You are on page 1of 13

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Stroke
2.1.1 Definisi Stroke
World Health Organization (2011) mendefinisikan stroke sebagai sindrom
klinis gangguan fungsi otak yang terjadi mendadak dengan tanda dan gejala klinis
baik secara fokal (atau global pada perdarahan subaraknoid) yang berkembang
dengan cepat dan berlangsung lebih dari 24 jam, atau dapat menimbulkan
kematian yang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah otak.
Ropper (2005) dalam buku Adams Principle of Neurology mengatakan
bahwa istilah stroke mengacu kepada setiap gangguan neurologik mendadak yang
terjadi akibat terhentinya aliran darah pada sistem suplai arteri otak. Istilah stroke
ini biasanya digunakan secara spesifik untuk menjelaskan infark serebri (stroke
iskemik). Istilah yang lebih lama dan masih sering digunakan adalah
cerebrovascular accident (CVA). Istilah lain yang sering digunakan di masyarakat
adalah serangan otak.
2.1.2 Etiologi Stroke
Stroke disebabkan oleh karena adanya gangguan suplai darah ke otak,
biasanya karena pecahnya pembuluh darah otak atau tersumbatnya pembuluh
darah otak akibat gumpalan. Keadaan ini menyebabkan terhentinya pasokan
oksigen dan nutrisi otak dan menyebabkan kerusakan jaringan otak (Salawu et al.,
2010; WHO, 2011).
Ropper (2005) mengatakan bahwa stroke secara spesifik disebabkan oleh
penyakit serebrovaskular yang menyebabkan patologi pembuluh darah, seperti
oklusi lumen pembuluh darah akibat embolus atau trombus, ruptur pembuluh
darah, perubahan permeabilitas dinding pembuluh darah, atau peningkatan
viskositas (perubahan kualitas aliran darah) yang menuju otak. Selain itu, stroke
juga disebabkan oleh penyebab dasar, seperti aterosklerosis, perubahan
arteriosklerotik oleh karena hipertensi, arteritis, pelebaran aneurisma dan
malformasi yang semakin berkembang.

4

stroke dibagi menjadi dua pembagian besar yaitu : 1. 2010). Ruptur vaskular di dalam jaringan otak atau ruang subaraknoid juga dapat mengakibatkan terjadinya stroke (Hartwig. Stroke diperkirakan menyebabkan 5. 2005). 2008). Tiga perempat dari seluruh kasus stroke baru terjadi pada orang yang berusia 65 tahun atau lebih.. . Diperkirakan tahun 1990-an stroke menyebabkan 4. Stroke hemoragik yaitu stroke yang terjadi oleh karena pecahnya pembuluh darah di otak. trombosis serebri. Stroke iskemik yaitu stroke yang terjadi oleh karena suplai darah ke otak terhambat atau berhenti.1.7 juta kematian pada tahun 2005. Insiden dan prevalensi stroke akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. stroke merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama yang menyebabkan kematian dan kecacatan (Misbach et al.4 juta kematian dunia setiap tahunnya yang merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak didunia. misalnya pada keadaan syok atau hiperviskositas darah.3 Epidemiologi Stroke Stroke merupakan penyebab kematian tersering ketiga didunia setelah penyakit jantung koroner dan kanker (American Heart Association. 2006).4 Klasifikasi Stroke Secara umum. dimana setengah jumlah pasien meninggal atau menyebabkan kecacatan fisik..5 Stroke juga bisa terjadi karena kurangnya perfusi akibat gangguan status aliran darah. dapat menimbulkan perdarahan baik perdarahan intrasereberal maupun perdarahan subarakhnoid (Hartwig. Gangguan aliran darah akibat bekuan atau embolus infeksi yang berasal dari jantung atau pembuluh ekstrakranial juga merupakan proses patologi yang mungkin terjadi pada pembuluh darah otak. dan emboli serebri.1. Di Indonesia. dapat menimbulkan Transient Ischemic Atack (TIA). dan 87% kematian terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan berpenghasilan menengah (Khan et al. 2. 2. 2006).5 per 1000 kasus saat usia 40 tahun meningkat menjadi 10 per 1000 kasus pada usia >40 tahun dan sekitar 70 per 1000 kasus pada usia 70 tahun (Budiyono. Stroke merupakan penyakit yang sering terjadi pada usia pertengahan dan usia tua. 2. 2006). Insiden 0. Stroke merupakan penyakit yang sering dijumpai dan merupakan penyakit yang serius.

