You are on page 1of 6

PENANGANAN LIMBAH INDUSTRI CAT

DITINJAU DARI SISI CLEAN TECHNOLOGY
DALAM MANAJEMEN INDUSTRI
Hernadewita (1), Mohd. Nizam Ab. Rahman (1), Baba Md. Deros (1)
(1)

Kejuruteraan Mekanik dan Bahan, Fakulti Kejuruteraan,
Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)
ABSTRACT

Industrial concerned to the environment is inseparable to the company policy. Increase on
global international market (Global Market Era), hence industry should be able to
anticipate globalization of the international market. One of international market pressure is
product distribute into the market must be produced by friendly production process (green
product). This means starting from feedstock, process technology, finished goods up to
waste disposal should be friendly to the environment and produce zero waste. In various
industrial waste disposal on hazardeus, dangerous and poisoning types which is not fulfills
environmental standard and disposed to the environment is produce pollution and destruct
the environment. In avoiding the damage is need to implement sustainable development.
Industrial effort to manage waste disposal before thrown to the environment is the ways to
avoid environmental destruction and increases international confident on production yield.
Paint industry is one of fast growing industries with the increasing on paint requirement as
shown increasing in property, electronic, automotive, construction and others. Paint
industrial grows will produce products which has benefit to public also will give negative
impact to the environment by producing waste disposal. Various waste disposal types that
is not fulfills environment standard tend to source pollution and environmental destruction.
Environment which is polluted and destructed will generate and increases external
expenses which accounted by public. This condition is tend to create social conflict and at
the end will threat the sustainability of industry itself. To minimize the impact of waste
disposal from paint industrial is required a proper method and technology on paint
industrial waste treatment. A method applied and dissociated in paint industry is separated
solid and liquid waste. Paint industry types are Latex (water based paint) and solven.
Proper method applied in paint industrial waste management should able to decrease
environmental pollution.

Keywords: Lingkungan, industri cat, cat latek, cat solven.
1

PENDAHULUAN

Kebijakan lingkungan sudah tidak dapat disangkal
dan merupakan keharusan yang perlu ditingkatkan
oleh industri. Kepedulian industri terhadap
lingkungan haruslah merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari keseluruhan kebijakan perusahaan.
Dengan semakin mengglobalnya pasar internasional
(Era Pasar Global), maka industri harus dapat
mengantisipasi globalisasi pasar internasional
tersebut. Salah satu desakan pasar internasional
adalah produk yang masuk ke pasar mereka harus
diproduksi dengan proses produksi yang ramah
lingkungan (green product). Hal ini berarti mulai dari
bahan baku, teknologi proses, produk yang
dihasilkan sampai dengan limbah yang dibuang
haruslah ramah terhadap lingkungan, dengan
menghasilkan zero waste.

Berbagai jenis limbah industri B3 yang tidak
memenuhi baku mutu yang dibuang langsung ke
lingkungan merupakan sumber pencemaran dan

perusakan lingkungan. Untuk menghindari kerusakan
tersebutperludilaksanakanpembangunan
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup.
Salah satu komponen penting agar program tersebut
dapat berjalan adalah dengan diberlakukannya
peraturan perundang-undangan lingkungan hidup
sebagai dasar dalam menjaga kualitas lingkungan.
Dengan diberlakukannya peraturan tersebut maka
hak, kewajiban dan kewenangan dalam pengelolaann
limbah oleh setiap orang, badan usaha maupun
organisasi kemasyarakatan dijaga dan dilindungi oleh
hukum.
Arah pembangunan jangka panjang Indonesia adalah
pembangunan ekonomi dengan bertumpukan pada
pembangunan industri. Berkembangnya industri
khususnya industri cat disamping akan mengahsilkan
produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat
juga akan membawa dampak negatif terhadap
lingkungan hidup disekitarnya. Salah satu dampak
tersebut adalah dihasilkannya limbah buangan.
Berbagai jenis limbah buangan yang tidak memenuhi

.

