You are on page 1of 50

KESEHATAN

LINGKUNGAN
Oleh:
Prof. H. Didik Sarudji, M.Sc

06/22/15

BAB VII
PEMBUANGAN TINJA
PEMBUANGAN TINJA - VII

1

06/22/15

PEMBUANGAN TINJA - VII

2

TUJUAN

MEMAHAMI
PERANAN
TINJA
DALAM
HUBU-NGANNYA DENGAN KESEHATAN

PENDAHULUAN

MEMAHAMI
PERANAN
DAN
PROSES
PENCE-MARAN TANAH DAN AIR TANAH
OLEH TINJA.

MEMAHAMI
KARAKTERISTIK
MIKROBIOLOGIK
DALAM
TANAH
KHUSUNYA
TERKAIT
DENGAN
PENCEMARAN AIR TANAH OLEH MIKROB.

MEMAHAMI TEKNIK PEMBUANGAN TINJA
TANPA AIR (WITHOUT WATER CARRIAGE
LATRINE).

PENC TANAH-AI
R
TEKNIK PEMB.

STBM

06/22/15

PEMBUANGAN TINJA - VII

3

TUJUAN

MEMAHAMI TEKNIK PEMBUANGAN TINJA
DENGAN AIR
( WITH WATER CARRIAGE LATRINE ).

MEMAHAMI
KOMPONEN
KAITANNYA
SUMBER AIR.

MEMAHAMI
PROGRAM
STRATEGI
SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT
(STBM).

PENDAHULUAN

PENC TANAH-AI
R

PERSYARATAN
LETAK
SEPTIK
TANK
DALAM
DENGAN
PENCEMARAN

TEKNIK PEMB.

STBM

06/22/15

PEMBUANGAN TINJA - VII

4

TUJUAN

A.
B.

PENDAHULUAN
C.

PENC TANAH-AI
R

D.

PENDAHULUAN
PENCEMARAN TANAH DAN AIR
TANAH
TEKNIK PEMBUANGAN TINJA
SANITASI TOTAL BERBASIS
MASYARAKAT (STBM)

TEKNIK PEMB.

STBM

06/22/15

PEMBUANGAN TINJA - VII

5

TUJUAN 1. TINJA ADALAH BAHAN BUANGAN YANG DIKELUARKAN OLEH TUBUH MANUSIA YANG SECARA NORMAL BERBENTUK SEMI PADAT. coli ± 2 milyar dan Fecal Streptococci 450 juta/or/hari. MENGAPA TINJA MENJADI MASALAH DALAM KESEHATAN LINGKUNGAN ? Karena adanya gangguan oleh tinja sbb: PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . 2. Mengandung E. Berat kering ± 27 gram/or/hari Berat basah ± 100-200 gram/or/hari.VII 6 . 3.

GANGGUAN OLEH TINJA a.VII 7 .TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. alat cerna. 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . SUMBER PENYAKIT • Sumber penyakit sal. SEBAGAI SARANG VEKTOR PENYAKIT • Bau dan bahan disukai vektor penyakit STBM c. GANGGUAN ESTETIKA • Bau busuk • Yang sedang berhajat hrs terlindung b.

STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .VII 8 . SEBAGAI PARAMETER BUDAYA MASY. SUMBER PENCEMAR • Pencemar tanah dan air tanah PENDAHULUAN e. 2nya.TUJUAN d. Parameter budaya. MENGGANGGU EKOSISTEM • Penyuburan/eutrofikasi dan akibatPENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB./BANGSA • Sbg. f.

Seluruh bakteri tanah saprofitik. Makin dalam makin sedikit jumlah bakteri tanah 2. STBM 06/22/15 BAKTERI DALAM TANAH: 1. Pada Kedalaman diatas 10 feet steril.VII 9 . Pada kedalaman 4-6 feet sedikit/tak ada kegiatan bakteri tanah. 4. PEMBUANGAN TINJA . 3. tak dijumpai bakteri patogen. bakteri patogen tak hidup dalam tanah. spora beberapa patogen masih bertahan hidup.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.

VII dan peny.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. Bakteri Typhoid dan disenteri bertahan. Tak terjadi penetrasi bakteri patogen pada tanah kering.d. STBM 06/22/15 5. 6. PEMBUANGAN TINJA . kedalaman: 2 feet untuk tanah porous. Tanah sebagai vehicle Environmental source dari Cacing. 10 . dan mengikuti aliran air s. dan 1 foot untuk tanah padat (Kligler).

