You are on page 1of 18

1

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI PEMBERIAN PUJIAN
SAAT MEMBAGIKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A SEMESTER 2
SMP NEGERI 17 TEGAL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Agus Wardi Raharjo
Wardiragus@yahoo.co.id

Abstrak. Rumusan masalah penelitian adalah kebiasaan guru yang
hanya memotivasi siswa dalam proses pembelajaran. Metode
penelitian yang di gunakan adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas
secara Kolaborasi antara peneliti dengan rekan guru IPA. Penelitian
dilakukan dalam 2 siklus dengan indikator pencapaian adanya
peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 60% siswa telah
mencapai kategor cukup baik yaitu 76-100. Data yang diperoleh dari
penyebaran pada siklus I diperoleh 51% siswa telah mencapai
kategori baik dengan skor 76-100, siklus II menjadi 82%.
Kata kunci : pujian, motivasi belajar,rangsangan.

PENDAHULUAN
Inti dari kegiatan pendidikan di sekolah adalah proses pembelajaran atau proses
bagaimana membuat siswa belajar. Guru merupakan faktor yang sangat strategis
dalam upaya meningkatkan keefektifan pembelajaran agar proses pembelajaran bisa
lebih bermakna dan dapat mencapai hasil yang optimal. Pembelajaran akan sangat
bermakna jika dengan pembelajaran tersebut, siswa menjadi lebih mudah dalam
memahami pelajaran dan dengan pembelajaran itu pula siswa menjadi senang dan
termotivasi untuk belajar serta tidak mudah jenuh (Sutikno 2005:8-9).
Seseorang akan berhasil belajar, kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk
belajar. Inilah prinsip dan hukum pertama dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran.
Keinginan dan dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan Motivasi, dalam hal
ini meliputi dua hal, yaitu 1) mengetahui apa yang akan dipelajari, dan 2) memahami
mengapa hal tersebut patut dipelajari. Dengan melihat dua hal tersebut motivasi inilah
sebagai

dasar

awr guru mapel ipa smp jitu

permulaan

yang

baik

untuk

belajar.

Untuk itu penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang peningkatan motivasi belajar IPA melalui pemberian pujian saat membagikan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal tahun pelajaran 2012/2013. Sebagai contoh seorang guru yang memberikan pembelajaran yang dihasilkan siswa dengan cara memanggil satu per satu siswa dan kemudian untuk yang mendapat nilai yang baik maupun yang kurang. Namun demikian secara riil disinyalir belum sepenuhnya dilakukan secara optimal. Guru memberikan umpan balik berupa motivasi kepada siswanya dengan begitu anak tersebut akan termotivasi untuk lebih rajin. Siswa yang menginginkan tugas dan hasil ulangan mereka diumumkan didepan kelas 51%. rangsangan ini berupa pemberian umpan balik. kegiatan belajar mengajar sulit untuk berhasil (Sardiman 1986:39). Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan penulis di kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal menunjukkan hasil bahwa siswa yang menginginkan tugas dan hasil ulangan mereka dibagikan langsung oleh guru 74%. Pada umumnya guru hanya memotivasi siswanya saat kegiatan pembelajaran saja sehingga siswa kurang termotivasi dalam belajar. Sehingga berdampak negatif terhadap motivasi belajar siswa. Namun kenyataannya guru jarang melaksanakannya karena guru menganggap hal tersebut memakan banyak waktu. awr guru mapel ipa smp jitu . padahal dilihat dari segi pendidikan pelaksanaan tersebut memberikan dampak yang baik bagi siswa dalam memotivasi dirinya agar lebih bersemangat dalam belajar.2 Oleh sebab tanpa motivasi siswa tidak mengerti apa yang akan dipelajari dan tidak memahami mengapa hal itu perlu dipelajari. Penulis melihat bahwa di dalam pembelajaranya telah dilakukan pemberian reinforcement (penguatan) berupa pujian yang diberikan guru pada saat pembagian hasil belajar siswa. Siswa yang membutuhkan nasihat dari guru 95% dan siwa yang membutuhkan pujian dari guru 51%. Siswa yang merasa kurang motivasi dalam belajar 64% sehingga menginginkan umpan balik dari guru agar rajin belajar. Hal ini menyatakan bahwa siswa kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal kurang motivasi belajar dan membutuhkan umpan balik berupa pujian dari guru. Dalam kegiatan pembelajaran perlu adaya stimulus atau rangsangan yang sering disebut dengan reinforcer yang berfungsi pemerkuat respons yang telah dilakukan oleh seseorang.

