You are on page 1of 4

Pertemuan 1
Materi

: Hukum Kedokteran

Pemateri

: dr. Edi Hasibuan Sp.Fr, MH. Kes





Hukum kedokteran adalah hukum yang mengatur
tentang praktek kedokteran.
Tuntutan hukum adalah yang diajukan oleh
jaksa/penuntut hukum karena terjadinya kejahatan
Gugatan dibagi menjadi dua kategori, ada
penggugat (orang yang merasa dirugikan : Korban)
dan ada tergugat yaitu orang yang digugat.
Tentunya dalam gugatan harus disertai dengan surat
gugatan dilengkapi dengan materai.
Malpraktek kedokteran : kesalahan diagnosis,
kesalahan tindakan medis, pelayanan dibawah
standar, perilaku menyimpang, kegagalan terapi,
keterlambatan
pemberian
pertolongan
dan
kesalahan pemberian resep obat
Kesalahan/polus : mempunyai niat dan sengaja
melakukan perbuatan itu serta mengkehendaki
akibatnya
Defensive medicine yaitu melakukan pemeriksaan
yang tidak perlu
Resiko 5D : Death, dissability, disease, discomfort
dan disatisfaction
Kode etik kedokteran : primun non nocere (tidak ada
niat menyakiti), Beneficence (kebaikan pasien), adil
dan tidak membedakan pasien serta jujur










Keberadan materil : tidak hanya berdasarkan iktikat
tidak baik, ante factum (peristiwa yang mendahului),
kejadian (factum) dan post factum (sesudah
kejadian)
Alat bukti : mayat dan benda mati
KUHP sebagai lex generalis, UU Kesehatan dan UU
Praktik Kedokteran sebagai Lex Spesialis : khusus
didahulukan oleh umum
Menipu : pasal 338 KUHP
Surat keterangan palsu : 236 237 KUHP
Kelalaian 359 360 361 KUHP
Kesopanan 290 (1 dan 2) 285 286 KUHP
Sengaja membiarkan penderita 304 KUHP
Tidak ditolong dalam keadaan maut 531 KUHP
Obat palsu 386 KUHP
Euthanasia 344 KUHP
Penganiayaan 351 KUHP

Pertemuan 2
Materi

: Sejarah Ilmu Kedokteran Forensik

Pemateri

: dr. Edi Hasibuan Sp.Fr, MH. Kes

IKF : memanfaatkan ilmu kedokteran untuk
membantu menegakkan hukum dan pemecahan
masalah-masalah
KUHAP pasal 133 : peraturan perundang-undangan
mewajibkan setiap dokter, baik dokter spesialis

efek racun terhadap tubuh manusia 2200 tahun SM : Hammurabi Code. Sistem peradilan judicia dei (Peradilan Tuhan). Pertemuan 3 Materi : Sejarah dan Perkembangan Peradilah Pemateri : dr. judicia offae (makanan dan . Mesir – IMHOTEP (raja rajanya pengobatan) 3000 tahun SM orang cina!.Fr. deskripsikan luka. MH. Anthitius adalah seorang dokter pada zaman tersebut. kehidupan. luka bisa menyebabkan kematian. hukum yang secara struktural berdiri dibawah fakultas hukum dan ilmu pengetahuan kemasyarakatan. Jacobus Bonitus 1620 an: meningitis. keringat dingin dan mati! Alphonse Bartillor 1853-1914 : ukuran tubuh manusia Francis Galton 1822-1911 : sidik jari Leone Lattes 1887-1954 : penggolongan darah Indonesia : pada zaman kolonial. kematian – ahli manusia dan ahli hukum Abad ke-13 : Xi Juan Lu : memberikan/menangani dan melakukan pemeriksaan : Post mortal drowning Mesir : diagnosa tulang (patah). berbau. Mengatur praktek dokter. tetap 2 luka yang menembus sel iga dan menjadi penyebab kematian sang kaisar Tahun 1665 : otopsi dilakukan pada seorang pelayan bernama Sammuell Yeoungaen Pendeteksi racun : Karl Willem 1775 : arsen. Menyebabkan mencret-mencret. 529 dan 504 Tahun SM : justinian code – UUD. muntah-muntah. Judicia aquae (masuk ke dalam kolam). lembaga kriminalogi : kriminalogi.           kedokteran forensik. spesialis klinik untuk membantu melaksanakan pemeriksaan kedokteran Dokter memberikan keterangan tentang luka. mengidentifikasi 23 luka yang ada ditubuh julius caesar. kedokteran. Edi Hasibuan Sp. Mars : arsen seperseribu          Arsen : sesuatu yang tidak berwarna. seberapa parah mempengeruhi kesehatan korban Sejarah 5000-6000 SM. TBC dan disentri dalam medicina indorum. penyebab luka. Kes   Peradilan tempo doeloe 1. Rose 1806 : arsen namun konsentrasi lebih kecil. standar malpraktek 460-355 Tahun SM : sumpah Hippocrates. hukum adanya malpraktik kekerasan bisa menyebabkan kematian. publikasi mengenai postmortem 1945 : ilmu kedokteran kehakiman 1990 : ilmu kedokteran forensik 2007 : ilmu kedokteran forensik – ilmu kedokteran forensik dan medikolegal 1948 Lembaga kriminalogi (kedokteran dan hukum). memiliki praktek kedokteran Julius Caesar (100 – 44 tahun SM). Judicia Ignis (berjalan diatas bara api). bapak kedokteran : manusia.

