You are on page 1of 13

Interferometer Michelson

Esti Wulandari
121810201003

BAB 1. yaitu suatu alat yang digunakan untuk menghasilkan suatu pola interfernsi. Percobaan interferometer Michelson menggunakan sumber laser He-Ne dengan membagi seberkas cahaya menggunakan sebuah alat yang bernama pembagi sinar (beam splitter).1 Latar Belakang Interferometer Michelson adalah salah satu jenis dari interferometer. Perhitungan perubahan frinji dibuat dengan kelipatan 25 dan pemutaran posisi mikrometer dicatat untuk mendapatkan 10 pasang data yang berbeda . PENDAHULUAN 1. Interferensi terjadi ketika dua buah cahaya yang telah di tembaakan pada cermin M1 dan M2 sebagai pembentuk pola inteferensi yang kemudian dilakukan pengamatan terhadap perubahan frinji yang terjadi. Interferometer Michelson merupakan alat yang paling umum digunakan dalam mengukur pola interferns untuk bidang optik yang ditemukan oleh Albert Abraham Michelson.

prinsip kerja interferometer Michelson digunakan sebagai dasar dalam pembuatan spektrometer.Selain sebagai kalibrasi alat optis. Berapa besar nilai ketetapan kalibrasi pada percobaan ini? .2 Rumusan Masalah adapun rummusan masalah yanng di gunakan untuk membahas praktikum kali ini ialah : 1. Bagaimana hubungan gafik antara jumlah frinji N akibat pergeseran cermin? 2. 1. Untuk aplikasi lebih lanjut dapat diterapkan pada teknologi film tipis.

1.4 Manfaat Manfaat yang dilakukan pada praktikum kali ini sangatlah penting. Mengetahui besar nilai ketetapan kalibrasi pada percobaan ini. Mengetahui hubungan gafik antara jumlah frinji N akibat pergeseran cermin.1. Karena dengan menggunakan alat ini dapat . 2.3 Tujuan adapun tujuan diadakannya praktikum kali ini adalah : 1.

Percobaan ini terinspirasi dari percobaan celah ganda young yang dilakukan oleh Thomas young.BAB 2 DASAR TEORI percobaan interferometer Michelson ini menggunakan sebuah interferometer. Percobaan ini menggunakan sumber cahaya dari laser HeNe. dimana interferometer itu sendiri berasal dari kata interferensi dan meter yang berarti suatu alat yang digunakan unutuk mengukur panjang atau perubahan panjang dengan ketelitian yang sangat tinggi berdasarkan penentuan garis-garis interferensi. .

interferometer Michelson telah berkembang menjadi sebuah alat yang banyak digunakan untuk menentukan panjang gelombang cahaya. Dalam usaha tersebut. maka alat ini dapat digunakan untuk menentukan jarak yang sangat pendek serta untuk mengamati sifat medium optik. ether merupakan sebuah medium hipotesis yang digunakan untuk penjalaran cahaya. keberadaan ether tidak dapat dibuktikan. . Michelson mendisain interferometernya dengan tujuan untuk membuktikan adanya ether. dan jika menggunakan sumber cahaya dengan panjang gelombang yang sudah diketahui. Akan tetapi setelah itu.Pada mulanya.

Sebagian cahaya dari M1 direfleksikan oleh pemisah berkas menuju layar pengamatan dan sebagian cahaya dari M2 ditransmisikan melalui pemisah berkas menuju layar pengamatan. l adalah nilai panjang gelombang sumber cahaya dan adalah perubahan jumlah frinji (Phywe.2006). dengan acuan suatu titik pusat. Kedua cermin tersebut akan merefleksikan cahaya menuju pemisah berkas. Pengukuran jarak yang tepat dapat diperoleh dengan menggerakan cermin pada Interferometer Michelson dan menghitung frinji interferensi yang bergerak atau berpindah.Sehingga diperoleh jarak pergeseran yang berhubungan dengan perubahan frinji.sebesar:   dengan adalah perubahan lintasan optis. .dipancarkan pada pemisah berkas sehingga sebagian cahaya •dipantulkan   cahaya laser menuju adjustable mirror (M2) dan sebagian lagi dilewatkan menuju movable mirror (M1).

Compensator. Meja interferometer (precision interferometer. Adjustable Mirror. Convex Lens 18 nm. OS9255A) • Sumber laser He-Ne (OS-9171) • Bangku laser (OS-9172) • Perlengkapan interferometer Michelson: Beam Splitter.1 Langkah Kerja Adapun langkah kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah : • 1.BAB 3 LANGKAH KERJA 3. . Movable Mirror.

alat dan bahan yang ada didesain seperti berikut: Gambar 3.1 Rangkaian eksperimen interferometer Michelson .3.2 Desain Percobaan Saat akan melakukan percobaan.

Micrometer diputar satu putaran penuh berlawanan arah jarum jam.3 Langkah Kerja 1. Pada layar. Posisi icrometer skrup diatur pada setengah skala utama (dua kali putaran = 2 x 25 skala).3. 7.1 2. Diamati perubahan frinji yag terjadi. . dibuat tanda garis batas yang berimpit pada salah satu pinggir lingkaran frinji yang dipilih. Laser He-Ne diposisikan sejajar bangku Interferometer Michelson. 3. 6. posisi M1 diatur dan sebaliknya 4. Dengan menutup M2. Percobaan disusun seperti pada gambar 3. skrup pengatur pada diputar secara perlahan (horizontal dan vertikal) 5.

Posisi awal icrometer dicatat sebelum memulai . . Knob micrometer diputar perlahan-lahan berlawanan arah jarum jam. Pada saat yang sama. Posisi dicatat sehingga jarak icrometer dapat dihitung menurut poin 8 dan 9 di atas. 9. 11. Langkah 9 dan 10 diulangi untuk jumlah frinji yang berbeda. 10. dihitung banyaknya frinji yang melintasi garis batas.8.

maka: ki k  i 1 n n Sehingga ralat yang digunakan adalah k  Diskripansi  k i k 2 n 1 kE  kR D  100% kR .Ralat Karena Percobaan dilakukan sebanyak n kali.