awr guru mapel ipa smp jitu . Secara umum manfaat yang diperoleh dari penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagi guru dapat memberdayakan guru IPA dalam pemberian umpan balik berupa pujian dan nasehat saat pembagian hasil belajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Bagi peneliti dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan pemberian umpan balik saat pembagian hasil pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Bagi siswa dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menumbuh kembangkan motivasi belajar siswa dalam belajar IPA.3 Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah peningkatan motivasi belajar IPA melalui pemberian pujian saat membagikan hasil belajar siswa kelas VIII A semester 2 SMP Negeri 17 Tegal tahun pelajaran 2012/2013? Tujuan penulisan penelitian ilmiah ini adalah untuk memberikan deskripsi peningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal untuk mata pelajaran IPA melalui pemberian umpan balik berupa pujian dan nasihat saat pembagian hasil belajar. sehingga diharapkan dapat menjadi sebuah alternatif solusi bagi para guru mata pelajaran IPA dan juga guru guru mata pelajaran lain. sebagai bahan acuan dan pertimbangan cara meningkatkan motivasi belajar siswa. Bagi sekolah dapat digunakan sebagai dasar pemikiran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dengan menggunakan pemberian umpan balik pada waktu tepat yaitu saat membagikan hasil belajar siswa agar siswa semakin termotivasi dan berprestasi dalam belajar.

karena betul-betul ingin mendapat pengetahuan. Motivasi dibedakan menjadi dua. Umpan balik adalah perilaku guru untuk membantu setiap siswa yang mengalami kesulitan belajar secara individu dengan cara menanggapi hasil kerja siswa sehingga lebih menguasai materi yang disampaikan oleh guru. yaitu 1) motif biogenetis.. yaitu motivasi intrinsik dan motivasi eksintrik (Sardiman 1986:89-90). Motif tidak dapat diamati secara langsung tetapi dapat diinterpresentasikan dalam tingkah lakunya. seorang siswa itu melakukan belajar. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi instrinstik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Motif dapat dibedakan menjadi tiga macam. tidak karena tujuan yang lain-lain. 2) motif sosial genetis. Umpan balik yang dilakukan guru antara lain memberikan penjelasan terhadap kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. “Instrinsic motivations are inherent in the learning situations and meet pupil-needs and purposes”. berupa rangsangan. Sebagai contoh konkrit. yang menyebabkan individu tersebut berbuat. dorongan. Kemudian kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukanya (misalnya kegiatan belajar). nilai atau keterampilan agar dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif. dan 3) motif theologis (Gerungan 1996:142-144). Sedangkan menurut Winkel. ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya. maka yang dimaksud dengan motivasi instrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu sendiri. Sebagai contoh seseorang yang senang membaca. (1996:151) motif adalah daya penggerak dalam diri sesorang untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai tujuan tertentu. atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu (Hamzah 2008:3). tidak usah ada yang menyuruh atau mendorongnya. Itulah sebabnya motivasi instrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan dari dalam diri dan secara mutlak berkait dengan awr guru mapel ipa smp jitu .4 LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN Motivasi Motivasi yang berasal dari kata motif dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu. baik secara langsung maupun tidak langsung.

memang benar-benar ingin mengetahui segala sesuatunya. saingan/kompetensi. mengetahui hasil. tidak secara langsung bergayut dengan esensi apa yang dilakukannya itu. karena tahu besok paginya akan ujian dengan harapan mendapatkan nilai baik. hukuman. Oleh karena itu motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Motivasi bagi pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif. hadiah. dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam kegiatan belajar. dan kadangkadang juga bisa kurang sesuai. Dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik instrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. ego-involvement. harapan akan cita-cita. binat. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik. Cara dan jenis menumbuhkan motivasi ada bermacam-macam seperti halnya memberi angka. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu (Sardiman 1986). bukan karena ingin pujian atau ganjaran. lingkungan belajar yang awr guru mapel ipa smp jitu . Hal ini guru harus hati-hati dalam menumbuhkan dan memberi motivasi bagi kegiatan belajar para anak didik. sehingga akan dipuji oleh pacarnya atau temannya. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsiya karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh seseorang itu belajar. hasrat untuk belajar. Bahwa seseorang belajar.5 aktivitas belajarnya. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan. Motivasi Belajar Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. atau agar mendapat hadiah. Jadi yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui sesuatu. memberi ulangan. dan tujuan yang diakui. Jadi kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya. Akan tetapi untuk motivasi ekstrinsik kadang-kadang tepat. Sebab mungkin maksudnya memberikan motivasi tetapi justru tidak menguntungkan perkembangan belajar siswa. tetapi ingin mendapatkan nilai yang baik. berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar. pujian.

