You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makassar yang dikenal juga dengan sebutan Kota Daeng,
merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar adalah kota terbesar di
Kawasan Timur Indonesia dan menjadi wilayah metropolitan terbesar kedua
diluar pulau Jawa setelah kota Medan. Berdasarkan data dari KEMENDAGRI
(Kementrian Dalam Negeri), hingga tahun 2015 Makassar memiliki luas wilayah
199,26 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 1.651.146 jiwa.
Kota Makassar kini telah menjadi kota yang cukup sibuk. Ini karena Makassar
menjadi kota pusat pelayanan di Kawasan Timur Indonesia yang berperan sebagai
pusat perdagangan dan jasa, pusat kegiatan industri, pusat kegiatan pemerintahan,
pusat jasa angkutan barang dan penumpang baik darat, laut maupun udara serta
pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan. Faktor ini yang menarik para
pendatang untuk datang ke kota Makassar, sehingga jumlah penduduk semakin
padat.
Kepadatan penduduk di kota Makassar menyebabkan berbagai macam aktifitas
yang muncul. Dari sekian banyak aktifitas tersebut, tidak sedikit bahkan sebagian
besar penduduk masih menggunakan sarana transportasi umum untuk menunjang
kegiatan sehari-hari. Transportasi umum yang masih digunakan penduduk kota
Makassar hingga hari ini ialah pete-pete. Pete-pete adalah sebutan untuk angkutan
kota di Makassar. Biaya yang relatif murah serta jalur trayek yang cukup luas
sehingga dapat menjangkau sudut-sudut kota yang ada, merupakan alasan yang
menjadikan angkutan umum ini masih digunakan hingga saat ini.
Meskipun masih digunakan hingga saat ini, ternyata tidak semua penduduk
mengetahui jalur trayek dari pete-pete tersebut. Selama ini, informasi trayek petepete hanya terdapat pada sticker yang tertempel di kaca depan mobil. Kurangnya
informasi tentang jalur trayek tersebut tentunya membuat para pendatang bahkan
terkadang penduduk asli akan sedikit kebingungan jika ingin menggunakan sarana
transportasi umum ini. Tentu saja ini menjadi masalah yang cukup serius dan
harus segera ditangani, mengingat pengguna angkutan umum ini semakin banyak.

Berdasarkan hal tersebut. tentunya makin memanjakan pengguna Android.? 1. waktu serta tarif yang dibutuhkan. jarak yang akan ditempuh. mestinya ada layanan aplikasi yang dapat menyediakan informasi tentang pete-pete tersebut.3 Batasan Masalah Beberapa batasan yang akan digunakan sebagai acuan dalam perancangan aplikasi ini adalah : 1. 1. Tampilan yang cukup sederhana serta banyaknya aplikasi yang mudah dan gratis untuk didapatkan. Sebuah aplikasi yang dapat digunakan pada perangkat smartphone Android yang dapat memberitahukan trayek mana yang harus kita lewati jika ingin ke suatu jalan atau public place yang ada di kota Makassar.2 Rumusan Masalah Bagaimana membangun aplikasi trayek pete-pete pada kota Makassar berbasis android.Perkembangan teknologi saat ini mempunyai tingkat pertumbuhan yang sangat besar. terutama pada bidang mobile phone dan smartphone. Sehingga para pengguna tidak kebingungan saat menggunakan angkutan umum. Tarif yang ditampilkan hanya tarif yang berlaku saat ini. Alasan bahwa Android dapat menguasai pasar ialah karena harganya yang semakin terjangkau untuk semua kalangan. dapat membantu pendatang bahkan penduduk asli untuk mendapatkan informasi tentang angkutan umum dan dapat memilih angkutan umum sesuai tujuan yang diinginkan. Wilayah penelitian hanya dilakukan di kota Makassar. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini. Pengguna Android diperkirakan akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Pencarian trayek hanya untuk angkutan umum jenis pete-pete. . Salah satu smartphone yang sedang berkembang dengan pesat adalah smartphone yang menggunakan sistem operasi Android. 3. Pada era teknologi seperti saat ini. 2. maka permasalahan ini diangkat dalam penulisan skripsi dengan judul Aplikasi Trayek Pete-Pete Pada Kota Makassar Berbasis Android.

