You are on page 1of 16

I am Edy El Nino

Mencoba mengaktifkan dan menjalankan blog yang sudah lama dibuat! :)

Senin, 08 April 2013
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkembangan Pre-School /
Pra-Sekolah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan
keterikatan aturan dan emosional serta individu mempunyai peran masing-masing yang
merupakan bagian dari keluarga (Friedman: 1998). Keluarga sebagai pranata social terkecil
dalam masyarakat dan Negara selalu mencuri perhatian baik kalangan pimpinan atau tokoh
informasi maupun pemerintah. Banyak kejadian merisaukan sekarang ini, seperti kenakalan
remaja, kasus gizi kurang, selalu dikaitkan dengan makin kurang berfungsinya pranata
keluarga, antara lain dalam memfasilitsi tumbuh kembang anak dan menanamkan nilai-nilai
luhur seperti saling menghormati, cinta kasih, toleransi, dan empati.
Anak merupakan bagian dari keluarga, sering dikatakan sebagai potret atau
gambaran dari orang tuanya saat masih kecil. Namun tidaklah demikian karena anak
merupakan individu tersendiri yang tumbuh dan berkembang secara unik dan tidak dapat
diulang setelah usia bertambah.
Pada anak usia prasekolah, anak mengalami lompatan kemajuan yang
menakjubkan. Tidak hanya kemajuan fisik tetapi juga secara sosial dan emosional. Anak usia
prasekolah ini sedang dalamproses awal pencarian jati dirinya. Beberapa prilaku yang tidak
ada, sekarang muncul. Secara fisik dan psikis usia ini adalah usia yag rentan berbagai
penyakitbdan menimbulkan masalah yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak jika
kondisi kesehatan anak tidak ditangani secara baik oleh praktisi kesehatan dan juga usahausaha pencegahan adalah yang tetap paling baik dilakukan.
Keperawatan keluarga berkaitan erat dengan upaya keluarga mempunyai
kemampuan dalam menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Perawat dapat

yaitu meneriama kondisi anak. dan hubungan suami istri. 2. menghadapi stressor dengan positif. membatu keluarga untuk mengelola perasaanyang ada. memenuhi kebutuhan perkembangan keluarga. Ruang lingkup penulisan Ruang lingkup penulisan makalah ini yaitu konsep dasar penyakit dan asuhan keperawatan perawat pada klien dengan gangguan sistem endokrin terutama kanker tiroid D. B. latar belakang pendidikan orang tua. keluarga punya tugas adaptif. dan mengembangkan sisitem dukungan social keluarga dengan anak prasekolah. C. Sistematika penuisan Makalah ini terdiri dari 4 bab yang disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut : . 5. pengalaman sebelumnya dalam mengasuh anak. Mahasiswa mampu menjelaskan tugas perkembangan keluarga dengan anak prasekolah Mahasiswa mampu menjelaskan masalah-masalah pada anka usia prasekolah. Berkaitan dengan perawatan anak di rumah sakit. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi keluarga.mendidik anggota keluarga yang lain tentang kondisi anak yang sedang sakit. 3. stress yang dialami orang tua. 4. mengelola kondisi anak. E. Mahasiswa mampu menjelaskan tahap tumbuh kembang anak usia prasekolah. web. Suatu peran penting keluarga terkait dengan perawatan anak adalah peran pengasuhan (parenting role). Metode penulisan Penulisan makalah ini menggunakan metode deskriftif yaitu dengan penjabaran masalah – masalah yang ada dan menggunakan studi kepustakaan literatur yang ada baik di perpustakaan maupun di media internet sebagai pelengkap baik itu media blog. Tujuan Instruksional Khusus : 1. Mahasiswa mampu menjelaskan asuhan keperawatan keluarga dengan anak prasekolah. yang sama dalam menjalankan peran ini keluarga sangat dipengaruhi oleh faktor usia orang tua. Tujuan Tujuan Intruksional Umum : Mahasiswa mampu menerapkan konsep asuhan keperawatan keluarga dengan anak prasekolah. maupun artikel. keterlibatan ayah atau suami dala pengasuhan anak.menbantu keluarga dalam memecahkan masalah kesehatannya sehingga mencapai keadaan keluarga yang optimal. memnuhi kebutuhan perkembangan anak.

