You are on page 1of 6
MODUL MATA Trigger 1 Seorang pasien wanita umur 22 tahun datang berobat ke poliklinik mata RSI Siti rahmah dengan keluhan utama kedua mata merah dan bengkak sejak 2 hari yang lalu.Anamnesa tajam penglihatan tidak terganggu.pemeriksaan ofthalmologi pada Okuler dextra(OD) dan Okuler sinistra(OS) ditemukan visual acuity 1.0, palpebra pseuda ptosis,hiperemis,edema,konjungtiva hiperemis,injeksi conjungtiva,secret purulen,membran.dokter mengatakan pada pasien tersebut,bahwa matanya mengalami infeksi,kemudian dokter memberi resep obat dan menyampaikan edukasi secukup.  STEP 7 Definisi Radang konjungtiva, yg ditanadai dg hyperemia akibat pelebaran pembuluh darah (injeksi konjungtiva), dan skeret berlebih. Etiologi Dpt disebabkan oleh Baktri Virus Jamur Parasite dan, Reaksi Immunologi 1.Jenis konjungtivitis - Berdasarkan perjalanan penyakitnya : a. Konjungtivitis hiperakut ( purulen) b. Konjungtivitis akut (mukopurulen/catirhal) c. konjungtivitis sub akut d. konjungtivitis kronis - Berdasarkan penyebabnya : a. Konjungtivits bakterial b. Konjungtivits viral c. Konjungtivits jamur d. Konjungtivits alergi 3. Pemeriksaan Opthamologi Ophtalmoscope merupakan untuk melihat bagian dalam mata atau fundus okuli. Opthalmologi dibedakan menjadi Opthalmologi langsung dan opthalmologi tidak langsung. Pemeriksaan kedua jenis ini bertujuan menyinari dengan bagian fundus okuli kemudian bagian yang terang di dalam fundus okuli dilihat dengan satu mata melalui celah alat pada opthalmoscopi langsung dan dengan kedua mata dengan opthalmoscopi tidak langsung.Perbedaannya adalah pada opthalmoscop langsung daerah yang dilihat, paling perifer sampai daerah ekuator, tidak stereoskopis, berdiri tegak atau tidak berbalik, dan pembesaran. Dengan opthalmoscop tidak langsung akan terlihat daerah fundus okuli 8 kali diameter pupil, dapat dilihat sampai daerah oral serata karena dilihat dengan dua mata maka terdapat efek stereoskopik dengan pembesaran 2 – 4 kali pemeriksaan ini dikamar gelap. 4. Tanda-tanda klinis konjungtivitis a. Konjungtivitis Bakteri - dilatasi pembuluh darah - edema konjungtiva ringan - epifora dan rabas awalnya encer akibat epifora tetapi secara bertahap menjadi tebal atau mukus dan berkembang menjadi purulen yang menyebabkan kelopak mata menyatu dalam posisi tertutup terutama saat bangun tidur saat pagi hari. - eksudasi lebih berlimpah - dapat ditemukan kerusakan kecil pada epitel kornea b. Konjungtivitis Bakteri Hiperakut - Sering disertai urethritis - infeksi mata menunjukan sekret purulen yang masif - mata merah, iritasi, dan nyeri palpasi - biasanya terdapat kemosis - kelopak mata bengkak - adenopati preaurikuler yang nyeri - diplokokus gram negatif dapat diidentifikasi dengan pewarnaan gram pada sekret c. Konjungtivitis Alergi - mata gatal - panas - mata berair - mata merah - kelopak mata bengkak - pada pemeriksaan lab ditemukan sel eosinofil, sel plasma, limfosit, dan basofil d. Konjungtivitis Viral - Pembesaran kelenjar limfe preaurikuler - Fotofobia dan sensasi adanya benda asing pada mata - Epifora merupakan gejala terbanyak - Konjungtiva menjadi kemerahan dan bisa terjadi nyeri periorbita - Dapat disertai adenopati, demam, faringitis, dan infeksi saluran napas atas. 5. Pengobatan a. Konjungtivitis bakteri Terapi - Antimikroba sprektrum luas (polymixin trimetroprim) - Jika kornea tidak terlibat-ceftriaxone 1gr-dosis tunggal 1m –terapi sistemik adekuat - Kornea terkena : ceftriaxone parenteral 1-2gr/hari 5hari b. Konjungtivitis klamida Terapi trakoma - Tetracylin 1-1,5g/hari/oral dalam dosis selama 3minggu - Eritromycin 1g/hari/oral 4dosis 3-4minggu.tetracylin sistemik=<7tahun/wanita hamil karna mengikat kalsium pada gigi yang sedang berkembang&tulang yang tumbuh sehingga gigi menjadi kuning permanen&kelainan kerangka(klavikula).anak-azitromytin 1g/oral Salaf/tetes:sulfonamida,tetracylin,erytromycin,rifampisin-4x/hari6minggu - Bedah > bulu mata yang membalik kedalam untuk mencegah parut trakoma lanjut c. Konjungtivitis inklusi Terapi - Bayi  Suspensi erytromycin /oral 50mg/kg/hari dibagi dalam 4dosis terbagi.sekurang-kurangnya 14hari  Antibiotik topikal(tetracyclin erithromycin,sulfonamida)tidak bermanfaat untuk neonatus yang diobati dengan erytromycin/oral  Orang tua bayi-tetracyclin-oral - Dewasa  Doxyciclyn 100mg oral 2xsehari selama 7hari  Erythomycin 29/hari selama 7hari  Azytromycin 1gr dosis tunggal  Tetracyclin sistemik anak < 7tahun d. Konjungtivitis viral Terapi  Neonatus-acylovir dan dirawat di RS  Antivirus topikal/harus untuk mencegah terkena kornea  Ulkus kornea-debridement kornea dengan penetesan obat anti virus dan penutpan mata selama 24jam.  Antivirus-7hari(trifluridine setiap 2jam)-topikal  Keratitis herpetik-acyclovir salaf 3%-5x sehari-10hari  Acyclovir 400mg(5x/hari selama 7hari)  Kortikosteroid=kontra indikasi karna memperpanjang waktu infeksi HSV. 6. Edukasi a. Preventif - hindari menggosok kelopak mata dan daerah sekitar mata yang sakit jika terasa gatal - hindari menyentuh mata yang sehat selama masa pengobatan - menjaga kebersihan tangan b. Promotif - edukasi kepada pasien tentang penyakitnya dengan caracara seperlunya - edukasi kepada pasien mengenai kebersihan dan lingkungan