koagulopati. 1. c. d. Perdarahan Subarakhnoid (PSA) Upadhyaya (2006) dalam penelitiannya mengklasifikasikan 1. Emboli (15-20%) c. Stroke Iskemik (85%) yang terdiri dari : a. c. a.1. a. 2. b. Stroke Hemoragik dan Stroke Iskemik Sumber : Caplan. yaitu (Caplan. penyebab dan berdasarkan stadium atau pertimbangan waktu seperti dibawah ini: Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya : Stroke Iskemik Transient Ischemic Attack (TIA) Trombosis serebri Emboli serebri Stroke Hemoragik . Perdarahan Intrasereberal (PIS) b. stroke berdasarkan patogenesisnya. 2006 Untuk penggunaan klinis yang lebih praktis lagi adalah klasifikasi dari New York Neurological Institute. yang meliputi : Aterotrombotik Embolik Lakunar Etiologi tak terdefinisikan Stroke Perdarahan Intrasereberal Perdarahan Subarakhnoid Misbach (1999) membagi stroke berdasarkan patologi anatomi. Lain-lain (5%) : vaskulitis. b. hipoperfusi 2. yaitu : Stroke Iskemik. Trombosis (75-80%) b. 2. Stroke Hemoragik (10-15%) yang terdiri dari : a. 2006) : 1.6 6 Gambar 2. 3. dimana stroke menurut mekanisme terjadinya dibagi dalam dua bagian besar.

akan terjadi infark atau kematian jaringan. penggunaan pil KB dan defisiensi serum potasium (Hartwig. b. Faktor risiko tambahan. penyakit jantung koroner (PJK). Stroke in evolution 3. . 2006). 2006. ras. endokarditis bakterial dan atau non bakterial serta bocornya ruang jantung kanan ke kiri (Hartwig.1.6 Patofisiologi Stroke Secara umum. Completed stroke 2. Ropper. terdiri dari : penyakit sistemik terkait hiperkoagulasi. Gagalnya sirkulasi darah akibat hipotensi juga dapat menyebabkan perubahan otak secara fokal dan menyebar (Upadhyaya. Ropper. atrial fibrilasi. plak aterosklerotik aorta terkait peningkatan kadar homosistein. 2008). terdiri dari : hipertensi (biasanya hipertensi kronik). dan penyakit jantung yang meliputi gagal jantung kongestif.7 7 a. 2006. 2006. Faktor risiko utama. 2009). faktor kebiasaan seperti konsumsi alkohol dan merokok jangka lama (Hartwig. obesitas. Faktor risiko lain. apabila aliran darah ke jaringan otak terputus 15 sampai 20 menit. Perdarahan subarakhnoid Berdasarkan stadium atau pertimbangan waktu : 1. Hartwig. etnis dan riwayat stroke dalam keluarga. hiperlipidemia. Ropper. Stroke iskemik disebabkan oleh karena kurangnya pasokan darah ke seluruh atau beberapa bagian otak sehingga menyebabkan sel saraf kehilangan glukosa dan oksigen. Ginsberg. 2. Perdarahan intrasereberal b. 2005). c.5 Faktor Risiko Stroke Faktor risiko stroke dapat dibagi menjadi : a. 2005). 2006. 2005. diabetes melitus. terdiri dari : faktor demografik yang mencakup usia lanjut. Transient Ischemic Attack (TIA) 2.1. penggunaan obat penurun kolesterol. Keadaan ini menyebabkan terganggunya proses selular dan menyebabkan kematian sel saraf (Alway. Oklusi pembuluh arteri otak baik besar maupun kecil yang disebabkan oleh trombus atau emboli merupakan penyebab nekrosis iskemik yang paling sering terjadi.

