika saklar 0.00 dihidupkan. b. adalah instruksi yang jika diberikan input ON setelah beberapa kali seperti yang diinginkan oleh programmer. Setelah selang waktu 2 sekon (20 x 100 ms) maka TIM000 akan ON dan membuat lampu 10. Untuk lebih jelasnya. dan lampu belum hidup. Timer Timer. output timer ini akan berubah dari keadaan awal OFF menjadi ON sampai dengan input timer dimatikan (ON->OFF). maka output counter akan berubah dari keadaan awal OFF menjadi ON sampai dengan kita memberikan input ON pada bagian reset counter. Counter Counter.

Yang bisa mematikan CNT000 atau dengan kata lain mematikan lampu adalah tombol 2. dll. Dari ladder di atas. HMI membantu dalam mengintegrasikan manusia ke dalam sistem teknologi yang kompleks. hiburan. harus mulai dari awal lagi.00 HIDUP. militer. maka tetap saja CNT000 akan terus ON. Jadi pada program diatas. maka jika ingin menghidupkan lampu.15 Contoh Pemograman Menggunakan Intruksi Counter Gambar di atas adalah diagram ladder sederhana untuk menghidupkan suatu lampu menggunakan counter. maka lampu akan OFF. jika kita menekan tombol 1 (0. medis. 2. Cukup menekan tombol 2 sekali. namun setelah itu kita menekan tombol 2. Jika kita terus menekan tombol 1 sampai beberapa kali. . lampu akan menyala setelah kita menekan tombol 1 sebanyak 3 kali dan lampu akan mati jika kita menekan tombol 2. karena yang 2 kali tadi sudah direset oleh tombol 2.Gambar 2. Jika kita sudah menekan tombol 1 sebanyak 2 kali.3 HMI (Human Machine Interface) HMI (Antarmuka manusia-mesin) adalah komponen perangkat tertentu yang mampu menangani interaksi antara manusia dan mesin. misalnya sepuluh kali.00) sebanyak 3 kali maka CNT000 akan ON dan membuat lampu 10. Antarmuka terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan input dari pengguna harus diterjemahkan sebagai sinyal untuk mesin yang memberikan hasil yang dibutuhkan kepada pengguna. Teknologi HMI (antarmuka manusia-mesin) telah digunakan dalam industri yang berbeda seperti elektronik. yaitu dengan menekan tombol 1 sebanyak 3 kali.

Keunggulan yang disediakan perusahaan HMIs termasuk adalah pengurangan kesalahan. Teknologi HMI juga banyak digunakan dalam virtual dan layar datar. meningkat ekonomi produksi dan produktivitas. peningkatan sistem dan efisiensi pengguna. Dasar bangunan HMIs sangat tergantung pada pemahaman kemampuan fisik. ergonomi membentuk prinsip-prinsip di balik HMIs. teknologi HMI dapat digunakan sebagai adaptor untuk teknologi lainnya. suara. yaitu. internet dan akses komputer pribadi. interface pengenalan suara dan interaksi lain di mana informasi dipertukarkan menggunakan penglihatan. antarmuka yang terlibat dapat mencakup sensor gerak. Selain meningkatkan pengalaman pengguna dan efisiensi. pengurangan stres fisik atau mental bagi pengguna. belajar dan rekreasi.Gambar 2. HMIs dapat memberikan kesempatan yang unik untuk aplikasi. panas dan mode kognitif dan fisik lainnya yang dianggap sebagai bagian dari HMIs. pengenalan pola. manusia ke mesin dan mesin ke manusia. Touchscreens dan switch membran dapat dianggap sebagai contoh HMIs. pengurangan pelatihan dan keterampilan pengoperasian. Sebuah HMI baik mampu memberikan interaksi yang realistis dan alami dengan perangkat eksternal. perilaku dan mental manusia. pengurangan kejenuhan tugas. Bahkan. input data untuk perangkat elektronik. keyboard dan perangkat peripheral. Meskipun dianggap sebagai bidang teknologi mandiri. Sejak teknologi HMI meluas. . interaksi pada dasarnya terdiri dari dua jenis. Dengan kata lain.16 Human Machine Interface (HMI) Di HMI. peningkatan penerimaan pengguna dan kenyamanan pengguna. meningkatkan keandalan dan pemeliharaan. HMI membantu dalam akuisisi cepat keterampilan bagi pengguna.

3. 7. di dalam penggerak data akan menghasilkan output yang berupa motor.3.17 Diagram Blok HMI Jadi apabila operator mengoperasikan HMI atau menginput masukan yang dia inginkan maka HMI akan mentransfer data tersebut ke PLC kemudian PLC akan memprogram atau memproses data tersebut yang kemudian ditransfer ke penggerak atau driver. 3.1 Fungsi HMI Fungsi dari HMI adalah sebagai berikut: 1. 2. Mengatur nilai pada parameter yang ada di plant. Memonitor keadaan yang ada di plant. Menampilkan pola data kejadian yang ada di plant baik secara real time maupun historical (Trending history atau real time). 5. Memunculkan tanda peringatan dengan menggunakan alarm jika terjadi sesuatu yang tidak normal. 2. Gambar 2.2 Bagian – Bagian Utama Pada HMI . Badan profesional seperti GEIA dan ISO memberikan standar dan pedoman yang berlaku untuk HMI. Mengambil tindakan yang sesuai dengan keadaan yang terjadi. 4.dan informasi fusion. Menerjemahkan instruksi operator ke mesin. 6. Memberikan informasi plant yang up-to-date kepada operator melalui graphical user interface. 2.

