You are on page 1of 13

Penyakit-Penyakit Tomat

Anggota Kelompok :

1. Layu bakteri stewartii Pantoea stewartii

terutama jagung manis pada seluruh stadia tanaman (stadia pembungaan.  Gejala Penyakit Fase pertama terjadi saat perumbuhan 2-5 helai daun. Pada beberapa kasus. Tingginya produksi polisakarida (EPS) oleh bakteri menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh xilem. Infeksi hanya bersifat lokal. daun memperlihatkan garis hijau pucat sampai kuning. hal ini menyebabkan kurangnya suplai air dan nutrisi ke tanaman. Bagian tanaman yang terinfeksi yaitu buah. pembibitan dan pertumbuhan vegetatif). sehingga tanaman menjadi layu dan mati. Tanaman yang terinfeksi jika tidak mati akan menjadi kerdil dan tidak akan menghasilkan bulir. Pada tanaman muda water soaking (luka kebasahan) yang panjang terdapat di sepanjang daun. goresan hijau sampai kuning dengan pinggiran yang tak beraturan dan bergelombang di sepanjang tulang daun dan juga diseluruh permukaan daun. Infeksi terjadi sangat cepat dan menyebabkan layu. Thomas 2002 dalam Harahap. Pantoea stewartii merupakan bakteri penyebab penyakit Layu Stewart pada tanaman jagung dan merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1 yaitu Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dilaporkan belum terdapat di wilayah Indonesia (BKP.Penyakit. 2011). Pada kebanyakan tanaman yang terinfeksi akan terlihat adanya rongga pada pangkal batang. akar. daun. Yang 2000. pembuahan. Pada fase kedua ini tidak terjadi layu seperti pada fase pertama (Shurtleff 1980. 2012) . benih. Umumnya gejala berupa luka pada daun. kuncup bunga. P. Fase kedua dari penyakit layu bakteri pada jagung terjadi setelah munculnya malai. batang dan seluruh bagian tanaman. stewartii menyerang tanaman jagung. permukaan daun akan kering dan mati dengan gejala seperti kekurangan nutrisi.

Hanya pada bagian protorax dan abdomen terakhir yang berwarna gelap (Cook dan Weinzierl. 2004).Larvanya berukuran kecil. Kondisi lembab hangat seperti yang ada di Negara kita ini Indonesia cenderung untuk mendukung penyakit ini untuk menginfeksi tanaman-tanaman yang ada di Indonesia saat ini. penyebaran terjadi melalui percikan hujan. Di ladang. Ukuran maksimal larva adalah sekitar 1/6 inch dan pada umumnya segmentasi tubuhnya tidak berpigmen. dan thermal death point pada 53°C. terbawa benih sehingga menyebar ke berbagai belahan dunia. irigasi sprinkler. Mampu meloncat jauh. Penyakit busuk hitam pada kubis  Penyebab Penyakit ini disebabkan oleh bakteri xanthomonas campestris pv. atau sisa batang jagung setelah panen.campestris penyakit ini Bakteri Ini menyerang banyak keluarga kubis termasuk kubis dan rumput liar seperti lobak liar. Selain itu Walker (seorang ahli penyakit tanaman di Amerika ) mengungkapkan bahwa bakteri Xanthomonas campestris down ini mempenetrasi benih melalui xylem dan bergerak masuk ke bagian biji. serangga. spora yang terbawa angin. ukuran panjang kira-kira 1/16 inch.  Vektor Chaetocnema pulicaria disebut sebagai kumbang jagung.Suhu optimum untuk pertumbuhan bakteri adalah 27-30°C. Penyebaran utama terjadi melalui gerakan bibit terinfeksi ke daerah-daerah baru dan ladang. 2002) 2. ukurannya kecil. Dari pengamatan dilapang diketahui bahwa sangat sedikit patogen yang menginfeksi benih dengan cara tersebut dan pada umumnya patogen berada dalam jaringan dari kulit biji. tubuhnya mengkilap dan berwarna hitam. pada suhu 8 -9°C bakteri tumbuh sangat lambat. Bakteri ini endemis di wilayah Amerika utara. Bakteri dari tanaman yang terinfeksi bisa bergerak cepat ke tanaman yang sehat dan sering akan mengikuti air . kotoran hewan. peralatan tanam dan pakaian. berwarna putih dan tidak terlalu aktif.merupakan vektor primer penyakit layu stewart yang diakibatkan oleh bakteri Pantoea stewartii. Bakteri dapat bertahan di dalam tanah. Bakteri tumbuh subur di dalam tubuh vektor selama hibernasi dan kemudian menginfeksi tanaman jagung dari pohon ke pohon selama musim tanam merupakan cara penyebaran utama di lapang (Stack et al.

