You are on page 1of 1

.

CARA TERNAK AYAM KAMPUNG Ayam kampung sesungguhnya memiliki nilai


ekonomis yang tinggi. Namun hal itu belum bisa menjadi sumber ekonomi yang diandalkan
untuk saat itu. Problem tersebut lebih disebabkan karena manajemen bisnis ternak ayam
kampung yang belum efektif dan efisien. Menurut Prof Edjeng Suprijatna, Guru Besar Fakultas
Peternakan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, ketidak efektifan ternak ayam
kampung selama ini adalah pada sistem pemeliharaan yang dibuat secara umbaran. Pada model
pemeliharaan ayam semacam ini, menurutnya penyakit sulit dikontrol dan efisiensi pakan juga
sangat rendah, sehingga tidak menguntungkan.
Menurut Prof Edjeng Suprijatna, cara agar ternak ayam kampung lebih menguntungkan dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahkan berpotensi ekspor adalah dengan ternak ayam
kampung yang dikandangkan. Ini penting untuk memudahkan pengontrolan terhadap penyakit
dan kesehatannya lebih terjaga. Seperti diketahui selama ini penyakit tahunan kerap
menyerang ternak ayam kampung umbaran secara sporadis.
Keuntungan dari sistem ternak ayam kampung yang dikandangkan adalah tingkat kematian
ayam kampung yang bisa ditekan secara significant. Selain masalah kesehatan, beberapa sifat
buruk ayam kampung juga bisa dikurangi dengan model seperti ini. Misalnya saja sifat
mengeram, dengan rekayasa genetik sifat mengeram ini bisa dikurangi.
Sifat lain adalah sifat kanibal atau sifat agresif menyerang ayam lain. Sifat agresif bisa dikurangi
dengan cara seleksi dan menggunaan kandang litter. Selain itu sifat agresif bisa dikurangi dengan
penggunaan ransum dengan serat kasar tinggi, mengurangi kepadatan populasi dalam kandang
dan membuat kandang tidak terlalu terang. Menurutnya agar kandang tidak terlalu terang pada
siang hari kandang bisa diberi tirai.
Solusi Agar Ternak Ayam Kampung Menguntungkan
Usaha ternak ayam kampung selama ini masih menggunakan teknologi budidaya yang
tradisional dan belum sesuai yang diharapkan dan memiliki produktivitas rendah. Karena itu Prof
Ejeng menyarankan agar pengembangan peternakan ayam lokal harus merupakan usaha
agribisnis. Perubahan-perubahan yang perlu dilakukan adalah peternak harus memilih usaha
antara telur dan daging secara terpisah.
Pemeliharaan ayam lokal sebagai penghasil daging / telur secara intensif melalui perbaikan
manajemen pemeliharaan (ransum, vaksinasi, perkandangan), peningkatan skala usaha dan
permodalan dapat menghasilkan tambahan pendapatan bagi peternak yang lebih besar.
Spesialisasi ini terutama dapat dilakukan di daerah sekitar kota besar, seperti saat ini sudah mulai
berkembang. Tetapi untuk daerah pelosok pedesaan sistem pemeliharaan masih merupakan
gabungan untuk menghasilkan telur tetas atau telur konsumsi dan ayam potongan.
Jika pola manajemen ternak ayam kampung telah dilakukan dengan baik maka tidak mustahil
usaha ternak ayam kampung akan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya itu
produk ayam kampung menjadi komoditas yang bisa diekspor. Namun semuanya perlu
perbaikan usaha ternak dari mulai pembibitan, pemeliharaan hingga pasca produksinya. Semoga
sukses peternak Indonesia.