You are on page 1of 28

Sabtu, 30 mei 2015

Pasien yang datang & dikelola di IGD Bedah sebanyak 21 pasien.VL digiti I manus dextra dengan avulsi kuku : 1 psn  ekstraksi kuku + pencucian luka + penjahitan luka + asam mefenamat + amoxicillin  Pulang 4.VE : 2 psn  Pencucian luka + Asam Mefenamat  Plg 2.Ring entrapment +VL digiti IV manus dextra: 1 psn  Potong cincin+Pencucian luka+Penjahitan Luka+ amoxicilin+asam mefenamat plg 5.CKR GCS E4M6V5=15 : 4 psn  Oksigenasi + ObservasiPulang dengan pesan 8.Fraktur subtrochanter femur sinistra tertutup nonkomplikata (Russell Taylor type 1A) : 1 psn  pasang skin traksi + inj ketorolac GER D .VL : 3 psn  Pencucian dan Penjahitan luka + Asam Mefanamat + Amoxicillin Plg 3. terdiri dari : 1.CKR GCS E4M6V5=15 + VL : 1 psn Oksigenasi + Pencucian luka + Penjahitan Luka + asam mefenamat + amoxicillin Pulang dengan pesan 7.Fraktur simphisis mandibula+vulnus laserasi R.Mentale : 1 psn  Pasang barrell fixation  Transit 6.

dehidrasi sedang. Appendicitis akut : 1 psn appendektomi opentransit 12. Ceftriaxone + inj. azotemia. Post laparoskopi Cholesistektomi a.c iatrogenik: 1 psn  open sistostomi  Transit 14. Tramadol transit 15.i Cholelithiasis 3 bln yang lalu : 1 psn  transit 11. IHD. hiponatremi. Tumor cauda pankreas.9. Fraktur colles dextra (frykman type I) tertutup non komplikata. Ileus paralitik. hipokalemi: 1 psn  Jaga kehangatan + rehidrasi + observasi  C1LD 13. DM tipe II.c prostat enlargement c/ BPH dengan Ruptur Uretra pars membranacea e. ISK : 1 psn Inj. Hidronefrosis bilateral post pyelolitotomi dextra 1 tahun yang lalu+ ESWL Dextra ec pyelolithiasis dextra. Retensio urine ec prostat enlargement c/ BPH : 1 psn pemasangan DC pulang . Retensio Urine e. fraktur tibia dekstra 1/3 tengah transverse displace ttp nk : 1 Psn  pemasangan spalk + Inj ketorolac  R2B 10.

.

.

muntah (+). BAK dan BAB tak ada keluhan. BAK dan BAB tidak ada keluhan.35) Pria 21 tahun datang dengan keluhan utama nyeri perut kanan bawah RPS : + 10 jam SMRS penderita mengeluh nyeri pada perut di sekitar ulu hati. demam (+).  RSDK . 6 jam SMRS nyeri terasa berpindah ke perut bagian kanan bawah. nyeri tidak terlalu jelas. tidak disertai mual dan tidak muntah. Mual (+). demam (-).LAPORAN KASUS (22. nyeri bertambah bila penderita batuk dan berjalan. dirasakan terus menerus dan semakin menghebat.

Turgor dahi cukup.Trakea di tengah.Mesosefal .Pemeriksaan Fisik : KU : Sadar tampak kesakitan TV : N T RR t Nyeri : 90 x/mnt isi & tegangan cukup : 120/80 mmHg : 20 x/mnt : 38. JVP tidak meningkat .0 °C (R) : 4 – 5 VAS Kepala /Leher : .konjungtiva palpebra tidak anemis . mukosa bibir kering (-) .

Ronkhi (-) .paru : SD vesikuler.Thoraks : Cor : I Pa Pe A Pulmo : I Pa Pe A : IC tak tampak : IC teraba di SIC V . 2 cm medial LMC sinistra : Konfigurasi jantung dbn : Suara jantung murni :Statis : Hemithoraks dekstra = sinistra Dinamis : Gerakan hemithorak dekstra=sinistra : SF kanan = kiri : Sonor seluruh lap.