Tabel 1 External dan Internal Katalis dalam Pengurangan Limbah Industri External  Adanyaperaturan perundangundangan yang jelas dan mengikat  biaya pajak dan denda  intesitastekanan lingkungan  kejadianatau kecelakaanyang ditimbulkanoleh pabrik Internal  tingkatkualitasdari barang jadi  biaya yang dikeluarkan dalammenghasilkan barang jadi  biaya penurunan limbah  kesulitandalam pembuangan limbah  biaya bahan baku  kesulitandalam memperoleh bahan baku. Kondisi demikian rawan sekali terhadap resiko timbulnya konflik sosial yang pada akhirnya akan mengancam kelestarian dari industri itu sendiri. Recovery). ditemukan bahwa penekanan umum biasanya kurang efektif dalam pengambilan keputusan untuk investasi dalam unit proses produksi yang menghasilkan pengurangan limbah atau polusi. guna memperoleh keuntungan dan keunggulan dalam bidang industri yang mereka masuki. EOP: Menangani limbah yang terjadi sebagai akibat kegiatan industri.Penanganan Limbah Industri Cat Ditinjau dari Sisi Clean Technology dalam Manajemen Industri (Hernadewita) standar baku mutu limbah merupakan sumber pencemaran dan perusakan lingkungan yang utama. operasi. Pada beberapan dekade terakhir lebih banyak perusahaan yang memanfaatkan Clean Technologies. Lingkungan yang telah tercemar dan rusak akan menimbulkan dan meningkatkan biaya eksternalitas yang harus ditanggung oleh masyarakat. terutama INTERNAL Gambar 1 Penekanan External-Internal dalam Clean Technology Dari beberapa survey yang telah dilakukan (Misra. Industri pembuatan cat di Indonesia terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.  Kejadian dan kecelakaan yang terjadi secara internal Sumber: Clean Technology (Misra. Beberapa pabrik mengekspor produknya namun dalam jumlah yang tidak terlalu besar. seperti dalam gambaran berikut: EXTERNAL Di Indonesia terdapat sekitar 65 pabrik cat berskala besar dan menengah serta sekitar 100 pabrik berskala kecil. CTP: Meminimalkan limbah dalam arti mulai dari Pemilihan dan Penanganan Bahan Baku. Tiga pabrik terbesar mendominasi sekitar 50% pasar dalam negeri dan pabrik yang terbesar mendominasi sekitar 25%-nya . Impelementasinya mulai dari pemilihan bahan baku. disain pabrik. 1996) 109 . 2 PENGURANGAN LIMBAH INDUSTRI CONSTRAINTS RELATED TO NATURAL RESOURCES PUBLIC:  Neighborhood  Associations  media LEGISLATORS CONSUMERS CLEAN MANUFACTURING PERSONNEL  Absenteeism  Health  safety COSTS  Materials  Energy  insurances PROFITS  SALES  FAME DENGAN PENERAPAN CLEAN TECHNOLOGY Selama ini praktek pengelolaan lingkungan di industri fokus pada pengelolaan (treatment) yang dikenal dengan end of pipe (EOP) dari sisi bisnis pendekatan ini tidak mendatangkan keuntungan ekonomis karena investasi. 1996). teknologi proses dan teknologi pengolahan limbah. penyimpanan bahan baku. yaitu cat latek (water-based cat) dan cat solventbased. dilakukan Pemilihan jenis teknologi yang digunakan dalam dunia usaha (4R: Reduce. Beberapa pendekatan yang pengurangan limbah industri: 1. Disain Pabrik dengan prinsipprinsip 4R. ditujukan kepada industri-industri yang ada (existing). Recycling. karena kebutuhan pasar dalam negeri menghasilkan cat dekoratif dan 20% untuk kebutuhan industri dan penggunaan khusus. pemeliharaan dan pembuangan (disposal) yang dikeluarkan bersifat pusat biaya (cost centre). Kebutuhan terbesar dari pasar dalam negeri sekitar 70% adalah cat latek (water-based cat) dan sekitar 30% merupakan cat solvent-based. 2. Penekanan yang digunakan oleh industri dalam penerapan clean technologies ini berupa penekanan outside dan inside perusahaan. Tabel 1 menunjukkan beberapa petunjuk secara external dan internal yang digunakan dalam promosi dalam pengurangan limbah industri. Reuse. pemilihan teknologi proses yang bersih dan hemat energi serta pengolahan limbah sejak awal sudah harus dipikirkan. dalam Mengatasi masalah lingkungan dengan EOP (End of Pipe) dan CTP (Clean Technology Process). Disamping itu juga menjadi beban karena sulitnya memenuhi atau memelihara konsistensi pemenuhan regulasi (comply with regulation) yang menjadi tujuan utama pendekatan ini. Beberapa pabrik hanya memproduksi cat latek sedangkan pabrikpabrik yang berskala besar memproduksi kedua tipe cat.