Tetapi harus diingat. dan dapat mengikuti pembelajaran dalam suasana yang menyenangkan. (6) adanya lingkungan belajar yang kondusif. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswasiswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. Kerangka Berpikir Sebelum tindakan pemberian perlakuan berupa pujian dilakukan sebagai sebuah strategi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar IPA. awr guru mapel ipa smp jitu . Metode ini juga dipandang dapat merangsang siswa untuk lebih aktif. Dalam kondisi seperti ini. (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik. (5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. Dalam penelitian ini difokuskan untuk memberikan penghargaan berupa umpan balik positif yang diberikan guru saat pembagian produk hasil belajara siswa. pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. kreatif. Hal tersebut lebih disebabkan karena guru dalam pemberian motivasi masih bersifat klasikal. sehingga seseorang bekeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat. (3) adanya harapan dan cita-cita masa depan. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan kenginan berhasil. peneliti memberikan suatu strategi pembelajaran dengan pemberian pujian pada saat guru membagikan hasil belajar siswa. (4) adanya penghargaan dalam belajar. secara umum siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran. Hipotesis Tindakan Dengan diterapkan pemberian umpan balik berupa pujian saat pembagian hasil pembelajaran berupa hasil belajar IPA dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA di SMP Negeri 17 Tegal tahun pelajaran 2012/2013.6 kondusif. kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu. Pembelajaran dengan pemberian pujian saat pembagian hasil belajar dipandang lebih memotivasi belajar siswa dibanding dengan pemberian motivasi secara klasikal. Hal itu mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. dan kegiatan belajar yang menarik.

Data primer dalam penelitian ini adalah motivasi siswa yang berkaitan dengan pemberian pujian. dan refleksi. dan wawancara.7 METODE PENELITIAN Rencana tindakan dalam prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus penelitian. serta analisis. Angket diberikan setelah siswa mengikuti tindakan yang bertujuan untuk memperoleh tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang telah dilakukannya. Sebelum memulai penelitian. Alat pengambil data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Subjek penelitian ini peningkatan motivasi belajar siswa. wawancara awal dengan sesama guru IPA. Analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif analitik pada data kualitatif yang berasal dari observasi. angket. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku guru saat melakukan pembelajaran. implementasi tindakan. Sumber data penelitian ini berasal dari siswa kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal semster 2 tahun pelajaran 2012/2013 yang melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran IPA. Data sekunder dalam penelitian ini adalah teman guru IPA berdasarkan hasil pengamatan serta wawancara yang dilakukan selama penelitian. Wawancara dilakukan kepada guru dan beberapa siswa yang menonjol dan segala hal yang melatarbelakanginya. observasi awr guru mapel ipa smp jitu . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari . Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan. Data penelitian yang terkumpul kemudian ditabulasi dan dianalisis untuk mencapai tujuan-tujuan penelitian. angket. observasi dan interpretasi.Maret 2013 pada siswa SMP Negeri 17 Tegal kelas VIII A semester 2 tahun ajaran 2012/2013. penulis melakukan beberapa hal sebagai berikut. dan wawancara diklasifikasikan berdasarkan aspek-spek yang dijadikan fokus analisis. Indikator Keberhasilan Penelitian dikatakan berhasil jika telah memenuhi indikator: adanya peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 60% telah mencapai kategori cukup baik yaitu 76-100.

