You are on page 1of 18

MODUL ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS

PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI DEWASA
SKDI 4
A. Teori
Pemeriksaan Antropometri bertujuan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan gizi
pada anak, dan pada dewasa untuk menilai kondisi kesehatan dan perubahan kondisi
kesehatan. Pengukuran tang terdiri dari 2 tipe yaitu : pertumbuhan yang linier dan massa
jaringan. Pemeriksaan ini membutuhkan beberapa alat yang dalam penggunaannya tidak
menimbukan rasa sakit pada pasien. Pemeriksaan ini membutuhkan keterampilan khusus, dan
bagi seorang dokter keterampilan ini wajib dimiliki terutama dalam pemeriksaan fisik pasien
secara menyeluruh dan terutama pada beberapa jenis penyakit/kondisi khusus. Dalam
pemeriksanaanya tidak saja pengukuran yang benar akan tetapi interprestasi data dan
perhitungannya diharapkan benar.
B. Tujuan
1. Menentukan status gizi perorangan dengan perhitungan IMT
2. Menentukan status gizi perorangan dengan perhitungan waist to hip ratio
(WRH)
3. Menentukan status gizi perorangan dengan perhitungan persentase body fat
(%BF)
4. Menentukan status gizi perorangan dengan pengukuran LiLa
5. Menentukan status gizi perorangan dengan pengukuran lingkar perut
C. Persiapan :
Alat

: - Timbangan Berat Badan (bathroom scale manual/digital),
- Microtoise,stadiometer
- Pita LiLa,
- Alat ukur lutut,
- Pita circumference,
- Skinfold caliper.

Persiapan pasien

: Pasien dikondisikan senyaman mugkin. Posisi pasien :

-

Posisi pasien berdiri pada saat pengukuran berat badan, tinggi

-

badan, lingkap pinggang dan pinggul, lingkar lengan atas dan TLK
Posisi pasien duduk saat pemeriksaaan tinggi lutut

D. Prosedur dan Penjelasan

1 terdekat 7.0 3. Pasien diminta turun dari alat timbang b. sejajar dengan mata petugas 8. Catat tinggi badan pada skala 0. Pasien diminta berdiri tegak. pantat dan tumit menempel pada dinding tempat microtoise di pasang 4. Pasien diminta untuk naik ke alat timbangan dengan benat badan tersebar merata pada kedua kaki dan posisi kaku tepat di tengah alat timbang tetapi tidak menutupi jendela baca.a. Dibaca angka tinggi badan pada jendela baca ke arah angka yang lebih besar (ke bawah). Pasien tidak mengenakan alas kaki (sandal/sepatu). Usahakan badan tetap santai 6. Dalam keadaan ini bagian belakang alat geser harus tetap menempel pada dinding 7. Gerakkan alat geser sampai menyentuh bagian atas kepala pasien. 4.1 cm terdekat . persis di bawah alat geser 3. Dibaca dan dicatat berat badan pada tampilan dengan skala 0. usahakan agar pasien tetap tenang dan kepala tidak menunduk (memandang lurus kedepan) 5. Pengukuran Berat Badan (BB) 1. Pengukuran Tinggi Badan 1. Apabila pengukur lebih rendah dari yang diukur. Pembacaan dilakukan tepat di depan angka (skala) pada garis merah. Dipastikan timbangan berada pada petunjuk skala dengan angka 0. Angka di kaca jendela alat timbang akan muncul dan ditunggu sampai angka tidak berubah (statis) 6. Pastikan alat geser berada tepat di tengah kepala reponden. Pasien diminta menarik nafas panjang untuk membantu menegakkan tulang rusuk. Diperhatikan posisi kaki pasien tepat berada ditengah alat timbang. Pasien mengenakan pakaian biasa (sebisa mugkin minimal) dan tidak menggunakan alas kaki 2. pengukur harus berdiri di atas bangku agar hasil pembacaannya benar. Posis kepala dan bahu bagian belakang. topi (penutup kepala) dan posisikan pasien tepat di bawah microtoise 2. Pandangan lurus kedepan dan tangan dalam posisi tergantung bebas dan meghadap paha 5. lengan.