1.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dari penelitian ini terbagi atas 5 bab.4.4 Tujuan Penelitian Membangun aplikasi trayek pete-pete pada kota Makassar berbasis android. 5.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah memudahkan bagi para penduduk jika ingin menggunakan angkutan umum jenis pete-pete yang ada di kota Makassar. 4. 1. permasalahan. 3. tujuan penelitian dan sistematika penulisan. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang objek penelitian. Public Place yang terdaftar hanya berupa pusat perbelanjaan dan tempat wisata. BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah. . 2. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan dari data yang telah diperoleh. metode penelitian. metode pengumpulan data dan metode analisis data. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menguraikan tentang kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah. maupun sumber-sumber lain yang mendukung penelitan ini. manfaat penelitian. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan tentang hasil dari penelitian dan saran-saran yang diajukan terkait dengan penyempurnaan dan pengembangan penelitian sistem kedepannya. 1. yaitu sebagai berikut : 1.

ataupun penggunaan. lamaran. Aplikasi adalah satu unit perangkat lunak yang .BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Aplikasi Aplikasi berasal dari bahasa Inggris “application” yang berarti penerapan.

Butung .Cendrawasih .1 Trayek Pete-Pete Untuk Wilayah Kota Makassar Berdasarkan data dari dinas perhubungan kota makassar.Trm. lintasan tetap dan tetap maupun tidak berjadwal.Veteran . Terkhusus untuk kota Makassar. 2. Malengkeri 3 C Mks.Trm. atau semua proses yang hampir dilakukan manusia (Hengky. 2010). Mall .UNM . game. definisi trayek adalah adalah lintasan kendaraan untuk pelayanan jasa angkutan orang mobil bus. Bagian yang megolah data (Control Processing unit) c.Trm. Bagian yang mengeluarkan hasil pengolahan data (Output data) 2. yang mempunyai asal dan perjalanan tetap. kendaraan umum ini memiliki sebutan lain yaitu pete-pete. Trayek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : No 1 Kode Trayek Trayek A Mks. pelayanan masyarakat. Mall .Tallo 4 D Mks. Mall .BTN Minasa upa 2 B Psr. Sebuah aplikasi terdiri dari beberapa unit fungsional untuk mencapai tujuan pelaksanaan pengolahan data yaitu : a. Mall . terdapat 17 trayek petepete yang masih berfungsi.Prmns Sudiang Mks. Mall . Bagian yang membaca data (Input data atau Input unit) b. Sedangkan pengertian kendaraan umum Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1993 adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran.dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas seperti perniagaan.2 Trayek dan Pete-Pete Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1993 tentang Angkutan Jalan menyebutkan bahwa. Malengkeri . periklanan.2. Beberapa aplikasi yang digabung bersama menjadi suatu paket kadang disebut sebagai suatu paket atau suite aplikasi (application suite).Perumnas Panakukang 5 E Mks. Regional Daya .

2005 : 153).6 F Mks.BTP 11 S Trm.Borong 9 I Mks. Mall . Mall .Cenderawasih .4 Analisis Sistem Analisis permasalahan adalah hal yang pertama kita lakukan setelah kita mendapatkan spesifikasi kebutuhan pengguna. Sutami /Tol-Trm.UNM . Analisis bertujuan untuk mendapatkan pemahaman secara keseluruhan tentang sistem yang akan kita kembangkan berdasarkan masukan dari calon pengguna (Nugroho. Baru .SMA Negeri 6 15 F1 16 R1 17 W 2.Kampus UNHAS 13 C1 Trm. Mall . 2014).2 Konsep Kerja Aplikasi Android 2. 2.Kampus UNHAS 14 E1 Psr. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak.Ir. Regional Daya 7 G Mks. Malengkeri .Pa’baeng2 .3.Trm.Veteran . 2.1 Generasi Android 2.Kampus UNHAS BTP . Malengkeri .Ujung Tanah .Kampus UNHAS 12 B1 Tallo .Perumnas Panakukang 10 J Mks.Perumnas Antang 8 H Mks.3 Konsep Android Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan dan dipopulerkan oleh Google (Haryanto.STIKI .5 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah tahap awal dimana pendekatan awal untuk .3. Mall . Daya . Mall .Kampus UNHAS Perumnas Panakukang .