High dab High-High 2. Low dan Low-Low b) Deviation Alarm 1.HMI terdiri dari beberapa bagian. Deviation Low c) Rate of Change Alarms 1. Manajemen Alarm Suatu sistem produksi yang besar dapat memonitor sampai dengan banyak alarm. Tampilan Statis dan Dinamik Pada tampilan HMI terdapat dua macam tampilan yaitu Obyek statis dan Obyek dinamik. Contoh : teks statis. Grafik yang dilaporkan tersebut dapat secara summary atau historical. Positive Rate of Change 2. Contoh : push buttons. Deviation High 2. Obyek dinamik. 2. layout unit produksi. b. Jenis-jenis alarm yaitu: a) Absolute Alarm 1. Trending Perubahan dari variable proses kontinyu paling baik jika dipresentasikan menggunakan suatu grafik berwarna. Obyek statis. dengan banyak alarm tersebut dapat membingungkan operator. charts. Reporting . yaitu obyek yang memungkinkan operator berinteraksi dengan proses. yaitu: 1. peralatan atau database serta memungkinkan operator melakukan aksi kontrol. lights. 4. Negative Rate of Change 3. Setiap alarm harus di-acknowledged oleh operator agar dapat dilakukan aksi yang sesuai dengan jenis alarm. a. Oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen alarm dengan tujuan mengeleminir alarm yang tidak berarti. yaitu obyek yang berhubungan langsung dengan peralatan atau database.

PLN Keterangan : 1. Untuk menampilkan fungsi Sistem Summaries 32 . 2. Selain itu. Untuk menampilkan Single Line SCADATEL Connection 5. Untuk menampilkan Menu Single Line Diagram 20 KV 4. Laporan dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain melalui aktivasi periodik pada selang interfal tertentu misalnya kegiatan harian ataupun bulanan dan juga melalui operator demand.Dengan reporting akan memudahkan pembuatan laporan umum dengan menggunakan report generator seperti alarm summary reports. Untuk menampilkan Menu Event Summary 8. Pembuatan laporan yang spesifik dibuat menggunakan report generator yang spesifik pula. Untuk menampilkan gambar geografis 20 KV Bandung Raya 3.3 Fitur – Fitur yang Terdapat Dalam HMI PT. reporting juga bisa dilaporkan dalam suatu database. messaging system. Untuk menampilkan Menu Alarm List 7. dan web based monitoring.3. Untuk menampilkan Konfigurasi Sistem Master SCADATEL 6. Untuk menampilkan gambar fungsi dummy breaker 2.

kanan.atas. Untuk fungsi capture gambar 11. Untuk melihat fungsi Database Management Tools (DMT) 18. Untuk menampilkan fungsi help . Untuk fungsi keluar dari Sistem SCADATEL (Log Out) 16. Untuk fungsi Mode Selector (melihat model dari fungsi window popup) 19. Untuk fungsi geser kiri.atas.9 .bawah secara bebas 21. Untuk fungsi Log Out (bila akan ganti user) 17. Untuk mengarahkan tampilan baru kearah kanan. Untuk fungsi pengaturan Control Area 14.kanan. Untuk fungsi pergantian Shift (shift change) 15. kiri atau tengah dari monitor (tombol navigasi) 20. Untuk on / off fungsi sound alarm 10. Untuk fungsi geser kiri. Untuk melihat pengaturan View Area 13.bawah secara vertikal atau horizontal 22. Untuk fungsi Edit fungsi XIS (Historical Data) 12.

dan proses jaminan kualitas. Pertimbangan keselamatan. pengujian. Sistem HMI memungkinkan semua elemen tubuh manusia. Pemilihan teknologi kontrol terbaik.5 Keuntungan HMI Berikut ini keuntungan menggunakan sistem kontrol HMI : 1. seperti menyentuh. mendengar untuk menjalankan fungsi kontrol dan menerima balasan untuk pengaturan. dan standar industri yang relevan harus menginformasikan setiap langkah dari desain dan siklus manufaktur. produksi. Pengoperasiannya dapat diandalkan pada semua aplikasi 2. Melakukan pengawasan tanpa langsung terjun ke lapangan. 5. melihat. 3. 4. Terhubung dengan sistem HMI. hemat biaya. 4. Sistem HMI berstandar dan Internasional 2.3.3. Definisi yang jelas tentang persyaratan fungsional. Menetapkan operator. 6. keamanan. 2. Kebutuhan fungsional/operasional.4 Perancangan HMI Sistem HMI yang sangat handal yang memberikan keamanan. tingkat operator keahlian. HMI didesain baik dengan langsung menampilkan tampilan perangkat yang mau diatur secara virtual setiap saat. konsisten dan kinerja intuitif bergantung pada penerapan teknik praktik terbaik di seluruh desain dan tata letak panel. 5. Sama seperti penting. 3. pengetahuan yang mendalam dan kepatuhan terhadap semua ergonomis. Keefektifan dalam menemukan permasalahan pada sistem. Berikut ini merupakan langkah-langkah unutk merancang sistem HMI : 1. .2. dan komunikasi / interaksi dengan sistem lain memberikan titik awal dalam proses desain pengetahuan intensif.