Kuisioner motivasi diberikan sebagai data pembanding untuk akhir siklus. penulis memanggil nama-nama awr guru mapel ipa smp jitu . pembuatan instrumen pengumpul data yang berupa lembar observasi Prasiklus Dari hasil observasi diketahui bahwa di dalam pembelajaran guru telah memberi reinforcement (penguatan) berupa pujian yang diberikan pada saat pembagian hasil belajar siswa. Untuk itu penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang peningkatan motivasi belajar IPA melalui pemberian pujian saat membagikan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal tahun pelajaran 2012/2013. Bagi siswa-siswa yang memperoleh nilai diatas KKM penulis mengumumkan nilai mereka didepan kelas dengan memberikan pujian serta tepuk tangan kepada mereka yang berhasil memperoleh nilai diatas KKM. Tahap persiapan dilakukan dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan proses pemberian umpan balik saat pembagian hasil ubelajar siswa secara langsung oleh guru. Selain itu disiapkan pula instrumen penelitian berupa lembar kuisioner tingkat motivasi belajar siswa dan lembar observasi pelaksanaan proses pemberian umpan balik saat pembagian hasil ubelajar siswa Tahap pelaksanan tindakan penulis melakukan kegiatan pembelajaran dengan tahapan. Bagi siswa yang memperoleh nilai hasil belajar dibawah KKM atau belum tuntas. Hal ini dimaksudkan agar penulis mudah memberikan perlakuan berupa pujian dan nasihat pada tiap hasil yang diperoleh siswa. pelaksanaan. Sehingga berdampak negatif terhadap motivasi belajar siswa. Siklus I Pelaksanaan siklus I terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan. Sebelumnya penulis memisahkan hasil belajar siswa yang diatas KKM dengan yang dibawah KKM. Namun demikian secara riil disinyalir belum sepenuhnya dilakukan secara optimal. Penulis memanggil nama-nama siswa yang memperoleh nilai hasil belajar diatas KKM dari nilai yang terendah hingga nilai tertinggi serta mengumpulkan siswa-siswa yang memiliki nilai yang sama.8 awal terhadap kegiatan pembelajaran. dan refleksi.

Hasilnya didapatkan adalah sebanyak 17 siswa dari 32 siswa atau 51% siswa telah mencapai kategori baik dengan skor 76-100% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dan sudah mencapai target yaitu 28 dari 32 siswa atau 82% siswa telah mencapai awr guru mapel ipa smp jitu . Siswa yang belum tuntas mendapatkan nasihat mengenai hasil yang diperoleh serta memberikan kesempatan untuk remidial pada waktu yang telah ditetapkan. Memberikan kuisioner tingkat motivasi siswa pada akhir siklus. Siklus II Pelaksanaan siklus II didasarkan pada perbaikan siklus I. yaitu data tentang motivasi belajar siswa dan data pemantau keterlaksanaan tindakan pemberian umpan balik saat pembagian hasil belajar siswa secara langsung oleh guru. diperoleh pada siklus II.9 siswa untuk kedepan dari nilai yang tertinggi hingga yang paling rendah tanpa mengumumkan hasil ulangan mereka didepan kelas. Siklus II dilaksanakan dengan tahapan yaitu Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan proses pemberian umpan balik berupa pujian saat pembagian hasil ulangan siswa secara langsung oleh guru. Menyiapkan instrumen penelitian berupa. Menarik kesimpulan dari siklus Analisa data Dari penelitian yang penulis lakukan diperoleh dua data. b) Lembar observasi pelaksanaan pemberian umpan balik saat pembagian hasil ulangan siswa secara langsung oleh guru. a) Lembar kuisioner tingkat motivasi belajar siswa. Analisis Data Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Data ini diperoleh dari pemberian kuisiner motivasi belajar siswa. Penulis melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif. Setelah kegiatan pembelajaran selesai penulis menyisakan waktu untuk melakukan pembagian hasil ulangan harian siswa secara langsung dengan memberikan umpan balik. Refleksi proses pembelajaran siklus II Mengolah dan menganalisa data yang. Pada akhir kegiatan penulis memberikan kuisioner motivasi kepada siswa sebagai pembanding tingkat motivasi pada awal siklus Pengamat mencatat informasi aktivitas guru dan siswa pada format observasi.