bakteri menyebabkan pertumbuhan terhambat. Bakteri memasuki daun melalui lubang alami atau luka. Scientific classification Scientific classification Kingdom: Bacteria Phylum: Proteobacteria Class: Gamma Proteobacteria Order: Xanthomonadales Family: Xanthomonadaceae Genus: Xanthomonas Species: Xanthomonas campestris Gejala dari penyakit ini antara lain adalah sebagai berikut : Gejala serangan penyakit busuk hitam yang di akibatkan oleh bakterixanthomonas camprestis pv. Selain itu perkembangan tanaman dan krop menjadi terhambat dan kerdil sehingga dapat menurunkan produksi secara nyata.sehingga tanaman di daerah dataran rendah bisa terinfeksi parah.campestris diawali dengan infeksi yang biasanya disebabkan luka ataupun bekas gigitan serangga pada pori – pori air ( Hidatoda ) di ujung tepi daun. sehingga siklus infeksi terus berlanjut. Penyakit ini dapat menyebabkan busuk kering. Oleh karena sangatlah penting untuk mencegah penyakit agar tidak memasuki ladang anda dan melakukan rotasi tanaman. Begitu masuk. Penyakit Busuk Hitam dapat bertahan dalam tanah selama 40 sampai 60 hari dan selama dua tahun jika tertimbun oleh residu tanaman. Tanaman sakit yang disimpan untuk produksi bibit akan menghasilkan bibit yang sakit. Bila serangannya terjadi dalam keadaan udara yang lembab dan karena serangan jasad sekunder ( Erwinia . Infeksi patogen tersebut menyebabkan tepi daun berubah warna dari hijau menjadi kekuningkuningan ( Klorosis ) yang meluas ke berbagai bagian pelepah daun dan akhirnya daun menjadi berwarna coklat dan rontok.

Daun yang terinfeksi ini kemudian cepat diserbu oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan busuk lunak pada tanaman kubis. 2000). motile. Lesi “V” memiliki tepi kuning dan coklat di bagian tengah dengan urat hitam. tetapi infeksi awal musim yang paling parah karena bakteri dapat terangkut bersama bibit. berkapsula. campestris sebagai penyebab . 1992). Cara identifikasi penyakit : Busuk hitam. busuk coklat atau bakteri hawar daun (Djatnika 1993) dan merupakan penyakit penting di Malaysia. Dengan infeksi berat. Streets (1972) menegaskan bahwaX. Bibit yang terinfeksi bisa tidak menunjukkan gejala sakit atau kelihatan sehat ketika kondisi tidak mendukung perkembangan penyakit. Infeksi bisa terjadi pada setiap tahap perkembangan tanaman.hasil pengujian gram dengan KOH 3% menunjukkan bahwa bakteri ini termasuk gram negatif. Bakteri ini berbentuk batang. Filipina. Selain gejala yang pertama ada lagi gejala dimana area kuning tidak teratur di tepi daun yang berkembang menjadi lesi berbentuk V. tapi gejala muncul kembali setelah tanam dalam kondisi kurang baik. Thailand.campestris. dan bergerak dengan satu flagelum polar (Sastrosiswojo et al.carotovora ) dapat berubah menjadi busuk lunak ( Soft Rot ) serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sebuah penampang batang dapat mengungkapkan cincin hitam pada jaringan di mana bakteri telah melakukan serbuan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. dalam tanah atau dalam sisa tanaman sakit (Semangun 2000). Bakteri ini menyebabkan busuk kering pada kubis. Koloni berlendir berwarna kuning. Bakteri ini berbentuk batang kecil. dan Indonesia (Semangun 2000). Patogen dapat bertahan pada biji kubis. maka daerah yang terkena akhirnya bergabung sehingga daun tampak seperti telah tersiram air panas atau dibakar. Kondisi optimum untuk perkembangan penyakit adalah suhu antara 25-28 °C dengan adanya air bebas atau kelembaban yang tinggi. Penyakit ini dikenal dengan nama busuk hitam (blackrot). tidak berspora. di mana gejala muncul dalam waktu 8-10 hari setelah terinfeksi. flagella satu di ujung. Menyebabkan kematian jaringan (necrosis) berupa becak-becal kecil (spots) dan besar (blights) pada daun (Goto. Identifikasi penyakit disini dilakuan dengan cara pengujian pemberian KOH 3%. membentuk rantai.