dan sistematika penulisan. ruang lingkup penulisan. BAB II :Tinjauan teoritis yang terdiri dari konsep dasar asuhan keperawatan keluarga pada anak usia prasekolah BAB III : Asuhan Keperawatan keluarga pada anak usia prasekolah BAB IV : Penutup terdiri dari Kesimpulan dan Saran BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 2. tujuan penulisan. Friedman (1998) Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individual memepunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Sayekti (1994) Keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang .BAB I :Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. Definisi keluarga 1.

Waktu ratarata denyut jantung dan pernapasan menurun hanya sedikit mendekati 90x/menit dan pernapasan 22-24x/menit. Berat badan anak meningkat kira-kira 2. Perubahan ukuran atau nilai-nilai yang memberikan ukuran tertentu dalam kedewasaan Menurut Whaley dan Wong. b. 5. Pertumbuhan (Growth) Berkembangan dengan perubahan dalam besar. TD meningkat sedikit ke nilai rata-rata 95/58mmH. Peraturan Pemerintah no. Pertumbuhan Beberapa aspek pertumbuhan fisik terus menjadi stabil dalam tahun prasekolah.5 kg per tahun. berat rata-rata pada usia 5 tahun adalah kira-kira 21 kg. suami dan anaknya. istri dan anaknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah a. Perpanjangan tungkai kaki menghasilkan . dan tinggal dalamsebuah rumah tangga. Definisi tumbuh kembang pada anak a. pertumbuhan sebagai suatu peningkatan jumlah atau ukuran sel tubuh yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh (Supartini. hampir 6 kali berat badan lahir. Burgess dan Locke (1992) Keluarga adalah unit sosial terkecil dari individu-individu yang diikat oleh perkawinan (suami-istri). darah atau adopsi (orang tua-anak). Yupi : 2004).21 tahun 1994 tentang penyelenggaraan pembangunan keluarga sejahtera Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. Prasekolah bertumbuh 2-3 inci per tahun.dan berada pada tinggi rata-rata 43 inci pada ulang tahun kelima mereka. Perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih komleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan ( Soetjiningsih : 1998). Tahap tumbuh kembang anak usia prasekolah 1. atau suami.perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak. panjang mereka menjadi dua kali lipat panjang lahir pada usia 4 tahun. atau istri dengan anaknya. organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (kg/gr) atau ukuran panjang (meter/centimeter)(Soetjiningsih : 1998). Yupi: 2004). Mencakup aspek-aspek lain dari deferensiasi bentuk termasuk perubahan emosi atau sosial yang sangat ditentukan oleh interaksi dengan lingkungan 2. perkembangan manitik beratkan pada perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran ( Supartini. baik anaknya sendiri atau adopsi. B. 3. Sumardjan (1993) Keluarga adalah sekelompok manusia yang para warganya ter ikat dengan jalur keturunan. dan dalam kasus keluarga luas terlihat adanya nenek atau kakek dengan cucu. 4. ukuran atau dimensi tingkat sel. jumlah. Perkembangan (Development) Menurut Whaley dan Wong.

