You are on page 1of 36

IDENTITAS

Nama
Umur
Pekerjaan
Alamat
Agama
Suku bangsa
Status pernikahan
Nomor RM
Tanggal pemeriksaan

: Ny. S
: 53 tahun
: Ibu rumah tangga
: Dusun Kintelan
: Islam
: Jawa
: Sudah menikah
: 08-40-96
: 26 Maret 2013

ANAMNESIS
KELUHAN
UTAMA
telinga kanan berdenging sejak 2 bulan
yang lalu

RPS

Keluhan muncul setelah pasien batuk pilek
dengan ingus yang encer, banyak, warna bening,
tetapi tidak berbau. Kemudian telinga dikorok
sampai kemudian penurunan pendengaran di
telinga kanan. Gangguan pendengaran disertai
dengan adanya cairan bening yang keluar hilang
timbul, tidak terdapat cairan berbau disertai
darah, tidak nyeri di dalam telinga kanan. Pasien
mempunyai kebiasaan mengorek – ngorek
telinga dengan cotton bud 4x seminggu

RPD

Gangguan pendengaran
dan keluarnya cairan dari
telinga kanan ini baru
dialami pertama kali.
Riwayat hipertensi (-),
riwayat DM (-), riwayat
operasi THT (-), riwayat
trauma THT (-).

RPK: tidak ada yang sakit seperti ini

Riwayat sosial ekonomi : Kesan ekonomi
cukup dan merupakan pasien umum

kotor (-).Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Composmentis Aktifitas : normoaktif Kooperatif : Kooperatif Status Gizi : cukup Status Generalis KEPALA LEHER GILUT Kepala Wajah Leher (-) :mesocephale : simetris : Pembesaran kelenjar limfe Gigi : normal Lidah : normal. tremor (-) Pipi : bengkak (-) .

besar) Perforasi (-) Cone of light (-) Cone of light (+) Retraksi (-) Retraksi (-) Cavum timpani Kolesteatoma (-) Kolesteatoma (-) .Auricula Bentuk normal Bentuk normal Nyeri tarik (-) Nyeri tarik (-) Tragus pain (-) Tragus pain (-) Pre-auricular Bengkak (-) Bengkak (-) Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-) Fistula (-) Fistula (-) Retro-auricular Bengkak (-) Bengkak (-) Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-) Mastoid Bengkak (-) Bengkak (-) Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-) CAE Hiperemis (-) Hiperemis (-) Jaringan Jaringan granulasi (-) granulasi (-) Polip (-) Polip (-) Serumen (+) Serumen (+) Sekret (-) Sekret (-) Membran Warna: putih Warna: Abu-abu Timpani (Perforasi(+)sentr mengkilat al.

HIDUNG & SINUS PARANASAL .

FARING .

USULAN PEMERIKSAAN Garpu Tala : memeriksa gangguan pendengaran Audiometri : memeriksa gangguan pendengaran Sekret Bakteriologis :memeriksa sekret untuk mengetahui jenis kumannya .

perforasi +/. cholesteatoma -/- . polip -/-. sekret -/-. jaringan granulasi -/-.tipe sentral.RESUME 53 tahun • • Tinitus selama 2 bulan Otorrhea keluar hilang timbul selama 2 bulan • penurunan pendengaran di telinga kanan (CHL +) • Riwayat mengorek – ngorek telinga (+) STATUS LOKALIS : Serumen +/+.

DD .

DIAGNOSA SEMENTARA .

PENATALAKSANAAN .

ANTIBIOTIK TOPIKAL .

ANTIBIOTIK SISTEMIK .

OPERATIF TYMPANOPLASTI FASCIA MUSCULUS TEMPORALIS .

EDUKASI Telinga jangan kemasukan air Menjaga higienitas telinga Kontrol rutin ke poli THT .

PROGNOSIS Quo ad vitam ad bonam Quo ad sanam bonam Quo ad fungsionam : dubia : : bonam .

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG .

DEFINISI PERFORASI MEMBRAN OTHORHEA ONSET>2BULAN .

ETIOLOGI Bakteri patogen pada anak dengan  OMA Streptococcus pneumoniae  Haemophilus influenzae (tipe tak dapat ditentukan)  Streptococcus grup A  Branhamella catarrhalis  Staphyllococcus aureus  Staphylococcus epidermidis Bayi Chlamydia trachomatis Escherichia coli Spesies Klebsiella .

