You are on page 1of 5

I.

Pendahuluan
Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif cepat, berupa defisit
neurologik fokal dan/atau global, yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung
menimbulkan kematian dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non
traumatik.
Bila gangguan peredaran darah otak ini berlangsung sementara, beberapa detik hingga beberapa
jam (kebanyakan 10-20 menit), tapi kurang dari 24 jam, disebut sebagai serangan iskemik otak
sepintas (Transient Ischemic Attack = TIA).
Stroke merupakan mekanisme gangguan vaskular susunan saraf penyakit-penyakit dengan lesi
vaskuler dikenal sebagai penyakit serebrovaskular atau disingkat dengan CVID (“Cerebro
Vascular Disease”), dan penyakit akibat lesi vaskular di medulla spinalis bisa disebut juga
penyakit spinovaskular.
“Stroke” atau manifestasi CVD mempunyai etiologi dan patogenesis yang multi
kompleks.Rumitnya mekanisme CVD disebabkan oleh adanya integritas tubuh
yang sempurna.Otak tidak berdiri sendiri diluar jangkauan unsur-unsur kimia dan selular darah
yang memperdarahi seluruh tubuh. Jika integritas itu diputuskan sehingga sebagian dari otak
berdiri sendiri di luar lingkup kerja organ-organ tubuh sebagai suatu keseluruhan, maka dalam
keadaan terisolisasi itulah timbul kekacauan dalam ekspresi (gerakan) dan persepsi (sensorik dan
fungsi luhur),suatu keadaan yang kita jumpai pada penderita yang mengidap “Stroke”.
Etiologi
1. Infark otak (80 %)

Emboli

a. Emboli kardiogenik



§ Fibrilasi atrium atau aritmia lain
§ Trombus mural ventrikel kiri
§ Penyakit katup mitral atau aorta
§ Endokarditis (infeksi atau non infeksi)

b. Emboli paradoksal
c. Emboli arkus aorta

Migren 6. jenis kelamin. penyalahgunaan alkohol dan obat. Vaskulitis sistem saraf pusat 4. Penyalahgunaan obat (kokain atau amfetamin) 8. polisitemia. Pendarahan intraserebral (15 %)    Hipertensi Malformasi arteri-vena Angiopati amiloid 1. riwayat keluarga dengan stroke atau  penyakit jantung koroner. Penyakit eksterakranial   § Arteri karotis interna § Arteri vertebralis b. bruit karotis asimptomatis. fibrilasi atrium. Perdarahan Subarakhnoid (5 %) 2. Kelainan Hematologis (anemia sel sabit. kontrasepsi oral. hiperurisemia dan dislipidemi. atau leukemia) 9. Penyebab lain (yang dapat menimbulkan infark atau perdarahan ) 1. merokok.heterozigot atau homozigot untuk homosistinure. diabetes mellitus. Yang dapat dirubah : hipertensi. Aterotrombotik (penyakit pembuluh darah sedang besar) a. Klasifikasi Stroke menurut WHO  Berdasarkan perubahan patologik pada otak : . Miksoma atrium Faktor Resiko  Yang tidak dapat diubah : usia. Penyakit intrakranial     § Arteri karotis interna § Arteri serebri media § Arteri Basilaris § Lakuner (oklusi arteri perforans kecil) 2. ras. hematokrit meningkat. Diseksi arteri karotis atau arteri vertebralis 3. Trombosis sinus dura 2. Kondisi hiperkoagulasi 7. Oklusi arteri besar intra kranial yang progresif 5.

maka terjadi gangguan fungsi otak. Hemoragi dapat meninggikan tekanan di rongga tenggkorak dan menyebabkan iskemia di daerah lain yang tidak terlibat hemoragi. yaitu : 1. baik secara umum maupun secara lokal. Berat otak hanya 2 1/2 % dari berat badan seluruhnya. Dari percobaan pada binatang diketahui bahwa penghentian aliran darah ke otak selama lebih dari 3 menit menyebabkan kerusakan yang menetap. Iskemia otak merupakan akibat berkurangnya aliran darah di otak. Oksigen ini diperoleh dari darah. Daerah dengan aktivitas metabolik yang lebih tinggi membutuhkan makanan yang lebih banyak untuk mempertahankan integritas strukturalnya. Infark Iskemik. terjadi jejas (lesi) yang tidak pulih lagi(irreversible) dan kemudian kematian. Beberapa daerah di otak lebih peka terhadap iskemia (berkurang aliran darah). “ischein” (menghentikan) dan “haima” (darah). disebut juga sebagai Stroke Non-Hemoragik 2. Perlu diingat bahwa kedua keadaan ini dapat terjadi bersamaan. Perdarahan.  PSA (Perubahan Sub arachnoid)  PIS (Pendarahan Intraserebral)  Nekrosis iskemik serebral Berdasarkan stadium klinik :  TIA (Transient Iskhemic Attack)  SIE (Stroke in Evolution)  CS (Completed Stroke)  RIND (Reversibel Iskemik Neurologik Defisit) II. namun oksigen yang dibutuhkannya hampir mencapai 20% dari kebutuhan badan seluruhnya. Kelainan yang terjadi akibat gangguan peredaran darah di otak dapat dibagi atas 2 golongan. Bila suplai oksigen terputus selama 8-10 detik. Di otak sendiri hampir tidak ada cadangan oksigen. . Kata iskemia berasal dari kata Yunani. Sebaliknya di daerah iskemia dapat pula terjadi hemoragi. Pembahasan Mengapa Stroke dapat terjadi ? Otak membutuhkan banyak oksigen. Dengan demikian masa kelabu yang mempunyai aktivitas metabolik yang lebih tinggi lebih sensitive terhadap iskemia. disebut sebagai Stroke Hemoragik. Dengan demikian otak sangat bergantung kepada keadaan aliran darah setiap saat.Bila lebih lama dari 6-8 menit.