minyak dan lemak. adalah resin. bahan pigmenkering dan ekstender AWAL Bahan Pengikat (Resin) serta pencucian Bahan Pengikat (Resin) Pigmen Pada beberapa pabrik cat. Sampah Domestik : limbah dan sampah lainnya dihasilkan dari kegiatan kantor dan Bahan baku pigmen yang digunakan biasanya pabrik. Selanjutnya dilakukan 3 INDUSTRI CAT tahap stabilisasi dalam tangki pengaduk dengan penambahan zat pewarna dan 3. Produksi Cat Limbah yang dihasilkan akibat proses produksi catPENGALENGAN -PENGEMASAN 3. Ekstender TAHAP Ekstender Plasticizer PENDISPERSIAN Plasticizer Kemudian hasil dari prosespra-pencampuran . ekstender. ZnO. pelarut. kemudian hasilnya pelarut yang digunakan dapat diperoleh kembali. Ekstender : Kalsium Karbonat. Plasticizer e. sebagai N. 5. Bahan Pengikat (Resin) Bahan pengawet 1. Kapur. Pelarut : Aromatik.mencerminkan produksi dapat pengelolaan limbah pengalengan cat. berbahaya) Bahan Pembantu: Minyak Goreng. d. Lumpur/Sludge: dihasilkan dari proses pengolahan air limbah di IPAL pabrik. tinner (cairan yang mudah Bahan utama adalah yang digunakan dalam proses Proses baku selanjutnya tahap stabilisasi dengan produksi cat adalah resin. 2.Selamaprosesini WATER BASEDmencemari lingkungan -PENCAMPURAN BASED dari pencucian. Dispersan Aditif Aditif kostik panas. 6 yang dihasilkan oleh kegiatan produksi. pigmen ekstender. 2. TAHAP pencucian tangki menuju ke unit pengolahan limbah antifoaming (gelembung). digiling dan diaduk dengan kecepatan tinggi pada Keberhasilan upaya ini akan menghasilkan tangki pengaduk atau pencampur. besi (Fe) dan titanium (Ti) serta plastik. Ada dua jenis yang dihasilkan berdasarkan pembilasan dancatpembersihan tangki serta peralatan pemanfaatannya. 6Faktor penjagaan kebersihan di pabrik atau proses Anti foam Hasil proses penyaringan kemudian memasuki proses Emulsi PVA . Resin : Alkid. 4. Tanah Limbah ini bersifat B3 (bahan beracun dan Liat dan lain-lain. yaitu Water-Based. cadmium (Cd). DAN PENGIRIMAN NH3-N. nitrogen 110 . Ketone. sedangkan pada cat water-based bahan yang dimasukkan adalah air. masing terpisah dandan tidak menggunakan alat yang d.Air Perbedaannya hanya pada bahan aditif pada e. penyegelan dan pengemasan. 5. Aklirik. sulfida. Laboratorium bak-bak pencucian. namun prosesProduksi. dispersan.PENCAMPURAN yang diinginkan. karena faktor ini dapat meminimumkan jumlah dan karakter limbah cair 3. lainnya. ekjstender digiling dan diaduk dalam tangki TAHAP PRA PENCAMPURAN -PENGGILINGAN SOLVENT Limbah cair yang berpotensi pengaduk/pencampur. Sumber dan limbah lainnya adalah pencemaran udara dan dimasukkan dalam proses penyaringan. No. dalam Proses 3.2-Proses Pembuatan pembuatan resin yang menggunakan air dalam proses Organik Bahan baku air.PENGGILINGAN LANJUT Limbah cair dari pencucian ini kemudian ditampung dimasukkan ke tangki penggiling dan pengadukan dalam tangki atau drum penampung untuk lanjut untuk tahap proses dispersi bahan yang btealah pembuatan cat solvent based.Jurnal Teknik Mesin Vol. bahan pelarut dan plasticizer penurunan biaya produksi yang signifikan sehingga dimasukkan ke dalam tangki pencampur. Proses Produksi Cat lainnya. polivinil asetat (PVA) dan air sebagai tinner. Alifatik. a.1. Limbah padat yang dihasilkan meliputi : a. sulfat. bahan pengawet. 5. 