Hasil peningkatan motivasi belajar siswa tersebut dapat dilihat bawah ini. Hasil Analisis Angket Motivasi Belajar Siswa Siklus I II Jumlah Siswa dengan Kategori Baik Kurang 17 15 28 4 Persentase Keberhasilan(%) 51 82 Data pemantau tindakan yang berhasil diperoleh pada penelitian ini dari setiap siklusnya adalah pencapaian indikator pemantau keterlaksanaan tindakan terhadap guru dengan pemberian umpan balik saat pembagian hasil ulangan secara langsung oleh guru yang terlaksana pada siklus I yaitu dengan persentase sebesar 83% yang dapat dilaksanakan berdasarkan kisi-kisi tahapan langkah proses pemberian umpan balik sedangkan indikator pemantau keterlaksanaan tindakan terhadap siswa yaitu sebesar 67%. dimana target yang diinginkan adalah 60% siswa. Dengan melihat hasil yang dicapai dalam siklus II. maka siklus dihentikan karena dianggap telah mencapai target yang diinginkan yaitu sebanyak 60% dari jumlah siswa mencapai kategori baik dengan skor 76-100. Tabel 2. Hasil pemantau keterlaksanaan tindakan pemberian umpan balik saat pembagian hasil ulangan secara langsung oleh guru adalah : Analisis data pemantau tindakan pemberian umpan balik saat pembagian hasil belajar secara langsung oleh guru.10 kategori baik dengan skor 76-100. Tabel 1. Hal tersebut berarti hanya bahwa pada siklus I 17 siswa dari 32 siswa yang hadir atau 51% telah termotivasi dalam belajarnya dengan kategori baik. Pada siklus II dengan persentase 100% dari semua kisi-kisi pemantau keterlaksanaan tindakan baik terhadap guru maupun siswa. Analisis Data Pemantau Tindakan Pemberian Umpan Balik Saat Pembagian Hasil Ulangan Secara Langsung oleh Guru Data awr guru mapel ipa smp jitu Siklus Indikator yang Indikator yang Persentase . Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 28 siswa dari 32 siswa yang hadir atau 82% siswa telah mencapai kategori baik dengan skor 76-100.

Pelaksanaan tindakan kelas dilakukan sebanyak 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 40 menit tiap pertemuan. Deskripsi Subyek Penelitian Subjek penelitiannya adalah kelas VIII A SMP Negeri 17 Tegal dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa.11 Pemantauan Guru Siswa terlaksana tidak keberhasilan (%) I 5 terlaksana 1 83 II 7 0 100 I 4 2 67 II 6 0 100 Untuk mengetahui kriteria tingkat motivasi pada siswa. pengolahan. Dari penelitian ini diperoleh dua data. analisis dan pembahasan hasil penelitian yang penulis lakukan. Skala Acuan Skor Motivasi Siswa Skala Acuan 76-100 Kategori Baik 56-75 Cukup Baik 40-55 Kurang Baik < 40 Tidak Baik (Arikunto 1996) Hasil Penelitian dan Pembahasan Penulis akan menyajikan hasil tindakan. maka persentasi dari hasil kuisioner dikategorikan menjadi: Tabel 3. yaitu data tentang motivasi belajar siswa dan data pemantau keterlaksanaan tindakan pemberian pujian saat pembagian hasil ulangan secara langsung oleh guru. awr guru mapel ipa smp jitu .

angket motivasi belajar siswa dan alat evaluasi pembelajaran. Tabel 4. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar yang dilakukan selama ini dan dapat memberikan perlakuan. Tindakan yang dilakukan sesuai kesepakatan yang telah diputuskan bersama dengan kolaborator. 5. Pada tahap perencanaan ini penulis menyusun RPP. Dalam hal ini pengamat yang ditunjuk adalah teman guru IPA sebagai pengamat keterlaksaan kegiatan pembelajaran terhadap guru dan keterlaksanaan kegiatan pemberian umpan balik saat pemberian hasil ulangan di kelas secara langsung oleh guru. Kegiatan siklus 1 dilakukan setelah penilaian hasil ulangan harian 1 KD.1 tentang Bab Gaya. Tahap Tindakan (Action) Adapun langkah-langkah pelaksanaan tindakan pada siklus ini sesuai dengan RPP. Hasil Temuan Pengamat pada Pemantau Tindakan Siklus I awr guru mapel ipa smp jitu . Tahap Observasi Tindakan Siklus I Pengamatan atau obeservasi dilaksanakan pada saat pelaksanaan tindakan kelas oleh guru dengan menggunakan panduan instrumen pemantau tindakan yang berisi 6 butir pernyataan terhadap siswa dan 6 butir pernyataan terhadap guru. penulis membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Tindakan (KTSP) Tahun 2006 yang diberikan penambahan kegiatan berupa pembagian hasil belajar berupa ulangan harian. LKS. media.12 Hasil Siklus I Tahap Perencanaan (Planning) Sebelum melaksanakan tindakan siklus I.