2. Spray drayer section (power and energy monitoring) .6 Aplikasi HMI Berikut ini beberapa aplikasi HMI : 1.18 Aplikasi HMI Pada Gas Turbin 2. Gas Turbine (steam cooling system) Gambar 2.3.

3. 3.Gambar 2. 3.19 Aplikasi HMI Pada Bagian Spray Drayer 3. Video monitoring of process control Gambar 2. 3. 3.20 Aplikasi HMI Pada Video Monitoring . 3. 3. 3. 3. 3. 3. 3.

21 Aplikasi HMI Pada Diagnosa Temperatur 2.3. sambil menghasilkan output yang optimal. dan menerima output ketika semua proses dilakukan. Konsep antarmuka baris perintah berasal ketika mesin teletip yang terhubung ke komputer di tahun 1950-an. Pendahulu dari HMI termasuk Interface Batch (1945-1968).7 Sejarah HMI Produk HMI berasal dari kebutuhan untuk membuat mesin lebih mudah untuk beroperasi. Batch Interface adalah antarmuka pengguna non-interaktif. dan menawarkan . dan Graphical User Interface (1981-sekarang). yang bermasalah di garis manufaktur modern. di mana pengguna menentukan rincian untuk proses batch di muka. Command-Line User Interface (1969sekarang). Command-Line Interface adalah mekanisme yang berinteraksi dengan sistem operasi komputer atau perangkat lunak dengan mengetikkan perintah untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Tank temperature level diagnostics Gambar 2. Proses batch ini tidak memungkinkan untuk input tambahan setelah proses telah dimulai.4.

dan peralatan kantor dengan gambar. dan berasal dari kebutuhan untuk mengontrol dan mengoperasikan mesin jauh lebih efektif.9 Tampilan Statis dan Dinamik Pada tampilan HMI terdapat dua macam tampilan yaitu objek statis dan objek dinamik .8 Fungsi dari HMI Yaitu: 1. Menerjemahkan instruksi operator ke mesin 3. kini memimpin jalan dalam pengendalian proses manufaktur sebagai perangkat yang sangat user friendly. Portable Media Players atau perangkat Gaming. Engineering Development Station Bagian-bagian dari Human Machine Interface (HMI) Meliputi. Tampilan Statis dan Dinamik 2. seperti komputer.3. 1.3. Contoh dasar Command-Line Interface adalah jendela Disk Operating System "DOS" yang mendominasi tahun 1980-an. 2. Salah satu antarmuka tersebut akan menjadi Graphical User Interface (GUI). interface menjadi sangat kompleks dan sangat mudah digunakan. Human Machine Interface sebelumnya dikenal sebagai Man Machine Interface.hasil pada permintaan kejatuhan besar Batch Antarmuka karena tidak bisa memberikan hasil pada permintaan. Trending 4. Reporting 2. peralatan rumah tangga. Manajemen Alarm 3. bukan perintah teks. Memberikan informasi plant yang up-to-date kepada operator melalui graphical user interface. perangkat genggam seperti MP3 Players. Human Machine Interface berasal langsung dari Graphical User Interface. Graphical User Interface memungkinkan orang untuk berinteraksi dengan program dengan cara lebih dari mengetik. Seiring waktu. 2.

11 Trending .3. 1.3. layout unit produksi 2.10 Manajemen Alarm Suatu sistem produksi yang besar dapat memonitor sampai dengan banyak alarm. Rote of Change Alarms  Positive Rate of Change  Negative Rate of Change 2. Objek statis. dengan banyak alarm tersebut dapat membingungkan operator. Objek dinamik. Absolute Alarm  High dab High-High  Low dan Low-Low 2. Contoh : push buttons. yaitu objek yang memungkinkan operator berinteraksi dengan proses. Contoh : teks statis. peralatan atau database serta memungkinkan operator melakukan aksi kontrol. Setiap alarm harus di-acknowledged oleh operator agar dapat dilakukan aksi yang sesuai dengan jenis alarm.1. Jenis-jenis alarm yaitu. Oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen alarm dengan tujuan mengeleminir alarm yang tidak berarti. lights. Deviation Alarm  Deviation High  Deviation Low 3. charts 2. yaitu objek yang berhubungan langsung dengan peralatan atau database.

atau untuk menggunakan command pada space fisik. Yang pertama adalah sebuah input. user memiliki sebuah screen yang dapat mendisplay informasi. mudah untuk digunakan dan logic. dari control panel untuk nuclear power plants hingga screen dan input button pada sebuah cell phone. Contoh dari input device meliputi keyboard. switch. atau untuk menentukan mesin. dan mouse. Human machine interface (HMI) adalah sebuah interface yang membolehkan interaksi antara seorang manusia dan sebuah mesin. Laporan dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain melalui aktivasi periodik pada selang interfal tertentu misalnya kegiatan harian ataupun bulanan dan juga melalui operator demand.Perubahan dari variable proses kontinyu paling baik jika dipresentasikan menggunakan suatu grafik berwarna. messaging system. Sebuah robot dapat memindahkan untuk . Seluruh device tersebut dapat diutilisasi untuk mengirimkan command kedalam sebuah system atau bahkan set interlink dari sistem. yang membolehkan mesin untuk tetap mengupdate user pada progress command. toggle. dapat diakses. Pada sebuah computer. Beberapa engineer khusus untuk mengembangkan humen machine interface dan mengubah cara bagaimana orang berinteraksi dengan masin dan sistem. Selain itu. joystick. Human machine interface sangat bervariasi.12 Reporting Dengan reporting akan memudahkan pembuatan laporan umum dengan menggunakan report generator seperti alarm summary reports. touch screen. reporting juga bisa dilaporkan dalam suatu database. dan membutuhkan usaha untuk membuat fungsi interface. Grafik yang dilaporkan tersebut dapat secara summary atau historical. Dua komponen dibutuhkan pada sebuah human machine interface.3. dan web based monitoring. 2. Pembuatan laporan yang spesifik dibuat menggunakan report generator yang spesifik pula. Interface juga membutuhkan sebuah output. User membtuhkan beberapa cara untuk memberitahu mesin apa yang harus dilakukan. Merancang interface tersebut adalah sebuah tantangan.