2) Peralatan pengendalian pencemaran udara yang menggunakan air seperti wet-scrubber dan alat Untuk cat Cat Solvent-Based bahan yang dimasukkan f.1 Proses Pembuatan Cat Solvent-Based Kegiatan-kegiatan ini baik secara parsial maupun Bahan baku resin. Air Pencucian. Sumber utama limbah cair berasal dari pencucian. ammonia. memasuki proses pengalengan cat. timbale (Pb). pigmen dan pembuatannya pada beberapa pabrik berskala besar. dari proses basedCeceran sama. limbah cair dari seperti resin. plasticizer. b.3 KarakteristikLimbah adalah: Pembuatan Cat 1. 6 pembuatan cat water-based. PENYIMPANAN pembuatan cat adalah BOD. ammonia. mengandung 60% FeO. Produk dari hasil proses penyaringan kemudian dan lain-lain. kualitas cat yang di inginkan. dalam proses penyaringan. Limbah27% Cairmengandung senyawa Pb dan Cr. dan lain-lain. dan 13% senyawa lainnya. Alkohol. bergantung pada jenis bahan baku terbakar. 6 merkuri (Hg). logam berat seperti bekas kemasan bahan baku/penolong berupa 3. 5. pigmen dan penambahan bahan resin untuk menghasilkan ekstender. pembuatan cat untuk Cat Solvent-Based dan waterb. c. seng (Zn). (Gambar cat. klorida. kemudian hasilnya ISSN 1829-8958 b. 6Limbah cair dari pencucian peralatan pemroses cat Proses selanjutnya adalah tahap stabilisasi dalam solvent-based dapat dimanfaatkan lagi dengan tangki pencampur untuk menghasilkan kualitas TAHAP cat PRA PENANBAHAN . TSS. pembuatannya masingc. TOC. Limbah padat. penolong yanmg digunakan. dan pembersihan lantai. dispersan. pigmen kering dan ekstender terintegratif telah banyak dilakukan oleh industri. penyegelan dan Pigmen : TiO2 pengemasan produk akhir. alat-alat pada transportasi bahan-bahan dan tahapPencucian pra-pencampuran proses penggilingan baku dan penolong pembuatan proses pencampuran awal. . pigmen.Warna menggunakan unit perolehan kembali pelarut supaya .peralatan pemroses berlangsung. c. 6 Karakteristik limbah cair yang berasal dari proses pH. bahan pengemulsi STABILISASI cair.1. kromium kantong/sak atau karung dari kertas dan (Cr+6).Thinner dimasukkan. pigmen dimasukkan ke tangki pencampur. 5.2 Limbah yang Dihasilkan dalam Proses 4. Kemasan bekas: limbah ini dihasilkan dari fosfor. 2. Air PENYARINGAN cair yang dilaksanakan. Proses ini pendekatan ini menjadi sumber pendapatan (revenue disebut tahap pra-pencampuran. pendingin dan Boiler (blow down) sama. 5. 5.dalam Pigmen Amonia (Solvent) 1. Pada prinsipnya proses produksi a. bubuk Zn dan pasta Aluminium.1 Proses Pembuatan Cat menguap). Anorganik danCat Water -Based 3. Vinil dan lain-lain. telah dicampur. sedangkan untuk dicampur dengan penambahan bahan penolong 2. generator). Kemudian hasil dari proses pra-pencampuran Penerapan Technology dimungkinkan untuk dimasukkanClean ke tangki penggiling dan pengadukan jenis manapun (Industri Kecil dan Menengah lanjutindustri untuk tahap proses pendispersian bahan yang ataupun industri dalam skala besar). 6 Amonia (Solvent) Dispersan pencucian tangki dan peralatan menggunakan larutan Proses ini disebut tahap pra-pencampuran. Sifatnya tidak beracun tetapi mudah parameter Gambar 2. 2. yaitu: Cat: Solvent-Based dan Cat proses produksi cat. pelarut dan plasticizer. COD. Selama proses ini penghematan (saving) yang luar biasa karena berlangsung. Desember 2007 3.