1 cm terdekat . Pasien duduk dengan salah satu kaki ditekuk hingga membentuk sudut 90 o proximal hingga patella 2. Dibaca dnegan sedikit menjongkok sehingga mata pembaca tepat berada pada angka yang ditunjukkan oleh alat ukur. Catat tinggi badan pada skala 0. Pengukuran Tinggi Lutut 1.c. Kaki diletakkan di atas alat pengukur tinggi lutut dan pastikan kaki pasien membentuk sudut 90o dengan meihat kelurusannya pada tiang alat ukur 3.

sehingga badan berdiri tegak lurus dengan tangan sejajar dinding 2. Ukur panjang lengan dengan alat ukur. Ukur panjang lengan.d. Pasien menggunakan pakaian yang longgar (tidak menekan) sehingga alat ukur dapat diletakkan dengan sempurna. Seorang pembantu diperlukan untuk meletakkan alat ukur dengan tepat 4. Sebaiknya pita pengukur tidak berada diatas pakaian yang digunakan.1 cm terdekat f. Subjek berdiri dan diukur pada akhir ekspirasi normal dengan ketelitian 0. Dibaca dengan teliti hasil pengukuran pada pita hingga 0. 2. Pengukuran bisa diulang 3 kali e. Pasien berdiri tegak dengan perut dalam keadaan rileks 3. Pengukuran lingkar panggul Lingkar pinggul diukur penonjolan terbesar pantat biasanya di sekitar pubic sympisis.1 cm 1. Rentangkan kedua lengan yang akan diukur 3. Pengukuran lingkar pinggang Lingkar pinggang diukur di indentasi terkecil lingkar perut antara tulang rusuk dan krista iliaka. subjek berdiri diukur menggunakan pita meter dengan ketelitian 0. Pengukuran dilakukan di akhir dari ekspresi yang normal dan alat ukur tidak menekan kulit 5. dengan pita diposisi depan dada dan posisikan alat dari ujung jari tengah kedua tangan 4. Pasien menggenakan pakaian yang tidak terlalu menekan . Oengukur menghadap ke subjek dan meletakkan alat ukur melingkar pinggang secara horizontal dimana merupakan bagian paling kecil dari tubuh atau pada bagian tulang rusuk paling akhir. Pengukuran Rentang Lengan (arm span) 1.6 cm menggunakan pitameter 1. Posisikan pasien di dinding.

2. Pengukur jongkok di samping pasien sehingga tingkat maksimal dari panggul terlihat 4. Alat pengukur dilingkarkan secara horizontal tanpa menekan kulit.1 cm terdekat . Pasien berdiri tegak dengan kedua lengan berada pada kedua sisi tubuh dan kaki rapat 3. Dibaca dengan tetliti hasil pengukuran pada pita hingga 0. Seorang pembantu diperlukan untuk meletakkan alat ukur dengan tepat 5.

.

Pengukuran Lingkar perut 1.1 cm . Ditetapkan titik tengah di antara titik tulang rusuk terakhir titik ujung lengkung tulang paha/panggul dan tandai titik tengah tersebut dengan alat tulis 5. Ditetapkan titik ujung lengkung tulang paha/panggul 4. Dilakukan pengukuran lingkar perut dimulai/diambil dari titik tengah kemudian secara sejajar horozontal melingkar pinggang dan erut kembali menuju titik diawal pengukuran 7. pengukuran mengambil bagian yang paling buncit lalu berakhir pada titik tengah tersebut lagi 9.g. Pengukuran juga dapat dilakukan pada bagian atas dari pusar lalu meletakkan dan melingkarkan alat ukur secara horizontal 8. Apabila pasien mempunyai perut yang gendut ke bawah. Ditetapkan titik batas tepi tulang rusuk paling bawah 3. Pita pengukur tidak boleh melipat dan ukur lingkar pinggang mendekati angka 0. Pasien diminta untuk berdiri tegak dan bernafas dengan normal (ekspirasi normal) 6. Mintalah dengan cara santun pada pasien untuk membuka pakaian bagian atas atau singkapkan pakaian bagian atas dan raba tulang rusuk terakhir pasien untuk menetapkan titik pengukuran 2.

.