6. Ke 9 jenis diagram itu adalah (Nugroho. kolaborasi.menyelesaikan masalah yang dipilih.1 Perancangan UML Setiap sistem yang kompleks seharusnya bisa dipandang dari sudut yang berbedabeda sehingga kita bisa mendapatkan pemahaman secara menyeluruh. Untuk upaya tersebut. 1. Untuk upaya tersebut. 4. antarmuka-antarmuka. Selama perancangan sistem.5. Sequance diagram Diagram urutan adalah diagram interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam waktu tertentu. 5. Diagram kelas Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas. struktur keseluruhan diputuskan. Collaboration diagram Diagram kolaborasi adalah diagram interaksi yang menekankan organisasi struktural dari objek-objek yang menerima serta mengirim pesan. 2005 : 204). 2.2005 : 30). 3. Diagram objek memperlihatkan instansiasi statis dari segala sesuatu yang dijumpai pada diagram kelas. Statechart diagram . Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek. Dengan membuat keputusan peringkat tinggi yang dapat diaplikasikan pada sistem secara terbatas. Use-case diagram Diagram ini memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dan kelas). Diagram objek Diagram ini memperlihatkan objek-objek serta relasi-relasi antar objek. Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku dari suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna. serta relasi-relasi. 2. UML menyediakan 9 jenis diagram yang dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya. perancangan/analis sistem membagibagi permasalahan ke dalam subsistem-subsistem sehingga pekerjaan selanjutnya dapat dikerjakan oleh orang-orang lain yang bekerja secara mandiri pada subsistem-subsistem yang berbeda (Nugroho.

1 Simbol Use Case Diagram . Diagram ini memuat simpul-simpul beserta komponen-komponen yang ada di dalamnya. Component diagram Diagram ini memperlihatkan organisasi serta kebergantungan pada komponenkomponen yang telah ada sebelumnya.Diagram ini memperlihatkan state-state pada sistem. Deployment diagram Diagram ini memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan. memuat state. Diagram ini terutama penting untuk memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka.5. Dependency System Menspesifikasikan paket yang menampilkan sistem secara terbatas Use Case Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan sistem yang meng Collaboration Interaksi aturan-aturan dan elemen lain yang bekerja sama untuk m Note Elemen fisik yang eksis saat aplikasi dijalankan dan mencerminkan Gambar 2. kelas. 8. Extend Menspesifikasikan bahwa use case target memperluas perilaku dari Association Apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya. Diagram ini berhubungan dengan diagram kelas dimana komponen secara tipikal dipetakan kedalam satu atau lebih kelaskelas. serta kolaborasi-kolaborasi. Activity diagram Diagram ini adalah tipe khusus dari diagram state yang memperlihatkan aliran dari suatu aktifitas ke aktifitas lainnya dalam suatu sistem. transisi event. antarmuka-antarmuka. 9. 2. Generalization Hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan st Include Menspesifikasikan bahwa use case sumber secara eksplisit. serta aktifasi.2 Simbol-simbol UML Adapun simbol-simbol yang sering digunakan pada perancangan UML yaitu : NO GAMBAR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA Actor Menspesifikasikan himpuan peran yang pengguna mainkan ketika Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen man (independent). kolaborasi dan terutama penting pada pemodelan sistemsistem yang reaktif. 7.

1 LifeLine 2 Message Spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi tentang 3 Message Spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi tentang Gambar 2. Realization 6 Dependency 7 Association Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen ma Apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainny Gambar 2.4 Simbol StateChart Diagram .NO GAMBAR NAMA 1 Generalization Hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan Upaya untuk menghindari asosiasi dengan lebih dari 2 objek. antarmuka yang saling berinteraksi. 2 Nary Association 3 4 5 Class Himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi ya Collaboration Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan sistem yang me Operasi yang benar-benar dilakukan oleh suatu objek.3 Simbol Sequence Diagram NO GAMBAR NAMA KETERANGA 1 State Nilai atribut dan nilai link pada suatu waktu tertentu.2 Simbol Class Diagram NO GAMBAR NAMA KETERANGAN Objek entity. yang dim 2 Initial Pseudo State Bagaimana objek dibentuk atau diawali 3 Final State Bagaimana objek dibentuk dan dihancurkan 4 Transition Sebuah kejadian yang memicu sebuah state objek dengan cara 5 Association Apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lain 6 Node Elemen fisik yang eksis saat aplikasi dijalankan dan mencermi Gambar 2.

NO GAMBAR NAMA KETERANGAN 1 Actifity Memperlihatkan bagaimana masing-masing kelas antarmuka sa 2 Action State dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi 3 Initial Node Bagaimana objek dibentuk atau diawali.5 Simbol Actifity Diagram 2.7 Kerangka Pikir ↓ .6 SOFTWARE PENDUKUNG 2. 4 Actifity Final Node Bagaimana objek dibentuk dan dihancurkan 5 Fork Node Satu aliran yang pada tahap tertentu berubah menjadi beberapa Gambar 2.