PATOGENESI S OMA OMSK Ggn tuba menetap Epitelisasi membran Perforasi membran timpani menetap Infeksi telinga tengah Terapi tidak adekuat Virulensi tinggi Infeksi menetap> 2buan Pertahanan host buruk Mastoiditis Choleastoma kongenital Aticoantral/maligna Tubotimpanal/beningna perforasi sentral Radang persisten mukosa Perforasi marginal atau attic Tidak menutup Granulasi. polip Drainase buruk Permanen perforation syndrome Persistent mucosal disease Timpano mastoid disease Migrasi epitel CAE atau membran timpani Choleastoma . fibrosis.

permanen perforation sindrom . granuloma.KLASIFIKASI Tipe tubotimpanal = benigna = tipe aman . polip.persisten mucosa disease Tipe atikoantral = maligna = tipe bahaya .cholesteatoma .timpano mastoid disease Ditandai discharge supuratif. MT perforasi di atik / marginal . sering terjadi granulasi.

atau suatu rasa penuh dalam telinga . tinitus. perforasi pars tensa sering besar/sub total  tidak dapat menutup discharge (-). tanda radang (-)  dry ear Gejala yang dijumpai berupa tuli konduktif ringan. vertigo.Permanent Perforation Syndrome MT perforasi berbagai ukuran dan bentuk.

Predisposisi Infeksi saluran nafas yang berulang. mengkorek telinga dengan alat yang terkontaminasi Malnutrisi dan hipogammaglobulinemia Otitis media supuratif akut yang berulang .Fx. tonsilitis kronis Mandi dan berenang dikolam renang. rhinosinusitis kronis Pembesaran adenoid pada anak. alergi hidung.

granulasi. purulen. perforasi sentral .Persistent Mucosa Disease Mukosa tidak dapat pulih seperti semula  gangguan mukosa (jaringan fibrosis. polip) Hampir selalu ada discharge  serous mucous.

BERDASARKAN LETAK PERFORASI Sentral Marginal Atik .

BERDASARKAN AKTIVITAS SEKRET OMSK aktif unsur mukoid dan sekret telinga tengah berkurang atau hilang karena rusaknya lapisan mukosa secara luas Sekret yang bercampur darah berhubungan dengan adanya jaringan granulasi dan polip telinga  kolesteatoma yang mendasarinya OMSK tenang tidak dijumpai adannya sekret telinga Sekret yang sangat bau. berwarna kuning abu-abu kotor  kolesteatoma dan produk degenerasinya .

DIAGNOSIS .

vertigo (jarang. Akibat ISPA atau kemasukan air. jika terjadi perubahan tekanan saja.OMSK TUBOTIMPANAL ANAMNESIS 1. purulen jarang) 3. Ottorhea (serous. mukus. 6. Pada tipe mukosa persisten bisa disebabkan KU pasien kurang baik (anemi. karena tipe ini tidak menyerang tulang) 4. Tuli konduktif 2. . atau perubahan suhu yang lebih mudah akibat besarnya lubang) 5. Nyeri (jarang. penyakit sistemik).

PEMERIKSAA N 1. tipe ini . Otoskopi 4. Sekret mukus. Radiologi (untuk melihat penyebaran ke tulang-tulanguntuk biasanya tidak perlu). purulen (jarang) keluar ke CAE 6. Perforasi membrane timpani sentral 5. serus. Garputalagangguan pendengaran konduktif (CHL) 2. Audiometri (biasanya tuli CHL) 3.

kental. bisa juga akibat sekret yang tertahan) 4.OMSK ATICOANTHRAL ANAMNESIS 1. Ottorhea (purulen:kuning. bau) 3. Tuli konduktif/sensorineural 2. Nyeri (seringcholeastoma atau penjalaran ke tulang. Vertigo(seringgangguan choleastomalabirin) .

PEMERIKSAA N 1. Otoskopi: Perforasi marginal atau di attic Sekret purulen 4. Radiologi . Audiometri (CHL atau SNHL) 3. Garputala (CHL atau SNHL) 2.

PENATALAKSANAAN TIPE BENIGNA Obat pencuci telinga  H2O2 3% selama 3 – 5 hr. .miringoplasti . TIPE MALIGNA Pembedahan : . Obat tetes telinga  antibiotik dan kortikosteroid. Pembedahan : .mastoidektomi radikal dgn modifikasi.timpanoplasti.mastoidektomi sederhana .mastoidektomi radikal .

•Jika keringtympanoplasti OMSK TUBOTIMPANAL AKTIF 2 PRINSIP: •BERSIHKAN (H2O2 3%) •ANTIBIOTIK dan .TERAPI OMSK TUBOTIMPANAL TENANG •Cukup menghindari air jangan mengorek telinga.

OMSK ATICOANTHRAL BEDAH: MASTOIDEKTOMI TYMPANOPLASTI .

TERIMA KASIH .