4-trifeniltetrazoliumklorida (medium TTK). Pada stadium penyakit yang lanjut.3. Bakteri dapat diisolasi dengan baik pada medium yang mengandung 2. dari bekas pembuluh akan keluar massa bakteri seperti lendir bewarna putih susu. Yang dapat menginfeksi tomat adalah ras 1. Irisan melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan xylem yang seperti tersumbat serta berwarna hitam. Menurut (Hanudin dan Djatnika. 1986) pertumbuhan bakteri diatas medium buatan dapat dihambat oleh perasaan umbi lapis bawang putih. bila batang dipotong. Lendir akan lebih banyak keluar bila potongan batang ditaruh ditempat yang lembab. tampak bahwa bekas pembuluh bewarna coklat. Secara terinci bakteri ini sudah diuraikan pada bab Penyakit Layu Bakteri pada kentang. Karena adanya lendir ini penyakit layu bakteri sering juga disebut “penyakit lendir”. cabang. Layu Bakteri (Pseudomonas solanecearum) Gejala Penyakit Gejala permulaan adalah menjadi layunya beberapa daun muda atau menguningnya daun-daun tua (daun sebelah bawah). . Penyebab & Ciri-cirinya Bakteri Pseudomonas solanacearum. atau tangkai daun tanaman sakit dibelah. Jika batang. Batang tanaman sakit cenderung membentuk lebih banyak akar adventif sampai setinggi bunga. Bakteri ini mempunyai banyak ras. Adanya massa lendir ini dapat dipakai untuk membedakan penyakit layu bakteri dengan penyakit layu Fusarium.busuk hitam dari golongan cruciferae memasuki jaringan tanaman akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh.

mosaik.wisc. diwaktu banyak hujan. Akhir-akhir ini penyakit mosaik kedelai banyak terdapat di pusatpusat penanaman kedelai di Jawa Timur dan di Sulawesi Selatan (Baliadi dan Saleh. . Jenis-jenis tomat mempunyai kepekaan yang berbeda-beda terhadap penyakit layu bakteri. Besarnya kerugian tergantung pada umur berapa tanaman terinfeksi oleh virus mosaik kedelai. Intensitas penyakit sangat dipengaruhi oleh tanaman sebelumnya. dan rapuh.Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit tersebut Penyakit layu bakteri pada tomat dibantu oleh suhu yang relative tinggi. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan penyakit mosaik kedelai adalah daun melilit. 1989). berwarna lebih tua dibandingkan dengan daun yang sehat. Pupuk kandang yang baru (belum masuk) dapat membawa bakteri layu ke lading. Tepi daun sering mengalami klorosis. melengkung. Setelah itu daun menjadi tidak rata (berkerut) dan mempunyai gambaran mosaik dengan warna hijau gelap di sepanjang tulang daunnya. Gejala khas yang nampak pada kulit biji yang terserang virus adalah terdapatnya belang coklat yang radial. Mula-mula tulang daun pada anak daun yang masih muda menjadi kuning jernih.edu/soyhealth…irus. Penyakit ini dapat menurunkan hasil dengan 50-90%. a.8 ton per hektar. Virus ini dapat ditularkan melalui benih. Gejala dan Penyebab Penyakit Gambar gejala mosaik patogen (plantpath. Aphis glycines. Seterusnya penyakit ini diteliti oleh Parman dan Triharso (1979).htm) dan struktur Penyakit mosaik kedelai atau Soybean Mosaik disebabkan oleh virus mosaik kedelai atau Soybean Mosaik Virus (SMV). Soybean Mosaic Virus (SMV) merupakan jenis virus utama yang menyerang tanaman kedelai dan berpotensi menurunkan produksi hingga 90% atau setara dengan 1. sehingga didataran rendah penyakit timbul lebih berat. serta Myzus persicae. Meskipun bakteri dapat pada pH tanah yang luas. namun bakteri berkembang lebih baik ditanah yang suhunya agak tinggi. Untuk pertama kalinya adanya gejala mosaik pada kedelai di Indonesia dilaporkan oleh Surtiyati (1973) dan Kaselan (1976) di Yogyakarta. tulang daun jernih (vein clearing). Pada beberapa varietas kedelai terjadi gejala nekrotik disertai dengan menjadi coklatnya tulang daun.