.

3. 1.pH 1992. filter. yang diperbolehkan tersebut. maka diperlukan data mengenai sumber air limbah. Ekins P. atau Clean Production.3 Penanganan Cairproduksi yang ramah me-manage hasilLimbah dan proses lingkungan terutama dalam menghasilkan produk Pengolahan limbah cair industri cat dapat yang sesuai dengan permintaan konsumen. alum. PENANGANAN LIMBAH INDUSTRI CAT pemeliharaan lingkungan pabrik yang baik dan benar. Jakarta.40 Timbal (Pb) 0. dalam tangki flokulasi.debit Hillman dan dengan R. 1990.08 Minyak dan penyimpanan Lemak Tangki akhir.015 Merkuri (Hg) 0. a.32 Pengentalan atau pengeringan Lumpur. maintenance.dengan Kodansha International. Di sampingkadar fungsi fisik. c.20 Hidrobact klorinasi. dengan Perencanaan dan Pengendalian pembuatan pemanfaatan IPAL yang Produksi. 5.Lumpur. Clean Penyaringan menggunakan karbon Management. Sisatersebut.50 0.Manajemen Desember 2007 Penanganan Industri (Hernadewita) Limbah industri dapatdari dikategorikan menjadi: Air limbah yang cat berasal industri sangat bervariasi tergantung dari jenis dan besar kecilnya a. menggunakan penyaring Berlin Heidelberg. dilanjutkan Kemasan dengan bekas belt press atau gulungan pengeringan sedangkan air yang dihasilkan oleh Limbah ini dihasilkan dari bekas kemasan bahan baku/penolong berupa kantong/sak atau ISSN 1829-8958 karung dari kertas dan Sifatnya tidak perlakuan ini dikembalikan ke plastik. air ini harus diupayakan untukmulai tidak dari penanggulangannya sangat hati-hati terkontak atau terkontaminasi dangan bahanpada baku. Untuk proses pembuatan cat solvent-based diupayakan tidak menghasilkan cair dandengan Kunci masalah lingkungan yanglimbah berhubungan untuk itucat diperlukan kebiasaan memelihara industri adalah penanganan terhadap limbah yang lingkungan yang baik danproduksi menghemat pemakaian air dihasilkan akibat proses cat. Springer-Verlag Penyaringan denganGermany..COD 60 Pengendapan dengan penambahan bahan kimia TSS 48 3. DALAM MANAJEMEN INDUSTRI sehingga pembuatan cat solvent-based dalam pembuangan limbahpenanganan diharapkan limbah mencapai zero dari Seyogyanya dalam industri waste. Joseph J. dedaunan dan PENUTUP lainnya dihasilkan dari kegiatan kantor dan pabrik. ramah menggunakan teknologi pengolahan limbah secara lingkungan yang dihasilkan oleh dunia industri.5 l/l produk cat Pengolahan limbahsebesar cair umumnya meliputi  Cat Solvent-Based nol. Singapore. e. 0. mutu. Debu pigmen c. produksi. PUSTAKA Pengolahan limbah cair yang dihasilkan dalam proses 1.80 Penyaringan dengan menggunakan penyaring 4.25 0. 4. serta pengurangan jumlah pemakaian air untuk pencucian peralatandenganmenggunakanperalatan 3. logam penanganan limbah karbon dapat hal menurunkan berat sampai industri cat yang dapat disesuaikan dengan situasi tingkat yang rendah.limbah lingkungan dan bagian lain yang Pengolahan cair industri cat dapat relevan sehingga pendekatan teknik yang parsial bisa menggunakan teknologi pengolahan limbah secara dirubah menjadi komprehensif. 4. presipitasi kimia yang dilanjutkan dengan pengendapan.(Cr+6) 0. fisik. dan 0. Supaya jumlah air limbah yang akan diolah itu dapat diperkirakan. pengumpulan. Baroto.20 6. Ekualisasi limbah.Debit limbah cair maksimum  Cat Water-Based sebesar 0.Krom Heksavalen pasir atau media lainnya Fenolbact dan 5. Sumber Air Limbah Untuk mengolah air limbah selain data kepekatan air limbah.25 0. kapur atau poliflok dan garam besi di 1. Maksimum (g/m) (mg/l) pengumpul.4 Pengelolaan Limbah Cair Industri Cat d. Untuk 100 kg Pemisahan antara limbah cair yang tidakdapat Lumpur kering (kadar air 30%) terkontaminasi dan286 yang dihasilkan kgterkontaminasi flinkote padat. H. melaksanakan konsep-konsep clean technology. York. dengan perspektif baru. Ghalia Indonesia. meliputi : 2.012 alum. Off-specification paint 4.2 Penanganan Limbah Padat sistem ini menggunakan pengental dan penjernih yang 1. 