Penentuan Tebal Lipatan Kulit Petunjuk Umum a) Minta secara sopan kepada pasien untuk melepaskan baju bagian atas . Menentukan titik Mid Point pada lengan a) Pasien diminta berdiri tegak b) Pasien diminta untuk membuka lengan pakaian yang menutup lengan kiri atas (bagi yang kidal mengunakan lengan kanan) c) Tekukan tangan pasien membentuk 90o dengan telapak tangan menghadap ke atas. Pengukur berdiri di belakang dan menentukan titik tengah antara tulang rusuk atas ada bahu kiri dan siku d) Ditandai titik tengah tersebut dengan pena 2. Mengukur lingkar lengan atas a) Dengan tangan tergantung lepas dan siku lurus di samping badan.h.1 cm terdekat i. telapak tangan menghadap ke bawah b) Diukur lingkar lengan atas pada posisi mid point dengan pita LiLa menempel pada kulit dan diingkarkan secara horizontal pada lengan. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLa) 1. Perhatikan jangan sampai pita menekan kulit atau ada rongga antara kulit dan pita c) Lingkar lengan atas dicatat pada skala 0.

1 cm 2. Biceps skinfold diambil dengan menarik pada 1 cm dari proximal tanda titik tengah tadi d) Biceps skonfold diukur dengan mendekati 0.b) Ibu jari dan jari telunjuk dari tangan kiri digunakan untuk mengangkat kedua sisi kulit dan lemak subkutan kurang lebih 1 cm proximal dari daerah yang c) d) e) f) diukur Lipatan kulit diangkat pada jarak kurang lebih 1 cm tegak lurus arah garis kulit Lipatan kulit tetap diangkat sampai pengukuran selesai Caliper dipegang oleh tangan kanan Pengukuran dilakukan dalam 4 detik setelah penekanan kulit oleh caliper. Pengukur an TLK pada Bicep a) Pasien berdiri tegak dengan kedua lengan tergantung bebas pada kedua sisi tubuh b) Pengukuran dilakukan pada titik moid point (sama pada Lila) c) Pengukur berdiri di belakang pasien dan meletakkan telapak tangan kirinya pada bagian lengan kearah tanda yang telah dibuat dimana ibu jari dan telunjuk menghadap keatas. (pengukuran bisa dilakukan 3 kali/bagian) g) Caliper dilepas 1) 2) 3) 4) Biceps Triceps Subscapular Suprailiac 1. Pengukuran TLK pada Triceps a) Pasien berdiri tegak dengan kedua lengan tergantung bebas pada kedua sisi tubuh b) Pengukuran dilakukan pada titik moid point (sama pada Lila) c) Pengukur berdiri di belakang pasien dan meletakkan telapak tangan kirinya pada bagian lengan kearah tanda yang telah dibuat dimana ibu jari dan telunjuk .

1 mm E. Status Gizi berdasarkan BMI : .menghadap kebawah. Titik scapula terletak pada bagian bawah sudut scapula e) Caliper diletakkan 1 cm infero-lateral dari ibu jari dan jari telunjuk yang mengangkat kulit dan subkutan dan ketebalan kulit diukur mendekati 0.1 cm 3. Pasien berdiri tegak 2. Pasang caliper 4. Cubit dengan formasi miring bentuk sudut 45 ke arah belakang garis klipaksilaris dan keatas iliak dengan ikuran 1 cm dibawah jari tangan 3. pemeriksa meraba scapula dan mencarinya ke arah bawah lateral sepanjang batas vetebrata sampai menentukan sudut bawah scapula d) Subscapular skinfold ditarik kearah diagonal (infero-lateral) kurang lebih 45o ke arah horizontal garis kulit. Perhitungan A. Pengukuran TLK pada suprailiaka 1. Tricep skinfold diambil dengan menarik pada 1 cm dari proximal tanda titik tengah tadi d) Tricep skonfold diukur dengan mendekati 0. Pengukuran TLK pada Subscapular a) Pasien berdiri tegak dengan kedua lengan tergantung bebas pada kedua sisi tubuh b) Tangan kanan diletakkan kiri ke belakang c) Untuk mendapatkan tempat pengukuran.1 mm 4. Baca hasil dengan ketelitian 0.