Dalam sel tanaman sakit terdapat badan asing yang mirip dengan cakra. Pada saat ia berada di permukaan daun.daun menguning. daun menjadi pucat dan tidak dapat memasok kebutuhan organ lain. 2. isolat CMV dibagi menjadi subgroup I dan II . Cucumbar mozaik virus (CMV) Penyebabnya adalah CMV (Cucumber Mosaic Virus). Aphid akan menghisap zat-zat dari daun. b. Masingmasing RNA ini mempunyai fungsi genomic yang berbeda. dilaporkan dapat menginfeksi lebih dari 800 spesies tumbuhan. Berdasarkan 10 beberapa kriteria. daun mudah rontok dan akhirnya tanaman mati. (Sinaga. craccivora Koch. Tanaman sakit membentuk polong kecil. strain virus. dan oleh beberapa macam kutu daun secara nonpersisten. Biji lebih kecil dari biasanya dan daya kecambahnyapun menurun. A. Akar tanaman sakit membentuk bintil akar lebih sedikit dam lebih kecil. dan Rhopalosiphum maidis Fitch. sehingga otomatis dia akan bisa menularkan penyakit (virus) dan memperbanyak diri dalam tanaman tersebut. CMV mempunyai tiga RNA genom beruntai tunggal (RNA 1. serangan virus ini juga menurunkan daya kecambah apabila menyerang tanaman yang masih muda.. Lebih dari 60 isolat CMV sudah diketahui sifat-sifatnya. (1985) sebagian dari biji tanaman sakit berbercak-bercakcoklat. rata. tanaman menjadi kerdil. Virus ini mempunyai kisaran inang terluas di antara virus tanaman yang diketahui saat ini. sehingga fiksasi nitrogen kurang. tunas-tunas penuh bercak. Sedangkan Thrips bekerja dengan menusuk klorofil (zat hijau daun) yang sangat diperlukan dalam proses pembuatan zat makanan bagi tumbuhan. 1997). terbawa oleh biji tanaman sakit. tetapi ini tergantung dari kultivar kedelai. Kandungan leghemoglobin rendah. Aphid memiliki mulut berupa alat tusuk dan hisap. Vektornya berupa Aphid dan Thrips. bersama-sama dengan Peanut stunt virus (PStV) dan Cabaio aspermy virus (CAV) (Palukaitis et al. Kutu daun yang dapat bertindak sebagai vektor antara lain Aphis glycines Matsumura. Myzus persicae Sulzer. dan umur tanaman pada waktu infeksi terjadi. dapat menyebabkan kerugian besar pada berbagai jenis tanaman. 2006) CMV termasuk dalam kelompok Cucumovirus. batang dan tangkai daun berwarna coklat. satu RNA subgenom (RNA 4). kurang berbulu dan lebih melengkung. Siklus Penyakit Virus dapat menular secara mekanis. Menurut Anon. Akibatnya. Berdasarkan penelitian. 3).

