You are on page 1of 9
Micro Skill 4 : Giving information, Influencing, Termination Giving information Dilakukan oleh konselor pada saat konseli membutuhkan informasi untuk memperjelas pengetahuan dan pemahamannya tentang berbagai hal. Baik itu informasi mengenai tujuan, proses dan kode etik proses konseling yang akan diikuti konseli, maupun informasi lainnya. Jika konselor kurang mengusai informasi yang dibutuhkan konseli, maka dapat diarahkan agar konseli mencari langsung kepada sumbernya. Contoh: Konselor: Mengenai informasi persyaratan masuk sekolah tinggi penerbangan, saya sama sekali tidak mengusainya. Karena itu saya sarankan anda langsung saja ke sekolah tinggi penerbangan yang bersangkutan Influencing Ketrampilan konselor untuk mempengaruhi klien dalam proses mengambil keputusan yang lebih adaptif Konselor harus dapat mempersuasi klien untuk memilih alternatif yang terbaik, karena konselor tidak memiliki wewenang untuk mendikte perilaku klien Konselor mengajak klien untuk mempertimbangkan seluruh alternatif dan memberikan penilaian Termination teknik yang digunakan konselor untuk mengakhiri komunikasi konseling, baik mengakhiri untuk dilanjutkan pada pertemuan berikutnya maupun mengakhiri karena komunikasi konseling betul-betul telah berakhir. Tujuan Termination Memiliki peta kognitif perjalanan konseling, yaitu apa dan bagaimana tahap-tahap yang telah dilalui dan apa yang merupakan tahap konseling mendatang. Mencapai pemahaman antara konselor dan konseli mengenai apa yang telah berhasil dicapai bersama dalam konseling. Mengkomunikasikan keperluan penyesuaian konseli terhadap pengambilan tanggungjawabnya seusai konseling. Memelihara persepsi pantas konseli tentang penerimaan dan pemahaman konselor Dapat mengacu pada kontrak di awal konseling, misal : waktu sudah habis Konselor merasa klien sudah mampu beradaptasi dengan baik. Untuk terminasi setiap sesi diperlukan ringkasan (gunakan teknik summerize) Untuk terminasi keseluruhan proses konseling perlu dilakukan proses pemudaran (pengurangan intensitas dukungan, bantuan) secara perlahan-lahan. Konselor harus menyiapkan klien untuk menghadapi perpisahan Jenis-jenis Termination Pengakhiran langsung, murni Menunjuk pada verbalisasi konselor tersurat atau gambling, dengan menyebutkan akan diakhiri pertemuan konseling dalam bentuk kalimat singkat, cukup tegas, dan mengandalkan kaidah bahasa pragmatik. Kata inti pengakhiran yang sering digunakan yaitu: kita menyudahi ...., kita akhiri ...., dsb. Contoh: “Karena waktu pertemuan telah habis, kita akhiri sekian, dan saya mengharap kehadiran Anda untuk bahasan selanjutnya”. Pengakhiran tidak langsung: nonverbal, verbal Respon nonverbal ini misalnya seperti memandang jam dinding/ arloji, menata meja, mengamasi buku. Sedangkan respon verbal biasanya ditumpangkan pada teknik lain, misalnya interpretasi: “telah banyak yang anda ungakap seehingga membuat anda kelelahan, apakah anda bermaksud mengakhiri dulu pertemuan ini?” Respon verbal dengan teknik perangkuman akhir: “Dengan rampungnya semua yang ingin Anda ungkapkan dalam konseling hari ini, baik Anda ingat-ingat dan lakukan apa garis besar konselor dengan syarat seperti berikut: Merapikan kembali alat-alat yang telah digunakan, Membuat kesimpulan akhir, Membicarakan tugas-tugas yang hendak dilakukan sebelum pertemuan yang akan datang,  Dilakukan secara langsung, misalnya konselor menunjukkan pembatasan waktu (time limit) konseling yang telah disepakati pada awal pertemuan. Contoh: Konselor: “Baiklah, sekarang waktu telah menunjukkan pukul 09.30 WIB, sesuai dengan kesepakatan kita di awal pertemuan tadi bahwa pertemuan kita ini hanya sampai pukul 09.30 WIB, maka marilah kita akhiri pertemuan ini dan dapat kita lanjutkan minggu depan.” Tambahan informasi Selain micro skills di atas, masih banyak micro skills lain Semua teori micro skills tersebut tidak bermanfaat jika tidak pernah dipraktekkan Ketrampilan bukan semata-mata pengetahuan, sehingga perlu dilatih Selamat berlatih dan menikmati dinamika dalam proses konseling  ….!!