N. CATATAN PENTING: •BASIL Typhoid dan disenteri masih bertahan s.Wagner dan J. Coli) menyebar s. kimia dapat mencapai 95 meter. 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . Lanoix: PENDAHULUAN •Bakteri PENC TANAH-AI R •Bahan TEKNIK PEMB. STBM (E. 5 hari dalam septic tank.VII 11 .G. •Dengan retention period <5 hari sumur resapan dari septic tank masih berbahaya.d.d. 11 meter searah aliran air pada tanah berpasir.TUJUAN PERCOBAAN : E.

Tinja merembas bersama air hujan → mencapai air tanah. ELIMINASI: • Lokalisasi sumber pencemar (Kakus) dengan teknik pembuangan tinja yang sehat. Penetrasi melalui cesspool. Pemompaan air sumur yang kuat. PROSES: – PENDAHULUAN – PENC TANAH-AI R – – TEKNIK PEMB. STBM 06/22/15 – 2. kakus dsb. PEMBUANGAN TINJA . Letak sumur arah down stream dari sumber pencemar.VII 12 .TUJUAN PENCEMARAN AIR TANAH 1. Contaminasi melalui celah tanah/ batuan.

PERSYARATAN: a. Estetik (terhindar dari bau dan terlindung) Murah dan mudah dalam pembuatan dan perawatannya. Menghindari kontaminasi air tanah.TUJUAN 1.VII 13 . 06/22/15 Menghindari kontaminasi tanah permu-kaan. d. f. STBM c. e. PEMBUANGAN TINJA . Menghindari kontaminasi air permukaan Tidak terjangkau oleh lalat dan binatang lainnya. PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. PENDAHULUAN b.

WITHOUT WATER CARRIAGE LATRINE • PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.VII 14 . Trech latrine Overhung latrine. STBM • • • • • Pit privy (simple latrine) Vault privy (tangki kedap air) Septic privy (tangki kedap air + kadang-kadang ditambah salur-an pembuang air ke lingkungan) Chemical toilet (kapasitas 100-125 galon. WITH WATER CARRIAGE LATRINE 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .TUJUAN PENDAHULUAN 2. b. + coustic soda 25 pon dalam 10-15 galon). JENIS PEMBUANGAN TINJA a.

STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .VII 15 .TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.

Lokasi tempat berhajat bisa dirancang sesuai selera / kebutuhan. KEUNGGULAN: PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. Tidak mencemari lingkungan. STBM 06/22/15      Mereduksi 60-70% TSS/24 jam. Estetik.TUJUAN PENDAHULUAN b. PEMBUANGAN TINJA . Terhindar dari vektor penyakit.VII 16 . WITH WATER CARRIAGE LATRINE (SEPTIC TANK).

TUJUAN DETAIL RANCANGAN:  BAGIAN CLOSET (Toilet) (tempat jongkok) bisa diletakkan sesuai kebutuhan. STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . PIPA DARI CLOSET KE SEPTIC TANK (Slope ≥ 1% dan jangan terlalu banyak kelokan)  BAGIAN SEPTIC TANK : PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.  BAG.VII 17 .

dalam. dan letak diperhatikan dengan sumber air yang ada di sekitarnya. STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .TUJUAN DETAIL RANCANGAN: • BAGIAN SEPTIC TANK : – Ruang udara 1 foot diatas garis alir – Ruang scum. dgn retention period 24 jam akan berusia 9 th. Dengan slope 1%. – Letak diatur sesuai dengan lahan yang ada. – Clear space (ruang antara scum dan sludge) minimum 500 galon atau minimum 30-40 gal/cap/15 inc.VII 18 . PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. • BAGIAN PIPA DARI SEPTIC TANK ke resapan/lingkungan.

yang cair dikeluarkan melalui outlet.TUJUAN • BAGIAN RUANG dalam 3 bagian: SEPTIC TANK dibagi PENDAHULUAN – RUANG I untuk masuknya feces. dan tempat PEMBUANGAN TINJA . diberi penahan dgn ruang II agar feces taklangsung ke Ruang II. TEKNIK PEMB. STBM 06/22/15 III untuk penyempurnaan dekomposisi. PENC TANAH-AI R – RUANG II sbg ruang pengurai utama feces yang tak terdekom-posisi terapung sebagai scum dan sisa dekomposisi padat mengendap sbg sludge dan yang bersifat gas dilepas melalui cerobong. – RUANG proses outlet.VII 19 .