bisa berupa power plant.4 SCADA Jadi SCADA atau Supervisory Control and Data Acquition adalah sebuah sistem yang dirancang untuk sebuah pengendalian dan pengambilan data dalam pengawasan (Operator/Manusia). Sebuah jaringan peralatan ‘cerdas’ dengan antarmuka ke sistem melalui sensor dan luaran kontrol. 2. sistem lampu trafik lalu-lintas atau apa saja. 2. sistem pengairan. sistem. Anda dapat membangun sistem SCADA menggunakan berbagai macam teknologi maupun protokol yang berbeda-beda. 2.1 Arsitektur SCADA Berikut merupakan gambaran umum arsitektur SCADA. mesin yang akan dipantau dan dikontrol . atau fasilitas berbasis proses. membolehkan Anda melakukan pemantauan dan pengontrolan komponen-komponen sistem tersebut. yaitu: 1.4. yang merupakan sistem SCADA. infrastruktur. Ada dua elemen dalam Aplikasi SCADA. Dengan jaringan ini. .merespon command dan menstore data pada sebuah hard drive sehingga orang dapat melihat bagaimana robot tersebut merespon. Proses. jaringan komputer. SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) umumnya mengacu pada sistem kontrol industri: sistem komputer yang memantau dan mengkontrol industri. biasanya SCADA digunakan untuk pengendalian suatu proses pada industri.

Static Pressure. Flow. terkadang MTU dan HMI dapat dijadikan 1 bagian. RTU juga berfungsi menerjemahkan. 3.22 Arsitektur SCADA 1. RTU juga dapat berfungsi sebagai pengatur set point yang dikirimkan dari HMI/MTU ke RTU tersebut. mengkonversi. . HMI (Human Machine Interface) HMI Adalah subsistem dari SCADA yang berfungsi menampilkan data dari hasil pengukuran di RTU ataupun menampilkan proses yang sedang terjadi pada keseluruhan sistem. dari hasil pengukuran tersebut hal yang dilakukan RTU adalah melakukan kendali(jika merupakan sistem kendali) kemudian mentransmit data ke MTU atau langsung mentransmit ke MTU jika sistem di RTU bukan untuk pengendalian (Controlling). menghitung sinyal dari transducer seperti pengukuran arus listrik. pemantauan status dan lain-lain. RTU (Remote Terminal Unit) RTU atau Remote Terminal Unit adalah subsistem SCADA yang berfungsi sebagai terminal-terminal (semacam stasiun data) dari hasil pengukuran. ketika MTU menggunakan komputer yang sama dengan HMI. di lain sisi MTU ini juga bertugas mengambil data dari tiap-tiap RTU (jika RTU lebih dari 1) untuk diterjemahkan dan di berikan ke HMI. dan lain-lain. HMI mengubah data-data dan angka kedalam animasi. MTU (Master Terminal Unit) MTU atau Master Terminal Unit merupakan sebuah sistem komputer(bisa komputer bisa PLC ataubahkan microcontroller) yang bertugas memberikan data kepada HMI dari RTU. temperatur. dan bentuk yang mudah diterjemahkan oleh sang operator.Gambar 2. 2. Differensial Pressure. HMI merupakan sebuah software pada computer berbasis grafis yang berfungsi untuk mempermudah pengawasan (Supervisory) kepada sang operator. pengendalian. sistem pengambilan data dari tiap-tiap RTU disebut “Polling”. grafik/trend.

4. PLC atau Device Lainnya
PLC atau Programmable Logic Controller adalah sebuah controller logic
yang dapat diProgram sesuai kebutuhan kita. PLC pada sistem SCADA biasanya
di tempatkan pada RTU, jadi PLC merupakan subsistem dari RTU. PLC ini
bertugas melakukan pengolahan/pengambilan data dari transducer/sensor
transmitter yang juga memungkinkan untuk melakukan pengendalian pada sistem
di RTU tersebut misal digunakan untuk pengaturan bukaan Valve.
5. Sistem Komunikasi (Antar MTU dan RTU)
Sistem Komunikasi, merupakan sebuah cara untuk mengkomunikasikan
data dari RTU ke MTU. pada RTU yang terletak jauh dari pusat control (MTU)
maka sistem komunikasi biasanya menggunakan Radio. pada industri tertentu ada
yang lebih memilih menggunakan GSM Radio yang biasanya untuk RTU yang
sangat jauh tidak terjangkau dengan radio biasa atau bisa menggunakan radio
biasa namun harus menggunakan beberapa repeater agar radio pada RTU dapat
berkomunikasi dengan Radio pada MTU.
SCADA terdiri atas gabungan perangkat keras dan perangkat lunak.
Perangkat keras terutama untuk membangunsistem jaringan, controller ( mis: PLC
) dan sistem komputer, sedangkan perangkat lunak dapat berupa apllikasi HMI
(Human Machine Interface), OPC (OLE for Process Control) dan applikasilain
untuk kebutuhan data loging (yang dalam perkembangannya semua applikasi ini
sudahmenjadi satu dengan applikasi HMI-nya).
1. Arsitektur Perangkan Keras
Sistem SCADA dapat diasumsikan sebagai sebuah jaringan komputer
baik itu LAN ataupun W AN , karena dalam implementasi system ini
selalu menggunakan jaringan sebagai sarana komunikasi utamanya. Secara
umum arsitektur perangkat keras dapat dibagi menjadi dua bagian / layer
yaitu “Client Layer” yang berisikan aplikasi HMI (Human Machine