. selama bulan yaitu tanggal .BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Sumber data yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah : a. b. Sumber Data Primer Jenis pengumpulan data primer merupakan penelitian yang mengumpulkan data langsung dari lapangan penelitian atau tempat penelitian untuk mengetahui keadaan penelitian yang akan dijalankan. Teknik observasi yaitu dengan melakukan pengamatan dan secara langsung pada calon penumpang dan penumpang pencatatan yang nantinya akan menggunakan aplikasi ini. Perangkat Lunak (software) yang digunakan antara lain : a. Perangkat keras (hardware) Untuk mendukung pengoperasian agar berjalan baik digunakan perangkat keras antara lain . b. Android studio 2. Data Sekunder Data sekunder merupakan pengumpulan data dengan cara mempelajari data yang telah tersedia atau dikumpulkan terlebih dahulu oleh pihak lain seperti buku-buku dan literatur dari internet.3 Alat dan Bahan Penelitian 3. Teknik ini dilakukan agar mendapatkan dara serta informasi secara langsung dari di penumpang.2 Teknik Pengumpulan Data 1. Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah metode dokumentasi. Sistem operasi Linux. Berikut yang diamati yaitu : artikel bla bla bla 3. yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dari sumber-sumber yang ada.1 Alat Penelitian 1. Teknik wawancara yaitu dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada calon penumpang dan penumpang untuk mengetahui bagaimana selama ini mendapatkan informasi trayek pete-pete Makassar dan apa kesulitannya.3.3. 2.

class diagram. Tahap-tahap metode waterfall yang dilakukan sebagai berikut : 1. pengamatan langsung dan studi literatur. 3. Jika langkah ke-2 belum dikerjakan maka langkah ke-3 juga tidak dapat dikerjakan. dapat menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan/mengembangkan sistem yang telah ada. package diagram dan component diagram. Inti dari metode waterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear. Maka metode pengembangan yang dilakukan yaitu metode waterfall. interface dan algoritma.3. Analisa Kebutuhan Untuk pembuatan sistem yang dibutuhkan data yang diperoleh dari wawancara. Data inilah yang akan menjadi acuan penelitian untuk diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman.4 Metode Pengembangan Sistem Dalam pengembangan sistem berarti. Jadi jika langkah ke-1 belum dikerjakan. maka langkah 2 tidak dapat dikerjakan. arsitektur perangkat lunak. Terdiri dari diagram yang menggambarkan sistem secara keseluruhan. begitu seterusnya.2 Bahan Penelitian Bahan penelitan yang digunakan mencakup hasil wawancara. antara lain use case diagram. 2. sequence diagram. Secara otomatis langkah ke-3 akan bisa dilakukan jika langkah ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan. 3.3. Desain Sistem Melakukan perancangan perangkat lunak yang terdapat pada struktur data. Metode waterfall merupakan metode yang sering digunakan oleh penganalisa sistem pada umumnya. state diagram. observasi dan studi literatur yang telah dilakukan. Penulisan Kode Program . Tahap ini akan menghasilkan system requirement spesification (SRS). activity diagram. Berikut gambar model waterfall.

Setelah melakukan analisa. Berikut ini adalah gambar yang menjelaskan aplikasi trayek pete-pete pada kota makassar berbasis android dari sudut pandang admin dan user dalam model use case diagram 3. 3. 5. Pada tahap ini.5 Metode Pengujian Sistem Pengujian sistem adalah cara atau teknik untuk menguji aplikasi.Merupakan tahap penerjemahan desain ke dalam bahasa pemrograman. Penerapan dan Pemeliharaan Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah sistem. mempunyai mekanisme untuk menemukan data uji yang dapat menguji aplikasi secara lengkap dan mempunyai kemungkinan tinggi untuk menemukan kesalahan. aplikasi trayek pete-pete pada kota makassar berbasis android yang dirancang akan diuji dengan menggunakan metode pengujian black box. Kemudian dilakukan pengkajian ulang dan perbaikan terhadap aplikasi menjadi lebih baik dan sempurna.7 Jadwal Penelitian Jadwal penelitian kegiatan ini dibuat dengan tujuan agar perancangan sistem dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 3. Pengujian Sistem Tahapan akhir dimana sistem yang baru diuji kemampuan dan keefektifannya sehingga dapat menemukan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apakah semua fungsi perangkat lunak telah berjalan. . Coding dilakukan menggunakan android studio. 4. design dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi digunakan oleh pengguna. Tahapan pemeliharaan dilakukan jika aplikasi mengalami masalah dan perkembangan kebutuhan fungsional.6 Diagram Use Case Use case merupakan dokumen naratif yang mendeskripsikan kasus-kasus atau kejadian-kejadian dari pada aktor dalam menggunakan sistem untuk menyelesaikan sebuah proses.