Perkembangan ini diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan melalui kemampuan bereksplorasi terhadap lingkungannya. Anak mulai mengembangkan sebab-akibat. Kekurangan nutrisi umunya terjadi pada anak-anak berusia dibawah 6 tahun adalah kekurangan vitamin A dan C serta zat besi. makan. Mempertahankan keinginan 2) Perkembangan psikososial ( Eric Ericson ) Fase perkembangan psikososial pada anak usia prasekolah adalah inisiatf vs rasa bersalah. Perbedaan kecil terjadi antara jenis kelamin. minum. Selama fase ini. mengalami regresi. Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas. menggosok gigi. misalnya mengompol dan menghisap jempol. Karakteristik utama perkembangan intelektual tahap ini didasari sifat egosentris. Anak mulai mengetahui perbedaan jenis kelamin dengan mengetahui adanya perbedaan jenis kelamin. lebih marah. Kepala sudah mencapai 90% dari ukuran orang dewasa pada ulang tahun ke enam. Orang tua dan penberi pelayanan perlu membuat asaha secara sadar untuk membantu anak prasekolah mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan mencegah defisiensi dan kelebihan.4 tahun ) Anak mengembangkan kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bermasyarakat. Negatif : Memegang genetalia Positif : Egosentris: sosial interaksi . seperti mandi. Penggunaan tangan primer terbentuk. Inisiatif berkembang dengan teman sekelilingnya. trial dan error dan menginterpretasikan . 3) Perkembangan kognitif ( Jean Piaget ) Fase berkembangan kognitif anak usia prasekolah adalah fase praoperasional. Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berpretasi. Konsumsi karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang sangat besar dari makanan yang berlemak bisa menimbulkan kegemukan dan menjadikan anak prasekolah dalm kondisi sangat lapar. BAK. walaupun anak laki-laki sedikit lebih besar dengan lebih banyak otot dan kurang jaringan lemak. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi. Hasil akhir yang diperoleh adalah menghasilkan suatu prestasinya. Pemikiran di dominasi oleh apa yang dilihat. Fase ini dibagi menjadi 2 yaitu: a) Prokonseptual ( 2. dirasakan dan dengan pengalaman lainnya. dan BAB. genitalia menjadi area yang menarik dan area tubuh yang sensitif. yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya. Kemampuan anak berbahasa meningkat. Perkembangan Rasa keingintahuan tentang hal-hal yang berada dilingkungan semakin besar dan dapat mengembangkan pola sosialisasinya. Mulai memahami waktu. 1) Perkembangan psikoseksual ( Sigmund Freud ) Fase berkembangan psikoseksual untuk anak usia sekolah masuk pada fase falik. Anak sudah mulai mandiri dalam merawat diri sendiri.penampilan yang lebih kurus. b. Anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan.

dan mengapa? Pemecahan masalah sedarhana. orang tua memberikan hukuman dan jika anak berbuat benar maka orang tua tidak memberikan c) hukuman Anak berfokus pada motif yang menyenangkan sebagai suatu kebaikan Anak menjalankan aturan sebagai sesuatu yang memuaskan mereka sendiri. 4) Perkembangan Moral ( Kahlberg ) Fase perkembangan moral pada anak usia prasekolah memasuki fase prekonvensional. 1) 2) 3) 4) j. 1) 2) 3) 4) 5) Personal / sosial Upaya untuk menciptakan diri sendiri seperti orang tuanya. yaitu kebaikan b) Orientasi hukuman dan ketaatan Baik dan buruk sebagai konsekuensi dari tindakan. f. menggunakan fantasi untuk memahami. e. h. C.benda/kejadian. Jika anak berbuat salah. Membantu anak untuk bersosialis . mengatasi masalah. g. a. Anak biasanya banyak meniru perilaku orangdewasa tetapi sudah bisa memberi alasan pada tindakan yang dilakukan. Fase ini terdiri dari 3 tahapan yaitu: a) Didasari adanya rasa egosentris pada anak. tetapi silit uintuk menangkapnya Bahasa dan kognitif Egosentrik Ketrampilan bahsa makin baik Mengajukan banyak pertanyaan. tetapi mandiri Menggali lingkungan atas hasil prakarsanya Membanggakan. Anak mulai menggunakan sinbulkata-kata. Anak belajar baik dan buruk. 1) 2) 3) i. apa. b. benar dan salah melalui budaya sebagai dasra peletakan nilai moral. bagaimana. mempunyai perasaan yang tidak dapat dirusak Keluarga merupakan kelompok utama Kelompok meningkat kepentingannya Menerima peran sesuai jenis kelaminnya Agrsif Motorik Meningkatnya kemampuan bergerak dan koordinasi jadi lebih mudah Mengendarai sepeda dengan dua atau tiga Melempar bola. tak dikenal. mengingat masa lalu. Tugas perkembangan anak usia prasekolah 1. sekarang dan yang akan datang. b) Intuitive thuoght ( 4-7 tahun ) Anak mampu bermasyarakat namun masih belum mampu berpikir timbal balik. Tugas perkembangan keluarga dengan anak usia prasekolah 1. Ketakutan Pengrusakan diri Dikebiri Gelap Ketidaktahuan Objek bayangan. c. D. d.