mengulas hasil temuan dalam kegiatan pembelajaran. hal ini dikarenakan siswa mendiskusikan hasil belajar yang dibagikan guru. seperti waktu pemberian umpan balik kepada siswa saat pembagian hasil belajar terlalu lama melebihi waktu yang telah direncanakan. awr guru mapel ipa smp jitu . Hasil diskusi ini menjadi masukan untuk perbaikan yang akan dilakukan pada siklus berikutnya. Permasalahan yang berikutnya adalah kegiatan pembagian hasil belajar dilakukan pada diawal pertemuan sehingga membuat siswa sulit dikondisikan.13 No 1 Hasil Temuan Waktu yang digunakan dalam proses pemberian umpan balik kepada siswa saat pembagian hasil ulangan terlalu lama sampai 2 melebihi waktu yang telah direncanakan Kegiatan pembagian hasil ulangan dilakukan di awal pertemuan sehingga membuat siswa sulit dikondisikan saat memulai kegiatan 3 pembelajaran Kegiatan akhir pembelajaran pada pertemuan pertama tidak sesuai dengan waktu yang direncanakan sehingga tidak sempat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan kesimpulan pada pembelajaran yang telah dilakukan Hasil pengamatan dan catatan lapangan yang diperoleh kemudian dirangkum dan didiskusikan oleh guru dengan teman guru semata pelajaran.. Permasalahan terakhir yang ditemukan adalah kegiatan akhir pembelajaran pada pertemuan pertama tidak sesuai dengan waktu yang direncanakan sehingga tidak sempat menyampaikan simpulan. siswa yang tuntas 2%. Refleksi Tindakan Siklus I Pada tahap ini. Persentase siswa yang belum tuntas 98%. Sehingga lebih banyak siswa yang diberikan nasihat dari pada yang diberikan pujian oleh guru. Temuan berupa kekurangan yang terlihat selama proses pembelajaran yang mempengaruhi pencapaian motivasi belajar siswa dengan menggunakan pemberian umpan balik kepada siswa saat pembagian hasil belajar secara langsung oleh guru.