 TUJUAN DETAIL SEPTIC TANK PENDAHULUAN ―›INLET ―›OUTLET PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. RUANG I RUANG II RUANG III STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .VII 20 .

STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .VII 21 .TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.

STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . PELAKSANAAN.  STRATEGI NASIONAL tentang SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)  STRATEGI DIMAKSUD MENJADI ACUAN BAGI PETUGAS KESEHATAN DAN INSTANSI YANG TERKAIT DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. DAN EVALUASI TERKAIT DENGAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT. PEMANTAUAN.VII 22 .

TEKNIK PEMB.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R PENGERTIAN Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.VII 23 . STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .

. menunjukkan 47% masyarakat masih berperilaku buang air besar ke sungai.. Berdasarkan studi Basic Human Services (BHS) di Indonesia tahun 2006.. perilaku masyarakat dalam mencuci tangan adalah  setelah buang air besar 12%. STBM 06/22/15 A.... kebun dan tempat terbuka. kolam... 2.  setelah membersihkan tinja bayi dan balita 9%.  sebelum memberi makan bayi 7%. LATAR BLK: 1.... dan  sebelum menyiapkan makanan 6 %. sawah.. c.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. PEMBUANGAN TINJA . . . Hasil studi Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) tahun 2006.VII 24 .  sebelum makan 14%.

tetapi 47. Sementara studi BHS lainnya terhadap perilaku pengelolaan air minum rumah tangga menunjukan 99. TEKNIK PEMB.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R 3.VII 25 .20% merebus air untuk mendapatkan air minum.50 % dari air tersebut masih mengandung Eschericia coli. STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .

..VII 26 .... PEMBUANGAN TINJA ... PENDAHULUAN Tahun 2006 sebesar 423 per seribu penduduk pada semua umur dan 16 provinsi mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) diare dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 2. STBM 06/22/15  Kondisi seperti ini dapat dikendalikan melalui intervensi terpadu melalui pendekatan sanitasi total..TUJUAN  Kondisi tersebut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian diare di Indonesia.....52.. PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.  Hal ini dibuktikan.

Sedangkan dengan mengintegrasikan ketiga perilaku intervensi tersebut.VII 27 . dan 39% perilaku pengelolaan air minum yang aman di rumah tangga.  STBM  06/22/15 Hal ini dibuktikan melalui hasil studi WHO tahun 2007. kejadian diare menurun sebesar 94%.TUJUAN  PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R   TEKNIK PEMB. PEMBUANGAN TINJA . 45% dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun. yaitu kejadian diare menurun 32% dengan: meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi dasar.

peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat pada tahun 2009. sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015. yaitu meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan kepada separuh dari proporsi penduduk yang belum mendapatkan akses. dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN) Tahun 2004 – 2009.VII 28 .TUJUAN   PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. PEMBUANGAN TINJA . STBM 06/22/15  Pemerintah telah memberikan perhatian di bidang higiene dan sanitasi dengan : menetapkan Open Defecation Free dan.

PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.VII 29 . antara lain :  melakukan uji coba implementasi Community Led Total Sanitation (CLTS) di 6 Kabupaten pada tahun 2005. pemerintah telah melaksanakan beberapa kegiatan.TUJUAN  Menyadari hal tersebut di atas.  pencanangan gerakan sanitasi total oleh Menteri Kesehatan pada tahun 2006 di Sumatera Barat . STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .serta  pencanangan kampanye cuci tangan secara nasional oleh Menko Kesra bersama Mendiknas dan Meneg Pemberdayaan Perempuan tahun 2007.

(Depkes. Sanitasi total berbasis masyarakat ini menekankan kepada 5 (lima) perubahan perilaku hygienis: Tidak buang air besar (BAB) sembarangan. tahun 2007 mencapai 500 desa. Mengelola sampah dengan benar.VII 30 . 1) STBM 2) 3) 4) 5) 06/22/15 Sebagai tindak lanjut. Mencuci tangan pakai sabun. menghasilkan perubahan perilaku buang air besar di sembarang tempat. 2007). PEMBUANGAN TINJA . 2006 sebanyak 160 desa telah ODF dan.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R     TEKNIK PEMB. Mengelola air minum dan makanan yang aman. Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

pelaksanaan. pemantauan serta evaluasi yang terkait dengan sanitasi total berbasis masyarakat. STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . MAKSUD DAN TUJUAN  Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ini merupakan acuan dalam penyusunan perencanaan.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.VII 31 . B.