Interface) dan “Data Server Layer” yang mengendalikan kebanyakan data
proses dan aktifitas pengontrolan. Data server berinteraksi dengan
peralatan dilokasi melalui process controller, seperti PLC (Prorammable
Logic Control) dan beberapa perangkat keras control lainnya. Controller
ini berhubungan dengan data server melalui sistem jaringan demikian
halnya data server dengan client.
2. Arsitektur Perangkat Lunak
Sistem SCADA adalah aplikasi Multi-Tasking atau aplikasi yang dapat
menjalankan beberapaoperasi dalam sekali waktu, sistem ini juga
umumnya berbasis Real Time Data Base (RTDB).Data server yang
digunakan adalah server yang responsible terhadap pengumpulan data dan
pengendaliannya (seperti : pengecekan alarm, perekaman data, dsb).
Arsitektur perangkat lunak secara lengkap dapat digambarkan sebagai
berikut : Arsitektur perangkat lunak SCADA mempunyai tiga bagian
utama yaitu, SCADA Development & Environment, SCADA Server, dan
SCADA Client.
2.4.2 Sistem Komunikasi
1. RS 232
2. Private Network (LAN/RS-485)
3. Switched Telephone Network
4. Leased lines
5. Internet
6. Wireless Communication systems
Komunikasi antara server-client atau server-server pada umumnya menggunakan
TCP/IP protocol dengan berbasis event-driven (dimana laju program ditentukan
oleh event atau kejadian seperti klik pada mouse) dan publish-subscribe (dimana
pengirim pesan atau publisher tidak memprogram pesan kepada penerima atau

subscriber yang spesifik, melainkan menggolongkan pesan-pesan tersebut ke
beberapa kelas, dimana tiap subscriber pun akan menerima semua pesan yang
termasuk dalam kelas yang di subscribe atau diikuti). Data server mengendalikan
kontroler sesuai dengan polling rate yang ditentukan pengguna, yang mungkin
berbeda untuk parameter yang berbeda. Kontroler melewatkan parameter yang
diminta menuju server data. Produk yang menyediakan communication driver
yang umum digunakan oleh PLC adalah Modbus. Satu server data dapat
mencakup beberapa protokol komunikasi, sebanyak jumlah slot untuk interface
cards—penghubung komputer dengan jaringan ethernet.

Gambar 2.23 Komunikasi Sistem SCADA
2.4.3

Jenis – Jenis SCADA

1. Basic SCADA

One machine process

 One RTU and MTU Gambar 2. Networked SCADA  Multiple SCADA . Integrated SCADA o o Multiple RTUs DCS Gambar 2.24 Basic SCADA 2.25 Integrated SCADA 3.

Gambar 2.4.26 Networked SCADA 2.Seorang engineer yang berhati-hati harus dapat meyakinkan bahwa sistem SCADA yang telah terpasang pada jaringan komunikasi tidak akan terdegradasi atau terinterferensi dengan fasilitas yang telah ada. Hal ini mungkin akan melibatkan beberapa LAN yang sudah ada. perhatian lebih perlu diberikan untuk mengintegrasikan sistem SCADA baru kedalam jaringan komunikasi yang telah ada dalam rangka mengurangi biaya yang besar pada penagaturan infrastruktur dan fasilitas komunikasi. sistem telepon pribadi atau sistem radioyang digunakan pada mobile comunication . .4 Implementasi Sistem Ketika pertama kali merencanakan dan mendesain sebuah sistem SCADA.

4. Perhatian terhadap ketersediaan dari jaringan komunikasi dan ketahanan uji peralatan sangatlah penting ketika mengharapkan terselenggarkannya perencanaan dari suatu sistem. Tidak ada perusahaan yang memiliki budget tak terbatas.27 Tampilan panel dari perangkat lunak SCADA beserta diagram bloknya Jika sebuah sistem akan di implementasikan maka perhatian lebih perlu diberikan pada kualitas sistem yang terpasang.Gambar 2. sehingga fungsi local control dilakukan oleh RTU di lokasi masing‐masing.5 Perkembangan SCADA SCADA telah mengalami perubahan generasi. dan MTU hanya . dimana pada awalnya desain sebuah SCADA mempunyai satu perangkat MTU yang melakukan Supervisory Control dan Data Acquisition melalui satu atau banyak RTU yang berfungsi sebagai (dumb) Remote I/O melalui jalur komunikasi Radio. dan melakukan perawatan pada senuah telemetri dengan efektif serta dapat mengakusisi sistem yang sesuai dengan lingkungan industri mana yang tepat untuk dipasangkan. 2. membuat RTU yang intelligent. Dari semua faktor yang telah disebutkan. performansi dan kebuthan yang saling terintegrasi adalah merupan hal yang penting dalam memperoleh keyakinan dan kepuasaan pada sistem yang digunakan pada saat diakhir proyek yang dijalankan. menspesifikasi. memasangkan. Generasi berikutnya. dedicated line Telephone dan lainnya. Meningkatkan perhatian terhadap permasalahan ekonomi. mereka akan saling terkait satu sama laindalam sebuah pendekatan yang sistematis agar orang dapt mendesain.