Faktor lingkungan Faktor kelompok yang dapat berpengaruh dikelompokkan menjadi tiga. Umur Masa prenatal. gigi. Faktor pranatal a. E. misalnya club foot c. dan pascanatal. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang Pola pertumbuhan dan perkembangan secara normal antara anak yang satu dengan yang lainnya pada akhirnya tidak selalu sama. dengan demikian postur tubuh tiap bangsa berlainan. akhir kehamilan Mekanis. misalnya sindrom down. yaitu saat janin berumur empat bulan. yaitu: 1. 2. 3. Faktor dalam (internal): a. Keluarga Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perawakan pendek d. Kelainan endokrin . Pembagian tanggung jawab anggota keluarga 6. masa bayi. nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin. faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang. e. kelahiran. zat kimia. Jenis kelamin Wanita akan mengalami pubertas lebih dahulu dibandingkan laki-laki f. Gizi. pasangan dan anak 5. etnis. Perbedaan ras. radiasi d.2. Pada saat itu terjadi pertumbuhan yang cepat. Hormon yang berpengaruh terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari. Beradaptasi dengan anak yang baru lahir sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus dipenuhi. posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan conginetal. 3. karena dipengaruhi oleh interaksi banyak faktor. Menurut Soetjiningsih (2002). Pembagian waktu untuk individu. Pengaruh hormon Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal. Selain itukelenjar tiroid juga menghasilkan kelenjar tiroksin yang berguna untuk metabolisme serta maturasi tulang. cepat dibandingkan dengan masa lainnya. terutama selama trimester b. dan otak. atau bangsa Tinggi badan orang Eropa akan berbeda dengan orang Indonesia atau bangsa lainnya. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam atau luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar) 4. yaitu pranatal. Genetika b. Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Toksin. dan masa remaja merupakan tahap yang mengalami pertumbuhan c. g. Kelainan kromosom Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan.

Varicella ( cacar air ) Campak Hubungan keluarga Pada usia prasekolah biasanya anak merasa cemburu dengan kehadiran anggota keluarga baru (adik). 5. difteri. 3. faktor yang berpengaruh terhadap tumbang anak adalah gizi. b. lingkungan pengasuhan. lebih pemarah. yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya. mengalami regresi. penyakit kronis/ kelainan konginetal. Meskipun tidak meninggalkan bekas fisik namunkecelakaan dianggap sebagai kegagalan dan anak lebih bersikap hati-hati akan berbahaya bagi psikologisnya sehingga anak akan takut terhadap kegiatan fisik. 2. Masalah-masalah pada anak usia prasekolah 1. c. 4. Mimpi buruk yang terjadi sewaktu-waktu adalah hal yang normal. sosioekonomi. dan satu-satunya tindakan yang perlu dilakukan orang tua adalah menenangkan anak. psikologis. lingkungan fisik dan kimia. Tetapi mimpi buruk yang sering terjadi . Gangguan tidur Mimpi buruk adalah mimpi menakutkan yang terjadi selama tidur REM (rapid eye movement). Faktor pascanatal Seperti lainnya pada masa prenatal. Bahaya fisik a. Masalah kesehatan Masalah kesehatan yang sering muncul pada anak prasekolah seperti. Keracunan Pada dasarnya usia prasekolah suka mencoba segala sesuatu yang dia lihat tanpa mengetahui apakah itu berbahaya atau tidak.e. b. dan obat-obatan F. Seorang anak yang mengalami mimpi buruk biasanya akan benar-benar terbangun dan dapat mengingat kembalimimpinya secara terperinci. misalnya mengompol dan menghisap jempol. 5. Masalah/ Penyakit Manajemen Teraupetik Dan Komplikasi Pertimbangan Keperawatan Diare (Gastroenterologi) Agen pembuka: bakteri dan virus. f. dan campak. cacar air. endokrin. Bahaya psikologis Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berprestasi. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi. Infeksi TORCH atau penyakit menular sesksual Kelainan imunologi Psikologis ibu Faktor kelahiran Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forcep dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinya kerusakan jaringan otak. Kecelakaan Kecelakaan terjadi akibat keinginan anak untuk bermain yang menghasilkan ketrampilan tertentu.No a. Anak merasa tidak diperhatikan lagi oleh orang tua sehingga anak sering membuat olah untuk mendapatkan perhatian orang tua. stimulasi. Jika hal ini terjadi bisa berkembang menjadi masa malu. g. 4. diare.