STBM 06/22/15 C.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. 3.VII 32 . Open Defecation Free yang selanjutnya dise-but sebagai ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masya-rakat dengan metode pemicuan. Komunitas merupakan kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial berdasarkan kesamaan kebutuhan dan nilai-nilai untuk meraih tujuan. PEMBUANGAN TINJA . 2. BEBERAPA ISTILAH DAN PENGERTIANNYA 1.

STBM 4. 6. sikat gigi. 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga yang selanjutnya disebut sebagai PAMRT adalah suatu proses pengolahan..... Sanitasi total adalah ....TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. penyimpanan dan pemanfaatan air minum dan air yang digunakan untuk produksi makanan dan keperluan oral lainnya seperti berkumur. persiapan makanan/minuman bayi. 5.. Cuci Tangan Pakai Sabun adalah perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.VII 33 ..

STBM 06/22/15 suatu komunitas: Tidak buang air besar (BAB) sembarangan. e. PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. d. b. PEMBUANGAN TINJA . Mencuci tangan pakai sabun. Mengelola sampah dengan benar. c. Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman. Mengelola air minum dan makanan yang aman. Sanitasi total adalah kondisi ketika a.VII 34 .TUJUAN PENDAHULUAN 6.

PEMBUANGAN TINJA .VII 35 . Sanitasi dasar adalah hádala sarana sanitasi rumah tanggayang meliputi sarana Luang air besar. sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit. 8. STBM 06/22/15 7.

STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . mandi dan kebutuhan higienis lainnya. ISU DAN TANTANGAN  masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembar-ang tempat.  Buruknya kondisi sanitasi sbg penyebab kemati-an anak di bawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar 100. khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci. 2007).3% /th dari Produk Domestik Bruto (studi World Bank.TUJUAN D. PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.  Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.VII 36 . kerugian ekonomi seitar 2.000 anak meninggal/th karena diare. penanganan masalah sanitasi merupakan kewenangan daerah. tetapi sampai saat ini belum memperlihatkan perkembangan yang memadai.

Ormas.VII 37 . PEMBUANGAN TINJA . Pemda. LSM dan Swasta. b.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. STBM 06/22/15 E. Penciptaan Lingkungan Yang Kondusif a. Pokok Kegiatan :  Melakukan advokasi dan sosialisasi kpada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya secara berjenjang  Mengembangkan kapasitas lembaga pelaksana di daerah.  Meningkatkan kemitraan antara Pemerintah. STRATEGI NASIONAL 1. Prinsip : Meningkatkan dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan perilaku higienis dan saniter.

...VII 38 ..  Mengembangkan kesadaran masyarakat tentang konsekuensi dari kebiasaan buruk sanitasi (buang air besar) dan dilanjutkan dengan pemicuan perubahan perilaku komunitas.. STBM 06/22/15 2. PEMBUANGAN TINJA ... Peningkatan Kebutuhan a. b..TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. Prinsip : Menciptakan perilaku komunitas yang higienis dan saniter untuk mendukung terciptanya sanitasi total. Pokok kegiatan :  Meningkatkan peran seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pelaksanaan sosialisasi pengembangan kebutuhan..  Meningkatkan ....

 Mengembangkan sistem kepada masyarakat PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA . material dan biaya sarana sanitasi yang sehat.  Mengembangkan kepemimpinan di masya-rakat (natural leader) untuk menfasilitasi pemicuan perubahan perilaku masyarakat.TUJUAN  Meningkatkan kemampuan masyarakat dlm memilih teknologi.VII penghargaan 39 .

VII 40 . PEMBUANGAN TINJA .TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. Peningkatan Penyediaan a. STBM 06/22/15 3. b.  Mengembangkan kemitraan dengan kelompok masyarakat. Pokok kegiatan :  Meningkatkan kapasitas produksi swasta lokal dalam penyediaan sarana sanitasi.  Meningkatkan kerjasama dengan lembaga penelitian perguruan tinggi untuk pengembangan rancangan sarana sanitasi tepat guna. lembaga keuangan dan pengusaha lokal dalam penyediaan sarana sanitasi. Prinsip : Meningkatkan ketersediaan sarana sanitasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. koperasi.