Rovsing sign (-) Blumberg sign (-) Pe : Tympani. PS (+) N. PH (+). dbn Ekstremitas : Akral hangat.) : Nyeri tekan dan Defans Muscular (+) pada titik Mc Burney (+).Abdomen : I Pa : Datar. Capilary refill < 2 “ . PA (-) A : BU (+) N Psoas sign (-) Obturator sign (-) Genitali : Pria. gambaran/ gerak usus ( .

Darah ( .RT : TSA cukup.). mukosa licin. Ureum.).) Diagnosis Kerja : (23.00) Suspek Appendicitis akut Manajemen : • Cek Laboratorium ( Darah Rutin. Creatinin. PPT. PPTK) . NT ( . Lendir ( . Elektrolit. Hitung jenis. ampula rekti tdk kolaps. tumor/massa (-) Sarung tangan : Feses( + ). GDS.

300 / mm3.13 mg/dl GDS : 125 mg/dl PTT/K : 12.8 mmol/l Cl : 112 mmol/l Diff Count Eosinofil 1 Basofil 0 Batang 0 Segmen 86 Limfosit 10 Monosit 3 Ur : 19 mg/dl Cr : 1.5(34. Tro : 229.0)” .8 g % Leu : 15.000 / mm3 Na : 143 mmol/l K : 3.Labororatorium : (18.7(10.00) Hb : 15.2)” APTT/K : 32.

Alvarado score A : Appendicitis pain point L : Leucocytosis = V : Vomitus = A : Anorexia R : Rebound tenderness = A : Abdominal migrated pain D : Degree of Celcius O : Observation of Hemogram Total = = 2 2 1 = 1 0 = 1 = 1 = 0 8 .

Informed consent .Diagnosis : (05.Infus RL 20 tpm .Lapor DPJP onsite dan senior bedah Digestif  Pro Appendektomi cito  setuju .Inj Cefazolin 1 gr 1/2 jam sebelum operasi intravena .00) Appendicitis akut Manajemen : .

9% • Jahit luka operasi lapis demi lapis • Operasi selesai . persempit dengan duk steril • Insisi Rockey Davis perdalam cutis. bilas dengan Nacl 0. fascia transversa. keluar cairan jernih. edematous. bebaskan appendix klem mesoapendix potong dan jahit ikat sampai ke ujung appendix didapatkan appendix panjang 13 cm diameter 1 cm.0. klem pangkal appendix di dua tempat potong dan jahit ikat pangkal appendix dengan silk 3.45 – 08. fascia scarpae. peritoneum • Setelah peritoneum dibuka. aponeurosis OAE. hiperemis.30) • Penderita tidur terlentang dalam regional anestesi • Palpasi pada abdomen tidak teraba massa pada regio iliaca dextra • Desinfeksi daerah operasi dan sekitarnya. subcutis. kirim ke PA • Kontrol perdarahan. muskulus OAI.LAPORAN OPERASI (06. tampak omentum menuju kanan bawah • Identifikasi appendiks : tampak apendiks letak retrosekal. teraba fecalith dekat pangkalnya. muskulus transversus abdominal.

Inj Ketorolac 30 mg/ 8 jam Intravena  Transit .Informed consent .Infus RL 20 tpm .Diagnosis post operasi: Appendicitis akut post appendektomi Manajemen Post Operasi : .

30Mei 2015 .Sabtu .

.

nyeri pada perut bawah. datang ke UGD bedah dengan keluhan utama tidak bisa BAK Riwayat Penyakit Sekarang : ± 2 bulan SMRS pasien dirawat di RS William Booth dengan keluhan BAK tidak lancar. ± 2 hari SMRS pasien mengeluh tidak dapat BAK. akhirnya pasien dirujuk ke RSDK Riwayat Penyakit Dahulu : -Riwayat BAK keluar batu disangkal -Riwayat trauma disaluran kemih disangkal .Laporan kasus Laki-laki 72 th. dipasang kateter urine bisa keluar. keluar darah. lalu pasien dipulangkan ± 1 hari SMRS pasien mengeluh tidak bisa kencing lagi. pancaran kecil disertai nyeri pada saat kencing. pasien berobat lagi ke RST di coba pasang kateter ulang. Oleh keluarga pasien diantar berobat ke RST. setelah BAK pasien merasa tidak puas. tidak berhasil.

