You are on page 1of 13

PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH ( HOME VISIT

)
TENTANG GANGGUAN SENSORI PERSEPSI HALUSINASI
PENDENGARAN DENGAN KELUARGA Ny. V
DI TANGGERANG

DI SUSUN OLEH
MARIA FRANSISKA
1410721043

PROGRAM STUDI PROVESI NERS
FAKULTAS ILMU - ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAKARTA
2015

Mengklasifikasi data yang didapat dari klien dan keluarga. Melakukan intervensi (Penkes) kepada keluarga tentang perawatan klien. yaitu memberikan penyuluhan kesehatan jiwa kepada keluarga khususnya keperawatan yang dihadapi klien.PROPOSAL HOME VISIT TENTANG GANGGUAN SENSORI PERSEPSI HALUSINASI DENGAN KELUARGA Ny. Kunjungan rumah atau home visit pada keluarga klien yang sedang di rawat di RS jiwa Dr. Tujuan khusus Mengidentifikasi riwayat kesehatan klien yaitu : o Riwayat penyakit yang diderita klien baik sebelum maupun sesudah dirawat di o RSJ. mengenai masalah yang sedang dihadapi oleh klien dan mencegah terjadinya kekambuhan Home visite adalah suatu kegiatan kunjungan rumah dimana mahasiswa yang di tugaskan akan mengunjungi rumah klien dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dari keluarga kemudian memvalidasi data. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan kesehatan pelayanan keperawatan kepada klien yang mengalami gangguan jiwa. 2. Tujuan umum untuk melengkapi dan mengklasifikasi data yang didapat dari klien serta melakukan asuhan keperawatan. Tujuan 1. o o o lingkungan. . Soeharto Heerdjan Jakarta merupakan salah satu bentuk tindakan keperawatan yang bertujuan memberdayakan keluarga sehingga keluarga dapat melakukan perawatan klien di rumah. Menjelaskan kepada keluarga tentang penyakit yang dialami klien dan cara mengatasinya. Mengidentifikasi riwayat kesehatan keluarga. Mengidentifikasi tentang klien. tempat kerja. selain itu membantu keluarga dalam memberikan informasi tentang hal – hal yang berkaitan dengan perawatan keluarga pada klien khususnya perawatan di rumah. masyarakat. V A. apakah klien mempunyai masalah dalam keluarga. Dukungan dari pihak keluarga merupakan unit yang paling dekat dengan klien serta keluarga berperan dalam menentukan cara atau asuhan yang diperlukan bagi klien dengan gangguan jiwa. apakah ada yang menderita o gangguan jiwa. B.

PROPOSAL HOME VISITE A. Menganjurkan keluarga untuk memberikan kesempatan o mencurahkan perasaannya. Identitas Klien Nama : Ny.o Mengajukan kepada keluarga untuk siap dan dapat menerima klien sebagai o anggota keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan klien. Menganjurkan kepada keluarga untuk memberikan aktifitas/kesibukan sesuai o dengan kemampuan klien. Menganjurkan kepada klien agar terus berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluarga (mengunjungi klien). V Umur : 48 tahun Jenis kelamin : Perempuan Pendidikan : SI Agama : Muslim Status : Janda kepada klien .

Pondok Aren. Pondok Aren. Memberikan informasi kepada keluarga tentang perkembangan klien di Rumah Sakit dan cara merawat klien dirumah b. 2014 No. Tujuan khusus a. Harga Diri Rendah 3.D14 RT 003/006.D14 RT 003/006.Alamat : komplek Sekneg No. KEC. Resiko Perilaku Kekerasan Keluarga Yang Dikunjungi Nama keluarga : Ny. Halusinasi pendengaran 2. 2. Kota Tanggerang Tanggal kunjungan : 23 Mei. Kel. Kel. Mengklasifikasi dan melengkapi data yang di peroleh dari klien dan data sekunder (dokumen medik) tentang: 1) Alasan klien masuk rumah sakit 2) Faktor predisposisi dan presipitasi 3) Genogram keluarga 4) Psikososial dan lingkungan 5) Persepsi keluarga tentang penyakit klien 6) Dukungan dalam keluarga c. RM : 02.80 Alasan Masuk RS : klien sering berbicara sendiri dan marah-marah Diagnosa keperawatan : 1. Pondok kacang barat.40. Mengevaluasi kemampuan keluarga tentang perawatan klien dengan gangguan jiwa di rumah berdasarkan 5 fungsi keluarga dalam hal: 1) Keluarga dapat mengenal masalah yang menyebabkan klien kambuh 2) Keluarga dapat mengambil keputusan dalam melakukan perawatan terhadap klien 3) Keluarga dapat merawat klien di rumah 4) Keluarga dapat memodifikasi lingkungan dalam merawat klien . KEC. Kota Tanggerang Tanggal masuk rumah sakit : 20 April. Pondok kacang barat. 2015 B. Tujuan umum Keluarga dapat memerima dan merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa sesuai dengan keadaan klien berdasarkan rencana asuhan keperawatan yang ada. D Jenis kelamin : Perempuan Hubungan : kakak Alamat : komplek Sekneg No. Tujuan Kunjungan Rumah 1.