CMV mempunyai kisaran inang yang sangat luas. Pengendalian penyakit CMV yang banyak dilakukan hanyalan bersifat sebagai pencegahan misalnya penggunaan bibit tahan atau bebas viru. Pada tanaman tomat gejala diawali dengan menguning dan kerdil. komponen RNA ke-5 (CARNA 5) merupakan molekul RNA berukuran kecil yang sepenuhnya bergantung pada virus penolong untuk replikasinya tetapi tidak mendukung virus penolong dengan fungsi esensial apapun (Gallitelli. lili. pisang. Subgenom RNA ke-4 (RNA4) adalah kurir lapisan protein subgenomik. bayam. daun menyempit dan mengalami distorsi. cabai. seringkali tanaman menjadi kerdil. tanaman famili crucifereae. hias dan buah-buahan. terdapat pada tanaman sayuran. seledri. biji. Virus CMV (Cucumber mozaic virus) juga bisa menyebabkan penyakit pada tanaman tembakau yang sangat merugikan. isolat CMV subgroup I dari isolat subgroup II. virus mosaik mentimun (cucumber mosaic virus = CMV). Penyakit yang disebakan oleh virus ini sampai saat ini masih sulit dikendalikan karena virus ini mempunyai banyak jenis tanaman inang dan dapat disebarkan oleh vektor. CMV membutuhkan 3 buah RNA untai tunggal fungsional (RNA 1. CMV terdapat hampir di semua negara dengan strain dan sifat biologinya yang berbeda-beda. Daun menunjukkan gejala mottle mirip gejala . bahan perbanyakan tanaman. petunia. labu. tulip. virus kentang Y (potato virus Y = PVY) dan virus X kentang (potato virus X = PVX) (Prajananta.membaginya berdasarkan bobot RNA 1 dan RNA 2. virus mosaik tembakau (tobacco mosaic virus = TMV). zinia. dan 3) untuk dapat menginfeksi. Dengan kisaran inang yang luas maka gejala yang ditimbulkannya pun beragam.2. dan beberapa jenis gulma. eradikasi tanaman terinfeksi. 2005). 1995) Gejala bervariasi tergantung pada strain virus dan kultivar tanaman. polong-polongan. 1998). Gejala daun yang terserang CMV adalah terjadinya perubahan warna seperti pola mosaik. Jenis Tanaman Inang Cucumbar mozaik virus (CMV) CMV(Cucumber mozaik virus){virus mozaik timun} menyerang tanaman mentimun. Gejala Cucumbar mozaik virus (CMV) pada Tanaman Cabe Penyakit mosaik pada tanaman cabe dapat disebabkan oleh salah satu atau gabungan berbagai jenis virus seperti virus tomat mosaik (tomato mosaic virus = ToMV). dan alat mekanis. gladiol. pengendalian vektor dan proteksi silang (Triharso. bit. tomat. Selain menyerang mentimun. delphinium. CMV juga menyerang tanaman melon.

1995) atau disebarkan oleh kutu daun seperti CMV dan PVY Gejala awal serangan ditandai dengan adanya warna mosaik kuning atau hijau muda mencolok pada daun. Jenis virus di atas dapat menular melalui persinggungan secara mekanik seperti TMV. melalui biji seperti ToMV dan TMV (Prajananta. ToMV dan PVX. pekerja kebun dan peralatan pertanian. Penyebaran virus ini dapat secara langsung karena gesekan bagian tanaman yang sakit ke daun atau bagian tanaman lain yg sehat karena adanya angin. permukaan daun berlekuk-lekuk (bergelombang).tobacco mosaic virus (TMV). atau menjadi seperti tali sepatu karena lembaran daun menghilang yang tinggal hanya tulang daun saja. Mulamula tulang daun menguning atau terjadi jalur kuning sepanjang tulang daun. daun berbentuk mangkuk atau cawan. daun berlepuh hijau gelap (blister). belang hijau coklat. Virus masuk ke dalam jaringan melalui luka lalu memperbanyak diri dan menyebar ke seluruh jaringan tanaman secara sistemik. Pertumbuhan tanaman yang terserang virus relatif lebih kerdil. Kelanjutanya pucuk menumpuk keriting . pertumbuhan tanaman lebih pendek.) yang dapat dikacaukan dengan gejala ToMV yaitu malformasi daun (fern-leaf). ukuran permukaan daun lebih kecil. ukuran daun lebih kecil dan lebih sempit dari ukuran daun yang normal. Gejala karakteristik adalah bentuk daun seperti tali sepatu (shoestring-like). Gejala spesifik berupa terjadinya klorosis pada daun (daun trotol kuning). Daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda. oleh kutu daun (Aphis gossypii Glow). Virus mosaik mentimun sering menyebabkan gejala bisul atau kutil pada buah (Semangun 1989).