Dengan adanya local control. OLE = Object Linking & Embedding) Server. Setiap Remote Area dengan sistem kontrolnya masing‐masing yang sudah dilengkapi dengan OPC (OLE for Process Control.hari. Sistem SCADA yang dikembangkan menggunakan RTU. bisa memasangkan suatu Industrial Web Server dengan Teknologi XML yang kemudian bisa dengan mudah diakses dengan Web Browser biasa seperti yang kita gunakan untuk kegiatan browsing sehari . Sistem seperti ini sangat efektif digunakan untuk memantau operasi-operasi secara Remote. Australia. Penelitian tersebut lebih dikhususkan untuk . Dengan majunya teknologi dan internet saat ini. Penelitian lain adalah yang dilakukan lembaga riset CSIRO. Apabila ada daerah‐daerah atau wilayah yang belum terpasang infrastruktur internet. namun pada suatu area yang terbatas. suatu perangkat pengendalian dengan media komunikasi radio.melakukan survey control yang meliputi beberapa atau semua RTU. Canberra. sehingga dihasilkan sistem SCADA yang murah dan fleksibel (Mayer dan Taylor. Ada juga yang mengimplementasi komunikasinya pada tingkatan RTU. Beberapa penelitian mengenai Mobile SCADA telah dilakukan. Sistem ini dilaporkan mampu menghemat biaya secara signifikan karena dapat menghemat tenaga manusia dan menghemat energi. Lembaga penelitian High Beam Research di Chicago telah mengembangkan sistem ini untuk keperluan pengendalian sistem pengairan dan sistem pemompaan. Sistem Mobile SCADA yang dikembangkan menggunakan GPRS sebagai media komunikasinya dan menggunakan mikroprosesor yang murah untuk mesin SCADA. saat ini dipasaran banyak bisa kita dapatkan Wireless LAN device yang bisa menjangkau jarak sampai dengan 40 km (tanpa repeater) dengan harga relatif murah. konsep SCADA diatas berubah menjadi lebih sederhana dan memanfaatkan infrastruktur internet yang pada saat ini umumnya sudah dibangun oleh perusahaan‐perusahaan besar seperti PT PLN. Pada sistem ini terdapat suatu sistem pengendalian berbasis komputer yang terletak pada sebuah Control Center. Banyak pabrikan yang mengalihkan komunikasi dari MTU – RTU ke tingkatan MMI (Master) – MMI (Remote) melalui jaringan microwave satelit. (Persero). 2002). operator harus mengoperasikan masing – masing local plant dan membutuhkan MMI local.

b) Telesinyal (TS) Mengirimkan sinyal yang menyatakan status suatu peralatan atau perangkat. Selain itu sistem Mobile SCADA ini menggunakan media komunikasi Paket Data CDMA. mudah digunakan. c) Telekontrol (TC) .6 Fungsi SCADA Berikut ini merupakan fungsi dasar dan utama SCADA : 1. Status peralatan dinyatakan dengan cara indikasi ganda. seperti : tegangan. Telesinyal dapat berupa kondisi suatu peralatan tunggal. Indikasi tunggal untuk menyatakan alarm. yang bekerja bersama pada jaringan nirkabel. dan arus dalam A. mudah beradaptasi. Informasi yang dikirimkan berupa status pemutus tegangan. Dengan demikian dispatcher dapat memantau keseluruhan informasi yang dibutuhkan secara terpusat. Fungsi Dasar SCADA a) Telemetering (TM) Mengirimkan informasi berupa pengukuran dari besaran-besaran listrik pada suatu saat tertentu.sistem SCADA pada jaringan sensor. daya reaktif dalam Mvar. Pemantauan yang dilakukan oleh dispatcher diantaranya menampilkan daya nyata dalam MW. mudah dirawat. arus. dan Mobile sehingga tepat digunakan oleh industri menengah ke bawah di Indonesia.4. Telesinyal dapat dinyatakan secara tunggal (single indication) atau ganda (double indication). tegangan dalam KV. Jaringan sensor adalah suatu sistem yang terdiri dari banyak microcontroller kecil yang mempunyai alat sensor. ada tidaknya alarm. pemisah. Penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan suatu sistem Mobile SCADA dengan protokol atau aturan-aturan kendali yang nantinya akan menjadi landasan bagi pembuatan perangkat lunak sistem. Protokol ini nantinya harus dibuat sedemikian rupa sehingga perangkat lunak serta perangkat keras yang dibangun dalam sistem ini bersifat generik. dapat pula berupa pengelompokan dari sejumlah kondisi. dan sinyal-sinyal lainnya. frekuensi. 2.