Mengajnurkan pasien memasukan cara mengontrool halusinasi dengan menghardik kedalam jadwal kegiatan harian SP 2 - Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap – cakap dengan orang - lain Menganjurkan pasien memasukan kedalan jadwal kegiatan harian SP 3 - Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan melakukan kegiatan Menganjurkan pasien memasukan kedalam jadwal kegiatan harian. tanda dan gejala halusinasi. SP 4 - Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur Mengajurkan pasien memasukan kedalam jadwal kegiatan harian b. C.Mengidentifikasi jenis halusinasi pasien .Mengajarkan pasien menghardik halusinasi .Mengidentifikasi situasi yangmenimbulkan halusinasi .Mengidentifikasi waktu halusinasi pasien .cara merawat klien halusinasi pendengaran SP 2 - Melatih keluarga mempraktekakan cara merawat klien dengan halusinasi - pendengaran Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung pada padien jiwa . Gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran a.Menjelaskan pengertian.Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien .Mengidentifikasi frekuennsi halusinasi pasien . Keluarga SP 1 .5) Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat untuk merawat klien.Mengidentifikasi isi halusinasi pasien . jenis halusinasi yang dialami - klien berserta proses terjadinya MenJelaskan cara. Rencana Tindakan Keperawatan 1. Paasien SP 1 .

Menganjurkan pasien memasukan kedalam jadwal kegiatan harian SP 2 - Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Menjelaskan cara mengontrol PK dengan minum obat . Pasien SP 1 .Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien Melatih pasien sesuai kemampuan yang dipilih Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien Menganjurkan pasien memasukan kedalam jadwal kegiatan harian pasien - SP 2 .Mengidentifikasi penyebab PK .Membantu pasien menillai kemampuan pasien yang masih dapat di gunakan .Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas di rumahi termasuk minum obat. Harga Diri Rendah a) Pasien SP 1 .Mengidentifikasi akibat PK .Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien .SP 3 .Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian b) Keluarga SP 1 - Mendiskusikan maslah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien Menjelaskan pengertian. Resiko Perilaku Kekerasan a.Membantu pasien mempraktekkan latihan cara mengontrol fisik 1 .Menjelaskan follow up pasien pulang 2. .Melatih kemampuan kedua .Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien .Menyebutkan cara mengontrol PK .Mengidentifikasi PK yang dilakukan . tanda dan gejala Harga Diri Rendah yang dialami oleh - pasien berserta proses terjadinya Menjelaskan cara-cara merawat pasien Harga Diri Rendah SP 2 - Melatih keluarga mempraktekan cara merawat pasien dengan harga diri rendah Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien harga diri rendah SP 3 - Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minnum obat Menjelaskan follow up pasien setalah pulang 3.Mengidentifikasi tanda dan gejala PK .

