You are on page 1of 2

Poligami adalah bentuk perkawinan di mana seorang pria menikahi beberapa wanita atau seorang

perempuan menikah dengan beberapa laki-laki.
Berikut ini poligami akan kita golongkan menjadi dua jenis :
a. Poligini : Satu orang laki-laki memiliki banyak isteri.
Disebut poligini sororat jika istrinya kakak beradik kandung dan disebut non-sororat jika para istri bukan
kakak adik.
b. Poliandri : Satu orang perempuan memiliki banyak suami.
Disebut poliandri fraternal jika si suami beradik kakak dan disebut non-fraternal bila suami-suami tidak
ada hubungan kakak adik kandung.
Kebolehan Poligini
Sebagian orang menganggap bahwa poligini sampai sekarang masih diperbolehkan oleh agama. Mereka
beralasan bahwa poligini dapat menjadi alternatif solusi bagi permasalahan yang terkadang menimpa
sebuah rumah tangga.
Terkadang sepasang suami-istri tidak kunjung memiliki anak setelah bertahun-tahun menikah, karena
sang istri mandul. Mereka bisa saja bercerai. Namun poligini bisa menjadi alternatif yang lebih baik,
ketika sang suami sangat mencintai istrinya, demikian pula sang istri sangat mencitai suaminya, dan
keduanya tidak menghendaki perceraian.
Demikian pula, poligini dapat menjadi jalan keluar ketika, misalnya, sang istri sakit keras yang
menyebabkannya tidak mampu melayani suaminya. Padahal sang suami butuh ada yang melayani.
Dengan poligini, si suami tetap bisa merawat istrinya yang sakit, namun juga hasratnya dapat disalurkan
dengan istrinya yang lain.
Poligini juga dapat menjadi penyelamat bagi laki-laki yang hyper-sex dari perzinahan dengan wanita lain
yang tidak halal baginya. Selain itu, jumlah wanita yang lebih banyak dari laki-laki mempertegas
kebolehan poligini.
Kebolehan Poliandri
Jika poligini diperbolehkan dengan alasan-alasan di atas, maka selayaknya poliandri pun dilegalkan!
Mengapa tidak? Kemandulan tidak hanya bisa menimpa perempuan, tetapi juga laki-laki. Laki-laki juga
punya potensi mandul. Oleh karenanya, kalau solusi ketika perempuan mandul adalah poligini, maka
poliandri pun dapat menjadi solusi jika laki-lakinya yang mandul.
Demikian pula, poliandri dapat menjadi jalan keluar ketika, misalnya, sang suami sakit keras yang
menyebabkan tidak mampu melayani istrinya. Padahal sang istri butuh ada yang melayani. Dengan
poliandri, sang istri tetap bisa merawat suaminya yang sakit, namun juga hasratnya dapat disalurkan
dengan suaminya yang lain.
Poliandri juga dapat menjadi penyelamat bagi perempuan yang hyper-sex dari perzinahan dengan lakilaki lain yang tidak halal baginya. Sementara data statistik di beberapa negara seperti Tiongkok yang
menunjukkan laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, seharusnya menyadarkan orang bahwa
poliandri pun tidak boleh dilarang jika memang poligini diperbolehkan!