kondisi normally close (N/C) dan kondisi normally open (N/O). Sedangkan alarm adalah indikasi yang menunjukkan adanya perubahan status di SCADA. Oleh RTU data yang awalnya berupa data analog diubah menjadi data digital. yaitu hanya dengan menekan salah satu tombol perintah buka/tutup yang ada di dispatcher. 2. sehingga setiap ada perubahan nilai dari pengukuran dapat langsung dikirim ke master station. daya aktif. sehingga data tersebut bisa langsung ditampilkan ke layar monitor dan dispatcher bisa membaca data-data tersebut. daya aktif. Semua status dan alarm pada . yaitu pilihan dan tahap eksekusi. d) Supervisory Data Dispatcher dapat mengawasi dan mengontrol peralatan sistem tenaga listrik. c) Pemrosesan Data Setiap data yang dikirim oleh RTU akan diolah di master station. Misalnya.Perintah untuk membuka atau menutup peralatan sistem tenaga listrik dapat dilakukan oleh dispatcher secara remote. Supervisory control selau menggunakan operasi dua tahap untuk meyakinkan keamanan operasi. Fungsi Utama SCADA a) Akuisisi Data Informasi pengukuran dari sistem tenaga listrik seperti tegangan. dan frekuensi yang diperoleh tranducer awalnya berupa data analog untuk kemudian data tersebut dikirim oleh tranduser ke RTU. b) Konversi Data Data pengukuran dari sistem tenaga listrik seperti tegangan. e) Pemrosesan Event dan Alarm Event adalah setiap kejadian dari kerja suatu peralatan listrik yang dicatat oleh SCADA. Sehingga data yang dikirimkan ke master station berupa data digital. dan frekuensi disimpan dan diproses secara real time.

RTU terdiri dari beberapa modul yang ditempatkan pada suatu backplane dalam rak/cubicle.4. Tagging digunakan untuk menghindari beroperasinya peralatan yang diberi tanda khusus. Untuk melakukan hal ini. control center mencatat terus menerus dan otomatis pada bagian yang telah didefinisikan dari data yang diperoleh.7 Infrastruktur SCADA Sistem SCADA tidak dapat berdiri sendiri dan memerlukan dukungan dari berbagai macam infrastruktur. modul CPU. beban. juga untuk memberi peringatan pada kondisi yang diberi tanda khusus. yaitu: 1. juga kemampuan load shedding yang dilengkapi database. yaitu pencatatan dan pemeriksaan. modul communication. Tagging sangat bermanfaat untuk dispatcher di control center. modul digital input (DI). RTU dengan kapasitas I/O kecil dipasang pada jaringan Saluran Udara Tegangan . nama penyulang. identifikasi. g) Post Mortem Review Melakukan rekonstruksi bagian dari sistem yang dipantau setiap saat yang akan digunakan untuk menganalisa setelah kejadian. mengolah. seperti tanda masuk atau keluar. Post mortem review mencakup dua fungsi. Remote Terminal Unit (RTU) Remote Terminal Unit (RTU) atau Outstation Terminal Unit (OTU) atau Unit Terminal Jarak Jauh adalah suatu peralatan remote station berupa processor yang berfungsi menerima.telesinyal harus diproses untuk mendeteksi setiap perubahan status lebih lanjut untuk event yang terjadi secara spontan atau setelah permintaan remote control yang dikirim dari control center. 2. dan modul analog input (AI). modul digital output (DO). Modul-modul yang dimaksud adalah modul power supply. Berdasarkan penggunaannya. f) Tagging (Penandaan) Tagging adalah indikator pemberi tanda. dan meneruskan informasi dari master station ke sistem yang diatur dan sebaliknya.

arus. 2. dan frekuensi. Telekomunikasi Telekomunikasi adalah komunikasi jarak jauh antara RTU dengan master station yang merupakan media untuk saling bertukar informasi. Adapun fungsi utama dari RTU adalah sebagai berikut: a) Mendeteksi perubahan posisi saklar (open/close/invalid). Beberapa jenis media komunikasi yang digunakan pada PT. dan alat pendengar sistem pengendalian dengan tugas pokok mengumpulkan data-data tentang status peralatan. dan nilai tegangan. Kelemahan yang paling mencolok dari media komunikasi ini adalah sangat bergantung pada kondisi cuaca karena transmisi radio menggunakan udara sebagai jalur transmisinya. PLN Area Pengatur Distribusi (APD) Jatim diantaranya: a) Radio Data Komunikasi menggunakan media ini perlahan mulai ditinggalkan karena termasuk teknologi lama. b) Fiber Optik . RTU secara umum adalah perangkat komputer yang dipasang di remote station atau dilokasi jaringan yang dipantau oleh control center. hasil eksekusi. Keunggulan dari media ini adalah mampu menjangkau daerah pelosok yang tidak memungkinkan penanaman kabel bawah tanah seperti fiber optik. dan frekuensi di gardu induk. c) Menerima perintah remote control dari pusat kontrol untuk membuka dan menutup relai. d) Mengirim data dan informasi ke pusat kontrol yang terdiri dari status saklar.Menengah (SUTM) 20kV. mata. b) Mengetahui besaran tegangan. Komunikasi data digunakan untuk sistem SCADA. Komunikasi data menggunakan media komputer yang diteruskan menjadi transmisi elektronik. arus. Sedangkan RTU dengan kapasitas I/O sedang sampai besar dipasang di GI. data-data pengukuran dan melakukan fungsi remote control. RTU ini merupakan rangkaian proses yang bertugas sebagai tangan.