15 10 pH 6. PPIC.Jurnal TeknikLimbah Mesin Industri Cat Ditinjau dari Sisi Clean Technology Vol. Pengentalan pengeringan Misra.cat T. Penanganan melalui pemanfaatan kembali air cucian tangki pada limbah tersebut mengacu pada Baku Mutu Limbah proses pembuatan catdalam untukindustri pencucian berikutnya.0 Tembaga (Cu) 0.40 pada tangki filter. b. Lumpur/Sludge pada proses pembuatan cat atau proses pencucian berikutnya akan menghemat pemakaian air.0 – 9. sedikit tidaknya memberikan masukan akan perlunya 4.B. Lean andklorinasi. penyemprotan Limbah ini berupa kertas. Limbah ini bersifat B3 (bahan Jumlah beracundanberbahaya)sehingga pemakaian air terbanyak adalah untuk pendinginan. dan Tangki penyimpanan akhir.5 Unit Pengelolaan Limbah Cair :Untuk Cat beroperasi) adalah sebagai berikut Solvent-Based Tabel 2 Baku Mutu Limbah Cair Untuk Industri Cat Yang PengolahanSudah limbah cair yang dihasilkan dalam proses Beroperasi pembuatan cat meliputi: 1... d.0 7.beracun tetapi mudah terbakar sehingga pengumpulan dilakukan setiap hari kerja dan 4. kimia dan biologi untuk mengurangi kadar parameter utama limbah cair yang dihasilkan.dalam No. dan kondisi industri.2 0. 2002. Solvent-Based Filter cartridges e. kantong bahan baku (container) industri b. 4. Pengumpulan dilakukan setiap hari Pembahasan mengenai Penanganan Limbah Industri kerja di TPS pabrik dan diangkut oleh Dinas Cat dalam Manajemen Industri dengan mengikuti Kebersihan DKI Jakarta ke TPA seminggu Perkembangan Teknologi dan penggunaan dan sekali. Anchor Books. New pengumpul.tangki 1994. 2. 1. unit awal pengolahan limbah. diperlukan juga data mengenai seberapa besar rata-rata jumlah air limbah yang harus diolah. a.10 Fenol 0. K. Penggunaan penyaring pasir dan Berdasarkan tersebut dikadar atas. pengeringan sampai bahan penolong ataupun air proses. Baku mutu limbah untuk industri cat (yang sudah 4. M. 0. Hazardous Waste Minimization. Sampahbertekanan Domestik tinngi harus dilaksanakan. Limbah cair dari pencucian peralatan f.5 Sengdalam (Zn) tangki flokulasi. Penanganan limbah industri adalah sebagai berikut: Pengentalan Lumpur dan pengeringan merupakan hal yang umum untuk sistem pengolahan yang lengkap. 100 Pengaturan pH 80 2. Newfilter pada York. pembuatannya menjadi “Flinkote Padat” sebagai produk sampingan. 5. USA. kapur atau poliflok dan garam besi di McGraw Hill International. pasir atau media lainnya Fenolbact dan Hidrobact di dalam tangki Romm. 112 113 . Kebiasaan pemeliharaan lingkungan pabrik yang baik dan juga dengan menggunakan kembali air pencucian 2. Pengaturan Pengendapan dengan penambahan bahan kimia Freeman. Dihasilkan dari prosesjumlah pengolahan air limbah di IPAL pabrik. Emisi udara (voc) Penanganan limbah cair untuk industri pembuatan cat terutama dilakukan pada saat pencucian peralatan pada pembuatan cat solvent-based yang tidak boleh tercecer dan masuk ke saluran drainase melalui 4. kimia dan biologi untuk mengurangi juga perlu utama diperhatikan kapasitas parameter limbahkomitmen cair yang terhadap dihasilkan. Kadar Beban Pencemaran Ekualisasi dengan tangki Maksimum Parameter debit limbah. tangki Green Economics. sisi manajemen industri adalah dengan melibatkan fungsi engineering. the Gaia Atlas. semua limbah cair yang dihasillkan harus ditampung diolah kembali dan bahan tidak peraturan/penyesuaian pHatau dan penggunaan boleh dibuang ke perairan umum. Hutchison.6 Pengendalian di dalam Pabrik untuk ditempatkan di TPS pabrik lalu diangkut/dibeli Mengurangi Pencemaran oleh perusahaan daur ulang kemasan setiap minggu. Titanium (Ti) di dalam tangki Penyaringan karbon filter Kadmium (Cd) dengan menggunakan 0.