kesulitan bicara atau memahami pembicaraan. Perdarahan pada otak umumnya berasal dari aneurisma atau malformasi arterivena. Sebab perdarahan lain. anesthesia.8 8 Stroke hemoragik disebabkan oleh karena pecahnya pembuluh darah di otak yang dapat menimbulkan perdarahan baik perdarahan intrasereberal maupun perdarahan subarakhnoid. darah keluar dari pembuluh darah menuju permukaan otak dan dengan cepat menyebar melalui aliran liquor cerebro spinal (LCS) ke ruangan-ruangan otak (Caplan. vertigo. lengan atau kaki. 2009). Stroke yang sangat parah dapat menyebabkan kematian mendadak (WHO. khususnya penggunaan antikoagulan atau trauma. anesthesia. gangguan berjalan. 2011. 2. kecepatan. 2009). nyeri kepala tanpa kausa yang jelas dan pingsan atau tidak sadarkan diri. 2009). afasia. Gejala yang timbul pada stroke hemoragik yaitu defisit neurologis yang terjadi secara tiba-tiba. Gejala lainnya yaitu pusing. terutama di salah satu sisi tubuh. Trauma juga bisa menyebabkan perdarahan subaraknoid. 2005). penurunan fungsi penglihatan.7 Gambaran Klinis Stroke Gejala yang paling umum adalah kelemahan mendadak atau mati rasa pada wajah. volume dan tekanan dari perdarahannya (Caplan. . Pada perdarahan subaraknoid. Derajat kerusakan otak tergantung pada lokasi. dan penurunan kesadaran yang menetap (Alway. Pada stroke emboli gejala yang khas adalah stroke terjadi secara tiba-tiba dan puncak defisit neurologi terjadi hampir dalam waktu yang bersamaan. Gejala yang timbul pada stroke iskemik yaitu defisit neurologis yang terjadi secara tiba-tiba seperti kelemahan anggota gerak (paraplegi maupun hemiplegi). kesulitan melihat dengan satu atau kedua mata.1. Efek stroke tergantung pada otak bagian mana yang terluka parah dan bagaimana pengaruhnya. 2009). tetapi stroke trombosis berkembang lebih lambat (Ropper. sama seperti tipe stroke lain yaitu kelemahan. kesulitan berjalan. Stroke trombosis mungkin memiliki onset kejadian yang sama dengan emboli. Hipertensi merupakan penyebab utama oleh karena kerusakan arteriol kecil yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah. Alway. kehilangan keseimbangan atau koordinasi. diplopia. Rupturnya aneurisma menyebabkan keluarnya darah pada tekanan darah sentral dengan cepat. obat-obatan dan malformasi vaskular juga dapat menyebabkan perdarahan otak.

Pada stroke hemoragik akibat hipertensi yang onset kejadiannya juga tibatiba. sedangkan pada perdarahan subaraknoid defisit neurologi terjadi dalam waktu yang sama (Ropper. Kucinski et al. 2003). Vossough. vertigo. dan akurasi dalam mendeteksi stroke hemoragik membuat CT-Scan menjadi alat diagnostik lini pertama untuk mendiagnosis stroke pada keadaan akut. ketersediaan. 2. 2011). gangguan berjalan. penurunan derajat kesadaran. sensitivitas CT-Scan kepala untuk mendiagnosis stroke iskemik dengan onset gejala dibawah 6 jam diperkirakan hanya berkisar antara 40-60% (Barrett. defisit neurologis terjadi secara statis dan terus berkembang selama beberapa menit atau jam.9 9 penurunan fungsi penglihatan. Jika terjadi perdarahan subaraknoid masif. Kecepatan. . identifikasi jaringan otak yang iskemik melalui CT-Scan tidak hanya untuk menemukan lokasi iskemik tetapi juga dapat memperkirakan outcome dan tatalaksana trombolitik intravena atau intraarteri (Almandoz et al.. pasien juga akan mengalami penurunan kesadaran yang terjadi tiba-tiba (Alway.8 CT-Scan kepala sebagai standar baku emas diagnosis stroke Computerized Tomography Scan (CT-Scan) kepala merupakan standar baku emas diagnosis stroke. diplopia. Namun. 2009). 2005). CTScan kepala dapat mendeteksi daerah otak yang iskemik dalam 6 jam onset stroke (hiperakut)..1. Almandoz et al. 2011. nyeri kepala serta mual dan muntah yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial. 2008. disartria. afasia. Pentingnya CT-Scan pada pasien stroke dikarenakan sulitnya membedakan stroke hemoragik dengan stroke iskemik hanya berdasarkan kriteria klinis. 2011. Terlebih lagi.. Pada perdarahan subaraknoid terdapat nyeri kepala.

Hal ini berguna pada pasien dengan kondisi kritis. Hal ini terkait dengan tingginya hematokrit pada hematom (90%) setelah proses pembekuan darah dan penarikan jaringan serta tingkat kepadatan komponen protein yang tinggi.. 2003 Pada perdarahan intraserebral akut muncul gambaran hiperdens dibandingkan dengan jaringan otak sekitarnya.10 10 Gambar 2.. 2003). Anatomi tulang juga dapat tergambarkan dengan baik. (Kucinski et al. CT-Scan tidak dipengaruhi oleh gerakan tubuh pasien dan juga memungkinkan akses penuh pasien selama dilakukannya scanning. 2003).. CT-Scan dapat diperoleh dengan cepat dan tidak invasif bagi pasien. CT-Scan Normal Kepala Sumber : Kucinski et al. Cincin hipodens memanjang disekitar perdarahan intraserebral yang menunjukkan edema perifokal jarang terlihat dalam 6 jam pertama setelah onset perdarahan intraserebral. . Berbeda dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Hal ini merupakan keuntungan jika kita mencurigai ada trauma tulang (Davis et al.2.