Teror dimalam hari sifatnya dramatis karena nak menjerit-jerit dan panik. Hal ini terutama sering ditemukan pada anak-anak yang berumur 3-4 th. keadaan ini paling sering ditemukan pada anak yang berumur 3-8 th. b. Umur . karena mereka belum bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan. Teror dimalam hari adalah suatu keadaan dimana sesaat setelah tertidur anak setengah terbangun dengan kecemasan yang luar biasa. Anak tidak dapat mengingat kembali apa yang atelah dialaminya. Tiap episode berlangsung dari beberapa detik sampai beberapa menit. Pengkajian Pengkajian yang berhubungan dengan keluarga 1. Identitas a.adalah abnormal dan bisa menunjukkan masalah psikis. Teror dimalam hari dan tidur sambil berjalan biasanya berlangsung selama tidur dalam (Non REM) dan terjadi dalam 3 jam pertama setelah anak tertidur. Pengalamam yang menakutkan (termasuk cerita menakutkan atau film tentang kekerasan di televisi) bisa menyebabkan terjadinya mimpi buruk. Nama pasien Dimaksudkan agar dapat mengenali klien sehingga mengurangi kekeliruan dengan pasien lain. Tidur sambil berjalan adalah suatu keadaan dimana dalam keadaan tertidur anak bengkit dsari tempat tidurnya dan berjalan-jalan. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN A.

Pengkajian yang berhubungan dengan anak usia sekolah . Pekerjaan Mengetahui tingkat ekonomi keluarga pasien. c. Tipe keluarga Pengkajian tipe keluarga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar perhatian dan peraswatan yang diberikan pada anggota atau anak yang mengalami sakit. apakah terdapat anggota keluarga yang terkena penyakit yang serupa/penyakit turunan. Aktivitas rekreasi keluarga Untuk mengetahui seberapa jauh keluarga memenfaatkan aktifitas rekreasi keluarga yang digunakan untuk menghilangkan kepenatan dalam kehidupan sehari-harinya. Sistem sosisl yang mendukung. Pendidikan Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman dari anggota keluarga terutama orang tua dalam memberi informasi perencanaan pulang bagi anak sekolah dengan masalah kesehatan epilepsi. f. Lingkungan Karakteristik rumah. a. Peran anggota keluarga. Pengambilan keputusan. pasien dengan nama yang sama serta untuk keperluan kunjungan rumah bila diperlukan. 4. Hal ini perlu dikaji untuk mengetahui kesanggupan keluarga untuk memodifikasi proses penyembuhan penyakit pada anak dan pemanfaatan sarana kesehatan bagi anak yang sakit. d. h. epilepsi. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. d. a. e. a. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga Tahap perkembangan keluarga saat ini. b. e. c. 3. Agama dan suku bangsa Mengetahui kepercayaan dan adat istiadat pasien dan keluarga sehingga dapat mempermudah dalam melaksanakan tindakan sesuai dengan agama dan kepercayaan dari pasien dan keluarganya. c. e. Komposisi keluarga Dimaksudkan untuk mengetahui silsilah dari beberapa generasi. b. Hubungan keluarga dengan lingkungan. g.Mengetahui umur pasien sehingga dapat mengklarifikasi adanya faktor resiko pada epilepsi karena faktor umur dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penatalaksanaan untuk c. Struktur keluarga Pola komunikasi. Mobilitas keluarga. Riwayat keluarga sebelumnya. d. Nilai-nilai yang berlaku di keluarga. d. 2. Riwayat keluarga inti. Karakteristik lingkungan. b. Alamat Untuk megetahui pasien tinggal dimana dan untuk menghindari kekeliruan bila ada dua orang i.