bising (-) Pulmo : I : statis : hemithoraks kanan sama dengan kiri dinamis : gerakan hemithoraks kanan sama dengan kiri Pa : SF hemithorak dx= sin Pe : sonor seluruh lapangan paru .Pemeriksaan Fisik : KU : GCS E4M6V5=15 TV : TD: 140/90 mmHg.5°C Kepala /Leher : Conjunctiva anemis (-). pupil isokor Ø 3 mm. N : 88x/mnt isi&tegangan cukup RR: 20x/mnt reguler t : 36. RC +/+ Thoraks : Cor : I : IC tak tampak Pa : IC teraba di SIC V LMC sinistra Pe : Konfigurasi jantung dalam batas normal A : Suara jantung I & II reguler. murni.

NT (+) : tympani.Abdomen : I Pa Pe A : cembung pada regio suprapubik : tegang diregio suprapubik. Mukosa licin Prostat: teraba 4 cm lateromedial. indurasi (-) Kalibrasi dengan kateter 16 F. 14 F. 12 F. sulcus medianus mendatar. PS (+) N. PH (+). meatal bleeding (+). PA (-) : BU (+) N Pelvis : dbn Genitalia externa : laki laki. Ampula recti tidak kolaps. nodul tidak teraba . 8 F  tidak bisa masuk Regio anoperineal: RT: TSA cukup.

c prostat enlargement . curiga ruptur uretra .Extremitas : Edema Akral dingin Sianosis motorik Superior -/-/-/5/5/5 Inferior -/-/-/5/5/5 Dx kerja : Retensio urine e.

Management: •Cek Laboratorium •Uretrografi Retrograde .

6 – 11 rb/mmk) Trombosit : 178.Laboratorium Hb : 14.4 det) APTT/K : 35.1 – 12.5 – 1.2 % (35 – 47 %) Lekosit : 19.9 mmol/l (3.200/mmk (150 – 400 rb/mmk) PPT/K : 12.5 – 5.2 det (11.1 det) GDS : 156 mg/dL (80 – 140 mg/dL) Ur : 53 mg/dl (15 – 39 mg/dl) Cr : 1.20 mg/dl (0.0 det (32.1 mmol/L) Cl : 95 mmol/l (98 – 107 mmol/L) .400/mmk (3.9 gr % (13 – 16 gr%) Ht : 44.4/34.3 – 33.5 mg/dl) Na: 126 mmol/l (136 – 145 mmol/L) K : 4.1/10.

Informed consent . iatrogenik Manajemen : .Radiologi : Uretrografi retrograde Dx : Retensio urine e.c prostat enlargement curiga BPH. ruptur uretra pars membranacea ec.Pro sistostomi terbuka  lapor senior onsite dan DPJP bedah urology  setuju .

isi balon kateter dengan 15 cc aquadest keluar urine 650 cc berwarna kuning jernih (inisial) • Jahit luka operasi lapis demi lapis • Operasi selesai . • Fixasi buli dengan 2 jahitan memakai benang chromic cut gut 2. test buli dg spuit 3 cc tampak urine kuning jernih. spliting m. buka linea alba.0.LAPORAN OPERASI • Penderita tidur terlentang • Desinfeksi daerah operasi. identifikasi buli. persempit daerah operasi dengan duk steril. • Dilakukan lokal anasthesi dan insisi midline infra umbilical. insisi buli diantara 2 jahitan fiksasi. sisihkan preperitoneal fat kearah cranial. • Masukkan Foley Catheter No. • Perdalam luka operasi sampai linea alba. 2 cm diatas symphisis pubis. rectus abdominis ke lateral. 16F ke dalam buli.

Dx : Retensio Urine e.c iatrogenik Management post op: • Asam mefenamat 500 mg/ 8 jam peroral  R1B .c prostat enlargement c/ BPH dengan Ruptur Uretra pars membranacea e.