Menjelaskan pengertian PK. saya ditugaskan oleh Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan untuk melakukan kunjungan ke rumah pasien yang bernama Ny. V melalui pengumpulan data yang lengkap dan saya ingin memberitahukan tentang perkembangan Ny. serta proses terjadinya PK .Menjelaskan cara merawat pasien dengan PK SP 2 - Melatih keluarga mempraktekan cara merawat pasien dengan PK Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien PK SP 3 - Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat Menjelaskan follow up pasien setelah pulang D. saya adalah mahasiswa keperawatan UPN “Veteran” Jakarta.Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien . Salam terapeutik dan perkenalan “Selamat pagi bapak dan ibu.” “Tujuan kunjungan saya pada hari ini.- Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian SP 3 - Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Melatih pasien mengontrol PK dengan cara fisik II Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian SP 4 - Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Melatih pasien mengontrol Pk dengan cara verbal Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian SP 5 - Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien Melatih pasien mengontrol PK dengan cara spiritual Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian b. V selama dirawat di RSJ . untuk membantu proses keperawatan Ny. V Saya mendapatkan surat tugas untuk melakukan kunjungan ke rumah bapak/ibu. tanda dan gejala. Orientasi a. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Untuk Keluarga 1. perkenalkan nama saya Maria Fransisika. Keluarga SP 1 .

V di rumah bila sudah pulang nantinya.V?” ” Kapan terakhir kali bapak/ibu mengunjungi Ny.V?” ”Apakah didalam keluarga ada yang sakit sama dengan seperti Ny. Ny.Ny V masih dalam tahap penyembuhan Ny. membersihkan tempat tidur.Soeharto Heerdjan Grogol dan juga ingin memberitahukan penyuluhan tentang peranan keluarga dalam merawat Ny. seperti mandi. V?“ “Baiklah Bapak/Ibu. Kontrak Topik : ”Bapak/ibu. 2. V selama ini ? Apa harapan bapak/ibu dengan dirawatnya Ny.” “Bisakah bapak/ibu menceritakan kenapa Ny V bisa dirawat di RS? Adakah dalam keluarga bapak/ibu yang mengalami masalah seperti ini? Usaha apa saja yang telah bapak/ibu lakukan untuk mencapai kesembuhan Ny. saya akan menjelaskan dan menceritakan tentang kondisi atau keadaan terakhir yang dialami Ny.V marah-marah sudah terkendalikan.V. V dan bagaimana kesembuhannya? Bagaimana sikap keluarga dalam menghadapi keadaan Ny. rasa malasnya belum hilang kadang dilakukan kegiatannya. Ny. melakukan kegiatan. Fase kerja (tindakan keperawatan) “Apakah bapak dan ibu mengetahui tentang keadaan yang dialami oleh Ny. V sudah mengerti kegiatan seharian yang harus dilakukan. V Waktu : kita akan berdiskusi sekitar 1-2 jam Tempat: Bapak/ Ibu kita hari ini akan berdiskusi dimana? Tujuan : agar ibu dapat merawat saudara Ibu di rumah. bercakap – cakap. dan yang terakhir minum obat. V?” ” Selain bapak/ibu. V?” ” Apa bapak/ibu sering mengunjungi Ny. V sudah diajarkan cara mengontrol halusinasinya yaitu dengan cara menghardik. V di rawat?” ” Apakah Ny. V di rumah sakit. Saat ini Ny. hari ini saya akan mengajak bapak dan ibu mengobrol sambil berdiskusi tentang cara merawat keluarga Bapak / Ibu khuusnya Ny. maupun makan tetapi. V juga mengatakan kangen dengan kakak dan anaknya Ny. Evaluasi/ Validasi “ Baiklah bapak dan ibu. V sebelumnya pernah di rawat juga?” ” Bapak/ibu bisa menceritakan kepada saya apa penyebab Ny. V nitip salam untuk kakak dan anaknya. siapa saja yang sering mengunjungi Ny.” b. baik dengan teman-teman ataupun perawat disana dan sudah tidak takut lagi untuk berbincang-bincang dengan teman-temannya . sebelumnya saya ingin menanyakan tentang alasan Ny. V di RS ? Menurut . dan juga bagaimana cara merawat Ny. V?” c.V bisa sakit?” ” Menurut pendapat bapak/ibu apa sebenarnya yang di alami oleh Ny. kadang tidak karena kangen ingin bertemu dengan anaknya.