menspesialisasikan bidang kecelakaan lalulintas akibat obat-obatan Identifikasi ada dua macam. Sistem peradilan berdasarkan sumpah – keterangan dengan jujur 4. luka robek Luka memar : terdapat pembengkakan. tepi luka tidak memar atau lecet. memar. Kes Trauma = luka Ilmu yang mempelajari mengenai luka Peranan ilmu kedokteran forensik – aspek tentang luka.        mantra mantra). luka tusuk selain pisau dapat diakibatkan oleh obeng. Aspek yang berkaitan denga kekerasan terhadap jaringan tubuh manusia Kelompok trauma tumpul : luka memar. dapat ditemukan resapan darah gores.Fr. primer (dna. meneliti time of death. tepi luka rata. Mulai memanfaatkan saksi-saksi – keterangan saksi dapat berdusta. besar dan tenaga yang kuat. lokasi bisa dimana saja. lebar dan dalam hampir sama. MH. Luka akibat benda yang permukaannya tajam Luka tusuk : dalam luka lebih besar daripada lebar. kalau ada memar biasanya dikarenakan oleh gagangnya. sidik jari) dan sekunder (pakaian) Patologi forensik . Edi Hasibuan Sp. Lae – Subspesialis dari patologi forensik           Pertemuan 4  Materi : Traumatologi Pemateri : dr. terdapat jembatan jaringan Kelompok trauma tajam : luka tusuk. 1945 Frances G. dan geser Luka robek : jaringan putus. tindak kekerasan. kurang pandai menceritakan. lupa. tanpa disertai dengan luka lecet. identifikasi mayat. Sistem pembuktian berdasarkan pengakuan – menggunakan siksaan fisik 3. 1937 Konsil hukum. cenderung mendramatisir suatu keadaan 5. tidak terjadi dikontinuitas lapisan kulit. Bagi yang tidak bersalah – tidak akan mati dan dianggap telah ditolong oleh Tuhan 2. luka lecet. karakteristik luka tergantung benda yang digunakan . tidak ada jembatan jaringan Luka bacok : benda yang kuat. iris dan bacok. garpu dan gunting Luka iris : panjang lebih besar daripada dalamnya. penulusuran keturunan. tidak bisa ditautkan (kulitnya hilang atau putus). Barang bukti – siapa yang menganalisa barang bukti? Memanfaatkan para ahli : dokter Ruang lingkup : kriminalistik – penerapan dan oemanfaatan ilmu alam dan pengenalan Perkembangan bidang forensik : melakukan otopsi. reaksi jaringan+pada bagian terendah (mayat) Luka lecet : diskontinuitas lapisan kulit. gigi. warna tetap.

adanya luka tangkis. emboli udara. reaksi biokimia. membakar sampai otot (2). luka kering dan keras. dan ukuran . mesiu – ada jelaga disekitar lubang. baju ikut terbakar. Anak peluru – partikel logam. tidak ada luka percobaan. hiperbalik : rendah ke tinggi – penyelam. hanya mengenai kulit berwarna merah dan bengkak (1). reaksi infeksi. terjadi magnetisasi Luka akibat tekanan. aborecing mark. kemerahan. Asam : berbatas tegas. sampai ketulang (3). pakaian terkena luka. kelumpuhan otot pernapasan atau pusat pernapasan. terjadi metalisasi. emboli lemak. sangat dekat. syok neurogenik. hipobarik : tinggi ke rendah – pesawat Waktu terjadinya trauma. krepitasi kulit Cara identifikasi umur luka : pemeriksaan makroskopis. tempe. rendahnya asosiasi oksi hemoglobin Trauma akibat listrik : fibrilasi ventrikel. tidak adanya luka percobaan Kasus kecelakaan : lokasi tidak terpilih. histokimia dan biokimia Infeksi beberapa hari : ringan. 4 minggu : berat. tidak ada luka tangkis. dekat. pengarangan (4)          Trauma suhu rendah : kegagalan pusat pernapasan. sifat. gangguan permeabilitas. antemortem (hidup) dan postmortem (mati) Jaringan setempat : retraksi. garis tebal. Basa : edem. reaksi vaskular. Trauma akibat petir : fibrilasi ventrikel.      Kasus bunuh diri : lokasi terpilih (pergelangan tangan). kulit menonjol. kontraksi yang tidak beraturan. tembak keluar. ditengah berwarna hitam. perabaan licin. bentuk. mikroskopis. bisa mengenai pakaian Luka akibat senjata api : jarak jauh. Perhatikan anak peluru pada luka akibat senjata api Trauma kimia : bahan asam atau basa yang kontak langsung dengan jaringan tubuh. pneumotoraks. linier. menemukan tanda current mark. terdapat luka percobaan Kasus pembunuhan : lokasi luka tidak terpilih. edema mata (kornea). <4 minggu : sedang Luka : jumlah. Tingkatan luka bakar. benda (pisau). Organ : perdarahan hebat. mata (retina) Trauma suhu tinggi : benda bersuhu tinggi – luka bakar.