Bagaimana lingkungan bermain. Kegiatan apa yang diikuti anak selain di sekolah. bahwa anaknya hipeeraktif dalam beraktivitas dan lingukungan rumah dari ibu berada dekat dengan sungai yaitu 50 meter sehingga sebagian besar aktifitas warga di sekitar termasuk ibu penderita dilakukan di sungai tersebut seperti menycuci . Bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi keluarganya. k. f. d. n. Bagaimana stimulasi terhadap tumbang anak dan adakah sarana yang dimiliki. b. Bagaimana pola anak memanfaatkan waktu luang. T b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah diare yang ditandai dengan Ds : Ibu klien mengatakan anaknya BAB sering dan cair Ibu klien mengatakan anaknya BAB 8 x sehari Do : 2. e. apa jenisnya. Ibu klien juga mengatakan tidak mengetahui penyebab dari penyakit anaknya. Tumbang saat ini (termasuk kemampuan yang dicapai). Adakah penyakit yang muncul dan dialami anak selama masa ini. Riwayat kesehatan bayi sampai saat ini. Klien tampak pucat BAB klien tampak cair TTV anak kurang dari normal Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi pada keluarga Ny. T) yang berusia 5 tahun ke puskesmas dengan keluhan anak BAB encer dan buang air besar lebih dari 8 kali dalam 10 jam terakhir dan di sertai gatal gatal anak lemas dan tidak mau makan dari hasil pemeriksaan di dapat TTV anak tidak normal / kurang dari normal. R ) membawa anaknya (An. CONTOH KASUS Seorang ibu ( Ny. - Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada An. h. j. Berapa lama anak menghabiskan waktunya di sekolah. Pernahkah mendapat kecelakaan selama di sekolah atau di rumah saat bermain.1) 2) 3) 4) 5) 6) 5. mandi dll. Riwayat kehamilan sampai kelahiran. Kebiasaan saat ini (pola perilaku dan kegiatan sehari-hari). R tentang penyebab penyakit . Identitas anak. o. Dari penuturan ibu klien . Bagaimana pola anak jika menginginkan suatu barang. g. Bagaimana temperamen anak saat ini. l. Pengkajian data fokus meliputi: Bagaimana karakteristik teman bermain. i. Pemeriksaan fisik. m. a. Adakah sumber bacaan lain selain buku sekolah. DIAGNOSA 1. c. Sudahkah anak memperoleh imunisasi ulangan selain di sekolah. Bagaimana prestasi yang dicapai anak saat ini. Bagaimana pola orang tua menghadapi permintaan anak. A.

- Ds : Ibu klien mengatakan tidak tau penyebab penyakit anaknya Do : - Ibu klien tampak bingung B. SKORING: No 1 Kriteria Sifat msalah: Nilai 3 Bobot 1 2 1 Sakala: tidak /kurang sehat Ancaman kesehatan 2 Keadaan sejahtera Kemungkinan masalah dapat ubah: 2 2 di 1 0 Skala: mudah Sebagian 3 Tidak dapat Kemungkinan masalah dapat cegah: Skala: Cukup Rendah 3 di 2 1 tnggi 1 .