Klasifikasi dan Ciri Virus Bean common mosaic virus (BCMV) termasuk dalam famili Potyviridae. (Noordam 1973). Secara keseluruhan tanaman tumbuh tidak normal. pengerdilan. Asam nukleatnya memiliki tipe single stranded RNA (ssRNA/RNA utas tunggal) dengan kandungan sebesar 5%. Gejala Gejala yang ditimbulkan pada tanaman kacang panjang jika terserang penyakit mosaik kuning adalah sebagai berikut : Gejala pertama kali muncul berupa pemucatan tulang daun (vein clearing) pada daun-daun muda. genus Potyvirus. Terjadi lepuhan.5% hingga 85.diikuti dengan bentuk helaian daun menyempit atau cekung. buah kecil. Akibat Akibat yang ditimbulkan pada tanaman kacang panjang yang terserang penyakit mosaik kuning adalah sebagai berikut : Terhambatnya proses pembungaan. Cara Identifikasi Cara identfikasi penyakit mosaik kuning adalah melakukan deteksi BCMV dengan uji serologi yang didasarkan pada reaksi antara antigen (virus) . Nama Penyakit : Penyakit Mosaik Kuning Penyebab Penyakit mosaik kuning pada kacang panjang (Vigna sinensis) disebabkan oleh Bean common mosaic virus (BCMV). mengakibatkan jaringan sekitarnya mengalami klorosis.15%. dan akhirnya layu pada daun. menjadi lebih kerdil dibandingkan dengan tanaman sehat.Panjang partikel BCMV yaitu 750 nm dan lebar 12-15 nm. Tulang daun mengerut sehingga daun bergelombang dan permukaan daun tidak merata. menjadi hijau muda. kemudian berkembang menjadi mosaik kuning disertai dengan malformasi daun. bengkok dan ringan. Penurunan bobot polong dari 27.

35 mm. Ciri-ciri penting A.45 mm. Graham.C. dan kepala tempat antena melekat tidak berkembang (weakly developed). 9 (3): 45-52 Holiday. Kongr. 1980. Okt. 1971. panjang sifunkuli 0. Cara Pengendalian Penyakit Busuk Daun pada tomat var.28 mm. 1987. IX PFI. dan malformasi daun. Hort. Mahmud dan Azwir Mirin. J. seperti metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). panjang kauda 0. 1987: 448-453. Suryaningsih. Nas. Min. immuno-blotting atau western blotting. K. Efisiensi penularan BCMV berkolerasi positif dengan jumlah kutu daun yang terdapat pada tanaman.M. Overseas Dev. Daftar pustaka Walker. Plant Disease of Fiji. Oversease Res. Cara Penularan Penyakit mosaik kuning pada kacang panjang yang disebebkan oleh BCMV sebagian dapat ditularkan oleh kutu daun (A. . Cambridge:Cambridge University Press. gondol dengan fungisida. Bul. Fungus Disease of Tropical Crops. 1982. 1952. 607 hlm.dan antibodi. London. Euis. Surabaya. Craccivora) yang diawali dengan terjadinya pemucatan tulang daun (vein banding). Pengaruh pemupukan Nitrogen dan Kalium Terhadap perkembangan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat. 250 hlm. metode gel double diffusion test. craccivora yang diamati sesuai dengan kunci identifikasi (Blackman dan Eastop 2000) yaitu imago (aptera) dengan panjang tubuh 1. Penel. Publ. jumlah rambut pada kauda 5-6 helai. dot immunobinding assay (DIBA). P. mosaik. Penularan oleh kutu daun yang mengandung virus tidak terjadi jika kutu daun tidak menghisap jaringan tanaman. Metode lain yang sering digunakan dewasa ini ialah metode deteksi molekuler polymerase chain reaction (PCR) yang memanfatkan sifat spesifik urutan nukleotida virus. 17. McGraw Hill : New York 529 hlm. Disease of vegetable crops.

1987: 318-324. S. Series 4. 55 hlm. Affairs. Bull. Econ. 14 (1): 12-14.Djauhari. IV PFI. Haryadi. Hibrid vigor dan Penyambungan Tanaman untuk Mengatasi Penyakit Layu Bakteri pada Tomat. Penel. Penyakit-penyakit tanaman hortikultura di Indonesia. Dept. 1976. Agric. 1989. 1961. Upaya Pengendalian Penyakit Layu fusarium pada Tomat dengan Pemulsaan menggunakan plastic sebelum tanam Kongr. Nov. Nas. Hanudin dan I. Johnston. Gajah mada University Press. 1976. Nas. Hartono. Kongr. 1987. Sri Setyati. A Preliminary plant disease survey in Netherlands NewGuinea. 1986. Bandung. IX PFI. Bull. Hort. Pengaruh ekstrak beberapa Tanaman terhadap pertumbuhan bakteri layu (Pseudomonas solanacearum) secara invitro. Des. Yogyakarta . A. Djatnika. Gambung. Semangun. 9 Hlm. Surabaya.