You are on page 1of 26

ASUHAN KEPERAWATAN

PENDERITAN DG GANGGUAN
KESADARAN

OLEH
ACHLISH ABDILLAH,S.ST

Gangguan kesadaran adalah suatu manifestasi
dari berbagai macam penyakit yg berat, baik intra
cranial/ekstra cranial
Keadaan ini merupakan suatu kedaruratan
medik shg memerlukan tindakan
penatalaksanaan tertentu dan segera
TUJUAN :
 Memperbaiki k/u pasien
 Mengurangi komplikasi
 Melindungi otak dari kerusakan yg lebih parah

Anatomi Fisiologi Pusat kesadaran adalah di kedua hemisfer & acending retikuler activity sistem (ARAS) Agar kesadaran dpt dipertahankan dg baik perlu interaksi yg kontinu dan efektif antara kedua hemisfer dan ARAS di batang otak .

Kesadaran scr medis berarti Dpt mengenali diri sendiri & lingkungan dg baik Dpt memberi respon yg adekuat thd rangsang dari dalam ataupun luar tubuh  mencerminkan pengintergrasian impuls eferen dan aferen Impuls aferen  SSP  memberikan reaksi impuls eferen  Saraf otonom(merangsang produksi kelenjar & kontraksi otot polos jantung)  Kontraksi otot  gerakan .

5 cc/100 gr otak / menit akan mulai terjadi gangguan mental Bila CMR < 2 cc/100 gr otak / menit pasien akan koma .oksigen Otak memerlukan oksigen 3.3 cc tiap 100 gr otak/menit  cerebral metabolik rate oxygen (CMR O2 ) Pada kejang CMR oksigen meningkat Pada gangguan fungsi otak CMR oksigen menurun Bila CMR oksigen 2.

5 mg glukosa / menit Bila terjadi hipoglikemi akan terjadi gangguan cerebrum  progresif ke batang otak .GLUKOSA Energi otak hanya diperoleh dari glukosa tiap 100 gram otak memerlukan 5.

Patofisiologi Koma Fungsi kesadaran yg baik perlu adanya interaksi yg terus menerus dan efektif antara ARAS di bagian rostral batang otak dan korteks dari kedua hemisfer cerebri Melalui ARAS seluruh korteks cerebri kedua sisi menerima impuls aferen aspesifik  Koma terjadi apabila korteks cerebri kedua sisi menerima impuls aferen aspesifik akibat adanya kerusakan pada ARAS atau gangguan difus dari kedua hemisfer cerebri .

contosio. epilepsi Kelainan sistemik  gangguan metabolik  Hypoglikemi/hiperglikemi  Hipoxia dan toxin . ICH  infeksi otak. epidural. subdural  Sirkulasi : SAH. laserasi.ETIOLOGI Kelainan Otak  trauma : commotio. neoplasma.

permukaan kulit. bau pernafasan. rytme  Tensi.Pemeriksaan klinis Anamnese  penyakit yg diderita sebelu koma  keluhan sebelumnya  Obat yg diminum sebelum koma  apakah koma terjadi scr mendadak  Apakah ada riwayat trauma  Pemeriksaan interne  Nadi : frekw. dan selaput mulut . isi. suhu.

brill hematom. dilatasi lambung. GCS Px untuk menentukan letak proses antara lain : . Kepala : kedudukan kepala. darah dari mulut/hidung  Leher. massa Pemeriksaan neurologis Px. thoraks  Abdomen :m hepar.

membasahi bibir. menguap  Perhatikan letak lengan bila lengan fleksi dan tungkai ekstensi (decortikasi postur )  gangguan di hemisfer Bila lengan dan tungkaai ekstensi  kerusakan pd batang otak .Observasi umum Adakah gerakan automatif / primitif  menelan.

Pengamatan pola pernafasan Bentuk chene stokes  ada di hemisfer / mesencefalon Yaitu pasien terjadi apneu  pasien mulaai bernafas dangkal  amplitudo makin besar  makin lama makin kecil  apneu Central Neurogenik Hyperventilasi / kusmmaul Yu pernafasan cepat dan dalam frekwensi 25 x/mnt  kerusakan terletak batas antara mesencefalon dan pons .

Apneustic Breathing inspirasi yg dalam yang diikuti dg penghentian ekspirasi dalam waktu lama  kerusakan pada Pons Ataxis Breathing Pernafasan dangkal. cepat tidak teratur  pada pasien agonal Kerusakan pada formatio retikularis bagian dorso medial dari medula oblongata .

Pemeriksaan pupil Pemeriksaan reflek cephalik (batang otak ) Reflek pupil bila ada gangguan reflek  gangguan di mesencefalon Gerakan mata boneka (Dool’s head Maneuver)  kerusakan pada batang otak Oculo Auditori Refleks  bila telinga dirangsang dg suara keras pasien akan menutup mata ( di pons) Reflek cornea (pons) Refleks muntah ( oblongata) .