V pulang kerumah? Dan bagaimana penerimaan lingkungan terhadap Ny. 2005). putus asa dan tidak berdaya. Suatu penerapan panca indra tanpa ada rangsangan dari luar. Suatu penghayatan yang dialami suatu persepsi melalui panca indra tanpa stimulus eksteren/ persepsi palsu (Maramis. “Sekarang saya akan menjelaskan yang kedua yaitu harga diri rendah Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri. melakukan kegitan dan minum obat. Apa sebelumnya ibu pernah mendengar istilah tersebut ? atau apa yang bapak ketahui tentang halusinasi pendengaran?” “Yang pertama saya akan menjelaskan apa itu halusinasi pendengaran. Perilaku pendengaran adalah Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana klien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi.. Halusinasi di sebabkan oleh Secara umum klien dengan gangguan halusinasi timbul gangguan setelah adanya hubungan yang bermusuhan. sebelum kita berdiskusi. melakukan kegiatan fisik dan mengawasi adik Ibu agar teratur minum obat. V?” “ Berdasarkan hasil pengkajian yang saya lakukan dalam merawat Ny. harga diri rendah prilaku kekerasan. Nah saya akan menjelaskan nama obat dan kegunaannya untuk apa yang pertama obat yang warna orange (CPZ) 2x1 ini gunanya untuk menghilangkan suara-suara dan bisa tidur diminum setiap pagi dan malam. mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. sedangkan yang warna merah jambu minumnya 2x1 funngsinya agar pikiran tenang jamnya sama pagi dan malam. tekanan. Cara untuk mencegah timbulnya halusinasi yaitu dengan menganjurkan klien untuk mengungkapkan suara – suara yang Adik Ibu dengar. V? Bagaimana tanggapan keluarga jika Ny.” ”Baiklah bu. Kalau untuk penanganan di rumah ibu/bapak bisa melakukan menyuruh anaknya untuk melakukan tarik nafas dalam. isolasi. bercakap – cakap.bapak/ibu apa yang sedang dialami Ny. Penilaian individu terhadap stresor dan masalah koping dapat mengindikasikan kemungkinan kekambuhan (Keliat. yang warna putih THP 2x1 jamnya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku.V saya mendapatkan beberapa masalah yaitu halusinasi pendengaran. perasaan tidak berguna. saya akan menjelaskan sedikit tentang halusinasi pendengaran. 2006). Gangguan harga diri rendah .

kebutuhan akan perhatian dan ketergantungan pada orang lain. destruktif yang diarahkan pada orang lain. Sedangkan stresor pencetus mungkin ditimbulkan dari sumber internal dan eksternal seperti : 1. Yang ketiga yaitu Resiko Perilaku Kekerasansaya akan menjelaskan apa itu prilaku kekerasan. bentuk. Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan. mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial. merasa gagal mencapai keinginan. Gejala klinis :Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi) Rasa bersalah terhadap diri sendiri mengkritik/menyalahkan diri sendiri) Gangguan hubungan social (menarik diri) . Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya. perubahan fisik. Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi. termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Ada tiga jeis transisi peran : a. Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan kejadian yang mengancam.digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. orang lain maupun lingkungan. penurunan produktivitas. mengkritik diri sendiri. 2. penampilan dan fungsi tubuh. Perilaku kekerasan merupakan hasil konflik emosional yang belum dapat diselesaikan. “Perilaku kekerasan/amuk dapat disebabkan karena frustasi. kegagalan yang berulang kali. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh. Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit. Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri. manipulasi atau intimidasi. takut. perasaan tidak mampu. Faktor yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal/marah yang tidak konstruktif. Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian. c. perubahan ukuran. b. ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yang tidak realistis. nilai-nilai tekanan untuk peyesuaian diri. Perilaku kekerasan juga menggambarkan rasa tidak aman. prosedur medis dan keperawatan. harapan orang tua yang tidak relistis. kurang mempunyai tanggung jawab personal.