5) menyiapkan catatan lapangan. Dalam perencanaan seharusnya diperhitungkan cara yang efektif untuk membagi waktu antara proses pembagian hasil ulangan dengan kegiatan pembelajaran dalam 1 pertemuan. Untuk itu. Berdasarkan temuan tersebut. pengamat menilai bahwa pada siklus ini belum maksimal sehingga perlu diadakan siklus selanjutnya. pemberian umpan balik saat pembagian hasil belajar yang dilakukan pada awal pertemuan ternyata kurang efektif meningkatkan motivasi belajar siswa. sehingga waktu yang digunakan untuk pembelajaran menjadi berkurang dan rencana pembelajaran terganggu. 4) menyiapakan kuisioner motivasi belajar siswa. 3) menyiapkan instrumen pemantau tindakan. diantarannya sulitnya mengkondisikan siswa saat memulai kegiatan belajar mengajar. Selain itu pada pelaksanaannya terlihat kurangnya perencanaan waktu yang efektif. sebelum melanjutkan pada siklus berikutnya pengamat berharap pada peneliti agar dapat memperbaiki temuan-temuan yang dianggap kurang sehingga diharapkan pada siklus II akan lebih baik dari siklus I. perolehan hasil kuisioner motivasi belajar siswa yaitu 51% siswa memiliki motivasi belajar dengan kategori baik yaitu 76-100. penulis juga melakukan tindakan penelitian awr guru mapel ipa smp jitu pada siklus II. Maka penulis merencanakan tindakan berikutnya. 2) menyiapkan media pembelajaran yang sesuai karakteristik anak. Tidak ada perbedaan berdasarkan . Hasil Siklus II Tahap Perencanaan (Planning) Pada penerapan siklus I masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Tahap tindakan (Action) Setelah tindakan penelitian siklus I dilakukan.14 Dari hasil temuan pengamat di atas. Sebagai dasar bahwa pada siklus ini masih belum maksimal dapat dilihat dari perolehan kuisiner yang diberikan kepada siswa. dan 6) menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan. karena memiliki banyak kekurangan. Dari hasil temuan. Adapun perencanaan tersebut antara lain 1) menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Selanjutnya. Kemudian pengamat pembelajaran.15 banyaknya pertemuan dan alokasi waktu yang ditentukan. pada saat proses pembelajaran. Adapun temuan pengamat pada siklus II jauh lebih menurun dari siklus I. yaitu sudah lebih dari 60% siswa telah mencapai kategori baik dengan skor 76-100. Sehingga tidak terjadi lagi pengurangan waktu pembelajaran Selain itu. sehingga terjadi peningkatan motivasi belajar siswa. motivasi belajar siswa telah mencapai target yang ditentukan. pengamat melakukan observasi pada siklus II dengan dibantu oleh lembar keterlaksanaan tindakan yang berisi 6 butir pernyataan terhadap siswa dan 7 butir pernyataan terhadap guru dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kegunaan pemberian umpan balik saat pembagian hasil belajar secara langsung oleh guru untuk meningkatkan motivasi. Adapun uraian tindakan yang dilakukan pada siklus II. pada siklus II manajemen waktunya sudah terkontrol dengan baik. Bahkan temuan catatan lapangan pada sikulus I seperti manajemen waktu yang kurang sudah dapat diperbaiki. pada siklus II siswa sudah mulai tertib karena pemberian umpan balik berupa pujian dan nasihat saat pembagian hasil belajar awr guru mapel ipa smp jitu . Pada tahap ini penelitian siklus II dilaksanakan pada hari Kamis 31 Januari 2013. Refleksi Tindakan Siklus II Pada siklus II ini penulis melakukan refleksi atas temuan pengamat agar berbagai kekurangan yang terdapat pada siklus I tidak terdapat lagi pada siklus II. Pada siklus II ini motivasi belajar siswa sudah mencapai 82% siswa mencapai kategori baik. Peneliti sudah melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang ada pada siklus I seperti memperbaiki prosedur dan manajemen waktu. Tahap Observasi Tindakan Siklus II Sama halnya pada siklus I. hasilnya mengamati dituangkan kegiatan dalam bentuk selama berlangsungnya catatan lapangan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa tidak ada indikator dalam pemantau tindakan yang tidak dilaksanakan. Dari hasil temuan. dengan alokasi waktu 2 pertemuan tiap pertemuan alokasi waktunya 2 x 40 menit.

tetapi hasil yang diperoleh belum mencapai target. Berdasarkan temuan-temuan fakta di atas maka penulis memutuskan bahwa penelitian pembelajaran dengan menggunakan pemberian umpan balik berupa pujian saat pembagian hasil belajar tidak perlu ada siklus berikutnya. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan dari siklus 1 hingga siklus 2. dari 32 siswa cuma 26% siswa yang mempunyai motivasi belajar dengan kategori baik. Motivasi belajar siswa sudah mengalami peningkatan.16 ditempatkan pada akhir pembelajaran. Pada siklus II ini motivasi belajar siswa semakin meningkat dan telah mencapai target yang diinginkan peneliti. Sedangkan pada observasi keterlaksanaan tindakan pada siswa dihasilkan tingkat keterlaksanaan sebesar 67% atau sebanyak 4 indikator awr guru mapel ipa smp jitu . Target yang diinginkan peneliti sekitar 60% siswa mencapai kategori baik yaitu dengan skor 76-100. dari data yang diperoleh pada siklus I sebanyak 17 siswa atau hanya 51% siswa yang mencapai kategori baik yaitu dengan skor 76-100. Penerapan pemberian umpan balik pada saat pembagian hasil belajar/ulangan harian dapat meningkatkan motivasi belajarnya. sudah tidak terdapat lagi di siklus II sehingga perhatian siswa sudah terpusat pada pembelajaran dan kondisi belajar pun semakin kondusif. Hasil analisis data tindakan siklus 1 nilai motivasi belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan menjadi 51% siswa atau sejumlah 17 siswa yang mempunyai motivasi belajar dengan kategori baik. Walaupun pada siklus 1 ada peningkatan. tetapi setelah melakukan siklus II diperoleh sekitar 28 siswa atau 82% siswa telah mencapai kategori baik. Observasi keterlaksanaan tindakan pada guru siklus 1 ternyata mencapai tingkat keterlaksanaan 83% dari indikator pemantau keterlaksanaan tindakan guru atau 5 indikator yang terlaksana dari 6 indikator yang diamati. Pembahasan Berdasarkan analisis data hasil tindakan siklus 1 dan 2 terlihat adanya peningkatan dari semua data yang diambil. Kekurangan yang ditemukan pada siklus I. Sebelumnya data awal (prasiklus) penyebaran angket motivasi belajar siswa sangat rendah.