CT-Scan pada Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik Sumber : Kucinski et al. Sejumlah sarana atau alat telah didesain untuk membantu paramedis dan tenaga kesehatan profesional lain mengenali gejala stroke dalam praktik di masyarakat..1. 2006). Di Indonesia. Diantaranya. CT-Scan hanya terdapat di kota-kota besar. Selain itu. 2003.. Skala kuantitatif menggunakan . adanya paparan radiasi. Sarana lain telah dikembangkan untuk meningkatkan kecepatan diagnosis dini untuk menghindari keterlambatan penanganan dokter spesialis (The National Collaborating Centre for Chronic Conditions. 2008. 2.11 11 Gambar 2. 2010). Syahrul et al. 2003 Meskipun begitu. akan tetapi jumlah dan keragaman skala neurologi berkembang pesat sejak awal tahun 1980.3.. tidak semua pasien stroke dapat menjalani pemeriksaan CT-Scan. Skala stroke digunakan untuk membantu mengukur jenis dan tingkat keparahan defisit neurologis pada pasien stroke. CTScan buruk dalam menggambarkan struktur fossa calvaria posterior. sensitivitas yang rendah pada stroke iskemik tahap hiperakut. Keterbatasan sosio ekonomi masyarakat juga merupakan kendala untuk dilakukannya pemeriksaan CT-Scan (Davis et al. sulit membedakan stoke iskemik akut dan kronik. CT-Scan memiliki kekurangan sebagai alat diagnostik stroke.9 Sistem Skoring Penggunaan skala untuk menilai penyakit di bidang neurologi sudah dimulai sejak tahun 1950. Herndon.

2011).82% untuk stroke hemoragik dan 66. 23% untuk stroke iskemik. Studi mengenai validitas skala-skala stroke ini juga telah banyak berkembang.26% untuk stroke iskemik. Di dunia. Skala ini terdiri dari empat variabel klinis yang dinilai yaitu derajat kesadaran yang diukur menggunakan Glasgow Coma Scale. 2009).74% untuk stroke hemoragik. Siriraj Stroke Score mempunyai sensitivitas 67. Dibandingkan dengan skala stroke yang sudah dibuat sebelumnya.12 12 angka (numerik) digunakan untuk menjelaskan arti dari tingkat keparahan stroke dan hasil penilaian berupa skor digunakan untuk menggolongkan kelompok pasien dengan perbedaan gejala klinis.20% untuk stroke hemoragik.32% untuk stroke iskemik.67% untuk stroke hemoragik dan 65.. nilai duga negatif 86. Banyak sekali dihasilkan skala stroke baru untuk membantu mendiagnosis stroke. nilai duga positif 71% untuk stroke hemoragik. 2.6% untuk stroke hemoragik.30% untuk stroke hemoragik.09% untuk stroke iskemik. skala stroke telah berkembang dengan amat pesat.11% untuk stroke iskemik (Sherin et al. nyeri kepala. Greek Score mempunyai sensitivitas 41.1% untuk stroke iskemik. 78. nilai duga negatif 76.. 2011). 80. muntah.70% untuk stroke hemoragik. spesifisitas 91. nilai duga positif 66. 2004). 94. 90. spesifisitas 94% untuk stroke hemoragik. dan tekanan darah diastolik.2 Syiah Kuala Stroke Scale Syiah Kuala Stroke Scale merupakan skala stroke yang berhasil dirumuskan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan RSUD dr. 87% untuk stroke iskemik.67% untuk stroke hemoragik. skala stroke ini lebih sederhana dan mudah diaplikasikan (Syahrul et . Allen Stroke Score (Guy’s Hospital Score) mempunyai sensitivitas 38. nilai duga negatif 81% untuk stroke hemoragik dan 75% untuk stroke iskemik (Soman et al. 39% untuk stroke iskemik. 89.. Zainoel Abidin Banda Aceh.73% untuk stroke iskemik. nilai duga positif 84% untuk stroke hemoragik.64% untuk stroke iskemik.56% untuk stroke iskemik (Sherin et al. 71. spesifisitas 94. Skor berdasarkan skala stroke berguna untuk menentukan diagnosis pasien secara cepat dan menggambarkan tingkat keparahan gejala pasien yang digunakan oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya (Adams.