perangkat yang ada di master station harus memenuhi beberapa persyaratan berikut: a) Keamanan. PLN. keakuratan pengiriman. untuk menjaga ketersediaan daya listrik k) Automatic transfer switch (ATS) dan static tranfer switch (STS) untuk mengendalikan aliran daya listrik menuju master station Sebagai control center. b) Kemudahan. Master Station Mengumpulkan data dari semua RTU di lapangan dan menyediakan kepada operator tampilan dari informasi dan fungsi kontrol di lapangan. untuk referensi waktu h) Dispatcher Training Simulator i) Aplikasi SCADA dan energy management system j) Uninterruptable Power Supply (UPS). . penyimpanan. secara garis besar desain dari sebuah master station terdiri atas: a) SCADA Server b) Workstation c) Historical Data d) Projection Mimic. kelangsungan. kehandalan. dan pemrosesan data.Media komunikasi jenis ini digunakan di daerah perkotaan dan efektif digunakan untuk komunikasi jarak jauh karena kecepatan transfer data yang unggul bila dibandingkan dengan media radio data dan kabel pilot. Pada PT. dahulu mesih menggunakan Mimic Board e) Peripheral pendukung. Master Station merupakan kumpulan perangkat keras dan lunak yang ada di control center. PLN Area Pengatur Distribusi (APD) Jatim menggunakan jaringan fiber optik milik ICON+ yang merupakan anak perusahaan dari PT. seperti printer f) Voice Recorder g) Global Positioning System. dan ketersediaan sistem komputer. Desain untuk sebuah master station tidak akan sama. 3.

Sedangkan di gardu induk peralatan pendukung yang dibutuhkan rectifier/charger dan battery. power supply genset. automatic transfer switch (ATS). d) Kemudahan untuk dioperasikan dan dipelihara. diantaranya beban daya tidak terpantau dan apabila terjadi gangguan.c) Kebutuhan dan kapabilitas sistem komputer. Peripheral yang terdapat di master station terdiri dari UPS. Peralatan Pendukung (Peripheral) Peralatan pendukung yang digunakan adalah peralatan yang mampu menunjang operasional peralatan SCADA baik yang ada di master station maupun yang ada di gardu induk (GI).5 1. penanganan terhadap gangguan akan memakan waktu cukup lama. power supply PLN. Apabila catu daya di GI mati tentu akan menimbulkan berbagai kerugian. 2. Peralatan pendukung yang dimaksud adalah catu daya yang handal dan aman. Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem kendali hanya membutuhkan satu kondisi logic saja untuk mengeluarkan satu keluaran. AND dan AND NOT . battery bank. e) Kemampuan untuk dikembangkan.28 Simbol Diagram Ladder LD dan LD NOT Load adalah sambungan langsung dari line dengan logika pensakelarannya seperti sakelar NO sedangkan LD NOT logika pensakelarannya adalah seperti sakelar NC. 4. Intruksi – Intruksi pada Diagram Ladder LD (Load) dan LD NOT (Load not) Gambar 2. 2.

31 Simbol Diagram Ladder Out . OR dan OR NOT Gambar 2. OUT Gambar 2. Instruksi tersebut dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem kendali membutuhkan lebih dari satu kondisi logic yang harus terpenuhi semuanya untuk memperoleh satu keluaran. Logika OR logika pensakelarannya adalah seperti sakelar NO dan OR NOT logika pensakelarannya seperti sakelar NC. 4.30 Simbol Diagram Ladder OR dan OR NOT OR dan OR NOT dimasukkan seperti sakelar yang posisinya paralel dengan rangkaian sebelumnya. Logika pensaklarannya AND seperti sakelar NO dan AND NOT seperti sakelar NC.29 Simbol Diagram Ladder AND dan AND NOT Apabila memasukkan logika AND maka harus ada rangkaian yang berada di depannya. karena penyambungannya seri. 3. Instruksi tersebut dibutuhkan jika sequence pada suatu sistem kendali membutuhkan salah satu saja dari beberapa kondisi logic yang terpasang paralel untuk mengeluarkan satu keluaran.Gambar 2.

Timer mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999 dalam bentuk BCD (Binary Code Decimal) dan dalam orde sampai 100 ms. 7. maka kontak NO Timer / Counter akan bekerja. dimaksudkan untuk mengeluarkan satu keluaran tertentu. Counter mempunyai orde angka BCD dan mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999. Logika pengendalian dari instruksi OUT sesuai dengan pemahaman pengendalian sistem PLC yang telah dibahas di atas di mana instruksi OUT ini sebagai koil relai yang mempunyai konak di luar perangkat lunak. AND LD (And Load) Gambar 2. Sehingga jika OUT memperoleh sinyal dari instruksi program yang terpasang maka kontak di luar perangkat lunak akan bekerja.32 Simbol Diagram Ladder And Load Penyambungan AND LD terlihat pada gambar tersebut diatas.33 Simbol Diagram Ladder OR Load Sistem penyambungannya seperti gambar di atas pada prisnsipnya sama dengan AND NOT. di mana untuk memberikan keluaran sesuai dengan instruksi yang telah terpasang pada gambar tersebut. OR LD (OR Load) Gambar 2. .Out digunakan sebagai keluaran dari beberapa instruksi yang terpasang sebelumnya yang telah membentuk suatu logika pengendalian tertentu. TIMER (TIM) dan COUNTER (CNT) Nilai Timer/Counter pada PLC bersifat countdown (menghitung mundur) dari nilai awal yang ditetapkan oleh program. 6. Setelah hitungan mundur tersebut mencapai angka no. 5.

Gambar 2.34 Simbol Diagram Ladder TIMER dan COUNTER .