V selama sakit” ”Apa yang bapak/ibu lakukan kepada Ny. V lebih banyak membutuhkan perhatian dari keluarga dan orang-orang terdekatnya.V pulang dari rumah sakit jiwa apakah Ibu sering mengontrol ke pelayanan kesehatan terdekat ?” ”Dengan kondisi Ny. melakukan kegiatan fisik dan mengawasi anak agar teratur minum obat Yang sangat penting untuk diperhatikan oleh bapak/ibu adalah bahwa klien ke RS. dll. V? Lalu bagaimana respon keluarga yang lain tentang kondisi yang dialami oleh Ny.J terdekat apabila tanda dan gejala semakin memburuk. Kalau untuk penanganan di rumah ibu/bapak bisa melakukan menyuruh anaknya untuk melakukan tarik nafas dalam. V sehingga penyakitnya kambuh ? apa menurut bapak lingkungan sudah cukup membantu dalam penyembuhan Ny. menghindar.” “Itulah beberapa masalah yang dirasakan Ny. seperti menyerang orang lain. apakah yang bapak/ibu lakukan dalam pengobatan Ny. V sekarang. melakukan tarik nafas dalam. bukan harus Ibu saja yang monoton. V?” ”Jika Ny. V ? Oia pak/ibu. membakar rumah. V dibawa ke rumah sakit jiwa Grogol. Cara untuk mencegah timbulnya marah yaitu dengan menganjurkan klien untuk mengungkapkan perasaan saat jengkel atau marah membantu klien untuk mengidentifikasikan penyebab marah atau jengkel membicarakan dengan klien akibat/kerugian dari cara yang dilakukan. mencuci piring dll.Percaya diri kurang sukar mengambil keputusan) Menciderai diri (akibat dari harga diri yang rendah serta harapan yang suram. saudara-saudaranya yang lain juga perlu dilibatkan. Ny. ngepel. atau membantu dalam pengobatan Ny.J Soeharto Heerdjan atau RS. mungkin klien akan mengakhiri kehidupannya. Hal ini sangat membantu kondisi kejiwaan Ny. sebelum Ny. memecahkan perabot. teratur minum obat. Klien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan tindakan-tindakan berbahaya bagi dirinya. rajin kontrol dan melakukan aktifitas fisik dengan melakukan kegiatan sehari-hari di rumah menyapu. V? Apakah mereka menolak. orang lain maupun lingkungan. V karena . memukul-mukul bantal. V dilakukan secara bergantian. Akibat perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan suatu tindakan yang dapat membahayakan secara fisik pada diri sendiri ataupun orang lain. Dan alangkah baiknya jika bapak/ibu dan keluaga yang lainnya menjenguk Ny.

” ”Bapak dan ibu. e. ya bu…?” c. dihindari. tangan mengepal. jika hal tersebut terjadi. misalkan Ny. V?” bagus Pak / Ibu b. Kontak Yang Akan Datang Topik : Baiklah pak/ibu. Memberikan pujian bila Ny. b. d. Terminasi a. jika Ny. c.V Waktu : akan tetapi waktunya belum di pastikan nanti kamu hubungi kembali jika kami akan melakukan kunjungan rumah.V di rumah.Vdapat melakukan tugasnya. Mendengarkan keluhan yang di rasakan Ny. marah gak jelas.subjektif ”Bagaimana perasaan bapak/ibu setelah kita mengobrol dan berdiskusi tadi ? Apakah bapak/ibu merasa senang ?” objektif ”apakah bapak/ibu dapat mengulangi cara merawat Ny. V pulang nanti ada beberapa hal yang bisa bapak/ibu lakukan dalam merawat Ny.V memenuhi kebutuhan sehari-hari.V tidak akan merasa di tolak. bapak/ibu dapat mengunjungi Ny. agar Ny. Tetap mempertahankan tentang jadwal minum obat karena minum obat secara teratur sangat penting bagi kesembuhan klien” ”Selain itu. . Melibatkan Ny. bapak/ibu harus tahu sikap apa yang harus dilakukan karena keluarga merupakan penanggung jawab dalam merawat klien” 3. Rencana Tindak Lanjut kesepakatan keluarga untuk terlibat dalam asuhan keperawatan (baik di rumah - maupun di rumah sakit)” Saya harap. Memberikan jalan keluar jika Ny.V merasa di perdulikan . f.dengan begitu Ny.V suka tertawa sendiri. seperti: a.V mengalami masalah. Evaluasi . Tempat : saya harap kita dapat bertemu lagi di rumah Ibu.V kambuh lagi. selain saya kemungkinan ada perawat dari RSJ yang datang berkunjung kerumah ibu lagi untuk mendiskusikan dan melihat perkembangan Ny.V dalam kebutuhan sehari-hari yang dilakukan dan keluarga. V di rumah sakit sesering mungkin dan secara bergantian. bapak/ibu dan keluarganya juga perlu tahu tentang tanda dan gejala Ny. Membantu Ny. atau bahkan dijauhi. dan suka memukuli. mengamuk.V.

“Teima kasih atas kerjasamanya bapak dan ibu” selamat siang .