. dan penanda ateroma yang diklasifikasikan lagi menjadi riwayat diabetes melitus. adanya nyeri kepala (onset 2 jam) atau tidak.20-90. yaitu derajat kesadaran yang diukur dengan GCS. Syiah Kuala Stroke Scale digambarkan seperti tabel dibawah ini : Tabel 2. 1991).60 92. Siriraj Stroke Score memiliki 5 variabel.20-13.13 13 al. Secara rinci..70-63. tekanan darah diastolik..16 57. angina atau nyeri dada. Thailand sejak tahun 1991 dan banyak digunakan selama beberapa tahun belakangan ini terutama di negara berkembang (Poungvarin et al. 1991)..50 84. adanya muntah atau tidak. 2010). 2010 2. Untuk dokter umum yang belum terlatih melakukan pemeriksaan tersebut bisa . Komponen penanda ateroma yang merupakan riwayat penyakit sebelumnya belum tentu bisa dijawab dengan tepat oleh pasien atau keluarganya.10 99. Bangkok. sehingga berpengaruh terhadap skoring yang dihasilkan nantinya.50-95.3 Siriraj Stroke Score Siriraj Stroke Score merupakan skala stroke yang berhasil dirumuskan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Mahidol dan Rumah Sakit Ririraj.1 Formulasi Skala Stroke Syiah Kuala No Prediktor 1 Skala Koma Glasgow < 14 14-15 Nyeri kepala Ya Tidak Muntah Ya Tidak Diastolik  95 mmHg < 95 mmHg Total 2 3 4 Skoring Stroke 2 0 1 0 1 0 1 0 0-5 Interpretasi Probabilitas (%) Stroke Perdarahan Skala Stroke Syiah Kuala Total Skoring Probabilitas Stroke Stroke Hemoragik (%) 0 1 2 3 1. Komponen kesadaran pada Siriraj Stroke Score tidak dibuat dalam bentuk skala objektif Glasgow Coma Scale sehingga ada kemungkinan terjadi perbedaan interpretasi pemeriksa.30 9. atau klaudikasio intermitten (Poungvarin et al.30 4 5 Sumber : Syahrul et al.

5 x derajat kesadaran) + (2 x muntah) + (2 x nyeri kepala) + (0.. semikoma-koma = 2 Muntah : ada = 1. 1991 .14 14 menimbulkan kesalahan interpretasi hasilnya sehingga akan mengalami kesulitan dalam penerapannya terutama untuk dokter umum (Syahrul et al. tidak ada = 0 Penanda Ateroma : satu atau lebih = 1. 2010).2 Siriraj Stroke Score Siriraj Stroke Score : (2. stupor-sopor = 1.1 x tekanan darah diastolik) – (3 x penanda ateroma) – 12 Keterangan : Tingkat kesadaran : compos mentis = 0. tidak ada = 0 Nyeri kepala : ada = 1. Secara rinci Siriraj Stroke Score digambarkan seperti tabel di bawah ini: Tabel 2. tidak ada = 0 Interpretasi hasil : Jika jumlah total > 1 = stroke hemoragik Jika jumlah total < -1 = stroke iskemik Jika jumlah total antara 1 sampai -1 = samar-samar Sumber : Poungvarin et al..

2005. Faktor risiko utama (Hartwig. Vossough. 2011. 2003) Stroke Iskemik Stroke Hemoragik Gambar 2. 2008. Alway. Diabetes melitus c. Hartwig. 2011. Hilangnya keseimbangan atau koordinasi (vertigo) Syiah Kuala Stroke Scale Stroke Iskemik Siriraj Stroke Score Stroke Hemoragik CT-Scan Kepala sebagai gold standart (Almandoz et al. 2005) : a. Perokok jangka panjang dan defisiensi serum potasium 3. angina pektoris.. 2005. ras dan etnis b.15 15 2. Alway. Faktor risiko lain (Ginsberg. penyakit jantung koroner. Ropper. Ropper. 2006. Defisit neurologis yang terjadi secara tiba-tiba b. Hipertensi (terutama hipertensi kronik) b. Kucinski et al. Ropper. Kesulitan berbicara. 2011. Mual dan muntah 4. melihat. Ropper.4 Kerangka Teori Stroke Faktor Risiko dan Gejala Klinis Stroke 1.. Gejala Klinis Stroke (WHO.6 Kerangka Teori . Usia lanjut. 2009) : a. Hiperlipidemia dan obesitas d. 2008. dan parestesia wajah b. Gejala klinis lain (WHO. Nyeri kepala tanpa sebab yang jelas d. Riwayat keluarga c. endokarditis bakterial dan non bakterial 2. 2006. Penurunan kesadaran c. atrial fibrilasi. 2009): a. berjalan. 2005) : a. Penyakit jantung yang meliputi gagal jantung kongestif.

16 16 .