Reaksi terhadap nyeri Bila sesuai yu pasien mengetahui dimana stimulasi nyeri dirasakan  menunjukkan utuhnya sistem sensoris ( ascending spesifik) Bila tidak sesuai  dapat dilihat berupa rigiditas decortikasi / decerebrasi .

Fungsi Tractus Pyramidalis Adakah kelumpuhan Refleks tendinsi  pada fase akut gangguan tractus pyramidalis akan terlihat sisi kontra lateral dari lesi terdapat penurunan refleks Pemeriksaan Laborat Fungsi ginjal Fungsi hepar Fungsi endokrin .

METABOLIK .PERAWATAN PASIEN TDK SADAR DEFINISI TIDAK SADAR ADL SUATU KONDISI DIMANAA FUNGSI CEREBRAL TERTEKAN YG RENTANG DARI STUPOR KE KOMA PENYEBAB GANGG. NEUROLOGI. GANGG. KERACUNAN.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK TES STATUS NEUROLOGI PEMERIKSAAN LAB .

PERTAHANKAN OKSIGEN ADEKUAT 4. CAROTIS. PERIOROTAS UTAMA ADL MEMPERTHANKAN JALAN NAFAS 2. KAJI STATUS SIRKULASI : NADI.PENATALAKSANAAN 1. TD 3. IRAMA. CUKUPI STATUS KESEIMBANGAN CAIRAN .

reflek menelan. reflek tendon 3. eliminasi. Pemeriksaan fungsi tubuh ( sirkulasi. Kaji wajaah simetris/tdk. KAJI TK KLESADARAN : gcs 1. Suspec keracunan/gangg. equlity. pergerakan mata 2. reflek pupil positif 6. Neurologi maka gejala >> berat . Kaji ada respon/tdk. perubahan cara berfikir 4. perubahan posisi. Catat ukuran pupil. Metabolik pasien tdk sadar . Jika disebabkan gangg.PENGKAJIAN . reaksi thd chy. keseimbangan cairan & elektrolit ) 5. RR.

KETIDAKMAMPUAN BERSIHKAN SEKRESI JALAN NAFAS 2. POTENSIAL TDK SEIMBANG VOLUME CAIRAN B/D TDK BISA MINUM 3. TDK EFEKTIFNYA JALAN NAFAS B.D. TDK MINUM CAIRAN 4. TDK REFLEK PHARENGEAL. POTENSIAL KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT B/D IMOBILISASI/RESTLESNESS . PERUBAHAN MUKOSA MEMBRAN ORAL B/D PERNAFASAN LEWWAT MULUT.DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.

PERUBAHAN PROSES KELUARGA B/D ADA KRISIS PASIEN . GANGGUAN INTEGRITAS JARINGAN KORNEA B/D DAMPAK PENGURANGAN/PENURUNAN REFLEK KORNEA 6.5. TDK EFEKTIFNYA TERMOREGULASI B/D DAMPAK TERGANGGUNYA HIPOTALAMUS 7.

KOMPLIKASI 1. PRESS ULCUSS . PNEUMONIA 3. GAGAL / DISTRESS RESPIRASI 2.

JALAN NAFAS TETAP BERSIH 2.RENCANA & IMPLEMENTASI TUJUAN PERAWATAN PASIEN TDK SADAR 1. MEMPERTHANKAN KESEIMBANGAN VOLUME CAIRAN 3. TDK ADA IRITASI KORNEA 6. TERJAGA KEUTUHAN MEMBRAN MUKOSA ORAL 4. TERJAGA KEUTUHAN JARINGAN KULIT 5. ADA KEUTUHAN THERMOREGULASI 7 TIDAK ADA RETENSI URIN/INFEKSI 8. TDK ADA DIARE/ FECAL IMPACTION .

. RESUSITASI 2. OBS. PANTAU TANDA PENINGKATAN TIK 4. PANTAU ADANYA KEJANG. CAIRAN ELEKTROLIT. FUNGSI NAFAS ASPIRASI.SUCTION. BLOOD OBSERVASI TD 3.FISIOTERAPI DADA/POSTURAL DRAINAGE. BRAIN OBSERVASI TK KESADARAN. BREATHING : JLN NAFAS BEBAS DARI OBSTRUKSI. INCONTINENSIA GUANAKAN CONDOM CATH. BILA RETENSI GUNAKAN CATETER . OBSERVASI TANDA INFEKSI .PRINSIP PERAWATAN PRINSIP 5 B 1. BLADDER OBSERVASI MIKSI. POSISI YG BAIK MIRING AGAR LIDAH TDK JATUH KE BELAKANG SERTA BILA MUNTAH TDK TERJADI.

5. OBSERVASI DEFEKASI BILA DIJUMPAI TANDA OBTIPASI ATAU KONSTIPASI 6. BONE AND BODY’S SKIN . BOWEL PERTAHANKAN NUTRISI TERUTAMA MENGANDUNG AKLORI & VITAMIN. K/P PASANG NASO FEEDING BILA SULIT MENELAN.