Cara pembangkitan motivasi belajar siswa diantaranya adalah 1) memberi angka. Implikasi atau tindak lanjutnya adalah perlu penyebaran informasi tentang adanya temuan penelitian ini. 2) pujian. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hamalik (2008) dalam bukunya disebutkan bahwa guru dapat mendorong atau membangkitkan motivasi belajar siswanya dengan berbagai cara. 9) karyawisata dan ekskursi (dapat membangkitkan motivasi siswa). sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pembaca yang menginginkan penerapan hasil penelitian ini Saran Dalam proses pembelajaran guru diharapkan: a) bersedia meluangkan sedikit waktu dengan managemen waktu yang tepat dan efisien untuk membagikan hasil belajar secara langsung kepada siswa serta memberikan umpan balik berupa pujian dan nasihat demi memotivasi. 8) penilaian. 5) persaingan. 4) kerja kelompok. c) pemberian umpan balik saat pembagian hasil belajar secara langsung oleh guru lebih diperkaya dengan variasi umpan balik. 6) tujuan dan level of aspiration: 7) sarkasme.17 yang tercapai dari 6 indikator. b) memperhatikan penggunaan waktu sehingga pembagian ulangan secara langsung oleh guru serta pemberian umpan balik dapat berlangsung dengan baik. Observasi keterlaksanaan tindakan pada guru disiklus 2 mengalami peningkatan dari 83% menjadi 100% atau semua indikator pemantau keterlaksanaan tindakan guru terlaksana. 10) film pendidikan dan 11) belajar melalui radio. Kemudian hasil observasi keterlaksanaan tindakan pada siswa disiklus 2 mengalami peningkatan menjadi 100% atau semua indikator pemantau keterlaksanaan tindakan siswa terlaksana. Simpulan Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa pemberian pujian saat pembagian hasil belajar secara langsung oleh guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. 3) hadiah. Berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus 1 terjadi peningkatan pada proses tindakan pada siklus 2 sehingga diperoleh hasil dari angket motivasi belajar siswa yang telah mencapai kategori baik dengan skor 76-100 pada siklus 2 menjadi 82% atau sejumlah 28 siswa. awr guru mapel ipa smp jitu .

Guru SMPN 1 Karangpucung Kabupaten Cilacap (1984 . Zainal. Arikunto.2008.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. M.S. W. Jakarta: Grafindo Persada. Uno. Psikologi. W. Teori Motivasi Dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Penelitian Tindakan Kelas.1986.Jakarta: Bumi Aksara. Proses Belajar Mengajar.A.1988). Suharsimi.Jakarta: Bumi Aksara.18 DAFTAR PUSTAKA Sardiman. Arikunto. 2008. Pekerjaan Sosial. Pembelajaran Efektif. menjadi guru di SMPN 1 Kramat Kabupaten Tegal ( Juni 1983 – Juni 1984 ). Pendidikan terakhir S1 Pendidikan Biologi IKIP Negeri Semarang. Oemar. BIODATA PENULIS Agus Wardi Raharjo. Hamalik.1986. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Rajawali.2005). Gerungan. Aqib.2000. awr guru mapel ipa smp jitu . Jakarta: PT. Sutikno. Suharsimi. Bumi Aksara. Muslich. Jakarta: Rajawali Press. Interaksi Dan Motivasi Relajar Mengajar.Bandung: Yrama Widya.1996.Jakarta: Bumi Aksara. Psikologi Pengajaran. Guru SMP 4 Kota Tegal (1989 . . Hamzah B. Melaksanakan PTK itu Mudah (Classroom Action Research).1996.2005. Rusman.Jakarta: CV. lahir di Tegal.Jakarta: Grafindo. Sobry. Mataram: NTP Press.2012. dan Ilmu Kesejahteraan Sosial Dasar-Dasar Pemikiran.2009. dan guru SMP 17 Tegal Juli 2005 sampai sekarang. Masnur. Winkel. 31 Desember 1961.2002. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.