gejala-gejala itu akan hilang juga dan keadaan akan sehat seperti pulih kembali (TIA). Untuk mengetahui diagnosa stroke non hemoragik atau stroke hemoragik. dapat digunakan Skor Stroke Siriraj (SSS) yaitu : SSS : (2. Gejala defisit itu bisa berupa monoparesis atau hemiparesis dengan hemiparastesia ataupun afasia. sebagai suatu reaksi vasokonstriksi yang berlebihan. vasokonstriksi itu berlangsung sejenak. pada kelompok usia di atas 45 tahun. Stroke Non Hemoragik (Iskemik) mencakup :  TIA (Transient Iskemik Attack)  SIE (Stroke in Evolution)  CS (Completed Stroke)  RIND (Reversibel Iskemik Neurologik Defisit) Manifestasi klinis :  Penyumbatan salah satu aliran darah karena vasospasme langsung dapat menimbulkan gejala defisit atau perangsangan sesuai dengan fungsi daerah otak yang terkena. atau stroke non-hemoragik. .  Vasospasme regional bisa terjadi sehubungan dengan melonjaknya tekanan darah sistemik.Padaorang sehat. paling banyak disebabkan atau ada kaitannya dengan aterosklerosis. karena lonjakan tekanan darahnyapun tidak berlangsung lama. Setelah vasospasme hilang.Stroke iskemik. Pada tekanan intralumenal yang membahayakan memang autoregulasi vaskuler sewajarnya mengadakan vasokonstriksi. tetapi pada orang dengan hipertensi lonjakan hipertensi dapat melewati batas kritis atas dan bisa berlangsung agak lama.5 x derajat kesadaran) + (2x vomitus) + (2 x nyeri kepala) + (10% x tekanan diastolik) – (-3x petanda ateroma) – 12 Penilaian : Skor > 1: Stroke Hemoragik Skor < -1 : Stroke non Hemoragik (stroke iskemik) Selain itu dapat digunakan CT Scan atau MRI.

Gangguan mekanisme autoregulasi regional itu terdapat pada tempat-tempat arteri yang mengandung “plaque”  Arteri karotis dan arteri vertebralis. Penatalaksanaan Prinsip Penatalaksanaan Stroke Iskemik 1. maka yang lainnya akan mengambil alih tugas itu.Sehingga pada masa tertentu. Membatasi atau memulihkan iskemia akut yang sedang berlangsung (3-6 jam pertama) menggunakan trombolisis dengan rt-PA (recombinant tissue-plasminogen activator). maka daerah tertentu menjadi iskemik. namun bekerja sama secara integral apabila kerja sama itu diperlukan. dengan risiko terbesar dalam 24 jam pertama sejak onset gejala. pertolongan kompensatorik itu masih belum terlaksana . Pengobatan ini hanya boleh diberikan pada stroke iskemik dengan waktu onset < 3 jam dan hasil CT Scannormal. Mencegah perburukan neurologis yang behubungan dengan stroke yang masih berkembang (‘jendela terapi’ sampai dengan 72 jam).Apabila salah satu diantara mereka tidak mampu memberikan jatah darah yang biasa dibebankan atas dirinya. Perburukan klinis dapat disebabkan oleh salah satu mekanisme berikut ini: . Progresivitas stroke terjadi pada 20-40 % pasien stroke iskemik yang dirawat.keduanya memperdarahi kedua belah belah otak secara sendiri-sendiri. III. Obat ini sangat mahal dan hanya dapat dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap.Karena terlambatnya sirkulasi kompensatorik itu. Pengambil alihan tugas itu tidak selamanya berlangsung lancar. 2.