24X USIA DALAM TAHUN) + (1. Lingkar Lengan Atas .02 X TL DALAM cm) TB Perempuan : 84.83 X TL DALAM CM) b.83xTL)-(0.17xU) C. Rumus Perhitungan tinggi badan berdasarkan rentang lengan: TB Pria : 118.19 Wanita : ((1.B.88 Atau (CUMLEA) TB Pria : 64.24xU))+84. Berdasarkan tinggi lutut : GIBSON. 1993 Pria : ((2.07xU) TB Wanita : 63.04xU))+64.19-(0.24+(0.63xRL)-(0.18 + (0.28xRL)-(0.88 –(0. Rumus perhitungan tinggi badan a.04X USIA DALAM TAHUN)+(2.02xTL)-(0.

73 0.72-0. E.82 30-39 < 0.78-0.96 40-49 < 0.72 0.01xLILA-4.71-0.96-1.91 0.84 0.5 cm.96 > 0.79 0.94 30-39 < 0.88-0. resiko kematian.Nilai ambang batas balita adalah 12.77 0.00 < 0.10xLILA-6. Rumus Menghitung Nilai WHR:7 Tabel 4: Standar resiko penyakit degeneratif berdasarkan pengukuran WHR pada jenis kelamin dan kelompok umur:7 Jenis kelamin Pria Kelompok umur Resiko Low Moderate High Very high 20-29 < 0.88 0.5 cm dapat menggantikan interprestasi BB-TB rendah/wasting.7 D.88 0. Sirajuddin 2012. gangguan pertumbuhan dan perkembangan Interprestasi BMI berdasarkan penilaian LLA.73-0. %bodyfat .87 > 0.83-0.84-0.87 20-29 Wanita Sumber. Jika kurang beresiko melahirkan bayi BBLR.92-0.95 0.79-0.(Powell and Hennessy (2003) BMI Pria : 1.89-0.84 40-49 < 0.94 > 0.80-0.00 > 1.83 0.71 0.82 > 0. Nilai ambang batas wakita usia subur 23.84 > 0. Standart Lingkar perut F.78 0.7 BMI Wanita : 1.

Gambaran Alat .F.

Digital bathrom scale bathroom scale with stadiometer microtiose .

Pita circumference Lange skinfold caliper pengukur tinggi lutut .

Skinfold caliper .

Check list dan penilaian No. Interprestasi dan perhitungan . KETERAMPILAN PEMERIKSAAN REKTAL JENIS KEGIATAN 0 1.Menghitung dan menginterprestasikan penilaian BMI dengan benar .Memperhatikan angka penunjuk ukuran LiLA dengan benar .Memperhatikan angka penunjuk ukuran Lingkar pinggangpanggul dengan benar .G.Memperhatikan angka penunjuk ukuran tinggi badan /tinggi lutut/rentang lengan dengan benar .Memperhatikan angka penunjuk ukuran TLK dengan benar 7. Meminta pasien memfleksikan lutut dan berusaha membuat pasien relaks 5.Menginterprestasikan penilaian LiLa dengan benar . Mengatur posisi pasien dengan benar 6.Menginterprestasikan penilaian lingkar perut dengan benar 9.x 100 = 36 NILAI 1 2 .Memperhatikan jarum penunjuk timbangan dengan benar .Memperhatikan angka penunjuk ukuran lingkar perut dengan benar .Menghitung dan menginterprestasikan hasil % body weight dengan benar . 3. Mempersilahkan pasien untuk berpakaian kembali dan menjelaskan pemeriksaan telah selesai 8. Memperhatikan hasil ukuran: . penutup kepala dan meletakkan barang baan yang berat 4. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien Keterangan: 0 : Tidak dilakukan 1 : Dilakukan tapi tidak benar/lengkap/sempurna 2 : Dilakukan dengan benar/lengkap/sempurna Nilai maksimal : 36 Jumlah nilai Nilai akhir = -------------------------.Menghitung dan menginterprestasikan hasil Waist to hip dengan benar . Memperkenalkan diri Menjelaskan tujuan dan prosedur pemeriksaan kepada pasien Mempersilahkan pasien melepaskan alas kaki. 2.