You are on page 1of 3

BAB X

PROGNOSIS DAN KOMPLIKASI
10.1 Cara Penyampaian Prognosis Kepada Pasien/ Keluarga Pasien
a. Menyampaikan kepada pasien tentang penyakitnya yaitu Osteoarthritis dengan
bahasa yang mudah dipahami beserta risiko yang ditimbulkan.
b. Menyampaikan kepada pasien bahwa osteoarthritis tidak dapat disembuhkan/
mengembalikan fungsi sendi seperti sedia kala. Karena osteoarthitis adalah
penyakit degeneratif serta pengobatan yang harus dilakukan yaitu pengobatan
secara medis dan latihan fisik.
c. Menyampaikan risiko kepada pasien apabila pasien tidak melakukan anjuran
dokter, terutama untuk latihan fisik dan kontrol kepada dokter apabila penyakitnya
sangat menggangu aktivitas sehari-hari.
10.2 Tanda-Tanda Merujuk Pasien
Tanda-tanda merujuk pasien dengan OA adalah melihat grade/tingkatan pada gambaran
radiologi, sebagai berikut :
a) Grade 0 : tidak ada OA
b) Grade 1 : sendi dalam batas normal dengan osteofit meragukan
c) Grade 2 : terdapat osteofit yang jelas tetapi tepi celah sendi baik dan tak
nampak deformitas tulang.
d) Grade 3 : terdapat osteofit dan deformitas ujung tulang dan penyempitan celah
sendi.
e) Grade 4 : terdapat osteofit dan deformitas ujung tulang dan disertai hilangnya
celah sendi.
Jika pasien datang dengan grade yang masih ringan, perlu rujukan ke Dokter spesialis
Reumatologi (Sp.PD-KR). Jika keadaan menjadi lebih berat, Dokter spesialis Bedah
Orthopaedi dan Traumatologi (Sp.OT). Kedua Dokter spesialis di atas dapat dibantu
oleh Dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR d/h Sp.RM), misalnya

Selain itu pasien dianjurkan untuk menjaga bentuk tubuh agak tidak terlalu gemuk karena akan memperparah OA. tetapi tidak berlebihan dan hindari high-impact. meminum obat yang telah disarankan dokter serta berkunjung/kontrol kepada dokter. Beberapa suplemen makanan juga dapat digunakan untuk mencegah penyakit ini. Beberapa suplemen yang umum digunakan antara lain adalah glukosamin dan kondroitin. terutama pada sendi lutut. jika kegemukan maka berat badan harus diturunkan. masih kaku dalam berjalan dan perlu penguatan otot-otot untuk berjalan atau setelah operasi dan lama berbaring atau tak berjalan. a. OA tidak dapat disembuhkan bahkan akan semakin parah seiring dengan meningkatnya usia. dan dinding sel cendawan. tetapi suplemen-suplemen ini belum disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Di Indonesia. Glukosamin Glukosamin adalah molekul gula amino yang biasa terdapat pada kulit krustasea (udang-udangan). artropoda. harus berolahraga. 10. maka mungkin dibutuhkan alat bantu berjalan dan latihan berjalan. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang bergizi. sehingga efek samping jangka panjangnya belum diketahui. Oleh karena itu. misalnya senam high-impact dan lari jarak jauh.4 Pencegahan Penyakit Pencegahan osteoartritis yang utama adalah mengubah gaya hidup. . glukosamin dapat diperoleh dari langsung dari suplemen makanan komersial atau minuman susu tersuplementasi.3 Peran Pasien/ Keluarga untuk Penyembuhan Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sendi.setelah diberi Suntikan Cairan Sinovial Sintetik. 10. olahraga yang tidak banyak membebani lutut adalah berenang dan sepeda statis. penderita OA harus rajin dalam melakukan latihan fisik/ latihan rehabilitas untuk memperingan kerja sendi dan menguatkan otot paha sebagai tumpuan tubuh.

agar lebih yakin dan mencapai kesembuhan yang sempurna. Konsumsi makanan sehat akan sangat membantu Anda terhindar dari berbagai penyakit. Mengonsumsi makanan sehat Mengonsumsi makanan sehat. jangan pula tidak melakukan aktivitas gerak sama sekali.b. Di Indonesia. gout (asam urat) dan kanker tertentu. Sangat disarankan jika ingin mengonsumsi suplemen. Jangan memaksa untuk melakukan olahraga porsi berat pada usia lanjut. Kondroitin Kondrotin sendiri adalah suplemen makanan yang biasa digunakan bersama glukosamin. kondroitin dapat diperoleh langsung dari makanan. sebaiknya memilih suplemen alami yang sudah teruji dan terbukti penggunaannya pada manusia. osteoarthritis. Sesuaikan dengan umur berolahraga Aktivitas olahraga hendaknya disesuaikan dengan umur. Sendi yang mengalami trauma karena terluka atau kecelakaan akan mengalami kerusakan lebih awal dari seharusnya. Namun hal ini sebaiknya dilakukan atas anjuran dari dokter. Berolahraga rigan Hendaknya melakukan jenis olahraga yang tidak banyak menggunakan persendian atau yang menyebabkan terjadinya perlukaan sendi (radang sendi). Menghindari luka di persendian Menghindari terjadinya luka pada persendian. Menurut penelitian medis. Ia merupakan senyawa rantai gula bercabang yang menyususun tulang rawan. Contohnya berenang dan olahraga yang bisa dilakukan dalam posisi duduk dan tiduran. Mengonsumsi suplemen Mengonsumsi suplemen khusus untuk kesehatan persendian. diabetes. . mempunyai berat badan berlebih mempunyai kecenderungan untuk membangun penyakit jantung. Menjaga berat badan Hal ini merupakan faktor yang penting agar bobot tubuh yang ditanggung oleh sendi menjadi ringan. Namun.