 Meningkatkan kemitraan antar programprogram pemerintah. Prinsip : Melestarikan pengetahuan dan pembelajaran dalam sanitasi total. STBM 06/22/15 b. PEMBUANGAN TINJA .  Mengupayakan masuknya pendekatan sanitasi total dalam kurikulum pendidikan. PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.TUJUAN 4. non pemerintah dan swasta dalam peningkatan pengetahuan dan pemberlajaran sanitasi di Indonesia.VII 41 . Pokok kegiatan :  Mengembangkan dan mengelola pusat data dan informasi. Pengelolaan Pengetahuan (Knowledge Management) PENDAHULUAN a.

STBM 06/22/15 5. untuk b. Pokok kegiatan :  Menggali potensi masyarakat untuk membangun sarana sanitasi sendiri  Mengembangkan solidaritas sosial (gotong royong). Prinsip : Meniadakan subsidi penye-diaan fasilitas sanitasi dasar. Pembiayaan a.  Menyediakan subsidi diperbolehkan untuk fasilitas sanitasi komunal.VII 42 . PEMBUANGAN TINJA .TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.

VII 43 .TUJUAN 6. PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R  TEKNIK PEMB. Prinsip : Melibatkan masyarakat dalam kegi-atan pemantauan dan evaluasi b. Pemantauan Dan Evaluasi a. Pokok kegiatan : Memantau kegiatan dalam lingkup komunitas oleh masyarakat Pemerintah Daerah kembangkan sistem pemantauan dan pengelolaan data. Mengoptimumkan pemanfaatan hasil pemantauan dari kegiatan-2 lain yang sejenis Pemerintah dan Pemda mengembangkan sistem pemantauan berjenjang.  STBM   06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .

Rencana Kerja  Setiap pelaku pembangunan STBM mengem-bangkan rencana aksi serta  pembiayaannya untuk pencapaian sanitasi total yang disampaikan kepada pemerintah daerah...VII 44 . Indikator. PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB..... RENCANA KERJA STBM 2... PENGEMBANGAN DAN INDIKATOR PENDAHULUAN 1.. 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .TUJUAN F..

rumah makan. PEMBUANGAN TINJA . sarana cuci tangan). pasar.  Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum (seperti sekolah.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB.VII 45 . puskes-mas. Indikator a.  Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelo-laan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.  Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar. sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. kantor. STBM 06/22/15 2.  Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dngan benar.sabun. Output :  Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF). terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air.

PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. STBM 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .VII 46 .TUJUAN PENDAHULUAN b. Outcome :  Menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

. Mempersiapkan masyarakat untuk berparti-sipasi (gotong royong)...TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. Mendukung/memotivasi . 06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .... Menyelesaikan permasalahan/konflik dalam masyarakat.. Memonitor pekerjaan di tingkat masyarakat. G.. c..... PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMANGKU KEPENTINGAN 1. b. Tingkat : RT/Dusun/Kampung (Tim STMB Dusun/Kampung): a..VII 47 . STBM d.

Memperkenalkan opsi-opsi teknologi i. Mendukung/memotivasi masyarakat lainnya.TUJUAN PENDAHULUAN PENC TANAH-AI R TEKNIK PEMB. setelah mencapai keberhasilan sanitai total (ODF) di lingkungan tempat tinggalnya f. Membangun kesadaran dan meningkatkan kebutuhan h.VII 48 . Mempunyai strategi pelaksanaan PEMBUANGAN TINJA . Membangun kapasitas kelompok pada lokasi kegiatan STBM g. STBM 06/22/15 e.

mengawasi pekerjaan mereka dan menghu-bungkan dengan perangkat desa Memonitor kerja kader pemicu STBM dan memberikan bimbingan yang diperlukan Mengambil alih pengoperasian dan pemeliharaan (O & M) yang sedang berjalan dan tanggungjawab ke atas Memastikan keberadilan di semua lapisan masyarakat. khususnya kelompok yang peka PEMBUANGAN TINJA . STBM d.VII 49 . a. c. TEKNIK PEMB. PENDAHULUAN PENC TANAHAIR b. Para Guru. dsb untuk memfasilitasi gerakan masy. 06/22/15 Tingkat : Desa (Tim STBM Desa) Membentuk tim fasilitator desa yang anggo-tanya berasal dari kader-kader desa.TUJUAN 2. Tim ini mengembangkan rencana desa.

06/22/15 PEMBUANGAN TINJA .VII 50 .