INTERVENSI .7 Diagnosa II Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi pada keluarga Ny. Msalah tidak di rasaka Diagnosa I Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada anak b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah diare.7 C. Sifat masalah : 2/3×1=2/3 Kemungkinan msalah dapat di ubah: 2/2×2=2 Potensi msalah dapat di cegah : 3/3×1=1 Menonjolnya msalah : 2/2×1=1 TOTAL= 1+2+2/3+1=11/3=4.4 Menonjolnya msalah: 2 1 1 Skala: Masalah berat 0 harus segera di tangani Ada msalah tapi perlu di tidak tangani. R tentang penyebab penyakit Sifat masalah : 3/3×1=1 Kemungkinan msalah dapat di ubah: 1/2×2=1 Potensi msalah dapat di cegah : 2/3×1=2/3 Menonjolnya msalah : 2/2×1=1 TOTAL= 1+1+2/3+1=11/3=3.

dalam mengenal masalah diare.dan berada pada tinggi rata-rata 43 inci pada ulang tahun kelima mereka. Memberikan penjelasan tentang diare kepada keluarga Membantu keluarga dalam mengenal masalah diare Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap penanganan diare Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mencegah diare e. R tentang penyebab penyakit a. Mulai memahami waktu. d. seperti mandi. dan BAB. Membantu keluarga dalam mengenal masalah tentang penyakit b. Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mengatasi dampak penyakit kulit BAB IV PENUTUP A. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi pada keluarga Ny. Rasa keingintahuan tentang hal-hal yang berada dilingkungan semakin besar dan dapat mengembangkan pola sosialisasinya. Beberapa aspek pertumbuhan fisik terus menjadi stabil dalam tahun prasekolah. Prasekolah bertumbuh 2-3 inci per tahun. Pembagian waktu untuk individu. BAK. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada anak b/d ketidakmampuan keluarga a. menggosok gigi. Tugas perkembangan keluarga dengan anak usia pra sekolah yang diantaranya : Membantu anak untuk bersosialis . b. Beradaptasi dengan anak yang baru lahir sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus dipenuhi. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam atau luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar). Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak sudah mulai mandiri dalam merawat diri sendiri. pasangan dan anak. panjang mereka menjadi dua kali lipat panjang lahir pada usia 4 tahun. Pembagian tanggung jawab anggota keluarga. Berikan pendidikan kesehatan tentang penyakit pada klien dan keluarga c. makan.1. minum. Kesimpulan Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individual memepunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Membantu keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan di lingkungan setempat untuk pengobatan diare 2. . c. Penggunaan tangan primer terbentuk.

Bagian Kesehatan Anak FK Udayana. Jakarta: EGC. EGC.55 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Label: Keperawatan Keluarga Tidak ada komentar: Poskan Komentar Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Lokasi Pengunjung Lencana Facebook Edhy El-Niñov Buat Lencana Anda . Jakarta: EGC. (2004). Konsep Dasar Keperawatan Anak. Diposkan oleh Edy Novriadi di 20. DAFTAR PUSTAKA Soetjiningsih (1994). Y. Saran 1.B. Supartini. Soetjiningsih. Perawat diharapkan dapat mengetahui teori mengenai konsep keperawatan keluarga dengan 2. Tumbuh Kembang Anak. Tumbuh kembang anak. anak pra sekolah dan pelaksanaan asuhan keperawatannya pada keluarga tersebut Institusi pendidikan keperawatan dapat memberikan pendidikan yang mendalam mengenai gangguan sistem endokrin terutama kanker tiroid sehingga ketika turun kelapangan mahasiswa dan mahasiswi dapat melakukan perawatan yang baik dan benar. (1995). Jakarta.

.  Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Usia Dewasa Per...  Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkemban..akhirnya cuma bisa buat dan nggak pernah diurus. Salam kenal blogger. inbox saja via fb or e-mail yahoo. Lihat profil lengkapku  Pengikut ▼ 2013 (8)  Sindrom Cushing  Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkemban. Mengenai Saya Edy Novriadi Ini blog pertama kali saya buat sejak baru lulus SMA.  Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkemban....Arsip Blog  o ▼ April (8) Welcome Kalau membutuhkan artikel ini dalam bentuk word...... ► 2012 (36) .  Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkemban.hehe.. disela-sela jeda aktivitas kuliah sy coba buat buka blog yang udah lama dibuat ini. Baru setelah 2 tahun kemudian. Mencoba mengisi blog ini sembari mengisi waktu luang... tapi karena saat itu masih tinggal dikampung halaman dan belum punya laptop pribadi.  Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkemban..  Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkemban.